cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
edisahputra@umsu.ac.id
Phone
+6285158011646
Journal Mail Official
mandirijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karyajaya Perum Alam Lestari Blok B.24 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mandiri: Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 28299329     DOI : -
Core Subject : Economy,
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan is a journal that publishes research articles in the fields of Accounting and Finance. Articles published in Mandiri have gone through a peer-reviewed process, to maintain the best quality articles in scientific development in the field of Accounting and Finance. Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan accepts manuscripts in research fields that include scientific fields: Financial Accounting, Government Accounting, Sharia Accounting, Sharia Banking, Audit, Accounting system, and Tax Accounting.
Articles 135 Documents
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Muzakki Dalam Membayar Zakat Melalui Lembaga Amil Zakat Rani Nurul Rohmah; Amalia Siti Khodijah
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2077

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepercayaan, kualitas pelayanan, dan aksesibilitas terhadap keputusan muzakki dalam membayar zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tasikmalaya. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan ketiga variabel tersebut ke dalam satu model prediktif berbasis Theory of Planned Behavior, sehingga memperluas cakupan teoritis TPB dari konteks wilayah perkotaan menuju wilayah kabupaten dengan karakteristik aksesibilitas yang berbeda dan masih minim dikaji. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan data primer dari 100 responden yang dipilih melalui purposive sampling dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepercayaan, kualitas pelayanan, dan aksesibilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan muzakki, dengan kualitas pelayanan sebagai variabel paling dominan, diikuti oleh kepercayaan dan aksesibilitas. Temuan ini memperkuat relevansi Theory of Planned Behavior dalam menjelaskan perilaku muzakki di wilayah kabupaten serta memberikan implikasi praktis bagi BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya untuk memprioritaskan peningkatan kualitas pelayanan sebagai strategi utama dalam meningkatkan penghimpunan zakat.   This study aims to analyze the influence of trust, service quality, and accessibility on the decisions of muzakki (zakat payers) to pay zakat through the National Zakat Agency (BAZNAS) of Tasikmalaya Regency. The study’s novelty lies in integrating these three variables into a predictive model based on the Theory of Planned Behavior (TPB), thereby extending the theory's scope from urban settings to a regency contextan area characterized by distinct accessibility features that has received limited scholarly attention. Employing an associative quantitative approach, the study utilized primary data from 100 respondents selected via purposive sampling and analyzed the data using multiple linear regression. The results indicate that trust, service quality, and accessibility have a positive and significant influence on muzakki decisions; service quality emerged as the most dominant variable, followed by trust and accessibility. These findings reinforce the relevance of the Theory of Planned Behavior in explaining muzakki behavior within a regency setting and offer practical implications for BAZNAS Tasikmalaya Regency to prioritize service quality improvements as a key strategy for boosting zakat collection.  
Pengaruh Transparansi dan Kepatuhan Syariah dalam Perspektif Nasabah terhadap Kepercayaan Nasabah dalam Investasi Dana Syirkah di Perbankan Syariah Rahayu Rahayu; Amalia Siti Khodijah
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2079

Abstract

Rendahnya kepercayaan nasabah dalam berinvestasi dana syirkah di perbankan syariah Tasikmalaya menunjukkan adanya kesenjangan penelitian, karena studi sebelumnya lebih banyak menilai kepatuhan syariah dari aspek regulasi formal daripada persepsi nasabah. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian transparansi dan kepatuhan syariah terhadap kepercayaan nasabah dalam investasi dana syirkah berbasis bagi hasil. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei terhadap 100 nasabah dengan teknik purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa transparansi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepercayaan nasabah, sedangkan kepatuhan syariah tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan nasabah dengan kemampuan penjelasan sebesar 23,3%. Temuan ini memperkuat Signaling Theory bahwa transparansi menjadi sinyal penting dalam mengurangi asimetri informasi dan meningkatkan kepercayaan nasabah, sementara kepatuhan syariah masih memerlukan penguatan melalui komunikasi dan edukasi yang lebih efektif.   Low customer trust in investing in dana syirkah at Islamic banks in Tasikmalaya indicates a research gap, as previous studies have largely examined Sharia compliance from the perspective of formal regulatory mechanisms rather than customers’ subjective perceptions. The novelty of this study lies in examining the effects of transparency and Sharia compliance on customer trust in profit-sharing-based dana syirkah investments. Using a quantitative survey of 100 Islamic bank customers selected through purposive sampling, the data were analyzed using multiple linear regression. The results show that transparency has a positive and significant effect on customer trust, whereas Sharia compliance has no significant effect. Simultaneously, both variables significantly influence customer trust, explaining 23.3% of its variation. These findings support Signaling Theory, suggesting that transparency serves as an effective signal in reducing information asymmetry and strengthening customer trust, while Sharia compliance requires stronger communication and education to enhance its perceived role among customers.
Pengaruh Transparansi Informasi terhadap Kepercayaan Nasabah Dana Pihak Ketiga dengan Kepatuhan Prinsip Syariah sebagai Variabel Moderasi Gina Ginayah; Amalia Siti Khodijah
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2081

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh transparansi informasi terhadap kepercayaan nasabah Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Syariah Indonesia (BSI) Tasikmalaya, dengan kepatuhan prinsip syariah sebagai variabel moderasi pascainsiden serangan siber BSI 2023. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian eksplisit kepatuhan prinsip syariah sebagai moderator atas hubungan transparansi informasi berbasis pengalaman pascakrisis dan kepercayaan nasabah DPK, kombinasi yang belum diuji pada konteks BSI Tasikmalaya. Data dikumpulkan dari 110 nasabah aktif DPK melalui kuesioner daring secara purposive sampling dan dianalisis menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil menunjukkan transparansi informasi berpengaruh positif signifikan terhadap kepercayaan nasabah (H1 diterima), sementara kepatuhan prinsip syariah terbukti memoderasi hubungan tersebut secara signifikan namun dengan arah memperlemah, bertentangan dengan arah memperkuat yang dihipotesiskan (H2 ditolak). Model menjelaskan 68,4% variasi kepercayaan nasabah DPK. Temuan ini memperkaya Signaling Theory dalam konteks perbankan syariah pascakrisis dan merekomendasikan BSI Tasikmalaya memperkuat komunikasi transparan, terutama pada segmen nasabah dengan persepsi kepatuhan syariah yang belum tinggi.   This study examines the effect of information transparency on Third-Party Fund (DPK) customer trust at Bank Syariah Indonesia (BSI) Tasikmalaya, with Sharia principle compliance as a moderating variable following the 2023 BSI cyberattack. Its novelty lies in explicitly testing Sharia compliance as a moderator of the relationship between post-crisis information transparency and DPK customer trust, a combination not previously examined at BSI Tasikmalaya. Data from 110 active DPK customers were collected via a purposively sampled online questionnaire and analyzed using Moderated Regression Analysis (MRA). Information transparency had a significant positive effect on customer trust (H1 supported), while Sharia compliance significantly moderated this relationship in a weakening rather than strengthening direction, contrary to the hypothesis (H2 rejected). The model explained 68.4% of the variance in customer trust. These findings extend Signaling Theory to post-crisis Islamic banking and suggest BSI Tasikmalaya strengthen transparent communication, particularly for customers with lower perceptions of Sharia compliance.
Pengaruh Beban Kerja Dan Dukungan Atasan Terhadap Motivasi Kerja Sopir di PT Hikari Express Logistic Tegar Abdulah Nurwahid; Wanta Wanta; Yeni Fajrin
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 3 (2026): Oktober 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i3.2095

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh beban kerja dan dukungan atasan terhadap motivasi kerja sopir di PT Hikari Express Logistic. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya tuntutan kerja dalam aktivitas distribusi serta masih terbatasnya kajian mengenai pengaruh kedua faktor tersebut secara simultan pada sopir di sektor logistik. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian beban kerja dan dukungan atasan sebagai faktor yang memengaruhi motivasi kerja dalam konteks perusahaan logistik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif kausal. Populasi berjumlah 120 sopir dengan sampel 93 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan IBM SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban kerja berpengaruh negatif dan signifikan terhadap motivasi kerja, sedangkan dukungan atasan berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi kerja sopir. Secara teoritis, temuan ini memperkuat pemahaman bahwa motivasi kerja dipengaruhi oleh tuntutan pekerjaan dan dukungan atasan. Secara praktis, hasil penelitian dapat menjadi pertimbangan perusahaan dalam mengelola beban kerja dan meningkatkan dukungan atasan guna mendorong motivasi kerja sopir.   This study aims to analyze the effect of workload and supervisor support on drivers’ work motivation at PT Hikari Express Logistic. The study is motivated by high work demands in distribution activities that may affect drivers’ motivation, while studies examining the simultaneous role of workload and supervisor support among drivers in the logistics sector remain limited. The novelty of this study lies in examining these two factors simultaneously in the context of drivers working in a logistics service company, providing empirical insights into internal and external factors related to work motivation. This study employed a quantitative approach with a causal associative method. The population consisted of 120 drivers, with a sample of 93 respondents determined using the Slovin formula. Data were collected through a Likert-scale questionnaire and analyzed using multiple linear regression with IBM SPSS version 25. The results show that workload has a negative and significant effect on work motivation, while supervisor support has a positive and significant effect on drivers’ work motivation. These findings reinforce the human resource management perspective that work motivation is influenced not only by job demands but also by organizational support through supervisors. Practically, the findings provide consideration for the company in managing workload proportionally and improving supervisor support to enhance drivers’ work motivation.
Pengelolaan Modal Manusia di Destinasi Edu-Tourism: Mitigasi Work Stress dan Burnout Saat Lonjakan Pengunjung Dolores Silvia; Malya Athaya Camilla; Hanathalia Zahra Abdillah; Noviyanti Noviyanti; Satrio Yudistira; Sehlla Mediana
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2140

Abstract

Periode peak season pada destinasi wisata dapat meningkatkan beban kerja dan memicu work stress serta burnout. Penelitian kualitatif deskriptif ini menganalisis bentuk, faktor penyebab, dinamika stres kerja, dan strategi pengelolaan human capital pada karyawan Jendela Alam Lembang. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap lima informan lintas jenjang dan divisi. Hasil menunjukkan bahwa work stress bersifat situasional: manajerial lebih menghadapi tekanan psikologis akibat pengambilan keputusan dan kepuasan pengunjung, sedangkan staf operasional mengalami kelelahan fisik akibat jam kerja panjang, lingkungan outdoor, dan intensitas pelayanan. Namun, burnout berkepanjangan tidak dominan karena didukung job resources berupa daily worker, cross-duty, briefing rutin, komunikasi terbuka, dan budaya kekeluargaan. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi job resources organisasional dan personal resources (PsyCap) sebagai mekanisme mitigasi pada konteks edu-tourism. Temuan memperkaya Job Demands-Resources dan Conservation of Resources serta menjadi acuan pengelolaan tenaga kerja musiman, penguatan PsyCap, dan budaya organisasi suportif.   Peak season periods at tourist destinations can increase workloads and trigger work stress and burnout. This descriptive qualitative study analyzes the forms, causes, dynamics of work stress, and human capital management strategies among employees at Jendela Alam Lembang. Data were obtained through in-depth interviews with five informants from different organizational levels and divisions. The findings indicate that work stress is situational: managerial staff experience greater psychological pressure due to decision-making and visitor satisfaction, while operational staff experience physical fatigue due to long working hours, outdoor conditions, and service intensity. However, prolonged burnout was not dominant because of effective job resources, including daily workers, cross-duty arrangements, regular briefings, open communication, and a family-oriented organizational culture. The novelty of this study lies in integrating organizational job resources and personal resources (PsyCap) as a mitigation mechanism in the edu-tourism context. The findings contribute to the Job Demands-Resources and Conservation of Resources theories and provide practical guidance for seasonal workforce management, PsyCap development, and the strengthening of a supportive organizational culture.  
Pengaruh Capital Intensity, Rasio Beban Operasional Pendapatan Operasional (BOPO) dan Ukuran Perusahaan terhadap Agresivitas Pajak Sektor Transportasi & Pergudangan di BEI Tahun 2021–2024 Christoper Owen Geraldi; Sunitha Devi; Gede Teguh Prasetya Muttiwijaya
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Capital Intensity, Rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan Ukuran Perusahaan terhadap agresivitas pajak pada perusahaan sektor transportasi dan pergudangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kontribusi penerimaan pajak sektor transportasi dan pergudangan meskipun sektor tersebut menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi selama periode pemulihan pascapandemi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Sampel ditentukan menggunakan teknik purposive sampling, sedangkan data yang digunakan berupa data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Agresivitas pajak diproksikan menggunakan Effective Tax Rate (ETR), sementara Capital Intensity, BOPO, dan Ukuran Perusahaan digunakan sebagai variabel independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Capital Intensity, BOPO, dan Ukuran Perusahaan secara parsial tidak berpengaruh terhadap agresivitas pajak pada perusahaan sektor transportasi dan pergudangan. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan perusahaan dalam melakukan agresivitas pajak tidak dipengaruhi oleh besarnya investasi pada aset tetap, tingkat efisiensi operasional, maupun skala perusahaan. Dengan demikian, perilaku agresivitas pajak pada sektor tersebut diduga lebih dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian, seperti profitabilitas, leverage, mekanisme tata kelola perusahaan, maupun kebijakan perpajakan.   This study aims to examine the effect of Capital Intensity, the Operating Expense to Operating Revenue Ratio (BOPO), and Firm Size on tax aggressiveness in transportation and warehousing companies listed on the Indonesia Stock Exchange (IDX) during the 2021–2024 period. The study is motivated by the relatively low tax revenue contribution of the transportation and warehousing sector despite its strong economic growth during the post-pandemic recovery period. This research employs a quantitative approach with a causal associative research design. The sample was selected using a purposive sampling technique, and the data consisted of secondary data obtained from the companies' annual financial statements. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS. Tax aggressiveness was proxied by the Effective Tax Rate (ETR), while Capital Intensity, BOPO, and Firm Size served as the independent variables. The findings indicate that Capital Intensity, BOPO, and Firm Size have no partial effect on tax aggressiveness in transportation and warehousing companies. These results suggest that corporate tax aggressiveness is not influenced by the level of investment in fixed assets, operational efficiency, or company size. Therefore, tax aggressiveness in this sector is likely to be driven by other factors beyond the research model, such as profitability, leverage, corporate governance mechanisms, and tax policies.  
Pengaruh Fltur Shopee Paylater-Dan Cash On Delivery Terhadap Perilaku Impulsive Buying Alya Widdiya Puspita; Dexi Triadinda; Rieke Retnosary
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2155

Abstract

Perkembangan pesat e-commerce di Indonesia merangsang peningkatan respons pembeli, khususnya perilaku impulsive buying akibat kemudahan fitur pembayaran digital. Kajian ini difokuskan untuk mengeksplorasi pengaruh Shopee PayIater dan cash on deIivery atas periIaku impulsive buying pada konsumen e-commerce. Studi ini menerapkan metde kuantitatid dengan rancangan eksplanatori. Sebanyak 100 responden berpartisipasi dalam pengisian kuesioner sebagai sumber data. Untuk menguji hubungan dan pengaruh variabel, digunakan analisis regresi berganda dengan bantuan SPSS. Temuan mengindikasikan Shopee Paylater berdampak positif signifikan atas perilaku impulsive buying, sedangkan cash on delivery tidak menunjukan pengaruh yang signifikan. Secara bersamaan, Shopee Paylater dan cash on delivery secara signifikan memengaruhi impulsive buying. Nilai koefisien determinasi mengindikasikan sejauh mana model dapat menerangkan perilaku impulsive buying masih relatif rendah, yang mengindikasikan pengaruh variabel lain diluar model kajian yang berkontribusi atas perilaku tersebut. Studi menambah referensi empiris terkait kajian Manajemen Pemasaran, terutama dalam hal peran fitur pembayaran digital terkait pembentukan perilaku impuIsive buying konsumen e-commerce   The rapid growth of e-commerce in Indonesia has spurred an increase in consumer response, particularly impulsive buying behavior, due to the convenience of digital payment features. This study focuses on exploring the influence of Shopee PayLater and cash on delivery on impulsive buying behavior among e-commerce consumers. This study employs a quantitative method with an explanatory design. A total of 100 respondents participated in completing a questionnaire as the data source. To test the relationships and effects of the variables, multiple regression analysis was conducted using SPSS. The findings indicate that Shopee PayLater has a significant positive impact on impulsive buying behavior, while cash on delivery does not show a significant effect. Conversely, Shopee PayLater and cash on delivery together significantly influence impulsive buying. The coefficient of determination indicates that the model’s ability to explain impulsive buying behavior remains relatively low, suggesting that other variables outside the study’s model contribute to this behavior. This study adds to the empirical literature on marketing management, particularly regarding the role of digital payment features in shaping impulsive buying behavior among e-commerce consumers
Moderasi Digital Marketing Atas Pengaruh Product Quality Dan Fashion Lifestyle Terhadap Keputusan Pembelian Product Thrift Di Rantauprapat Alya Rahmainy; Novrihan Leily Nasution; Fauziah Hanum
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2179

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh product quality dan fashion lifestyle terhadap keputusan pembelian produk thrift di Rantauprapat, serta menguji peran digital marketing sebagai variabel moderasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 100 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan SmartPLS.Hasil penelitian menunjukkan bahwa product quality dan fashion lifestyle berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Sementara itu, digital marketing berpengaruh positif tetapi tidak signifikan secara langsung. Dalam perannya sebagai variabel moderasi, digital marketing tidak mampu memoderasi hubungan antara product quality dan keputusan pembelian, namun mampu memoderasi secara positif dan signifikan hubungan antara fashion lifestyle dan keputusan pembelian. Kesimpulannya, kualitas produk dan gaya hidup fashion merupakan faktor utama dalam mendorong keputusan pembelian, sedangkan digital marketing berperan sebagai penguat terbatas, khususnya pada pengaruh fashion lifestyle. Abstract : This study aims to analyze the effect of product quality and fashion lifestyle on purchase decisions of thrift products in Rantauprapat and to examine the moderating role of digital marketing. A quantitative approach with a survey method was applied to 100 respondents. Data were collected using a Likert-scale questionnaire and analyzed using Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with SmartPLS. The results show that product quality and fashion lifestyle have a positive and significant effect on purchase decisions. Digital marketing has a positive but not significant direct effect. As a moderating variable, digital marketing does not significantly moderate the relationship between product quality and purchase decisions, but it significantly strengthens the relationship between fashion lifestyle and purchase decisions. In conclusion, product quality and fashion lifestyle are the main determinants of purchase decisions, while digital marketing plays a limited strengthening role, particularly in relation to fashion lifestyle.
Hubungan Antara Budaya Organisasi Dan Penggunaan Teknologi Informasi Terhadap Kinerja Pelayanan Publik Di Kantor Desa Kampung Baru Janji Pada Era Digital Nelly Agustin; fauziah Hanum
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2184

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya organisasi dan penggunaan teknologi informasi terhadap kinerja pelayanan publik di Kantor Desa Kampung Baru Janji pada era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang dipilih sebagai sampel. Analisis data dilakukan melalui pengujian instrumen, pengujian asumsi klasik, dan regresi linier berganda untuk menguji efek parsial dan simultan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya organisasi dan penggunaan teknologi informasi memiliki pengaruh positif parsial terhadap kinerja pelayanan publik dan secara simultan memberikan kontribusi yang signifikan. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa dipengaruhi oleh sinergi antara budaya organisasi yang mendukung efektivitas kerja dan optimalisasi penggunaan teknologi informasi sebagai respons terhadap tuntutan era digital. Oleh karena itu, penguatan budaya organisasi dan optimalisasi teknologi informasi menjadi strategi penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di era digital.   Abstract  This study aims to analyze the influence of organizational culture and the use of information technology on public service performance at the Kampung Baru Janji Village Office in the digital era. This study uses a quantitative approach with a survey method by distributing questionnaires to selected respondents. Data analysis was conducted through instrument testing, classical assumption testing, and multiple linear regression to examine the partial and simultaneous effects between variables. The results show that organizational culture and the use of information technology have a partial positive influence on public service performance and simultaneously make a significant contribution. This finding confirms that improving the quality of public services at the village level is influenced by the synergy between organizational culture that supports work effectiveness and the optimization of the use of information technology in response to the demands of the digital era. Therefore, strengthening organizational culture and optimizing information technology are important strategies in improving the quality of public services in the digital era.
Pengaruh Brand Image dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan Helni Herliani; Sudadi Pranata
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2195

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Brand Image dan Harga terhadap Kepuasan Pelanggan Point Coffee di Kota Cirebon, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini memberikan kontribusi empiris dengan menguji keterkaitan Brand Image dan Harga secara bersama-sama dalam menjelaskan Kepuasan Pelanggan pada konteks Point Coffee di Kota Cirebon, sehingga memperluas bukti penelitian terdahulu yang umumnya mengkaji objek coffee shop yang berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data diperoleh melalui kuesioner dengan skala Likert lima tingkat yang diberikan kepada 120 pelanggan Point Coffee di Kota Cirebon menggunakan teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Brand Image berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai t sebesar 3,617 dan signifikansi 0,000. Harga juga berpengaruh positif dan signifikan dengan nilai t sebesar 3,192 dan signifikansi 0,002. Secara simultan, Brand Image dan Harga berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan Pelanggan dengan nilai F sebesar 18,535 dan signifikansi 0,000. Nilai R Square sebesar 0,241 menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 24,1% variasi Kepuasan Pelanggan. Secara praktis, hasil penelitian menunjukkan pentingnya penguatan citra merek dan kesesuaian strategi harga dengan manfaat yang diterima pelanggan dalam mendukung kepuasan pelanggan Point Coffee.     This study aims to analyze the effect of Brand Image and Price on Customer Satisfaction among Point Coffee customers in Cirebon City, both partially and simultaneously. This study provides empirical evidence by examining the combined role of Brand Image and Price in explaining Customer Satisfaction in the context of Point Coffee in Cirebon City, thereby extending previous evidence that has predominantly examined different coffee shop contexts. This study employed a quantitative approach using a survey method. Data were collected through questionnaires using a five-point Likert scale from 120 Point Coffee customers in Cirebon City selected through simple random sampling. The data were analyzed using validity, reliability, classical assumption, and multiple linear regression tests with the assistance of SPSS. The results showed that Brand Image had a positive and significant effect on Customer Satisfaction, with a t-value of 3.617 and a significance value of 0.000. Price also had a positive and significant effect on Customer Satisfaction, with a t-value of 3.192 and a significance value of 0.002. Simultaneously, Brand Image and Price significantly affected Customer Satisfaction, with an F-value of 18.535 and a significance value of 0.000. The R Square value of 0.241 indicates that Brand Image and Price explain 24.1% of the variation in Customer Satisfaction. Practically, the findings highlight the importance of strengthening brand image and maintaining price-value alignment to support customer satisfaction at Point Coffee.