cover
Contact Name
Husna Nashihin
Contact Email
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Phone
+6283817990006
Journal Mail Official
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Editorial Address
Siwil RT.05/RW.20, Siwil, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
ISSN : -     EISSN : 29629209     DOI : https://doi.org/10.59944/amorti
Islam and Philosophy, Islam and History, Islam and Religion, Islam and Political Science, Islam and International Relations, Islam and Psychology, Islam and Sociology, Islam and Anthropology, Islam and Economics, Islam and Law, Islam and Culture, Islam and Health, Islam and Technology, Islam and Education, dan Islam and Social Science.
Articles 264 Documents
Teacher Voice from Digital Screens: Perception Analysis and Readiness for Online Clinical Supervision Febi Febrianto; Muthi'ah Rahman; Rifka Jannatul Firdausiyah; Uryatul Hikmah; Robert Edy Sudarwan
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1249

Abstract

This study aims to analyze teacher perception, teacher readiness, as well as supporting and inhibiting factors in the implementation of online clinical supervision at MTs Hikmatul Hasanah. The research uses a qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation and semi-structured interviews involving madrasah heads, madrasah deputy heads for curriculum, academic supervisors, and teachers who had participated in online clinical supervision. Data analysis is carried out through the process of data condensation, data reduction, data presentation, and data verification by utilizing content analysis, discourse analysis, and interpretive analysis. The results of the study showed that teachers have a positive perception of online clinical supervision because it provides ease of communication, time flexibility, efficiency of implementation, and ease of documentation of supervision results. Teachers' readiness in facing digital-based supervision is in the category of being quite good, which is shown by the ability to use supervision support technology, openness to feedback, and willingness to adapt to change. Supporting factors for the implementation of online clinical supervision include madrasah policy support, technology training, mentoring, availability of digital facilities, and good communication between supervisors and teachers. The inhibiting factors include limited internet networks, differences in digital competencies, limitations in technological devices, and reduced intensity of face-to-face interactions. The findings of the study show that teachers' positive perceptions correlate with increased readiness to participate in digital-based clinical supervision. Therefore, the success of online clinical supervision requires adequate technological support, strengthening digital competencies, and communicative and reflective professional relationships.
Pengaruh Program Tahfidz Al-Qur'an dan Pembelajaran Tajwid Terhadap Kualitas Hafalan Santri Rahmah Alia Nadhifani; Umi Salamah; Siti Mutholingah
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1364

Abstract

Program tahfidz Al-Qur'an dirancang khusus berorientasi pada pembentukan generasi Qur'ani melalui kegiatan menghafal, menjaga, dan mengamalkan Al-Qur'an dengan metode Bin-nadzor, Wahdah, Talaqqi, dan Tasmi'. Pembelajaran tajwid bertujuan memahami dan menerapkan kaidah tajwid agar bacaan Al-Qur'an benar sesuai makhraj, sifat huruf, dan hukum bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh program tahfidz Al-Qur'an dan pembelajaran tajwid secara parsial maupun simultan terhadap kualitas hafalan santri di Pondok Pesantren Nurul Ulum Putri Kota Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Sampel penelitian terdiri dari 40 santri tahfidz yang diambil menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, tes tulis tajwid, dan tes lisan kualitas hafalan. Analisis data menggunakan uji regresi linier berganda, uji t, uji F, dan uji koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan program tahfidz Al-Qur'an dan pembelajaran tajwid berpengaruh signifikan terhadap kualitas hafalan santri (F_hitung = 8.384, p = 0.001 < 0.05). Secara parsial, program tahfidz Al-Qur'an tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas hafalan santri (t_hitung = 1.258, p = 0.216 > 0.05), sedangkan pembelajaran tajwid berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas hafalan santri (t_hitung = 2.684, p = 0.011 < 0.05). Nilai R Square sebesar 0.312 menunjukkan bahwa kedua variabel independen mampu menjelaskan 31.2% variasi kualitas hafalan santri, sementara 68.8% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. The Qur'an memorization program is specifically designed to foster a Qur'anic generation through activities focused on memorizing, preserving, and practicing the Qur'an using Bin-nadzor, Wahdah, Talaqqi, and Tasmi' methods. Tajwid instruction aims to ensure correct recitation according to points of articulation, letter characteristics, and recitation rules. This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of the Qur'an memorization program and Tajwid instruction on the quality of memorization among female students at Nurul Ulum Putri Islamic Boarding School in Malang. A quantitative approach with an associative design was employed. The sample consisted of 40 female memorization students selected via saturated sampling. Data were collected using questionnaires, written Tajwid tests, and oral memorization tests. Multiple linear regression, t-test, F-test, and coefficient of determination (R2) were used for data analysis. Results indicated that simultaneously, the Qur'an memorization program and Tajwid instruction significantly affected memorization quality (F = 8.384, p = 0.001 < 0.05). Partially, the memorization program had no significant effect (t = 1.258, p = 0.216 > 0.05) whereas Tajwid instruction had a positive and significant effect (t = 2.684, p = 0.011 < 0.05). The R-squared value of 0.312 indicates that both independent variables explain 31.2% of the variation in memorization quality, while 68.8% is influenced by other unexamined factors.
Strategi Guru Akidah Akhlak Dalam Mengembangkan Soft Skills Siswa Abdullah Mujib Amiruddin; Rosidin; Wahyudi Widodo
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1369

Abstract

ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan tantangan era Society 5.0 menuntut lembaga pendidikan Islam untuk mengintegrasikan penguatan karakter dan pengembangan soft skill peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Akidah Akhlak dalam mengukur perubahan soft skills yang diharapkan, mengimplementasikan pendekatan dan metode pembelajaran, serta menilai keberhasilan pengembangan soft skills siswa di MA Darussa'adah Poncokusumo Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi penetapan perubahan soft skill difokuskan pada penguatan aspek interpersonal (komunikasi, hubungan, kepemimpinan, dan negosiasi) dan intrapersonal (manajemen waktu, manajemen stres, transformasi karakter, berpikir kreatif, serta adaptasi perubahan); (2) Implementasi pembelajaran menggunakan kombinasi metode Inquiry Learning , Expository Learning , Group Learning , dan Individual Learning yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan karakter siswa; dan (3) Penilaian keberhasilan soft skills menerapkan pendekatan multidimensi yang mencakup sikap observasi, refleksi diri, penilaian berbasis proyek, serta integrasi empat pilar pendidikan UNESCO ( Learning to Know, Learning to Do, Learning to Be, Learning to Live Together ). ABSTRAK Perkembangan teknologi digital dan tantangan era Masyarakat 5.0 menuntut lembaga pendidikan Islam untuk mengintegrasikan pembentukan karakter dan pengembangan soft skill siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi guru Aqidah Akhlak dalam menetapkan perubahan soft skill yang diharapkan, menerapkan pendekatan dan metode pembelajaran, serta menilai keberhasilan pengembangan soft skill siswa di MA Darussa'adah Poncokusumo, Kabupaten Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menerapkan model Miles, Huberman, dan Saldana, yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi untuk menetapkan perubahan soft skill berfokus pada penguatan aspek interpersonal (komunikasi, hubungan, kepemimpinan, dan negosiasi) dan keterampilan intrapersonal (manajemen waktu, manajemen stres, transformasi karakter, berpikir kreatif, dan manajemen perubahan); (2) Implementasi pembelajaran menggunakan kombinasi Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Ekspositori, Pembelajaran Kelompok, dan Pembelajaran Individual yang disesuaikan dengan kebutuhan pengembangan karakter; dan (3) Penilaian soft skill menerapkan pendekatan multidimensi yang meliputi observasi perilaku, refleksi diri, penilaian berbasis proyek, dan integrasi empat pilar pendidikan UNESCO.
Merancang Model Dan Inovasi Kurikulum Adaptif Terhadap Tantangan Abad Ke-21 di Pondok Pesantren Wafiyyu Al-Qur’an Kudus Khafidoh; Anis Tanwir Hadi
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1393

Abstract

Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan tuntutan keterampilan abad ke-21 mendorong lembaga pendidikan Islam untuk mengembangkan kurikulum yang adaptif tanpa mengabaikan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini bertujuan menganalisis kebutuhan serta merancang model dan inovasi kurikulum adaptif berbasis pesantren modern di Pondok Pesantren Wafiyyu Al-Qur'an Kudus pada jenjang SMA/MA. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model kurikulum adaptif mengintegrasikan pendidikan tahfidz Al-Qur'an, kurikulum nasional, penguatan karakter Islami, keterampilan abad ke-21 (4C), literasi digital, serta pembelajaran berbasis proyek dan pemecahan masalah. Model ini mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan kesiapan santri menghadapi tantangan global tanpa mengurangi nilai-nilai Al-Qur'an. Namun, implementasinya masih menghadapi kendala berupa kompetensi digital pendidik, keterbatasan sarana teknologi, dan perlunya pengembangan profesional guru. Penelitian ini diharapkan menjadi referensi dalam pengembangan kurikulum adaptif bagi pesantren modern untuk menghasilkan generasi Qur'ani yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
Literature Review on Deep Learning in Madrasah Ibtidaiyah: Meaningful, Mindful, and Joyful Learning Perspectives Nopiyanti; Evi Maulidah
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 4 Oktober 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner (Articles in Press)
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i4.1172

Abstract

he lack of active participation and meaningful engagement in the learning process of Madrasah Ibtidaiyah students highlights the need for a transformation toward a deeper, more contextual, and student-centered learning approach. This study aims to examine the implementation of deep learning in the context of Madrasah Ibtidaiyah education through the integration of three core approaches: meaningful learning, mindful learning, and joyful learning. This research employs a literature review method, analyzing 20 relevant national and international scholarly articles. Data were collected from digital databases such as Google Scholar, ResearchGate, and Sinta, with publications ranging from 2020 to 2025. The selected literature includes national and international journals. Thematic content analysis was used to identify conceptual patterns related to deep learning. The findings reveal that the synergy of the three approaches significantly enhances student participation, deepens conceptual understanding through real-life relevance, and fosters reflective learning awareness in a joyful atmosphere. Therefore, deep learning is considered effective in strengthening active, authentic, and meaningful learning practices at the Madrasah Ibtidaiyah level. As a recommendation, future research should test the effectiveness of the deep learning approach in classroom settings through quantitative methods or classroom action research, as well as develop appropriate evaluation instruments to support its sustainable implementation in Madrasah Ibtidaiyah.
Hak Sesama Muslim Di Era Modern: Studi Komparatif Syarah Ibnu Hajar Al-Asqalani dan Imam An-Nawawi Firman Hidayat; Hidayati
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1382

Abstract

Islam is a perfect religion that governs and addresses every aspect of life. Among the matters given special attention are the rights of fellow Muslims. To foster a close and strong Islamic brotherhood, one way to achieve this is by upholding the rights of fellow Muslims. This study aims to analyze the concept of the rights of fellow Muslims in the hadith, compare the interpretations of Ibn Hajar Al-Asqalani and Imam An-Nawawi on the hadith, and examine its relevance in modern life. This study uses a library research method with a descriptive-analytical and comparative approach. The primary sources of this study are the book Fath al-Bari by Ibn Hajar Al-Asqalani and Syarh Sahih Muslim by Imam An-Nawawi. Secondary sources include books, scientific journals, articles, and other references related to the research theme. The results show that both scholars share a similar understanding of the importance of the rights of fellow Muslims as a means of strengthening Islamic brotherhood. However, Ibn Hajar emphasizes the fiqh and historical dimensions in his commentary on the hadith, while Imam An-Nawawi emphasizes the aspects of adab, spirituality, and moral development. In the modern era, the implementation of the hadith on the rights of fellow Muslims is very relevant in building social solidarity, strengthening brotherhood, and creating a harmonious community life amidst increasing individualism.
The Inheritance Rights Of Children From Sperm Donor In A Review Of Health Law N0.17 Of 2023 And Fiqh Of Imam Syafi'i Edwardsyah Bernardkent; Sunan Autad Sarjana; Fadhila Tianti Mudi Awalia,; Usamah Abdurrahman
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1403

Abstract

The development of assisted reproductive technology, particularly sperm donation, raises legal issues regarding the validity of lineage and inheritance rights of children. Under Indonesian law, Law No. 17 of 2023 concerning Health restricts assisted reproductive technology to legally married couples, based on medical indications, and not in conflict with religious norms.This study aims to analyze the compatibility of the provisions on third-party sperm donors in Law Number 17 of 2023 with the concept of lineage in the Shafi'i school of thought. This study also aims to examine the status and inheritance rights of children born from sperm donors according to the Shafi'i school of thought and Indonesian positive law.The method used is normative legal research with a normative-comparative approach through analysis of primary, secondary, and tertiary legal materials. The study was conducted on Law Number 17 of 2023, the Compilation of Islamic Law, the Civil Code, and customary law.The results of this study indicate that third-party sperm donation is not permitted under both Indonesian positive law and the Shafi'i school of thought because it contradicts the validity of marriage and the protection of lineage. Children born from sperm donation do not have a lineage relationship and inheritance rights to the donor. However, the legal relationship and inheritance rights to the mother are still recognized as long as they comply with applicable legal provisions. The gap in this research is the lack of studies that simultaneously link health regulations, Shafi'i fiqh, and inheritance law. The novelty of this research lies in the comparative formulation that emphasizes the consistency of lineage protection as the basis for determining a child's legal status and inheritance rights.
Efektivitas Pemenuhan Nafkah Anak Pasca perceraian Di Pengadilan Agama Palu Kelas Ia Fatimawali
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 4 Oktober 2025: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v4i4.1405

Abstract

Divorce terminates the marital relationship but does not end parental responsibility for children. This study examines the effectiveness of post divorce child maintenance at the Palu Religious Court Class IA, identifies the factors that obstruct its implementation, and formulates a strengthening model oriented toward children’s best interests. The study employed a descriptive qualitative design. Data were obtained through semi-structured interviews with six purposively selected informants one judge, one court registrar, two heads of Religious Affairs Offices, and two parents affected by divorce supported by document review and observation. Data were analysed through reduction, categorisation, interpretation, and source triangulation. The findings reveal three implementation patterns: regular payment, irregular payment, and complete non-payment. Court judgments have provided a formal legal basis, yet substantive effectiveness remains weak because payment still depends largely on fathers’ voluntary compliance. The principal barriers are weak parental responsibility, unstable income, post-divorce communication conflict, passive post-judgment supervision, and limited access to enforcement. The study also identifies a kinship-buffer paradox: extended families protect children when fathers fail to pay, but their assistance can unintentionally normalise paternal non-compliance and shift the economic burden to the maternal family. Strengthening implementation therefore requires operational court orders, child-focused co-parenting communication, extended-family mediation that does not replace paternal responsibility, and accessible enforcement procedures. These measures accord with maqāṣid al-syarī‘ah by protecting children’s life, intellect, lineage, property, and dignity This is an open-access article under the CC–BY-SA license.
Kompatibilitas BIT Indonesia-UEA Dengan Prinsip Syariah: Perspektif Hukum Perdata Internasional Atas Klausul Kompensasi Dan Arbitrase ARUM WIDIASTUTI; BAHRUL FAWAID
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1406

Abstract

Perjanjian Investasi Bilateral (Bilateral Investment Treaty/BIT) merupakan instrumen hukum internasional yang mengatur perlindungan investasi asing, namun keberadaannya berpotensi bersinggungan dengan sistem hukum ekonomi syariah di negara-negara mayoritas Muslim, baik pada level hukum internasional publik maupun pada level hukum perdata internasional dalam pelaksanaan putusan arbitrase. Indonesia dan Uni Emirat Arab (UEA), sebagai dua negara dengan sistem ekonomi syariah yang mapan, menandatangani BIT pada 24 Juli 2019 dan memperluas hubungan investasinya melalui Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) pada tahun 2022. Penelitian ini menganalisis kompatibilitas klausul kompensasi ekspropriasi (Pasal 9-10), mekanisme penyelesaian sengketa (Pasal 17), serta aspek hukum perdata internasional atas pengakuan dan pelaksanaan putusan arbitrase investasi di Indonesia dengan prinsip syariah, khususnya larangan riba dan gharar serta kerangka maqāṣid al-syarī‘ah, menggunakan metode yuridis-normatif dengan desain studi kasus tunggal dan analisis isi kualitatif atas teks resmi perjanjian serta peraturan perundang-undangan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa klausul kompensasi BIT Indonesia-UEA tidak memuat ketentuan bunga sama sekali, sehingga terhindar dari potensi riba nasi'ah, namun frasa "tanpa penundaan yang tidak wajar" tanpa parameter waktu yang jelas berpotensi menimbulkan gharar. Mekanisme penyelesaian sengketa berjenjang melalui Joint Committee menunjukkan kemiripan struktural dengan sulh dan tahkim, sementara pengakuan putusan arbitrase di Indonesia tetap tunduk pada syarat ketertiban umum dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase, yang dalam praktiknya ditafsirkan secara sempit sehingga sulit dijadikan dasar penolakan eksekusi atas dasar riba semata. Penelitian ini merekomendasikan perumusan klausul kompensasi berbasis ta‘wīḍ, pemanfaatan eksplisit klausul prudential measures untuk keuangan syariah, penguatan peran Joint Committee, dan pembaruan konsep ketertiban umum dalam hukum arbitrase nasional.
Integrasi Ilmu, Seni, dan Agama dalam Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika: Perspektif Filsafat Ilmu dan Hukum Pidana Islam Mayrani Tri Dora; Zarfina Yenti; Bahrul Ulum; Pauzi Muhammad
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1409

Abstract

Penyalahgunaan narkotika merupakan permasalahan multidimensional yang tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga mengancam kehidupan sosial, moral, dan keberlangsungan peradaban. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi ilmu, seni, dan agama dalam pencegahan penyalahgunaan narkotika melalui perspektif filsafat ilmu dan hukum pidana Islam. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan filosofis, konseptual, dan perundang-undangan. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap Al-Qur'an, hadis, peraturan perundang-undangan, serta berbagai literatur ilmiah yang relevan, kemudian dianalisis secara kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif ontologi menempatkan penyalahgunaan narkotika sebagai persoalan multidimensional yang memerlukan pendekatan lintas disiplin. Perspektif epistemologi menegaskan bahwa ilmu pengetahuan, seni, dan agama merupakan sumber pengetahuan yang saling melengkapi dalam memahami penyebab, dampak, dan strategi pencegahan penyalahgunaan narkotika. Perspektif aksiologi menunjukkan bahwa ketiga unsur tersebut memiliki nilai strategis dalam membangun kesadaran, karakter, dan ketahanan sosial masyarakat. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengembangan paradigma integratif yang menghubungkan ontologi, epistemologi, dan aksiologi filsafat ilmu dengan prinsip maqāṣid al-syarī'ah, khususnya hifẓ al-'aql, sebagai dasar konseptual pencegahan penyalahgunaan narkotika. Paradigma tersebut memberikan kontribusi terhadap pengembangan hukum pidana Islam yang tidak hanya berorientasi pada pemidanaan, tetapi juga pada fungsi preventif, edukatif, dan rehabilitatif dalam mewujudkan kemaslahatan masyarakat.