cover
Contact Name
ASNGADI ROFIQ
Contact Email
asngadirofiq@iaida.ac.id
Phone
+6285231173279
Journal Mail Official
ftkiaidablokagung@gmail.com
Editorial Address
Alamat: Ponpes Darussalam Blokagung P.P. Box. 201 Tegalsari Banyuwangi Jawa Timur 68485 Telp. (0333)847459, HP. 081236190417 Fax, (0333) 846221. Website: ejournal.iaida.ac.id, e-mail: ftkiaidablokagung@gmail.com
Location
Kab. banyuwangi,
Jawa timur
INDONESIA
TARBIYATUNA : Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam
ISSN : -     EISSN : 27745724     DOI : https://doi.org/10.30739/tarbiyatuna.v1i01.1007
Core Subject : Education,
TARBIYATUNA (Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam) was published by the Institute for Research and Community Service (LPPM) IAIDA. TARBIYATUNA contains scientific articles from research in Education, Teaching and Learning which include : 1. Formal/School Education 2. Nonformal/Community Education 3. Informal/Family Education
Articles 120 Documents
EKSPLORASI ETNOSAINS PADA TRADISI MERON DI KECAMATAN SUKOLILO KABUPATEN PATI Ainul Khoriyah, Fara; Ulya Fawaida; Shinta Bella; Izzatul Fauziah; Amalia Indah Rahmawati
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.3464

Abstract

Meron merupakan tradisi diselenggarakan setiap tanggal 12 Maulid sebagai perayaan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW di Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati. Tradisi ini ditandai dengan arak-arakan gunungan menuju masjid yang melibatkan beberapa rangkaian acara. Tradisi Meron ini terus dilestarikan oleh masyarakat Sukolilo sebagai wujud penghargaan kepada nenek moyang serta sebagai tanda kesatuan dan kesetiaan. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengungkap nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang kaya akan makna ilmiah dan spiritual. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Hasilnya menunjukkan bahwa tradisi Meron tidak hanya menjadi simbol penghormatan terhadap nilai-nilai religius tetapi juga memuat pengetahuan lokal terkait pengelolaan sumber daya alam, sistem pertanian, keanekaragaman hayati, kelestarian lingkungan dan konsep – konsep fisika dan kimia. Penelitian ini juga menegaskan pentingnya pelestarian tradisi Meron sebagai warisan budaya yang memuat nilai etnosains, yang berpotensi menjadi inspirasi bagi pendidikan kontekstual dan pengembangan ilmu pengetahuan berbasis kearifan lokal.
HAMBATAN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI PROGRAM LITERASI DI MADRASAH IBTIDAIYAH NEGERI 1 TUBAN Hikmatul Immayanti; Syura, Irma Eka; Ana Iftitakhur Rohma; Agus Fathoni Prasetyo
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.3882

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait hambatan dan strategi dariimplementasi program literasi yang ada di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Tuban.Madrasah ini dipilih sebagai tempat penelitian karena termasuk salah satu pioner bagimadrasah Ibtidaiyah lain baik swasta maupun negeri khusunya di wilayah Tuban JawaTimur. oleh karena itu peneliti bermaksud menyajikan hasil penelitian ini agar dapatmenjadi inspirasi bagi madrasah lain diluar sana dalam bidang literasi. Penelitian inimenggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif,subjek dalam penelitian ini Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Tuban, sedangkan objekpenelitian adalah Program literasi di Mdrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Tuban, Teknikpengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitianini menunjukkan bahwa hambatan yang ada dalam menjalankan program literasi dimadrasah seperti lahan perpustakaan yang sempit dan kurangnya minat baca siswa dapatmembuat madrasah tersebut berinovasi dan mengambil strategi yang tepat denganmemaksimalkan sumber daya yang ada seperti menyediakan perpustakaan online,membuat pojok baca di setiap kelas, menjadwal setiap kelas untuk berkunjung keperpustakaan, dan menyelenggarakan kegitan literasi seperti menulis puisi bersama.
THE CONVERSATION ANALYTIC ROLE PLAY METHOD (CARM) FOR TEACHING SPEAKING SKILLS Mahmud, Moh; Ulya Sari, Fitri
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.3891

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di dalam kelas. Penelitian ini dilakukan dengan melihat berbagai masalah dan kesulitan belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan berbagai hambatan dalam pembelajaran keterampilan berbicara bahasa Inggris. Penelitian ini membahas tentang penggunaan metode CARM (Conversation Analytic Role Play Method) untuk pembelajaran keterampilan berbicara melalui materi direction. Skema CARM dikembangkan dari penelitian komparatif dalam waktu yang singkat. Metode CARM ini memberikan interaksi kepada siswa untuk menguji keberanian dan kepercayaan diri siswa terkait pertanyaan atau masalah yang akan diberikan oleh guru. Siswa saling membantu memecahkan masalah dengan kemampuan masing-masing. Setelah itu dijelaskan di kelas. Skema penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif karena dalam penelitian ini peneliti mengumpulkan data, melakukan investigasi, dan menarik kesimpulan. Metode kualitatif merupakan metode yang menitikberatkan pada pengamatan secara mendalam, dimana peneliti memperoleh data dari hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menjelaskan bagaimana guru mengajarkan keterampilan berbicara dengan menggunakan metode CARM (Conversation Analytic Role Play Method) pada siswa kelas XI jurusan TBSM di SMK Raudlatussalam Glenmore Banyuwangi tahun ajaran 2023-2024. Dari hasil penelitian ini, CARM (Conversation Analytic Role Play Method) merupakan metode yang sangat tepat dan baik untuk meningkatkan kemampuan berbicara dalam pembelajaran bahasa Inggris melalui pemberian materi dan saran. Skema pembelajaran keterampilan berbicara menunjukkan nilai rata-rata di atas 78.00, yang merupakan nilai yang cukup baik. Oleh karena itu, dengan menggunakan metode CARM (Conversation Analytic Role Play Method), pengaruh penggunaan metode CARM (Conversation Analytic Role Play Method) dapat merubah pola pikir siswa tentang sulitnya belajar bahasa Inggris, khususnya dalam keterampilan berbicara. Dalam metode CARM (Conversation Analytic Role Play Method) dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan ide-idenya, dan membuat siswa lebih aktif dalam memikirkan konsep-konsep dalam pelajaran bahasa Inggris. ABSTRACT This research was conducted in class. This research was carried out by looking at the various problems and learning difficulties of students. This research was carried out with various obstacles to learning English speaking skills. This research discusses the use of the CARM (Conversation Analytic Role Play Method) method for learning speaking skills through direction material. The CARM scheme was developed from comparative research over a short period of time. This CARM method provides interaction with students to test students' courage and confidence regarding questions or problems that will be given by the teacher. Students help each other solve problems with their respective abilities. After that, it was explained in class. This research scheme uses qualitative research because, in this research, the researcher collects data, carries out investigations, and draws conclusions. The qualitative method is a method that focuses on in-depth observation, where researchers obtain data from observation, interviews, and documentation. Therefore, this research intends to explain how teachers teach speaking skills using the CARM (Conversation Analytic Role Play Method) method to class XI students majoring in TBSM at SMK Raudlatussalam Glenmore Banyuwangi in the 2023-2024 academic year. From the results of this research, CARM (Conversation Analytic Role Play Method) is a very appropriate and good method for improving speaking skills in learning English through offering materials and suggestions. The speaking skills learning scheme shows an average score above 78.00, which is a pretty good score. Therefore, by using the CARM method, the effect of using the CARM (Conversation Analytic Role Play Method) method can change students' mindsets about the difficulty of learning English, specifically in speaking skills. In CARM (Conversation Analytic Role Play Method), it can increase students' self-confidence, give students the opportunity to express their ideas, and make them more active in thinking about concepts. in English lessons.
INOVASI PEMBELAJARAN AL-QUR'AN HADIST DENGAN METODE SCRAMBLE DI MI PLUS CAHAYA KAMILAH SIDOARJO Mufaizah; Yuli Astutik; Siti Kholidatur Rodiyah
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.3926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode scramble, menganalisis hasil penerapan metode scramble, menganalisis faktor – faktor penghambat dan solusinya dalam menerapkan metode scramble pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Penelitian ini termasuk kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan metode Scramble sudah diterapkan, dengan mengikuti lima tahapan pembelajaran, yakni mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Faktor penghambat pada metode pembelajaran scramble, sebagai berikut: Pembelajaran ini terkadang sulit dalam merencanakannya, oleh karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar. Terkadang dalam mengimplementasi-kannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan. Metode permainan seperti ini biasanya menimbulkan suara gaduh. Adapun solusi dari faktor penghambat pada metode scramble yaitu guru mengumumkan pembentukan kelompok belajar dan penataan ruang kelas pada pertemuan sebelumnya, guru memberikan pengarahan tentang tujuan dari metode ini, memberitahukan kepada peserta didik untuk tetap tertib dan tenang, agar tidak mengganggu proses belajar pada kelas sebelah.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode scramble, menganalisis hasil penerapan metode scramble, menganalisis faktor – faktor penghambat dan solusinya dalam menerapkan metode scramble pada pembelajaran Al-Qur’an Hadits. Penelitian ini termasuk kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa penerapan metode Scramble sudah diterapkan, dengan mengikuti lima tahapan pembelajaran, yakni mengamati, menanya, mengeksplorasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Faktor penghambat pada metode pembelajaran scramble, sebagai berikut: Pembelajaran ini terkadang sulit dalam merencanakannya, oleh karena terbentur dengan kebiasaan peserta didik dalam belajar. Terkadang dalam mengimplementasi-kannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan. Metode permainan seperti ini biasanya menimbulkan suara gaduh. Adapun solusi dari faktor penghambat pada metode scramble yaitu guru mengumumkan pembentukan kelompok belajar dan penataan ruang kelas pada pertemuan sebelumnya, guru memberikan pengarahan tentang tujuan dari metode ini, memberitahukan kepada peserta didik untuk tetap tertib dan tenang, agar tidak mengganggu proses belajar pada kelas sebelah.
RELEVANSI NILAI AL-ADAB FAWQ AL-ILM DALAM PENGEMBANGAN ILMU PENGETAHUAN DI ERA DIGITAL Afwan Alhabib Nasution; Audia Zahara; Nuraini Ginting; Muhammad Luthfi; Rahayu Puji Astuti
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.3965

Abstract

Era digital membawa kemajuan pesat dalam pengembangan ilmu pengetahuan, namun juga memunculkan tantangan etis dan degradasi moral dalam proses pencarian dan penyebaran ilmu.Penelitian ini ingin mengidentifikasi dan memetakan berbagai permasalahan moral yang muncul di era digital, seperti plagiarisme, penyalahgunaan informasi, ketidakjujuran akademik, serta hilangnya nilai-nilai etis dalam interaksi ilmiah. Penelitian akan menjelaskan bahwa nilai adab tidak hanya relevan, tetapi juga menjadi kebutuhan mendesak untuk menjaga integritas dan kualitas pengembangan ilmu pengetahuan.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan (library research). Pendekatan ini dipilih karena fokus kajian adalah analisis konsep dan nilai filosofis yang bersifat normatif dalam tradisi Islam klasik serta penerapannya dalam konteks kontemporer. al-Adab fawq al-‘ilm menekankan bahwa adab (etika dan akhlak) harus menjadi fondasi sebelum seseorang menguasai ilmu pengetahuan. Nilai ini bukan hanya bersifat moral, tetapi juga spiritual, yang mengatur bagaimana seorang pencari ilmu bersikap terhadap guru, sesama penuntut ilmu, dan ilmu itu sendiri.
PERAN PONDOK PESANTREN DALAM MEMBENTUK KARAKTER SOSIAL SANTRI DI PONDOK PESANTREN MAHASISWA AL-JIHAD SURABAYA Muhammad Wildan Khadamul Haramain; Mufaizah
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.4195

Abstract

Semua aspek kehidupan saat ini telah berkembang dengan sangat cepat. Termasuk prinsip-prinsip budaya yang tersebar luas dan dapat diakses di mana pun. Hal ini disebabkan oleh perkembangan teknologi dan informasi yang cepat. Perubahan zaman tidak dapat dihindari; hal ini menyebabkan perubahan pada kebudayaan kita, yang dapat berdampak baik atau buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pondok Pesantren Mahasiswa Al-Jihad Surabaya dalam membentuk karakter sosial santri. Pondok pesantren merupakan institusi pendidikan Islam tradisional yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama tetapi juga mengembangkan praktik keagamaan sehari-hari. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi dengan menggunakan metodologi kualitatif. Temuan penelitian menunjukkan adanya pengaruh signifikan pesantren terhadap pengembangan karakter santri, khususnya di bidang moralitas, etika, dan keterampilan sosial. Sikap tolong menolong, bekerjasama, solidaritas, dan mandiri merupakan beberapa sifat karakter sosial yang dikembangkan. Menurut temuan penelitian, bersekolah di pesantren Al-Jihad membantu membentuk siswa menjadi orang dewasa yang bermoral tinggi, bertanggung jawab, dan juga memberikan kontribusi berharga kepada masyarakat.
DINAMIKA INTERAKSI PESERTA DIDIK DENGAN ASISTEN VIRTUAL BERBASIS AI DALAM PROSES BELAJAR Slamet, Slamet
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.4332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dinamika interaksi peserta didik dengan asisten virtual berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam proses belajar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada semakin luasnya penggunaan AI dalam pendidikan, termasuk dalam bentuk chatbot, tutor cerdas, dan aplikasi pembelajaran adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, untuk memahami pengalaman subjektif peserta didik dalam berinteraksi dengan AI. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi peserta didik dengan asisten virtual cenderung bersifat fungsional dan teknis, yaitu digunakan untuk menyelesaikan tugas atau mencari informasi secara cepat. AI belum sepenuhnya dimaknai sebagai mitra pedagogis yang membentuk pengalaman belajar yang reflektif dan bermakna. Selain itu, kualitas interaksi sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi digital dan dukungan infrastruktur. Peserta didik dengan akses teknologi yang memadai dan kemampuan digital yang baik lebih mampu memanfaatkan AI secara optimal dibandingkan mereka yang berada dalam keterbatasan. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya peningkatan literasi digital dan pemerataan infrastruktur untuk mendukung pemanfaatan AI dalam pendidikan secara lebih efektif dan manusiawi.
MISKONSEPSI OPERASI HITUNG PERKALIAN PADA MAHASISWA PGMI DI SEKOLAH TINGGI ISLAM BLAMBANGAN BANYUWANGI Aldino, Fals
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.4339

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk mendeskripsikan miskonsepsi perkalian pada calon guru MI/SD, khususnya mahasiswa PGMI Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Sebanyak 19 mahasiswa dipilih sebagai subjek melalui teknik purposive sampling untuk dianalisis. Pengambilan data dilakukan dengan tes dan wawancara , dengan fokus pada miskonsepsi konsep perkalian sebagai penjumlahan berulang di sekolah dasar. Temuan menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mengalami miskonsepsi dengan menjabarkan 4 × 3 sebagai 4 + 4 + 4, yang sebenarnya merupakan ekspresi dari 3 × 4. Hal ini menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa (89,5%, 17 dari 19 subjek ) mengalami miskonsepsi yang serupa namun dengan pola yang beragam serta kurangnya pemahaman konseptual terhadap struktur perkalian sebagai pengelompokan berulang, meskipun sifat komutatif operasi perkalian secara matematis benar. Hasil analisis mengindikasikan perlunya intervensi pembelajaran yang menekankan pemahaman konsep yang benar dan penggunaan media visual atau manipulatif untuk mengatasi miskonsepsi ini agar mahasiswa calon guru mampu mengajarkan konsep perkalian secara tepat kepada siswa di tingkat dasar.
TOLERANCE IN DIVERSITY : INTEGRATING THE TRILOGI UKHUWAH INTO MULTICULTURAL EDUCATION AT SMP NEGERI 3 AMBULU JEMBER Muhammad Shobirin
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.4466

Abstract

Indonesia's diversity in ethnicity, culture, and religion is valuable asset, but it can be a menace if it is not manag?d prop?rly. The integration of multicultural education and ukhuwah trilogy concept of brotherhood can be a very significant foundation in overcoming menace of diversity. The purpose ofthis research is to examine th? crucial significance of multícultural educátion, integrated through the inculcation of trilogy ukhuwah values, in fostering tolerance at SMP Negeri 3 Ambulu, Jember. This school is uniquely situated in a village predominantly Christian, although the majority of its students are Muslim. Using a qualitative approach, this study delves into a case study to achieve a comprehensive understanding and holistic understanding of the pedagogical strategies and tangible impacts of integrating Ukhuwah values in shaping a culture of tolerance within a heterogeneous environment. The data wer? collected through observatíon, in depth intervi?w, and documentation studíes. Reduction, presentation, and conclusion drawing served as the data analysis techniques. The research findings proved that the school effectively inculcates trilogy Ukhuwah values into its intracurricular activities, further reinforced by cocurricular and extracurricular programs, thereby creating a tolerant climate amidst differences. It was found that, this strategy successfully cultivated a strong attitude of tolerance among students, manifested in their acceptance of differences, interfaith empathy, harmonious interactions, and strengthened national pride. This study concluded that, the integration of trilogy ukhuwah in multcultural ?ducation can be effective model for building inclusive and tolerant school communities amidst diversity.
DIGITAL LEADERSHIP DI TENGAH TRADISI: TANTANGAN KEPEMIMPINAN KIAI DALAM MENGELOLA RUANG SIBER (CYBER) DAN LITERASI DIGITAL SANTRI DI ERA DISRUPSI Aimah, Siti
Jurnal Tarbiyatuna: Jurnal Kajian Pendidikan, Pemikiran dan Pengembangan Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Agama Islam Darussalam Blokagung Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/tarbiyatuna.v6i1.4468

Abstract

This study aims to analyze in depth the challenges and strategies of Kiai Leadership (Digital Leadership) in managing Cyberspace and improving the Digital Literacy of students in Islamic boarding schools that are steeped in tradition, along with the massive era of technological disruption. Using a qualitative approach with a case study type, data were collected through in-depth interviews with Kiai, the Board of Trustees, and student representatives, as well as participatory observation of the implementation of digital policies. The results of the study show that the Kiai Leadership of Darussalam Blokagung Islamic Boarding School uses the Hybrid Khittah Model to respond to digital disruption. Kiai establishes moral values ??(Muhafazhah), while technical implementation is delegated. The main challenge, namely the conflict between the Khidmah of the students and the attraction of Cyberspace (FOMO), is overcome through strict discipline (Ta'zir) and spiritual strengthening. Kiai also transforms the traditional value of Tabayyun into the foundation of Digital Literacy to form cyber ethics. This model successfully balances the preservation of values ??with controlled technology adoption, contributing to the theory of Contextual Transformational Digital Leadership. Keywords: Digital Leadership, Cyberspace, Digital Literacy. This research contributes theoretically to Contextual Transformational Digital Leadership in faith-based educational institutions. Practically, it presents the Hybrid Khittah Kiai Leadership model that successfully balances the preservation of traditional values ??(Tabayyun $\rightarrow$ Digital Literacy) with controlled technology adoption

Page 11 of 12 | Total Record : 120