cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,292 Documents
Pengaruh E-Service Quality dan E-Trust terhadap E-Satisfaction dan Niat Penggunaan Keberlanjutan Pengguna Layanan Paylater di Indonesia Leonhard Martin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11592

Abstract

Perkembangan financial technology (fintech) mendorong munculnya berbagai layanan keuangan digital, salah satunya layanan Buy Now, Pay Later (PayLater) yang semakin banyak digunakan masyarakat Indonesia. Namun, tingginya penggunaan PayLater belum tentu diikuti oleh niat penggunaan berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh e-service quality dan e-trust terhadap niat penggunaan berkelanjutan layanan PayLater dengan e-satisfaction sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner secara online kepada 151 responden pengguna PayLater di Indonesia menggunakan teknik purposive sampling. Analisis data dilakukan menggunakan metode Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan software SmartPLS versi 4.1.1.6. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-service quality dan e-trust berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-satisfaction. Selain itu, e-service quality dan e-satisfaction juga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat penggunaan berkelanjutan. Sementara itu, e-trust tidak berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan berkelanjutan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa e-satisfaction belum dapat berperan sebagai variabel mediasi dalam hubungan antara e-service quality maupun e-trust terhadap niat penggunaan berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas layanan memiliki peran penting dalam meningkatkan kepuasan pengguna sekaligus mendorong niat untuk terus menggunakan layanan PayLater pada masa yang akan datang.
Efektivitas SIPD RI terhadap Kinerja Penganggaran Daerah (Studi Kasus: Badan Keuangan Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung) Zurmawati Zurmawati; Yeni Oktarina; Erwin Erwin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11593

Abstract

Kinerja penganggaran daerah merupakan indikator penting keberhasilan pengelolaan keuangan daerah, yang saat ini didukung oleh implementasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah Republik Indonesia (SIPD RI) sebagai platform digital terintegrasi dalam siklus perencanaan hingga pertanggungjawaban anggaran. Namun demikian, implementasi SIPD RI di berbagai pemerintah daerah, termasuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, masih menghadapi kendala teknis, kesiapan pengguna, dan ketidaksesuaian antara fitur sistem dengan kebutuhan tugas penganggaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Kualitas Sistem dan Kualitas Informasi SIPD RI terhadap Kinerja Penganggaran Daerah, baik secara langsung maupun melalui Task-Technology Fit (TTF) sebagai variabel intervening. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kualitas Sistem dan Kualitas Informasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap TTF, TTF berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Penganggaran Daerah, serta TTF berperan sebagai variabel mediasi penuh pada jalur Kualitas Sistem dan mediasi sebagian pada jalur Kualitas Informasi terhadap Kinerja Penganggaran Daerah. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja penganggaran daerah melalui SIPD RI tidak cukup hanya mengandalkan perbaikan kualitas sistem dan informasi, tetapi juga memerlukan kesesuaian sistem dengan karakteristik tugas pengguna. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis melalui integrasi model kesuksesan sistem informasi dan model Task-Technology Fit, serta kontribusi praktis bagi Bakeuda dan Kementerian Dalam Negeri dalam merumuskan strategi penguatan implementasi SIPD RI.
Analisis Pola Penyakit Pasien Untuk Perencanaan Kebutuhan Obat di Klinik Batara Menggunakan K-Means Clustering Maria Erviana Asinta Lensi; Santoso Setiawan; Taransa Agasya Tutupoly
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11596

Abstract

Pengelolaan persediaan obat yang kurang tepat di klinik sering kali memicu terjadinya ketidakseimbangan stok, baik berupa kekosongan obat saat permintaan tinggi maupun penumpukan pasokan yang berisiko kedaluwarsa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penyakit pasien di klinik Batara guna mendukung perancangan kebutuhan obat yang lebih efektif dan efisien. Metode yang digunakan adalah data mining dengan algoritma K-Means Clustering, yang diimplementasikan melalui perangkat lunak Orange Data Mining. Dataset yang dianalisis mencakup 2.831 rekam medis pasien rawat jalan dengan atribut utama berupa kategori keluhan penyakit. Proses preprocessing data melibatkan pembersihan data serta transformasi data serta transformasi fitur menggunakan teknik One-Hot-Encoding untuk mengubah data kategorial menjadi bentuk biner. Berdasarkan pengujian multi-skenario, konfigurasi tiga klster (K=3) menghasilkan nilai rata-rata Silhouette Score tertinggi sebesar 0,506, yang menunjukan struktur pemisahan kelompok yang cukup kuat dan valid. Hasil klasterisasi menunjukan bahwa klaster 1 mencakup 1.627 pasien (57,47%) yang mereprentasikan polapenyakit umum harian dengan variasi gejala yang tinggi. Kaster 2 mencakup 707 pasien (24l97%) yang secara homogen didominasi oleh penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Klaster 3 mencakup 467 pasien (16,56%) dengan keluhan penyakit yang lebih spesifik. Rekomendasi hasil penelitiian ini dapat digunakanoleh pihak manajemen dan farmasi klinik Batara dalam menetapkan kebijakan stok pengaman untuk obat harian serta penjadwalan pengadaanobat ISPA secara terstruktur.
Analisis Risiko Roundcube Debian dengan CVSS dan Random Forest Evaldo Manurung; Christin Sigiro; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11597

Abstract

Penelitian ini menganalisis risiko keamanan Roundcube Mail Server pada Debian 12 melalui perbandingan kondisi sebelum dan sesudah penerapan keamanan dasar. Lingkungan pengujian dibangun pada jaringan lokal menggunakan domain evaldo.com agar konfigurasi server, client, dan koneksi dapat dikendalikan. Data dikumpulkan melalui validasi akses webmail, uji pengiriman dan penerimaan email, pemindaian port menggunakan Nmap, audit sistem menggunakan Lynis, pengujian web server menggunakan Nikto, serta pencatatan status UFW, Fail2Ban, dan Zabbix Agent. Setiap temuan teknis dinilai menggunakan Common Vulnerability Scoring System (CVSS), kemudian disusun menjadi dataset awal untuk rancangan klasifikasi risiko berbasis Random Forest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Roundcube tetap dapat diakses dan digunakan untuk aktivitas email pada kedua skenario pengujian. Meskipun UFW telah diaktifkan, Nmap masih mendeteksi port FTP, SSH, SMTP, DNS, HTTP, POP3, IMAP, IMAPS, dan POP3S dalam kondisi terbuka. Temuan tersebut menunjukkan bahwa aktivasi firewall belum secara langsung mengurangi eksposur layanan apabila rule yang diterapkan masih terlalu longgar dan belum disesuaikan dengan kebutuhan sistem. Risiko tertinggi ditemukan pada penggunaan HTTP tanpa HTTPS karena webmail memproses kredensial pengguna dan isi komunikasi melalui kanal yang tidak terenkripsi. Sebagian besar temuan lain berada pada kategori risiko sedang karena layanan masih terbatas pada jaringan lokal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keamanan dasar perlu dilanjutkan dengan hardening yang lebih spesifik, meliputi pembatasan rule firewall, penerapan HTTPS, penonaktifan service yang tidak diperlukan, penguatan autentikasi SSH, konfigurasi Fail2Ban, serta pemantauan log secara berkala. Dataset awal yang dihasilkan dapat menjadi dasar pengembangan dan pengujian kuantitatif model Random Forest pada penelitian selanjutnya dengan jumlah sampel yang lebih besar.
DESIGNING A WEB-BASED ELEMENTARY SCHOOL ATTENDANCE SYSTEM USING THE LARAVEL FRAMEWORK Abdul Rezha Efrat Najaf; Jeremy David Alexander; Khoirul Tarmidzi; Fajar Kurnia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 1 No. 2 (2023)
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v1i2.116

Abstract

The era of globalization has produced transformational innovations and has the potential to drive innovation, productivity, and digital transformation. Digital transformation is an important issue and is a habit that must be applied in all industrial sectors. The implementation of digital transformation will provide competencies and skills that can adapt to various changes, especially those related to digital transformation. One sector that must immediately carry out digital transformation is the education sector. For this reason, the education sector absolutely requires human resource development as a way to improve abilities and skills. Based on literature studies, it has been obtained that the steps of the Waterfall method. The results obtained from the research are software development using the Waterfall method and the Laravel framework according to predetermined stages. At this stage, several components that are needed in making the system and restrictions in making the system will be explained, including the following: Software Requirements, Activity Diagram, and System Results. This attendance website is useful for teachers to be able to take attendance of their students online, this attendance website can recap attendance data automatically in PDF form which of course can facilitate the work of teachers, and with this attendance website, students and parents can monitor attendance data managed by teachers.
Pengaruh Kepemimpinan, Motivasi, dan Budaya Organisasi terhadap Perilaku Organisasi Mahasiswa pada LEMAWA FEB UPGRIS Dimas Eko Yulianto; Rauly Sijabat; M. Fadjar Darmaputra
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11603

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi terhadap perilaku organisasi mahasiswa pada Lembaga Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas PGRI Semarang (LEMAWA FEB UPGRIS). Penelitian dilatarbelakangi oleh penurunan partisipasi mahasiswa dalam organisasi kemahasiswaan selama periode 2023–2025, yang dapat menghambat pelaksanaan program kerja dan regenerasi kepengurusan. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan jenis explanatory research. Populasi penelitian terdiri atas 98 anggota aktif LEMAWA FEB UPGRIS dan seluruh anggota dijadikan responden melalui teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berskala Likert, kemudian dianalisis dengan IBM SPSS Statistics 27 melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku organisasi mahasiswa dengan nilai signifikansi 0,328. Sebaliknya, motivasi berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,001, sedangkan budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 serta menjadi variabel yang paling dominan. Secara simultan, kepemimpinan, motivasi, dan budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap perilaku organisasi dengan nilai F hitung sebesar 61,514. Nilai R Square sebesar 0,663 menunjukkan bahwa ketiga variabel mampu menjelaskan 66,3% variasi perilaku organisasi, sedangkan 33,7% dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan motivasi dan budaya organisasi untuk meningkatkan partisipasi, tanggung jawab, kerja sama, dan komitmen mahasiswa dalam mencapai tujuan organisasi.
Komparasi Beban PPh Berbasis Tarif Final 0,5% atas Omzet dan Tarif Umum 22% atas Penghasilan Kena Pajak pada PT. XYZ: Studi Transisi Fasilitas UMKM 2023–2025 Hikmalia Az-Zahra Charity; Yulianti Raharjo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11604

Abstract

Peralihan kebijakan perpajakan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari skema Pajak Penghasilan (PPh) Final sebesar 0,5% atas omzet menuju tarif umum berdasarkan Pasal 17 dan Pasal 31E Undang-Undang Pajak Penghasilan sering diasumsikan meningkatkan beban pajak bagi wajib pajak badan. Penelitian ini bertujuan menguji asumsi tersebut melalui perbandingan beban Pajak Penghasilan pada PT. XYZ selama periode 2023–2025 dalam masa transisi berakhirnya fasilitas PPh Final sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2022. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus komparatif. Data penelitian berupa laporan keuangan perusahaan dianalisis berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku untuk membandingkan besarnya beban pajak pada masing-masing skema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan skema PPh Final menghasilkan beban pajak yang relatif lebih tinggi dibandingkan penerapan tarif umum pada masa transisi. Kondisi tersebut disebabkan oleh menurunnya laba perusahaan akibat tingginya biaya operasional yang hampir setara dengan omzet, sehingga Penghasilan Kena Pajak menjadi rendah dan beban pajak yang dihitung berdasarkan tarif umum ikut menurun. Selain itu, berakhirnya jangka waktu pemanfaatan fasilitas PPh Final mengharuskan perusahaan beralih menggunakan skema tarif umum sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa anggapan peralihan menuju tarif umum selalu meningkatkan beban pajak tidak selalu terbukti, karena besarnya pajak yang terutang dipengaruhi oleh kondisi laba perusahaan, struktur biaya operasional, serta dasar pengenaan pajak yang digunakan pada masing-masing skema.
Pengaruh Green Investment, Strategi Lingkungan (Green Strategy), dan Kepemilikan Institusional terhadap Pengungkapan Emisi Karbon Reva Ananda Haerianti; Erliana Erliana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11607

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh green investment, green strategy, dan kepemilikan institusional terhadap carbon emission disclosure (CED) pada perusahaan sektor energi yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2022–2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal. Data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari annual report dan sustainability report perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 35 perusahaan dengan total 105 observasi selama tiga tahun. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 30, yang diawali dengan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, serta pengujian hipotesis melalui uji koefisien determinasi, uji F, dan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi layak digunakan dengan nilai signifikansi uji F sebesar 0,001. Secara parsial, green investment berpengaruh positif dan signifikan terhadap carbon emission disclosure, yang mengindikasikan bahwa semakin besar investasi perusahaan pada aktivitas lingkungan, semakin tinggi tingkat pengungkapan emisi karbon yang dilakukan. Green strategy juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap carbon emission disclosure, menunjukkan bahwa implementasi strategi lingkungan yang lebih baik mendorong perusahaan untuk mengungkapkan informasi emisi karbon secara lebih luas. Sementara itu, kepemilikan institusional tidak berpengaruh signifikan terhadap carbon emission disclosure, sehingga besarnya proporsi kepemilikan institusional belum mampu meningkatkan praktik pengungkapan emisi karbon perusahaan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bahwa komitmen perusahaan terhadap investasi dan strategi lingkungan memiliki peran yang lebih besar dalam meningkatkan transparansi pengungkapan emisi karbon dibandingkan mekanisme tata kelola melalui kepemilikan institusional.
Perancangan VPN Site-to-Site pada Server Debian dengan Protokol Wireguard dan Metode Elliptic Curve Cryptography Sonia Elvrida Saragih; Wilfred Raimond Zebua; Dwiki Prihatin Zalukhu; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11610

Abstract

Virtual Private Network (VPN) merupakan teknologi yang digunakan untuk membangun komunikasi data yang aman melalui jaringan publik. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan VPN site-to-site pada server Debian menggunakan protokol WireGuard dengan metode Elliptic Curve Cryptography (ECC). WireGuard dipilih karena menggunakan algoritma kriptografi modern yang mampu memberikan tingkat keamanan tinggi dengan kompleksitas komputasi yang rendah. Metode ECC yang digunakan pada WireGuard adalah Curve25519 sebagai mekanisme pertukaran kunci untuk menjamin kerahasiaan dan integritas data. Penelitian dilakukan dengan membangun dua server Debian yang saling terhubung melalui tunnel WireGuard. Pengujian dilakukan menggunakan perintah wg show untuk memverifikasi koneksi, ping untuk mengukur delay dan packet loss, iperf3 untuk mengukur throughput, serta top untuk mengetahui penggunaan sumber daya sistem. Hasil pengujian menunjukkan bahwa koneksi VPN berhasil dibangun dengan baik melalui proses handshake yang sukses pada kedua server. Nilai packet loss yang diperoleh sebesar 0% dengan rata-rata delay sebesar 2,15 ms. Pengujian throughput menghasilkan kecepatan transfer data sebesar 41,1 Mbps, sedangkan pengujian penggunaan sumber daya menunjukkan nilai CPU idle sebesar 94% pada Server A dan 98,7% pada Server B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi VPN site-to-site menggunakan WireGuard dengan metode Elliptic Curve Cryptography mampu memberikan koneksi yang aman, stabil, dan efisien dengan penggunaan sumber daya sistem yang rendah. Dengan demikian, WireGuard dapat menjadi solusi VPN modern yang sesuai untuk diterapkan pada lingkungan jaringan yang membutuhkan keamanan tinggi dan performa yang optimal.
Analisis QoS Jaringan pada Server Debian Menggunakan Algoritma Hierarchical Token Bucket untuk Manajemen Bandwidth Andre Septianus Nababan; Raymon Simamora; Cristina Situmorang; Lotar Mateus Sinaga
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11612

Abstract

Pertumbuhan jumlah pengguna dan volume lalu lintas data menuntut jaringan komputer yang mampu menyediakan koneksi stabil, cepat, dan terkontrol. Penelitian ini bertujuan menganalisis kualitas layanan jaringan pada server Debian 12 melalui penerapan algoritma Hierarchical Token Bucket sebagai metode manajemen bandwidth. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan membandingkan kondisi jaringan sebelum dan sesudah penerapan HTB pada topologi bintang yang melibatkan satu server Debian, perangkat MikroTik sebagai switch atau bridge, serta dua client pengujian. Konfigurasi HTB membagi bandwidth sebesar 10 Mbps untuk Client 1 dan 5 Mbps untuk Client 2. Pengukuran dilakukan terhadap parameter Quality of Service yang meliputi throughput, delay, jitter, dan packet loss menggunakan iperf3 dan ping. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum penerapan HTB, throughput kedua client relatif sama, yaitu 94,7 Mbps pada Client 1 dan 94,8 Mbps pada Client 2. Setelah HTB diterapkan, throughput menjadi 8,81 Mbps dan 4,71 Mbps, sehingga pembatasan bandwidth berjalan sesuai kebijakan. Nilai delay rata-rata tetap rendah, yaitu 3 ms pada Client 1 dan 5 ms pada Client 2, sedangkan packet loss tetap 0% pada kedua client. Nilai jitter sesudah HTB sebesar 0,292 ms dan 5,862 ms, yang masih termasuk kategori sangat baik berdasarkan standar TIPHON. Temuan ini menunjukkan bahwa HTB efektif mengatur distribusi bandwidth secara adil, terstruktur, dan efisien tanpa menurunkan stabilitas layanan jaringan secara signifikan.

Page 98 of 830 | Total Record : 8292