cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 258 Documents
DAMPAK RUANG DIGITAL DALAM MEMBANTU PENYINTAS KEKERASAN SEKSUAL PADA GEN Z “SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW”: THE IMPACT OF DIGITAL SPACE IN HELPING SURVIVORS OF SEXUAL VIOLENCE AMONG GEN Z: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Zahra Amelia Putri; Ira Aini Dania; Meri Susanti; Tezar Samekto Darungan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1148

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran ruang digital dalam mendukung penyintas kekerasan seksual pada generasi Z. Kekerasan seksual merupakan isu serius yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan sosial penyintas, sehingga pemahaman mengenai dukungan yang tersedia melalui teknologi digital penting untuk dikaji. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) terhadap sepuluh artikel ilmiah yang dipublikasikan antara 2019–2025 dan diperoleh dari basis data Scopus dan PubMed sesuai kriteria inklusi yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa teknologi digital, terutama media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Snapchat, berperan penting sebagai ruang bagi penyintas untuk berbagi pengalaman, memperoleh dukungan emosional, serta mengakses informasi dan layanan bantuan. Selain itu, teknologi digital juga efektif digunakan untuk kampanye kesadaran dan edukasi publik terkait kekerasan seksual. Namun, penggunaan ruang digital tidak bebas risiko, karena terdapat potensi pelecehan siber dan technology-facilitated sexual violence yang menuntut mitigasi dan pengawasan lebih lanjut. Dengan demikian, ruang digital memberikan kontribusi signifikan dalam pemberdayaan penyintas dan edukasi publik, meskipun perlu strategi untuk meminimalkan risiko negatifnya. Penelitian ini menyarankan perlunya penguatan kebijakan perlindungan digital, peningkatan literasi digital masyarakat, serta pengembangan platform daring yang lebih aman dan responsif dalam memberikan dukungan bagi penyintas kekerasan seksual.
EFEKTIVITAS PROBIOTIK SEBAGAI TERAPI ADJUVAN PADA ANSIETAS DAN DEPRESI: TINJAUAN SISTEMATIK RANDOMIZED CONTROLLED TRIAL: EFFECTIVENESS OF PROBIOTICS AS ADJUVANT THERAPY IN ANXIETY AND DEPRESSION: A SYSTEMATIC REVIEW OF RANDOMIZED CONTROLLED TRIALS Zayadha Hazrini; Muhammad Iqbal Rezki Hasibuan; Muhammad Jailani Alfajri; Aulia Putri Adila; Agustiawan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1155

Abstract

Ansietas dan depresi merupakan gangguan mental yang prevalensinya terus meningkat secara global dan menimbulkan beban signifikan terhadap kualitas hidup. Respons yang tidak optimal terhadap terapi konvensional mendorong eksplorasi terapi tambahan, termasuk probiotik, yang bekerja melalui modulasi gut–brain axis. Artikel ini menilai peran probiotik dalam manajemen ansietas dan depresi berdasarkan bukti ilmiah terkini. Tinjauan sistematik ini disusun mengikuti pedoman PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Google Scholar, dan SagePub untuk artikel original berbahasa Inggris yang diterbitkan antara tahun 2016–2026. Studi yang disertakan adalah uji klinis terkontrol acak yang mengevaluasi efek probiotik terhadap luaran ansietas dan/atau depresi. Artikel tinjauan pustaka, meta-analisis, editorial, laporan kasus, dan publikasi tanpa DOI dikecualikan. Sebanyak sembilan artikel memenuhi kriteria inklusi. Mayoritas studi melaporkan perbaikan gejala depresi dan/atau ansietas pada kelompok probiotik dibandingkan kontrol, meskipun signifikansi statistik bervariasi. Efek yang lebih konsisten ditemukan pada pasien dengan gangguan depresi dibandingkan populasi sehat. Probiotik berpotensi menjadi terapi adjuvan yang aman dan menjanjikan dalam manajemen ansietas dan depresi, namun diperlukan penelitian lanjutan berskala besar untuk memastikan efektivitas dan menentukan protokol optimal.
TARGETING GUT-BRAIN AXIS: POTENSI BIFIDOBACTERIUM BREVE A1 SEBAGAI TERAPI NEUROPROTEKTIF BARU PADA PENYAKIT ALZHEIMER: TARGETING THE GUT-BRAIN AXIS: BIFIDOBACTERIUM BREVE A1 AS A NEUROPROTECTIVE THERAPY FOR ALZHEIMER’S DISEASE Samira Amanda; Dinda Inaya Shafa; Suci Mardiah Sari
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1160

Abstract

Penyakit Alzheimer (AD) merupakan gangguan neurodegeneratif progresif dan penyebab utama demensia di dunia. Terapi farmakologis yang tersedia saat ini, seperti penghambat asetilkolinesterase dan antagonis reseptor NMDA, masih bersifat simptomatik dan belum mampu menghentikan progresivitas penyakit. Dalam beberapa tahun terakhir, gut–brain axis menjadi fokus penelitian karena perannya dalam menghubungkan mikrobiota usus dengan neuroinflamasi, metabolisme amiloid, dan fungsi kognitif. Salah satu probiotik yang banyak diteliti adalah Bifidobacterium breve strain A1, yang diduga memiliki efek neuroprotektif melalui modulasi respons imun dan sinyal saraf. Studi ini bertujuan untuk meninjau potensi Bifidobacterium breve strain A1 sebagai terapi ajuvan neuroprotektif pada penyakit Alzheimer melalui modulasi gut–brain axis. Pencarian literatur dilakukan pada basis data PubMed, Cochrane, ScienceDirect, ProQuest, dan Google Scholar untuk publikasi periode 2015–2025. Studi praklinis dan klinis menunjukkan bahwa suplementasi B. breve A1 berhubungan dengan peningkatan fungsi memori, penurunan inflamasi hippocampus, serta penekanan akumulasi amiloid-β dan fosforilasi tau. Uji klinis pada lansia dengan gangguan kognitif ringan juga melaporkan peningkatan skor MMSE, RBANS, dan suasana hati tanpa efek samping bermakna. Kesimpulan: Bifidobacterium breve A1 berpotensi menjadi terapi ajuvan yang aman dan non-invasif untuk memperlambat progresivitas penyakit Alzheimer melalui modulasi gut–brain axis.
SCREEN TIME, ATTENTION SPAN, DAN WORKING MEMORY PADA PESERTA DIDIK MAN IC GOWA TAHUN AJARAN 2025/2026: SCREEN TIME, ATTENTION SPAN, AND WORKING MEMORY IN MAN IC GOWA STUDENTS 2025/2026 Khayla Nurmala Hamka; Rosdianah Rahim; Arlina Wiyata Gama; Ulfah Rimayanti; Muh. Shabir Umar
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1163

Abstract

Working memory dan attention span merupakan fondasi penting dalam proses pembelajaran, namun keduanya rentan terhadap dampak penggunaan teknologi digital yang berlebihan. Peningkatan screen time pada remaja menimbulkan kekhawatiran terhadap kapasitas kognitif yang menopang keberhasilan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara screen time, attention span, dan working memory pada peserta didik MAN Insan Cendekia Gowa tahun ajaran 2025/2026. Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan sampel sebanyak 118 siswa kelas X dan XI. Screen time diukur menggunakan Questionnaire for Screen Time of Adolescents (QueST), attention span dengan Deary-Liewald Reaction Time Task, dan working memory dengan Digit Span Test (DST). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara screen time dengan attention span (p = 0,091) maupun working memory (p = 0,925). Namun, ditemukan hubungan signifikan antara attention span dengan working memory (p = 0,039), yang menunjukkan bahwa siswa dengan attention span baik cenderung memiliki kapasitas working memory yang lebih. Kesimpulannya, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang signifikan antara screen time dan fungsi kognitif, tetapi attention span berperan penting dalam mendukung kapasitas working memory. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi pendidikan yang berfokus pada pelatihan konsentrasi dan strategi peningkatan fokus, bukan hanya sekedar pembatasan penggunaan perangkat digital.
HUBUNGAN SMARTPHONE ADDICTION DENGAN ASTENOPIA PADA ANAK REMAJA DI MAN-1 KOTA MAKASSAR TAHUN 2025 : THE RELATIONSHIP BETWEEN SMARTPHONE ADDICTION AND ASTHENOPIA IN ADOLESCENTS AT MAN-1 MAKASSAR CITY IN 2025 Muhammad Syafaat Irfan; Ulfah Rimayanti; Henny Fauziah; Jelita Inayah Sari; St. Aisyah Kara
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1176

Abstract

Penggunaan smartphone yang berlebihan pada remaja berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan mata, salah satunya astenopia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan smartphone addiction dengan kejadian astenopia pada remaja di MAN 1 Kota Makassar Tahun 2025. Penelitian ini merupakan studi analitik observasional dengan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 294 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat smartphone addiction diukur menggunakan Smartphone Addiction Scale–Short Version (SAS-SV), sedangkan astenopia dinilai menggunakan Asthenopia Survey Questionnaire (ASQ-17). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami smartphone addiction tingkat sedang yaitu 209 responden (71,1%), diikuti tingkat ringan 66 responden (22,4%) dan tingkat berat 19 responden (6,5%). Kejadian astenopia ditemukan pada 23 responden (7,8%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara smartphone addiction dengan kejadian astenopia (p-value = 0,019). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan bermakna antara tingkat smartphone addiction dengan astenopia pada remaja di MAN 1 Kota Makassar. Edukasi mengenai penggunaan smartphone yang bijak diperlukan untuk mencegah gangguan kesehatan mata pada remaja.
CORRELATION OF SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT SCORE WITH TOTAL LYMPHOCYTE COUNT AMONG TUBERCULOSIS PATIENTS: HUBUNGAN SKOR SUBJECTIVE GLOBAL ASSESSMENT DENGAN KADAR LIMFOSIT TOTAL PADA PASIEN TUBERKULOSIS Meriza Martineta; Dina Keumala Sari; Andika Pradana; Hilna Khairunnisa Shalihat; Aida Siregar
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1185

Abstract

Malnutrition and tuberculosis (TB) have a bidirectional relationship, in which poor nutritional status contributes to impaired immune function and disease progression. Subjective Global Assessment (SGA) is a validated clinical tool for nutritional assessment, while total lymphocyte count (TLC) reflects immune competence. This study aimed to investigate the correlation between SGA score and TLC among tuberculosis patients. A descriptive cross-sectional study was conducted among 34 adult TB patients attending the tuberculosis clinic at Universitas Sumatera Utara Teaching Hospital between October and December 2025. Nutritional status was assessed using SGA, and TLC values were obtained from medical records. Data were analyzed using Spearman’s rank correlation test. The median TLC was 1,873.64 cells/µL (range 742.72–9,874.23). Based on SGA classification, 29.4% of patients were well nourished, 44.1% were moderately malnourished, and 26.5% were severely malnourished. A statistically significant moderate positive correlation was observed between SGA score and TLC (r = 0.40; p = 0.019). Conclusion: There was a significant positive correlation between SGA score and TLC in tuberculosis patients. These findings highlight the importance of comprehensive nutritional assessment as part of integrated tuberculosis management to identify patients at risk of immune impairment.
ADVANCED LUNG CANCER INFLAMMATION INDEX SEBAGAI PREDIKTOR MORTALITAS KANKER PARU STADIUM LANJUT : ADVANCED LUNG CANCER INFLAMMATION INDEX AS A PREDICTOR OF MORTALITY IN ADVANCED STAGE LUNG CANCER Lia Damayanti; Rouly Pola Pasaribu; Sudarto; Zen Ahmad; R A Linda; Syamsu Indra; Yenny Dian Andayani; Muhammad Reagan; Ratna Maila Dewi Anggraini; Taufik Indrajaya; Irfannuddin
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1190

Abstract

Peran inflamasi sistemik dan status nutrisi semakin diakui sebagai penentu prognosis. Advanced Lung Cancer Inflammation Index (ALI) dilaporkan berkaitan dengan mortalitas pasien kanker paru. Data mengenai hubungan ALI dengan mortalitas pasien kanker paru stadium lanjut di Indonesia masih terbatas, sehingga penelitian ini penting untuk mengevaluasi nilai prognostik ALI. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain kohort retrospektif yang dilakukan di RS Mohammad Hoesin Palembang. Sampel diambil secara consecutive sampling dari pasien kanker paru stadium lanjut yang terdiagnosis tahun 2022–2024 dan memenuhi kriteria inklusi. Nilai ALI dihitung dari data awal pasien. Mortalitas dievaluasi melalui rekam medis dan follow up enam bulan. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik bivariat dan kurva Kaplan–Meier. Sebanyak 419 pasien kanker paru stadium lanjut dianalisis, dengan mortalitas enam bulan sebesar 53,2%. Median skor ALI pada kelompok meninggal lebih rendah dibandingkan kelompok hidup (14,7 vs 25,1; p<0,001). ALI rendah berhubungan signifikan dengan peningkatan risiko kematian (aHR 5,15; IK95% 1,92–13,85). Analisis Kaplan–Meier menunjukkan median kesintasan 12 minggu pada ALI rendah (p<0,001). Skor ALI memiliki kemampuan prediktif rendah–sedang. Skor ALI rendah berhubungan signifikan dengan peningkatan mortalitas dan penurunan kesintasan pasien kanker paru stadium lanjut.
HUBUNGAN PENGGUNAAN MODE TAMPILAN LAYAR SMARTPHONE DENGAN MATA LELAH (ASTENOPIA) & KUALITAS TIDUR SISWA SMKN 4 MAKASSAR: THE RELATIONSHIP BETWEEN SMARTPHONE DISPLAY MODE USAGE, EYE FATIGUE (ASTHENOPIA), AND SLEEP QUALITY AMONG STUDENTS OF SMKN 4 MAKASSAR Aisyah Alhumaira; Ulfah Rimayanti; Darmawansyih; Rosdianah Rahim; Muhammad Dahlan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1196

Abstract

Peningkatan penggunaan smartphone di kalangan remaja kini berkaitan dengan berbagai keluhan kesehatan, seperti astenopia dan penurunan kualitas tidur. Light mode merupakan mode tampilan layar standar pada smartphone, sementara itu fitur dark mode dikembangkan sebagai alternatif untuk mengurangi intensitas blue light guna meningkatkan kenyamanan visual dan kualitas tidur. Namun, hubungan tersebut masih perlu dibuktikan lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan mode tampilan layar smartphone dengan kejadian astenopia dan kualitas tidur siswa SMKN 4 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional yang melibatkan 234 responden dan terpilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mode tampilan layar, kuesioner Visual Fatigue Index (VFI) untuk menilai astenopia, dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, yang kemudian dianalisis dengan uji Pearson Chi-Square. Hasil menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara mode tampilan layar dengan kejadian astenopia (p-value=0.031). Sebaliknya, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara mode tampilan layar dengan kualitas tidur (p-value=0.533). Kesimpulannya, pemilihan mode tampilan layar berhubungan dengan risiko terjadinya astenopia, namun tidak berhubungan langsung dengan kualitas tidur.
DAMPAK KESEHATAN PASCABANJIR BANDANG DAN LONGSOR NOVEMBER 2025 DI ACEH TAMIANG: HEALTH IMPACTS AFTER THE NOVEMBER 2025 FLASH FLOODS AND LANDSLIDES IN ACEH TAMIANG Muhammad Arief Pratama; Asyrafun Nisa Adelaide; Hafiz Nurdiansyah; Rosa Zorayatamin Damanik
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1200

Abstract

Banjir bandang dan tanah longsor akhir November 2025 di Kabupaten Aceh Tamiang, Indonesia, memengaruhi lebih dari 300.000 penduduk akibat hujan monsun lebat yang diperburuk deforestasi dan degradasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menilai dampak kesehatan awal dan pola penyakit pada populasi terdampak melalui penilaian kesehatan cepat selama pelayanan medis darurat. Studi deskriptif potong lintang dilakukan pada 8 Desember 2025 di Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda. Tim medis Rumah Sakit Mahkota Bidadari memberikan pelayanan gratis kepada penyintas. Data demografi, paparan, keluhan, dan diagnosis dicatat secara sistematis. Sebanyak 315 pasien diperiksa (rerata usia 28,4 ± 16,2 tahun; 52,4% perempuan); 78,4% memiliki kontak langsung dengan air banjir dan 45,1% tinggal di penampungan sementara. Kondisi tersering adalah penyakit dermatologis (68,3%), infeksi saluran pernapasan akut (45,7%), dan diare akut (31,4%). Anak-anak menunjukkan angka infeksi pernapasan dan diare lebih tinggi secara signifikan dibanding dewasa (62,4% vs 38,2%, p<0,001; dan 38,5% vs 31,6%, p=0,009). Morbiditas pascabanjir didominasi penyakit kulit, infeksi pernapasan, dan diare. Respons pascabencana perlu memprioritaskan air bersih, sanitasi, perbaikan penampungan, dan layanan kesehatan preventif.
ASSOCIATION BETWEEN CANCER TYPE AND GLIM-DEFINED MALNUTRITION IN PATIENTS UNDERGOING CHEMOTHERAPY: A CROSS-SECTIONAL STUDY: HUBUNGAN ANTARA JENIS KANKER DENGAN DERAJAT MALNUTRISI BERDASARKAN KRITERIA GLIM PADA PASIEN KEMOTERAPI: STUDI POTONG LINTANG Ridha Aryani; Dina Keumala Sari; Dedy Hermansyah; Fitriyani Nasution; Cut Adeya Adella
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i2.1212

Abstract

Malnutrition is a common complication in patients with cancer and is associated with poorer clinical outcomes.1 The Global Leadership Initiative on Malnutrition (GLIM) criteria provide an international consensus for diagnosing malnutrition.2 However, evidence regarding variations in malnutrition severity across different cancer types remains limited. Objective: This study aimed to evaluate the association between cancer type and malnutrition severity defined by the GLIM criteria among patients with cancer undergoing chemotherapy. Methods: This descriptive cross-sectional study was conducted among adult cancer patients receiving chemotherapy at Prof. dr. Chairuddin P. Lubis Universitas Sumatera Utara Hospital, Medan, Indonesia, between October 2025 and January 2026. Nutritional status was assessed using the GLIM criteria. The association between cancer type and malnutrition severity was analyzed using the chi-square test. Results: A total of 107 patients were included. Lung cancer was the most common malignancy (42.1%), followed by breast (38.3%), ovarian (15.9%), and prostate cancer (3.7%). Overall, 46.7% of patients were malnourished, including 22.4% with moderate and 24.3% with severe malnutrition. The highest prevalence of malnutrition was observed in lung cancer patients (73.3%). A significant association was found between cancer type and malnutrition severity (p<0.001). Conclusion: Malnutrition is common among patients with cancer undergoing chemotherapy, and its severity varies according to cancer types.