cover
Contact Name
Syibromilisi
Contact Email
syibro@stit-buntetpesantren.ac.id
Phone
+6282330222204
Journal Mail Official
tanzhimuna@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon Jl. Komplek Pondok Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat 45181 Hompage: www.stit-buntetpesantren.ac.id
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tanzhimuna : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 2807968X     EISSN : 28080793     DOI : https://doi.org/10.54213/tanzhimuna.v2i02
Core Subject : Education,
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, adalah jurnal berkala terbuka yang dikelola oleh Jurusan Manajemen Pendidikan Islam di STIT Buntet Pesantren Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi alarming 2 kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Fokus kajian bertema Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai aspek, baik metode dan teknik pembelajaran, media dan desain pembelajaran hingga materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam. TANZHIMUNA menerapkan standar publikasi berkala ilmiah nasional. 
Articles 97 Documents
Konsep dan Implementasi Manajemen Pendidikan Islam dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Mohamad Rohmat; Wiranta
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.937

Abstract

Pembentukan karakter peserta didik menjadi isu mendesak di tengah perubahan sosial-digital yang memunculkan tantangan moral, seperti lemahnya kedisiplinan, menurunnya adab komunikasi, perundungan, dan perilaku akademik yang kurang jujur. Artikel ini bertujuan menganalisis konsep dan implementasi manajemen pendidikan Islam dalam membentuk karakter peserta didik melalui keterpaduan fungsi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus pada lembaga pendidikan Islam. Data dikumpulkan melalui observasi nonpartisipan, wawancara semi-terstruktur, catatan lapangan, dan studi dokumentasi terhadap kurikulum, tata tertib, buku kendali ibadah, serta program pembiasaan sekolah. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta diperkuat dengan koding terbuka dan koding aksial untuk menemukan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan Islam efektif membentuk karakter melalui integrasi nilai akhlak dalam kurikulum, keteladanan guru, pembiasaan religius, budaya 5S, salat berjamaah, literasi Al-Qur’an, dan pengawasan kolaboratif bersama orang tua. Temuan ini berkontribusi pada penguatan model tata kelola karakter berbasis nilai Islam yang operasional dan dapat direplikasi secara terbatas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendidikan karakter perlu dikelola sebagai sistem kelembagaan yang konsisten, terukur, dan kolaboratif. Penelitian selanjutnya disarankan menguji model ini pada beberapa sekolah Islam dengan pendekatan longitudinal.
Strategi Kepala Madrasah Dalam Meningkatkan Perkembangan Peserta Didik (Studi Kasus Di Mi Mambaus Sholah Kalipang) Mochamad Agus Cholil
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.946

Abstract

Perkembangan peserta didik pada jenjang Madrasah Ibtidaiyah menjadi isu penting di tengah meningkatnya tantangan disrupsi digital, lemahnya kontrol pengasuhan keluarga, serta keterbatasan sarana pendidikan di wilayah pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala madrasah dalam meningkatkan perkembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik di MI Mambaus Sholah Kalipang, serta mengidentifikasi faktor pendukung, penghambat, dan solusi yang diterapkan dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan pasif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah menerapkan strategi holistik-integratif melalui pembelajaran berbasis lingkungan, gerakan literasi madrasah, pembiasaan religius, buku kendali akhlak, revitalisasi ekstrakurikuler, dan optimalisasi permainan tradisional. Faktor pendukung utama berupa soliditas guru dan dukungan masyarakat, sedangkan hambatan utama meliputi keterbatasan fasilitas digital dan kesenjangan pengasuhan. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan model kepemimpinan madrasah rural berbasis modal sosial, kearifan lokal, dan pengasuhan kolaboratif. Kesimpulannya, strategi kepemimpinan adaptif kepala madrasah mampu menjaga perkembangan holistik peserta didik meskipun berada dalam keterbatasan struktural. Penelitian selanjutnya disarankan menguji efektivitas program Continuous Parenting System secara lebih luas pada madrasah dengan karakteristik berbeda.
Karakter Islami sebagai Indikator Mutu Murid : Kerangka Konseptual Penjaminan Mutu Pendidikan Islam Nursalam Siradjuddin; Nurul Hidayati Murtafiah; Samsuddin; Andi Aisa
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.958

Abstract

Mutu murid masih didominasi oleh indikator akademik, padahal pendidikan Islam menempatkan karakter sebagai esensi pembentukan manusia seutuhnya. Ketidaksesuaian tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara paradigma penjaminan mutu pendidikan dan hakikat pendidikan Islam. Penelitian terdahulu umumnya berfokus pada implementasi pendidikan karakter atau efektivitas program pembinaan karakter, namun belum menempatkan karakter Islami sebagai indikator utama mutu murid. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep mutu murid dalam perspektif pendidikan Islam, menegaskan karakter Islami sebagai indikator mutu murid, serta merumuskan strategi penguatannya dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain library research. Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap literatur yang ditelusuri dari Google Scholar, Scopus, dan Garuda dengan rentang publikasi tahun 2015–2025 menggunakan kata kunci mutu murid, pendidikan Islam, karakter Islami, dan quality assurance. Literatur dipilih berdasarkan relevansi tema, kredibilitas sumber, dan keterkaitannya dengan fokus penelitian, kemudian dianalisis menggunakan content analysis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, sintesis, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu murid dalam pendidikan Islam merupakan integrasi ilmu, iman, dan amal, dengan karakter Islami sebagai indikator utama kualitas peserta didik. Kontribusi utama penelitian ini adalah menghasilkan kerangka konseptual penjaminan mutu yang mengintegrasikan dimensi akademik dan karakter Islami sebagai dasar evaluasi mutu murid. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan indikator mutu berbasis karakter Islami serta pengujian empiris terhadap model konseptual yang diusulkan pada berbagai jenjang pendidikan.
Transformasi Budaya Literasi Santri : Integrasi Kitab Kuning dan Literasi Digital di Buntet Pesantren Syibromilisi; Ahmad Faiz Hamka; Neng Wardatushobariah
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.832

Abstract

Literasi pesantren berkembang dalam ketegangan produktif antara tradisi kitab kuning dan tuntutan literasi digital. Kajian terdahulu umumnya mendeskripsikan program literasi atau pemanfaatan teknologi secara terpisah, sehingga belum cukup menjelaskan bagaimana otoritas pedagogis, praktik membaca klasik, fasilitas, dan media digital dikelola sebagai satu ekologi literasi. Penelitian ini menganalisis bentuk praktik, faktor penggerak dan pembatas, serta implikasi pengelolaan budaya literasi santri di Pondok Buntet Pesantren Cirebon. Penelitian menggunakan studi kasus kualitatif dengan informan purposif yang mencakup santri aktif, pengasuh atau kiai, serta pengelola kegiatan literasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan enam tahap analisis tematik. Temuan menunjukkan bahwa kitab kuning tetap menjadi inti literasi; kiai berfungsi sebagai pengarah, teladan, dan kurator sumber; teknologi digital digunakan sebagai pelengkap yang diatur secara selektif; sedangkan fasilitas, akses, pendampingan menulis, dan variasi partisipasi menjadi kendala utama. Kebaruan penelitian dirumuskan sebagai hibriditas literasi terkelola, yaitu integrasi tradisi dan teknologi melalui otoritas pedagogis pesantren. Pesantren direkomendasikan menyusun tata kelola literasi, inventaris fasilitas, klinik menulis, dan akses digital terarah, sementara penelitian lanjutan perlu melibatkan lebih dari satu pesantren.
Manajemen Peserta Didik Perspektif Ibnu Jama’ah Al-Kinani  Al-Syafi’i Samsuddin; Iskandar; Nursalam Siradjuddin; Abdul Jabbar Idharudin; Mowafg Masuwd
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.961

Abstract

Manajemen peserta didik merupakan aspek strategis dalam penyelenggaraan pendidikan, tetapi kajian yang berkembang masih didominasi perspektif administratif sehingga dimensi adab dan pembinaan spiritual belum terintegrasi secara memadai. Penelitian terdahulu membahas manajemen peserta didik maupun pemikiran pendidikan Ibnu Jama'ah secara terpisah, namun belum merekonstruksi pemikirannya sebagai suatu model konseptual manajemen peserta didik. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi konsep manajemen peserta didik dalam perspektif Ibnu Jama'ah berdasarkan Tadzkirat al-Sāmi' wa al-Mutakallim fī Adab al-'Ālim wa al-Muta'allim. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan melalui analisis terhadap satu kitab primer dan 24 literatur ilmiah yang dipilih secara purposif. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan analisis tematik yang dipadukan dengan content analysis melalui tahapan pengodean, kategorisasi, pengembangan tema, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian mengidentifikasi empat tema utama, yaitu pembinaan orientasi spiritual murid, pengelolaan proses pembelajaran, pembinaan disiplin dan karakter, serta pelayanan, pendampingan, dan pengembangan potensi murid. Novelty penelitian ini berupa rekonstruksi model adab-based student management yang menempatkan pengelolaan peserta didik sebagai proses pengembangan manusia. Model ini memperkaya teori manajemen pendidikan Islam dan berpotensi menjadi kerangka normatif bagi pengembangan layanan peserta didik di lembaga pendidikan Islam. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memvalidasi model ini melalui studi empiris pada berbagai konteks pendidikan.
Kendala dan Strategi Penerapan Deep Learning dalam Pembelajaran Bahasa Arab Nelly Husni Laely; Masri’ah; Wahyono
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.1016

Abstract

Kebijakan pembelajaran mendalam yang digaungkan pemerintah mendorong guru Bahasa Arab di berbagai madrasah untuk mengadopsi kerangka deep learning Fullan, namun adopsi kebijakan pada tataran praktik kelas jarang berjalan mulus. Studi terdahulu memetakan kendala tersebut melalui wawancara retrospektif dengan guru, sehingga kendala yang terpotret adalah kendala yang diingat dan dilaporkan guru, bukan kendala yang teramati langsung ketika guru sedang berupaya menerapkan deep learning dari satu siklus ke siklus berikutnya. Penelitian ini menyajikan data dari sumber yang berbeda, yaitu penelitian tindakan kelas dua siklus yang dilaksanakan bersama guru Bahasa Arab di sebuah Madrasah Aliyah Negeri di Cirebon pada kelas berjumlah 25 siswa. Data kendala dikumpulkan melalui catatan refleksi guru dan peneliti, lembar observasi, serta wawancara reflektif, kemudian dianalisis dengan model interaktif Miles dan Huberman. Ditemukan empat kategori kendala: perencanaan yang belum memberi otonomi belajar siswa, pelaksanaan yang menghadapi ketimpangan partisipasi dan keterbatasan waktu, penilaian yang belum otentik, serta kesiapan siswa dan lingkungan belajar yang beragam. Sebagian kendala terbukti responsif terhadap strategi perbaikan sederhana dalam satu siklus, namun kendala terkait otonomi belajar dan pergeseran budaya asesmen guru tampak lebih membutuhkan pendampingan berkelanjutan.
Peran Guru PAI dalam Pencegahan Kekerasan Seksual Berbasis Karakter : Perspektif Thomas Lickona Daryanto; Azka Aqilah Nasywa As; Amalia Nurul Fatimah; Nur Rahmawati; Muhammad Fauzan Aminudin
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 6 No. 1 (2026): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/tanzhimuna.v6i1.1018

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Guru PAI dalam pencegahan kekerasan seksual berbasis karakter berdasarkan perspektif Thomas Licona di Madrasah Ibtidaiyah. Dengan menggunakan desain studi kasus, penelitian ini dilakukan di MI Terpadu Lailatul Qodar, Sukoharjo. Data dikumpulkan melalui observasi kelas dan lingkungan sekolah, wawancara mendalam dengan guru PAI, kepala madrasah, guru kelas, serta siswa kelas atas, juga dokumentasi. Data dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru PAI mengembangkan  moral knowing siswa dengan mengajarkan Batasan aurat, Batasan tubuh, etika bergaul, cara berinteraksi yang baik, serta prosedur pelaporan melalui cara yang sederhana dan sesuai dengan tahapan usia anak. Moral feeling diperkuat dengan penanaman sifat haya’(rasa malu), empati, harga diri, dan rasa tanggung jawab terhadap tubuh sebagai amanah dari Allah. Moral action tercermin dalam sikap siswa dalam menjaga aurat, menolak perilaku yang tidak pantas, melaporkan situasi yang tidak aman, menghindari perundungan dan menjadi teladan bagi teman sebaya. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model integratif pencegahan kekerasan seksual yang menggabungkan kerangka pendidikan karaktyer Thomas Licona dengan nilai nilai islam, budaya sekolah dan kolaborasi orang tua.

Page 10 of 10 | Total Record : 97