cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
EVALUASI PENGGUNAAN AUTOMATIC FEEDER PADA KEGIATAN BUDIDAYA PERIKANAN (LITERATURE REVIEW) Hasani, Fiza Jasmine; Afifah, Luthfiah Al; Hariz, Shafwan; Yustiati, Ayi; Andriani, Yuli
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.6766

Abstract

Pemberian pakan merupakan faktor yang penting dalam proses budidaya ikan air tawar. Pemberian pakan secara manual, meskipun masih umum digunakan, sering kali menghadapi berbagai tantangan seperti ketidakpastian jumlah pakan, ketepatan waktu, serta kebutuhan akan tenaga kerja yang intensif. Sistem otomatis yang bisa digunakan pada budidaya ikan adalah dengan membuat dan menggunakan alat pemberi pakan ikan otomatis atau automatic feeder. Automatic feeder merupakan perangkat mekanis atau elektronik yang dirancang untuk memberikan pakan kepada ikan secara otomatis pada interval waktu yang telah ditentukan. Penelitian ini memakai metode Systematic Literature Review (SLR) yaitu metode penelitian yang sistematis dan obyektif untuk mengumpulkan, mengevaluasi, dan mensintesis bukti-bukti relevan yang bersumber dari literatur yang telah dipublikasikan. Autofeeder terdiri dari 4 komponen utama yaitu tempat penyimpanan pakan, control box/timer, takaran dan pelontar. Automatic feeder bekerja menggunakan tenaga listrik yang dapat menaburkan pakan ikan secara otomatis dan dapat diatur frekuensi pemberian pakannya sehingga dapat meningkatkan produktivitas. Pemberi pakan ikan otomatis juga dapat mengurangi tenaga dan waktu bagi pembudidaya dalam memberi makan ikan. Automatic feeder modern dilengkapi dengan sistem kontrol dan pemantauan yang dapat diakses secara remote, memungkinkan petani untuk mengatur dan memonitor pemberian pakan dari jarak jauh.
KINERJA PERTUMBUHAN DAN TINGKAT KELULUSHIDUPAN LARVA IKAN ARWANA SILVER (Osteoglossum bicirrhosum) PASCATRANSPORTASI DENGAN LAMA DURASI YANG BERBEDA Sukendar, Windu; Juanda, Eki; Redha, Akhmad Rasyid; hasrah, Hasrah; Apriyanto, Yudi; Muzakar, Kahar; Muthia, Siti; BAchry A, Syamsul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7315

Abstract

Prospek budidaya ikan arwana silver di Kabupaten Kapuas Hulu sangat baik dengan peminat yang tersebar secara nasional dan internasional. Namun melihata kondidsi Kabupaten Kapuas Hulu yang berada di bagian ujung Provinsi Kalimantan Barat mengakibatkan jarak dan waktu untuk transportasi ikan ke konsumen membutuhkan waktu yang lama. Transportasi dalam waktu yang lama jika tidak dilakukan secara cermat dan hati-hati akan membuat ikan menjadi stres selama proses tranportasi dan bahkan dapat mengakibatkan kematian larva, kematian larva ikan juga dapat terjadi pasca larva ditransportasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan larva ikan arwana silver setelah ditransportasikan dengan durasi transportasi yang berbeda. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 3 perlakuan dan 2 ulangan, perlakuan dalam penelitian ini yaitu lama durasi transpotaasi larva arwana silver (Perlakuan A 12 jam; Perlakuan B 15 Jam; Perlakuan C 18 jam). Hasil penelitiaan menunjukan bahwa lama durasi transportasi larva arwana silver tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap laju pertumbuhan ikan arwana silver. Tingkat kelulushidupan ikan arwana silver pascatransportasi dan pemeliharan menujukkan hasil yang berbeda nyata dengan kelulusanhidupan tertinggi terdapat pada perlakuan A (12 Jam) sebesar 100%. Kualitas air selama penelitian masih berada pada kisaran yang ideal untuk menunjang kehidupan dan pertumbuhan arwana silver.
Identifikasi dan Pengujian Kualitas Produk Pakan Ikan Lokal di Kalimantan Barat Menuju Produksi Pakan Ikan Berstandar Nasional Shilman, Idham; Purnamawati, Purnamawati; Susanti, Romi; Irmawan, Fadly
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7287

Abstract

In aquaculture businesses, feed is a factor that plays a very important role and determines the success of the cultivation business. Apart from that, feed availability is also a major factor in producing maximum production so that market needs can be met. The feed factor determines production costs reaching 60% - 70%. The method used in this research is field experimentation and laboratory testing. Tests on local feed obtained the following results: ash content 30.44%; water content 9.79%; fat content 6.06%; protein content 38.63%; crude fiber content 3.42%; carbohydrates 11.66%. Meanwhile, the industrial feed test results are as follows: ash content 8.70%; water content 9.80%; fat content 6.19%; protein content 24.84%; crude fiber content 6.76%; carbohydrates 63.71%. From the test results, it can be seen that local feed has a higher composition in terms of ash content and protein content. Meanwhile, industrial feed has a higher value in crude fiber and carbohydrate content. And the water content and fat content have almost the same values for both local feed and industrial feed. Some of the weaknesses in local feed production are the lack of raw materials, unstable production processes and less than optimal packaging processes.
TINGKAT KELANGSUNGAN HIDUP PASCA PENANGKAPAN GLASS EELS (ANGUILLA SPP.) DARI WILAYAH MUARA DAN SUNGAI CIKASO, SUKABUMI, JAWA BARAT Baihaqi, Faqih; Annida, Shafira Bilqis
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7424

Abstract

Glass eels merupakan bagian dari stadia awal hidupan ikan sidat (Anguilla spp.) yang juga menjadi input utama dalam penyediaan bibit budidaya ikan sidat. Dewasa ini, tingginya tingkat kematian glass eels pasca penangkapan menjadi isu permasalahan yang sering dijumpai oleh nelayan sidat. Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan sintasan glass eels yang ditangkap di wilayah muara dan sungai Cikaso, Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian dilakukan sejak bulan Februari hingga April 2021. Penangkapan glass eels di wilayah muara dan sungai dilakukan dengan dua jenis alat tangkap tradisional yang umum digunakan oleh nelayan lokal, yaitu bubu glass eels dan sirib segi empat dengan mesh size 0,2 – 0,48 mm. Sebanyak 300 individu glass eels yang berhasil ditangkap di setiap bulannya oleh masing-masing alat tangkap di wilayah muara dan sungai Cikaso diamati dalam akuarium berukuran 100 x 50 x 40 cm3. Pengamatan kematian pasca penangkapan dilakukan selama 96 jam dengan interval pengecekan kematian setiap 6 jam. Hasil perbandingan menunjukkan adanya perbedaan secara nyata dalam komparasi spasial dimana glass eels yang ditangkap di wilayah sungai memiliki sintasan yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan yang ditangkap di wilayah muara Cikaso (P
JUMLAH TOTAL MIKROBA PADA NANIURA IKAN MUJAIR (Oreochromis mossambicus) DENGAN MENGGUNAKAN JENIS JERUK YANG BERBEDA Ma'ruf, Nursyahidatul Qurani; Pratama, Rusky Intan; Andhikawati, Aulia; -, Junianto
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7557

Abstract

Naniura adalah makanan tradisional khas Batak Toba dengan bahan baku utamanya adalah ikan air tawar yang tidak dimasak menggunakan api, melainkan direndam menggunakan asam jeruk dan bumbu rempah-rempah sampai tekstur daging ikan menjadi lunak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah total mikroba dan nilai derajat keasaman (pH) pada naniura ikan mujair (Oreochromis mossambicus) dengan menggunakan jenis jeruk yang berbeda. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli – Agustus 2024 di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan di SMKN 1 Mundu Kota Cirebon dan di Laboratorium Kimia dan Mikrobiologi di UPTD PPMPP Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Barat, Kota Cirebon. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental terdiri atas 5 perlakuan menggunakan jeruk yang berbeda yaitu jeruk jungga, jeruk nipis, jeruk lemon, jeruk limau dan jeruk purut dengan konsentrasi 20 %, dari berat total ikan 150 g. Perendaman air perasan jeruk dilakukan selama 3 jam, setelah direndam menggunakan air perasan jeruk dilanjutkan dengan perendaman bumbu rempah khas naniura selama 4 jam. Parameter pada penelitian ini yaitu Total Plate Count (TPC) dan derajat keasaman (pH) yang dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, jumlah total mikroba terendah terdapat pada perlakuan jeruk nipis sebesar 6,3 x 102 CFU/g dan jumlah total mikroba tertinggi terdapat pada perlakuan jeruk purut sebesar 7,8 x 104 CFU/g, serta nilai pH terendah terdapat pada perlakuan jeruk nipis sebesar 4,98 dan nilai pH tertinggi terdapat pada perlakuan jeruk purut sebesar 5,79.
PENGOLAHAN KULIT KAKAU DENGAN KAPANG UNTUK PAKAN Haetami, Kiki; Abun, Abun; Aisyah, Aisyah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7521

Abstract

Pakan merupakan elemen yang sangat penting, berfungsi sebagai sumber utama energi dan nutrisi, namun juga menjadi komponen dengan biaya terbesar dalam pakan. Tingginya harga pakan komersial mendorong upaya alternatif pemanfaatan limbah industri perkebunan, salah satunya kulit kakao. Metode fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme strain Aspergillus niger, berpotensi dapat meningkatkan kandungan gizi limbah kulit kakao dengan memecah senyawa kompleks pada bahan asal tanaman. Hasil kajian menunjukkan bahwa fermentasi kulit kakao dengan dapat mengubah substrat serat kasar, dan dapat memperbaiki nilai gizi sehingga meningkatkan efektivitas penggunaannya sebagai pakan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji potensi pemanfaatan limbah kulit kakao yang telah difermentasi potensinya sebagai bahan pakan ternak dan ikan, dengan menyoroti manfaatnya dalam mendukung keberlanjutan ekonomi dan lingkungan.
Efektifitas Ekstrak Herbal Dan Hormon rGH Pada Pakan Terhadap Efisiensi Pemanfaatan Pakan Benih Ikan Patin (Pangasius sp.) Fadhillah, Radhi; Hendri, Afrizal; Burhanis, Burhanis; Zulfadhli, Zulfadhli
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7471

Abstract

Ikan Patin (Pangasius sp.) merupakan salah satu komoditas perairan tawar yang memiliki prospek besar disebabkan mempunyai harga jual yang tinggi serta cara budidaya yang mudah untuk dikembangkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemanfaatan efisiensi pakan dan petumbuhan benih ikan patin melalui kombinasi ekstrak herbal yaitu ekstrak daun kelor dan hormon rGH pada pakan. Rancangan penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). A). Kontrol: Pakan Komersil; B). Pakan Komersil+ EDK 150 mL/kg pakan + rGH 2 mg/kg pakan; C). Pakan Komersil + EDK 200 ml/kg pakan + rGH 2 mg/kg pakan; D). Pakan Komersil + EDK 250 ml/kg pakan + rGH 2 mg/kg pakan. Hasil analisis sidik ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor dan rGH pada pakan dapat meningkatkan efisiensi serta kemampuan pemanfaatan pakan benih ikan patin secara signifikan (P0,05). Hasil uji Duncan menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor dan hormon rGH pada pakan menghasilkan perbedaan yang nyata, hal ini ditunjukkan pada perlakuan yang terbaik diperoleh pada perlakuan B yaitu Pakan Komersil+ EDK 150 mL/kg pakan + rGH 2 mg/kg pakan dapat menigkatkan efisiensi konsumsi pakan sebesar 91,23±1,58% dan tingkat konsumsi pakan sebesar 332,0±5,72gr
POTENTIAL OF CARRAGEENAN-BASED BIODEGRADABLE FILM WITH TAPIOCA STARCH ADDITION: A REVIEW Damayanti, Regita; Rochima, Emma; Yustiati, Ayi; Anggraeni, Santi Rukminita
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7247

Abstract

The increasing waste production in Indonesia, particularly plastic waste, poses significant environmental challenges. To address this issue, biodegradable films (biofilms) made from natural polymers like carrageenan and tapioca starch are being explored as eco-friendly alternatives for packaging materials. Carrageenan, a polysaccharide extracted from red algae, has potential as a biofilm due to its stability and gel-forming properties. However, it has poor water resistance and elasticity, which can be improved by adding plasticizers and carbohydrate fillers like tapioca starch. Tapioca starch enhances the flexibility and strength of biofilms, making them suitable for packaging applications. Thickness, tensile strength, elongation, tear resistance, surface morphology, soil degradation, functional group analysis, solubility, water absorption, water vapor transmission rate, color, and transparency are important in characteristics and quality.
BERBAGAI TEKNIK PENGERINGAN CHLORELLA sp. SEBAGAI SUMBER PROTEIN PAKAN IKAN Andriani, Yuli; Yusmar, Fathan Ahmad; Ilhampradja, Habibi; Aldiansyah, Kevin; Aisyah, Aisyah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/jr.v13i1.7525

Abstract

Chlorella sp. merupakan salah satu pakan alami ikan yang sangat berpotensi sebagai sumber gizi pakan ikan karena memiliki kandungan nutrisi tinggi. Biomassa Chlorella basah mengandung sekitar 80-90% air, yang membuatnya memerlukan ruang yang luas untuk penyimpanan dan sulit untuk diproses lebih lanjut menjadi pakan ikan. Salah satu upaya preservasi Chlorella adalah pengeringan. Pengeringan dapat dilakukan dengan beberapa metode, yaitu pengeringan matahari, pengeringan oven, pengeringan drum, liofilisasi (pengeringan beku) dan pengeringan semprot. Pengeringan oven merupakan metode terbaik dalam preservasi Chlorella sebagai bahan pakan ikan karena menghasilkan kadar air paling rendah dan mampu menjaga kandungan nutrisi. Aplikasi Chlorella kering sebagai sumber protein sebanyak 25%, substitusi pakan komersil 100%, substitusi tepung ikan 40-50 g/kg dan substitusi tepung ikan 20-40% memberikan hasil positif pada aspek pertumbuhan dan kesehatan beberapa jenis komoditas budidaya.
IDENTIFIKASI ARWANA (SCLEROPAGES FORMOSUS) SUPER RED MELALUI PENDEKATAN GENETIKA MOLEKULER DENGAN SINGLE NUCLEOTIDE POLYMORPHISMS (SNPS) Irmawan, Fadly
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan Arwana (Scleropages formosus) adalah ikan hias asli Kalimantan Barat yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Ikan ini terbagi atas berbagai variasi, salah satunya Super Red yang memiliki nilai ekonomis paling tinggi sehingga sangat penting untuk melakukan identifikasi ikan Arwana Super Red dengan tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi ikan Arwana Super Red (Scleropages formosus) dari genus Scleropages (Scleropages formosus, Scleropages jardinii, dan Scleropages leichardti) hingga variasi intra spesies Scleropages formosus dengan pendekatan genetika molekuler. Marka genetik yang digunakan adalah gen Sitokrom B (CytB) yang diamplifikasi dengan menggunakan sepasang primer yaitu L15267 dan H15891. Hasil dari multiple alignment dianalisis dengan CLC Genomics Workbench 3.6.5. untuk mendapatkan Single Nucleotide Polymorphism (SNP). Hasil yang diperoleh sekuens gen CytB berukuran rata-rata 380bp dan diekspresikankan menjadi asam amino. Terdapat perbedaan residu asam amino sebagai SNP yang terekspresikan menjadi identitas setiap spesies dan setiap variasi sebagai marka genetik untuk menentukan identitas spesies dan varian. Ikan Arwana (Scleropages formosus) Super Red memiliki SNP pada sekuens asam amino ke 60 berupa asam amino aspargin (N). Kata kunci: Arwana Super Red, Genetika Molekuler, Identifikasi, Scleropages formosus, SNP

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue