cover
Contact Name
Kholisussa'di
Contact Email
kholisussakdi@undikma.ac.id
Phone
+6287863548098
Journal Mail Official
kholisussakdi@undikma.ac.id
Editorial Address
Jalan Pemuda No. 59 A Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal
ISSN : 24425842     EISSN : 29629306     DOI : Prefix 10.33394
Jurnal Transformasi (JTNI) : Jurnal Pengembangan Pendidikan Non-Formal Informal is scientific journal published by Program StudI Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA). It has been published since 2016. JTNI contains scientific articles from research and critical review in Education, Teaching and Learning which include : Educational Non Formal Informal, Community Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 402 Documents
Evaluasi Sumatif Pada Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rahmatan Kota Serang Meifiana, Sarah Annisa; Nufus, Nurhafiza Hayatun; Alicia, Nur; Febriani, Ida; Salsabila, Abira
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9707

Abstract

Abstract: Preschool education, abbreviated as PAUD, is intended for early childhood children, usually around 3 to 4 years old. PAUD is a non-formal education institution that prepares children to continue formal education such as elementary school with broader skills and knowledge. The aim of PAUD is to provide educational experiences that support children's development in various aspects, starting from emotional, psychomotor, social, cognitive and physical aspects. Preschool education (PAUD) is the first stage in children's education which has an important role in forming children's basic knowledge, skills and attitudes. Assessment is one of the key elements in the educational process and there are two main types of assessment in the PAUD context, namely formative assessment and summative assessment. In this research we examined Rahmatan PAUD Rahmatan PAUD located on Jl. Raya Serang - Pandeglang Sempu Banten Girang RT. 04/17 Ex. Cipare, Cipare, District. Serang, Serang City Prov. Banten. This PAUD is under the auspices of a Kuntum Mekar PKBM which is managed by Haji Mansur, a lecturer at the Sultan Maulana Hasanuddin State Islamic University, Banten. It was founded in 2014, precisely on August 18. Accredited C., in carrying out our research we used data processing techniques by means of interviews, observation and documentation. In conducting this Rahmatan PAUD evaluation, we used a summative evaluation. Summative evaluation is an evaluation carried out on students' learning outcomes after attending lessons in a quarter, a semester or at the end of the year to determine the next level of education.Key Words: PAUD, Evaluation, SummatifAbstrak: Pendidikan prasekolah yang disingkat PAUD ditujukan untuk anak usia dini, biasanya berusia sekitar 3 hingga 4 tahun. PAUD merupakan lembaga pendidikan nonformal yang mempersiapkan anak untuk melanjutkan pendidikan formal seperti sekolah dasar dengan keterampilan dan pengetahuan yang lebih luas. Tujuan PAUD adalah memberikan pengalaman pendidikan yang mendukung perkembangan anak dalam berbagai aspek, mulai dari aspek emosional, psikomotorik, sosial, kognitif, dan fisik. Pendidikan prasekolah (PAUD) merupakan tahapan pertama dalam pendidikan anak yang mempunyai peranan penting dalam membentuk pengetahuan dasar, keterampilan dan sikap anak. Penilaian merupakan salah satu elemen kunci dalam proses pendidikan dan terdapat dua jenis penilaian utama dalam konteks PAUD, yaitu penilaian formatif dan penilaian sumatif. Dalam penelitian ini kami meneliti PAUD Rahmatan PAUD Rahmatan berlokasi di Jl. Raya Serang - Pandeglang Sempu Banten Girang RT. 04/17 Kel. Cipare, Cipare, Kec. Serang, Kota Serang Prov. Banten. PAUD ini dibawah naungan sebuah PKBM Kuntum Mekar yang dikelola oleh Haji Mansur seorang Dosen di Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Didirikan pada tahun 2014 tepatnya pada tanggal 18 Agustus. Berakreditasi C., dalam melaksanakan penelitian kami menggunakan Teknik pengolahan data dengan cara wawancara, observasi, dan dokumnetasi. Dalam melakukan evaluasi PAUD Rahmatan ini kami menggunakan evaluasi sumatif. Evaluasi sumatif adalah evaluasi yang dilakukan terhadap hasil belajar peserta didik setelah mengikuti pelajaran dalam catur wulan, satu semeter, atau akhir tahun untuk menentukan jenjang pendidikan berikutnya.Kata Kunci: PAUD, Evaluasi, Sumatif
Hubungan Quarter Life Crisis dengan Kesejahteraan Subjektif Mahasiswa Pascasarjana Universitas Negeri Semarang Meilan, Nanda Mustika
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.12881

Abstract

Abstract: Adulthood is marked by developmental tasks to begin roles and responsibilities as a productive individual, for example by pursuing higher education. In the development process, various feelings arise, such as feelings of confusion, anxiety and restlessness, which are known as quarter life crises. On the other hand, the level of subjective well-being can help individuals deal with crises. This study aims to identify the level and relationship between quarter life crisis and subjective well-being. Data analysis was carried out using a quantitative approach through correlational descriptive analysis. The sampling technique uses purposive sampling taken from the population with the sample criteria being active students aged 21-30 years. The sample obtained was 50 students. The results of this research show that there is a negative relationship between quarter life crisis and subjective well-being (r= 0.674; p<0.05). It can be concluded that the higher the level of quarter life crisis, the lower subjective well-being.Key Words: Quarter life crisis, subjective well-being, students.Abstrak: Masa dewasa ditandai dengan adanya tugas perkembangan untuk memulai peran dan tanggung jawab sebagai individu yang produktif, salah satunya dengan menempuh pendidikan tinggi. Dalam proses perkembangan ini muncul perasaan kebingungan, kecemasan, dan ketidakpastian yang dikenal sebagai quarter life crisis. Disisi lain, tingkat kesejahteraan subjektif dapat membantu individu dalam menghadapi krisis yang dialaminya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat dan hubungan antara quarter life crisis dan kesejahteraan mahasiswa pascasarjana. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kuantitatif melalui analisis deskriptif korelasional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang diambil dari populasi dengan kriteria sampel mahasiswa aktif yang berusia 21-30 tahun. Sampel yang diperoleh sebanyak 50 mahasiswa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negarif antara quarter life crisis dan kesejahteraan subjetif (r= 0.674; p< 0.05). Dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi tingkat quarter life crisis maka akan semakin rendah kesejahteraan subjektifKata Kunci: Quarter Life Crisis, Kesejahteraan Subjektif, Mahasiswa.
Evaluasi Berbasis Tujuan Pada Program Penurunan Angka Stunting di Posyandu Bidara Perumahan Citra Gading Kelurahan Cipocok Jaya Kecamatan Curug Kota Serang Banten Evelin, Fanesa; Permatasari, Rina; Adwa, Siti; Yunita, Nurma; Diyah, Widya
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i1.9935

Abstract

Abstract: Posyandu is the right place to help local communities regarding health, because there are programs that can develop and help local communities, starting from family planning (KB) programs, immunization and reducing stunting rates. Indonesia is still experiencing problems in terms of nutrition and child growth and development, therefore there are still many Indonesian children who experience stunting, including children in the Citra Gading Housing area, Serang City, therefore Posyandu Bidara has held a program to reduce stunting rates aimed at children -children who experience stunting in the Citra Gading residential area of Serang City. Stunting is a problem that occurs in children's growth and development due to a lack of balanced nutrition and so on, therefore Posyandu Bidara designed a stunting reduction program with the aim of reducing the number of children experiencing stunting. The research method used is descriptive qualitative using objective-based evaluation. From the monitoring and evaluation results, it was concluded that the program was not running according to the stated objectives, because there were still many people who had outdated thought patterns and therefore considered the problem of stunting trivial.Key Words: Posyandu, objective-based evaluation, stuntingAbstrak: Posyandu adalah wadah yang tepat dalam membantu masyarakat sekitar mengenai kesehatan, karena terdapat program-program yang dapat membangun dan membantu masyarakat lingkungan sekitar mulai dari program keluarga berencana (KB), imunisasi dan penurunan angka stunting. Indonesia masih mengalami permasalahan dalam masalah gizi dan tumbuh kembang anak, maka dari itu masih banyak anak Indonesia yang mengalami stunting, termasuk anak-anak di lingkungan Perumahan Citra Gading Kota Serang, maka dari itu Posyandu Bidara telah mengadakan program penurunan angka stunting yang ditujukan untuk anak-anak yang mengalami stunting dilingkungan perumahan citra gading kota serang. Stunting merupakan masalah yang terjadi pada tumbuh kembang anak karena kurangnya keseimbangan gizi dan lain sebagainya, maka dari itu posyandu bidara merancang program penurunan angka stunting dengan tujuan dapat mengurangi jumlah angka anak yang mengalami stunting. Metode Penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan evaluasi berbasis tujuan. Dari hasil monitoring dan evalusi didapatkan kesimpulan bahwa program belum berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, karena masih banyaknya masyarakat yang memikiki pola pikir yang kuno sehingga menganggap masalah stunting sepele.Kata Kunci: Posyandu, Evaluasi Berbasis Tujuan, Stunting
Implementasi Pelatihan Keterampilan Menjahit Busana Wanita Terhadap Taraf Ekonomi Peserta Pelatihan di LPPK Maherka Kabupaten Lombok Timur Aprianti, Winda; Herlina, Herlina
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i2.12991

Abstract

Abstract: The problem raised in this research is to determine the implementation of women's clothing sewing skills training on the economic level of training participants at LPPK Mahherka, East Lombok Regency. This research aims to determine the implementation of women's clothing sewing skills training on the economic level of training participants at LPPK Mahherka, East Lombok Regency. This research uses an evaluative method with the CIPP evaluation model (Context, Input, Process, Product). The sample was determined using a saturated sample with a total of 20 participants. The data collection techniques used were questionnaires, observation and documentation. The data analysis method uses statistical analysis methods with a Likert scale percentage formula with answer score formulas, ideal scores and percentages. The results of the percentage analysis using the Likert scale percentage statistical approach show that the components context in the good category, namely 60.86%, component input in the quite good category, namely 62.11%, component process in the quite good category, namely 63.22%, component product is in the good category, namely 60.5%, while the overall results are in the quite good category, namely 61.54%, which means it has run optimally. So it can be concluded that the implementation of women's clothing sewing skills training on the economic level of training participants at LPPK Mahherka, East Lombok Regency has been running effectively in accordance with the objectives achieved.Keywords : Training, Women's Clothing Sewing Skills, Economic LevelAbstrak: Masalah yang di angkat dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui implementasi pelatihan keterampilan menjahit busana wanita terhadap taraf ekonomi peserta pelatihan di LPPK Mahherka Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pelatihan keterampilan menjahit busana Wanita terhadap taraf ekonomi peserta pelatihan di LPPK Mahherka Kabupaten Lombok Timur. Penelitian ini menggunakan metode evaluatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penentuan sampelnya menggunakan sampel jenuh dengan jumlah subjek 20 peserta. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data menggunakan metode analisis statistik dengan rumus persentase skala likert dengan rumus skor jawaban, skor ideal dan presentase. Hasil dari analisis persentase dengan pendekatan statistik persentase skala likert ini menunjukkan bahwa komponen context masuk kategori baik yakni 60,86%, komponen input masuk kategori cukup baik yakni 62,11%, komponen process masuk kategori cukup baik yakni 63,22%, komponen product masuk kategori baik yakni 60,5% sedangkan hasil dari keseluruhan yakni berada dalam kategori cukup baik yakni 61,54% yang berarti sudah berjalan secara optimal. Jadi dapat disimpulkan bahwa implementasi pelatihan keterampilan menjahit busana wanita terhadap taraf ekonomi peserta pelatihan di LPPK Mahherka Kabupaten Lombok Timur sudah berjalan secara efektif sesuai dengan tujuan yang dicapai.Kata Kunci: Pelatihan, Keterampilan Menjahit Busana Wanita, Taraf Ekonomi
Evaluasi Program Komunitas Pemuda Lentera Terhadap Keberlangsungan Pendidikan Non Formal di Daerah Pesisir Studi Kasus (Taman Baca Pelangi Desa Kwang Rundun Lombok Timur) Hilmiy, Alifiya Urwatul; Sa'di, Kholisus
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i2.12979

Abstract

Abstract: The problem raised in this research is the level of success of the Lantera Youth Community program on the sustainability of non-formal education in coastal areas (case study of Taman Baca Pelangi , Kwang Rundun Village, East Lombok). This research aims to determine the level of success of the Pemuda Lantera community program on the sustainability of non-formal education in coastal areas (case study of TBM Pelangi, Kwang Rundun Village, East Lombok). This research uses an evaluative method with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The sample was determined using a proportional sample with a total of 20 subjects. The data collection techniques used are questionnaires, observation and documentation. The analytical method used is percentage analysis with a non-parametric statistical approach with the formula ideal mean (Mi), ideal standard deviation (SDi) and percentage. The results of the percentage analysis using a non-parametric statistical approach show that the context component is in the high category, namely 90%, the input component is in the high category, namely 68.80%, the process component is in the high category, namely 77.5% and finally the product component is in the high category. also high, namely 75.71%, while the overall results are in the high category, namely 79,99%, which means it has been running effectively. So it can be concluded that the evaluation of the Lantera Youth Community program on the sustainability of non-formal education in coastal areas (Case Study of TBM Pelangi, Kwang Rundun Village, East Lombok) has been running effectively in accordance with the objectives achieved.Key Words: Program Evaluation, Youth Community, Non formal EducationAbstrak: Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana tingkat keberhasilan program komunitas pemuda lentera terhadap keberlangsungan pendidikan nonformal di daerah pesisir (studi kasus Taman  Baca  Pelangi Desa Kwang Rundun Lombok Timur). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan program komunitas penuda lentera terhadap keberlangsungan pendidikan nonformal di daerah pesisir (studi kasus TBM Pelangi Desa Kwang Rundun Lombok Timur). Penelitian ini menggunakan metode evaluatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penentuan sampelnya menggunakan porposive sampel dengan jumlah subjek 20 orang. Adapaun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, observasi dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan adalah analisis persentase dengan pendekatan statistik non parametrik dengan rumus mean ideal (Mi), standar deviasi ideal (SDi) dan persentase. Hasil dari analisis persentase dengan pendekatan statistik non parametrik ini menunjukkan bahwa komponen context  masuk katagori tinggi yakni 90%, komponen input masuk katagori tinggi yakni 68,80%, komponen  process masuk katagori tinggi yakni 77,5% dan yang terakhir komponen product masuk dalam katagori tinggi pula yakni  75,71% sedangkan hasil dari keseluruhan yakni berada dalam katagori tinggi yakni 79,99% yang berarti sudah berjalan secara efektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa, evaluasi program komunitas pemuda lentera terhadap keberlangsungan pendidikan non formal di daerah pesisir (Studi Kasus TBM Pelangi Desa Kwang Rundun Lombok Timur) sudah berjalan secara efektif sesuai dengan tujuan yang dicapaiKata Kunci: Evaluasi Program, Komunitas Pemuda, Pendidikan Nonformal
Implementasi Prinsip Bermain Sambil Belajar Dalam Mengembangkan Keterampilan Motorik Halus Anak (Studi Deskriptif di PAUD Kasih Ibu) Hamida, Maesaroh; Hardiansyah, Rila
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i2.12990

Abstract

Abstract: This research aims to describe the application of the principle of play while learning in developing children's fine motor skills through the constructive Lego play method and to describe the level of fine motor skills in PAUD children with mothers' love through the constructive Lego play method. This research uses descriptive quantitative methods. The sample was determined using a saturated sampling technique with a population of 21 people and 21 research subjects. The data collection techniques used were observation tests, interviews and documentation. The analytical method used is descriptive quantitative. So the conclusion from the percentage results for the BB (Not Yet Developed) category is 3.5%, MB (Starting to Develop) at 6.5%, BSH (Developing According to Expectations) at 36% and BSB (Developing Very Well) at 54% and the conclusion that What can be taken from the application of the principle of playing while learning in developing children's fine motor skills is that through playing children can gain various abilities such as communication skills, language skills, social skills, emotional management skills and the ability to think logically.Keywords: Application of the principle of playing while learning, skills children's fine motor skillAbstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan prinsip bermain sambil belajar dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak melalui metode bermain lego konstruktif dan untuk mendeskripsikan tingkat keterampilan motorik halus pada anak PAUD kasih ibu melalui metode bermain lego konstruktif. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Penentuan sampelnya menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah populasi 21 orang dan subyek penelitian 21 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes observasi, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif. Jadi kesimpulan dari hasil persentase kategori BB (Belum Berkembang) yaitu 3,5%, MB (Mulai Berkembang) sebesar 6,5%, BSH (Berkembang Sesuai Harapan) sebesar 36% dan BSB (Berkembang Sangat Baik) sebesar 54% dan kesimpulan yang dapat diambil dari penerapan prinsip bermain sambil belajar dalam mengembangkan keterampilan motorik halus anak adalah melalui bermain anak dapat memperoleh berbagai kemampuan seperti kemampuan berkomunikasi, kemampuan berbahasa, kemampuan bersosialisasi, kemampuan memanajemen emosi dan kemampuan berpikir secara logis.Kata Kunci: Penerapan prinsip bermain sambil belajar, keterampilan motorik halus anak
Landasan Akademik Program Merdeka Belajar Dalam Perspektif Psikologi Pendidikan dan Psikologi Pendidikan Islam Anisa, Zainiya; Kholisussa'di, Kholisussa'di
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i2.14288

Abstract

Abstract: To improve the quality of Indonesian Education, Mr. Nadiem Makarim as the Minister of Education sparked the independent learning program and an independent campus. Each concept must be known in advance regarding its academic foundation so that misunderstandings do not occur. So this article discusses how the concept of independent learning and the philosophical basis of the independent learning program. the research method used to collect the information is a literature study. So it was found that the independent learning program instilled several concepts from educational psychology from the theory of constructivism, progressivism and humanism. Then it is also adrift with the psychology of Islamic education in the hadith of the Prophet Muhammad and Al Ghazali's philosophy of science.Keywords: Free Learning, Educational Psychology, Islamic Educational Psychology.Abstrak: Untuk meningkat kualitas Pendidikan Indonesi pak Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan Mencetuskan mengenai program merdeka belajar dan kampus merdeka. Setiap konsep harus diketahui terlebih dahulu mengenai landasan akademiknya agar tidak terjadi miskonsepsi. Sehingga artikel ini membahasan mengenai bagaimana konsep merdeka belajar dan landasan filosofis program merdeka belajar. metode penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan informasinya adalah studi kepustakaan. Sehingga ditemukan hasil bahwa program merdeka belajar menanamkan beberapa konsep dari psikologi Pendidikan dari teori konstruktivisme, progressivismen dan humanisme. Kemudian terpaut juga dengan psikologi pendidikan islam yang ada dalam hadis Rasulullah saw dan filsafat ilmu Al Ghazali.Kata Kunci; Merdeka Belajar, Psikologi Pendidikan, Psikologi Pendidikan Islam.
Evaluasi Program Diklat Manajemen Usaha Tata Boga Berbasis Pastry dan Bakery di Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi UMKM Mataram Wiryawan, I Nyoman Angga; Rizka, M. Arief
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i2.12989

Abstract

Abstract: This research aims to evaluate the context to find out the purpose of organizing training, evaluate input, to find out the training space provided to support the training process, to find out if the instructor can help the training process in delivering the material well, to find out whether the equipment provided for training is adequate, to evaluate the process, to knowing that the training material can be well received by training participants, product evaluation, to find out that the training program can help participants improve their culinary skills. This research uses a quantitative evaluative method with the CIPP (Context, Input, Process, Product) evaluation model. The sample was determined using proportional sampling with a population of 50 people and 25 research subjects. The data collection techniques used were questionnaires, interviews and documentation. The analysis method used is the Likert scale percentage. The results of the Likert percentage analysis show that the context component is in the very effective category, namely 90.40%, the input component is in the very effective category, namely 93.48%, the process component is in the very effective category, namely 92.57, and the product component is in the very effective category, namely 97.37%. The average percentage result of the 4 aspects, namely 93.37, is in the very effective category. So it can be concluded that the evaluation of the pastry and bakery-based culinary business management training program at the UMKM Cooperative Education and Training Center, Mataram, West Nusa Tenggara is in the very effective category.Keywords: Program Evaluation, Management Training, Education and TrainingAbstrak: Tujuan  penelitian ini adalah  evaluasi context untuk mengetaui tujuan penyelenggaraan diklat, evaluasi input, ntuk mengetahui ruang pelatihan yang disediakan mendukung proses diklat, untuk mengetahui instruktur dapat membantu proses diklat dalam menyampaikan materi dengan baik, untuk mengetahui peralatan yang disediakan untuk diklat memadai, evaluasi process, untuk mengetahui materi pelatihan dapat diterima dengan baik oleh peserta diklat, evaluasi product, untuk mengetahui program diklat dapat membantu para peserta meningkatkan keterampilan tata boga. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif evaluatif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penentuan sampelnya menggunakan porposive sampling dengan jumlah populasi 50 orang dan subyek penelitian 25 orang. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket, wawancara dan dokumentasi. Metode analisis yang digunakan yaitu persentase skala likert. Hasil dari analisis persentase likert menunjukan bahwa komponen context masuk dalam kategori sangat efektif yakni 90,40%, komponen input masuk dalam kategori sangat efektif yakni 93,48%, komponen process masuk dalam kategori sangat efektif yakni 92,57, dan komponen product masuk dalam kategori sangat efektif yakni 97,37%, Hasil rata rata persentase dari ke 4 aspek yaitu 93,37 masuk dalam kategori sangat efektif. Jadi dapat disimpulkan bahwa, evaluasi program diklat manajemen usaha tata boga berbasis pastry dan bakery di Balai Pendidikan dan Pelatihan Koperasi UMKM,Mataram, Nusa Tenggara Barat masuk dalam kategori sangat efektif.Kata Kunci: Evaluasi Program, Diklat Manajemen, Pendidikan dan Pelatihan
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Dalam Mendorong Partisipasi Pembangunan Berkelanjutan Berbasis Potensi Lokal di Desa Boyemare Yani, Ahmad; Wahyuni, Tri
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i2.14203

Abstract

Abstract: The Community Empowerment Strategy in sustainable development participation is an empowerment study that is very important to study. Sustainable development needs to be supported by the participation of local communities in every element of development. Community empowerment according to their local potential requires sustainable development values so that local communities can manage resources in an environmentally friendly way independently and independently. The optimization of development carried out is urgently needed in the development and progress of the community, especially at the village level which aims to improve the ability of the community to achieve independence, sustainable development and social justice. Thus, one of the programs that can support these development goals is the community empowerment program. The data sources used in this study are primary data through interviews with the head of Boyemare Village and other related parties as well as secondary data sourced from documents and field observations. The community empowerment strategy used in encouraging community participation in sustainable development based on local potential must actively involve the community in the sustainable development process that has a positive impact. Active community participation in decision-making and program implementation opens up space for innovation, collaboration, and creativity in optimizing local potential. This community empowerment strategy has also succeeded in strengthening the sense of belonging and shared responsibility in achieving sustainable development goals.Key Words: Community Empowerment, SustainableAbstrak: Strategi Pemberdayaan masyarakat dalam partisipasi pembangunan berkelanjutan merupakan studi pemberdayaan yang sangat penting untuk dikaji. Pembangunan berkelanjutan perlu didukung oleh partisipasi dari masyarakat lokal dalam setiap elemen pembangunan. Pemberdayaan masyarakat sesuai potensi lokal yang dimiliki membutuhkan nilai-nilai pembangunan berkelanjutan agar masyarakat lokal dapat mengelola sumber daya dengan cara yang ramah lingkungan secara mandiri dan swadaya. Optimalisasi pembangunan yang dilaksanakan sangat dibutuhkan dalam pengembangan dan kemajuan masyarakat terutama di tingkat desa yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam pencapaian kemandirian, pembangunan berkelanjutan dan keadilan sosial. Dengan demikian, salah satu program yang dapat mendukung tujuan pembangunan tersebut adalah program pemberdayaan masyarakat. Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer melalui wawancara kepada kepala Desa Boyemare dan pihak terkait lainnya serta data sekunder yang bersumber dari dokumen dan observasi lapangan. Strategi Pemberdayaan masyarakat yang digunakan dalam mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan yang berkelanjutan berbasis potensi lokal harus melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pembangunan berkelanjutan yang memiliki dampak positif. Partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan program membuka ruang bagi inovasi, kolaborasi, dan kreativitas dalam mengoptimalkan potensi lokal. Strategi pemberdayaan masyarakat ini juga berhasil memperkuat rasa memiliki dan tanggung jawab bersama dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Berkelanjutan
Efektifitas Model Pembelajaran Problem Based Learning Dalam Meningkatkat Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Komariah, Iis; Mutakarikah, Mutakarikah; Widati, Retno; Pribadi, Reksa Adya
Transformasi : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pendidikan Non Formal Informal Vol 10, No 2 (2024): September
Publisher : Program Studi Pendidikan Luar Sekolah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtni.v10i2.12141

Abstract

Abstract: This research discusses the effectiveness of the Problem Based Learning model in improving students’ critical thinking skills in elementary schools. The method used is literature study, this method is used to collect and analyze the results of the latest research on the use of Problem Based Learning in elementary schools. A thorough analysis of findings from various sources shows that Problem Based Learning can help students develop critical thinking skills through an approach that emphasizes problem solving and cooperation between students. The implication of this research provide useful insights for educators and future educational development.Keywords : Problem Based Learning, critical thinking, elementary schoolAbstrak: Penelitian ini membahas mengenai efektivitas model pembelajaran Problem Based Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik di sekolah dasar. Adapun metode yang digunakan adalah studi literatur, metode tersebut digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis hasil peelitian terbaru tentang penggunaan Problem Based Learning di sekolah dasar. Analisis menyeluruh terhadap temuan dari berbagai sumber menunjukkan bahwa Probelm Based Learning dapat membantu peserta didik mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan yang menekannkan pada pemecahan masalah dan kerja sama antar peserta didik. Adapun implikasi dari penelitian ini memberikan wawasan yang berguna bagi pendidik dan pengembangan pendidikan di masa depan.Kata kunci : Probelm Based Learning, berpikir kritis, sekolah dasar

Filter by Year

2016 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 11 No. 2 (2025): September Vol. 11 No. 1 (2025): Maret Vol 11, No 1 (2025): Maret Vol 10, No 2 (2024): September Vol. 10 No. 2 (2024): September Vol 10, No 1 (2024): Maret Vol. 10 No. 1 (2024): Maret Vol 9, No 2 (2023): Volume 9 Nomor 2 Edisi September 2023 Vol 9, No 1 (2023): Volume 9 Nomor 1 Edisi Maret 2023 Vol. 9 No. 2 (2023): September Vol 9, No 2 (2023): September Vol 9, No 1 (2023): Maret Vol. 9 No. 1 (2023): Maret Vol 8, No 2 (2022): Volume 8 Nomor 2 Edisi September 2022 Vol 8, No 1 (2022): Volume 8 No 1 Edisi Maret 2022 Vol 8, No 2 (2022): September Vol. 8 No. 2 (2022): September Vol. 8 No. 1 (2022): Maret Vol 8, No 1 (2022): Maret Volume 7 Nomor 2 Edisi September 2021 Vol. 7 No. 2 (2021): September Vol 7, No 2 (2021): September Volume 7 Nomor 1 Edisi Maret 2021 Vol 7, No 1 (2021): Maret Vol. 7 No. 1 (2021): Maret Vol 6, No 2 (2020): September Vol. 6 No. 2 (2020): September Volume 6 Nomor 2 Edisi September 2020 Vol 6, No 1 (2020): Maret Vol. 6 No. 1 (2020): Maret Volume 6 Nomor 1 Edisi Maret 2020 Vol. 5 No. 2 (2019): September Volume 5 Nomor 2 Edisi September 2019 Vol 5, No 2 (2019): September Vol. 5 No. 1 (2019): Maret Volume 5 Nomor 1 Edisi Maret 2019 Vol 5, No 1 (2019): Maret Volume 4 Nomer 2 Edisi September 2018 Vol 4, No 2 (2018): September Vol. 4 No. 2 (2018): September Vol 4, No 1 (2018): Maret Volume 4 Nomer 1 Edisi maret 2018 Vol. 4 No. 1 (2018): Maret Volume 3 Nomer 2 Edisi September 2017 Vol 3, No 2 (2017): September Vol. 3 No. 2 (2017): September Vol 3, No 1 (2017): Maret Volume 3 Nomer 1 Edisi Maret 2017 Vol. 3 No. 1 (2017): Maret Vol 2, No 2 (2016): September Volume 2 Nomer 2 Edisi September 2016 Vol. 2 No. 2 (2016): September Vol 2, No 1 (2016): Maret Vol. 2 No. 1 (2016): Maret Volume 2 Nomer 1 edisi Maret 2016 More Issue