cover
Contact Name
Nur Wahidin Ashari
Contact Email
arhiebilingual@gmail.com
Phone
+6285242707874
Journal Mail Official
venn@pustaka.biz.id
Editorial Address
Kota Palopo, Sulawesi Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences
ISSN : -     EISSN : 2964867X     DOI : https://doi.org/10.53696/2964-867X.60
Mathematics and Natural Sciences Education Learning Innovation Development of Mathematics and Natural Sciences Education Sciences Aplication of Mathematics and Natural Sciences Education Actuarial Technology Based of Learning Mathematics and Natural Sciences Study of Learning Mathematics and Natural Sciences
Articles 152 Documents
Integrating Computational Thinking into Numerical Methods Course: A Case Study on Root-Finding Using Bisection, Secant, and False Position Methods Damar Rais; Nurfaida Tasni; Danial; Muhammad Kashif
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.455

Abstract

Integrasi Computational Thinking (CT) ke dalam mata kuliah kuantitatif seperti Metode Numerik masih terbatas, padahal kemampuan ini sangat esensial bagi mahasiswa di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan dan mengevaluasi kemampuan CT mahasiswa dalam konteks pencarian akar persamaan nonlinier menggunakan metode bagi dua (bisection), posisi palsu (false position), dan secan (secant). Subjek penelitian adalah 43 mahasiswa semester empat yang mengambil mata kuliah Metode Numerik. Penelitian menggunakan pendekatan metode campuran dengan desain explanatory sequential design. Instrumen tes CT yang dikembangkan memiliki validitas isi yang baik (V-Aiken = 0,84) dan reliabilitas tinggi (koefisien Spearman-Brown = 0,89). Data dianalisis secara statistik deskriptif dan inferensial (uji Friedman, Wilcoxon, korelasi Spearman) serta analisis kualitatif melalui wawancara dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bagi dua menghasilkan skor CT tertinggi (mean 78,6), diikuti metode posisi palsu (71,8), dan metode secan (65,4). Perbedaan antar metode signifikan (χ² = 31,45; p < 0,001). Analisis kluster mengidentifikasi tiga profil CT mahasiswa: Unggul (27,9%), Fungsional (53,5%), dan Terbatas (18,6%). Metode bagi dua paling kuat mengaktifkan dekomposisi dan algoritma; metode secan menantang pengenalan pola dan abstraksi; metode posisi palsu menawarkan profil seimbang. Temuan ini mengonfirmasi bahwa ketiga metode numerik dapat menjadi wahana pengembangan CT dengan karakteristik yang berbeda. Implikasi penelitian ini adalah rekomendasi model pembelajaran bertahap tiga fase untuk mengintegrasikan CT secara sistematis dalam kurikulum Metode Numerik.
Perbandingan Analisis Sentimen Ulasan Produk pada Platform E-Commerce Menggunakan Algoritma Naïve Bayes dan Random Forest Afif Budi Andy B; Kusnaeni Kusnaeni; Irwan Usman; Muhammad Hidayatullah; Muh. Rifandi
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.458

Abstract

Sentiment analysis has become increasingly important in e-commerce because product reviews influence consumer purchasing decisions and provide feedback for sellers to evaluate product quality and improve services. The large number of online reviews on e-commerce platforms makes manual analysis inefficient and time-consuming, thereby requiring automated sentiment classification methods that are accurate and computationally efficient. This study aims to compare the performance of the Multinomial Naïve Bayes and Random Forest algorithms in classifying sentiment in Tokopedia product reviews using the PRDECT-ID dataset, which consists of 5,400 Indonesian-language reviews. The research methodology involved several preprocessing stages, including case folding, cleaning, normalization, tokenization, stopword removal, and stemming using the Sastrawi library, followed by feature extraction using the TF-IDF method. The dataset was divided using a stratified random split approach with 80% training data and 20% testing data, and the models were evaluated using accuracy, precision, recall, F1-score, and ROC-AUC metrics. The results indicate that Multinomial Naïve Bayes outperformed Random Forest, achieving an accuracy of 93.59%, precision of 91.82%, recall of 94.65%, F1-score of 93.21%, and ROC-AUC of 0.9813. In comparison, Random Forest achieved an accuracy of 90.35%, precision of 85.63%, recall of 93.67%, F1-score of 89.47%, and ROC-AUC of 0.9635. In addition to its superior classification performance, Multinomial Naïve Bayes also demonstrated greater computational efficiency with significantly faster training time. These findings suggest that Multinomial Naïve Bayes is a more effective approach for sentiment classification of Indonesian-language e-commerce product reviews.
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Berdasarkan Gaya Belajar Kolb Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara Rica Apriliani Zega; Netti Kariani Mendrofa; Yakin Niat Telaumbanua; Sadiana Lase
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.465

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kreatif matematis siswa SMP masih menjadi permasalahan dalam pembelajaran matematika abad ke-21, yang ditandai dengan keterbatasan dalam menghasilkan ide beragam, menemukan solusi alternatif, dan menyelesaikan soal berbasis HOTS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran inkuiri berdasarkan gaya belajar Kolb terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa di UPTD SMP Negeri 1 Gunungsitoli Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi experiment dan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas VII yang berjumlah 153 siswa, sedangkan sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling, yaitu kelas VII-A sebagai kelas eksperimen dan kelas VII-C sebagai kelas kontrol. Instrumen penelitian terdiri dari tes kemampuan berpikir kreatif matematis dan angket gaya belajar Kolb. Teknik analisis data meliputi uji normalitas (Lilliefors), uji homogenitas (Fisher), uji t independen, serta uji Two Way ANOVA berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematis siswa pada kelas eksperimen yang lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji hipotesis juga menunjukkan bahwa model pembelajaran inkuiri berpengaruh signifikan terhadap kemampuan berpikir kreatif matematis siswa berdasarkan gaya belajar Kolb (divergen, asimilator, konvergen, dan akomodator), serta terdapat interaksi antara model pembelajaran dan gaya belajar terhadap kemampuan tersebut. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran inkuiri yang disesuaikan dengan gaya belajar siswa dapat menjadi alternatif efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis, serta dapat dijadikan acuan bagi guru dalam merancang pembelajaran yang lebih aktif, variatif, dan berpusat pada siswa.
Penyebaran Kecanduan Rokok Elektrik (Vape) dengan Model SCIR Nur Rezky Ramadhan Ekky; Nur Rahmah Yunita Abar; Azwan Anwar
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.467

Abstract

Penggunaan rokok elektrik (vape) berkembang sebagai fenomena sosial dan kesehatan yang dipengaruhi oleh interaksi antarindividu, pengaruh teman sebaya, serta persepsi bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Penelitian ini bertujuan membentuk dan menganalisis model matematika tipe SCIR (Susceptible-Carrier-Infected-Recovered) untuk menggambarkan dinamika penyebaran kecanduan vape dalam suatu populasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis melalui formulasi sistem persamaan diferensial nonlinear, penentuan titik ekuilibrium, perhitungan bilangan reproduksi dasar, analisis kestabilan lokal, dan simulasi numerik. Populasi dibagi ke dalam empat kompartemen, yaitu individu rentan, individu coba-coba sebagai pembawa pengaruh sosial, individu kecanduan, dan individu pulih. Hasil analisis menunjukkan bahwa titik ekuilibrium bebas kecanduan adalah E0=(1,0,0,0), sedangkan penyebaran dikendalikan oleh bilangan reproduksi dasar . Jika R0<1, kelas carrier dan kecanduan menurun sehingga sistem bergerak menuju kondisi bebas kecanduan. Sebaliknya, jika R0>1, proporsi individu kecanduan meningkat dan sistem cenderung menuju kondisi endemik. Simulasi numerik memperlihatkan bahwa peningkatan laju pengaruh sosial dan laju transisi menuju kecanduan mempercepat penyebaran, sedangkan peningkatan laju pemulihan menekan nilai R0. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi, pembatasan interaksi berisiko, dan penguatan program pemulihan sebagai strategi pengendalian penyebaran kecanduan vape.
Systematic Literature Review: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Empat Aprilia; Heni Pujiastuti; Nurul Anriani
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.469

Abstract

The ability to solve problems in mathematics learning is an essential competence that students need to develop during the learning process. However, in reality, this ability remains relatively low. This study aims to systematically examine the level of junior high school students’ mathematical problem-solving abilities, identify the factors influencing these abilities, and analyze instructional models considered effective in improving them. This research employs a Systematic Literature Review (SLR) method using the PRISMA approach on 20 articles published between 2021 and 2026, sourced from Google Scholar. The findings indicate that the level of students’ mathematical problem-solving ability is generally in the low to moderate category. Students commonly experience difficulties at each stage of problem solving, particularly in understanding problems, planning solution strategies, implementing solution plans, and reviewing answers based on Polya’s problem-solving framework. The factors influencing students’ mathematical problem-solving abilities include internal factors, such as mathematical reasoning ability, mathematical communication skills, self-efficacy, learning independence, and gender differences, as well as external factors related to the implementation of instructional models. Various student-centered learning models, such as Problem-Based Learning, Creative Problem Solving (CPS), Contextual Teaching and Learning (CTL), REACT, Discovery Learning, flipped classroom, differentiated problem-based instruction, and Think Pair Share (TPS), have been shown to effectively improve students’ mathematical problem-solving abilities. These findings are expected to serve as a reference for teachers and researchers in efforts to enhance the quality of mathematics education.
Perilaku Impulsive Buying Model SEIR pada Mahasiswa saat Flash Sale TikTok Nur Rezky Ramadhan; Nuratika Rahmat Kalla
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.470

Abstract

Perilaku impulsive buying pada mahasiswa semakin menguat seiring berkembangnya social commerce dan strategi flash sale TikTok Shop. Fenomena ini tidak hanya muncul sebagai keputusan konsumsi individual, tetapi juga menyebar melalui paparan algoritma, live streaming, tekanan teman sebaya, dan fear of missing out. Penelitian ini bertujuan menyusun artikel pemodelan matematika tipe SEIR untuk menggambarkan dinamika penyebaran perilaku impulsive buying pada mahasiswa selama periode flash sale. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis melalui formulasi sistem persamaan diferensial, penentuan titik kesetimbangan, perhitungan bilangan reproduksi dasar, analisis kestabilan lokal, dan simulasi numerik. Populasi mahasiswa dibagi ke dalam empat kompartemen, yaitu susceptible atau mahasiswa rentan, exposed atau mahasiswa terpapar promosi dan FOMO, infectious atau mahasiswa yang melakukan pembelian impulsif aktif, dan recovered atau mahasiswa yang sadar secara finansial. Hasil analisis menunjukkan bahwa titik kesetimbangan bebas perilaku konsumtif adalah E0=(Λ/μ,0,0,0), sedangkan bilangan reproduksi dasar diperoleh R0=βΛσ/[μ(σ+μ)(γ+μ)]. Dengan parameter baseline, nilai R0=4,857>1 sehingga perilaku impulsive buying berpotensi menetap dan menyebar dalam populasi mahasiswa. Simulasi numerik memperlihatkan penurunan kelas rentan, peningkatan kelas impulsif aktif, dan pertumbuhan kelas sadar finansial setelah fase puncak. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi finansial, pengendalian paparan promosi, dan edukasi konsumsi digital sebagai strategi menurunkan laju penyebaran perilaku konsumtif.
Meningkatkan Keterampilan Memecahkan Masalah Matematika Melalui Lingkungan Pembelajaran Berbasis Permainan: Analisis Profil Laten Damar Rais; Zhang Juan; Wen Yan Yue
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.480

Abstract

Mathematical problem-solving in three-dimensional geometry often requires students to coordinate conceptual understanding, spatial reasoning, and strategic planning, yet classroom instruction frequently provides limited support for these heterogeneous needs. This study examined changes in eighth-grade students’ problem-solving performance after an eight-week gamified learning intervention and identified learner profiles using latent profile analysis. A total of 120 students participated in a one-group pretest-posttest mixed-methods study. The intervention integrated points, badges, leaderboards, interactive geometry challenges, and formative feedback; no control group was included, so causal claims were interpreted cautiously. Data were collected through a problem-solving test based on Polya’s four-stage framework, a motivation questionnaire, gamification activity logs, classroom observations, and semi-structured interviews with 18 students selected proportionally across profiles. Results indicated an overall increase from pretest (M = 63.80, SD = 12.10) to posttest (M = 76.92, SD = 10.84), t(119) = 12.58, p < .001, Cohen’s dz = 1.15. The three-profile model showed the best balance of fit and interpretability, classifying students into high, moderate, and low profiles. Students in the high profile reached the highest posttest scores, whereas low-profile students required additional scaffolding. The findings suggest that gamified learning is associated with improved mathematical problem-solving, while latent profiles help inform differentiated instructional support.
Problematika Siswa Pada Pembelajaran Matematika dalam Memecahkan Masalah Matematika di SMK Negeri 2 Gunungsitoli Murni Niat Yanti Zendrato; Sadiana Lase; Yakin Niat Telaumbanua; Netti Kariani Mendrofa
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.482

Abstract

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di SMK Negeri 2 Gunungsitoli, siswa kelas XI-TAV mengalami problematika dalam proses pembelajaran di kelas dan kurangnya kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui problematika apa saja yang dihadapi oleh siswa dalam memecahkan masalah matematika, kemudian faktor penyebab dari problematika dan solusi alternatif dari permasalahan yang dihadapi siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari observasi, wawancara, soal tes kemampuan pemecahan masalah matematika dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Pada penelitian ini, peneliti menemukan keberagaman hasil kemampuan pemecahan masalah matematika yang dimiliki oleh tiap Siswa. Kemampuan pemecahan masalah matematika siswa kelas XI-TAV SMK Negeri 2 Gunungsitoli dikategorikan rendah karena tidak mencapai standar nilai KKM yang telah ditetapkan. Terlihat pada rata-rata hasil tes kemampuan pemecahan masalah matematika yaitu 34,85. Beberapa siswa mampu menyelesaikan  masalah matematika tetapi langkah-langkah yang digunakan kurang tepat. Sementara sebagian lainnya masih memerlukan perbaikan dalam hal penyelesaian masalah dan ketelitian dalam mengaplikasikan konsep secara efektif. Dari hasil penelitian di atas, maka dapat diketahui permasalahan yang dihadapi siswa dalam memecahkan masalah matematika, faktor penyebab problematika siswa dan solusi alternatif dari problematika yang dihadapi siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Articulate Storyline Terintegrasi Etnomatematika Makanan Khas Demak melalui Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Salma Aulina; Amidi
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.484

Abstract

The low problem-solving abilities of students in statistics material and the importance of preserving local culture are the reasons for the need to develop ethnomathematics-based learning media. This study aims to develop an Articulate Storyline-Based Learning Media Integrated with the Ethnomathematics of Demak Traditional Foods through Problem-Based Learning that is valid, practical, and effective in improving students’ mathematical problem-solving skills. The method used in this study is Research and Development (R&D) employing the 4D development model, which includes define, design, develop, and disseminate. The development process resulted in Articulate Storyline-Based Learning Media Integrated with the Ethnomathematics of Demak Traditional Foods that met validity criteria based on the assessment of six validators, with an average percentage of 87.1%. The learning media also met practicality criteria, with an average percentage of 83.6% in the student response questionnaire. Furthermore, the learning media was found to be effective in enhancing students’ mathematical problem-solving skills as all six research hypotheses were met. Consequently, the Articulate Storyline-Based Learning Media Integrated with the Ethnomathematics of Demak Traditional Foods is deemed valid, practical, and effective, making it a suitable alternative for more contextual and interactive learning to improve students’ mathematical problem-solving skills.
Upaya Peningkatan Pemahaman Konsep Matematis Siswa Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Andi Batari Ola; Mas'ud B; Arifuddin
Venn: Journal of Sustainable Innovation on Education, Mathematics and Natural Sciences Vol. 5 No. 3 (2026): Riset Matematika dan Pendidikan Matematika
Publisher : Pusat Studi Bahasa dan Publikasi Ilmiah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53696/venn.v5i3.489

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep matematis siswa yang disebabkan oleh proses pembelajaran yang masih berpusat pada guru serta kurangnya keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa serta mendeskripsikan proses penerapannya dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam tiga siklus. Penelitian dilaksanakan pada bulan April 2026 di SMA Negeri 3 Parepare dengan subjek penelitian sebanyak 22 siswa kelas X Unggul 1. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan tes pemahaman konsep matematis siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada setiap siklus. Peningkatan tersebut didukung oleh aktivitas diskusi kelompok, kerja sama antarsiswa, serta penerapan enam fase STAD secara sistematis, yaitu menyampaikan tujuan dan motivasi, menyajikan informasi, mengorganisasikan kelompok, membimbing kerja kelompok, evaluasi, dan pemberian penghargaan. Selain itu, siswa menjadi lebih aktif, percaya diri, dan terlibat dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematis siswa pada pembelajaran matematika.