cover
Contact Name
Siti Nurul Rofiqo Irwan
Contact Email
rofiqoirwan@ugm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
vegetalika.faperta@ugm.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Vegetalika
ISSN : 23024054     EISSN : 26227452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Vegetalika ISSN (Cetak): 2302-4054 dan ISSN (Online): 2622-7452 adalah open access jurnal yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah berupa gagasan dan hasil penelitian. Topik publikasi berkaitan dengan disiplin ilmu Agronomi mencakup Manajemen dan Produksi Tanaman, Hortikultura, Ekologi Tanaman, Fisiologi Tanaman, Genetika dan Pemuliaan, Teknologi Benih, Bioteknologi Tanaman, dan Biostatistika.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 4 (2024)" : 8 Documents clear
Uji Aplikasi Pupuk Organik Kasgot dan NPK 16:16:16 Terhadap Pertumbuhan Serta Produksi Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moenc) Zahrah, Siti; Kustiawan, Nursamsul; Mulyani, Sri; Fikri, Beny Azrul
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81806

Abstract

Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh interaksi serta pengaruh utama pupuk organik kasgot dan pupuk NPK 16:16:16 terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman okra (Abelmoschus esculentus L. Moenc). Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Islam Riau, Jln. Kaharuddin Nasution KM 11, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Riau. Dilaksanakan selama 4 bulan mulai dari bulan Juli sampai Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama adalah dosis pupuk organik kasgot terdiri dari 4 taraf, yaitu 0, 0,75, 1,5, dan 2,25 kg per plot. Sedangkan faktor yang kedua adalah pupuk NPK 16:16:16 terdiri dari 4 taraf, yaitu 0, 3,75, 7,5, dan 11,75 g per tanaman. Setiap kombinasi perlakuan terdiri dari 3 ulangan, setiap satuan percobaan terdiri dari 4 tanaman dan 2 tanaman digunakan sebagai sampel pengamatan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa interaksi pemberian pupuk organik kasgot dan NPK 16:16:16 berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, umur berbunga, umur panen, jumlah buah per tanaman, dan berat buah per tanaman. Perlakuan terbaik pupuk organik kasgot 1,5 kg/plot dan pupuk NPK 16:16:16 11,75 g/tanaman. Pengaruh utama pupuk organik kasgot nyata terhadap semua parameter pengamatan, perlakuan terbaik adalah pupuk organik kasgot 1,50 kg/plot. Pengaruh utama pupuk NPK 16:16:16 nyata terhadap semua parameter pengamatan, perlakuan terbaik pupuk NPK 16:16:16 11,75 g/tanaman. Serapan hara N, P dan K melalui pemberian pupuk organik kasgot 1,50 kg/plot dan NPK 16:16:16 11,75 g/tanaman lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Pengaruh Dosis Herbisida Pratumbuh Pendimethalin terhadap Gulma, Pertumbuhan, dan Hasil Kedelai (Glycine max (L.) Merrill) Ayuningtyas, Sekar; Respatie, Dyah Weny; Kastono, Dody
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.81870

Abstract

Aplikasi herbisida pratumbuh pendimethalin digunakan untuk mengendalikan gulma rumputan dan daun lebar pada pertanaman kedelai. Herbisida ini bekerja dengan cara mematikan biji-biji gulma atau gulma yang baru berkecambah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas, dosis dan dampak penggunaan herbisida  pendimethalin dalam mengendalikan gulma pada budidaya kedelai. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2021 – Januari 2022 di Kebun Tri Dharma Pertanian UGM, Banguntapan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) faktor tunggal yaitu dosis herbisida yang terdiri dari enam aras yaitu 0 l/ha, 0,5 l/ha, 1 l/la, 2 l/ha, 3 l/ha dan 3,5 l/ha, diulang sebanyak tiga kali sebagai blok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendimethalin efektif pada perlakuan 3 l/ha karena mampu menekan dominansi gulma rumputan selama periode penanaman kedelai. Aplikasi pendimethalin tidak berpengaruh nyata terhadap komponen hasil kedelai. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa dosis pendhimetalin 1,9 l/ha mampu memberikan hasil biji paling tinggi. 
Evaluasi Segregan Transgresif pada Dua Populasi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Abdul Hakim; Muhamad Syukur; Yudiwanti Wahyu
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.93776

Abstract

Kemajuan seleksi menunjukkan sejauh mana nilai peningkatan yang diperoleh dari karakter yang diseleksi. Kemajuan seleksi dipengaruhi oleh intensitas seleksi, ragam dan heritabilitas. Percobaan ini bertujuan untuk memperoleh kandidat genotipe segregan transgresif pada populasi terseleksi cabai rawit. Hasil dari penelitian ini pada populasi F3-285290 dan F3-C321290 nilai kemajuan seleksinya positif untuk semua karakter kecuali untuk umur berbunga dan umur panen. Nilai heritabilitas populasi F3-285290 termasuk dalam kategori sedang untuk karakter bobot per buah, panjang tangkai buah dan jumlah buah per tanaman. Sedangkan nilai heritabilitas pada populasi F3-321290 yang termasuk kategori tinggi terdapat pada karakter umur panen, bobot per buah, panjang buah, diameter buah dan panjang tangkai buah. Genotipe segregan transgresif pada populasi F3-285290 terdapat pada karakter panjang buah, tebal daging buah dan panjang tangkai buah. Genotipe yang terverifikasi segregan transgresif hanya pada karakter panjang buah yang terdapat pada tiga genotipe yaitu F3-285290-205, F3-285290-248 dan F3-285290-257. Pada populasi F3-321290 genotipe segregan transgresif terdapat pada karakter tebal daging buah, panjang tangkai buah dan bobot buah per tanaman. Genotipe yang terverifikasi segregan transgresif hanya pada karakter bobot buah per tanaman yang terdapat pada dua genotipe yaitu F3-321290-33 dan F3-321290-293. Adanya informasi segregan transgresif pada kegiatan pemuliaan cabai rawit ini dapat dijadikan sebagai akselerasi dalam memperoleh kandidat calon varietas. 
Multiplikasi Tunas Kentang Merah (Solanum Tuberosum L.) dengan Aplikasi ZPT NAA Dan BAP Secara In Vitro Wardana, Rudi; Mauidah, Ana Uzunul; Jumiatun, Jumiatun; Widodo, Tirto Wahyu; Firgiyanto, Refa
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.95287

Abstract

Rendahnya produksi kentang merah di Indonesia dikarenakan terbatasnya ketersediaan bibit unggul dan bibit rentan terhadap serangan patogen. Perlu adanya solusi alternatif untuk meningkatkan mutu bibit kentang merah yang seragam dan bebas patogen yaitu melalui teknik kultur in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi terbaik NAA dan BAP terhadap multipikasi tunas kentang merah secara in vitro. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari atas dua faktor. Faktor pertama adalah konsentrasi Napthalene Acetic Acid (NAA) meliputi 0,1 mg/l; 0,3 mg/l; 0,5 mg/l. Faktor kedua adalah konsentrasi 6-Benzyl Amino Purine (BAP) meliputi 1 mg/l; 1,5 mg/l; 2 mg/l). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi kombinasi konsentrasi 0,3 mg/l NAA dan 1,5 mg/l BAP berpengaruh berbeda nyata terhadap tinggi tunas (7,03 cm). Aplikasi konsentrasi NAA 0,1 mg/l berpengaruh berbeda nyata terhadap waktu munculnya kalus (9,44 HST). Pada  aplikasi konsentrasi BAP 1,5 mg/l berpengaruh berbeda nyata terhadap waktu muncul tunas yaitu 8,78 HST dan jumlah daun (7,58 helai).
Identifikasi Kalus Embriogenik pada Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) Klon Sulawesi 01 Duri, Rijal Daivu; Salsabila, Hilda Mutiara; Mumtaz, Rahmanda; Rahmawati, Rahmawati
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.95832

Abstract

Perbanyakan tanaman kakao (Theobroma cacao L.) di Indonesia masih sering dilakukan secara konvensional, seperti okulasi untuk mendapatkan bibit tanaman. Cara ini memiliki banyak kelemahan, diantaranya membutuhkan areal yang luas, tenaga kerja yang banyak, dan bibit yang dihasilkan relatif beragam. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu dilakukan penelitian untuk mendapatkan bibit kakao dengan cara non konvensional yang lebih efektif. Cara tersebut dapat dilakukan melalui kultur jaringan. Pada prosesnya kultur jaringan memiliki tahapan yang panjang. Salah satu tahapan awal yang menunjang keberhasilan dalam kultur jaringan adalah induksi kalus. Tahapan ini dilakukan untuk mendapatkan potensi kalus embriogenik yang baik. Adapun tujuan dalam penelitian adalah melakukan identifikasi spesifik terhadap kalus embriogenik asal daun muda dan kuncup bunga kakao klon Sulawesi 01. Metode yang digunakan adalah identifikasi spesifik menggunakan mikroskop stereo Olympus. Kalus yang diidentifikasi merupakan hasil dari proses induksi kalus asal eksplan kuncup bunga dan daun muda kakao klon Sulawesi 01. Variabel pengamatan terdiri dari sifat, tekstur, dan warna kalus. Hasil penelitian menunjukkan kuncup bunga kakao lebih cepat mengalami perkembangan kalus dibandingkan daun muda kakao, dibuktikan dengan adanya fase heart. Struktur remah, warna putih dan coklat kehitaman menunjukkan kalus embriogenik yang direkomendasikan.
Identifikasi Keseragaman Genetik dan Fenotipik pada Semangka (Citrullus lanatus Thunb.) Triploid Ginting, Tesalonika; Purwantoro, Aziz; Setiawan, Agus Budi
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.96895

Abstract

Semangka triploid merupakan hasil pemuliaan tanaman dengan melakukan penggandaan kromosom pada salah satu tetuanya. Semangka triploid umumnya bersifat tidak memiliki biji namun masih sering dijumpai adanya peristiwa terbentuknya putatif biji normal dengan kulit biji yang berwarna hitam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keseragaman genetik tanaman tetua betina, tetua jantan, dan tanaman F1 berdasarkan level ploidi dan karakter morfologi. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Maron, Desa Pujon Lor, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang mulai Agustus 2023 hingga Januari 2024 dengan menggunakan 1 galur tetua betina, 9 galur tetua jantan dan9 galur tanaman F1 sebagai bahan penelitian. Pengujian dilakukan dengan mengamati level ploidi menggunakan flowcytometry serta karakter kualitatif dan karakter kuantitatif. Data karakter kuantitatif dianalisis menggunakan analisis menggunakan uji T dengan taraf α=5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa galur tanaman F1 menunjukkan adanya variasi level ploidi yaitu triploid (3x) dan tetraploid (4x). Hal ini disebabkan oleh galur betina yang digunakan untuk menghasilkan F1 triploid menunjukkan adanya variasi karakter kualitatif sehingga secara genetic belum homozigot.
Tanggap Pertumbuhan dan Pengakumulasian Metabolit Sekunder pada Tumbuhan Heliofitik Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) terhadap Paparan Ultraviolet Idris, Muhammad; Putri, Shintiya Rahmadhani; Suwirmen, Suwirmen
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.99127

Abstract

Cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) yang dapat menembus lapisan ozon, UV-A dan sebagian kecil UV-B, yang berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan tanaman. Tumbuhan di daerah tropis umumnya terpapar intensitas cahaya tinggi, termasuk UV. Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa) merupakan tumbuhan heliofit yang diperkirakan telah adaptif terhadap paparan UV. Penelitian ini dirancang untuk melihat pengaruh paparan UV dilingkungan terhadap pertumbuhan dan akumulasi metabolit sekunder pada anakan karamunting. Penelitian ini dilaksanakan di kampus Universitas Andalas, Padang pada ketinggian sekitar 255 mdpl selama dua bulan (April-Juni, 2022). Metode eksperimental digunakan untuk menganalisis perbandingan respon antara anakan karamunting tidak terpapar dan terpapar UV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak adanya perbedaan signifikan (uji t-test, p < 0,05) antara tumbuhan tidak terpapar dengan terpapar UV pada parameter pertambahan tinggi, jumlah daun, luas daun dan kandungan klorofil. Hasil analisis regresi terhadap tinggi anakan dan pertambahan tinggi selama perlakuan menunjukkan bahwa usia anakan yang digunakan sebagai sampel mempengaruhi respon terhadap paparan UV. Hasil analisis metabolit sekunder memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kandungan antosianin yang signifikan pada anakan karamunting yang terpapar UV namun tidak untuk kandungan flavonoid. Berdasarkan hal tersebut, pertumbuhan anakan karamunting secara umum tidak terpengaruh oleh paparan UV. 
Optimasi Regenerasi Kalus Embriogenik Porang (Amorphophallus muelleri Blume) Melalui Kultur Suspensi Sel Menggunakan BAP (Benzyl Amino Purin) Restanto, Didik Pudji; Prayoga, Mohammad Candra; Arsyika, Izna; Farlisa, Veronenci Yuliarbi; Hardjo, Popy Hartatie
Vegetalika Vol 13, No 4 (2024)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/veg.100708

Abstract

Porang Amorphophallus muelleri Blume merupakan tanaman umbi-umbian yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan kosmetik dan diekspor untuk bahan baku industri. Perbanyakan porang secara konvensional mengalami masa dormansi. Perbanyakan porang melalui kultur jaringan dapat menghasilkan bibit yang cepat dan dalam jumlah yang banyak. Kultur jaringan porang dapat melalui somatik embriogenesis melalui pembentukan kalus dan poliferasi kalus dengan kultur suspensi sel. Optimasi regenerasi kalus hasil poliferasi kultur suspensi sel sangat penting untuk menunjang keberhasilan perbanyakan porang secara masal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP terhadap regenerasi kalus embriogenik porang Amorphophallus muelleri B. hasil kultur suspensi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor konsentrasi BAP yang terdiri dari 4 taraf perlakuan antara lain 1 mg.L-1, 2 mg.L-1, 3 mg.L-1, dan 4 mg.L-1. Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 ulangan. Analisis data penelitian menggunakan ANOVA dan uji lanjut dengan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Analisis data menggunakan aplikasi SPSS statistics versi 26. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan BAP 1 mg.L-1menunjukkan hasil terbaik dengan parameter kedinian munculnya tunas tercepat 45 hst, tunas terpanjang 7.6 cm, jumlah tunas terbanyak 7,33 tunas, dan persentase regenerasi 93,33%. Berdasarkan pengamatan histologi, kalus embriogenik berkembang menghasilkan mature embrio yang lebih banyak sehingga dapat menginduksi tunas yang banyak.

Page 1 of 1 | Total Record : 8