cover
Contact Name
Edisah Putra Nainggolan
Contact Email
edisahputra@umsu.ac.id
Phone
+6285158011646
Journal Mail Official
mandirijurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Karyajaya Perum Alam Lestari Blok B.24 Medan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Mandiri: Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Published by Lembaga Riset Ilmiah
ISSN : -     EISSN : 28299329     DOI : -
Core Subject : Economy,
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan is a journal that publishes research articles in the fields of Accounting and Finance. Articles published in Mandiri have gone through a peer-reviewed process, to maintain the best quality articles in scientific development in the field of Accounting and Finance. Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan accepts manuscripts in research fields that include scientific fields: Financial Accounting, Government Accounting, Sharia Accounting, Sharia Banking, Audit, Accounting system, and Tax Accounting.
Articles 135 Documents
Pengaruh Literasi Keuangan Syariah dan Fitur Layanan Terhadap Minat Generasi Z dalam Menggunakan Fintech Syariah Syifa Nurul Pahmi; Rizky Ridwan
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1826

Abstract

Rendahnya pemanfaatan fintech syariah di kalangan Generasi Z Tasikmalaya, meskipun daerah ini memiliki karakteristik religius yang kuat, mengindikasikan kesenjangan antara potensi minat dan realisasi penggunaan yang belum dijelaskan secara memadai oleh penelitian terdahulu. Kesenjangan ini muncul karena mayoritas penelitian sebelumnya cenderung menerapkan pendekatan berbasis perilaku (Theory of Planned Behavior/TPB) atau pendekatan berbasis teknologi (Technology Acceptance Model/TAM) secara terpisah, sehingga belum menjelaskan secara utuh bagaimana faktor pemahaman individu dan kualitas layanan digital bekerja bersama dalam membentuk minat. Penelitian ini mengisi kesenjangan tersebut dengan menguji pengaruh literasi keuangan syariah dan fitur layanan terhadap minat Generasi Z dalam menggunakan fintech syariah pada konteks daerah religius yang masih jarang diteliti, yaitu Tasikmalaya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring Google Form berskala Likert 1–5. Sampel ditentukan menggunakan rumus Lemeshow dengan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 100 responden Generasi Z di Tasikmalaya. Data diolah memakai regresi linier berganda berbantuan SPSS versi 26, melalui pengujian validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji t, uji F, dan koefisien determinasi. Temuan menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat Generasi Z dalam menggunakan fintech syariah (t = 2,266; sig. = 0,026), dan fitur layanan juga berpengaruh positif dan signifikan (t = 5,715; sig. = 0,000), dengan fitur layanan sebagai variabel paling dominan. Kedua variabel secara simultan menjelaskan 59,0% variasi minat penggunaan fintech syariah (Adjusted R² = 0,590). Penelitian ini memperkuat argumen bahwa integrasi TPB dan TAM relevan digunakan untuk menjelaskan minat penggunaan layanan keuangan digital berbasis syariah, serta menyarankan penyedia fintech syariah untuk memprioritaskan peningkatan fitur layanan tanpa mengabaikan edukasi literasi keuangan syariah guna mendorong minat penggunaan di kalangan Generasi Z.   The low adoption of Sharia fintech among Generation Z in Tasikmalaya despite the region's strong religious character—indicates a gap between potential interest and actual usage that has not been adequately explained by prior research. This gap arises because most previous studies tended to apply either a behavior-based approach (Theory of Planned Behavior/TPB) or a technology-based approach (Technology Acceptance Model/TAM) in isolation, failing to fully explain how individual understanding and digital service quality interact to shape interest. This study addresses that gap by examining the influence of Sharia financial literacy and service features on Generation Z's interest in using Sharia fintech within the under-researched context of a religious region: Tasikmalaya. The study employs an associative quantitative approach, collecting data via an online Google Form questionnaire using a 1–5 Likert scale. The sample size was determined using the Lemeshow formula and purposive sampling, resulting in 100 Generation Z respondents in Tasikmalaya. Data were analyzed using multiple linear regression with SPSS version 26, incorporating tests for validity, reliability, classical assumptions, t-tests, F-tests, and the coefficient of determination. The findings reveal that Sharia financial literacy has a positive and significant effect on Generation Z's interest in using Sharia fintech (t = 2.266; sig. = 0.026), and service features also have a positive and significant effect (t = 5.715; sig. = 0.000), with service features emerging as the most dominant variable. Together, these two variables explain 59.0% of the variation in interest regarding Sharia fintech usage (Adjusted R² = 0.590). This study reinforces the argument that integrating TPB and TAM is relevant for explaining interest in Sharia-based digital financial services; it further suggests that Sharia fintech providers should prioritize enhancing service features without neglecting Sharia financial literacy education to drive adoption interest among Generation Z.  
Peran literasi Keungan dalam Meningkatkan Keberlanjutan UMKM Sticky Milk King Fiula Zusnita Hanafrida; Melis Dhea Saputri; Ninik Mas’adah
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1858

Abstract

Semakin berkembangnya persaingan dalam dunia usaha, keberlanjutan UMKM harus selalu diperhatikan agar dapat terus bertahan dan berkembang dalam jangka pajang. Peran literasi keuangan dengan keberlanjutan dalam hal ini saling menguatkan, dalam menghadapi dinamika dan tekanan ekonomi. Penelitian ini punya tujuan mengetahui besarnya peran literasi keuangan dalam meningkatkan keberlanjutan UMKM. Metode studi ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik analisa yang pakai merupakan reduksi data, penyajian data serta menarik kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa lliterasi keuangan memiliki peran dalam keberlanjutan usaha, dimana pemilik UMKM telah menerapkan pencatatan keuangan sederhana serta memisahkan keuangan usaha dengan keuangan pribadi, praktik tersebut mendukung keberlanjutan usaha melalui pengelolaan arus kas yang lebih baik. Penelitian ini memberikan gambaran mengenai praktik literasi keuangan yang dapat menjadi referensi bagi pelaku UMKM dalam meningkatkan pengelolaan keuangan untuk mendukung keberlanjutan usaha. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan penerapan literasi keuangan dalam menjaga keberlanjutan usahanya. Temuan ini juga dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah dan lembaga terkait dalam merancang program edukasi literasi keuangan bagi pelaku UMKM.   Amidst intensifying business competition, the sustainability of MSMEs requires constant attention to ensure their long-term survival and growth. Financial literacy and sustainability play mutually reinforcing roles in helping businesses navigate economic dynamics and pressures. This study aims to determine the extent to which financial literacy contributes to enhancing MSME sustainability. A descriptive qualitative method was employed, utilizing data reduction, data presentation, and conclusion drawing for analysis. The results indicate that financial literacy plays a significant role in business sustainability; MSME owners who implement simple financial record-keeping and separate business finances from personal funds foster sustainability through improved cash flow management. This study offers insights into financial literacy practices that can serve as a reference for MSME owners looking to improve financial management and support business sustainability. The findings are expected to encourage MSME owners to enhance their application of financial literacy to maintain business viability. Additionally, these findings can inform the government and relevant institutions in designing financial literacy education programs for MSME owners.
Peningkatan Penjualan Uli Crispy Dua Putra Melalui Promosi Di Media Sosial Dan Brand Awareness Dian Kurniasari; Citra Savitri; Syifa Pramudita faddila
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1860

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan guna menganalisis pengaruh promosi serta Brand awareness pada peningkatan penjualan UMKM Uli Crispy Dua Putra melalui pemanfaatan media sosial selaku sarana promosi. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 91 konsumen yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan SPSS versi 24 melalui regresi linear berganda serta uji hipotesis. Hasil analisis regresi linear berganda mengindikasikan bahwasanya promosi serta Brand awareness memiliki pengaruh positif serta signifikan pada peningkatan penjualan, baik secara parsial ataupun simultan, dengan angka koefisien determinasi sebanyak 0,634 yang berarti 63,4% variasi peningkatan penjualan mampu dipaparkan oleh variabel-variabel terkait. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa promosi yang efektif dan penguatan Brand awareness melalui media sosial berperan penting dalam meningkatkan penjualan UMKM Uli Crispy Dua Putra.   This study aims to analyze the effects of promotion and brand awareness on increasing sales at Uli Crispy Dua Putra MSME through the use of social media as a promotional. This quantitative study involved 91 consumers selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed with SPSS version 24 through multiple linear regression and hypothesis testing. Multiple linear regression analysis showed that promotion and brand awareness had positive and significant effects on sales growth, both partially and simultaneously. The coefficient of determination was 0.634, indicating that these variables explained 63.4% of the variation in sales growth. Effective promotion and stronger brand awareness through social media play an important role in increasing sales at Uli Crispy Dua Putra MSME.  
Pengaruh Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan: (Studi Kasus pada Sambal Bakar Garut) Tarisa Amalia Ristiani; Sri Sudiarti
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1872

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pengelolaan Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan Transformasional terhadap Kinerja Karyawan pada UMKM Sambal Bakar Garut. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya permasalahan kinerja karyawan yang ditunjukkan oleh belum optimalnya pelatihan, sistem evaluasi kinerja, serta kepemimpinan yang belum sepenuhnya mampu mendorong motivasi dan keterlibatan karyawan. Kontribusi penelitian ini terletak pada penyediaan bukti empiris mengenai peran terpadu praktik pengelolaan SDM dan kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan kinerja karyawan pada konteks UMKM sektor kuliner yang memiliki karakteristik pengelolaan berbeda dengan perusahaan berskala besar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan verifikatif. Sampel penelitian berjumlah 32 responden yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pengelolaan Sumber Daya Manusia berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Karyawan dengan koefisien regresi sebesar 0,490 (p = 0,000), sedangkan Kepemimpinan Transformasional juga berpengaruh positif dan signifikan dengan koefisien regresi sebesar 0,337 (p = 0,000). Model penelitian memiliki nilai Adjusted R Square sebesar 0,599, yang menunjukkan bahwa kedua variabel mampu menjelaskan 59,9% variasi kinerja karyawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas pengelolaan SDM dan penerapan kepemimpinan transformasional merupakan faktor strategis dalam meningkatkan kinerja karyawan. Temuan ini memperkuat kajian manajemen sumber daya manusia dan kepemimpinan transformasional pada konteks UMKM serta menjadi dasar bagi pengelola UMKM dalam merancang strategi pengembangan sumber daya manusia yang lebih efektif.   This study aims to analyze the effect of Human Resource Management and Transformational Leadership on Employee Performance at Sambal Bakar Garut, a culinary SME. The study was motivated by employee performance issues reflected in suboptimal training practices, performance evaluation systems, and leadership that has not fully encouraged employee motivation and engagement. The contribution of this research lies in providing empirical evidence regarding the integrated role of human resource management practices and transformational leadership in improving employee performance within culinary SMEs, which have different managerial characteristics from large-scale enterprises. This study employed a quantitative approach using descriptive and verificative methods. The sample consisted of 32 employees selected through a saturated sampling technique. Data were collected using questionnaires and analyzed through multiple linear regression with SPSS. The findings indicate that Human Resource Management has a positive and significant effect on Employee Performance with a regression coefficient of 0.490 (p = 0.000), while Transformational Leadership also has a positive and significant effect with a regression coefficient of 0.337 (p = 0.000). The research model produced an Adjusted R Square value of 0.599, indicating that both independent variables explain 59.9% of the variance in employee performance. The study concludes that strengthening human resource management practices and implementing transformational leadership are strategic factors for improving employee performance. These findings enrich the literature on human resource management and transformational leadership in the context of SMEs and provide practical implications for SME managers in designing more effective human resource development strategies.  
Pengaruh Audit Delay, Reputasi Kap, Financial Distress Terhadap Kualitas Audit: (Studi Empiris pada Perusahaan Sektor Consumer Non-Cyclicals Subsektor Food & Beverage yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2020–2024) Sabilah Ayu Adinda Yani; Istianingsih Istianingsih; Aloysius Harry Mukti
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1929

Abstract

Penelitian ini bertujuan menguji dan menganalisis pengaruh Audit Delay, Reputasi KAP, dan Financial Distress terhadap Kualitas Audit. Urgensi penelitian didasarkan pada masih pentingnya kualitas audit sebagai mekanisme pengawasan dalam mengurangi asimetri informasi, sementara hasil penelitian terdahulu mengenai pengaruh Audit Delay dan Financial Distress terhadap Kualitas Audit masih menunjukkan ketidakkonsistenan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan tahunan perusahaan sektor Consumer Non-Cyclicals subsektor Food & Beverage yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2020–2024. Sampel ditentukan dengan purposive sampling dan menghasilkan 333 observasi firm-year dari 78 perusahaan. Analisis dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan IBM SPSS versi 25. Kebaruan penelitian terletak pada pengujian secara simultan Audit Delay, Reputasi KAP, dan Financial Distress pada subsektor Food & Beverage dengan periode pengamatan 2020–2024 serta penggunaan akrual diskresioner dengan pendekatan Modified Jones sebagai proksi Kualitas Audit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Audit Delay tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit, Reputasi KAP berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kualitas Audit, sedangkan Financial Distress tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Audit. Secara empiris, penelitian ini memberikan bukti bahwa reputasi KAP menjadi faktor yang lebih konsisten berkaitan dengan Kualitas Audit dibandingkan ketepatan waktu penyelesaian audit dan kondisi kesulitan keuangan dalam konteks sampel penelitian.This study aims to examine and analyze the effects of Audit Delay, KAP Reputation, and Financial Distress on Audit Quality. The urgency of this study arises from the importance of audit quality as a monitoring mechanism to reduce information asymmetry, while prior studies have reported inconsistent findings regarding the effects of Audit Delay and Financial Distress on Audit Quality. This study employs a quantitative approach using secondary data from annual reports of Consumer Non-Cyclicals sector companies, particularly the Food & Beverage subsector, listed on the Indonesia Stock Exchange for 2020–2024. The sample was selected using purposive sampling, resulting in 333 firm-year observations from 78 companies. Multiple linear regression was conducted using IBM SPSS version 25. The novelty of this study lies in simultaneously examining Audit Delay, KAP Reputation, and Financial Distress in the Food & Beverage subsector over the 2020–2024 period and using discretionary accruals based on the Modified Jones approach as a proxy for Audit Quality. The results show that Audit Delay has no significant effect on Audit Quality, KAP Reputation has a positive and significant effect on Audit Quality, and Financial Distress has no significant effect on Audit Quality. Empirically, the findings indicate that KAP Reputation is more consistently associated with Audit Quality than audit completion timeliness and financial condition in the context of the research sample.  
Modernisasi Sistem Administrasi Dan Pelayanan Dalam Membentuk Kepuasan Dwi Damayanti; Endang Winarsih; Muh Khaedar Sahib
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1946

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh modernisasi sistem administrasi perpajakan dan kualitas pelayanan terhadap tingkat kepuasan wajib pajak di KP2KP Sungguminasa. Melalui pendekatan kuantitatif, data dikumpulkan dari 100 responden Wajib Pajak Orang Pribadi yang dipilih menggunakan teknik incidental sampling berdasarkan rumus Slovin. Analisis regresi linear berganda secara empiris membuktikan bahwa kedua variabel independen tersebut memiliki pengaruh positif serta signifikan terhadap kepuasan wajib pajak, dengan nilai signifikansi masing-masing sebesar 0,001 dan 0,005. Selain itu, nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,231 menunjukkan bahwa modernisasi sistem dan kualitas pelayanan secara simultan memberikan kontribusi sebesar 23,1% terhadap variasi kepuasan wajib pajak. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian integratif kedua variabel tersebut melalui lensa Expectancy Disconfirmation Theory (EDT) pada unit pelayanan perpajakan tingkat daerah. Temuan ini mengonfirmasi bahwa kepuasan publik terbentuk ketika efisiensi e-services dan keunggulan pelayanan frontliner mampu melampaui harapan awal pengguna (positive disconfirmation). Secara praktis, penelitian ini memberikan kontribusi nyata bagi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dalam merumuskan kebijakan pemeliharaan infrastruktur digital yang stabil serta peningkatan soft skills petugas sebagai pendamping digital yang solutif.   This study aims to examine the effect of tax administration system modernization and service quality on taxpayer satisfaction levels at KP2KP Sungguminasa. Using a quantitative approach, data were collected from 100 Individual Taxpayer respondents selected through an incidental sampling technique based on Slovin's formula. Multiple linear regression analysis empirically proves that both independent variables have a positive and significant effect on taxpayer satisfaction, with significance values of 0.001 and 0.005, respectively. Furthermore, the coefficient of determination (R2) value of 0.231 indicates that system modernization and service quality simultaneously contribute 23.1% to the variation in taxpayer satisfaction. The novelty of this study lies in the integrative examination of both variables through the lens of Expectancy Disconfirmation Theory (EDT) within a regional tax service unit. These findings confirm that public satisfaction is formed when e-services efficiency and frontliner service excellence are able to exceed users' initial expectations (positive disconfirmation). Practically, this study makes a tangible contribution to the Directorate General of Taxes (DGT) in formulating policies for maintaining stable digital service infrastructure and enhancing staff soft skills as solution-oriented digital assistants.  
Pengaruh Alokasi Aset Investasi SBN dan Obligasi Korporasi Terhadap ROI Dengan Suku Bunga Sebagai Moderasi Alisha Syahrani; Mia Andika Sari
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1960

Abstract

Fluktuasi suku bunga dalam beberapa tahun terakhir menuntut optimalisasi ROI pada Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK), namun penelitian terdahulu belum banyak menguji suku bunga sebagai variabel moderasi dalam hubungan alokasi aset pendapatan tetap terhadap ROI. Penelitian ini menawarkan kebaruan berupa pengujian empiris peran moderasi tersebut pada konteks DPPK di Indonesia dengan data terkini, dengan menganalisis pengaruh alokasi Surat Berharga Negara (SBN) dan Obligasi Korporasi terhadap ROI, serta fluktuasi suku bunga sebagai moderasi. Menggunakan pendekatan kuantitatif berupa regresi data panel dan Moderated Regression Analysis (MRA) melalui EViews, sampel dipilih secara purposive sampling dari laporan keuangan tahunan enam DPPK periode 2016-2025 sebanyak 60 observasi. Hasil menunjukkan SBN berpengaruh signifikan terhadap ROI, Obligasi Korporasi tidak signifikan, keduanya signifikan secara simultan, namun suku bunga tidak terbukti memoderasi kedua hubungan tersebut. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya kajian manajemen investasi dana pensiun terkait peran alokasi aset pendapatan tetap dan batas efektivitas suku bunga sebagai variabel moderasi. Secara praktis, temuan ini menjadi acuan bagi perusahaan pengelola dana pensiun untuk mengutamakan alokasi pada SBN serta mengevaluasi portofolio secara berkala sesuai kondisi pasar guna mengoptimalkan ROI, sekaligus menjadi bahan pertimbangan bagi Otoritas Jasa Keuangan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan investasi dana pensiun yang lebih efektif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan peserta.   Interest rate fluctuations in recent years have demanded ROI optimization in Employer Pension Funds (DPPK), yet previous research has rarely tested interest rate as a moderating variable in the relationship between fixed-income asset allocation and ROI. This study offers novelty through empirical testing of this moderating role in the context of DPPK in Indonesia using recent data, by analyzing the effect of Government Securities (SBN) and Corporate Bond allocation on ROI, with interest rate fluctuation as a moderator. Using a quantitative approach with panel data regression and Moderated Regression Analysis (MRA) via EViews, the sample was selected through purposive sampling from the annual financial reports of six DPPKs for the 2016-2025 period, totaling 60 observations. The results show that SBN has a significant effect on ROI, Corporate Bonds has no significant effect, both are jointly significant, but interest rate is not proven to moderate either relationship. Theoretically, this study enriches the study of pension fund investment management regarding the role of fixed-income asset allocation and the limits of interest rate effectiveness as a moderating variable. Practically, these findings serve as a reference for pension fund management companies to prioritize allocation to SBN and periodically evaluate their portfolios according to market conditions to optimize ROI, as well as a consideration for the Financial Services Authority (OJK) in formulating more effective pension fund investment management policies oriented toward improving participant welfare.
Pengaruh Struktur Modal dan Ukuran Bank Terhadap Profitabilitas pada Bank Umum Konvensional Go Public di Indonesia Geraldine Eileen Alexandra; Josefina Aurelia Kurnia; Shiva Fitri Aisyah; Mardiana Mardiana
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.1992

Abstract

Profitabilitas merupakan indikator penting dalam menilai kinerja bank. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh struktur modal dan ukuran bank terhadap profitabilitas pada bank umum konvensional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2023–2025. Penelitian terdahulu menunjukkan hasil yang belum konsisten mengenai pengaruh struktur modal dan ukuran bank terhadap profitabilitas. Oleh karena itu, penelitian ini menguji kembali hubungan tersebut pada periode pascapandemi 2023–2025 yang mencerminkan kondisi pemulihan dan normalisasi sektor perbankan. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai pengaruh struktur modal dan ukuran bank terhadap profitabilitas pada periode pascapandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder dari laporan keuangan tahunan. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling sehingga diperoleh 30 bank dengan 90 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan Fixed Effect Model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Debt-to-Equity Ratio (DER) berpengaruh positif dan signifikan terhadap Return on Equity (ROE) sedangkan ukuran bank yang diukur dengan logaritma natural total aset tidak berpengaruh signifikan. Penelitian ini mendukung Trade-Off Theory, namun belum mendukung Resource-Based View dalam menjelaskan hubungan ukuran bank dan profitabilitas. Hasil penelitian diharapkan menjadi masukan bagi manajemen bank dalam menentukan kebijakan pendanaan yang optimal.   Profitability is an important indicator of bank performance. This study aims to examine the effect of capital structure and bank size on the profitability of conventional commercial banks listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2023–2025 period. Previous studies have reported inconsistent findings regarding the effects of capital structure and bank size on profitability. Therefore, this study reexamines these relationships during the post-pandemic period of 2023–2025, which reflects the recovery and normalization of the banking sector. The contribution of this study is to provide empirical evidence on the effects of capital structure and bank size on profitability during the post-pandemic period. This study employed a quantitative approach using secondary data from annual financial statements. The sample consisted of 30 banks with 90 observations selected through purposive sampling. Data were analyzed using panel data regression with the Fixed Effect Model (FEM). The results show that capital structure, proxied by the Debt-to-Equity Ratio (DER), has a positive and significant effect on profitability, proxied by Return on Equity (ROE), while bank size, measured by the natural logarithm of total assets, has no significant effect on profitability. The findings support the Trade-Off Theory but do not support the Resource-Based View (RBV) in explaining the relationship between bank size and profitability. The findings are expected to provide insights for bank management in determining optimal financing policies.
Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Dan Lama Usaha Terhadap Implementasi Laporan Keuangan Berdasarkan Sak EMKM Pada UMKM Di Kecamatan Wenang Kota Manado Maria Nderu; Feri Fengki Mokalu; Vronsky Akter Bawole
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2023

Abstract

Rendahnya kepatuhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam menyusun laporan keuangan sesuai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM) menunjukkan pentingnya mengidentifikasi faktor yang mendorong penerapannya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh latar belakang pendidikan dan lama usaha terhadap penerapan laporan keuangan berbasis SAK EMKM pada UMKM di Kecamatan Wenang, Kota Manado. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan 95 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa latar belakang pendidikan berpengaruh positif dan signifikan terhadap penerapan laporan keuangan berbasis SAK EMKM, sedangkan lama usaha tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan terhadap penerapan SAK EMKM dengan kemampuan penjelasan model sebesar 62,5%. Kebaruan penelitian terletak pada penegasan bahwa kapasitas pendidikan menjadi faktor yang lebih dominan dibandingkan pengalaman operasional dalam mendorong penerapan SAK EMKM pada UMKM di wilayah perkotaan. Temuan ini mengimplikasikan perlunya penguatan edukasi dan pelatihan akuntansi bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kepatuhan terhadap SAK EMKM.   The low compliance of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in preparing financial statements in accordance with the Financial Accounting Standards for Micro, Small, and Medium Entities (SAK EMKM) highlights the importance of identifying factors that encourage its implementation. This study aims to analyze the effects of educational background and business duration on the implementation of SAK EMKM-based financial reporting among MSMEs in Wenang District, Manado City. A quantitative approach was employed involving 95 respondents selected through purposive sampling. Data were analyzed using multiple linear regression. The results indicate that educational background has a positive and significant effect on the implementation of SAK EMKM-based financial reporting, while business duration has no significant effect. Simultaneously, both variables significantly affect SAK EMKM implementation, with the model explaining 62.5% of the variance. The novelty lies in demonstrating that educational capacity is more influential than operational experience in promoting SAK EMKM adoption among urban MSMEs. The findings imply the need for strengthened accounting education and training to improve MSMEs’ compliance with SAK EMKM.
Determinan Minat Memilih Pekerjaan pada Generasi Z: Peran Kompensasi, Personal Branding, dan Work-Life Balance Retno Dewi Putri Arimbi; Rasistia Wisandianing Primadineska
Mandiri : Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Lembaga Riset Ilmiah, Yayasan Mentari Meraki Asa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59086/jak.v5i2.2047

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, personal branding, dan work-life balance terhadap minat memilih pekerjaan pada Generasi Z di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 111 responden Generasi Z berusia 18–28 tahun dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompensasi dan personal branding berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat memilih pekerjaan, sedangkan work-life balance tidak berpengaruh signifikan. Secara simultan, ketiga variabel independen mampu menjelaskan 62,2% variasi minat memilih pekerjaan. Temuan ini mengindikasikan bahwa aspek ekonomi dan pengakuan terhadap identitas profesional masih menjadi pertimbangan utama Generasi Z dalam menentukan pilihan karier. Implikasi praktis penelitian ini adalah perusahaan perlu menawarkan kompensasi yang kompetitif serta mendukung pengembangan identitas profesional calon karyawan untuk meningkatkan daya tarik sebagai tempat bekerja. Secara ilmiah, penelitian ini memperluas literatur mengenai preferensi karier Generasi Z di Indonesia dengan menunjukkan bahwa personal branding merupakan determinan yang signifikan dalam minat memilih pekerjaan, di samping kompensasi, sementara work-life balance belum menjadi pertimbangan utama. Temuan ini melengkapi penelitian-penelitian sebelumnya di Indonesia yang lebih banyak menitikberatkan pada kompensasi, fleksibilitas kerja, atau employer branding dalam menjelaskan preferensi kerja Generasi Z.   This study aims to analyze the influence of compensation, personal branding, and work life balance on the interest in choosing a job among Generation Z in the Special Region of Yogyakarta. Utilizing a quantitative approach, data were gathered through questionnaires distributed to Generation Z respondents aged 18–28 years old. The data analysis method employed multiple linear regression analysis operated via SPSS software. The results of partial hypothesis testing indicated that compensation has a positive and significant effect on job choice interest. Similarly, personal branding is proven to have a positive and significant effect on job choice interest. Conversely, work life balance was found to have no significant effect on Generation Z's interest in choosing a job in Yogyakarta. Simultaneously, these three independent variables contribute 62.2% to explaining job choice interest. The practical implication of this research emphasizes that companies or organizations seeking to attract top talent from Generation Z in Yogyakarta must prioritize offering competitive and fair compensation packages, as well as providing adequate space for prospective employees to actualize and validate their professional identity.  

Page 11 of 14 | Total Record : 135