cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 343 Documents
HUBUNGAN GAYA KEPEMIMPINAN DENGAN MOTIVASI KERJA DI RUANG RAWAT INAP LANTAI 2 RUMAH SAKIT X SURABAYA Selvy Aulia Wirawan; Rina Budi Kristiani; Hermanto Wijaya
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60522

Abstract

Gaya kepemimpinan merupakan faktor penting yang memengaruhi motivasi kerja perawat di rumah sakit. Kepemimpinan yang efektif dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif, meningkatkan semangat, tanggung jawab, dan produktivitas sehingga berdampak pada kualitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat di Ruang Rawat Inap Lantai 2 Rumah Sakit X Surabaya. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian berjumlah 26 perawat dengan teknik total sampling. Variabel independen adalah gaya kepemimpinan (transformasional, demokratis, dan otoriter), sedangkan variabel dependen adalah motivasi kerja. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert dan dianalisis dengan uji Spearman Rank pada tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden menilai gaya kepemimpinan dalam kategori cukup (92,3%) dan motivasi kerja dalam kategori sedang (62%). Uji Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0,000 (<0,05) dengan koefisien korelasi 0,683, yang berarti terdapat hubungan positif dan signifikan antara gaya kepemimpinan dengan motivasi kerja perawat. Gaya kepemimpinan demokratis memiliki hubungan paling kuat dibandingkan gaya transformasional dan otoriter. Disimpulkan bahwa semakin baik penerapan gaya kepemimpinan, khususnya gaya demokratis, semakin tinggi motivasi kerja perawat. Rumah sakit diharapkan terus mengembangkan kepemimpinan yang komunikatif, partisipatif, dan mendukung keterlibatan perawat dalam pengambilan keputusan.
ASSOCIATION BETWEEN HEARING HANDICAP INVENTORY FOR ADULTS (HHIA) SCORES WITH OUTER EAR DYSFUNCTION Aqilla Amanda Theedens; Rosally Rimanuela Rininggrum Paliling; Rian Kurniawan Laksono
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60556

Abstract

Gangguan pendengaran merupakan penurunan kemampuan persepsi suara yang disebabkan oleh gangguan pada telinga luar, tengah, atau dalam maupun saraf pendengaran, yang dapat berdampak signifikan terhadap kesejahteraan emosional dan sosial. Kondisi telinga luar seperti penumpukan serumen, otitis eksterna, dan kelainan anatomi dapat menyebabkan gangguan pendengaran konduktif. Meskipun demikian, penelitian yang mengkaji hubungan antara temuan endoskopi telinga luar dan skor Hearing Handicap Inventory for Adults (HHIA) di Indonesia masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara temuan endoskopi telinga luar dan skor HHIA pada pasien di RS Palang Biru Gombong. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan 122 responden. Seluruh peserta mengisi kuesioner HHIA untuk menilai dampak gangguan pendengaran pada aspek emosional dan sosial, kemudian menjalani pemeriksaan endoskopi telinga luar. Analisis statistik dilakukan untuk mengetahui hubungan antara kondisi telinga luar dan skor HHIA. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara skor HHIA total dan kondisi telinga luar (p = 0,031). Hubungan yang signifikan juga ditemukan pada subskala emosional (HHIE) dengan kondisi telinga luar (p = 0,00), sedangkan subskala sosial (HHIS) tidak menunjukkan hubungan yang bermakna (p = 0,468). Temuan ini mengindikasikan bahwa kelainan telinga luar lebih berpengaruh terhadap aspek emosional dibandingkan aspek sosial pada disabilitas pendengaran.
UJI HEDONIK DAN ANALISIS STABILITAS FISIK SABUN CAIR NATURAL DENGAN KOMBINASI MINYAK ATSIRI JERUK NIPIS DAN KEMANGI Maya Uzia Beandrade; Embriana Dinar Pramestyani; Intan Kurnia Putri; Anisa Rachmita Arianti; Refalyani Nadyanita; Silvia Syfa Maryam
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60765

Abstract

Meningkatnya minat masyarakat terhadap produk perawatan tubuh berbahan alami mendorong pengembangan sabun cair natural yang tidak hanya memiliki aktivitas antibakteri, tetapi juga stabil selama penyimpanan serta diterima oleh konsumen. Kombinasi minyak atsiri jeruk nipis (Citrus aurantifolia) dan kemangi (Ocimum basilicum) dipilih karena mengandung senyawa bioaktif yang berpotensi sebagai antibakteri alami sekaligus memberikan aroma yang menyegarkan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kualitas sabun cair natural melalui uji hedonik dan menganalisis stabilitas fisiknya selama penyimpanan. Penelitian menggunakan desain eksperimental dengan formulasi sabun cair yang mengandung 2% minyak atsiri jeruk nipis dan 2% minyak atsiri kemangi. Evaluasi dilakukan selama tiga bulan meliputi pengujian organoleptis, pH, viskositas, homogenitas, tinggi busa, serta uji iritasi. Uji hedonik melibatkan 100 panelis menggunakan skala Likert untuk menilai bentuk, warna, aroma, tekstur, dan tingkat kesukaan secara keseluruhan. Data kuantitatif dianalisis menggunakan uji One Way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun cair mempertahankan karakteristik fisik yang baik selama penyimpanan, ditandai dengan kestabilan organoleptis, pH, viskositas, dan homogenitas, serta peningkatan tinggi busa yang signifikan. Uji hedonik memperlihatkan tingkat penerimaan yang tinggi, terutama pada atribut aroma dan penampilan produk, sementara uji iritasi menunjukkan sediaan aman digunakan oleh panelis. Dengan demikian, kombinasi minyak atsiri jeruk nipis dan kemangi berpotensi menghasilkan sabun cair natural yang stabil, aman, dan memiliki tingkat penerimaan konsumen yang baik sehingga layak dikembangkan sebagai produk kosmetik berbasis bahan alami.
TEMPORARY BRIDGE FABRICATION USING ARTIFICIAL TEETH FOR ANTERIOR MAXILLARY GINGIVAL RECESSION CASES Isma Suprapti; Magfira Magfira; Supardi Supardi
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61022

Abstract

Kehilangan gigi anterior rahang atas dapat mengganggu fungsi pengunyahan, estetika, dan kesehatan periodontal, sehingga memerlukan restorasi sementara yang mampu mempertahankan fungsi serta mendukung adaptasi jaringan gingiva. Belum banyak penelitian yang mendeskripsikan secara sistematis prosedur pembuatan temporary bridge menggunakan gigi artifisial pada kasus anterior dengan resesi gingiva sebagai pedoman praktik laboratorium. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan secara rinci proses pembuatan jembatan temporer dengan mempertimbangkan aspek teknis, biologis, dan estetika. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Prosedur pembuatan temporary bridge menggunakan gigi tiruan pada kondisi gingival recession dimulai dari pencetakan model kerja, perapian model kerja, penanaman model kerja pada okludator, pembuatan sambungan kawat/retensi, pembuatan facing, pencocokan gigi artifisial, pemberian bahan separator, packing akrilik self-curing warna putih, pengaplikasian bahan akrilik self-curing warna putih, packing akrilik self-curing warna merah muda, penyusunan gigi artifisial, serta tahap finishing dan polishing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembuatan temporary bridge tidak hanya berfungsi sebagai restorasi sementara, tetapi juga sebagai sarana diagnostik dan evaluasi sebelum pembuatan gigi tiruan permanen. Temporary bridge mampu mempertahankan ruang, fungsi oklusal, serta estetika, sekaligus membantu pembentukan kontur jaringan gingiva yang optimal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa temporary bridge pada kasus resesi gingiva efektif dalam mempertahankan fungsi dan estetika sekaligus mendukung evaluasi serta pembentukan kontur gingiva.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN TINGKAT KEMANDIRIAN ACTIVITY OF DAILY LIVING PADA LANSIA DI DESA TARAI BANGUN WILAYAH KERJA UPT TAMBANG TAHUN 2025 Mawaddah Hasanah; Lira Mufti Azzahri Isnaeni; Erma Kasumayanti
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61060

Abstract

Peningkatan jumlah lansia pada saat sekarang ini telah memberikan berbagai dampak yang nyata dalam kehidupan, terutama yang berhubungan dengan masalah kesehatan yang dialami akibat proses penuaan. Pada dasarnya perubahan-perubahan yang berbasis pada psikologis seseorang akan menimbulkan kecemasan yang akan dapat mempengaruhi tingkat kemandirian seorang lansia. Oleh karena itu untuk memenuhi kegiatan dan kebutuhan yang diperlukan dalam menjalani kehidupan sehari-hari bagi mereka, maka lansia membutuhkan perhatian dan dukungan dari keluarga. Sehingga dengan dukungan keluarga diharapkan akan dapat meningkatkan tingkat kemandirian lansia dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan dengan tingkat kemandirian Activity of Daily Living pada lansia di Desa Tarai Bangun Wilayah Kerja Puskesmas Tambang Tahun 2024. Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 9 – 19 Mei 2025 dengan populasi 1.477 penderita di Desa Tarai Bangun dan jumlah sampel 94. responden yang diperoleh menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kusioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi-square, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas dukungan keluarga yaitu yang buruk 60 responden (63,8%), kemudian mayoritas tingkat kecemasan yaitu cemas  62 responden (66,0%). Dan dukungan keluarga dan tingkat kecemasan dengan activity of daily living di Desa Tarai Bangun wilayah kerja UPT Puskesmas Tambang Kabupaten Kampar tahun 2025 dengan nilai p  Value=0,000< α 0,05.Diharapkan Lansia dapat menurunkan Tingkat kecemasan dan meningkatkan kemandirian dalam menjalankan Activity of Daily Living dengan dukungan keluarga.
PENGARUH JOB RESOURCES TERHADAP KINERJA PERAWAT DI RSUD BANGIL KABUPATEN PASURUAN : ANALYSIS STRUCTURAL EQUATION MODELING PARTIAL LEAST SQUARE (SEM-PLS) Dessy Syahfitri Pohan; Gilbert Alvaro Souisa
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61171

Abstract

Kinerja perawat merupakan salah satu indikator utama yang berkaitan erat dengan mutu pelayanan di rumah sakit. Sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan pasien, perawat memiliki peran krusial dalam pemulihan pasien serta keselamatan pasien (patient safety). Semakin baik kinerja perawat, maka akan semakin baik pula mutu pelayanan keperawatannya. Terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kinerja perawat, salah satunya adalah job resources (level organisasi, dukungan interpersonal, tingkatan pekerjaan, dan level tugas). Job resources merupakan sumber daya yang dapat mendukung pelaksanaan tugas secara optimal. Sumber daya tersebut mendukung pelaksanaan tugas perawat menjadi lebih efektif, meningkatkan motivasi kerja, dan mendorong keterlibatan yang lebih tinggi dalam menjalankan tugas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh job resources dalam peningkatan kinerja perawat di ruang rawat inap. Penelitian ini menggunakan metode explanatory survey dengan pendekatan cross-sectional. Populasi sebanyak 314 perawat yang bekerja di RSUD Bangil Kabupaten Pasuruan dengan besar sampel 120 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja perawat dengan variable independent job resources. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan PLS. Terdapat pengaruh yang signifikan antara dimensi level tugas dengan kinerja perawat. Sebaliknya, dimensi level organisasi dan dukungan interpersonal belum berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja perawat. Model penelitian ini dapat meningkatkan kinerja perawat dengan memperhatikan komponen job resources. Model ini dapat digunakan sebagai upaya dalam meningkatkan kinerja perawat.
PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG INFEKSI MENULAR SEKSUAL SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN EDUKASI DENGAN MEDIA VIDEO Ni Putu Dinda Suci Apriliani; Ni Komang Erny Astiti; Gusti Ayu Eka Utarini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61189

Abstract

Perilaku seksual pranikah pada remaja meningkatkan risiko penularan Infeksi Menular Seksual (IMS). Prevalensi IMS pada remaja di Kota Denpasar pada tahun 2023 mencapai 9%, yang salah satunya berkaitan dengan rendahnya pengetahuan sehingga dapat memengaruhi sikap dan tindakan pencegahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja mengenai IMS sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-eksperimental dengan one-group pre-test post-test design. Populasi penelitian adalah siswa SMP Negeri 13 Denpasar sebanyak 316 siswa, dengan sampel sebanyak 40 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan November 2025. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan tentang IMS yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa data berdistribusi normal dengan nilai p pre-test sebesar 0,107 dan post-test sebesar 0,112. Analisis data dilakukan secara univariat untuk mengetahui distribusi frekuensi dan secara bivariat menggunakan Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata (mean) skor pre-test sebesar 76, sedangkan mean post-test meningkat menjadi 92. Hasil analisis bivariat menunjukkan nilai p < 0,001, yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada pengetahuan remaja sebelum dan sesudah diberikan edukasi menggunakan media video. Edukasi menggunakan media video dapat menjadi salah satu metode yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai IMS.
PENERAPAN TERAPI MENULIS EKSPRESIF TERHADAP TINGKAT DEPRESI PADA LANSIA Pratiwi Gasril; Nur Aulia Natasya; Isnaniar Isnaniar; Tri siwi Kusumaningrum; Chairil Chairil
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61208

Abstract

Proses penuaan menyebabkan berbagai perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang dapat meningkatkan kerentanan lansia terhadap gangguan kesehatan mental, terutama depresi. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu lansia mengelola emosi dan mengurangi gejala depresi adalah terapi menulis ekspresif. Terapi ini memberikan kesempatan kepada lansia untuk mengungkapkan pikiran, perasaan, dan pengalaman hidup secara tertulis sehingga dapat membantu mengurangi beban emosional yang dirasakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi menulis ekspresif terhadap tingkat depresi pada lansia di UPT PSTW Husnul Khotimah Dinas Sosial Provinsi Riau. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti ilmiah mengenai efektivitas terapi menulis ekspresif sebagai salah satu intervensi nonfarmakologis dalam menurunkan tingkat depresi pada lansia. Penelitian menggunakan metode studi kasus deskriptif dengan melibatkan empat responden berusia 60 tahun atau lebih yang mengalami depresi ringan hingga sedang. Tingkat depresi diukur menggunakan instrumen Geriatric Depression Scale (GDS) sebelum dan sesudah pemberian intervensi. Terapi menulis ekspresif dilaksanakan selama empat hari berturut-turut dengan durasi setiap sesi antara 10–30 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh responden mengalami penurunan tingkat depresi setelah mengikuti intervensi. Skor GDS yang awalnya berada pada kategori depresi sedang dan ringan mengalami penurunan dengan selisih skor berkisar antara dua hingga empat poin sehingga menunjukkan perubahan menuju kategori depresi yang lebih ringan. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terapi menulis ekspresif efektif membantu menurunkan tingkat depresi pada lansia. Intervensi ini berpotensi menjadi alternatif terapi nonfarmakologis yang mudah diterapkan untuk mendukung kesehatan mental dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
PENGARUH TERAPI MUSIK SUARA ALAM TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN INTENSIVE CARE UNIT : STUDI PRE-EXPERIMENTAL Ellin Febriani; Fitriana Suprapti; Wilhelmus Hary Susilo
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61223

Abstract

Gangguan tidur merupakan salah satu masalah yang sering dialami pasien di Intensive Care Unit (ICU) akibat kondisi penyakit kritis, lingkungan perawatan yang tidak kondusif, serta berbagai tindakan dan intervensi medis yang dilakukan secara berulang. Kondisi tersebut dapat menyebabkan perubahan pola tidur, menurunkan kualitas istirahat, menghambat proses pemulihan, serta meningkatkan risiko komplikasi. Terapi musik suara alam merupakan salah satu intervensi nonfarmakologis yang berpotensi menciptakan suasana lebih tenang, mengurangi stimulus lingkungan, dan meningkatkan kualitas tidur pasien kritis. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh terapi musik suara alam terhadap kualitas tidur pasien di ICU RS X. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 pasien ICU yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Kualitas tidur diukur sebelum dan sesudah intervensi menggunakan Richards-Campbell Sleep Questionnaire (RCSQ), kemudian dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test pada tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kualitas tidur meningkat dari 27,20 sebelum intervensi menjadi 69,67 setelah pemberian terapi musik suara alam. Seluruh responden mengalami peningkatan skor kualitas tidur, yang ditunjukkan dengan tidak ditemukannya negative ranks maupun ties. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kualitas tidur sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p <0,001. Dengan demikian, terapi musik suara alam efektif meningkatkan kualitas tidur pasien ICU dan dapat dipertimbangkan sebagai salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana untuk mendukung pemenuhan kebutuhan tidur serta proses pemulihan pasien dalam praktik keperawatan kritis.
KONDISI KEBERADAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DAN KEJADIAN DIARE DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TRAUMA CENTER KOTA SAMARINDA Moh. Aldy Nurrahman; Ainur Rachman
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61242

Abstract

Diare masih menjadi permasalahan kesehatan lingkungan yang belum sepenuhnya tertangani di Indonesia, sebanyak 1.064 kasus dilaporkan di wilayah kerja fasilitas layanan trauma pada Puskesmas di Kota Samarinda pada tahun 2025, jumlah ini merupakan yang terbanyak dibandingkan fasilitas kesehatan masyarakat lainnya di kota tersebut. Pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak sesuai standar kesehatan diduga menjadi salah satu determinan lingkungan yang berkontribusi terhadap tingginya insidensi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara kondisi keberadaan sampah rumah tangga dengan kejadian diare di wilayah tersebut. Penelitian ini menggunakan desain case control kuantitatif analitik dengan 30 responden kelompok kasus dan 30 responden kelompok kontrol yang dipilih di tiga RT dengan kasus diare tertinggi di wilayah kerja Puskesmas Trauma Center. Data kondisi sampah dikumpulkan melalui observasi terstruktur menggunakan lembar observasi 10 item, sedangkan data kejadian diare dikumpulkan melalui wawancara berbasis kuesioner. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan ukuran asosiasi Odds Ratio (OR) dan Confidence Interval (CI) 95%. Penelitian ini menunjukkan bahwa dari 24 responden (40,0%) yang tinggal di lingkungan dengan keberadaan sampah, 10 orang (33,3%) mengalami diare, sedangkan dari 36 responden (60,0%) yang tinggal di lingkungan tanpa sampah, 20 orang (66,7%) mengalami diare. Menurut penelitian statistik, keberadaan sampah rumah tangga tidak berkorelasi secara signifikan dengan kejadian diare (p = 0,292; OR = 0,571; 95% CI = 0,201–1,624). Kondisi keberadaan sampah rumah tangga secara tunggal tidak terbukti sebagai faktor risiko yang signifikan terhadap kejadian diare di wilayah ini, sehingga kejadian diare di wilayah tersebut perlu dipahami sebagai kondisi multifaktorial.