cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5,174 Documents
Wanprestasi dalam Perjanjian Jual Beli Lisan akibat Giro Kosong dan Upaya Penyelesaiannya (Studi pada CV. Multirejeki Selaras) Jasmin, Muhammad Hagi; Nazar, Jasman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6877

Abstract

Dalam praktik jual beli pada segmen pasar tradisional, kesepakatan sering dilakukan secara lisan karena pertimbangan kemudahan, kebiasaan, dan rendahnya literasi hukum. Kondisi ini juga dijalankan oleh CV. Multirejeki Selaras dalam transaksi distribusi produk air minum dalam kemasan di Sumatera Barat. Namun, perjanjian lisan memiliki kelemahan utama pada aspek pembuktian, sehingga berpotensi menimbulkan sengketa ketika terjadi wanprestasi, salah satunya berupa gagal bayar menggunakan bilyet giro yang ternyata kosong. Penelitian ini bertujuan menganalisis keabsahan dan kekuatan mengikat perjanjian jual beli lisan menurut hukum perdata Indonesia serta mengkaji bentuk wanprestasi akibat giro kosong dan upaya penyelesaiannya pada CV. Multirejeki Selaras. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan studi kasus komparatif-analitis, melalui wawancara semi terstruktur, observasi, dan dokumentasi perusahaan (nota transaksi, surat jalan, bilyet giro, serta data pendukung lainnya). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjanjian jual beli lisan tetap sah dan mengikat sepanjang memenuhi syarat Pasal 1320 KUHPerdata. Dalam hal pembuktian, meskipun tidak terdapat akta tertulis, kombinasi alat bukti perdata seperti dokumen transaksi, bilyet giro, keterangan saksi, bukti elektronik, dan pengakuan pihak debitur dapat memperkuat dalil wanprestasi. Penyelesaian yang ditempuh perusahaan pada umumnya dilakukan melalui jalur non-litigasi berupa penagihan, mediasi, dan restrukturisasi pembayaran, dengan mempertimbangkan efisiensi biaya, waktu, serta peluang menjaga hubungan usaha, sementara itikad buruk debitur menjadi faktor penghambat efektivitas penyelesaian.
Proses Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Penganiayaan Biasa Laporan Polisi Nomor: LP/B/07/VII/2024/SEK-SUNGAITARAB (Studi Kasus di Polsek Sungai Tarab) Hidayat, Hafizon; Yustrisia, Lola
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6878

Abstract

Tindak pidana penganiayaan merupakan kejahatan terhadap tubuh yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penganiayaan adalah perbuatan yang dengan sengaja menimbulkan rasa sakit, luka, atau gangguan kesehatan terhadap orang lain sehingga memerlukan penanganan hukum yang profesional untuk menjamin kepastian, keadilan, dan kemanfaatan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses penyelesaian perkara tindak pidana penganiayaan biasa berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/07/VII/2024/SEK-Sungai Tarab tanggal 11 Juli 2024 serta faktor-faktor yang menyebabkan perkara tersebut diselesaikan melalui jalur litigasi hingga tahap penuntutan dan persidangan. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum empiris dengan sifat deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan Kepala Kepolisian Sektor Sungai Tarab, Kepala Unit Reserse Kriminal, dan penyidik Unit Reserse Kriminal, sedangkan data sekunder diperoleh dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelesaian perkara dilaksanakan melalui sistem peradilan pidana formal sampai memperoleh putusan hakim. Penyelesaian melalui litigasi dipilih karena terpenuhinya alat bukti dan unsur delik, tidak terpenuhinya syarat keadilan restoratif berdasarkan Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021, tingkat cedera korban yang serius, serta penolakan perdamaian oleh korban. Dengan demikian, litigasi merupakan langkah yuridis dan sosiologis yang tepat untuk menjamin kepastian hukum, memberikan efek jera, dan menjaga ketertiban masyarakat.
Electric Vehicle Market Segmentation Based on Features and Specifications Using the K-Means Algorithm Rivanto, Farhan; Arifin, Toni
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6879

Abstract

Kendaraan bermotor berbahan bakar fosil diketahui merupakan salah satu penyumbang utama emisi gas rumah kaca yang mempercepat perubahan iklim global. Sebagai alternatif yang lebih ramah lingkungan, mobil listrik hadir sebagai solusi karena tidak menghasilkan emisi gas buang secara langsung saat digunakan. Perkembangan teknologi kendaraan listrik mendorong meningkatnya minat konsumen terhadap berbagai tipe dan spesifikasi yang tersedia di pasar. Demikian, diperlukan segmentasi pasar untuk memahami karakteristik mobil listrik berdasarkan kebutuhan pengguna. Penelitian ini menerapkan algoritma K-Means Clustering untuk mengelompokkan mobil listrik berdasarkan fitur dan spesifikasi teknisnya. Dataset yang digunakan berasal dari platform Kaggle dengan judul Cheapest Electric Cars 2023 yang dipublikasikan oleh koustubhk. Dataset tersebut terdiri dari 307 data dengan beberapa variabel utama, yaitu Name, Acceleration, TopSpeed, Range, Efficiency, FastChargeSpeed, Drive, dan Number of Seats. Variabel-variabel ini merepresentasikan performa, efisiensi, dan kapasitas kendaraan yang relevan dalam pengambilan keputusan konsumen. Hasil analisis menunjukkan bahwa pasar mobil listrik dapat dikelompokkan menjadi tiga klaster utama, yaitu klaster C0 (mobil keluarga) sebanyak 137 item, klaster C1 (mobil perkotaan) sebanyak 109 item, dan klaster C2 (mobil sport) sebanyak 61 item. Evaluasi kualitas clustering menggunakan indeks Davies-Bouldin menghasilkan nilai sebesar 0,641. Nilai tersebut menunjukkan hasil segmentasi yang diperoleh tergolong cukup baik karena semakin kecil nilai Davies-Bouldin Index, maka semakin optimal pemisahan antar klaster yang terbentuk..
Analisis Kinerja Pegawai Dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik Di Kantor Kecamatan Pamulang Tangerang Selatan Marcela, Viona; Subur, Rahmat
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6887

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja pegawai dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, serta merumuskan strategi peningkatan pelayanan berdasarkan analisis SWOT. Dalam Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, serta Focus Group Discussion (FGD). Analisis data dilakukan menggunakan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi pelaksanaan pelayanan publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pegawai secara umum telah berjalan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Pegawai dinilai cukup ramah, responsif, dan mampu melayani masyarakat dengan baik. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia, gangguan teknis jaringan, serta fasilitas pelayanan yang belum sepenuhnya memadai. Selain itu, terdapat potensi ancaman berupa meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan yang cepat dan transparan. Berdasarkan analisis SWOT, strategi yang tepat untuk diterapkan adalah strategi Strength–Opportunity (SO) dengan memanfaatkan kompetensi, pengalaman, dan kedisiplinan pegawai untuk mengembangkan pelayanan publik berbasis teknologi guna meningkatkan efektivitas dan jangkauan layanan. Selain itu, diterapkan strategi Strength–Threat (ST) dengan memaksimalkan kekuatan internal pegawai melalui penerapan SOP yang konsisten, peningkatan profesionalisme, dan penguatan etika pelayanan untuk menghadapi ancaman meningkatnya ekspektasi masyarakat. Penerapan strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja pegawai dan kualitas pelayanan publik secara berkelanjutan
Tinjauan Yuridis Perlindungan Hukum Masyarakat Adat Dalam Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Lisa, Merdian; Haskar, Edi; Chofa, Fery
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6890

Abstract

Proyek Strategis Nasional (PSN) merupakan proyek maupun program prioritas yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga badan usaha yang memiliki sifat strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Upaya ini bertujuan menciptakan pemerataan pembangunan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta akselerasi pembangunan di berbagai daerah. Salah satu implementasi nyatanya adalah pengembangan program Food Estate di Merauke yang secara legalitas ditetapkan melalui Perpres Nomor 109 Tahun 2020, Keppres Nomor 15 Tahun 2024 tentang Satuan Tugas Percepatan Swasembada Gula dan Bioetanol, serta Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2023. Secara normatif, negara telah memberikan jaminan pengakuan sekaligus perlindungan terhadap hak-hak masyarakat adat melalui berbagai instrumen peraturan perundang-undangan. Namun, dalam tataran praktik, pelaksanaan PSN—khususnya Food Estate di Merauke—menimbulkan persoalan yuridis yang kompleks karena dinilai berpotensi kuat bertentangan dengan hak konstitusional masyarakat hukum adat. Permasalahan ini mencakup sengketa hak atas tanah ulayat, minimnya partisipasi bermakna, hingga terancamnya keberlanjutan lingkungan hidup lokal. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan spesifikasi deskriptif analitis yang bertujuan menganalisis tinjauan yuridis terhadap perlindungan hukum masyarakat adat dalam pelaksanaan proyek tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah yuridis normatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa regulasi, dokumen resmi, serta literatur hukum sebagai bahan analisis utama. Hasil kajian diharapkan memberikan kontribusi konseptual signifikan terhadap penguatan kerangka perlindungan hukum bagi masyarakat adat di Indonesia.
Transformasi Digital Administrasi Pemerintahan dalam Kerangka Negara Hukum: Analisis Konstitusional terhadap Implementasi SPBE di Indonesia Safa, Muhammad Saddam; Jumanudin, Jumanudin; Fahlevi, Anugrah Ryandra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6893

Abstract

Transformasi digital administrasi pemerintahan melalui Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) merupakan bagian integral dari agenda reformasi birokrasi nasional yang bertujuan meningkatkan efektivitas, efisiensi, transparansi, dan kualitas pelayanan publik. Dalam perspektif hukum tata negara, digitalisasi administrasi tidak semata-mata dipahami sebagai inovasi teknologi atau modernisasi sistem kerja birokrasi, melainkan sebagai proses konstitusional yang harus tetap tunduk pada prinsip negara hukum, asas legalitas, pembatasan kekuasaan, serta jaminan perlindungan hak asasi manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode literature review sistematis terhadap peraturan perundang-undangan dan 45 sumber literatur utama yang dipublikasikan pada periode 2013–2025. Analisis dilakukan melalui klasifikasi tematik terhadap isu negara hukum, AUPB, perlindungan data pribadi, dan akuntabilitas digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi SPBE berkontribusi signifikan terhadap penguatan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), khususnya dalam aspek keterbukaan, efisiensi, dan akuntabilitas berbasis sistem elektronik. Namun demikian, digitalisasi administrasi juga memunculkan tantangan konstitusional, antara lain risiko pelanggaran perlindungan data pribadi, ketimpangan akses akibat kesenjangan digital, serta persoalan akuntabilitas algoritmik dalam pengambilan keputusan administratif berbasis otomatisasi. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, penguatan tata kelola dan keamanan data, serta mekanisme pengawasan konstitusional yang efektif agar transformasi digital administrasi pemerintahan tetap selaras dengan prinsip supremasi konstitusi dan perlindungan hak konstitusional warga negara dalam kerangka negara hukum Indonesia.
Transformasi Digital Pemilu dan Implikasinya terhadap Prinsip Konstitusional: Suatu Tinjauan Hukum Tata Negara Saniati, La; Jumanudin, Jumanudin; Fahlevi, Anugrah Ryandra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6895

Abstract

Transformasi digital dalam penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) merupakan bagian dari perkembangan tata kelola pemerintahan berbasis teknologi yang bertujuan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas. Dalam konteks Indonesia, digitalisasi pemilu tercermin melalui penggunaan Sistem Informasi Data Pemilih (SIDALIH), Sistem Informasi Rekapitulasi (SIREKAP), serta berbagai sistem administrasi berbasis daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan transformasi digital pemilu dalam perspektif hukum tata negara serta implikasinya terhadap prinsip-prinsip konstitusional sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Metode yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstitusi tidak membatasi metode teknis penyelenggaraan pemilu, sehingga digitalisasi dimungkinkan sepanjang tidak bertentangan dengan prinsip kedaulatan rakyat dan asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Namun demikian, digitalisasi juga menimbulkan tantangan konstitusional, khususnya terkait keamanan siber, perlindungan data pribadi, transparansi sistem, dan kesenjangan akses teknologi. Selain itu, belum adanya standar audit teknologi yang terintegrasi dan mekanisme pengawasan independen terhadap sistem digital berpotensi memengaruhi tingkat kepercayaan publik terhadap hasil pemilu. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi digital pemilu harus ditempatkan dalam kerangka negara hukum dan demokrasi konstitusional, dengan menekankan pentingnya regulasi yang adaptif, penguatan infrastruktur keamanan informasi, serta peningkatan literasi digital masyarakat. Dengan demikian, teknologi dapat berfungsi sebagai instrumen penguatan demokrasi, bukan sebagai faktor yang mengurangi substansi kedaulatan rakyat dan perlindungan hak konstitusional warga negara.
Perbandingan Efektivitas Arsitektur CNN Pada Sistem Klasifikasi Kelelahan Pada Wajah Pengemudi Hidayat, Muhammad Ali Nur; Iriyanti, Adinda Sofia; Hakim, Jamaludin; Ndala, Stefanus; Sasono, Damar Surya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.6937

Abstract

Kondisi kelelahan pada pengemudi berperan signifikan dalam meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas karena berdampak langsung pada penurunan tingkat konsentrasi serta keterlambatan respons terhadap situasi di jalan. Dengan demikian, pengembangan sistem klasifikasi kelelahan berbasis citra wajah yang mampu melakukan deteksi secara otomatis dan memiliki tingkat keandalan tinggi menjadi kebutuhan yang penting. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja empat arsitektur Convolutional Neural Network (CNN), yaitu VGG16, ResNet50, MobileNetV2, dan InceptionV3, dalam mengklasifikasikan kelelahan wajah pengemudi. Dataset penelitian ini mencakup sebanyak 2.000 citra wajah yang bersumber dari platform Kaggle, yang selanjutnya melalui tahap praproses meliputi penyesuaian ukuran citra, normalisasi nilai piksel, serta penerapan teknik augmentasi data. Seluruh model dilatih selama 35 epoch dengan memanfaatkan bobot awal pretrained ImageNet. Evaluasi performa dilakukan menggunakan metrik training accuracy, training loss, validation accuracy, dan validation loss. Hasil pengujian menunjukkan bahwa ResNet50 dan MobileNetV2 mencapai performa terbaik dengan training dan validation accuracy sebesar 100% serta validation loss yang rendah, masing-masing 0,0301 dan 0,0309. Sementara itu, VGG16 memperoleh training accuracy 95,82% dan validation accuracy 93,03% dengan validation loss 0,1511, sedangkan InceptionV3 mencapai training accuracy 98,57% dan validation accuracy 95,73% dengan validation loss yang relatif lebih tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun arsitektur CNN yang kompleks mampu menghasilkan akurasi tinggi, model ringan seperti MobileNetV2 lebih optimal untuk implementasi sistem deteksi kelelahan pengemudi berbasis real-time karena efisiensi komputasinya.
Pengaruh Sosial Presence dan Scarcity terhadap Impulsive Buying pada TikTok Live: Peran Mediasi Arousal Anisa, Alifia Fahda; Novandri, Weni; Pradisti, Larisa
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.1244

Abstract

Live streaming commerce seperti TikTok Live telah mendorong impulsive buying di kalangan Generasi Z melalui interaksi sosial dan stimulus emosional yang intens. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh social presence dan scarcity terhadap impulsive buying dengan arousal sebagai variabel mediasi, berdasarkan kerangka Stimulus-Organism-Response (S-O-R), untuk mengisi evidence gap (inkonsistensi temuan), methodological gap (kurangnya mediasi kompleks), serta population gap (fokus Gen Z Indonesia). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui kuesioner daring. Populasi adalah pengguna aktif TikTok Live Generasi Z di Pulau Jawa, Indonesia, dengan sampel 250 responden dipilih via purposive sampling berdasarkan kriteria relevan. Instrumen pengumpulan data adalah kuesioner Google Form yang disebarkan via media sosial, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) untuk menguji validitas konvergen (AVE, loading), reliabilitas (CR, Cronbach's Alpha), R-square, f-square, path coefficient, serta uji mediasi bootstrapping. Hasil menunjukkan semua konstruk valid (AVE > 0.5; loading > 0.7) dan reliabel (CR > 0.7), namun R² arousal (0.063) dan impulsive buying (0.008) sangat lemah. Tidak terdapat pengaruh signifikan social presence atau scarcity terhadap arousal dan impulsive buying (p > 0.05, T < 1.96), serta mediasi arousal tidak terbukti. Kesimpulan menyatakan stimulus tersebut gagal memicu mekanisme emosional S-O-R secara optimal pada Gen Z TikTok Live Indonesia. Penelitian lanjutan disarankan memasukkan moderasi trust, perluas sampel nasional, dan gunakan mixed-methods.
Analisis Penerapan SAK-EMKM dalam Penyusunan Laporan Keuangan Umkm Di Usaha Donat Falia Fazya, Shanaya Fabitha; Sariah, Ananda Putri; Ramadhani, Dian; Safitri, Novia; Salsabillah, Rifda Nur
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.3778

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan dominan yang dihadapi UMKM kuliner, khususnya dalam pencatatan dan pelaporan keuangan yang belum sepenuhnya sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-EMKM). Keterbatasan pengetahuan akuntansi serta minimnya pendampingan profesional menyebabkan sebagian besar pelaku usaha masih melakukan pencatatan secara sederhana dan manual. Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis penerapan SAK-EMKM dalam penyusunan laporan keuangan pada Usaha Donat Falia serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi oleh pemilik usaha dalam proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Populasi penelitian mencakup seluruh aktivitas pencatatan keuangan di Donat Falia, sedangkan sampel ditentukan secara purposive, yaitu pemilik usaha sebagai informan utama. Instrumen penelitian meliputi wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi arsip keuangan. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap triangulasi sumber, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan secara naratif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Donat Falia belum menerapkan SAK-EMKM secara optimal karena pencatatan masih terbatas pada arus kas masuk dan keluar tanpa penyusunan laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, dan catatan atas laporan keuangan secara lengkap. Penelitian ini menyimpulkan perlunya peningkatan literasi akuntansi dan pendampingan berkelanjutan bagi UMKM agar laporan keuangan lebih relevan, andal, akurat, dan sesuai standar yang berlaku.