cover
Contact Name
Syibromilisi
Contact Email
syibro@stit-buntetpesantren.ac.id
Phone
+6282330222204
Journal Mail Official
tanzhimuna@gmail.com
Editorial Address
Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Buntet Pesantren Cirebon Jl. Komplek Pondok Buntet Pesantren Desa Mertapada Kulon, Astanajapura, Cirebon, Jawa Barat 45181 Hompage: www.stit-buntetpesantren.ac.id
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Tanzhimuna : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
ISSN : 2807968X     EISSN : 28080793     DOI : https://doi.org/10.54213/tanzhimuna.v2i02
Core Subject : Education,
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, adalah jurnal berkala terbuka yang dikelola oleh Jurusan Manajemen Pendidikan Islam di STIT Buntet Pesantren Cirebon. Jurnal ini memuat artikel-artikel ilmiah terseleksi dengan frekuensi alarming 2 kali setahun yaitu bulan Juni dan Desember. Fokus kajian bertema Manajemen Pendidikan Islam dari berbagai aspek, baik metode dan teknik pembelajaran, media dan desain pembelajaran hingga materi dan kurikulum pembelajaran pendidikan agama islam. TANZHIMUNA menerapkan standar publikasi berkala ilmiah nasional. 
Articles 81 Documents
MOTIVASI BELAJAR MAHASIAWA ERA 6.0 : TELAAH PERSPEKTIF HADIST NABI Oktaviani, Fyra; Irwanda, Bagas Putra; Candra Kirana Wijaya; Danu Fawwaz Pramudya Hazbi; Evi Febriani
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/7nc4bm04

Abstract

Era Pendidikan 6.0 tekanan integrasi antara teknologi, inovasi, dan karakter pendidikan sebagai satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep motivasi belajar siswa di era 6.0 dalam perspektif hadits Nabi Muhammad SAW. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi pustaka terhadap sejumlah hadits yang berkaitan dengan pentingnya ilmu, niat, dan ketekunan dalam belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menekankan motivasi bukan hanya sebagai dorongan kognitif, tetapi juga sebagai tanggung jawab spiritual dan moral. Dengan demikian, motivasi belajar siswa di era 6.0 seharusnya berlandaskan pada niat yang tulus (niyyah) dan keteladanan Nabi (ittiba'), agar kemajuan intelektual selaras dengan nilai iman dan akhlak.
STUDENT TIME MANAGEMENT IN PESANTREN : A COMPARATIVE STUDY OF 10 PESANTREN IN INDONESIA Najmiyyatul Mizaniyyah; Teguh Triwiyanto
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/v2c9bc68

Abstract

Manajemen waktu merupakan aspek krusial dalam pendidikan berasrama, penelitian ini menganalisis pola pengelolaan waktu santri berdasarkan dokumen jadwal harian dari sepuluh pesantren di Indonesia untuk menafsirkan implikasinya terhadap efektivitas manajemen pendidikan. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan distribusi waktu antar kategori aktivitas dan mengidentifikasi karakteristik manajerial yang muncul. Metode penelitian bersifat deskriptif kualitatif dengan studi dokumen: dokumen jadwal dikumpulkan secara purposif dari laman resmi/publikasi pesantren pada Oktober 2025, dicoding ke lima kategori (ibadah, pembelajaran diniyyah, pendidikan formal, istirahat, kegiatan penunjang), ditabulasi untuk menghitung rata-rata dan rentang, lalu diinterpretasi secara tematik. Hasil menunjukkan alokasi rata-rata per hari: istirahat 9,57 ± 1,13 jam; pembelajaran diniyyah 4,78 ± 2,61 jam; ibadah 4,47 ± 1,95 jam; pendidikan formal 4,07 ± 1,45 jam; kegiatan penunjang/asrama 1,32 ± 0,56 jam. Terdapat heterogenitas antar-pesantren pesantren tahfîdz memberi porsi hafalan lebih besar, pesantren modern menambah kegiatan nonformal dan dua pola operasional dominan (jadwal padat vs. jadwal fleksibel). Temuan menegaskan perlunya perencanaan berbasis blok waktu, pengorganisasian dan pengawasan kualitas tidur serta monitoring capaian sebagai strategi manajerial untuk menyeimbangkan tujuan spiritual, akademik, dan kesejahteraan santri. Penelitian ini menyumbang bukti empiris bagi pengembangan sistem pengelolaan waktu pesantren.
MANAJEMEN PROGRAM PENGUATAN KARAKTER RELIGIUS PADA PESERTA DIDIK DI MA’HAD AL-QOLAM MAN 2 KOTA MALANG Divo Miraj; Zabrina Aprillia RD
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/1r6bfv88

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam program manajemen penguatan karakter religius pada peserta didik di Ma'had Al-Qolam MAN 2 Kota Malang sebagai salah satu bentuk pendidikan berasrama yang mengintegrasikan pembiasaan ibadah, pendampingan kepribadian, dan penguatan nilai-nilai moral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek penelitian yang terdiri dari kepala ma'had, kordinator bidang, pengasuh ma'had, dan santri. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan telaah dokumen, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang terdiri atas tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen program penguatan karakter keagamaan dilakukan melalui empat komponen utama: (1) Perencanaan, yang meliputi penyusunan tujuan karakter keagamaan, penyusunan kurikulum pelatihan, dan penentuan indikator keberhasilan; (2) Pengorganisasian, yang dilakukan melalui pembentukan struktur kepengasuhan berlapis untuk memastikan pendampingan yang efektif dan personal; (3) Implementasi, yang diwujudkan dalam bentuk pembiasaan ibadah harian, kajian keilmuan, halaqah, bimbingan akhlak, serta penanaman budaya disiplin melalui teladan pembina; dan (4) Evaluasi, yang dilakukan secara berkala melalui pemantauan perilaku, catatan perkembangan santri, serta musyawarah pembinaan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembiasaan dan keteladanan merupakan strategi inti pembentukan karakter religius di ma'had, dan keberhasilan program sangat dipengaruhi oleh konsistensi lingkungan, kedekatan relasional antara pengasuh dan santri, serta adanya sistem evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian ini menegaskan bahwa model ma'had memiliki relevansi strategi dalam memperkuat pendidikan karakter religius di lembaga pendidikan formal.
TRANSFORMASI TATA KELOLA BERBASIS NILAI DASAR MPI DI PERGURUAN TINGGI KEAGAMAAN ISLAM : STUDI KASUS DI IAI PERSIS BANDUNG (KELAS HYBRID CIBATU) Engkus Kusnadi; Mulyawan Safwandy Nugraha
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/x7zq2v52

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan dinamika transformasi tata kelola berdasarkan nilai-nilai inti Manajemen Pendidikan Islam (IEM) di Institut Agama Islam (IAI) Persis Bandung (Kelas Hybrid Cibatu). Fokus utama penelitian ini diarahkan pada bagaimana nilai-nilai amanah, musyawarah, keadilan, dan ihsan diintegrasikan ke dalam proses manajemen lembaga, dan sejauh mana nilai-nilai tersebut berkontribusi pada penguatan tata kelola Islam di tingkat Perguruan Tinggi Agama Islam (PTKI). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei yang dikombinasikan dengan studi kasus deskriptif untuk mendapatkan pemahaman kontekstual yang lebih mendalam. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada dosen dan staf pengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi tata kelola di IAI Persis Bandung (Kelas Hybrid Cibatu) bergerak menuju model yang lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel. Perubahan ini terlihat dari penguatan mekanisme musyawarah dalam pengambilan keputusan, peningkatan transparansi informasi, dan perbaikan sistem penjaminan mutu berdasarkan evaluasi berkelanjutan. Namun, penelitian ini juga menemukan hambatan signifikan berupa birokrasi manual, integrasi data yang terbatas, dan rendahnya literasi digital di kalangan sebagian akademisi. Upaya digitalisasi sistem akademik merupakan solusi strategis yang mulai memberikan dampak positif pada efisiensi tata kelola. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan nilai-nilai dasar MPI memainkan peran penting dalam membangun tata kelola PTKI yang bercirikan Islam, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas.
DESAIN PERENCANAAN PENDIDIKAN KARAKTER ISLAMI UNTUK MENINGKATKAN MORALITAS SISWA DI TK AL-MUNAR (THE ISLAMIC PRESCHOOL) Andriani, Lusi; Mulyawan Safwandy Nugraha
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/700cbp81

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari kekhawatiran atas degradasi moral generasi muda akibat paparan digital serta lemahnya pengasuhan nilai di lingkungan rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendesain dan menganalisis perencanaan pendidikan karakter Islami di RA Al-Munar guna meningkatkan moralitas siswa usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini mengeksplorasi implementasi nilai-nilai akhlak melalui kegiatan harian, kolaborasi orang tua-sekolah, dan keteladanan guru. Temuan menunjukkan bahwa penerapan nilai Islami dilakukan melalui pembiasaan rutin (ta'wīd), keteladanan guru (uswah hasanah), dan integrasi nilai ke dalam RPPH. Selain itu, keterlibatan aktif orang tua dan strategi komunikasi efektif memperkuat sinergi pembentukan karakter antara rumah dan sekolah. Hambatan seperti perbedaan pola asuh dan keterbatasan sarana diatasi dengan pelatihan orang tua serta konsistensi program pembiasaan. Hasil ini memperkaya literatur pendidikan karakter Islam dengan pentingnya kontekstual perencanaan, sesuai dengan kerangka konsep Lickona dan Al-Ghazali.
PERAN MUSYRIF DALAM PEMBINAAN KARAKTER DI PONDOK PESANTREN AL-MUSYARROFAH Nugraha, Ilham; Mulyawan Sofwandi Nugraha
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/5tpsm213

Abstract

Pendidikan karakter merupakan inti dari sistem pendidikan pesantren karena proses pembinaan berlangsung secara berkelanjutan selama dua puluh empat jam dan terintegrasi dengan seluruh aktivitas santri. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran musyrif dalam pelatihan karakter santri di Pondok Pesantren Al-Musyarrofah, dengan fokus pada praktik pendampingan harian, penegakan disiplin, keteladanan, serta penyelesaian masalah sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan dipilih secara purposif, meliputi pimpinan pesantren, koordinator musyrif, musyrif senior dan baru, santri, guru, serta wali santri. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi kegiatan harian, dan analisis dokumen kepengasuhan. Analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan validitas yang diperkuat melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa musyrif menjalankan lima peran utama, yaitu pengawasan ibadah dan disiplin, bimbingan akhlak, pendampingan belajar, penguatan budaya pesantren, dan mediasi masalah sosial. Intensitas interaksi yang tinggi antara musyrif dan santri berkontribusi pada peningkatan kedisiplinan, keteraturan ibadah, kemandirian, dan sikap sosial santri. Namun demikian, efektivitas pelatihan masih menghadapi kendala berupa rasio musyrif dan santri yang tidak ideal, keterbatasan fasilitas, serta beban administrasi. Penelitian ini menegaskan bahwa musyrif merupakan aktor sentral dalam sistem kepengasuhan pesantren dan perlu didukung melalui penguatan pelatihan, kebijakan, serta sarana dukungan pelatihan karakter.
METODE DAN STRATEGI PEMBELAJARAN PAI BERBASIS SOSIO HUMANIORA Sauqi, Achmad
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 1 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/jbrjvx74

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di era modern menghadapi tantangan kompleks seiring dengan dinamika sosial, budaya, dan arus globalisasi yang menuntut penguatan dimensi kemanusiaan selain aspek teologis. Pendekatan pembelajaran PAI yang masih dominan bersifat normatif dan kognitif dinilai belum sepenuhnya mampu menumbuhkan empati, toleransi, serta tanggung jawab sosial peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji secara konseptual pembelajaran PAI berbasis sosio-humaniora serta mengidentifikasi metode dan strategi pembelajaran yang relevan dalam mengembangkan dimensi sosial dan kemanusiaan siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah berupa buku, artikel jurnal, dan regulasi pendidikan Islam. Hasil kajian menunjukkan bahwa pendekatan sosio-humaniora memposisikan PAI sebagai proses pendidikan yang kontekstual, dialogis, dan humanistik melalui integrasi nilai-nilai sosial, kemanusiaan, dan keislaman. Pendekatan ini sejalan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 serta memperkuat peran guru sebagai fasilitator pembelajaran dan agen transformasi sosial. Dengan demikian, pembelajaran PAI berbasis sosio-humaniora berkontribusi penting dalam pengembangan pendidikan Islam yang tidak hanya menekankan dimensi spiritual, tetapi juga responsif terhadap realitas sosial dan kemanusiaan.
INTEGRASI PESANTREN DAN SEKOLAH NEGERI: ANALISIS REGULASI DAN KEBIJAKAN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 18 TAHUN 2019 TENTANG PESANTREN Kairin; Tiara Dwi Febria; Mukodas Arif Subekti
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/52rpgy78

Abstract

Artikel ini menganalisis kerangka peraturan dan kebijakan yang mengatur integrasi model sekolah berasrama Islam ke dalam sekolah negeri di Indonesia, berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Sekolah Berasrama Islam. Meskipun undang-undang tersebut menegaskan sekolah berasrama Islam sebagai lembaga keagamaan otonom dengan kurikulum dan sistem manajemen yang khas, sekolah negeri beroperasi di bawah sistem pendidikan nasional yang diatur oleh negara. Studi ini mengkaji kendala hukum, peluang, dan implikasi kebijakan untuk kolaborasi antara sekolah berasrama Islam dan sekolah negeri. Dengan menggunakan pendekatan analisis normatif-hukum dan kebijakan, artikel ini mengidentifikasi kendala pada kompatibilitas kelembagaan, keselarasan kurikulum, mekanisme pembiayaan, dan standar kualifikasi guru. Lebih lanjut, artikel ini mengusulkan model kolaborasi yang layak yang menghormati otonomi hukum sekolah berasrama Islam sekaligus meningkatkan pendidikan agama dan karakter di sekolah negeri. Temuan ini menggarisbawahi bahwa sekolah berasrama Islam tidak dapat diintegrasikan secara struktural ke dalam sekolah negeri tetapi dapat beroperasi melalui program berbasis kemitraan yang selaras dengan peraturan nasional. Terakhir, artikel ini bertujuan untuk memperkuat keberadaan sekolah berasrama Islam di sekolah negeri modern dengan menyediakan kerangka peraturan dan kebijakan.
ANALISIS HUBUNGAN ANTARA MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DAN PERKEMBANGAN HOLISTIK PESERTA DIDIK Sapari; Sopidi; Huurun Ien; Ryan Akhyar Ramadhan; Fita Rahmah
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/ey05yp57

Abstract

Kegelisahan akademik dalam penelitian ini berangkat dari lemahnya integrasi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor dalam praktik pendidikan, khususnya pada konteks pendidikan Islam, yang seringkali masih fokus pada penguasaan pengetahuan semata. Akibatnya, proses pembelajaran belum sepenuhnya mampu menghasilkan peserta didik yang berkembang secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterkaitan antara konsep manajemen pendidikan Islam dengan upaya pengembangan peserta didik secara holistik melalui ketiga ranah perkembangan tersebut. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan, dengan menelaah berbagai literatur klasik maupun kontemporer terkait teori perkembangan, manajemen pendidikan, serta kebijakan pendidikan nasional dan global. Hasil kajian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan yang baik memberikan kontribusi langsung terhadap kualitas proses pembelajaran, khususnya dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang mengintegrasikan dimensi pengetahuan, sikap, dan keterampilan. Pendidikan Islam memiliki potensi yang kuat dalam memperkuat ranah ketiga tersebut karena menempatkan aspek moral, spiritual, dan perilaku sebagai dasar pengembangan peserta didik. Kesimpulannya, integrasi ranah kognitif, afektif, dan psikomotor hanya dapat terwujud melalui manajemen pendidikan yang efektif, lingkungan belajar yang kondusif, serta peran guru yang konsisten sebagai fasilitator dan teladan. Temuan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik bukan hanya kebutuhan teoritis, tetapi juga tuntutan praktis dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
INTEGRASI ILMU DAN AMAL DALAM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM KONTEMPORER: ANALISIS KONSEPTUAL PEMIKIRAN AL-GHAZALI DALAM AYYUHAL WALAD Sauqi, Achmad
TANZHIMUNA : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 5 No. 2 (2025): Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Buntet Pesantren Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54213/prkxxt54

Abstract

Krisis etika, degradasi karakter, dan kecenderungan kognitif sentris dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) menunjukkan adanya kesenjangan antara penguasaan ilmu keagamaan dan pengamalan nilai moral peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis relevansi dan kontribusi pemikiran Al-Ghazali dalam Ayyuhal Walad terhadap pengembangan paradigma PAI kontemporer, khususnya terkait integrasi ilmu dan amal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka, melalui analisis tematik terhadap teks Ayyuhal Walad dan literatur pendukung yang relevan dengan pendidikan Islam modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep ilmu bermanfaat, tazkiyatun nafs, keikhlasan, serta hubungan humanistik antara guru dan murid yang dikemukakan Al-Ghazali menawarkan fondasi epistemologis dan pedagogis bagi pembaruan PAI. Pemikiran tersebut relevan untuk menjawab permasalahan pendidikan agama di era digital, seperti krisis otoritas keilmuan, etika belajar, dan menyembunyikan spiritual generasi muda. Artikel ini menyimpulkan bahwa Ayyuhal Walad tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan sebagai sumber konseptual bagi pengembangan PAI yang transformatif, humanistik, dan berorientasi pada pembentukan karakter spiritual moral.