cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 296 Documents
HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN JUMLAH TROMBOSIT PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT AMC MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA Lutfiyyana Cholidah; Suryanto Suryanto
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61103

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 diklasifikasikan sebagai gangguan metabolik kronis yang diidentifikasi melalui kondisi hiperglikemia, yang diakibatkan oleh resistensi maupun defisiensi sekresi insulin. Kondisi hiperglikemia yang berlarut-larut mampu berdampak pada kinerja dan aktivitas trombosit, yang turut memicu timbulnya komplikasi pada sistem vaskular. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) diandalkan sebagai parameter utama dalam memantau regulasi glukosa darah jangka panjang pada penderita DM tipe 2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan jumlah trombosit pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RS AMC Muhammadiyah Yogyakarta. Sampel penelitian berjumlah 38 pasien yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Variabel independen adalah kadar HbA1c, sedangkan variabel dependen adalah jumlah trombosit. Data diperoleh dari rekam medis pasien, dengan pemeriksaan HbA1c menggunakan metode High Performance Liquid Chromatography (HPLC) dan jumlah trombosit menggunakan Hematology Analyzer. Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji korelasi Spearman. Hasil pemeriksaan HbA1c memperlihatkan batas minimum sebesar 6,6%, puncak maksimum 14,8%, dengan nilai tengah sebesar 8,09%. Analisis menggunakan uji korelasi Spearman mengungkapkan adanya hubungan negatif yang terlampau lemah dan tidak memiliki signifikansi secara statistik (???? =− 0,170; ???? = 0,308).
Kerentanan Pekerja Pengumpul Sampah Terhadap Risiko ISPA di Timor-Leste João Zacarias da Cruz; Eugenio Albati da Cunha
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61197

Abstract

Introduction: Waste collectors and transporters are among the informal workforce at high risk of health problems due to exposure to dust, gases, and microorganisms from waste, particularly Acute Respiratory Infections (ARI). Studies specifically assessing the multidimensional vulnerability of workers in this sector are still limited, especially in Timor-Leste. Objective: This study aims to analyze the relationship between the vulnerability of waste collector personnel and the risk level of acute respiratory infections (ARI) in waste management contractor companies. Methods: A cross-sectional approach was used in this descriptive analytical design. Using the Slovin formula, a non-probability incidental sampling technique was used to select 58 workers from a population of 136 individuals, with a 10% margin of error. A closed-ended Guttman scale questionnaire, consisting of 15 vulnerability items and 9 ARI risk items, was tested for reliability (Cronbach's Alpha = 0.707). Data were collected using this questionnaire. Data analysis methodology included univariate analysis, cross-tabulation analysis, Fisher's Exact Test, and Chi-Square test. Results: showed that 87.9% of respondents were classified as vulnerable, while 79.3% were at a moderate risk of ARI. Bivariate testing found a significant relationship between vulnerability and ARI risk (p=0.000), with an Odds Ratio of 66.667 (95% CI: 5.573–797.488), indicating that vulnerable workers have a much greater chance of experiencing ARI risk than those who are not vulnerable, although the wide confidence interval indicates the need for caution due to the limited sample size. Conclusion: worker vulnerability is significantly associated with an increased risk of ARI, so the provision of personal protective equipment, occupational health education, and regular health checks need to be prioritized for waste collection workers.
MILD ASCITES IN TOTAL OBSTRUCTIVE ILEUS : A NON-HEPATIC MANIFESTATION OF ACUTE THIRD SPACING Herjunanto Nur Priyadi; Maulfi Natsir Asy'ari; Nabilah Zannuba; Muhammad Raffi Ristansyah Putra; Muhammad Kemal Atthariq; Yanuar Yudha Sudrajat
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61203

Abstract

Ileus obstruktif total merupakan kegawatdaruratan bedah abdomen dengan risiko tinggi terjadinya iskemia dan nekrosis usus. Munculnya cairan intraperitoneal (asites) pada kondisi akut ini sering disalahartikan sebagai gangguan hepar, padahal cairan tersebut sebenarnya menjadi penanda klinis penting dari fenomena third spacing akibat gangguan vaskular. Laporan kasus ini menguraikan seorang perempuan berusia 49 tahun yang datang ke instalasi gawat darurat dengan keluhan nyeri perut difus progresif selama tiga hari, obstipasi, dan tidak dapat buang angin. Pemeriksaan fisik menunjukkan distensi abdomen masif disertai penurunan bising usus, dan pemeriksaan laboratorium menunjukkan leukositosis tanpa gangguan fungsi ginjal maupun hepar. Radiografi abdomen menegaskan adanya dilatasi lengkung usus dengan multipel air-fluid level tanpa tanda perforasi, sementara ultrasonografi mendeteksi asites ringan. Pasien awalnya ditangani dengan resusitasi suportif, namun observasi klinis menunjukkan perburukan nyeri dan distensi. Karena asites reaktif dikenali sebagai tanda bahaya risiko strangulasi usus, pasien segera dirujuk untuk penanganan bedah digestif definitif. Kasus ini menunjukkan bahwa asites ringan pada ileus obstruktif total bukan merupakan temuan insidental maupun komorbiditas hepar, melainkan tanda peringatan dini dari third spacing dan iskemia akibat peningkatan tekanan intraluminal. Pengenalan dini terhadap cairan reaktif ini penting untuk menghindari manajemen konservatif yang berkepanjangan dan mempercepat rujukan bedah, terutama pada fasilitas dengan keterbatasan sarana pencitraan lanjutan.
BESARAN EFEK DAN MODERATOR PENYULUHAN KESEHATAN PUBERTAS DI DESA KONTUNAGA Indra Farah Ni'sa; Nindy Elliana Benly; Wa Ode Siti Purnamasari; Nur Fara Lusti; Aditia Silvia Fazila; Eke Mahendra
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61475

Abstract

Meskipun bukti efektivitas penyuluhan kesehatan terhadap pengetahuan pubertas telah luas, besaran efek (effect size)-nya di komunitas pedesaan Indonesia yang minim sumber daya belum terkarakterisasi dengan baik, dan peran pengetahuan awal serta usia sebagai moderator belum dieksplorasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan mengkuantifikasi effect size intervensi penyuluhan satu sesi terhadap pengetahuan pubertas remaja putri pedesaan di Desa Kontunaga, serta menguji apakah usia dan tingkat pengetahuan awal memoderasi respons terhadap intervensi. Desain quasi-experimental one-group pretest-posttest digunakan pada 30 remaja putri (usia 12-18 tahun) yang direkrut dengan total sampling. Kuesioner 20 item tervalidasi (Cronbach's Alpha = 0,82) mengukur pengetahuan sebelum dan segera sesudah sesi penyuluhan terstruktur 60 menit berbasis Social Cognitive Theory. Uji Wilcoxon Signed-Rank dan uji McNemar digunakan untuk analisis inferensial; effect size dihitung sebagai r = Z/√n. Analisis subkelompok mengeksplorasi respons diferensial berdasarkan kelompok usia dan kategori pengetahuan awal. Proporsi berpengetahuan baik meningkat dari 13,3% (n=4) menjadi 96,7% (n=29). Uji Wilcoxon mengkonfirmasi peningkatan bermakna (Z = -5,014; p < 0,001) dengan effect size sangat besar (r = 0,915), secara substansial melampaui effect size studi sejenis di perkotaan (r = 0,60-0,75). Remaja usia >14 tahun dan kelompok berpengetahuan awal 'cukup' menunjukkan perolehan absolut tertinggi. Penyuluhan kesehatan terstruktur satu sesi menghasilkan efek yang jauh lebih besar di komunitas pedesaan yang kekurangan informasi dibandingkan konteks perkotaan, menunjukkan bahwa kesenjangan akses awal memperkuat dampak intervensi. Sesi tindak lanjut berkala direkomendasikan untuk mengevaluasi retensi pengetahuan melampaui recall segera.
PROFIL TEKANAN DARAH DAN KELUHAN FISIK LANSIA SEBAGAI DASAR SKRINING FISIOTERAPI KARDIOVASKULER Dini Khasanah; Alya Prita Ananda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61516

Abstract

Lansia merupakan kelompok umur yang rentan mengalami perubahan kondisi pada sistem kardiovaskuler dan berbagai keluhan fisik akibat proses penuaan. Tekanan darah yang tinggi dan disertai dengan keluhan fisik menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam upaya skrining dan penentuan kebutuhan pelayanan fisioterapi kardiovaskuler. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil tekanan darah dan keluhan fisik pada lansia sebagai dasar skrining pada fisioterapi kardiovaskuler. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian berjumlah 26 orang lansia di Graha Werdha Marie Joseph Pontianak. Data yang dikumpulkan berupa tekanan darah, keluhan yang dirasakan serta riwayat penyakit yang ada pada lansia. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi tekanan darah dan keluhan fisik pada lansia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 dari 26 orang lansia mengalami hipertensi. Untuk keluhan fisik yang terbanyak adalah sakit pada bagian kaki oleh 14 orang lansia dan sakit pada punggung sebanyak 4 orang lansia. Adanya proporsi hipertensi yang cukup tinggi disertai keluhan fisik terutama pada bagian kaki dan punggung. Temuan ini menunjukkan bahwa hipertensi dan keluhan fisik masih menjadi kondisi yang cukup masif ditemukan pada lansia di Graha Werdha Marie Joseph Pontianak. Hasil dari penelitian ini dapat menjadi informasi awal dalam pelaksanaan skrining fisioterapi kardiovaskuler dan penyusunan program pelayanan fisioterapi yang sesuai dengan kebutuhan lansia.
PERBEDAAN PENGETAHUAN REMAJA PUTRI SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN PENDIDIKAN KESEHATAN DENGAN MEDIA E-LEAFLET TENTANG KANKER SERVIKS Nia Yunita Febrina Sari Ni Putu; Regina Tedjasulaksana; Gusti Ayu Eka Utarini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61527

Abstract

Kanker serviks merupakan salah satu masalah kesehatan reproduksi yang masih sering terjadi pada perempuan dan dapat dicegah melalui peningkatan pengetahuan sejak usia remaja. Namun, remaja putri sering kali memiliki pengetahuan yang rendah mengenai faktor risiko, gejala, dan upaya pencegahannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengetahuan remaja putri sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan menggunakan media e-leaflet tentang kanker serviks di SMP Negeri 5 Mengwi. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest pada 35 responden yang dipilih melalui proportional random sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner berisi 25 pertanyaan dengan jawaban benar atau salah. Intervensi diberikan satu kali dengan media e-leaflet, dan pengukuran post-test dilakukan tujuh hari setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai pengetahuan yang signifikan, di mana rata-rata pretest sebesar 73,71 meningkat menjadi 92,00 pada posttest, dengan selisih rata-rata 17,943. Berdasarkan hasil uji paired sample t-test menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan pengetahuan yang bermakna sebelum dan sesudah intervensi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pendidikan kesehatan dengan media e-leaflet efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kanker serviks. Media digital ini dapat menjadi sarana edukasi yang mudah diakses, menarik, dan sesuai dengan karakteristik remaja serta efektif dalam mendukung upaya promotif dan preventif kesehatan reproduksi di lingkungan sekolah.
PERBEDAAN INTENSITAS NYERI POST SECTIO CAESAREA SEBELUM DAN SESUDAH DIBERIKAN KOMBINASI AKUPRESUR PADA TITIK LR 3 DAN ST 36 Fara Ika Nastiti; I Komang Lindayani; Listina Ade Widya Ningtyas
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61570

Abstract

Nyeri pasca-operasi Sectio Caesarea (SC) umumnya dilaporkan lebih intens dibandingkan nyeri pada persalinan per vaginam. Rasa nyeri yang tidak tertangani dengan baik dapat mengganggu proses pemulihan serta interaksi awal antara ibu dan bayi. Akupresur merupakan salah satu bentuk intervensi non-farmakologis yang efektif, aman, dan minim efek samping untuk membantu mengurangi tingkat nyeri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan intensitas nyeri pasca-seksio sesarea sebelum dan sesudah pemberian terapi kombinasi akupresur pada titik LR 3 (Taichong) dan ST 36 (Zusanli) di RSU Kasih Ibu Kedonganan. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan rancangan one-group pretest-posttest. Sebanyak 19 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober hingga November 2025. Data primer berupa skor nyeri diukur sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS). Hasil uji menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon signed-rank test. Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik pada tingkat nyeri pasien sebelum dan sesudah intervensi akupresur (p = 0,000 < 0,05). Skor nyeri responden sebelum intervensi (pretest) berada pada rentang minimum 5 dan maksimum 7 (kategori nyeri sedang). Setelah dilakukan pemberian terapi akupresur (posttest), skor nyeri mengalami penurunan menjadi rentang minimum 2 dan maksimum 4 (kategori nyeri ringan). Terapi kombinasi akupresur pada titik LR 3 dan ST 36 secara signifikan efektif dalam meredakan intensitas nyeri pasca- SC. Oleh karena itu, intervensi akupresur ini diharapkan dapat diaplikasikan sebagai salah satu alternatif terapi komplementer dalam asuhan keperawatan untuk manajemen nyeri pasca-operatif.
FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM TIFOID PADA PASIEN DI RS MURNI TEGUH CILEDUG Deys Khansa Miltaputri; Rizni Fitriana; Chairinda Dachwan; Muthia Farani; Achdi Kurnia
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61684

Abstract

Penyakit demam tifoid tergolong sebagai infeksi sistemik akut yang hingga kini masih menjadi masalah kesehatan endemik di Indonesia akibat pola penularan berbasis fekal-oral. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis berbagai faktor risiko, meliputi perilaku personal hygiene, kondisi sanitasi dasar rumah, dan status gizi dengan kejadian penyakit demam tifoid pada pasien pasca-rawat inap. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan matched case-control (1:1) berbasis klaster keluarga. Subjek penelitian berjumlah 24 responden, yang terdiri dari 12 responden kelompok kasus (pasien yang terdiagnosis demam tifoid) dan 12 responden kelompok kontrol (anggota keluarga sehat yang tinggal satu rumah dengan pasien kasus) di Rumah Sakit Murni Teguh Ciledug pada periode Januari-Maret 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan rekam medis, kemudian dianalisis secara bivariat menggunakan Fisher's Exact Test (α=0,05). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi IMT dengan kejadian demam tifoid (p=0,003). Variabel personal hygiene juga menunjukkan hubungan yang sangat signifikan, meliputi perilaku mencuci tangan sebelum makan (p < 0,001) dan odds ratio (OR=121,000), mencuci tangan setelah BAB (p < 0,001) dan odds ratio (OR=121,000), kebiasaan jajan (p < 0,001) dan odds ratio (OR=121,000), mencuci bahan makanan mentah (p=0,037) serta riwayat kontak langsung (p < 0,001). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan pada seluruh komponen fisik sanitasi dasar rumah tangga (p=1,000) dan odds ratio (OR=1,000). Kesimpulan secara keseluruhan menunjukkan bahwa kejadian demam tifoid pada pasien di RS Murni Teguh Ciledug secara signifikan didorong oleh faktor kerentanan individu pejamu, yang mencakup status gizi kurang serta rendahnya praktik personal hygiene, sementara faktor kondisi fisik sanitasi lingkungan tidak menunjukkan pengaruh yang bermakna secara statistik.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN AKNE VULGARIS PADA SISWI KELAS 3 SMAN 5 KOTA TANGERANG SELATAN Elya Fitri Yani; Sri Wahyuni; Etty Farida Mustifah; Wawang Setiawan Sukarya; Dona Suzana
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61844

Abstract

Kondisi psikologis pada usia remaja sering kali memicu kemunculan masalah kulit seperti akne vulgaris (AV). Riset ini mengevaluasi seberapa besar korelasi antara tekanan stres dengan tingkat keparahan jerawat pada siswi kelas 3 di SMAN 5 Kota Tangerang Selatan. Dengan menerapkan rancangan cross-sectional berjenis observasional analitik, sebanyak 63 siswi berkategori indeks massa tubuh (IMT) normal direkrut melalui teknik simple random sampling. Pengukuran derajat stres mengandalkan instrumen Perceived Stress Scale (PSS-10), sedangkan tingkat keparahan jerawat didiagnosis secara langsung oleh praktisi medis lewat pemeriksaan klinis. Pengujian bivariat diproses memakai korelasi Spearman's Rho. Temuan lapangan memperlihatkan bahwa mayoritas subjek berada pada kategori stres sedang (73,0%; n=46), serta tingkat jerawat yang mendominasi adalah kategori ringan (76,2%; n=48). Evaluasi statistik mengonfirmasi korelasi yang bermakna antara tekanan stres dan tingkat keparahan jerawat pada signifikansi p = 0,018 (α < 0,1). Hubungan tersebut menunjukkan koefisien positif lemah (r = 0,298), yang mengindikasikan bahwa eskalasi stres cenderung diikuti oleh perburukan lesi jerawat pada responden.
EFEKTIVITAS PROMOSI KESEHATAN GIGI BERBASIS FAMILY EMPOWERMENT MELALUI VIDEO EDUKASI BERBAHASA INDONESIA DAN DEVAYAN TERHADAP PENGETAHUAN DAN SIKAP ORAL HYGIENE DI SMP NEGERI 1 SIMEULUE CUT Eka Destatyana Sartika; Frida Lina Tarigan; Elsarika Damanik; Donal Nababan; Janno Sinaga
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.61968

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut pada remaja masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama dalam pembentukan perilaku oral hygiene yang baik. Intervensi promosi kesehatan yang sensitif budaya dan melibatkan keluarga dinilai berpotensi meningkatkan efektivitas edukasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas promosi kesehatan gigi berbasis family empowerment melalui video edukasi berbahasa Indonesia dan Devayan terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap oral hygiene siswa di SMP Negeri 1 Simeulue Cut. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pendekatan pretest–posttest tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian adalah siswa SMP Negeri 1 Simeulue Cut yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan sikap oral hygiene yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa video edukasi berbahasa Indonesia meningkatkan skor pengetahuan dan sikap secara bermakna (p < 0,05). Demikian pula, video edukasi berbahasa Devayan juga menunjukkan peningkatan yang signifikan (p < 0,05). Secara keseluruhan, promosi kesehatan gigi berbasis family empowerment melalui video edukasi bilingual efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap oral hygiene siswa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan media audiovisual yang dipadukan dengan bahasa lokal dan keterlibatan keluarga merupakan strategi yang relevan dan efektif untuk promosi kesehatan gigi remaja.