cover
Contact Name
Husna Nashihin
Contact Email
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Phone
+6283817990006
Journal Mail Official
aufahusna.lecture2017@gmail.com
Editorial Address
Siwil RT.05/RW.20, Siwil, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman, Yogyakarta 55581
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
ISSN : -     EISSN : 29629209     DOI : https://doi.org/10.59944/amorti
Islam and Philosophy, Islam and History, Islam and Religion, Islam and Political Science, Islam and International Relations, Islam and Psychology, Islam and Sociology, Islam and Anthropology, Islam and Economics, Islam and Law, Islam and Culture, Islam and Health, Islam and Technology, Islam and Education, dan Islam and Social Science.
Articles 264 Documents
Legal Analysis of the Settlement of Credit Agreement Defaults Through the Small Claims Court Mechanism: A Study of Boyolali District Court Decision Number 1/Pdt.G.S/2026/PN BYL Olivia Tiara Sejati; Burham Pranawa; Dwi Imroatus Sholikah
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1257

Abstract

This study aims to analyze the resolution of credit agreement breaches through the Small Claims Court mechanism and to examine the judge's legal reasoning in Decision of the Boyolali District Court Number 1/Pdt.G.S/2026/PN BYL. The research employed a normative juridical method using statutory and case approaches. Data were collected through library research on legislation, legal doctrines, and court decisions and were analyzed qualitatively. The findings indicate that the Small Claims Court mechanism fulfills the principles of simple, speedy, and low-cost justice for resolving credit agreement disputes that satisfy the requirements of Supreme Court Regulation Number 4 of 2019. The judge's considerations were based on the existence of a legal relationship, the debtor's failure to perform contractual obligations, and the fulfillment of the elements of breach of contract under Article 1243 of the Indonesian Civil Code. The study concludes that the effectiveness of the Small Claims Court depends on the proper application of legal norms and careful judicial assessment of evidence to ensure legal certainty, justice, and legal benefit in civil dispute resolution).
Penyelesaian Sengketa Asuransi oleh Otoritas Jasa Keuangan dalam Perspektif Hukum Ekonomi Islam Dewangga Yudisthira; Andika Wisudiawan; Meifianto Agus Kusuma; Mokhamad Khoirul Huda
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1259

Abstract

Sengketa asuransi sering kali bersumber pada asimetri informasi dan ketidaksetaraan posisi antara perusahaan asuransi dan pemegang polis. Dalam industri asuransi syariah maupun konvensional, penyelesaian sengketa harus menjamin tegaknya keadilan dan terhindar dari praktik kezaliman. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki mandat untuk menyeimbangkan kepentingan ini melalui Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK). Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kewenangan OJK dalam penyelesaian sengketa asuransi berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014 melalui tinjauan Hukum Ekonomi Islam. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif yang menganalisis norma hukum positif secara komparatif dengan prinsip Fikih Muamalah, khususnya konsep Sulh (perdamaian/mediasi) dan Tahkim (arbitrase). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan fasilitasi OJK melalui LAPS SJK secara filosofis sejalan dengan prinsip Hukum Ekonomi Islam yang mengutamakan musyawarah, mufakat, dan keadilan korektif demi menghindari sengketa yang mengandung unsur gharar (ketidakpastian) dan maysir (spekulasi). Namun, pada implementasinya, efektivitas pengawasan dan penyelesaian sengketa masih menghadapi kendala, antara lain perlunya peningkatan kapasitas literasi syariah bagi para mediator dan arbiter, serta belum optimalnya sinkronisasi antara regulasi OJK dengan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN-MUI) dalam teknis eksekusi putusan sengketa.
Resiliensi Masyarakat Sipil Dalam Fragmentasi Lokal: Kasus Gerakan Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Muhammad Riyan Ramdlani; M. Musa Al Hasyim
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1260

Abstract

Krisis politik-ekonomi di tingkat lokal sering kali melahirkan dinamika baru dalam relasi antara masyarakat sipil dan negara. Artikel ini menelaah resiliensi masyarakat sipil melalui studi kasus Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jawa Tengah yang muncul sebagai respons terhadap kebijakan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) hingga 250% dan polemik tambang ilegal di wilayah Sukolilo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis data sekunder dari media, dokumen kebijakan, serta laporan advokasi. Penelitian ini memetakan strategi adaptif masyarakat sipil dalam menghadapi fragmentasi politik dan ekonomi lokal. Hasil riset menunjukkan bahwa masyarakat Pati mengembangkan beragam strategi adaptif seperti mobilisasi massa melalui demonstrasi publik, penggalangan donasi, audiensi dengan DPRD, pembentukan tim hukum, serta pemanfaatan momentum simbolik Hari Tani dengan memperluas legitimasi gerakan. Fragmentasi politik terlihat dari ketegangan antara bupati, DPRD, dan warga, sementara fragmentasi ekonomi tercermin dalam ketidakadilan distribusi beban pajak dan konflik kepentingan sumber daya alam. Meski pemerintah akhirnya berhasil mendorong pembatalan kenaikan pajak dan memunculkan Panitia Khusus Hak Angket DPRD namun tuntutan struktural masyarakat terhadap akuntabilitas dan tata kelola lingkungan masih berlanjut. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan kapasitas advokasi dan jejaring masyarakat sipil lokal serta studi komparatif dan longitudinal untuk memahami keberlanjutan resiliensi pasca-krisis di berbagai daerah.
Scientia Sacra Seyyed Hossein Nasr Sebagai Landasan Filosofis Pengembangan Ekowisata Teosentris Moh. Anang Khumaidi; Cahaya Zakia A’yunin Juwita Hanum; Achmad Khudori Soleh
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1266

Abstract

The contemporary ecotourism industry faces a moral crisis characterized by widespread greenwashing practices and the commodification of cultural spaces. This problem stems from an epistemological crisis driven by the dominance of modern, Cartesian-mechanistic, and anthropocentric science. This study aims to: (1) deconstruct the epistemological crisis underlying contemporary ecotourism through Seyyed Hossein Nasr’s Scientia Sacra perspective; (2) conceptualize the philosophical foundations of teocentric ecotourism rooted in the reorientation of the Pontifical Man; and (3) formulate the operational pillars of the Theocentric Ecotourism model as an alternative paradigm. Using a library research method with philosophical and historical-intellectual approaches, data were analyzed through hermeneutics, comparative-contrastive analysis, and conceptual synthesis. The findings reveal that the failure of ecotourism originates from Promethean Man reducing nature to a passive material object for commercial profit. In response, Scientia Sacra restores human position as Pontifical Man (bridge/steward) who views nature as a theophany (tajallī) or ayat kawniyyah. This study proposes three operational pillars for Theocentric Ecotourism: (1) Spiritual-Educational (Sacred Interpretation); (2) Ecological-Cosmic (Cosmic Stewardship); and (3) Socio-Cultural (Community Resacralization). By integrating transcendental dimensions and adopting a niche market strategy based on premium spiritual value, this model moves beyond conventional sustainable tourism and Halal Tourism to achieve holistic cosmic conservation and economic justice
The Effect of E-Commerce, Digital Marketing, and Sharia-Based Business Management on Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) Revenue in Wonogiri Regency Annisa Nur Rohmah; Devina Melinawati; Indra Setiawan
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1268

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) face challenges in increasing revenue and adhering to Islamic business ethics in the digital era. This study aims to analyze the effect of Sharia-based E-Commerce, Digital Marketing, and Business Management on MSMEs revenue in Wonogiri Regency. This quantitative associative research involved MSME actors in Selogiri and Wonogiri sub-districts selected through non-probability sampling. Data were collected via questionnaires and analyzed using multiple linear regression analysis. The results show that simultaneously, E-Commerce, Digital Marketing, and Business Management significantly affect MSME revenue. Partially, Sharia-based Business Management has the most dominant positive effect, followed by Digital Marketing. Interestingly, E-Commerce does not have a significant partial effect on revenue. This finding indicates that e-commerce platforms act merely as supporting facilities (enablers), while effective business management—rooted in Islamic principles such as honesty and trust—and active digital marketing strategies serve as the primary drivers for increasing revenue. Therefore, MSMEs should prioritize improving managerial capacities and marketing strategies rather than merely relying on digital platform existence to enhance their financial performance.
Model Pendidikan Moral Berbasis Kearifan Lokal dalam Perspektif Pendidikan Islam Kontemporer Salman Hasani; Anatun Nisa Mun’amah; Devi Fatwanti; Surya Habibi; Aidil Fitri; Ardian Al Hidaya
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1269

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dan mengonstruksi model pendidikan moral berbasis kearifan lokal dalam perspektif pendidikan Islam kontemporer sebagai upaya memperkuat pembentukan karakter peserta didik di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui studi dokumentasi terhadap buku ilmiah, artikel jurnal, hasil penelitian, dan berbagai literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, dan sintesis untuk menghasilkan model konseptual yang komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan moral berbasis kearifan lokal dibangun atas tiga landasan utama, yaitu nilai-nilai Islam sebagai dasar normatif, kearifan lokal sebagai sumber nilai sosiokultural, dan pendidikan Islam kontemporer sebagai pendekatan pedagogis. Model ini terdiri atas komponen utama berupa landasan nilai, pendidik, peserta didik, lingkungan pendidikan, strategi pembelajaran, dan evaluasi karakter yang saling terintegrasi. Implementasi model dilakukan melalui internalisasi nilai, pembiasaan, keteladanan, kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, serta evaluasi karakter secara berkelanjutan. Model konseptual yang dihasilkan menawarkan pendekatan pendidikan moral yang integratif, kontekstual, dan adaptif sehingga mampu memperkuat pembentukan akhlak mulia, melestarikan kearifan lokal, serta meningkatkan relevansi pendidikan Islam dalam menjawab tantangan masyarakat kontemporer.
Pendidikan Islam dan Literasi Digital Berkeadaban Fityan Akbar Rizki
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1280

Abstract

Akselerasi teknologi siber yang berlangsung cepat melahirkan tantangan moral ganda bagi generasi muda muslim, mulai dari penyebaran misinformasi, perundungan siber (cyberbullying), hingga fenomena post-truth yang mendegradasi akhlak di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan reorientasi pendidikan Islam melalui pengembangan literasi digital berkeradaban. Konsep ini menempatkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi spiritual-etis dan literasi digital sebagai kecakapan praktis-operasional. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dan analisis tematis terhadap literatur primer berupa jurnal ilmiah dan buku teks otoritatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berkeradaban diwujudkan melalui tiga kerangka utama: rekonstruksi kurikulum pendidikan agama Islam (PAI) yang adaptif, internalisasi nilai-nilai Qur'ani (seperti tabayyun, tawadhu, dan adab komunikasi), serta penerapan etika tauhid untuk menangkal dehumanisasi akibat akselerasi literasi artifisial. Model ini memberikan kontribusi teoretis bagi modernisasi pendidikan Islam yang tetap menjaga integritas spiritualitas umat.
Transformasi Digital Lembaga Keuangan Syariah dalam Meningkatkan Inklusi Keuangan: Analisis Perspektif Maqashid Syariah Nurhayati Lubis; Veni Sofia; Andi Zulfayani; Nurianah
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1291

Abstract

Transformasi digital telah menjadi salah satu strategi utama dalam meningkatkan daya saing lembaga keuangan syariah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Islam. Namun, implementasi digitalisasi tidak hanya dituntut mampu meningkatkan efisiensi layanan, tetapi juga harus selaras dengan tujuan maqashid syariah dalam mewujudkan kemaslahatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis transformasi digital lembaga keuangan syariah dalam meningkatkan inklusi keuangan berdasarkan maqashid syariah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). perspektif Data diperoleh dari artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, laporan lembaga terkait, regulasi, dan berbagai dokumen yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital mampu memperluas akses layanan keuangan syariah melalui pemanfaatan berbagai platform digital yang meningkatkan efisiensi, kemudahan, dan jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Implementasi digitalisasi juga mendukung pencapaian tujuan maqashid syariah, khususnya dalam perlindungan harta (hifz al-mal), peningkatan literasi keuangan (hifz al-'aql), penguatan kepatuhan syariah (hifz al-din), serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. Meskipun demikian, penguatan inklusi keuangan syariah masih menghadapi tantangan berupa rendahnya literasi digital, kesenjangan infrastruktur teknologi, dan risiko keamanan siber. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara regulator, lembaga keuangan syariah, penyedia teknologi, dan masyarakat dalam mengembangkan ekosistem keuangan digital yang inklusif, aman, dan berorientasi pada kemaslahatan sesuai dengan nilai-nilai maqashid syariah.
Eksploitasi Seksual Pada Tindak Pidana Perdagangan Orang (Studi Putusan Nomor 2054 K/Pid.Sus/2024 jo. Nomor 201/Pid.Sus/2023/PT PLK jo. Nomor 202/Pid.Sus/2023/PN PLK) Warih Anggo Tri Kusumawati; M. Syahrul Borman; Hartoyo
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1294

Abstract

Tindak pidana perdagangan orang merupakan kejahatan yang melanggar hak asasi manusia dan seringkali terjadi dalam bentuk eksploitasi seksual, termasuk yang berkedok pekerjaan Lady Companion (LC) di tempat hiburan malam. Praktik kerja LC dalam beberapa kasus tidak hanya sebatas menemani tamu, tetapi berkembang menjadi pemaksaan layanan seksual yang menguntungkan pihak pengelola. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan hukum dan pertimbangan hakim serta kesesuaiannya dengan konsep eksploitasi seksual dalam tindak pidana perdagangan orang pada Putusan Nomor 2054 K/Pid.Sus/2024 jo. Nomor 201/Pid.Sus/2023/PT PLK jo. Nomor 202/Pid.Sus/2023/PN PLK. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan hukum dalam putusan a quo telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Majelis hakim menilai bahwa perbuatan perekrutan, penempatan, serta pengendalian perempuan sebagai LC yang diarahkan untuk memberikan layanan seksual telah memenuhi unsur eksploitasi seksual. Pertimbangan hakim didasarkan pada adanya penyalahgunaan posisi rentan, relasi kuasa, serta keuntungan ekonomi yang diperoleh pelaku. Selain itu, putusan hakim telah selaras dengan konsep eksploitasi seksual dalam TPPO karena memenuhi unsur perbuatan, cara, dan tujuan eksploitasi serta menempatkan korban sebagai pihak yang harus dilindungi. Dengan demikian, putusan tersebut mencerminkan penerapan hukum yang tepat dan progresif dalam memandang praktik eksploitasi seksual berkedok pekerjaan di industri hiburan malam.
The Representation of Gender Equality in Nyai’s Religious Authority at Annuqayah Islamic Boarding School Syarifuddin; Elliyatul Munawwarah
Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner Vol. 5 No. 3 Juli 2026: Amorti: Jurnal Studi Islam Interdisipliner
Publisher : Yayasan Azhar Amanaa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59944/amorti.v5i3.1295

Abstract

This research discusses the role and authority of Nyai in Pesantren Annuqayah as a representation of gender equality in the pesantren environment. Traditionally, Nyai is often considered only as a companion of kiai in a subordinate position. However, in Pesantren Annuqayah, Nyai, especially Nyai Fadhilah, occupies a strategic position in decision-making, education, the pesantren economy, as well as being an influential public figure in the community. This study uses a qualitative method with semi-structured interview techniques to Nyai Fadhilah and female santri. The findings show that Nyai not only carries out domestic roles as a wife and mother, but also has religious authority and leadership equal to kiai, both in the internal structure of the pesantren and in the public sphere. In addition, Nyai Fadhilah's leadership in literacy and the environment strengthens women's contribution in the social and religious transformation of pesantren. Using the theoretical approach of Marxist feminism and Radical feminism, this research shows that Pesantren Annuqayah is able to become a model of gender-responsive and inclusive pesantren. This proves that pesantren is not only a place for the reproduction of conservative thinking, but also a potential space for progressive reinterpretation of religious values.