cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 4,717 Documents
Digital Enterpreneurship: Transformasi Model Bisnis dan Strategi Pemasaran UMKM di Era Ekonomi Digital Indonesia Yuliani, Mila
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6586

Abstract

Era transformasi digital telah mengubah lanskap kewirausahaan secara fundamental, memunculkan fenomena digital entrepreneurship yang menjadi kunci daya saing UMKM di Indonesia. Penelitian ini mengkaji implementasi kewirausahaan digital pada UMKM Indonesia, meliputi transformasi model bisnis, strategi pemasaran digital, dan dampaknya terhadap kinerja bisnis. Indonesia saat ini memiliki lebih dari 64 juta unit UMKM yang berkontribusi sekitar 61% terhadap PDB nasional, namun mayoritas masih menghadapi tantangan serius dalam adaptasi teknologi digital. Menggunakan metode mixed methods dengan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 150 pelaku UMKM di Jawa Barat dan kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap 15 informan terpilih, penelitian ini mengidentifikasi faktor-faktor kunci keberhasilan digital entrepreneurship. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78% UMKM yang mengadopsi strategi digital marketing melalui media sosial dan e-commerce mengalami peningkatan penjualan rata-rata 45% dalam 6 bulan pertama. Adopsi teknologi digital secara komprehensif mencakup penggunaan media sosial (Instagram, Facebook, TikTok), platform e-commerce (Shopee, Tokopedia, TikTok Shop), dan digital payment systems. Analisis regresi berganda mengonfirmasi bahwa brand awareness meningkat 73%, jangkauan pasar 68%, dan customer engagement 52% pascaimplementasi digital entrepreneurship. Penelitian ini menemukan bahwa literasi digital, dukungan ekosistem, dan mindset entrepreneurial menjadi determinan utama kesuksesan transformasi digital UMKM. Model pentahelix (pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media) terbukti efektif dalam mendorong adopsi digital entrepreneurship secara kolaboratif. Implikasi praktis mencakup framework implementasi digital entrepreneurship yang dapat diadopsi UMKM dengan sumber daya terbatas, serta rekomendasi kebijakan strategis untuk mempercepat transformasi digital UMKM Indonesia menuju ekosistem ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.
Pengaruh Kualitas Produk, Kualitas Pelayanan, Harga, dan Citra Merek terhadap Kepuasan Pelanggan di Eiger Adventure Store Rajawali Palembang Charlie, Charlie; Artina, Nyimas
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6620

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk, kualitas pelayanan, harga, dan citra merek terhadap kepuasan pelanggan di Eiger Adventure Store Rajawali Palembang. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada penurunan jumlah pelanggan dan total penjualan selama periode 2022–2024 meskipun Eiger memiliki citra merek yang kuat sebagai brand perlengkapan outdoor lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik non-probability sampling melalui metode purposive sampling, dan jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin sehingga diperoleh 100 responden yang merupakan pelanggan yang pernah melakukan pembelian lebih dari satu kali. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linier berganda dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial kualitas produk, kualitas pelayanan, harga, dan citra merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, dengan kualitas produk sebagai variabel yang paling dominan, diikuti oleh harga, kualitas pelayanan, dan citra merek. Secara simultan, keempat variabel independen tersebut juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan dengan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,604, yang berarti 60,4% variasi kepuasan pelanggan dapat dijelaskan oleh model penelitian, sedangkan 39,6% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kepuasan pelanggan perlu difokuskan pada peningkatan kualitas produk, kesesuaian harga dengan nilai yang dirasakan, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan citra merek secara berkelanjutan.
Kategorisasi Komentar Live Streaming TikTok Menggunakan Support Vector Machine Maharani, Meythia; Ihsan, Mochamad Chairul
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6636

Abstract

Di era social commerce yang berkembang pesat, live streaming telah menjadi alat pemasaran yang krusial, khususnya dalam industri kecantikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengklasifikasikan karakteristik komentar audiens pada live streaming TikTok dari brand Make Over. Analisis difokuskan pada perbandingan dua konteks waktu yang berbeda, yaitu sesi Business as Usual (BAU) dan kampanye Payday, dengan menerapkan algoritma Support Vector Machine (SVM). Data penelitian dikumpulkan melalui teknik scraping untuk mendapatkan himpunan komentar dari kedua sesi live streaming tersebut. Tahapan metode penelitian diawali dengan prapemrosesan teks yang komprehensif untuk membersihkan noise pada data. Selanjutnya, proses pelabelan kategori komentar dilakukan secara otomatis memanfaatkan teknologi Large Language Model (LLM) GPT-4o mini untuk meningkatkan efisiensi. Fitur diekstraksi menggunakan metode pembobotan Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF). Untuk mengatasi masalah ketidakseimbangan kelas pada dataset, penelitian ini mengimplementasikan teknik Synthetic Minority Over-sampling Technique (SMOTE) sebelum melatih model SVM. Hasil pengujian model menunjukkan adanya perbedaan karakteristik interaksi yang signifikan antara kedua sesi. Sesi Payday menghasilkan volume komentar yang jauh lebih tinggi dan didominasi oleh niat transaksional, seperti pertanyaan seputar diskon dan voucher, mencapai akurasi klasifikasi sebesar 92,62%. Sebaliknya, sesi BAU lebih didominasi oleh komentar bersifat konsultatif terkait kecocokan produk dengan akurasi model 84,54%. Meski demikian, kategori Information Seeking tetap menjadi yang paling dominan di kedua sesi. Temuan strategis ini memberikan implikasi manajerial bagi brand, menyarankan perlunya strategi pengelolaan live streaming yang lebih adaptif berdasarkan konteks waktu promosi serta perilaku spesifik audiens.
Service Marketing Mix (7Ps) sebagai Alat Strategis dalam Mengelola Pelayanan Prima: Systematic Literature Review Leo, Thurain; KN, ⁠Sang Ayu Putu Novi Krisna Dewi; SKP, RM Syauqi Annuri; Namira, ⁠Raida; Handayani, ⁠Sarry; Suhartiningsih, ⁠Sukmawati Eka; Rohendi, Acep
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6638

Abstract

Dalam persaingan global dan percepatan transformasi digital, organisasi sektor jasa menghadapi tekanan dalam memberikan pelayanan prima (service excellence). Service marketing mix (7Ps) dipandang sebagai kerangka dalam mengelola kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis penelitian ilmiah terkait peran service marketing mix (7Ps) sebagai alat strategis dalam pengelolaan pelayanan prima di berbagai sektor jasa. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA. Penelusuran literatur dilakukan pada Februari 2026 melalui basis data Springer, MDPI, Emerald, dan Taylor & Francis. Dari total 1.988 artikel hasil skrining awal, dilakukan proses deduplikasi, penyaringan judul dan abstrak, dan evaluasi kelayakan full-text berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Sebanyak lima artikel berkualitas yang terindeks Scopus memenuhi kriteria inklusi. Analisis tematik mengidentifikasi lima tema utama, yaitu: (1) service marketing mix (7Ps) berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan sebagai dasar pelayanan prima; (2) kepuasan pelanggan berperan sebagai mediator utama antara 7Ps dengan loyalitas, niat beli, dan profitabilitas; (3) elemen people, process, dan physical evidence merupakan faktor dalam pencapaian service excellence; (4) pengalaman layanan (service experience) menjadi penentu pelayanan prima pada layanan digital dan berbasis teknologi; dan (5) keseimbangan elemen 7Ps menentukan efektivitas pengelolaan pelayanan prima lintas sektor jasa. Service marketing mix (7Ps) berperan dalam pengelolaan pelayanan prima melalui peningkatan kepuasan dan pengalaman pelanggan.
Pengaruh Program Pemutihan Pajak Terhadap Kepatuhan Wajib Pajak PKB Dengan Sosialisasi Pajak Sebagai Variabel Moderasi di UPTD PPD Kelapa Dua Bapenda Provinsi Banten Teja, Anton Lesmana; Handoko, Pryo; Tabrani, Ahmad
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6640

Abstract

Tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di UPTD PPD Kelapa Dua masih rendah meskipun Pemerintah Provinsi Banten telah melaksanakan program pemutihan pajak melalui Pergub No. 170 Tahun 2025. Program ini memang meningkatkan antusiasme masyarakat, tetapi efektivitasnya belum optimal akibat prosedur pelayanan yang rumit, penyebaran informasi yang tidak merata, dan keterbatasan tenaga kerja di bagian cek fisik kendaraan. Peneliti menggunakan metode penilaian kuantitatif, Populasi penelitian adalah seluruh Wajib Pajak UPTD PPD Kelapa Dua sebanyak 401 pemilik kendaraan, cara pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling yang terdiri Sepeda Motor R2 sebanyak 29 wajib pajak dan Mobil 111 wajib pajak. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Teknik Analisis Data menggunakan statistic deskriptif dan statistic inferensial (outer model dan inner model). Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai t-statistik 2,745 dan p-value sebesar 0,006 (<0,05), dengan demikian H1 diterima, yaitu pemutihan pajak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepatuhan wajib pajak. Nilai t-statistik 2,856 dan p-value sebesar 0,004 (<0,05), dengan demikian H2 diterima yaitu sosialisasi pajak memoderasi pengaruh pemutihan pajak terhadap kepatuhan wajib pajak di UPTD PPD Kelapa Dua Bapenda Provinsi Banten. Bapenda disarankan untuk meningkatkan kualitas program melalui media digital, menyediakan pendampingan bagi wajib pajak, menyederhanakan materi dengan contoh praktis, serta memperluas jangkauan informasi. Selain itu, Bapenda perlu memperkuat transparansi dan akurasi lewat sistem digital terintegrasi dan penyuluhan rutin agar kepercayaan publik dan kepatuhan wajib pajak meningkat.  
Pengaruh Kompensasi dan Evaluasi Terhadap Kinerja Karyawan Pada PT Duta Global Baswara Murtianah, Fitri; Asmadi, Iwan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6662

Abstract

Kompensasi dan Evaluasi berperan penting dalam meningkatkan kinerja karyawan. Kompensasi adalah apa yang diterima oleh karyawan sebagai ganti kontribusi mereka kepada organisasi.Kompensasi sendiri dibedakan menjadi dua yaitu yang sifatnya finansial dan non finansial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Kompensasi dan Evaluasi terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Duta Global Baswara, Metode yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dengan sampel sebanyak 30 responden karyawan melalui Teknik total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan bantuan software SPSS.25 for windows. Hasil penilitian ini adalah (1) Kompensasi mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan berdasarkan hasil uji T menunjukkan bahwa nilai Sig. sebesar 0,007 < 0,05 dan nilai T-hitung sebesar -2,943 > T-tabel 1,703, sehingga dapat disimpulkan bahwa kompensasi berpengaruh siginifikan. (2) Evaluasi mempunyai pengaruh positif dan siginifikan terhadap Kinerja Karyawan  berdasarkan hasil uji T nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai T-hitung sebesar 10,312 > T-tabel 1,703, sehingga dapat disimpulkan bahwa evaluasi berpengaruh signifikan. (3) Kompensasi dan Evaluasi secara simultan bersama-sama mempumyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Karyawan berdasarkan hasil uji F menunjukkan bahwa nilai Sig. sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai F hitung sebesar 108,197 > F-tabel 3,35, sehingga dapat disimpulkan bahwa Kompensasi dan Evaluasi mempunyai pengaruh yang signifikan. Berdasarkan uji Koefosein Determinasi didapatkan sebesar 88.9% yang artinya Kompensasi (X1) dan evaluasi (X2) mempengaruhi kinerja karyawan (Y)
The Impact of Beauty Influencer Marketing on Brand Evangelism on TikTok Rania, Alya Shidqa; Hasan, Zidny Ilma
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6664

Abstract

Social media has become a valuable media to market a product or service, whereby influencers play a key role as opinion leaders. Key opinion leaders play an important role for brands as they have the ability to drive their audience into becoming consumers. This study aims to explore the impact of influencer marketing strategy on brand evangelism, which includes recommending brands and defending them from criticism. Influencer marketing strategies are measured through influencer engagement rate, content relevance, influencer authenticity, audience reach, campaign frequency, and consumer sentiment. Using a quantitative approach, this study applies the Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM) technique with the use of SmartPLS4. Data were collected from 190 people in the range of Generation Z, who follow Tasya Farasya on TikTok, and had purchased either OMG Beauty foundation, cushion, or two-way cake products in the last six months based on her recommendation. The findings show that influencer engagement rate, content relevance, audience reach, campaign frequency, and consumer sentiment have a positive impact on brand evangelism. However, influencer authenticity has no significant impact on brand evangelism. These findings provide a better understanding of the role of influencers in driving brand evangelism and offer practical insights to develop more effective marketing strategies
Peran Pemasaran Digital terhadap Customer Loyalty melalui Customer Involvement pada FORE Coffee Lismawati, Lismawati; Fachrunnisa, Olivia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6669

Abstract

terhadap Customer Loyalty dengan Customer Involvement sebagai variabel mediasi pada pelanggan FORE Coffee di Kota Semarang. Industri food and beverage di Indonesia saat ini menghadapi persaingan yang semakin ketat, khususnya di segmen kopi lokal yang terus berkembang pesat. Dalam kondisi tersebut, strategi pemasaran digital menjadi instrumen penting bagi brand untuk membangun loyalitas pelanggan secara berkelanjutan. Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang berdomisili di Kota Semarang, telah membeli atau menjadi pelanggan tetap produk FORE Coffee, aktif mengikuti akun media sosial resmi FORE Coffee, serta pernah memberikan atau membaca ulasan digital terkait produk mereka. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih secara probability sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik Structural Equation Modeling (SEM) berbasis Partial Least Square (PLS), yang dipilih karena kemampuannya dalam menguji hubungan antar variabel secara simultan, termasuk efek mediasi. FORE Coffee dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan salah satu brand kopi lokal yang secara aktif memanfaatkan platform digital sebagai bagian dari strategi pemasarannya, sehingga menjadi studi kasus yang relevan dan representatif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dalam pengembangan ilmu pemasaran digital, sekaligus memberikan implikasi praktis bagi para pelaku usaha di industri food and beverage dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif, berbasis data, dan berorientasi pada peningkatan loyalitas pelanggan jangka panjang.
Gig Economy Dalam Hukum Ketenagakerjaan Sebagai Tantangan Baru Dalam Dunia Bisnis Digital Mediana, Ni Nengah Eilsa Ayu; Sukmaningsih, Ni Komang Irma Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6685

Abstract

Pesatnya transformasi digital telah memicu pergeseran fundamental dalam struktur ketenagakerjaan di Indonesia melalui fenomena gig economy yang berbasis platform digital seperti Gojek, Grab, dan Shopee Express. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan hukum pekerja gig dalam sistem hukum nasional serta mengidentifikasi kekosongan hukum yang menyebabkan kerentanan bagi para pekerja digital. Metode penelitian yang digunakan adalah hukum normatif, yaitu penelitian yang berfokus pada kajian dokumen hukum, baik berupa peraturan perundang-undangan, asas hukum, maupun doktrin keilmuan hukum, tanpa melibatkan observasi atau penelitian empiris di lapangan dengan pendekatan perundang-undangan (comparative approach), konseptual (conceptual approach), dan komparatif (comparative approach) melalui analisis terhadap berbagai literatur serta regulasi terkait. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat kekosongan hukum (legal vacuum) yang signifikan karena Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan masih berorientasi pada hubungan kerja konvensional yang kaku. Praktik kemitraan yang diterapkan perusahaan platform sering kali merupakan kemitraan semu (bogus self-employment) yang menyamarkan hubungan subordinasi algoritmik, sehingga pekerja kehilangan hak-hak normatif seperti upah minimum, jaminan sosial, dan perlindungan pemutusan hubungan kerja. Sebagai solusi, penelitian ini merumuskan perlunya redefinisi hubungan kerja yang menitikberatkan pada aspek substansi faktual daripada bentuk kontrak formal, serta pengenalan kategori subjek hukum baru seperti dependent self-employed. Kesimpulannya, reformasi regulasi yang adaptif dan inklusif sangat mendesak untuk dilakukan guna memberikan kepastian hukum dan perlindungan yang adil bagi pekerja digital di tengah dinamika ekonomi modern yang terus berkembang pesat di Indonesia.
Tantangan Deepfake Porn AI: Martabat Mendiang dan Hak Post Mortem Noval, Sayid Muhammad Rifki
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.6686

Abstract

Eskalasi teknologi Artificial Intelligence (AI) telah memicu fenomena deepfake porn yang tidak hanya mengancam individu hidup, tetapi juga mengeksploitasi martabat mereka yang telah meninggal dunia melalui manipulasi visual tanpa persetujuan. Penelitian ini mengkaji urgensi pelindungan hukum terhadap digital afterlife di Indonesia, yang saat ini menghadapi tantangan serius akibat dominasi doktrin tradisional actio personalis moritur cum personalis. Kerangka regulasi siber saat ini, khususnya UU ITE dan UU PDP, terbukti belum memadai karena membatasi definisi subjek hukum hanya pada individu biologis yang masih hidup, sehingga ahli waris kehilangan landasan untuk menuntut keadilan atas nama mendiang. Menggunakan metode yuridis normatif, studi ini mengidentifikasi Pasal 439 KUHP Baru sebagai solusi fundamental untuk mengisi kekosongan hukum tersebut. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pasal ini merefleksikan pergeseran paradigma hukum yang signifikan menuju pengakuan postmortem privacy. Pasal 439 KUHP secara progresif mengkriminalisasi pencemaran terhadap orang mati dan memberikan legitimasi hukum (legal standing) kepada keluarga untuk bertindak, selaras dengan konsep Interest Theory of Rights dan pelindungan kepentingan relational living. Simpulan studi menegaskan bahwa meskipun implementasinya menuntut interpretasi cermat atas definisi "pencemaran digital" dan pembuktian niat jahat (mens rea), Pasal 439 KUHP menyediakan fondasi yuridis yang kuat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi turunan yang spesifik serta kolaborasi multipihak untuk memastikan terciptanya ruang digital yang etis dan menghormati integritas manusia melampaui batas kematian fisik