cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,292 Documents
Analisis Kecerdasan Spiritual (Spiritual Quotient) sebagai Dasar Perancangan Program Bimbingan dan Konseling di SMK Darul Muchlisin Jember Rofiyatun Rofiyatun
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12103

Abstract

Kecerdasan spiritual (Spiritual Quotient/SQ) merupakan salah satu aspek penting dalam pembentukan karakter peserta didik yang tidak dapat digantikan oleh kecerdasan intelektual maupun emosional semata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat kecerdasan spiritual siswa kelas X( Sepuluh ) Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) di SMKS Darul Mukhlisin Jember serta menyusun rancangan program Bimbingan dan Konseling (BK) berdasarkan hasil asesmen tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan subjek sebanyak 26 siswa yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket Spiritual Quotient berskala Likert yang terdiri atas 69 item pernyataan yang mewakili delapan aspek, yaitu kesadaran diri, hubungan dengan Tuhan, makna dan tujuan hidup, nilai dan moralitas, hubungan dengan sesama, kesadaran terhadap alam, praktik spiritual, serta penerimaan dan keikhlasan. Data dianalisis menggunakan teknik skoring, kategorisasi, dan perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 siswa (57,7%) berada pada kategori sangat tinggi dan 11 siswa (42,3%) berada pada kategori tinggi, sementara tidak ditemukan siswa pada kategori sedang maupun rendah. Aspek hubungan dengan Tuhan dan praktik spiritual menjadi aspek yang paling menonjol, sedangkan aspek makna dan tujuan hidup serta penerimaan dan keikhlasan relatif paling rendah. Temuan ini menjadi dasar dalam merancang program layanan BK berupa bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, layanan informasi, dan konseling individu yang berfokus pada penguatan aspek spiritual yang masih perlu dikembangkan.
Perlindungan Hukum Pekerja Rumah Tangga dalam Pengupahan yang Layak Menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2026 Moch Rizal Aditya Premono; Made Warka
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12104

Abstract

Artikel ini bertujuan mengkaji ratio legis pembentukan regulasi terbaru mengenai perlindungan pekerja rumah tangga, sekaligus menelaah mekanisme jaminan kepastian hukum yang dihadirkannya dalam pemenuhan hak atas pengupahan yang layak. Hasil kajian menunjukkan bahwa regulasi tersebut lahir sebagai jawaban yuridis atas kekosongan norma yang telah berlangsung sejak tahun 2004 dan tidak pernah terakomodasi oleh Undang-Undang Ketenagakerjaan tahun 2003. Secara filosofis, kehadiran regulasi ini merespons realitas hukum yang hidup di tengah masyarakat terkait pekerja rumah tangga yang selama ini luput dari perlindungan, sekaligus mengisi kekosongan pembaruan hukum ketenagakerjaan yang belum terakomodasi sebelumnya. Kajian terhadap mekanisme perlindungan memperlihatkan adanya dua lapis pengaturan, yaitu perlindungan preventif melalui penetapan upah standar sektoral dan kewajiban perjanjian kerja tertulis, serta perlindungan represif melalui mekanisme penyelesaian sengketa dan sanksi administratif. Dengan begitu, kajian ini diinginkan menyampaikan kontribusi bagi peningkatkan kajian hukum buruh, terutama menyangkut transformasi status pekerja rumah tangga menuju sektor formal di Indonesia. Pekerja rumah tangga menempati posisi pekerja paling lemah di dalam ekosistem ketenagakerjaan Indonesia, akibat minimnya pengakuan formal serta absennya perlindungan hukum yang menyeluruh selama beberapa dekade terakhir. Selama ini, pekerja rumah tangga sering diperlakukan sebagai bagian dari hubungan personal informal di ranah domestik, sehingga luput dari jaminan hak-hak dasar pekerja seperti pengupahan yang layak, jaminan sosial, dan perlindungan dari eksploitasi.
Perancangan Aktivitas Pengendalian Internal dalam Pengelolaan Keuangan pada Head Office Coffe Shop Xyz Anjani Dwi Nurhalisah; Hayati Fatimah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12112

Abstract

Head Office Coffee Shop XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di bidang food and beverage yang menerapkan aktivitas pengendalian internal dalam mendukung pengelolaan keuangan. Aktivitas pengendalian internal yang efektif diperlukan untuk meminimalkan risiko kesalahan pencatatan, penyalahgunaan aset, serta meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aktivitas pengendalian internal dalam pengelolaan keuangan serta menyusun rancangan perbaikan aktivitas pengendalian internal berdasarkan unsur-unsur pengendalian internal dengan didukung prinsip aktivitas pengendalian COSO. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pengendalian internal telah diterapkan melalui struktur organisasi, sistem wewenang dan prosedur pencatatan, praktik yang sehat, serta kualitas karyawan. Berdasarkan hasil analisis, sistem wewenang dan prosedur pencatatan serta kualitas karyawan telah berjalan efektif, sedangkan struktur organisasi dan praktik yang sehat belum berjalan efektif karena masih terdapat perangkapan tugas pada bagian finance serta pengelolaan arsip dokumen keuangan yang belum optimal. Oleh karena itu, penelitian ini menghasilkan rancangan perbaikan berupa pemisahan fungsi atau penerapan compensating control serta penyusunan sistem pengelolaan arsip dokumen keuangan yang lebih terstruktur. Rancangan tersebut diharapkan dapat meningkatkan efektivitas aktivitas pengendalian internal dalam mendukung pengelolaan keuangan perusahaan serta menjadi masukan bagi perusahaan dalam meningkatkan kualitas sistem pengendalian internal secara berkelanjutan.
Analisis Tingkat Kesiapan Pengungkapan Laporan Keberlanjutan berdasarkan Standar IFRS S1 dan S2 pada Perusahaan Sektor Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Putri Andini Nurmaisya; Utami Puji Lestari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12114

Abstract

Pengungkapan laporan keberlanjutan semakin penting dalam praktik bisnis global seiring dengan meningkatnya tuntutan pemangku kepentingan terhadap informasi keberlanjutan perusahaan. Namun, keberagaman standar pelaporan yang digunakan masih menyebabkan rendahnya konsistensi informasi serta keterbandingan antarlaporan perusahaan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, International Sustainability Standards Board (ISSB) menerbitkan IFRS S1 dan IFRS S2 yang kemudian diadopsi oleh Dewan Standar Keberlanjutan Ikatan Akuntan Indonesia (DSK IAI) menjadi PSPK 1 dan PSPK 2 yang berlaku efektif mulai tahun 2027. Perusahaan sektor property dan real estate perlu memiliki komitmen yang kuat dalam mengadopsi standar tersebut karena karakteristik industrinya bersifat jangka panjang, padat modal, serta memiliki keterkaitan erat dengan aspek lingkungan dan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan objek penelitian berupa laporan keberlanjutan perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022–2025. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan melalui content analysis. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengungkapan keberlanjutan sesuai IFRS S1 dan IFRS S2 selama periode penelitian. Meskipun demikian, tingkat kesiapan perusahaan masih bervariasi dan kualitas pengungkapan terkait transparansi, verifikasi, audit independen, risiko iklim, emisi karbon, serta target keberlanjutan masih relatif terbatas sehingga diperlukan integrasi yang lebih mendalam untuk mencapai kesesuaian penuh dengan IFRS S1 dan IFRS S2.
Evaluasi Sistem Pengendalian Internal pada Siklus Pengeluaran untuk Pekerjaan Subkontrak PT XYZ Mutia Mawadatunnisya; Herbirowo Nugroho
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12117

Abstract

Siklus pengeluaran untuk pekerjaan subkontrak merupakan salah satu aktivitas yang memiliki tingkat risiko tinggi karena melibatkan berbagai pihak, nilai transaksi yang besar, serta mekanisme pembayaran yang didasarkan pada progres pekerjaan. Kompleksitas tersebut menyebabkan perusahaan berpotensi menghadapi berbagai risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem pengendalian internal pada siklus pengeluaran pekerjaan subkontrak di PT XYZ berdasarkan kerangka Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission (COSO) serta memberikan rekomendasi perbaikan terhadap kelemahan pengendalian yang ditemukan. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis berdasarkan lima komponen dan tujuh belas prinsip COSO. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pengendalian internal pada PT XYZ belum berjalan secara optimal, terutama pada proses verifikasi dokumen, pengendalian pembayaran, koordinasi antarbagian, serta pemantauan kewajiban pembayaran kepada subkontraktor. Risiko yang berhasil diidentifikasi meliputi pembayaran tanpa dokumen pendukung yang memadai, ketidakakuratan informasi progres pekerjaan sebagai dasar pembayaran, double costing, keterlambatan pembayaran, serta kesalahan pembayaran yang berulang. Seluruh risiko tersebut dipetakan menggunakan risk heat map berdasarkan tingkat kemungkinan (likelihood) dan dampak (impact) untuk menentukan prioritas penanganan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa risiko pembayaran tanpa dokumen pendukung dan kesalahan pembayaran berulang berada pada kategori ekstrem sehingga memerlukan tindakan pengendalian segera. Oleh karena itu, perusahaan perlu memperkuat proses verifikasi dokumen, menyusun SOP khusus pekerjaan subkontrak, meningkatkan koordinasi dan komunikasi antarbagian, memperkuat fungsi pemantauan, serta melakukan evaluasi pengendalian secara berkala guna meningkatkan efektivitas sistem pengendalian internal dan meminimalkan risiko pada siklus pengeluaran pekerjaan subkontrak.
Di Peran Transportasi dalam Pertumbuhan Ekonomi dan Penyerapan Tenaga Kerja Sugeng Riyadi; Hapsari Widayani; Vinandri Hapsari; Sri Lestario
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12120

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor transportasi terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah selama periode 2020–2023. Sektor transportasi memiliki peran strategis dalam mendukung mobilitas orang dan barang, memperlancar distribusi logistik, serta meningkatkan keterhubungan antarwilayah yang pada akhirnya berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi regional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi data panel yang diolah menggunakan EViews 13. Sektor transportasi direpresentasikan oleh jumlah kendaraan bermotor darat, arus barang laut, volume barang yang diangkut melalui laut, jumlah pesawat udara, dan jumlah penumpang pesawat udara. Pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja digunakan sebagai variabel hasil untuk mengukur dampak aktivitas transportasi terhadap pembangunan ekonomi daerah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus barang laut dan jumlah penumpang pesawat udara berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sebaliknya, jumlah pesawat udara berpengaruh negatif dan signifikan, sedangkan kendaraan bermotor darat dan volume barang laut tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Selain itu, pertumbuhan ekonomi terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja, yang menunjukkan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi mampu menciptakan kesempatan kerja yang lebih luas. Temuan tersebut mengindikasikan bahwa kontribusi sektor transportasi terhadap pembangunan regional tidak hanya ditentukan oleh besarnya aktivitas transportasi, tetapi juga oleh efisiensi operasional, tingkat pemanfaatan infrastruktur, kualitas layanan, serta keterintegrasiannya dengan sektor-sektor ekonomi produktif. Oleh karena itu, penguatan logistik maritim, optimalisasi layanan transportasi udara, peningkatan konektivitas antarmoda, serta pengembangan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional dan penciptaan lapangan kerja pada keempat provinsi yang diteliti.
Pengaruh Kemudahan Penggunaan dan Kelengkapan Fitur Tring by Pegadaian terhadap Kepuasan Nasabah Intan Damayanti; Heri Abrianto
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12121

Abstract

Transformasi digital pada sektor jasa keuangan mendorong perusahaan untuk menghadirkan layanan yang mampu memberikan kemudahan, efisiensi, dan pengalaman penggunaan yang lebih baik bagi nasabah. PT Pegadaian mendukung transformasi tersebut melalui aplikasi Tring by Pegadaian yang mengintegrasikan berbagai layanan keuangan digital dalam satu platform. Meskipun jumlah pengguna aplikasi terus mengalami peningkatan, masih ditemukan berbagai keluhan terkait kemudahan penggunaan, performa sistem, dan kelengkapan fitur yang berpotensi memengaruhi tingkat kepuasan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemudahan penggunaan dan kelengkapan fitur aplikasi Tring by Pegadaian terhadap kepuasan nasabah di wilayah Jabodetabek. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS versi 26 setelah melalui uji validitas, uji reliabilitas, dan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemudahan penggunaan dan kelengkapan fitur berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan nasabah, baik secara parsial maupun simultan. Nilai Adjusted R Square sebesar 0,537 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 53,7% variasi kepuasan nasabah, sedangkan 46,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemudahan penggunaan, penyempurnaan kelengkapan fitur, serta optimalisasi kualitas layanan digital merupakan faktor penting dalam meningkatkan kepuasan nasabah terhadap penggunaan aplikasi Tring by Pegadaian dan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam mengembangkan layanan digital yang lebih efektif, inovatif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.
Pengaruh CAR dan NPL terhadap Harga Saham dengan Mediasi ROA Andini Indira Maharani; M. Sodik; Alfiana Alfiana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12123

Abstract

Sektor perbankan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Kinerja keuangan perbankan menjadi salah satu faktor utama yang dipertimbangkan investor dalam menentukan keputusan investasi, sehingga berdampak terhadap pergerakan harga saham perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR) dan Non Performing Loan (NPL) terhadap harga saham dengan Return on Assets (ROA) sebagai variabel mediasi pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022 – 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan dan data harga saham perusahaan. Sampel penelitian diperoleh menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh perusahaan perbankan yang memenuhi kriteria penelitian selama periode pengamatan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis jalur (path analysis) dengan pengujian asumsi klasik, uji koefisien determinasi, uji parsial, uji simultan, serta uji Sobel untuk menguji peran mediasi Return on Assets (ROA). Hasil penelitian diharapkan memberikan bukti empiris mengenai hubungan antara tingkat kecukupan modal, kualitas kredit, profitabilitas, dan harga saham perusahaan perbankan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi investor dalam pengambilan keputusan investasi serta menjadi bahan pertimbangan bagi manajemen perusahaan dalam meningkatkan kinerja keuangan guna meningkatkan nilai perusahaan di pasar modal.
Pengaruh Kompetensi, Keterlibatan Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Perilaku Kerja Inovatif pada Pegawai Kantor Kelurahan di Wilayah Cilincing Jakarta Utara Andre Saputra; Nor Lailla
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12124

Abstract

Penelitian ini merupakan sebuah studi kuantitatif asosiatif yang bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi, keterlibatan kerja, dan lingkungan kerja terhadap perilaku kerja inovatif pegawai di tujuh kantor kelurahan Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Studi ini dilatarbelakangi oleh ketimpangan inovasi pelayanan publik antar-kelurahan pada era digital. Menggunakan teknik sampling jenuh, seluruh anggota populasi pegawai dijadikan responden. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert, kemudian diolah menggunakan analisis regresi linear berganda, uji asumsi klasik, serta uji hipotesis (uji t dan uji F). Hasil pengujian secara simultan (uji F) membuktikan bahwa kompetensi, keterlibatan kerja, dan lingkungan kerja secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku kerja inovatif pegawai kelurahan. Namun, hasil pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan temuan yang berbeda. Hanya variabel keterlibatan kerja yang terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam mendorong perilaku kerja inovatif. Sementara itu, variabel kompetensi dan lingkungan kerja secara parsial menunjukkan pengaruh yang positif tetapi tidak signifikan. Hal ini mengindikasikan bahwa tingginya keterlibatan aktif pegawai menjadi kunci utama untuk menumbuhkan gagasan kreatif yang unggul dalam birokrasi pemerintahan. Di sisi lain, kompetensi individu serta fasilitas fisik lingkungan kerja yang ada saat ini baru sebatas dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran tugas pelayanan rutin sesuai standar operasional yang baku, tanpa merangsang munculnya inovasi secara mandiri.
Analisis Sistem Manajemen Mutu dalam Menjaga Kualitas Audit (Studi Kasus pada KAP XXX) Ari Kusnul Rohmawati; Ridwan Zulpi Agha
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian penerapan sistem manajemen mutu audit pada Kantor Akuntan Publik XXX berdasarkan Standar Manajemen Mutu 1 (SMM 1) dan Standar Audit (SA) 220 pada masa awal implementasi SMM 1, menganalisis perannya dalam menjaga kualitas audit, serta menyusun rekomendasi perbaikan terhadap aspek yang belum sesuai dengan ketentuan standar. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Objek penelitian ini adalah sistem manajemen mutu Kantor Akuntan Publik XXX. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan telaah dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan sistem manajemen mutu audit pada KAP XXX secara umum telah sesuai dengan sebagian besar ketentuan SMM 1 dan SA 220. Elemen tata kelola dan kepemimpinan, etika yang relevan, penerimaan dan keberlanjutan hubungan dengan klien, serta pelaksanaan perikatan telah diterapkan sesuai ketentuan. Namun, masih terdapat beberapa aspek yang memerlukan penyempurnaan, yaitu pada elemen proses penilaian risiko, sumber daya, informasi dan komunikasi, serta pemantauan dan remediasi. Selain itu, sistem manajemen mutu audit berperan dalam menjaga kualitas audit melalui kepatuhan terhadap standar audit, kecukupan dan ketepatan bukti audit, serta efektivitas proses audit. Berdasarkan hasil tersebut, disusun rekomendasi berupa penyempurnaan kebijakan, dokumentasi, dan implementasi sistem manajemen mutu agar lebih selaras dengan pendekatan berbasis risiko dalam SMM 1.