cover
Contact Name
Husna Nashihin
Contact Email
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Phone
+6283817990006
Journal Mail Official
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Editorial Address
Siwil RT.05/RW.20, Siwil, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
ISSN : -     EISSN : 29629209     DOI : https://doi.org/10.59944/amorti
Islam and Philosophy, Islam and History, Islam and Religion, Islam and Political Science, Islam and International Relations, Islam and Psychology, Islam and Sociology, Islam and Anthropology, Islam and Economics, Islam and Law, Islam and Culture, Islam and Health, Islam and Technology, Islam and Education, dan Islam and Social Science.
Articles 264 Documents
Optimalisasi Digitalisasi Pengelolaan Zakat dalam Meningkatkan Kesejahteraan Mustahik: Perspektif Ekonomi Syariah Nurhayanti; Herlin Andini; Akfah Zakiah Jamilah; Ajeung Syilva Noor Silmi Sudrajat
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1313

Abstract

Digitalisasi pengelolaan zakat menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan efektivitas tata kelola zakat di tengah perkembangan teknologi informasi dan transformasi ekonomi digital. Meskipun demikian, optimalisasi digitalisasi tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan penghimpunan dana zakat, tetapi juga harus mampu mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan mustahik sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi syariah. Penelitian ini bertujuan menganalisis optimalisasi digitalisasi pengelolaan zakat dalam meningkatkan kesejahteraan mustahik ditinjau dari perspektif ekonomi syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, peraturan perundang-undangan, dokumen resmi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta artikel ilmiah dan buku yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui proses reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pengelolaan zakat mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas dalam penghimpunan serta pendistribusian dana zakat. Selain itu, pemanfaatan teknologi digital mendukung pengelolaan data mustahik yang lebih akurat, memperkuat implementasi zakat produktif, serta meningkatkan efektivitas program pemberdayaan ekonomi sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan mustahik. Dalam perspektif ekonomi syariah, digitalisasi pengelolaan zakat sejalan dengan prinsip amanah, keadilan, transparansi, akuntabilitas, dan kemaslahatan serta mendukung pencapaian maqāṣid al-syarī‘ah. Oleh karena itu, penguatan infrastruktur digital, peningkatan literasi digital, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi faktor strategis dalam mengoptimalkan peran zakat sebagai instrumen pembangunan ekonomi umat yang inklusif dan berkelanjutan.
Determinan Pendapatan Petani Tambak Bandeng: Peran Biaya Produksi, Etos Kerja Islami, dan Harga Jual Ziada Amaliatul Ula; Kurnia Cahya Lestari; Niswatun Hasanah
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1318

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biaya produksi, etos kerja Islami, dan harga jual terhadap pendapatan petani tambak bandeng di Desa Pangkah Wetan Kecamatan Ujungpangkah, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner yang diberikan kepada 50 petani tambak bandeng sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial biaya produksi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani tambak bandeng dengan nilai signifikansi 0,010 < 0,05 dan nilai thitung 2,697 > ttabel 2,01290. Harga jual juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan petani tambak bandeng dengan nilai signifikansi 0,005 < 0,05 dan nilai thitung 2,975 > ttabel 2,01290. Sementara itu, etos kerja Islami tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani tambak bandeng dengan nilai signifikansi 0,356 > 0,05 dan nilai thitung 0,932 < ttabel 2,01290. Secara simultan, biaya produksi, etos kerja Islami, dan harga jual berpengaruh signifikan terhadap pendapatan petani tambak bandeng, yang dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 56,647 lebih besar dari Ftabel sebesar 2,81 dan nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05.
Strengthening Academic Integrity among Generation Z in the Age of Artificial Intelligence: An Islamic Academic Ethics Perspective Elliyatul Munawwarah; Syarifuddin
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1322

Abstract

The rapid advancement of Artificial Intelligence (AI) has significantly transformed higher education by providing Generation Z students with greater access to information, personalized learning, and enhanced academic productivity. However, the widespread adoption of generative AI has also introduced new ethical challenges, including plagiarism, excessive dependence on AI-generated content, diminished critical thinking, and declining academic responsibility. This study aims to examine the role of Islamic academic ethics in strengthening academic integrity among Generation Z in the era of Artificial Intelligence. Employing a qualitative approach through a narrative literature review, the study synthesizes contemporary literature on AI, academic integrity, and Islamic ethics published between 2023 and 2025. The findings indicate that existing approaches to AI governance primarily emphasize technical and regulatory principles, such as transparency, accountability, and fairness, while paying limited attention to the moral and spiritual dimensions of technology use. From an Islamic perspective, academic integrity extends beyond compliance with institutional regulations and is grounded in ethical values such as ṣidq (honesty), amānah (trustworthiness), 'adl (justice), mas'ūliyyah (responsibility), and maṣlaḥah (public welfare). These values provide a normative framework that guides the responsible use of AI without undermining intellectual originality or scholarly accountability. This study proposes a conceptual framework that integrates AI literacy, institutional governance, and Islamic academic ethics to promote responsible AI use in higher education. The study concludes that AI should function as a learning partner rather than a substitute for human reasoning, and that integrating Islamic academic ethics into higher education policies and practices can strengthen academic integrity while supporting ethical and sustainable digital transformation.
Sintesis Model Pendidikan Agama Islam Nusantara: Integrasi Tradisi Pesantren, Madrasah, Dan Ma'had Aly Dalam Membangun Pendidikan Islam Holistik Muhammad Safi'i; Ifada Retno Ekaningrum
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1324

Abstract

Pendidikan Islam di Indonesia berkembang melalui proses dialektika yang panjang antara ajaran Islam dan kebudayaan lokal sehingga melahirkan karakter pendidikan yang moderat, adaptif, dan berakar pada nilai-nilai Islam Nusantara. Namun, implementasi pendidikan Islam hingga saat ini masih menghadapi berbagai persoalan, seperti dikotomi antara ilmu agama dan ilmu umum, fragmentasi penyelenggaraan pendidikan pada berbagai lembaga Islam, serta belum optimalnya integrasi nilai-nilai kearifan lokal dalam sistem pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan sintesis model Pendidikan Agama Islam Nusantara yang mengintegrasikan karakteristik pendidikan pesantren, madrasah, madrasah diniyah, dan Ma'had Aly sebagai paradigma pendidikan Islam yang holistik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, hasil penelitian, dan dokumen akademik mengenai Pendidikan Agama Islam Nusantara. Analisis data dilakukan melalui teknik content analysis yang dipadukan dengan conceptual synthesis untuk mengidentifikasi, membandingkan, dan mengintegrasikan berbagai model pendidikan Islam yang berkembang di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis model Pendidikan Agama Islam Nusantara dibangun atas lima komponen utama, yaitu integrasi keilmuan, penguatan nilai moderasi beragama, pelestarian tradisi pesantren, pengembangan kurikulum berbasis kearifan lokal, serta pembentukan karakter yang holistik. Model ini menghasilkan paradigma pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan spiritualitas, moralitas, kecakapan sosial, serta kemampuan menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keislaman dan keindonesiaan. Dengan demikian, sintesis model Pendidikan Agama Islam Nusantara memiliki relevansi sebagai paradigma pengembangan pendidikan Islam Indonesia yang kontekstual, integratif, dan berkelanjutan.
Efektivitas Implementasi Metode Rubu'iyah Dalam Pembelajaran Tahfidz Al-Qur'an Di Pondok Pesantren Wafiyyul Qur'an Kudus Khafidoh; Joko Subando
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1327

Abstract

Meskipun berbagai penelitian telah membahas metode pembelajaran tahfidz Al-Qur'an, kajian yang secara khusus mengkaji implementasi Metode Rubu'iyah beserta problematika dan upaya penyelesaiannya di lingkungan pondok pesantren masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Metode Rubu'iyah dalam pembelajaran tahfidz Al-Qur'an, mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran, serta mendeskripsikan strategi penyelesaian yang diterapkan di Pondok Pesantren Tahfidz Wafiyyul Qur'an Kudus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri atas pengasuh pondok, ustaz/ustazah tahfidz, dan santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan keterlibatan mereka dalam pelaksanaan Metode Rubu'iyah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Metode Rubu'iyah mampu memberikan struktur pembelajaran hafalan yang sistematis melalui pembagian target hafalan, penguatan murojaah, serta evaluasi berkala sehingga membantu meningkatkan kedisiplinan dan kualitas hafalan santri. Namun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti perbedaan kemampuan menghafal santri, keterbatasan waktu, rendahnya motivasi pada sebagian santri, serta faktor kelelahan akibat aktivitas pesantren. Upaya yang dilakukan meliputi pendampingan intensif, penyesuaian target hafalan sesuai kemampuan individu, penguatan motivasi, serta optimalisasi kegiatan murojaah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian pembelajaran tahfidz Al-Qur'an, khususnya mengenai penerapan Metode Rubu'iyah, serta menjadi referensi praktis bagi lembaga pendidikan Islam dalam meningkatkan efektivitas program tahfidz. Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji efektivitas Metode Rubu'iyah dengan pendekatan kuantitatif atau metode campuran pada berbagai konteks lembaga pendidikan.
Integrasi Ruh, Nafs, Akal, Ghaib, dan Fitrah dalam Pengembangan Potensi Manusia sebagai ‘Abdullah: Kajian Psikologi Pendidikan Islam Khafidoh; Siti Rohimah
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1337

Abstract

Kajian mengenai hakikat dan potensi manusia dalam perspektif Islam telah berkembang dalam diskursus pendidikan dan psikologi Islam. Namun, sebagian kajian cenderung membahas ruh, nafs, akal, ghaib, dan fitrah secara parsial, sehingga keterkaitan kelima dimensi tersebut sebagai konstruksi integratif dalam membentuk manusia sebagai ‘Abdullah belum memperoleh perhatian yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi ruh, nafs, akal, ghaib, dan fitrah sebagai potensi multidimensional manusia serta relevansinya terhadap pengembangan manusia sebagai ‘Abdullah dalam perspektif psikologi pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Sumber data meliputi Al-Qur’an, hadis, buku-buku pemikiran Islam, literatur psikologi pendidikan Islam, dan artikel ilmiah yang relevan. Data dianalisis melalui analisis isi dengan tahapan identifikasi, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelima dimensi tersebut memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam membentuk struktur kepribadian manusia. Ruh menjadi basis orientasi transendental, nafs merepresentasikan dinamika dorongan dan pengendalian diri, akal berfungsi sebagai instrumen berpikir dan pertimbangan moral, ghaib membangun kesadaran terhadap realitas transendental, sedangkan fitrah menjadi disposisi dasar yang mengarahkan manusia kepada pengenalan dan penghambaan kepada Allah Swt. Integrasi kelima dimensi tersebut menghasilkan kerangka psikologi pendidikan Islam yang memandang manusia secara holistik, tidak terbatas pada aspek kognitif, tetapi mencakup spiritual, moral, emosional, dan transendental. Penelitian ini berkontribusi pada penguatan konseptual psikologi pendidikan Islam dengan menempatkan orientasi ‘Abdullah sebagai tujuan fundamental pengembangan potensi manusia.
Politik Pendidikan Islam Di Indonesia Dalam Lintasan Sejarah: Analisis Kebijakan Dari Masa Kolonial Hingga Pascareformasi A Haryadi; Nurul Hidayah; Mudzakir Ali; Sari Hernawati
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1342

Abstract

Politik pendidikan merupakan salah satu faktor yang menentukan arah perkembangan pendidikan Islam di Indonesia. Perubahan rezim politik sejak masa kolonial hingga pascareformasi telah menghasilkan kebijakan yang beragam terhadap penyelenggaraan pendidikan Islam, mulai dari kebijakan pembatasan, pengakuan, integrasi, hingga penguatan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika politik pendidikan Islam di Indonesia melalui perspektif historis dengan menelaah perubahan kebijakan pada masa kolonial, Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, dan pascareformasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian sejarah dan studi kepustakaan. Data diperoleh dari peraturan perundang-undangan, arsip kebijakan, buku ilmiah, serta artikel jurnal yang relevan, kemudian dianalisis melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan negara dengan pendidikan Islam mengalami transformasi yang signifikan pada setiap periode pemerintahan. Penelitian ini menunjukkan bahwa politik pendidikan Islam di Indonesia memperlihatkan pola kesinambungan dan perubahan yang dipengaruhi oleh konfigurasi politik nasional, sementara lembaga pendidikan Islam secara konsisten mampu beradaptasi terhadap perubahan kebijakan tanpa kehilangan identitas dan fungsi sosial-keagamaannya.
Populisme Kultural dan Demokrasi Lokal: Menimbang Ulang Demokrasi Melalui Pengalaman Politik Dedi Mulyadi Di Jawa Barat Neneng Rohmah; Muhammad Riyan Ramdlani
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1345

Abstract

Fenomena populisme dalam demokrasi kontemporer tidak hanya hadir di tingkat nasional, tetapi juga bertransformasi di arena politik lokal. Artikel ini mengkaji ulang relasi antara populisme dan demokrasi dengan menelaah Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Dedi Mulyadi, memperlihatkan praktik populisme kultural melalui pendekatan budaya lokal dan kedekatan simbolik dengan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif-interpretatif untuk memahami dinamika populisme dalam konteks politik lokal dan kaitannya dengan demokrasi. Landasan teoritis yang digunakan mengacu pada Cas Mudde (2004) yang mendefinisikan populisme sebagai gerakan yang memanfaatkan sentimen kerakyatan untuk melawan status quo elite. Pun Dedi Mulyadi, melalui narasi visual, ia berhasil mentransformasikan media sosial menjadi ruang performatif dan memperkuat citra dirinya sebagai pemimpin yang merakyat, bukan hanya dengan aksi dan tindakan, tapi juga kedermawanan. Dalam kaitannya dengan demokrasi, populisme merupakan kritik tajam atas kegagalan representative democracy. Penelitian ini menguraikan paradoks populisme dengan menyoroti kepemimpinan populis yang memiliki kecenderungan melemahkan demokrasi karena kerap mengabaikan aturan, prosedur perundang-undangan serta aspirasi masyarakat. Selain itu, fenomena fanatisme dukungan terhadap tokoh populis sering kali berimbas pada timbulnya polarisasi di masyarakat. Dampak dari fanatisme politik yang berlebihan terhadap tokoh populis bisa sangat signifikan terhadap iklim demokrasi dan kebebasan berpendapat. Dalam teori demokrasi deliberatif yang dikemukakan oleh Jurgen Habermas, demokrasi seharusnya mengutamakan adanya ruang untuk diskusi yang terbuka, rasional, dan konstruktif. Temuan ini memperlihatkan bahwa pengalaman politik Dedi Mulyadi dengan pendekatan populis dapat efektif secara politik, tapi harus diimbangi dengan komitmen memperkuat institusi dan keterlibatan masyarakat secara lebih substantif.
Green Waqf Berbasis Smart Agriculture: Rekonstruksi Instrumen Wakaf Produktif untuk Mendukung Modernisasi Pertanian Berkelanjutan Andini Asmarini
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 4 No. 4 Oktober 2025: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v4i4.1366

Abstract

Waqf, as one of the instruments of Islamic social finance, has significant potential to support sustainable economic development through the productive management of endowed assets. However, the utilization of productive waqf across various development sectors remains suboptimal, particularly in promoting innovation and technology-driven transformation. Meanwhile, the implementation of smart agriculture offers promising solutions to enhance agricultural productivity and efficiency but continues to face financing constraints, especially among smallholder farmers. This study aims to analyze the reconstruction of Green Waqf based on Smart Agriculture from the perspective of Sharia Economic Law using the maqasid al-shariah approach. The study employs a library research method by reviewing books, scholarly articles, regulations, and relevant policy documents. The data were analyzed descriptively and analytically using both conceptual and statutory approaches. The findings indicate that Green Waqf integrated with Smart Agriculture can serve as an innovative model for developing productive waqf through the utilization of technological assets, including agricultural drones, the Internet of Things (IoT), and digital agricultural platforms. This model is consistent with the objectives of maqasid al-shariah, particularly hifz al-mal (protection of wealth), hifz al-nafs(protection of life), hifz al-'aql (protection of intellect), and hifz al-bi'ah (protection of the environment). Accordingly, it provides a sustainable, inclusive, and technology-oriented framework for advancing agricultural modernization while promoting social welfare and environmental sustainability.
Organizational Leadership sebagai Paradigma Baru Tata Kelola Pondok Pesantren Febi Febrianto; Mohammad Abdul Aziz Al-Wahedi
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1245

Abstract

The increasing complexity of Islamic boarding school (pesantren) organizations requires a leadership paradigm that is not solely dependent on the personal authority of the kyai, but is also capable of strengthening institutional governance through a sustainable organizational system. This study aims to analyze how Organizational Leadership is developed through the institutionalization of cultural leadership values to reinforce governance at Pondok Pesantren Nurul Jinan. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observations, and document analysis involving the pesantren caregiver, foundation leaders, institutional heads, core administrators, field coordinators, and organizational managers selected through purposive sampling. Data were analyzed using the interactive model of Miles, Huberman, and Saldaña, while data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings reveal that organizational leadership is established through four interconnected processes: (1) strengthening cultural leadership values as the organizational foundation, (2) institutionalizing leadership values into organizational structures, work mechanisms, and governance systems, (3) distributing leadership across organizational levels according to functions and responsibilities, and (4) integrating cultural values with modern management practices to improve organizational effectiveness. These processes have enhanced coordination, accountability, collaboration, leadership regeneration, and institutional sustainability without diminishing the moral authority of the kyai. This study introduces Organizational Leadership as a new governance paradigm for Islamic boarding schools, emphasizing that leadership should be understood as an organizational capability embedded in institutional culture, structure, and governance systems rather than merely as an individual leader's attribute. The proposed model contributes to the development of governance theories for Islamic educational institutions by demonstrating that the institutionalization of cultural leadership values serves as a strategic mechanism for building professional, adaptive, and sustainable pesantren governance. Keywords: Organizational Leadership; Islamic Boarding School; Cultural Leadership; Institutionalization; Governance.