cover
Contact Name
Agus Miftakus Surur
Contact Email
surur.math@gmail.com
Phone
+6285743714181
Journal Mail Official
journalfactorm@iainkediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Sunan Ampel No.7, Ngronggo, Kec. Kota, Kota Kediri, Jawa Timur 64127
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M)
ISSN : 26553511     EISSN : 2656307X     DOI : https://doi.org/10.30762
Core Subject : Education,
Journal Factor M focuses on the main issues in mathematics education and applied mathematics. In addition, Journal Factor M also discusses issues that generally exist in the field of mathematics education.
Articles 210 Documents
Analisis Kesalahan dalam Pembuktian Teorema Bilangan Bulat pada Mahasiswa IKIP Budi Utomo Malang Yazidah, Nok Izatul; Sulistyorini, Yunis; Kartika, Era Dewi
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.3903

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh masalah-masalah yang berkaitan dengan pembuktian teorema bilangan bulat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kesalahan apa saja yang dilakukan mahasiswa dalam membutikan teorema bilangan bulat. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan matematika IKIP Budi Utomo yang sedang mengampu matakuliah teori bilangan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes uraian yang digunakan untuk mengetahui kesalahan-kesalahan mahasiswa dalam membuktikan teorema bilangan bulat, dan wawancara yang digunakan untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan mahasiswa melakukan kesalahan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa jenis kesalahan yang dilakukan mahasiswa adalah (1) kesalahan konsep yang berupa kesalahan dalam memahami makna soal, kesalahan pengunaan variabel dimana mengambil angka 1 dan ditunjukkan kembali menjadi 1, (2) kesalahan prinsip berupa salah menerjemahkan soal yang ditandai dengan penulisan (-1)(-1) diawal dan diakhir jawaban tanpa adanya makna yang jelas, (3) kesalahan tidak adanya penggunaan teorema yang jelas. This research is motivated by problems related to the proof of the integer theorem. The purpose of this study was to find out what errors were made by students in proving the integer theorem. The subject of this research is the mathematics education student of IKIP Budi Utomo who is teaching number theory course. This research is a qualitative descriptive study. The data collection techniques used are is a description test that is used to find out student errors in proving the integer theorem, and interviews are used to find out what factors cause students to make mistakes. Based on the results of the study, it showed that the types of errors made by students were (1) conceptual errors in the form of errors in understanding the meaning of the questions, errors in the use of variables which took the number 1 and was shown back to 1, (2) principle errors in the form of mistranslating the questions marked by writing (-1)(-1) at the beginning and at the end of the answer without a clear meaning, (3) the error does not use a clear theorem.
Analisis Kesalahan Mahasiswa dalam Pembuktian Identitas Trigonometri Handayani, Ucik Fitri; Hakim, Wildan; Putri, Anggita Oktaviana
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4146

Abstract

Trigonometri merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Tadris Matematika Semester II. Salah satu materi yang dianggap sulit dalam mata kuliah ini adalah pembuktian identitas trigonometri. Penelitian ini dilatarbelakangi adanya kesalahan mahasiswa dalam pembuktian identitas trigonometri. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesalahan mahasiswa dalam pembuktian identitas trigonometri berdasarkan model Newman dan beberapa faktor penyebabnya. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitian yakni dua mahasiswa Tadris Matematika. Pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa terdapat perbedaan kesalahan yang dilakukan yakni subjek FR melakukan 4 kesalahan yaitu kesalahan memahami, transformasi, proses perhitungan dan penulisan jawaban pada soal pertama. Sedangkan subjek IN melakukan 4 kesalahan pada soal kedua yaitu kesalahan pemahaman, transformasi, proses perhitungan dan penulisan jawaban. Kemudian subjek IN melakukan 2 kesalahan pada soal ketiga yaitu kesalahan pemahaman dan proses perhitungan. Kesalahan yang sering dilakukan adalah kesalahan proses perhitungan, akan tetapi kedua subjek tidak melakukan kesalahan membaca. Beberapa penyebab kesalahan terjadi yakni tidak mengetahui strategi atau identitas trigonometri yang sesuai untuk digunakan dalam membuktikan identitas trigonometri, prosedur penyelesaian yang dilakukan kurang lengkap, kurang kreatifnya dalam manipulasi aljabar, dan kurang terampilnya dalam pengoperasian dan perhitungan yang menyebabkan hasil akhirnya menjadi kurang tepat. Trigonometry is one of the subjects that must be taken by second-semester Mathematics Tadris students. One of the materials that are considered difficult in this course is proving trigonometric identities. This research is motivated by the existence of student errors in proving trigonometric identities. The purpose of this study was to describe the mistakes of students in proving their trigonometric identities based on the Newman model and some of the factors causing them. This research belonged to a qualitative descriptive study. The research subjects were two Mathematics Tadris students. Data collection was carried out through tests and interviews. The results of this study showed that the mistakes made were the FR subject made 4 errors in understanding, transformation, calculation process, and answers to the first question. While the subject made 4 mistakes in the second problem, the errors, transformation, calculation process, and answer answers. Then, the IN subject made 2 mistakes in the third question, namely the misunderstanding and the calculation process. Mistakes that are often made were errors in the calculation process, but the two subjects did not make reading errors. Some of the causes of errors occur such as, namely not knowing the strategy or trigonometric identity that is suitable to be used in proving trigonometric identities, incomplete completion procedures, lack of creativity in algebraic manipulation, and lack of skill in operations and calculations which cause the final result to be less precise.
Efektivitas Self Coaching Model GROW ME Terhadap Hasil Belajar Mahasiswa Mata Kuliah Trigonometri Akhyar, Muhammad Khoiril; Khiyarusoleh, Ujang
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4193

Abstract

Penelitian ini dilakukan analisis efektivitasself coaching model GROW ME terhadap hasil belajar mahasiswa mata kuliah Trigonometri. Pendekatan penelitian ini adalah penelitian Kuasi Eksperimental. Analisis data dalam penelitian ini diantaranya menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji banding dan uji regresi. Hasil belajar mahasiswa kelas eksperimen adalah 91 lebih baik dibanding hasil belajar mahasiswa kelas kontrol yaitu 87. Uji regresi sederhana menunjukan bahwa terdapat pengaruh positif penerapan self coaching model GROW ME terhadap hasil belajar mahasiswa sebesar 82,2%. This study conducted an analysis of the effect of self-coaching on the GROW ME model on the student learning outcomesin Trigonometry material. This research approach was Quasi Experimental research. Data analysis in this study included using the normality test, homogeneity test, comparative test and regression test. The results of the student's learning outcomesin the experimental class were 91 better than the student's learning outcomes of the control class students, namely 87. Simple regression test showed that there was a positive effect of applying the GROW ME self-coaching model on student academic achievement by 82.2%.
Perbandingan Model Generalized Ammi (Gammi) dengan Row Column Interaction Model pada Interaksi Genotipe dan Lingkungan Ahadiyah, Kurnia; Dewi, Ardiana Fatma
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4189

Abstract

Model Generalized AMMI (GAMMI) merupakan perluasan dari model AMMI (Additive Main Effect and Multiplicative Interaction). Model GAMMI melibatkan konsep Generalized Linear Model (GLM) pada variabel responnya. Pada penelitian ini, model GAMMI digunakan untuk data interaksi antara genotipe dan lingkungan yang mempunyai distribusi poisson. Sama halnya dengan model AMMI, model GAMMI juga digunakan untuk menganalisis kestabilan genotipe pada lingkungan yang beragam dengan pengaruh utama perlakuan dimodelkan dengan model aditif sedangkan pengaruh interaksi dimodelkan dengan model multiplikatif (bilinier). Metode lain yang memiliki kemiripan dengan model GAMMI adalah Row Column Interaction Model (RCIM). Model ini juga dapat digunakan untuk data yang berdistribusi poisson. Kedua model ini akan dibandingkan nilai analisis devian dan biplotnya. Interpretasi kedua model ditunjukkan melalui biplot dengan penguraian Singular Value Decompotition (SVD) pada matriks interaksi. Data yang digunakan untuk membandingkan kedua metode tersebut adalah data hama kedelai yang berisi empat genotipe dan lima jenis hama kedelai. Penelitian ini lebih ditekankan pada perbandingan hasil pemodelan dengan cara yang berbeda. Kedua metode menunjukan nilai peluang yang hampir sama yaitu untuk model GAMMI dengan regresi bolak-balik sebesar 0,0541, sedangkan model RCIM sebesar 0,0548. Keduanya sama-sama signifikan pada model GAMMI2 karena nilai peluang <0,06.   Generalized AMMI (GAMMI) model is a development of the AMMI (Additive Main Effect and Multiplicative Interaction) model. Model GAMMI involves the concept of Generalized Linear Model (GLM) on the response variable. In this research, GAMMI model used for interaction of genotype and environment data that have poisson distribution. Similar to the AMMI model, GAMMI model also used to analyze the stability of the genotype in any different environment with the main effect of treatment is modeled by additive model, while the effect of the interaction is modeled by multiplicative model (bilinear). Another method which is similar to GAMMI model is Row Column Interaction Model (RCIM). This model also can used for the data that have poisson distribution. These two models will be compared with the analysis value of the deviance and biplot. Interpretation of the model is shown through the biplot with Singular Value Decompotition (SVD) toward interaction matrix. The data used to compare the two methods is soybean pest data which contains four genotypes and five of soybean pests. This research emphasizes on comparing the results of modeling in different ways. The results of the analysis of the two methods show that the probability value is almost the same, for the GAMMI model with alternating regression is 0.0541, while the RCIM model is 0.0548. Both are equally significant in the GAMMI2 model because the probability value is <0.06.
Pendekatan Onto-Semiotik Berbasis Problem Solving untuk Memperbaiki Pengetahuan Tanda “Sama Dengan” Nurdien, Ahmad Hassan; Amir, Mohammad Faizal
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.3349

Abstract

Pengetahuan konsep atau simbol penting bagi siswa sekolah dasar sebagai dasar pemahaman untuk mempelajari aljabar pada tingkat lanjutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi pengetahuan siswa pada tanda sama dengan “=” melalui penerapan pendekatan onto-semiotik berbasis problem solving pada siswa sekolah dasar berdasarkan setiap level pengetahuan dalam konsep kesamaan matematika. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data sekunder didapat dari literatur yang dianalisis, dikaji, serta terkait dengan fokus penelitian. Analisis studi literatur pengetahuan tanda sama dengan “=” difokuskan pada bilangan cacah yang sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang berlaku di kelas satu dan satu sekolah dasar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui penerapan pendekatan onto-semiotik berbasis problem solving dapat membantu siswa untuk mencapai level secara bertahap pada level pertama, kedua, ketiga, serta keempat pada pengetahuan tanda sama dengan "=".  Level pertama, siswa berhasil untuk menyelesaikan sistem persamaan dengan format standar. Level kedua, siswa tetap fokus dengan sistem persamaan yang fleksibel dan konsisten dengan pandangan operasional tanda sama dengan "=".  Level ketiga, siswa mulai memahami akan relasional dasar meskipun berdampingan dengan pandangan operasional. Level keempat, siswa memiliki pemahaman relasional komparatif pada tanda sama dengan "=".   Knowledge of concepts or symbols is important for elementary school students as the basis for understanding algebra at an advanced level. This study aimed to identify students' knowledge of the equal sign "=" through the application of an onto-semiotic approach based on problem-solving in elementary school students based on each level of knowledge in the concept of mathematical similarity. This research is a literature study using a qualitative descriptive approach. Secondary data is obtained from the literature analyzed, reviewed, and related to the research focus. The analysis of the literature study of the knowledge of the equal sign "=" focused on whole numbers that correspond to the core competencies and basic competencies that apply in grade one and one elementary school. The results of this study indicate that applying an onto-semiotic approach based on problem solving can help students reach the level gradually at the first, second, third, and fourth levels of knowledge of the equal sign "=". In the first level, students succeed in solving a system of equations with a standard format. The second level, students stay focused on a flexible and consistent system of equations with an operational view of the equal sign "=". The third level, students begin to understand the basic relational although side by side with an operational view. The fourth level, students have a comparative relational understanding of the equal sign "=".
Analisis Buku “Mari Belajar Matematika” Karya Dewi Nuharini dan Sulis Priyanto Tahun 2017 Weni, Arum; Sary, Ryky Mandar; Purnamasari, Veryliana
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4129

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kelengkapan materi pada buku teks mata pelajaran “Mari Belajar Matematika (Pendidikan Matematika Untuk Kelas V SD/MI)” Karya Dewi Nuharini Dan Sulis Priyanto Tahun 2017. Buku tersebut menarik untuk dianalisis karena merupakan salah satu sumber belajar yang sering digunakan namun belum pernah dianalisis oleh peneliti lainnya. Pendekatan penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen dalam penelitian ini diperoleh melalui instrumen wawancara guru, pedoman observasi, dan pedoman dokumentasi. Hasil analisis yang telah dilakukan adalah rincian persentase pada masing-masing indikator sebagai berikut. (1) Materi memuat konsep, definisi, prosedur/ algoritma, teorema dan sifat-sifat mendapat persentase 75% dengan kategori sesuai. (2) Materi memuat contoh dan soal-soal latihan yang menunjang konsep mendapat persentase 100% dengan kategori sangat sesuai. (3) Materi memuat penjelasan yang dapat membangun pengetahuan siswa mendapat persentase 100% dengan kategori sangat sesuai. Persentase kelengkapan materi pada buku teks mata pelajaran “Mari Belajar Matematika (Pendidikan Matematika Untuk Kelas V SD/MI)” Karya Dewi Nuharini Dan Sulis Priyanto Tahun 2017” dari ketiga indikator tersebut memperoleh skor sebesar 91,7 % dengan kategori sangat sesuai. This study aims to determine how complete the material in the textbook for the subject "Let's Learn Mathematics (Mathematics Education for Grade V SD/MI)" is by Dewi Nuharini and Sulis Priyanto in 2017. The book is interesting to analyze because it is one of the learning resources that is often used but has never been analyzed by other researchers. This research approach is qualitative with a descriptive method. The instruments in this study were obtained through teacher interview instruments, observation guidelines, and documentation guidelines. The results of the analysis that has been carried out are the percentage details for each indicator as follows. (1) Materials containing concepts, definitions, procedures/algorithms, theorems and properties get 75% percentage in the appropriate category. (2) The material contains examples and practice questions that support the concept of getting a percentage of 100% with a very appropriate category. (3) The material contains explanations that can build students' knowledge and gets a percentage of 100% with a very appropriate category. The percentage of completeness of the material in the textbook for the subject "Let's Learn Mathematics (Mathematical Education for Grade V SD/MI)" by Dewi Nuharini and Sulis Priyanto in 2017" from the three indicators obtained a score of 91.7% with a very appropriate category.
Pengaruh Media Pembelajaran Animasi Powtoon Terhadap Hasil Belajar Ditinjau dari Minat Belajar Peserta Didik Tiwow, Deiby; Wongkar, Veronica; Mangelep, Navel Oktaviandy; Lomban, Edino Ayub
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4219

Abstract

Penelitian ini bertujuan (a) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon dan media konvensional. (b) Untuk mengetahui pengaruh interaksi antara media animasi powtoon terhadap hasil belajar jika ditinjau dari minat belajar. (c) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon dan media pembelajaran konvensional untuk kelas peserta didik yang memiliki minat belajar tinggi. (d) Untuk mengetahui perbedaan hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon dan media konvensional untuk kelas yang memiliki minat belajar rendah. Jenis penelitian yaitu Quasi Experimental dengan menggunakan Treatment by level design. Sampel dalam penelitian ini adalah 38 peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan Angket Minat dan Tes Hasil Belajar. Analisis data menggunakan Analisis Varians-2 Arah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon lebih tinggi dari kelas yang diajarkan media konvensional. (b) Terdapat pengaruh interaksi antara media pembelajaran dan minat belajar terhadap hasil belajar. (c) Untuk kelas yang memiliki minat belajar tinggi, hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon lebih tinggi dari kelas yang diajarkan dengan media konvensional. (d) Untuk kelas yang memiliki minat belajar rendah, hasil belajar kelas yang diajarkan dengan media animasi powtoon lebih tinggi dari media konvensional. The study was conducted to (1) Find the differences of class using powtoon as media and class using conventional media. (2) Find the impact of using powtoon as media on student’s final grade from students learning interest point of view. (3) Find out the differences of final grade from students with high learning interest using powtoon and conventional media. (4) Find out the differences of student’s grades with low learning interest using Powtoon and conventional media. The study was conducted with quantitative approach and Quasi Experimental utilizing treatment by level design. The samples are 38 students. Data was collected by questionnaires and test’s grade. We used Two Way Analysis of Variance. Results show that: (1) The grade of class that apply powtoon was higher than the class using conventional media. (2) We found the existence of learning media (powtoon) impact on student’s learning interest. (3) Group of students with high learning interest using powtoon as media had higher grade compared to group using conventional media. (4) Group of students with low learning interest using powtoon as. media had higher grade compared to group with low learning interest using conventional media.
Studi Ex Post Facto: Apakah Kecerdasan Emosional Berkontribusi terhadap Prestasi Belajar Matematika Siswa? Asyrifah Zaini Wahdah; Putri Nur Malasari
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.4093

Abstract

Rata-rata nilai matematika yang didapatkan siswa SMP di Kabupaten Pati mengungkapkan adanya beberapa siswa yang belum mencapai target prestasi belajar matematika yang sesuai dengan nilai KKM matematika yang ditentukan. Rendahnya prestasi yang didapatkan tersebut tentunya dipengaruhi oleh beberapa keadaan. Salah satu keadaan yang berkontribusi terhadap prestasi belajar matematika adalah tingkat kecerdasan emosional siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi adanya kontribusi kecerdasan emosional terhadap prestasi belajar matematika siswa. Penelitian ini berjenis kuantitatif dengan metode ex post facto. Sampel yang terpilih sebanyak 99 siswa kelas VII di salah satu SMP di Pati dengan menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Instrumen yang dipergunakan adalah skala kecerdasan emosional. Analisis data yang dipergunakan yaitu teknik analisis regresi linear sederhana, semua perhitungan menggunakan SPSS versi 22. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecerdasan emosional tidak berkonstribusi terhadap prestasi belajar matematika siswa.
Analisis Kesalahan Peserta Didik dalam Penyelesaian Soal Cerita Teorema Pythagoras berdasarkan Teori Newman Jun, Velria; Hariyani, Sri; Murniasih, Tatik Retno
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/factor_m.v4i2.3722

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui jenis kesalahan yang dilakukan oleh peserta didik di SMP Negeri 17 Malang dalam meyelesaikan soal cerita matematika dengan pokok bahasan yaitu teorema Phythagoras yang kemudian dianalisis kesalahan dalam pengerjaan soal menggunakan dasar teori Newman. Penelitian ini menggunakan jenis riset deskriptif yang dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Jumlah peserta didik yang menjadi subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik. Penggunaan teknik pengumpulan data yaitu tes tertulis dan pedoman wawancara yang telah divalidasi oleh dua validator yaitu dosen matematika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang dan guru matematika SMP Negeri 17 Malang. Rata-rata skor akhir hasil validasi soal tes tertulis adalah 3,75 dan 3,83 dan berada pada kategori baik, yang berarti instrumen penelitian yang telah disusun peneliti valid dan layak digunakan. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa jenis kesalahan yang ditunjukkan oleh peserta didik berkemampuan tinggi yaitu kesalahan transformasi dan kesalahan keterampilan proses. Jenis kesalahan yang ditunjukkan pada peserta didik berkemampuan sedang yaitu pada tahap memahami, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir. Sedangkan siswa berkemampuan rendah menunjukkan jenis kesalahan pada tahap membaca soal, memahami, kesalahan transformasi, keterampilan proses dan penulisan jawaban akhir. Jenis kesalahan yang memiliki frekuensi paling tinggi ditunjukkan pada tahap memahami, diikuti dengan penulisan jawaban akhir dan transformasi.
Analysis of the Inquiry-Infusion learning model to develop students' critical thinking ability Asyhar, Beni
Journal Focus Action of Research Mathematic (Factor M) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri (UIN) Syekh Wasil Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30762/f_m.v6i1.463

Abstract

Abad 21 menuntut adanya perubahan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa untuk mendukung kompetensi dan keterampilan abad ke-21. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai adalah kemampuan berpikir kritis. Selain itu, berdasarkan hasil kajian video praktik pembelajaran yang menerapkan pembelajaran inkuiri masih belum maksimal karena masih ada beberapa kelemahan yang mengakibatkan siswa belum bisa secara mandiri mampu memecahkan masalah dan belum mampu berpikir kritis. Oleh karena itu diperlukan pengembangan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat dikembangkan adalah model pembelajaran inkuiri-infusi. Model ini merupakan bentuk modifikasi dari model pembelajaran inkuiri dengan memodifikasi pada tahap orientasi dan merumuskan masalah. Adanya modifikasi pada kedua langkah tersebut diharapkan siswa dapat secara mandiri belajar berlatih untuk tidak mudah percaya dengan informasi-informasi yang disajikan sebelum mengetahui kebenaran informasi tersebut dan diharapkan siswa terbiasa mencari tahu kebenaran informasi sebelum membuat kesimpulan atas masalah yang dihadapi sehingga dapat memaksimalkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang datanya diperoleh dari buku-buku dan artikel ilmiah tentang model pembelajaran inkuiri, penerapan metode infuse, dan berpikir kritis. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi. Hasil penelitian ini diperoleh: 1) sintaks model pembelajaran inkuiri-infusi yang memodifikasi model pembelajaran inkuiri pada tahap orientasi dan merumuskan masalah; 2) sistem sosial; 3) prinsip reaksi; 4) sistem pendukung; dan 5) dampak instruksional dan pengiring. The 21st century demands a change in student-centered learning processes to support 21st century competencies and skills. One of the competencies that must be mastered is the ability to think critically. In addition, based on the results of the video study of learning practices that apply inquiry learning, it is still not optimal because there are still several weaknesses that result in students not being able to independently solve problems and not being able to think critically. Therefore, it is necessary to develop a student-centered learning model that is able to develop students' critical thinking skills. One of the learning models that can be developed is the inquiry-infusion learning model. This model is a modified form of the inquiry learning model by modifying it at the orientation stage and formulating problems. With the modifications in these two steps, it is hoped that students can independently learn to practice not to easily believe the information presented before knowing the truth of the information and it is hoped that students get used to finding out the truth of information before making conclusions on the problems at hand so as to maximize students' critical thinking skills. This research is a library research whose data is obtained from books and scientific articles about the inquiry learning model, the application of the infusion method, and critical thinking. Analysis of the data used is content analysis. The results of this study were obtained: 1) the syntax of the inquiry-infusion learning model that modifies the inquiry learning model at the orientation stage and formulates the problem; 2) social system; 3) the principle of reaction; 4) support system; and 5) instructional impact and companion effect.