cover
Contact Name
Jamiludin Usman
Contact Email
jamiludin.usman@iainmadura.ac.id
Phone
+6285336521427
Journal Mail Official
tadris@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah IAIN Madura, Jl Raya Panglegur KM 4 Pamekasan, Jawa Timur
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 1907672X     EISSN : 24425494     DOI : http://doi.org/10.19105/tjpi
Core Subject : Religion, Education,
Tadris: Jurnal Pendidikan Islam is an open-access peer-reviewed journal published by the Tarbiyah Faculty of State Islamic Institute of Madura. Tadris Journal is published twice a year in June and December, the contents are scientific writings on Islamic Education in form of conceptual ideas, literature reviews, practical writing, or research results from various perspectives.
Articles 329 Documents
ABSENSI FINGER PRINT DAN PERILAKU TIDAK ETIS TENAGA PENDIDIK DAN KEPENDIDIKAN DI MADRASAH Holis, Mohammad
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.709 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v11i2.1168

Abstract

Absensi Finger Print merupakan suatu cara yang diyakini efektif untuk menunjang terhadap perubahan prilaku bagi tenaga pendidik/guru dan tenaga kependidikan/staf di satuan kerja yang disebut madrasah. Prilaku Tidak Etis yang dilakukan oleh tenaga pendidik/guru dan tenaga kependidikan/staf dalam melakukan Absensi menggunakan Finger Print, seperti 1) datang ke madrasah hanya Finger Print kemudian pulang kembali dan baru kembali setelah waktu Finger Pulang berankhir; 2) Memanfaatkan kelemahan mesin Finger Print dengan cara menggunakan jari teman sekantor untuk cadangan memanipulasi kehadiran; 3). Hanya cenderung mengutamakan Finger Print dibandingkan dengan tugas  pokoknya sebagai tenaga pendidik/guru dan tenaga kependidikan/staf.   Kata Kunci: Absensi, Finger Print, Guru, Staf, Peserta Didik, Prilaku Tidak Etis
PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT KITAB TAHZIB AL-AKHLAQ KARYA IBNU MISKAWAIH Maghfiroh, Muliatul
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.621 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v11i2.1169

Abstract

Akhlak merupakan salah satu dasar dari konsep pendidikan Ibn Miskawaih. Dia menawarkan konsep akhlaknya dengan mendasarkan pada doktrin jalan tengah (al-wasat}). Secara umum dia mengartikannya dengan keseimbangan, moderat, harmoni, utama, mulia atau posisi tengah antara dua ekstrem. Akan tetapi ia cenderung berpendapat bahwa keutamaan akhlak secara umum diartikan sebagai posisi tengah antara ekstrem kelebihan dan ekstrem kekurangan masing-masing jiwa manusia. Ada tiga hal penting atau pokok yang dapat dipahami sebagai materi pendidikan akhlaknya, yaitu: hal-hal yang wajib bagi kebutuhan tubuh manusia, hal-hal yang wajib bagi jiwa dan hal-hal yang wajib bagi hubungannya dengan sesama manusia.  Kata kunci:  Konsep manusia, Akhlak, jiwa dan pendidikan
URGENSI MANAJEMEN PEMBIAYAAN DALAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH Usman, Jamiludin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2016)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1676.742 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v11i2.1170

Abstract

Persoalan ini dilatarbelakangi oleh kesiapan madrasah dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui manajemen berbasis madrasah yang tampaknya patut dipertanyakan. Salah satu yang menjadi indikasi lemahnya mutu pendidikan di madrasah ialah masalah komponen manajemen pembiayaan. Madrasah membutuhkan manajemen pembiayaan karena madrasah pada umumnya dibangun dan dikelola secara swadaya. Dalam rangka upaya meningkatkan mutu pendidikannya madrasah hendaknya memenuhi standar manajemen pembiayaan minimal. Pembiayaan yang dimaksud adalah terdiri atas biaya investasi, biaya operasi dan biaya personal. Ada tiga hal yang perlu dilakukan madrasah dalam manajemen pembiayaan tersebut, yakni: perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan pertanggungjawaban.
Strategi Kompetitif Dalam Lembaga Pendidikan Bashori, Bashori
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 2 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.44 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v12i2.1269

Abstract

Maraknya pertumbuhan lembaga pendidikan dalam tahun terakhir ini menunjukkan dinamisnya perkembangan sektor pendidikan. Meningkatnya kesadaran akan pendidikan menjadi salah satu unsur yang mendorong tumbuh dan berkembangnya berbagai lembaga pendidikan. Namun demikian, kompetisi kualitas pendidikan menjadi penilaian utama dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang semakin menjamur di lingkungan kita.  Lembaga pendidikan yang berhasil tumbuh dengan baik yaitu lembaga pendidikan yang mampu mengembangkan strategi kompetitif dengan cara melihat peluang yang ada, selain selalu melakukan pengembangan secara berkelanjutan. Dalam mencapai semua keinginan tersebut, diperlukan beberapa strategi. Keunggulan kompetitif adalah salah satu kemampuan untuk memformulasi strategi pencapaian peluang dan minat konsumen melalui maksimisasi penerimaan dari investasi yang dilakukan. Sehingga strategi kompetitif menjadi salah satu solusi utama dalam melihat persaingan lembaga pendidikan. Kata Kunci: Strategi, Kompetitif, Lembaga Pendidikan
MODERNISASI KURIKULUM PENDIDIKAN ISLAM DALAM PERSPEKTIF AZYUMARDI AZRA Sayyi, Ach.
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.543 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v12i1.1285

Abstract

Ide pembaharuan kurikulum Pendidikan Islam di Indonesia menurut Azyumardi Azra perlu melihat dari input-output dunia pendidikan islam. Input dari masyarakat ke dalam sistem pendidikan yang terdiri dari idiologis-normatif, mobilisasi politik, mobilisasi ekonomi, mobilisasi sosial, dan mobilisasi kultural. Kesemuanya ini merupakan sistem pendidikan yang pokok atau bisa disebut konvensional. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitan kepustakaan (library research) dengan menggunakan metode dan pendekatan kualitatif-diskriptif; menggunakan metode pengumpulan data berupa dokumentasi; dan menggunakan analisis isi (content analysis) sebagai pisau analisis berbagai data yang dieksplorasi dari berbagai karya Azyumardi Azra yang kemudian dirangkai dalam berbagai narasi yang sistematis. Walhasil Tawaran gagasan modernisasi Kurikulm pendidikan Islam Azyumardi Azra lebih banyak terfokus di pendidikan Tinggi Islam, khususnya IAIN dan UIN yang dirumuskan dalam empat langkah fundamental, yakni(1) reformulasi tujuan perguruan tinggi, (2) restrukturisasi kurikulum, (3) simplifikasi beban belajar, (4) dekompartementalisasi. Sehingga pendekatan dalam pembaharuan kurikulum, maka kurikulum yang diimplementasikan adalah tidak lagi diarahkan pada subject matter melainkan kepada child oriented dan keadaan sosial yang dikembangkan dalam kerangka integrasi ilmu agama dengan ilmu umum, sains, dan teknologi.
KOMPETENSI SPIRITUAL GURU PAUD PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Aziz, Safrudin
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.917 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v12i1.1286

Abstract

Meskipun  tidak  termuat  dalam  Undang-Undang  Sisdiknas  ataupun  Permendiknas, kepemilikan  kompetensi  spiritual  bagi  guru  sampai  kapanpun  mutlak  menjadi  sebuah keniscayaan. Perihal tersebut dilatarbelakangi dengan semakin bertambahnya angka kejahatan serta tindak kekerasan, dekadensi moral remaja melampaui titik nadir kehidupan, perzinaan dan perselingkuhan seolah menjadi  hiasan membanggakan bahkan  ibadah sebatas dianggap sebagai ritualitas tanpa makna. Semua itu terjadi akibat sistem pendidikan di Indonesia ma sih bersifat kognitif and skill oriented. Selain berbagai bentuk perilaku a  moral, spiritualitas anak usia dini umumnya masih bersifat  imitasi,  sebatas  meniru,  ego  sentris  dan  tidak  mendalam  (unreflective).  Sehingga menumbuhkembangkan nilai-nilai spiritual bagi anak usia dini memerlukan bimbingan serta pengajaran  dari  guru  secara  tepat.  Dalam  konteks  inilah,  guru  harus  memiliki  seperangkat kompetensi spiritual baik secara personal maupun profesional. Kompetensi personal spiritual diwujudkan  dalam  bentuk  kesalehan  diri  sendiri  dalam  mengimplementasikan  nilai-nilai spiritual. Sementara  kompetensi profesional spiritual diwujudkan dalam  mengajarkan  nilai nilai spiritual kepada peserta didik secara tepat.
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KURIKULUM DI SMP MUHAMMADIYAH BOARDING SCHOOL (MBS) YOGYAKARTA Khasanah, Siti Zulfatun; Arifin, Zainal
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.587 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v12i1.1287

Abstract

SMP Muhammadiyah Boarding School (MBS) Yogyakarta merupakan pioneer sekolah muhammadiyah yang melakukan inovasi pendidikan berbasis “boarding school”. Sejak berdiri tahun 2008, SMP MBS berkembang pesat dengan peserta didik maupun cabangnya di kota-kota lain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Konsep MBS adalah pendidikan yang mencakup dimensi akal, hati, dan skill. (2) Pengembangan kurikulum di SMP MBS Yogyakarta, meliputi: (a) diagnosis kebutuhan peserta didik, (b) merumuskan tujuan pendidikan nasional, kurikuler, dan institusional, (c) seleksi dan organisasi isi pembelajaran mengacu KTSP, muatan nasional, dan lokal, (d) seleksi dan organisasi pengalaman belajar yang meliputi pengelolaan belajar dan ruang belajar, metode serta program kegiatan dan pengambangan diri, (e) evaluasi hasil belajar menggunakan tiga teknik, yakni tes, observasi, dan penugasan, dan (3) faktor pendukung meliputi profesionalisme kepala sekolah, waka kurikulum, guru, dan sarana prasarana yang memadai, sedangkan faktor penghambatnya adalah: terbatasnya SDM dan minimnya pengalaman guru.
REFORMULASI PENDIDIKAN PESANTREN DALAM DIALEKTIKA KONTEKS MASYARAKAT GLOBAL Hair, Moh. Afiful
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.992 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v12i1.1288

Abstract

Pesantren sebagai lembaga pendidikan yang bersifat nonformal harus mengadakan perubahan dan pembaharuan guna menghasilkan generasi-generasi yang tangguh, generasi yang berpengetahuan luas dengan kekuatan jiwa pesantren dan keteguhan mengembangkan pengetahuan yang tetap bersumber pada al-qur’an dan hadis. Dalam perkembangan zaman,pesantren saat ini berhadapan dengan arus globalisasi dan modernisasi yang ditandai dengan cepatnya laju informasi dan teknologi. “Karena itu, pesantren harus melakukan perubahan format, bentuk, orientasi dan metode pendidikan dengan catatan tidak sampai merubah visi, misi dan orientasi pesantren itu, akan tetapi perubahan tersebut hanya pada sisi luarnya saja, sementara pada sisi dalam masih tetap dipertahankan.
KOMPETENSI GURU PAI DAN STRATEGI PEMBELAJARAN DALAM PENANAMAN NILAI-NILAI KEAGAMAAN Fauzi, Anis; Nurlaila, Ila
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.948 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v12i1.1289

Abstract

Fokus penelitian ini adalah bagaimana pengaruh kompetensi guru PAI dan  Penerapan Strategi pembelajarannya terhadap penanaman nilai-nilai keagamaan di SMK bagian kelautan. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Metode korelasional digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel kompetensi guru PAI, penerapan strategi pembelajaran PAI, serta penanaman nilai-nilai keagamaan. Subjek penelitian ini adalah  peserta didik di SMKN 3 Pandeglang  Jurusan Pelayaran Program Studi Nautika Kapal di kelas XII dengan jumlah responden 24 orang dan siswa SMKN 36 Jakarta Jurusan Pelayaran Program Studi Nautika Kapal di kelas XII dengan jumlah responden 29 orang. Dalam penelitian ini teknik pengumpulan datanya menggunakan kuwsioner, observasi, dan wawancara, serta dokumentasi.  Hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pengaruh kompetensi guru pendidikan agama Islam dan strategi pembelajaran terhadap penanaman nilai-nilai keagamaan siswa  SMKN 3 Pandeglang sebesar 49,35%, sedangkan pengaruh kompetensi guru pendidikan agama Islam dan strategi pembelajaran terhadap penanaman nilai-nilai keagamaan siswa di SMKN 36 Jakarta sebesar 10,9%.
POLA PENGASUHAN ISLAMI DALAM PENDIDIKAN KELUARGA (Penguatan Peran Keluarga Jamaah Masjid Baitul Abror Teja Timur) Hadi, Saiful
TADRIS: Jurnal Pendidikan Islam Vol 12 No 1 (2017)
Publisher : State Islamic Institute of Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.97 KB) | DOI: 10.19105/tjpi.v12i1.1290

Abstract

Pendidikan Islam memiliki varian yang kompleks, tidak hanya pada kegiatan pendidikan formal, dan non formal, akan tetapi juga ada pada pendidikan informal, ketiganya memiliki keterkaitan yang sinergis untuk saling menguatkan, sebagaimana halnya yang terjadi pada ibu-ibu Jamaah masjid Baitul Abror yang putra-putrinya mengikuti pendidikan pra sekolah pada RA. Muslimat NU yang dikelola oleh Ta’mir masjid. Para Ibu jama’ah yang rata-rata tingkat pendidikan rendah, mereka minim pengetahuan, pengalaman dn keterampilan dalam memberikan pengasuhan secara islami, hal tersebut menjadi concern sasaran program pengabdian akademik dalam memberikan penguatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan afeksi dalam mengasuh pertumbuhan dan perkembangan anak khususnya usia pra sekolah. Program penguatan  yang dikhususkan pada peningkatan pengetahuan dalam mengasuh, praktek pengasuhan dan keterampilan dalam memberikan perlindungan kepada anak, ternyata memberi kontribusi yang signifikan terhadap perolehan ketiga aspek yang diberikan selama mengikuti kegiatan penguatan tersebut. Hal tersebut terlihat pada saat proses kegiatan pengabdian berlangsung seperti tanggapan dan respon tentang materi dan praktek yang dilakukan bersama antara Tim Pengabdian dan pra ibu jama’ah masjid.