cover
Contact Name
Andy Sapta
Contact Email
saptaandy@gmail.com
Phone
+628126416133
Journal Mail Official
saptaandy@gmail.com
Editorial Address
Jl. Rimbang Lk. IX Perum Wahyu Asri V Blok A No 5 Siumbut Baru, Kec. Kisaran Timur
Location
,
INDONESIA
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat
Published by Smart Education
ISSN : -     EISSN : 27767647     DOI : https://doi.org/10.54314
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat adalah merupakan jurnal ilmiah dengan E-ISSN 2776-7647 yang memuat dan menyebarluaskan hasil-hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang terbit pada bulan April dan Desember setiap tahunnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 525 Documents
Kesadaran Siswa Menggunakan IPA (International Phonetic Alphabet) dalam Mengembangkan Kompetensi Berbicara Bahasa Inggris Melalui Podcast Kartini Br Bangun; Karisma Erikson Tarigan
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.645

Abstract

Abstract: This study was conducted to reveal the use of podcast to enhance students aw-areness in pronounciation by using IPA (International Phonetic Alphabet). The sample was students of SLB Pendidikan Markus, North Sumatra, Indonesia. This study revealed podcasting turned digital devices into instructional tools that could be used to promote content and to improve language skills and pronounciation areas. After teaching IPA and podcast, students had no problems with /b/,/d/,/g/,/v/,/z/,/m/,/n/,/l/,/r/,/j/,/w/ in voiced so-unds and had no problems with /t/,/f/,/s/,/tʃ/,/h/ in consonant voiceless sounds. As students could be used anytime/anywhere and students had control over what to listen to, podcasts could be valuable materials for extensive listening and useful tools for personal and professional development. Keywords: IPA (International Phonetic Alphabet); Podcast; Pronounciation Mastery;      English as Foreign Language  Abstrak: Penelitian ini ditujukan untuk mengungkapkan penggunaan podcast dalam me-ningkatkan kesadaran siswa dalam pengucapan dengan menggunakan IPA (International Phonetic Alphabet). Sampel penelitian ini adalah siswa SLB Pendidikan Markus, Sumatera Utara, Indonesia. Studi ini mengungkapkan podcasting mengubah perangkat digital menjadi alat instruksional yang dapat digunakan untuk mempromosikan konten dan untuk meningkatkan keterampilan bahasa dan area pengucapan. Setelah mengajar IPA dan podcast, siswa tidak memiliki masalah dengan /b/,/d/,/g/,/v/,/z/,/m/,/n/,/l/,/r/,/j/ ,/w/ dalam suara bersuara dan tidak memiliki masalah dengan /t/,/f/,/s/,/tʃ/,/h/ dalam suara tanpa suara konsonan. Karena siswa dapat digunakan kapan saja/di mana saja dan siswa memiliki kendali atas apa yang harus didengarkan, podcast dapat menjadi bahan yang berharga untuk mendengarkan secara ekstensif dan alat yang berguna untuk pengembangan pribadi dan profesional. Kata kunci: IPA (International Phonetic Alphabet); Podcast; Penguasaan Pengucapan;        Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing  
Workshop Pengembangan Kreatifitas Siswa Melalui Multimedia Sosial Youtube Muhammad Ardiansyah Sembiring; Mustika Fitri Larasati Sibuea; Raja Tama Andri Agus
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.648

Abstract

Tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi multimedia mampu memberi kesan yang besar dalam bidang komunikasi dan pendidikan karena bisa mengintegrasikan teks, grafik, animasi, audio dan video. Multimedia telah mengembangkan proses pengajaran dan pembelajaran ke arah yang lebih dinamik. Namun yang lebih penting ialah pemahaman tentang bagaimana menggunakan teknologi tersebut dengan lebih efektif dan dapat menghasilkan ide yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Para peserta/siswa juga diberikan pengetahuan tentang cara mengupload dan melakukan settingan youtube untuk publikasi karya video yang akan di hasilkan. Pembahasan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Hasil kegiatan PKM ini secara garis besar mencakup beberapa komponen  antara lain : tercapai tujuan pelatihan, tercapai target materi yang telah direncanakan, dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi.
Pengenalan Aplikasi Video Editing untuk Konten Kreator Febri Dristyan; Mardalius Mardalius; Suci Andriyani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.649

Abstract

Abstract: Community Service aims to transfer or share knowledge from a lecturer to the community. PKM conducted at MAS Qur'an Kisaran with the title introduction and training of video editing applications for content creators. The activity was carried out for 2 days with activities to present material and practice. It is hoped that with this activity, MAS students can have additional skills besides learning at school            Keywords: Community Service; video editing; filmora  Abstrak: Pengabdian Kepada Masyarakat bertujuan untuk mentransferkan atau berbagi ilmu dari seorang Dosen ke Masyarakat. PKM yang dilakukan bertempat di MAS Qur’an Kisaran dengan judul pengenalan dan pelatihan aplikasi video editing untuk konten creator. Kegiatan dilakukan selama 2 hari dengan kegiatan pemberian materi dan praktek. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini siswa-siswi MAS dapat memiliki keahlian tambahan disamping pembelajaran disekolah Kata kunci: Pengabdian Masyarakat; video editing; filmora 
Internet Sehat dan Aman di Era Pandemik Bagi Masyarakat Herman Saputra; Nofriadi Nofriadi; Adi Prijuna; Bachtiar Efendi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.652

Abstract

Abstract:The development of the internet that is getting faster makes it easier for humans to disseminate and receive/search for information without being bound by national borders in the international scope. Now humans have lived in practicality considering that increasingly modern means of communication to support all activities are available, even the presence of the internet is able to provide data on various kinds of information, ranging from political, economic, social, cultural and so on, simply through search engines. search engine) then the required information will be obtained. Even through the internet, information for personal life can be obtained such as health, recreation, hobbies, personal development, spiritual and others. But there is another part that needs to be understood that the presence of internet media with the offer or choice of various sites with the freedom of access is like a double-edged sword, on the one hand can have a positive impact and on the other hand a negative impact. One of them that is currently rife is hoaxes, cyberbullying and even cybercrime.            Keywords: Healthy Internet; cyberbullying; cybercrime  Abstrak:Perkembangan internet yang semakin cepat mempermudah manusia untuk menyeba-rluaskan dan menerima/mencari informasi tanpa terikat batas negara dalam lingkup internasional. Kini manusia sudah hidup dalam kepraktisan mengingat sarana komunikasi semakin modern sebagai penunjang segala kegiatan telah tersedia, bahka kehadiran internet mampu menyediakan data berbagai ragam informasi, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya dan sebagainya cukup melalui search engine (mesin pencari) maka informasi yang dibutuhkan akan didapatkan. Bahkan melalui internet, informasi untuk kehidupan pribadi bisa diperoleh seperti kesehatan, rekreasi, hobi, pengembangan pribadi, rohani dan lainnya. Tetapi ada bagian lain yang perlu dipahami bahwa kehadiran media internet dengan tawaran atau pilihan beragam situs dengan keleluasaan akses seperti pedang bermata dua, di satu sisi bisa membawa dampak positif dan di sisi lain berdampak negatif. Sala satunya yang marak saat ini adalah hoax, cyberbullying dan bahkan cybercrime. Kata kunci: Internet Sehat; cyberbullying; cybercrime 
Pemanfaatan Kunyit Putih (Curcuma Alba) Sebagai Tanaman Obat Keluarga Di Desa Kelambir V Kebun Zamriyetti Zamriyetti; Refnizuida Refnizuida; Maimunah Siregar; Akhamad Rifai Lubis
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2021): April 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i1.653

Abstract

Abstract: Plants are a storehouse that has a million benefits including medicine for various diseases. Communities must have an awareness that grows along with the development of knowledge about their natural environment. Family Medicinal Plants (TOGA) are basically plants planted in the yard, garden or plot of land that are used as a place for cultivating medicinal plants in order to meet the family's need for medicines. Knowledge about the use of home yards by cultivating various medicinal plants is expected to increase public knowledge about the usefulness and efficacy of several medicinal plants that can be developed in the residential environment and can also be used to increase family income, at least it can be used to maintain family health. To be able to realize these expectations, community service activities are carried out in the form of: 1. Lectures and discussions. 2. Demonstration of making a health drink made from white turmeric. With this activity, it is hoped that the goals to be achieved at the end of the program, namely: "the community can optimize the use of their yards by cultivating family medicinal plants and can process them into nutritious drinks / foods" can be realized. Keywords: Medicinal plants; Utilization of the yard; White turmeric.  Abstrak: Tumbuhan adalah gudang yang memiliki sejuta manfaat termasuk untuk obat berbagai penyakit. Masyarakat harus memiliki kesadaran yang tumbuh seiring dengan berkembangnya pengetahuan tentang lingkungan alam mereka. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) pada dasarnya adalah tanaman yang ditanam dihalaman rumah, kebun atau sebidang tanah yang dimanfaatkan sebagai tempat budidaya tanaman yang berkhasiat obat dalam rangka memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan. Pengetahuan tentang pemanfaatan pekarangan rumah dengan membudidayakan berbagai tanaman obat diharapkan dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang kegunaan dan khasiat beberapa tanaman berkhasiat obat yang dapat dikembangkan pada lingkungan tempat tinggal dan juga dapat digunakan untuk menambah penghasilan keluarga, sekurang-kurangnya dapat digunakan untuk menjaga kesehatan keluarga. Untuk dapat mewujudkan harapan tersebut maka dilaksanakan kegiatan pengabdian pada masyarakat dalam bentukCeramah dan diskusi, Demonstrasi pembuatan minuman kesehatan berbahan dasar kunyit putih.  Dengan adanya kegiatan ini diharapkan tujuan yang ingin dicapai pada akhir program yaitu: “masyarakat dapat mengoptimalkan penggunaan lahan pekarangan dengan budidaya tanaman obat dan dapat mengolahnya menjadi minuman/makanan berkhasiat” dapat terwujud. Kata kunci : Kunyit putih; Pemanfaatan pekarangan; Tanaman obat.      
Pendampingan Pengembangan Buku Suplemen Bermuatan Keunggulan Lokal NTT Bagi Guru Bahasa Indonesia Metropoly Merlin J. Liubana; Maria Rosalinda Talan; Rince Jalla Wabang
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.720

Abstract

Pendidikan berbasis keunggulan lokal sebenarnya telah lama direkomendasikan oleh pemerintah. Namun pada kenyataannya, peluang tersebut tidak serius dijalankan. Salah satu faktor penyebabnya, guru terpaku menggunakan buku Bahasa Indonesia yang bersifat global sehingga kurang mewakili konteks dinamika sosial, budaya, dan ekonomi peserta didik di daerahnya. Dengan demikian tim pengabdi bermaksud melakukan pendampingan pengembangan buku suplemen bermuatan keunggulan lokal NTT bagi guru-guru Bahasa Indonesia SMP se-Kecamatan Insana Tengah agar nantinya bisa diaplikasikan dalam proses belajar mengajar. Pengabdian ini bertujuan untuk membekali pengetahuan dan keterampilan  kepada guru-guru tentang pengembangan buku suplemen Bahasa Indonesia yang bermuatan keunggulan lokal NTT. Metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan pelatihan praktik. Hasil yang dicapai adalah guru-guru telah memperoleh pengetahuan tentang pengembangan buku suplemen. Hal ini didukung dengan unjuk keterampilan guru-guru dalam mengembangkan buku suplemen yang termasuk dalam kategori sangat layak untuk aspek isi, bahasa, dan penyajian, serta layak untuk aspek kegrafikaan. Dengan demikian secara umum dapat dikatakan bahwa buku suplemen yang dikembangkan oleh guru-guru sangat layak untuk digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dan memiliki nilai kebermanfaatan bagi guru dan peserta didik.
Otomatisasi Pengawasan Penggunaan Masker Pada Siswa Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) Reyhan Achmad Rizal; Marlince Novita Karoseri Nababan; Despaleri Perangin-Angin
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.721

Abstract

In preparing for face-to-face meetings, the Shafiyyatul Amaliyah Education Foundation (YPSA) requires supervision in applying the use of masks in the school envi-ronment. There are two main problems that exist at YPSA, namely supervising students at YPSA it is difficult for one supervisor to do and the size of the pages at YPSA is difficult to reach every student because students at YPSA vary from kindergarten, elementary, junior high and high school. The solution offered by the PKMS team at Universitas Prima Indonesia is to build an automation system with a door opening and closing model and a warning alarm at the entrance to the school environment. The initial implementation of this activity was carried out on August 16, 2021 to conduct interviews with YPSA part-ners in order to obtain a model of the automation tool for monitoring the use of masks in accordance with the YPSA environment. Every student is protected from the transmission of the Covid-19 virus.
Workshop Pembuatan Media Pembelajaran Berbasis Komputer Di SMK Tamansiswa Sukadamai Mustika Fitri Larasati Sibuea; Muhammad Ardiansyah Sembiring
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.732

Abstract

Perkembangan teknologi di dunia ini yang sangat pesat sangat berpengaruh dalam dunia pendidikan. Pembahasan Hasil Pelaksanaan Kegiatan Hasil kegiatan PKM ini secara garis besar mencakup beberapa komponen  antara lain : tercapai tujuan pelatihan, tercapai target materi yang telah direncanakan, dan kemampuan peserta dalam penguasaan materi. Perkembangan teknologi pembelajaran telah menjanjikan potensi besar dalam merubah cara seseorang untuk belajar, untuk memperoleh informasi, menyesuaikan informasi dan sebagainnya. Pembelajaran berbasisi ICT juga menyediakan peluang bagi pendidik untuk mengembangkan teknik  pembelajaran sehingga menghasilkan hasil yang maksimal. Tamansiswa Sukadamai merupakan salah satu sekolah yang sangat memperhatikan cara mengajar para gurunya. Dan sebagai salah satu cara mengajar yang efektif adalah menggunakan media pembelajaran berbasis komputer. Hasil kegiatan yang telah dilakukan kepada para guru SMK Taman Siswa Asahan tersebut dapat telah dirasakan sangat bermanfaat. Hal ini berdasarkan hasil pelatihan yang telah selesai dikerjakan oleh guru berdasarkan arahan dan bimbingan dari para pemateri.
Teknik Bilingual Berbantuan Media Augmented Reality untuk Pengajaran Tahapan Solat bagi Tutor An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten Sri Wahyuni; Fauzul Etfita; Estika Satriani; Asnawi Asnawi
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.733

Abstract

Abstract: An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten is an Islamic-based school and uses a bilingual instruction technique. One of the materials listed in the school curriculum is prayer. Prayer is carried out once a week in the mosque to learn the stages of prayer directly. However, during the COVID-19 pandemic, students could only study and pray at school. Responding to this, the community service team provided a solution by providing teaching materials for the stages of prayer through Bilingual Techniques assisted by Augmented Reality media for An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten Tutors. Activities are carried out directly through strict health protocols. Submission of material is done by direct practice method involving preschool and kindergarten students. According to the time specified, the activity ran smoothly and received good attention and a positive response from tutors and students. Students are directly directed by the tutor to follow the prayer stages by praying in the congregation at school.     Keywords: augmented reality; bilingual; media; technique; prayer stagesAbstrak: An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten adalah sekolah berbasis islam dan menggunakan bahasa pengantar yang menggunakan teknik bilingual.  Salah satu materi yang tercantum pada kurikulum di sekolah adalah pembelajaran solat. Pembelajaran solat dilakukan satu minggu sekali di masjid agar peserta didik dapat langsung mempelajari tahapan solat. Namun, selama pandemik COVID-19, Peserta didik hanya dapat mempelajari dan melaksanakan solat di sekolah saja.  Merespon hal tersebut, tim pengabdian masyarakat memberikan solusi dengan memberikan materi Pengajaran tahapan solat melalui Teknik Bilingual berbantuan media Augmented Reality bagi Tutor An-Nahl Islamic Preschool & Kindergarten.  Kegiatan dilaksakan secara langsung melalui protokol kesehatan yang ketat.  Penyampaian materi dilakukan dengan metode praktek langsung dengan melibatkan peserta didik yang terdiri dari peserta didik preschool dan kindergarten. Kegiatan berjalan dengan lancar, sesuai dengan waktu yang ditentukan serta mendapat perhatian yang baik serta respon yang positif dari tutor maupun peserta didik.  Peserta didik langsung diarahkan oleh tutor mengikuti tahapan solat dengan melakukan solat berjamaah di sekolah.   Kata kunci: augmented reality; bilingual; media; teknik; tahapan solat
Pelatihan Pembelajaran Berbasis Game Untuk Guru-Guru SD Islam Plus YLPI Pekanbaru arimuliani ahmad; fauzul etfita; Estika Satriani
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jpstm.v1i2.736

Abstract

Abstract: Online learning tendencies for elementary students are not effective as expected. A lot of students feel under pressure while learning online. Meanwhile, learning should be fun for their age. To overcome that condition, the teacher should use various interactive media to motivate them in the learning to achieve the learning objectives. In this case, PkM team offers a solution which designing teaching media-based gamification through Kahoot. This media can increase the learning dynamic which can be accessed autonomously or operated by the teacher through video conferences such as Zoom or Google Meet. The features are easy to be operated and innovative so the students can enjoy their learning process by achieving the lesson unrealized. The result of this workshop is effective to improve the teachers’ digital literacy by considering their capability in creating and using Kahoot for the teaching and learning process. It can be seen from their online quiz simulation by utilizing Kahoot.Keywords: gamification; kahoot; learning mediaAbstrak: Kecenderungan belajar secara daring untuk anak-anak sekolah dasar tidak berjalan efektif seperti yang diharapkan. Banyak anak-anak yang merasa terbebani dengan belajar online. Padahal seharusnya belajar haruslah menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka pada usianya. Untuk menyikapi hal ini, guru hendaknya menggunakan media ajar yang bervariasi dan tidak   monoton untuk meningkatkan motivasi belajar siswa lagi agar tujuan pembelajaran tercapai. Salah satu solusi yang ditawarkan tim PkM adalah media ajar berbasis game   yakni Kahoot. Media ajar ini dapat meningkatkan dinamika pembelajaran yang dapat diakses secara mandiri oleh siswanya maupun dipandu langsung oleh gurunya melalui platform video conference seperti Zoom atau Google Meet. Fitur-fitur yang ringan dan innovative membuat siswa secara tidak sadar mendapatkan ilmu melalui bermain Kahoot tersebut. Hasil kegiatan pelatihan ini dapat dirasakan sangat bermanfaat dilihat dari perubahan literasi guru yang menjadi lebih kreatif dan piawai dalam mendisain pembelajaran yang menyenangkan dengan menggunakan Kahoot. Hal ini dapat dilihat dari hasil quiz berbasis Kahoot yang telah dibuat dan disimulasikan selama pelatihan sebagai hasil pendampingan tim PkM.Kata kunci: gamifikasi; kahoot; learning media