cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 525 Documents
PEMBUATAN ALAT PERAGA MATEMATIKA DARI LIMBAH BAHAN ALAM DI DESA SIALOGO KABUPATEN TAPANULI SELATAN Masdelima Azizah Sormin; Jumaita Nopriani Lubis; Melvariani Syari Batubara; Lia Rosliana Dalimunthe; Bima Sakti; Sakila Manullang
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5416

Abstract

Abstract: This Community Service (PKM) focuses on efforts to improve the quality of mathematics learning in Sialogo Village, South Tapanuli Regency, through the utilization of natural waste materials. The aim of this activity is to empower teachers and parents in creating affordable, creative, and contextual mathematics teaching aids by utilizing neglected local resources. The implementation method includes three main stages: (1) Identification and socialization, namely a needs survey and introduction to the concept of teaching aids from waste; (2) Training and mentoring, where participants are invited to directly design and make teaching aids such as "Fraction Boards from Areca Nut Trunks", "Counting Boards from Salak Seeds", and "Geoboards from Used Wood"; and (3) Implementation and evaluation, in the form of simulations of the use of teaching aids in the classroom and reflection discussions. The results of the activity showed a significant increase in participants' understanding of the importance of learning media. This was proven by the creation of 15 types of innovative teaching aids that could be directly applied. The enthusiasm of teachers and parents was very high, which was marked by their commitment to continue developing and using these teaching aids. This activity not only provides practical solutions to limited learning facilities but also instills environmental values and local wisdom through waste utilization.            Keywords: Teaching Aids, Natural Waste, Mathematics, Community Empowerment, Contextual Learning. Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini berfokus pada upaya peningkatan kualitas pembelajaran matematika di Desa Sialogo, Kabupaten Tapanuli Selatan, melalui pemanfaatan limbah bahan alam. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberdayakan guru dan orang tua dalam menciptakan alat peraga matematika yang murah, kreatif, dan kontekstual dengan memanfaatkan sumber daya lokal yang terabaikan. Metode pelaksanaan meliputi tiga tahap utama: (1) Identifikasi dan sosialisasi, yaitu survey kebutuhan dan pengenalan konsep alat peraga dari limbah; (2) Pelatihan dan pendampingan, di mana peserta diajak secara langsung merancang dan membuat alat peraga seperti "Papan Pecahan dari Batang Pinang", "Papan Hitung dari Bijih Salak", dan "Geoboard dari Kayu Bekas"; serta (3) Implementasi dan evaluasi, berupa simulasi penggunaan alat peraga di kelas dan diskusi refleksi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman peserta tentang pentingnya media pembelajaran. Terbukti dengan terciptanya 15 jenis alat peraga inovatif yang langsung dapat diaplikasikan. Antusiasme guru dan orang tua sangat tinggi, yang ditandai dengan komitmen mereka untuk terus mengembangkan dan menggunakan alat peraga tersebut. Kegiatan ini tidak hanya menyediakan solusi praktis untuk keterbatasan sarana belajar tetapi juga menanamkan nilai cinta lingkungan dan kearifan lokal melalui pemanfaatan limbah.Kata kunci: Alat Peraga, Limbah Alam, Matematika, Pemberdayaan Masyarakat, Pembelajaran Kontekstual.
EXPLORING AI AS YOUR ENGLISH LEARNING PARTNER: PELATIHAN PEMANFAATAN APLIKASI KECERDASAN BUATAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS SISWA SMK TELKOM PEKANBARU Silvia Utami; Jumerli Ariati
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5417

Abstract

Abstract: community service activity was conducted based on a request from SMK Telkom Pekanbaru to provide training on utilizing Artificial Intelligence (AI), specifically the ELSA Speak and Gliglish applications. These applications were introduced as a creative solution to enhance students' English language skills, particularly speaking proficiency. The training targeted 42 students from the Office Management, Accounting, and Hospitality majors. ELSA Speak and Gliglish, accessible via smartphone, were used as personalized learning aids to practice speaking skills relevant to the world of work. The main objective was to equip students with the ability to independently use AI tools for English conversation practice, ensuring they are better prepared for professional communication needs after graduation, aligning with the demands of the industry 4.0 era. The training utilized a Participatory Action Research (PAR) approach through an interactive seminar conducted in three sessions, focusing on guided practice and immediate feedback mechanisms provided by AI. The overall evaluation, conducted using a satisfaction questionnaire, showed the activity achieved a "Very Satisfied" criteria with an average score of 4.59. This result confirms the high acceptance and perceived relevance of AI-based language learning among vocational students. Keywords:  ELSA Speak, Gliglish, English Language, Speaking Skill, Artificial Intelligence (AI) Abstrak:Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan berdasarkan permintaan dari SMK Telkom Pekanbaru untuk memberikan pelatihan tentang pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), khususnya aplikasi ELSA Speak dan Gliglish, sebagai solusi kreatif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa, terutama keterampilan berbicara. Pelatihan ini ditujukan kepada 42 siswa dari jurusan Manajemen Perkantoran, Akuntansi, dan Perhotelan. Aplikasi ELSA Speak dan Gliglish diperkenalkan sebagai alat bantu belajar mandiri yang dapat diakses melalui smartphone untuk melatih percakapan Bahasa Inggris yang relevan dengan dunia kerja. Tujuan utama kegiatan ini adalah untuk membekali siswa dengan kemampuan menggunakan aplikasi AI secara mandiri sebagai sarana latihan percakapan Bahasa Inggris, sehingga meningkatkan kesiapan mereka dalam komunikasi profesional setelah lulus, sejalan dengan tuntutan era Industri 4.0. Metode pelatihan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) melalui seminar interaktif yang dilakukan dalam tiga kali pertemuan, menekankan praktik terpandu dan mekanisme umpan balik seketika dari AI. Hasil evaluasi secara keseluruhan, yang dikumpulkan melalui kuesioner kepuasan, menunjukkan kegiatan ini memperoleh kriteria "Sangat Puas" dengan skor rata-rata 4.59. Hasil ini mengkonfirmasi tingginya penerimaan dan relevansi alat belajar berbasis AI di kalangan siswa SMK. Kata Kunci : ELSA Speak, Gliglish, Bahasa Inggris, Keterampilan Berbicara, Kecerdasan Buatan (AI)
PELATIHAN LITERASI DIGITAL MELALUI METODE BERCERITA PADA ANAK USIA DINI RA. RAUDHATUL MAHABBAH SERDANG BEDAGAI Rusda Nita Nelly Manurung; Alyani Sahara; Amanda Cayahni Putri
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5418

Abstract

Abstract: Digital literacy training through storytelling for early childhood aims to equip children aged 5-6 with basic skills in using technology safely and wisely, as well as to assist teachers and parents in their support in the digital era. Digital literacy training through storytelling for early childhood combines conventional storytelling with digital media, such as interactive picture books or video stories, to foster an understanding of basic digital concepts. The participants in this PKM were students from RA. Raudhatul Mahabbah Serdang Bedagai Kindergarten. The activity took place on Friday, October 16-17, 2025. The activity lasted for approximately two hours, from 8:00 to 10:00 a.m. WIB, with 50 participants. The media used in this PKM were interactive picture books, video stories, and banners. This community service effort aims to develop community skills so that students have basic skills in using technology safely and wisely, and to assist teachers and parents in supporting them in the digital era. After conducting digital literacy activities through storytelling for early childhood, there was an 80% increase in knowledge among participants. The community service team hopes that after this activity, students will improve their skills and interest in basic technology skills in using technology safely and wisely, and will also help teachers and parents support them in the digital age.Keywords: Digital Literacy, Early Childhood, Storytelling Method Abstrak: Pelatihan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini  bertujuan untuk membekali anak usia 5-6 Tahun dengan kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam pendampingan di era digital. Pelatihan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini dilakukan dengan mengombinasikan cerita konvensional dengan media digital, seperti buku cerita bergambar interaktif atau video cerita yang dapat menumbuhkan pemahaman konsep digital dasar. Para peserta yang mengikuti PKM ini adalah para siswa RA. Raudhatul Mahabbah Serdang Bedagai. Kegiatan ini dilakukan pada Jumat, tanggal 16-17 Oktober 2025. Kegiatan ini berlangsung selama ± 2 jam dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 Wib, yang diikuti sebayak 50 peserta.Media yang digunakan dalam PKM ini adalah buku cerita bergambar interaktif, video cerita dan banner. Hal ini merupakan upaya pengabdi dalam mewujudkan pengembangan keterampilan masyarakat agar para siswa memiliki kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam mendampingan orang tua di era digital. Setelah Kegiatan literasi digital melalui metode bercerita pada anak usia dini  dilakukan, terjadi peningkatan pengetahuan 80% pada peserta. Harapan pengabdi setelah terlaksana kegiatan ini, para siswa dapat meningkatkan kemampuan dan minat siswa dalam kemampuan dasar menggunakan teknologi secara aman dan bijak, serta membantu guru dan orang tua dalam mendampingan orang tua di era digital.Kata Kunci : Literasi Digital, Anak Usia Dini, Metode Bercerita
SOSIALISASI PENGURUSAN SERTIFIKAT HALAL PRODUK UMKM DESA BANDAR PASIR MANDOGE Bambang Irwansyah; Dicky Apdillah; Harmayani Harmayani; Emi Dea; Dea Tiara Azhari; Utami Wardah Hafiz; Nabila Nabila
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5443

Abstract

Abstract: Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in improving the rural economy, including in Bandar Pasir Mandoge Village. Most MSMEs in this village are engaged in the food and beverage processing sector; however, many of them do not yet possess halal certification. The low level of halal certification ownership is caused by limited understanding of MSME actors regarding the importance of halal certification, the application procedures, and the benefits obtained after certification. This socialization activity on halal certification aims to increase the knowledge and awareness of MSME actors regarding the importance of halal product assurance, the certification process, and its impact on consumer trust and product competitiveness. The methods used in this activity include material presentation, discussions, and direct question-and-answer sessions with MSME actors. The results indicate an improvement in participants’ understanding of halal certification and an increased motivation to apply for halal certification for their products. This activity is expected to encourage sustainable development of MSMEs in Bandar Pasir Mandoge Village and enhance their competitiveness in broader markets. Keywords: MSMEs, Halal Certification, Socialization, Bandar Pasir Mandoge Village. Abstrak: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat desa, termasuk di Desa Bandar Pasir Mandoge. Sebagian besar UMKM di desa ini bergerak di bidang makanan dan minuman olahan, namun masih banyak yang belum memiliki sertifikat halal. Rendahnya kepemilikan sertifikat halal disebabkan oleh kurangnya pemahaman pelaku UMKM mengenai pentingnya sertifikasi halal, prosedur pengurusan, serta manfaat yang diperoleh setelah sertifikat halal dimiliki. Kegiatan sosialisasi pengurusan sertifikat halal ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pelaku UMKM mengenai pentingnya jaminan halal produk, alur pendaftaran sertifikasi halal, serta dampaknya terhadap peningkatan kepercayaan konsumen dan daya saing produk. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, dan tanya jawab secara langsung dengan pelaku UMKM. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terkait sertifikasi halal serta munculnya motivasi untuk mengurus sertifikat halal bagi produk yang dihasilkan. Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat mendorong UMKM di Desa Bandar Pasir Mandoge untuk berkembang secara berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.. Kata kunci: UMKM, Sertifikat Halal, Sosialisasi, Desa Bandar Pasir Mandoge. 
PERAN MAHASISWA KKN DALAM EDUKASI DAN PENGELOLAAN TAMAN TOGA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 010052 SEI KAMAH I Deddy Wahyudin Purba; Safruddin Safruddin; Lokot Ridwan Batu Bara; Herviza Wulandari Pane; Heru Gunawan; Nurul utami; Muhammad Wahyu Wijaya; Devin Juanda; Muhammad Adzi Kurniawan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5457

Abstract

Abstract: Community Service Program (KKN) is a community service program conducted by students that aims to make a real contribution to the development of community knowledge and skills. One form of KKN activity is the introduction and maintenance of Family Medicinal Plant Gardens (TOGA) in elementary schools. This activity aims to describe the role of KKN students in increasing students' and teachers' understanding of the benefits of TOGA and encouraging their sustainable maintenance. The methods used include socialization, planting practices, routine maintenance, and mentoring for school officials. The results of the activity showed an increase in students' understanding of the types of medicinal plants and their health benefits, along with basic skills in plant care. Teachers and school officials also gained additional insights into maintaining the sustainability of TOGA gardens as a learning and greening facility. Thus, KKN students act as educational agents and motivators in supporting the creation of a healthy, beautiful, and educational school environment. Keyword: KKN Students; Education; TOGA Garden; Elementary School. Abstrak: Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan program pengabdian masyarakat oleh mahasiswa yang bertujuan memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Salah satu bentuk kegiatan KKN adalah pengenalan dan pemeliharaan Taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di sekolah dasar. Kegiatan ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran mahasiswa KKN dalam meningkatkan pemahaman siswa dan guru mengenai manfaat TOGA serta mendorong keberlanjutan pemeliharaannya. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, praktik penanaman, perawatan rutin, dan pendampingan bagi pihak sekolah. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman siswa mengenai jenis-jenis tanaman obat serta manfaatnya bagi kesehatan, disertai keterampilan dasar dalam perawatan tanaman. Guru dan pihak sekolah juga memperoleh wawasan tambahan untuk menjaga keberlanjutan taman TOGA sebagai sarana pembelajaran dan penghijauan. Dengan demikian, mahasiswa KKN berperan sebagai agen edukasi sekaligus motivator dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang sehat, asri, dan edukatif. Kata kunci: Mahasiswa KKN; Edukasi; Taman TOGA; Sekolah Dasar.
PENGUATAN LITERASI SASTRA ANAK MELALUI KEGIATAN MEMBACA DAN APRESIASI SASTRA DI SDN PODOSUGIH 01 KOTA PEKALONGAN Dina Nurmalisa; Ariesma Setyarum; Desyarini Puspita Dewi; Afrinar Pramitasari; Ika Arifianti; Dewi Azizah; Agung Aditya
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5458

Abstract

Abstract: This community service activity aimed to strengthen children’s literary literacy among elementary school students through reading children’s stories, storytelling, and story discussion activities. The program was conducted at SDN Podosugih 01 Pekalongan and involved 30 third-grade students. The activities were carried out in two meetings on October 17 and 21, 2025, by a community service team consisting of lecturers and students. The implementation method was designed to be participatory and interactive, positioning students as active subjects in children’s literary literacy activities. Data were collected through observation, documentation, and reflective notes during the activities. The results showed that students demonstrated high enthusiasm in listening to stories, actively participated in discussions, and were able to retell the main ideas of the stories using their own words. In addition, the classroom teacher responded positively and stated that the activities helped foster students’ interest in children’s literary works. Overall, the program had a positive impact on improving students’ focus while listening to stories and increasing their enthusiasm for reading, indicating that children’s literary literacy activities can serve as an effective and enjoyable strategy to strengthen literacy in elementary schools. Keyword: children’s literature; community service; elementary school; literary literacy Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat literasi sastra anak pada siswa sekolah dasar melalui kegiatan membaca cerita anak, mendongeng, dan diskusi isi cerita. Kegiatan dilaksanakan di SDN Podosugih 01 Kota Pekalongan dengan sasaran siswa kelas III yang berjumlah 30 orang dan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, yaitu pada tanggal 17 dan 21 Oktober 2025. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim pengabdian yang terdiri atas dosen dan mahasiswa. Metode pelaksanaan kegiatan dirancang secara partisipatif dan interaktif dengan menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam kegiatan literasi sastra anak. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan catatan reflektif selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa memiliki antusiasme yang tinggi dalam menyimak cerita, aktif dalam sesi diskusi, serta mampu mengungkapkan kembali inti cerita menggunakan bahasa mereka sendiri. Selain itu, guru kelas memberikan respons positif dan menilai bahwa kegiatan ini membantu menumbuhkan minat literasi siswa terhadap karya sastra anak. Kegiatan pengabdian ini memberikan dampak positif berupa peningkatan fokus siswa dalam mendengarkan cerita serta meningkatnya antusiasme siswa terhadap kegiatan membaca, sehingga kegiatan literasi sastra anak melalui membaca cerita, mendongeng, dan diskusi dapat menjadi alternatif strategi penguatan literasi yang efektif dan menyenangkan di sekolah dasar. Kata kunci: literasi sastra; pengabdian masyarakat; sastra anak; sekolah dasar
PEMANFAATAN WEB SELF-PACED LEARNING DENGAN MICRO-LEARNING SEBAGAI MEDIA EDUKASI DIGITAL MASYARAKAT Edi Kurniawan; Afdhal Syafnur; Zulkarnain Sirait; Willy Alfiandi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5506

Abstract

Abstract: Advances in digital technology have presented new challenges in the public education process, particularly regarding the availability and accessibility of learning materials. To address this, the implementation of web-based self-paced learning methods is an effective solution that allows people to learn flexibly and independently. Furthermore, the microlearning approach, which presents material in small, focused units, has been proven to improve user retention and understanding of learning content. This community service program aims to facilitate public access to digital learning through a web platform designed using a microlearning approach. The target audience includes the general public with diverse educational backgrounds, from both productive and non-productive age groups. The main challenges faced are low digital literacy, limited access to easy-to-understand educational content, and limited time for the community to participate in conventional training. The activities were carried out through outreach methods, direct training, and mentoring in the use of microlearning-based digital learning platforms. The results of the activities showed an increase in community understanding and skills in utilizing digital learning technology independently. Furthermore, this activity resulted in a microlearning-based educational platform that can be used sustainably to support community learning.            Keywords: digital literacy, self-paced learning, microlearning, web-based learning  Abstrak: Kemajuan teknologi digital telah menghadirkan tantangan baru dalam proses edukasi masyarakat, terutama terkait ketersediaan dan aksesibilitas materi pembelajaran. Untuk mengatasi hal tersebut, penerapan metode self-paced learning berbasis web menjadi solusi efektif yang memungkinkan masyarakat belajar secara fleksibel dan mandiri. Selain itu, pendekatan microlearning yang menyajikan materi dalam unit kecil dan terfokus terbukti mampu meningkatkan retensi serta pemahaman pengguna terhadap konten pembelajaran. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memfasilitasi masyarakat dalam mengakses pembelajaran digital melalui platform web yang dirancang menggunakan pendekatan microlearning. Sasaran kegiatan ini mencakup masyarakat umum dengan latar belakang pendidikan yang beragam, baik dari kelompok usia produktif maupun non-produktif. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya literasi digital, terbatasnya akses terhadap konten edukatif yang mudah dipahami, serta keterbatasan waktu masyarakat dalam mengikuti pelatihan konvensional. Kegiatan dilaksanakan melalui metode sosialisasi, pelatihan langsung, dan pendampingan penggunaan platform pembelajaran digital berbasis microlearning. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi pembelajaran digital secara mandiri. Selain itu, kegiatan ini menghasilkan platform edukatif berbasis microlearning yang dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mendukung pembelajaran masyarakat. Kata kunci: literasi digital, self-paced learning, microlearning, pembelajaran berbasis web
PELATIHAN DASAR PERHITUNGAN JARINGAN KOMPUTER UNTUK SISWA SMK DI LKP PELITA MEDIA Guntur Maha Putra; Junaidi Junaidi; Elly Rahayu
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5507

Abstract

Abstract: Mastery of computer network calculation is a fundamental competency for vocational high school students in meeting the demands of vocational learning and the world of work. However, limited conceptual understanding and practical skills in computer network calculation remain common challenges among the target community. This community service activity aims to enhance the capacity and competence of vocational high school students through basic computer network calculation training conducted at LKP Pelita Media. The methods employed combine community education and practice-based training through conceptual instruction, demonstrations, and case-based network calculation exercises. The main outputs of this activity are training services and applied learning that emphasize understanding computer network terminology and subnetting calculation skills. This activity contributes to the enrichment of community service practices in the field of vocational education by offering a contextual, systematic, and easily replicable learning approach for similar educational and training institutions.            Keywords: network; training; subnetting  Abstrak: Penguasaan perhitungan jaringan komputer merupakan kompetensi dasar yang penting bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dalam menghadapi kebutuhan pembelajaran vokasi dan dunia kerja. Namun, keterbatasan pemahaman konseptual dan keterampilan aplikatif pada materi perhitungan jaringan komputer masih menjadi permasalahan yang dijumpai pada masyarakat sasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi siswa SMK melalui pelatihan dasar perhitungan jaringan komputer yang dilaksanakan di LKP Pelita Media. Metode yang digunakan mengkombinasikan pendidikan masyarakat dan pelatihan berbasis praktik melalui penyuluhan konseptual, demonstrasi, serta latihan studi kasus perhitungan jaringan. Luaran utama kegiatan berupa pelatihan dan pembelajaran aplikatif yang menekankan pemahaman peristilahan jaringan komputer dan keterampilan perhitungan subnetting. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkaya praktik pengabdian kepada masyarakat di bidang pendidikan vokasi dengan menghadirkan pendekatan pembelajaran yang kontekstual, sistematis, dan mudah direplikasi pada lembaga pendidikan dan pelatihan sejenis. Kata kunci: jaringan; pelatihan; subnetting 
OPTIMISASI TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK EFISIENSI LAYANAN: STUDI KASUS PADA SISTEM ANTRIAN RSIA BATUSANGKAR Agus Nur Khomarudin; Romy Aulia; Rina Novita; Rabby Nazli; Ega Evinda Putri; Amrizal Amrizal; Perdana Putera
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5509

Abstract

Abstract: The implementation of information technology in healthcare services has become a strategic necessity for improving service efficiency and quality, particularly in patient queue management systems. RSIA Batusangkar, a medium-scale hospital, has experienced operational challenges related to manual queue management, including prolonged waiting times, service irregularities, and decreased patient satisfaction. This Community Service Program (Pengabdian kepada Masyarakat) aimed to optimize the use of information technology through the implementation of a web-based digital queue system integrated with the hospital’s internal service workflow. A participatory, community-driven approach was employed by involving hospital management, service staff, and patients throughout the stages of needs assessment, system design, implementation, and evaluation. The system was developed using the Agile methodology. Evaluation was conducted through quantitative pre- and post-implementation measurements, complemented by qualitative assessments. The results indicate that the digital queue system reduced the average patient waiting time by 44.4%, increased service throughput by approximately 50%, and improved patient satisfaction levels from moderately satisfied to satisfied–highly satisfied. These findings demonstrate that optimizing information technology through a digital queue system effectively enhances operational efficiency and the overall quality of healthcare services. This program is expected to serve as a practical reference model for digital transformation in regional hospital services. Keyword: digital queue system, information technology, service efficiency, hospital services, community service. Abstrak: Penerapan teknologi informasi dalam layanan kesehatan menjadi kebutuhan strategis untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas pelayanan, khususnya pada sistem antrian pasien di rumah sakit. RSIA Batusangkar sebagai rumah sakit skala menengah masih menghadapi permasalahan antrian manual yang berdampak pada lamanya waktu tunggu, ketidakteraturan layanan, serta menurunnya kepuasan pasien. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi melalui implementasi sistem antrian digital berbasis web yang terintegrasi dengan alur layanan internal rumah sakit. Metode PkM yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis kebutuhan (community-driven), melibatkan manajemen rumah sakit, petugas layanan, serta pasien. Pengembangan sistem dilakukan menggunakan metodologi Agile, sementara evaluasi dilakukan melalui pengukuran kuantitatif pra dan pasca implementasi serta evaluasi kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem antrian digital mampu menurunkan waktu tunggu pasien rata-rata sebesar 44,4%, meningkatkan throughput pelayanan hingga 50%, serta meningkatkan skor kepuasan pasien dari kategori cukup puas menjadi puas–sangat puas. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi teknologi informasi melalui sistem antrian digital efektif dalam meningkatkan efisiensi operasional dan kualitas layanan kesehatan. Program PkM ini diharapkan menjadi model transformasi digital layanan rumah sakit di daerah. Kata kunci: sistem antrian digital, teknologi informasi, efisiensi layanan, rumah sakit, pengabdian kepada masyarakat.
PENDAMPINGAN TEKNIK PEMANGKASAN SISTEM MERCY PADA BUDIDAYA KOPI ROBUSTA KEPADA KELOMPOK TANI MUTIARA JORONG TALAWEH, KENAGARIAN LABUAH GUNUANG, KECAMATAN LAREH SAGO HALABAN, KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Syafrison Syafrison; Mismawarni Srima Ningsih; Fardedi Fardedi; Giska Oktabriana S; Hary Yanto Jailani; Mela Rahmah; M. Kautsar
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v5i2.5523

Abstract

Abstract : This community service activity aims to improve the knowledge and skills of robusta coffee farmers in applying the mercy pruning technique. The activity was carried out on September 25, 2025, in Jorong Talaweh Kenagarian Labuah Gunuang, Lareh Sago Halaban District, Lima Puluh Kota Regency, involving 30 members of the Mutiara Farmers Group. The implementation method included socialization, field demonstrations, and direct practical assistance from farmers. The results of the activity showed an increase in farmers' understanding of pruning principles and skills in applying them to robusta coffee plants. It is hoped that this activity can support increased robusta coffee productivity and the sustainability of farming businesses in the region.Keywords: Robusta coffee, mercy pruning, farmer groups Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani kopi robusta dalam menerapkan teknik pemangkasan sistem mercy. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 25 September 2025 di Jorong Talaweh Kenagarian Labuah Gunuang, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Lima Puluh Kota, dengan melibatkan 30 orang anggota Kelompok Tani Mutiara. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, demonstrasi lapangan, serta pendampingan praktik langsung oleh petani. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman petani terhadap prinsip-prinsip pemangkasan serta keterampilan dalam mempraktikkannya pada tanaman kopi robusta. Diharapkan kegiatan ini dapat mendukung peningkatan produktivitas kopi robusta dan keberlanjutan usaha tani di wilayah tersebut. Kata kunci: Kopi robusta, pemangkasan mercy, kelompok tani