cover
Contact Name
I Wayan Joniarta
Contact Email
Jkp@unram.ac.id
Phone
+6281337975323
Journal Mail Official
Jkp@unram.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Mesin Jalan Majapahit No 62 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Karya Pengabdian Teknik Mesin
Published by Universitas Mataram
ISSN : -     EISSN : 26558068     DOI : https://doi.org/10.29303/jkp.v6i1
The Jurnal Karya Pengabdian is a peer-reviewed academic journal that publishes a paper on community service involving all aspects of dedication including the results of community service / community training activities, workshop outcomes and pilot projects for the community. The Journal Karya Pengabdian publishes articles on two issues per volume annually that appear in Apryl and October.
Articles 134 Documents
PEMANFAATAN ENERGI MATAHARI DI SMAN 1 SUELA KABUPATEN LOMBOK TIMUR Arif - Mulyanto; Nurchayati Nurchayati; Nasmi Herlina Sari; Agus Dwi Catur; Emmy Dyah Sulistyowati
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 2 (2020): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.526 KB)

Abstract

Sumber energi fosil semakin menipis seiring dengan pertumbuhan penduduk, perkembangan pembangunan dan teknologi. Upaya pencarian dan pemanfaatan sumber energi alternatif sangat diperlukan. Sumber energi terbaharukan yang sangat sesuai untuk diteliti dan dikembangkan serta disosialisasikan di Indonesia, terutama di NTB adalah energi matahari. Energi ini murah dan kesediaanya di NTB cukup berpotensi untuk dimanfaatkan, dipraktekan secara nyata dan di kembangkan.Pengenalan dan demo Sel surya diberikan pada Siswa-siswi SMAN 1 Suela sebagai generasi penerus bangsa. Kegiatan ini dapat dikatakan berhasil terlihat semangat peserta penyuluhan. Faktor pendorong yang membantu keberhasilan penyuluhan ini adalah kepedulian Sekolah dan keinginan siswa-siswi  untuk mendapatkan pengetahuan dan perkembangan energi matahari.
Pemanfaatan Kotoran Sapi sebagai Bahan Bakar Biogas di Dusun Gumesa Desa Giri Tembesi Gerung Lombok Barat I Made Adi Sayoga; Kadek Wiratama; I Made Nuarsa; Nurchayati Nurchayati
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 1 (2021): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1551.239 KB)

Abstract

ABSTRAK Sebagian besar masyarakat di dusun Gumesa Utara Giri Tembesi  menggantungkan penghidupannya dari beternak sapi. Dari kegiatan mereka ini dihasilkan banyak kotoran sapi sehingga apabila tidak dimanfaatkan dengan baik akan menimbulkan polusi  yang dapat mengganngu kesehatan dan keindahan lingkungan.  Rata rata setiap keluarga mempunyai  ternak 2 sampai 4 ekor sehingga potensi kotoran sapi sebagai sumber energi biomassa sangat menjanjikan.  Dalam kegiatan ini masyarakat diberikan penyuluhan tentang  pemanfaatan biogas sebagai sumber energi pengganti bahan bakar gas. Disamping itu para peternak di ajak bersama sama membuat digester sehingga mereka nantinya bisa membuatnya sendiri di rumah masing masing. Para peternak sapi antusias mengikuti kegiatan ini dan mereka aktif mengikuti kegiatan dan bertanya apabila belum memahami materi yang disampaikan. Demikian pula halnya pada proses pembuatan digester masyarakat sangat antusias karena  mereka memahami manfaat yang sangat besar dari kegiatan ini. Digester yang dibuat mempunyai dimensi diameter 50 cm dan tinggi 1 meter. Letak lubang input lebih tinggi dari lubang output masing2 dengan diameter 4 inci dan 3 inci. Kotoran sapi dan air  di campur dengan perbandingan yang sama di luar dan diaduk hingga rata sebelum dimasukkan ke dalam digester. Digester diisi sebanyak 2/3 dari volume agar ada ruang tempat gas yang terbentuk akibat fermentasi anaerob dalam ruang digester. Gas akan terbentuk setelah 15  hari, produksi gas maksimum pada hari ke 20 dan setelah itu dilakukan pengisian ke digester  setiap hari untuk mendapatkan gas setiap harinya. Sebagian besar peternak sapi yang mengikuti pelatihan ini sangat faham dengan materi yang disampaikan.
Penerapan Teknologi Briket pada Pengusaha Arang Tempurung Kelapa Tradisional Anak Agung Alit Triadi; Arif Arif Mulyanto; I Wayan Joniarta; Made Wijana; I Made Nuarsa
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1751.037 KB)

Abstract

Arang yang diproduksi oleh masyarakat pemanfaatannya terbatas untuk pembakaran sate dan pemanasan setrika. Harga jual per kg sebesar Rp. 3000. Arang yang dibuat masih banyak kelemahannya diantaranya umumnya berdebu, jika dipegang tangan menjadi hitam, dan nilai ekonomis masih rendah. Pemanfaatan arang dapat ditingkatkan melalui diversifikasi produk menjadi briket. Sifat-sifat umum briket arang yang dilihat secara kualitatif diantaranya adalah : bersih tidak berdebu, cukup keras, tidak terlihat adanya retak atau pecah, mengeluarkan sedikit asap dan tidak berbau, abu sisa pembakaran kecil, menghasilkan kalor panas yang tinggi dan konstan serta menyala terus tanpa dikipas. Arang tempurung kelapa yang diperoleh dari hasil proses pengarangan dihancurkan dengan mesin penghancur tepung (disk mill) dengan kombinasi ayakan jagung dan ayakan kopi sehingga diperoleh serbuk arang dengan ukuran mesh 20 – 40. Selanjutnya arang serbuk dicampur dengan perekat kanji (3 - 4% berdasarkan berat). Serbuk arang dan lem kanji diaduk sampai rata menjadi adonan yang bisa dikepalkan. Fungsi lem adalah untuk merekatkan antar butir serbuk arang sehingga memudahkan proses pembuatan briket. Briket arang yang dihasilkan masih basah, maka dilakukan pengeringan udara, bila ada oven dapat dikeringkan dalam oven pada suhu 600C, selama 4 jam. Dari kegiatan ini, masyarakat sudah mampu untuk membuat bahan bakar briket dari arang tempurung kelapa, khususnya sisa-sisa hasil sortiran. Dimensi briket berbentuk silinder dengan diameter 1,25 inchi dan panjang 2,25 inchi.
Aplikasi Alat Penetas Telur Kontrol Suhu dan Kelembaban di Desa Batu Tulis Kecamatan Jonggat Lombok Tengah Sujita Sujita; Nasmi Herlina Sari; Sinarep Sinarep; Achmad Zainuri; Nur Kaliwantoro
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol. 4 No. 2 (2022): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Jurusan Teknik Mesin FT Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1257.485 KB) | DOI: 10.29303/jkp.v4i2.136

Abstract

Desa Batu Tulis Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah dikenal  sebagai petani dan peternak itik gamel. Ciri khas telur itik gamel warna telur putih dan besar. Telur asin asal Desa Batu Tulis merupakan produk unggulan, oleh-oleh khas Lombok yang paling banyak dicari oleh wisatawan baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Karena rasa dan tekstur kuning telur itik yang khas dan bentuk yang besar. Kendala yang  dialami oleh peternak itik di Desa Batu Tulis adalah ketersediaan DOD berkurang, karena saat penetasan telur itik sering mengalami permasalahan. Telur itik hanya dapat  disimpan selama 3 – 6 hari di dalam suhu kamar (25–27°C). Apabila telur disimpan lebih dari waktu tersebut, telur akan fertil lalu mati. Salah satu cara mengatasi kendala tersebut dengan cara penyuluhan, sekaligus menerapkan alat tetas telur itik dengan kontrol suhu dan kelembaban (Thermostat-Hygrostat)  dengan sensor suhu dan kelembaban  DHT11. Hasil dari kegiatan jumlah telur yang bisa ditetaskan mencapai 80% (160 DOD), yang tidak bisa  menetas 20 % (40 butir). Walaupun demikian penggunaan alat penetuas telur bisa mengatasi masalah, kurangnya ketersediaan DOD dan meningkatkan harga jual telur itik.
PENGENALAN KONVERSI ENERGI DAN ENERGI ALTERNATIF DI SMAN 1 AIKMEL LOMBOK TIMUR Anak Agung Alit Triadi
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 1 (2018): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.506 KB)

Abstract

Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk penyuluhan ini adalah untuk memberikan  tambahan pengetahuan dan wawasan murid Sekolah Menengah Atas di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa-siswi kaitan penghematan energi dengan penyelamatan lingkungan dari polusi. Kelompok sasaran kegiatan ini adalah murid kelas XII SMAN 1Aikmel Lombok Timur. Pencapaian tujuan kegiatan ini dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Untuk mengetahui pemahaman dan wawasan awal terkait materi ceramah maka dilakukan pre-test. Demikianpula setelah penyampaian materi dilakukan pos-test. Dari hasil pos-test terlihat bahwa ada peningkatan pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap konversi energi dan energi alternatif. Simpulan itu adalah sebagai berikut : 1) Siswa memperoleh tambahan wawasan dan pengetahuan terkait konversi energy. 2) Siswa antusias mengiktui ceramah dan diskusi. 3) Siswa menyadari pentingnya gerakan penghematan energy. Saran yang bisa disampaikan ke siswa adalah agar pengetahuan terkait penghematan energi bisa ditularkan ke keluarga mereka masing-masing, sehingga pemborosan penggunaan energi bisa diminimalkan.Kata kunci: konversi energi, energi alternative, siswa ,
Mesin Pembelah dan Pembesut Bambu Untuk Industri Kerajinan Bambu R. Sutanto; P. D. Setyawan; I. B. Alit; M. Wirawan; T. Rachmanto
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 3 (2019): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.528 KB)

Abstract

Tanaman bambu di Kecamatan Gunungsari jumlahnya melimpah dan sebagian besar bambu tersebut telah dijadikan bahan baku kerajinan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi. Walaupun seluruh produksi masih menggunakan cara tradisional namun pangsa pasar sudah hampir menjangkau seluruh Lombok. Berdasarkan hasil survei proses pembelahan dan pembesutan bambu perlu mendapatkan perhatian yang serius karena sampai saat ini masih menggunakan tangan. Berangkat dari kenyataan tersebut diatas dan atas dasar pemikiran keinginan untuk meningkatkan industri kerajinan bambu dari segi kecepatan produksi khususnya dalam proses pembelahan dan pembesutan bambu. Untuk mendapatkan kualitas bambu anyam yang cukup baik maka diperlukan proses pembelahan dan pembesutan yang mencukupi sehingga produk yang dihasilkan dapat siap dalam waktu yang relatif cepat. Permasalahan industri kerajinan bambu ini bisa diatasi dengan membuat suatu mesin pembelah dan pembesut secara mekanik. Melihat kondisi masyarakat setempat maka pemilihan mesin pembelah dan pembesut secara mekanik ini menjadi prioritas utama dengan pertimbangan: tidak memerlukan listrik, mudah perawatan dan tidak memerlukan banyak tenaga.
Pemberdayaan Industri Kreatif Kerajinan Kulit Kerang Melalui Introduksi Mesin Poles di Ukm “Yanto “ Pearls Shell Handycraf Di Kota Mataram I.W Joniarta; M Wijana; I.G.A.K Chatur Adhi .W.A; I.K Wiratama; S. Sujita
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 2, No 1 (2020): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2026.237 KB)

Abstract

Industri Kreatif kerajinan kulit kerang dan mutiara di kota Mataram  yang memanfaatkan limbah berupa kulit kerang dari budidaya mutiara. Mitra kerja dalam program ini yaitu industri kecil ”YANTO” Pearlshell Handycraft di jalan Penghulu Agung Gang Kura-Kura, Ampenan Selatan Kota Mataram. Proses produksi kerajinan ini dimulai dengan memotong kulit kerang, mengampleas, melubangi, mengukir dan memoles. Proses yang terakhir yaitu memoles akan menentukan kwalitas dari produk akhir, karena kilau dan cahaya dari produk kulit kerang akan muncul ketika proses pemolesan bekerja dengan baik. Permasalahan yang dihadapi UKM yaitu kesulitan mendapatkan mesin poles yang memenuhi syarat ergonomis di pasaran. Perajin harus memodifikasi mesin secara mandiri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka diperlukan kerjasama dengan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah untuk merancang mesin poles yang ergonomis. Secara ergonomis mesin di buat dengan penggunaan data anthropometri populasi karyawan yang menggunakan mesin tersebut. Data dihitung menggunakan standar deviasi dan persentil 5 sehingga di dapatlah ukuran utama meja mesin poles dan kursi kerja. Tinggi meja 87,9  cm  panjang meja 110 cm dan lebar meja 64,3 cm..  Kemudian  dimensi kursi juga didapat sebagai berikut: tinggi alas kursi 50,7 cm. Panjang alas kursi 50,6 cm Lebar alas kursi  44,5 cm  tinggi sandaran kursi  56,8 cm,  lebar sandaran kursi 44,5 cm. Spesifikasi Motor mesin poles Grinda 6000 model TDS-150 dengan mata polesh 6 inch (Ø 150 x 20 x Ø 12.7) x 2, Daya: 250 W, putaran 2850 rpm. Meja dilengkapi dengan laci penyimpanan serbaguna. Setelah penerapan mesin poles baru maka didapatkan hasil waktu pengerjaan / unit produk saat pemolesan menjadi semakin singkat rata-rata 21,23 % dari sebelum diterapkan mesin baru..
Aplikasi Alat Pencetak Bata Sistem Hammer Gravitasi di Dusun Johar Pelita Kecamatan Gunungsari Sujita Darmo; Ida Bagus Alit; Rudy Sutanto; Achmad Zainuri
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 3, No 2 (2021): Oktober, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1361.234 KB)

Abstract

Industri pembuatan  batu bata mempunyai peran yang strategis dalam rangka mendukung pembangunan di propinsi  Nusa Tenggara Barat.  Konstruksi bangunan perumahan secara umum adalah pondasi dari batu kali dan tembok dari bata merah. Proses yang menghambat produksi bata , adalah proses pencetakkannya dilakukan masih secara tradisional. Pencetakannya dilakukan dengan posisi badan membungkuk atau jongkok sehingga cepat membuat orang lelah. Sehingga produktivitas nya rendah. Selain itu proses secara manual ini, menghasilkan bata dengan kualitas rendah. Penekanan hanya dilakukan dengan jari-jari, tekanan kurang menyebabkan bata kurang padat, sehingga saat dibakar akan kropos/berongga, mudah patah, dimensi berubah. Penggunaan alat pencetak bata sistem hammer gravitasi sebagai pemecahan masalah mampu meningkatkan  kapasitas produksi bata tiga kali lipat dari semula, dan meningkatkan kualitas bata merah (kurang dari 5%  bata yang pecah).
Cover dan Daftar Isi JKP Vol 4 No 1 ,April 2022 I Wayan Joniarta
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 4, No 1 (2022): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3476.039 KB)

Abstract

-
CATU DAYA LISTRIK MANDIRI BERTENAGA BATERE UNTUK SUPLAI TENAGA LISTRIK DI DESA GILI GEDE INDAH Ida Bagus Fery Citarsa; I Nyoman Wahyu Satiawan; Supriono Supriono Supriono
JURNAL KARYA PENGABDIAN Vol 1, No 2 (2019): April, Jurnal Karya Pengabdian
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.128 KB)

Abstract

Salah satu daerah di kabupaten Lobar yang belum teraliri listrik dari PLN adalah Pulau Gili Gede. Untuk mengatasi persoalan yang dihadapi oleh masyarakat di Desa Gili Gede Indah, berkaitan dengan masalah ketersediaan tenaga listrik, diusulkan pembuatan suatu catu daya listrik mandiri. Catu daya ini terdiri dari batere, serta alat konversi daya listrik DC – AC (inverter) yang nantinya dapat dipergunakan untuk merubah sumber daya DC (baterai) tegangan rendah 12- 24 V menjadi sumber daya AC tegangan 220 V. Tim pelaksana telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan penyuluhan penggunaan sekaligus serah terima catu daya mandiri bertenaga batere kepada mitra pelaksana sehingga mitra pelaksana dapat memahami prinsip kerja dan cara penggunaan peralatan tersebut di atas dengan baik. Dengan menggunakan catu daya mandiri bertenaga batere, ternyata dapat menunjang kegiatan masyarakat yang membutuhkan layanan tenaga listrik sehingga dapat meningkatkan kinerja dan produktivitas mereka.

Page 3 of 14 | Total Record : 134