cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,872 Documents
Dampak Digitalisasi Sistem Perpajakan terhadap Kepatuhan Wajib Pajak UMKM Samosir, Hendrik E.S.
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3699

Abstract

Digitalisasi telah menjadi salah satu pendorong utama transformasi administrasi publik di berbagai negara, termasuk Indonesia. Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pemerintah untuk menghadirkan layanan yang lebih cepat, efisien, dan transparan, sehingga berbagai sektor strategis mulai mengadopsi sistem digital dalam penyelenggaraan layanan. Salah satu sektor yang mengalami perubahan signifikan adalah perpajakan. UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional juga menjadi fokus utama dalam pengembangan sistem perpajakan digital. Dengan kontribusi yang sangat besar terhadap PDB dan penyediaan lapangan kerja, UMKM memerlukan dukungan sistem perpajakan yang sederhana dan ramah pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak digitalisasi sistem perpajakan terhadap kepatuhan wajib pajak UMKM. Pendekatan penelitian ini mengumpulkan data melalui studi literatur, yang melibatkan pembacaan literatur dari berbagai sumber termasuk buku, artikel, jurnal dan laporan dengan menggunakan pendakatan kualitatif dan deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan Digitalisasi sistem perpajakan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kepatuhan wajib pajak UMKM. Pemanfaatan layanan digital seperti e-filing dan e-billing dapat mempermudah akses layanan, meningkatkan efisiensi administrasi, serta memperkuat transparansi dan akurasi data. Selain itu, digitalisasi mendorong peningkatan literasi perpajakan, penerapan pembukuan yang lebih tertata, serta peningkatan kepatuhan baik secara formal maupun material. Dengan demikian, digitalisasi berperan penting dalam membentuk perilaku wajib pajak UMKM menjadi lebih sadar, tertib, dan patuh terhadap kewajiban perpajakan.
Digital Citizenship and Moral Agency: Membangun Etika Diri dalam Interaksi Siber Pendidikan Jumrio, Edy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3703

Abstract

Transformasi komunikasi akademik yang semakin berbasis digital menuntut mahasiswa tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran moral dalam menggunakan ruang siber secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi hubungan antara digital citizenship dan moral agency mahasiswa dalam konteks interaksi siber pendidikan di perguruan tinggi Katolik. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif–korelasional, penelitian ini melibatkan 25 mahasiswa aktif yang dipilih melalui teknik total enumerasi. Instrumen penelitian berupa kuesioner skala Likert (1–5) yang mencakup dua konstruk utama, yaitu digital citizenship meliputi literasi digital, etika keamanan digital, dan tanggung jawab digital serta moral agency yang terdiri atas kesadaran moral, pertimbangan moral, dan perilaku moral. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman dengan dukungan teknik bootstrap resampling untuk meningkatkan akurasi estimasi pada ukuran sampel kecil. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara digital citizenship dan moral agency mahasiswa. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi kemampuan literasi, etika, dan tanggung jawab digital seseorang, semakin kuat pula kecenderungan mereka untuk bertindak secara moral dalam interaksi akademik berbasis siber. Dengan demikian, literasi digital dan moralitas bukanlah dua domain terpisah, melainkan saling melengkapi dalam membentuk perilaku etis mahasiswa di lingkungan pendidikan tinggi. Penelitian ini bersifat eksploratoris dengan keterbatasan jumlah sampel dan konteks institusi, namun memberikan kontribusi awal bagi pengembangan strategi pendidikan moral digital di perguruan tinggi Katolik serta membuka peluang bagi penelitian lanjutan dengan cakupan yang lebih luas dan metode yang lebih beragam
Digital Financial Inclusion and Access to Financing for MSMEs: A Case Study of MSMEs in the Creative Sector in Lamongan Lailiyah, Elliv Hidayatul; Zulyanti, Noer Rafikah; Fajri, Mega Barokatul; Syah, Imran; Abdullah, Addina Haque
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3705

Abstract

The development of digital financial inclusion in Indonesia has brought significant changes to the local economic system. The development of digital technology has fundamentally changed the way people access financial services. However, for MSMEs in the creative sector, access to formal financing remains a major challenge, particularly in Lamongan Regency, East Java. This study aims to understand in depth how digital financial inclusion practices affect MSMEs' access to financing in the creative sector, as well as the social, technological, and institutional factors that influence this process. This study used a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through in depth interviews with 10 informants. Analysis was conducted using thematic analysis techniques to identify patterns of meaning and relationships between themes. The results show that digital financial inclusion expands access to financing through the convenience of fintech applications and mobile banking services, but its effectiveness is highly dependent on digital literacy, trust in digital systems, and local government support. Key inhibiting factors include limited internet access in rural areas, low understanding of digital risks, and minimal mentoring. This study emphasizes the importance of building an inclusive and adaptive digital financial ecosystem to the local context, through collaboration between businesses, the government, and digital financial institutions.
Menjembatani Kesenjangan: Tinjauan Literatur Strategi Inklusi Digital untuk Pemberdayaan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Inklusif di Maluku Jaya, I Nyoman adi Putra; Akili, Rizki Fauzi H.; Lutfi, Alief; Bancin, Rafael Perdana Cristian B; Romarina, Arina; Ardieansya, Ardieansya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3708

Abstract

Provinsi Maluku, sebagai representasi daerah tertinggal berciri kepulauan, menghadapi tantangan unik dalam inklusi digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Transformasi digital menjanjikan solusi atas isolasi geografis, namun realitasnya seringkali memperlebar kesenjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis lanskap literatur ilmiah dan mengidentifikasi kesenjangan penelitian utama mengenai strategi inklusi digital, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan inklusif di Maluku. Menggunakan metode Tinjauan Pustaka Sistematis (SLR), kami menganalisis 16 studi (artikel jurnal, prosiding, dan tesis) yang relevan dari tahun 2015-2025 melalui proses seleksi dan analisis tematik yang ketat. Hasil sintesis menemukan lanskap penelitian yang langka, terfragmentasi, dan sangat "Ambon-sentris" (75% studi berfokus di ibukota). Literatur yang ada didominasi oleh "obsesi infrastruktur" (fokus pada hambatan sinyal) dan gagal mengeksplorasi hambatan SDM, literasi, dan adaptasi sosio-budaya secara mendalam. Paling krusial, studi ini mengidentifikasi kekosongan riset absolut (absolute void): tidak ada satu pun studi yang secara empiris mengukur dampak digitalisasi terhadap indikator "pertumbuhan inklusif" (misal: penyerapan tenaga kerja, ketimpangan). Seluruh studi berhenti pada metrik 'adopsi' atau 'omzet'. Penelitian ini menyimpulkan bahwa landasan bukti (evidence-base) untuk kebijakan inklusi digital di Maluku sangat bias dan tidak lengkap, sehingga mendesak perlunya pergeseran agenda riset—dari infrastruktur ke manusia, dari Ambon ke pulau-pulau, dan dari omzet ke inklusivitas.
Pengaruh Green Marketing, Kualitas Produk, dan Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian di Starbucks Denpasar Pucangan, Ni Kadek Rainita Putri; Mulyadi, Made
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3709

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh green marketing, kualitas produk, dan citra merek terhadap keputusan pembelian konsumen Starbucks di Denpasar. Latar belakang penelitian berangkat dari meningkatnya kesadaran ekologis konsumen serta persaingan ketat pada segmen minuman premium yang menuntut perusahaan mengintegrasikan aspek keberlanjutan, kualitas, dan kekuatan ekuitas merek secara simultan, strategis, dan konsisten. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jumlah sampel 144 responden yang ditentukan melalui maximum likelihood estimation berdasarkan 18 indikator terukur. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda setelah seluruh instrumen penelitian memenuhi uji validitas, reliabilitas, serta asumsi klasik seperti normalitas, non-multikolinearitas, homoskedastisitas, dan non-autokorelasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa green marketing, kualitas produk, dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, baik secara simultan maupun parsial (p < 0,05). Variabel kualitas produk menjadi faktor paling dominan dengan koefisien β = 0,428, diikuti citra merek (β = 0,312), sementara green marketing (β = 0,226) tetap memberikan pengaruh signifikan meskipun kontribusinya paling kecil. Temuan ini menegaskan bahwa strategi optimal bagi pasar kopi premium di Denpasar adalah mengutamakan kualitas rasa unggul, memperkuat citra merek yang autentik, serta menghadirkan praktik green marketing yang kredibel, berkelanjutan, dan mampu menciptakan nilai tambah kompetitif untuk meningkatkan keputusan pembelian konsumen secara konsisten.
The Digital Collateral Substitute: Modelling Supply Chain Finance (SCF) as a Catalyst for MSME Quality Standardization and Stable Sourcing in the Hotel F&B Supply Chain Putranto, Diyan; Halawa, Fransiscus Amonio; Widodo, Rintis Eko; Setiawan, Fahmi; Ajizi, Budi Nurhamdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3712

Abstract

This study investigates the structural imperative for the Indonesian hotel industry to integrate localized MSMEs to mitigate high archipelagic logistics costs (22%–23.5% of GDP) by addressing the critical barrier of capital access required for quality. Employing a theoretical framework that integrates the Resource-Based View (RBV) and Transaction Cost Economics (TCE), we model how financial liquidity (SCF) translates into quantifiable operational excellence (Anon. Hotel SCM, 2023). A Quantitative Empirical Design utilizing Partial Least Squares Structural Equation Modelling (PLS-SEM) was applied to analyze data from 185 matched Buyer-Supplier dyads in the Java-Bali hotel F&B supply. Findings reveal substantial explanatory power for Sourcing Stability (R2 = 0.556) and confirm that SCF adoption significantly leads to MSME investment in Quality Standardization (H1), which in turn strongly improves Sourcing Stability (H3). Crucially, Fintech Development (the use of transparent digital platforms) acts as a significant positive moderator (H2 and H4), empirically validating the core theoretical contribution: verifiable transaction data effectively mitigates credit risk, functioning as a Digital Collateral Substitute that overcomes Information Asymmetry, unlocks greater capital access, and maximizes the stability outcomes of quality investment. This research provides a strategic blueprint for the hospitality sector to stabilize local supply chains, reduce high national inventory costs, and achieve national mandates for inclusive economic growth.
Metode Pembelajaran Experiential Learning dan Pengaruhnya terhadap Kompetensi Kewirausahaan Siswa Kelas XII SMK Negeri 2 Majene Mas’ud, Mas’ud; Syam, Agus; Dewantara, Hajar; Jufri, Muhammad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode Experiential Learning terhadap kompetensi kewirausahaan siswa kelas 12 di SMK Negeri 2 Majene. Menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatif, sampel terdiri dari 79 siswa yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tertutup berdasarkan indikator kedua variabel. Hasil analisis regresi liniear sederhana menunjukkan bahwa Experiential Learning memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap kompetensi kewirausahaan siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05) dan nilai R² sebesar 0,882. Ini menunjukkan bahwa 88,2% varians dalam kompetensi kewirausahaan dijelaskan oleh penerapan metode Experiential Learning. Temuan ini menunjukkan bahwa melibatkan siswa dalam pengalaman langsung, refleksi, dan eksperimen secara efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap kewirausahaan mereka. Metode ini direkomendasikan untuk sekolah kejuruan untuk menumbuhkan keterampilan kewirausahaan praktis di kalangan siswa. Hasil penelitian ini juga mengindikasikan bahwa pembelajaran experiential learning mampu menumbuhkan kompetensi kewirausahaan siswa secara holistik. Siswa tidak hanya memahami konsep bisnis dan manajemen, tetapi juga mengembangkan sikap pantang menyerah, kreativitas, inovasi, kemampuan mengambil keputusan, serta keterampilan komunikasi yang efektif seluruhnya merupakan unsur penting dalam membangun jiwa wirausaha. Berdasarkan keseluruhan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran experiential learning memiliki pengaruh yang sangat kuat dan signifikan terhadap pengembangan kompetensi kewirausahaan siswa kelas XII SMK Negeri 2 Majene, serta didukung oleh landasan teoritis dan hasil penelitian sebelumnya.
Pengaruh Literasi Keuangan, Gaya Hidup Konsumtif, dan Fintech Payment terhadap Pembelian Impulsif Pengguna Shopee pada Mahasiswa di Kota Yogyakarta Anindya, Vanisa Rahma; Sulastiningsih, Sulastiningsih
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3725

Abstract

Penelitian ini dirancang untuk menggali secara mendalam bagaimana literasi keuangan, gaya hidup konsumtif, dan penggunaan fintech payment membentuk perilaku pembelian impulsif pada mahasiswa pengguna Shopee di Kota Yogyakarta. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, penelitian ini menerapkan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 100 mahasiswa sebagai responden utama. Data yang diperoleh kemudian dianalisis melalui berbagai rangkaian uji statistik, mulai dari uji instrumen, uji asumsi klasik, regresi linier berganda, hingga uji t dan uji f, dengan tujuan mengidentifikasi kontribusi masing-masing variabel terhadap perilaku impulsif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan tidak memiliki pengaruh signifikan dalam menekan kecenderungan mahasiswa melakukan pembelian spontan. Sebaliknya, gaya hidup konsumtif terbukti sebagai faktor paling dominan dan signifikan yang mendorong mahasiswa berbelanja tanpa perencanaan. Penggunaan fintech payment, khususnya layanan Shopee PayLater, juga ditemukan tidak memberikan dampak yang berarti terhadap perilaku impulsif tersebut. Namun, ketika ketiga variabel diuji secara simultan, hasil analisis mengungkapkan adanya pengaruh yang signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 44,6 persen. Angka ini menunjukkan bahwa kombinasi ketiga variabel memberikan kontribusi moderat terhadap perilaku pembelian impulsif mahasiswa. Temuan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya pengelolaan gaya hidup serta peningkatan literasi keuangan untuk meminimalkan kecenderungan belanja impulsif. Selain itu, penelitian ini juga dapat menjadi dasar bagi pengembangan kajian lebih lanjut terkait perilaku konsumen di era digital, terutama dalam konteks meningkatnya penggunaan e-commerce dan layanan fintech di kalangan generasi muda.
Analisis Kriminologis atas Penembakan Polisi oleh Oknum TNI dalam Kasus Sabung Ayam Lampung Maheswari, Jelita Kanaya; Sibatuara, Yemima; Anan, Aliyah Balqis; Elieser, Rion Albert; Sidabalok, Ray Billy Marthin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3727

Abstract

Artikel ini menganalisis tindak pidana penembakan anggota Polri oleh oknum TNI dalam kasus sabung ayam di Way Kanan, Lampung, melalui pendekatan kriminologi untuk memahami faktor penyebab dan konteks sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi motif, latar sosial, pola penyimpangan aparat, serta disfungsi kelembagaan yang memungkinkan terjadinya kekerasan antaraparat. Fokus kajian diarahkan pada faktor individual, relasi sosial, dan struktur institusional yang berkontribusi terhadap munculnya tindakan kriminal oleh aparat negara. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kepustakaan yang mengacu pada regulasi hukum, literatur kriminologi, dan pemberitaan nasional yang kredibel. Hasil analisis menunjukkan bahwa tindakan pelaku termasuk dalam kategori occupational crime karena dilakukan oleh individu yang memanfaatkan posisi dan kewenangannya. Peristiwa ini dipengaruhi oleh lemahnya sistem kontrol dan pengawasan internal, tekanan sosial dalam lingkungan kelompok, serta kultur permisif terhadap praktik pelanggaran hukum seperti perjudian dan kepemilikan senjata. Berdasarkan teori Differential Association, perilaku menyimpang aparat dipahami sebagai hasil proses belajar dalam lingkungan yang mentoleransi kekerasan dan pelanggaran. Sementara itu, teori Strain menjelaskan bahwa tekanan struktural dan tuntutan sosial tertentu dapat mendorong individu mencari solusi ilegal untuk menyelesaikan konflik atau mempertahankan status kelompok. Penelitian ini merekomendasikan penguatan mekanisme pengawasan terpadu antara TNI dan Polri, peningkatan profesionalisme aparat, serta reformasi peradilan militer untuk memperluas transparansi dan akuntabilitas, sehingga potensi konflik dan penyimpangan serupa dapat diminimalkan.
The Drivers of Supply Chain Resilience in Developing Economy Tourism: Organizational Culture and Strategic Practices Putranto, Diyan; Halawa, Fransiscus Amonio; Widodo, Rintis Eko; Setiawan, Fahmi; Ajizi , Budi Nurhamdani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.3729

Abstract

This descriptive qualitative study addresses a critical theoretical gap by exploring the non-structural drivers of Supply Chain Resilience (SCR) within the highly vulnerable Tourism Supply Chain Management (TSCM) context of developing economies. Employing a multiple case study approach using in-depth interviews with expert decision-makers, the research aimed to uncover the cultural and strategic mechanisms enabling adaptive recovery. Thematic analysis identified three interconnected drivers of SCR: first, Strategic Foresight, which transforms conventional planning by actively integrating technological investments, such as AI and IoT, for predictive visibility and dynamic resource allocation; second, Organizational Culture, which serves as the core agility mechanism by fostering cross-functional collaboration and digital skills necessary for rapid service reconfiguration; and third, Localized Partnering Resilience, which relies on long-term relational assets and mutual trust but is critically reinforced by Verifiable Transparency technologies, such as Blockchain, to mitigate ethical governance risks and build consumer confidence. The study proposes a context-specific framework that positions Organizational Culture and Strategic Foresight as the critical antecedents to Supply Chain Agility, concluding that resilience in volatile markets is fundamentally a human and relational achievement. The findings offer specific, actionable recommendations for managers regarding governance and training, and for policymakers regarding integrated infrastructure and transparency standards.