cover
Contact Name
Niken Widyastuti Hariati
Contact Email
niken.widyastuti.hariati@gmail.com
Phone
+6285299299060
Journal Mail Official
jurnalgizi.poltekkesbjm@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi, Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Pangan dan Gizi
ISSN : -     EISSN : 26219204     DOI : 10.31964
Core Subject : Health,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil - hasil penelitian pangan dan gizi, yang meliputi bidang teknologi pangan, gizi klinik, gizi masyarakat dan food service.
Articles 113 Documents
Penambahan starter terhadap ketebalan dan kadar serat kasar pada nata de cassava Zulfiana Dewi; Adrian Fascal
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.23

Abstract

Indonesia memiliki jumlah penderita obesitas dan overweight yang besar namun jumlah tidak dapat ditentukan secara pasti, menurut Direktorat Bina Gizi Masyarakat Depkes RI tahun 2000 sekitar 76,7 juta jiwa berstatus overweight dan 9,8 jiwa berstatus obesitas. Maka dari itu untuk dapat mengurangi berat badan diatas normal maka diciptakanlah makanan yang memiliki kandungan serat tinggi dan energi rendah yaitu nata de cassava. Keunggulan nata de cassava selain bahan bakunya mudah didapat yaitu tingginya serat yang terkandung dalam nata sangat baik dikonsumsi terutama oleh mereka yang diet rendah kalori dan diet tinggi serat. Produksi onggok sebagai bahan baku nata untuk wilayah Kalimantan Sumatra dan Sulawesi mencapai 2,3 juta ton pertahun. Onggok mengandung karbohidrat mencapai 2,5%, glukosa 0,185 mg/L serta pH 5,5 sehingga cocok substrat membuat nata. Tujuan penelitian ini merupakan penelitian untuk mengetahui pengaruh penambahan starter terhadap ketebalan dan kadar serat pada nata de cassava. Jenis penelitian ini memakai metode pre eksperimen dengan desain one one group pra post test dimana dalam desain eksperimen ini subjek diberi perlakuan yaitu penambahan starter dengan 4 perlakuan yaitu P1 (5%), P2 (10%), P3 (15%) dan P4 (20%) dan 3 kali reflikasi lalu diukur ketebalan dan kadar seratnya. data uji ketebalan dan ketebalan menggunakan uji One Way Anova. Selanjutnya apabila dalam pengujian tersebut terdapat perbedaan, maka dilakukan uji pembanding ganda Metode Tuckey. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang nyata pada penambahan starter terhadap ketebalan dan kadar serat pada nata de casava. Penerimaan panelis yang terbanyak dari segi warna, aroma, tekstur, dan rasa yaitu pada perlakuan P2. Perlu penelitian lebih lanjut mengenai cara menghilangkan aroma dan rasa yang tidak disukai dengan cara dicuci dan direbus beberapa kali.
Perbedaan Metode Penyuluhan Gizi Terhadap Tingkat Pengetahuan Ibu dan Tingkat Konsumsi Anak Usia Dini Dewi Deviyanty; zulfiana Dewi; Sajiman sajiman
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.24

Abstract

Balita BGM masih merupakan masalah kesehatan di Kabupaten Banjar. Setelah rutin dilakukan penyuluhan gizi di Wilayah Kerja Puskesmas Martapura Timur, para ibu masih banyak yang belum mengetahui tentang gizi seimbang dan pola konsumsi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan metode penyuluhan gizi terhadap tingkat pengetahuan ibu dan tingkat konsumsi anak usia dini di PAUD Nuri dan An Najwa. Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment (eksperimen semu) dengan rancangan non-equivalent control group. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai Mei 2017 di PAUD Nuri dan An Najwa, Martapura Timur. Populasi dalam penelitian ini ibu yang memiliki anak usia dini yang bersekolah di PAUD Nuri dan An Najwa sebanyak 72 orang. Sampel sebagian dari populasi sesuai kriteria inklusi sebanyak 20 orang. Pengambilan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner. Variabel penelitian yaitu tingkat pengetahuan ibu, tingkat konsumsi dan metode penyuluhan gizi. Analisis data dengan uji Mann Whitney dengan α = 0,05%. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik ibu dengan umur antara 17 sampai 35 tahun, rata-rata tingkat pendidikan dalam kategori rendah dan ibu tidak bekerja lebih banyak. Ada perbedaan metode penyuluhan gizi terhadap peningkatan pengetahuan ibu sedangkan dengan peningkatan konsumsi energi dan protein anak usia dini diketahui tidak terdapat perbedaan yang bermakna. Disarankan kepada ibu untuk dapat menerapkan ke dalam kehidupan. Bagi puskesmas untuk melakukan pendidikan gizi menggunakan metode diskusi kelompok dan mengembangkan media yang sesuai dengan sasaran. Bagi peneliti lain untuk melakukan penelitian dengan metode lain dan melakukan kelayakan media yang digunakan untuk meningkatkan pengetahuan dan konsumsi responden.
PENGARUH PENDAMPINGAN GIZI TERHADAP POLA MAKAN DAN BERAT BADAN ANAK BALITA YANG MENGALAMI MASALAH GIZI (DI PINGGIRAN SUNGAI KOTA BANJARMASIN) Aprianti Aprianti; Yasir Farhat; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.27

Abstract

Latar Belakang : Anak yang sehat dan normal akan tumbuh dan berkembang sesuai dengan genetik yang dimilikinya. Tetapi pertumbuhan ini sangat dipengaruhi oleh intake zat gizi yang dikonsumsi dalam bentuk makanan sehari-hari. Kekurangan atau kelebihan gizi akan dimanisfestasikan dalam bentuk pertumbuhan yang menyimpang dari pola standar. Pertumbuhan fisik sering dijadikan sebagai indikator untuk mengukur status gizi baik individu maupun populasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Pendampingan Gizi Terhadap Pola Makan dan Berat Badan anak balita Bermasalah gizi di Pinggiran Sungai kota Banjarmasin. Jenis Penelitian kuasi eksperimen dan pendekatan pre and post test control group design. Tempat penelitian di pinggiran sungai puskesmas Sungai Bilu, puskesmas Cempaka Putih dan puskesmas Gedang Hanyar wilayah kerja Dinkes Kota Banjarmasin. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita yang mengalami masalah gizi dan sampel adalah sebagian populasi yang diambil secara Purposive Random Sampling sebanyak 44 orang. Data pendampingan, berat badan, dan pola makan dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner dan form FFQ. Data dianalisis dengan Uji Regresi sederhana Hasil penelitian menunjukkan bahwa berat badan anak balita sebelum dan sesudah pendampingan sebagian besar di bawah rata-rata (56,8% dan 50%) sedangkan pola makan sebagian besar juga dibawah rata-rata (70,5% dan 56,8%). Tidak ada pengaruh pendampingan terhadap berat badan dan pola makan anak balita. Perlu tetap dilakukan pendampingan terhadap ibu yang memiliki anak balita untuk memantau perkembangan berat badan dan pola makan oleh pihak puskesmas.
Hubungan Cita Rasa Makanan, Jenis Kelamin Dan Lama Hari Rawat dengan Sisa Makanan Pasien Rumah Sakit yasir farhat
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.28

Abstract

Latar Belakang : Keberhasilan suatu penyelenggaraan makanan sering dikaitkan dengan adanya sisa makanan. Data tentang sisa makanan menunjukkan bahwa sisa makanan pasien RSUD Idaman Banjarbaru tergolong kategori sisa makanan banyak yakni >20%. Faktor yang mempengaruhi sisa makanan diantaranya cita rasa makanan, jenis kelamin dan lama hari rawat. Tujuan: Mengetahui hubungan cita rasa makanan, jenis kelamin, dan lama hari rawat dengan sisa makanan pasien di RSUD Idaman Banjarbaru. Metode : Jenis penelitian adalah obsevasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan bulan April – Mei 2017, sampel sebanyak 55 responden, pengambilan sampel menggunakan Simple Random Sampling dengan undian. Pengambilan data sisa makanan dengan metode visual comstock. Cita rasa makanan, jenis kelamin dan lama hari rawat dikumpulkan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Penelitian ini menggunakan uji statistik rank spearman. Hasil : Sebagian besar sisa makanan responden bersisa sedikit yaitu 63,6%, sebagian besar pasien menyatakan cita rasa makanan sudah baik yaitu 60%, sebagian besar responden adalah wanita (74,5%) dan sebagian besar lama hari rawat responden adalah singkat (70,9%). Ada hubungan antara cita rasa makanan dengan sisa makanan pasien di RSUD Idaman Banjarbaru (p = 0,00 < 0,05). Tidak ada hubungan antara jenis kelamin dengan sisa makanan pasien di RSUD Idaman Banjarbaru (p=0,22>0,05). Ada hubungan antara lama hari rawat dengan sisa makanan pasien di RSUD Idaman Banjarbaru (p = 0,00 < 0,05). Simpulan :Untuk rumah sakit, ditingkatkan lagi citarasa makanan dalam penampilan dan rasa makanan, untuk pasien agar menghabiskan makanan yang disajikan, sedangkan untuk peneliti selanjutnya agar meneliti faktor kebiasaan makan dan makanan dari luar rumah sakit.
GAMBARAN SISA MAKANAN BERDASARKAN KETEPATAN PEMBERIAN DIET DAN CITA RASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI RSUD DR. H. MOCH. ANSARI SALEH KOTA BANJARMASIN Ramona Insyeah; Aprianti Aprianti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.30

Abstract

Rumah Sakit Dr. H.M Ansari Saleh Banjarmasin mengalami masalah sisa makanan yang melebihi standar pelayanan rumah sakit minimum yang <20%. Sisa makanan pada 2015 sebanyak 23%. Hasil studi pendahuluan terhadap 5 pasien rawat inap penderita diabetes melitus sebanyak 43,55%. Penelitian ini untuk mengetahui gambaran sisa makanan berdasarkan ketepatan pemberian diet dan cita rasa pada pasien diabetes mellitus di RSUD Dr. H. M. Ansari Saleh. Jenis penelitian observasional deskriptif. Populasi pasien diabetes mellitus. Sampel ada 30 pasien diabetes mellitus diambil secara accidental sampling. Tempat RSUD Dr.H.Moch.Ansari Saleh. Waktu pada bulan Mei 2017. Data dikumpulkan dengan observasi, penimbangan, dan wawancara yang dibantu alat ukur tabel Comstock, standar diet di rumah sakit, dan kuesioner. Pengolahan data yaitu data hasil observasi, penimbangan dan wawancara disajikan dalam tabel dan dilakukan analisis secara deskriptif. Hasil penelitian ketepatan pemberian diet pada penderita diabetes mellitus terbesar tidak tepat yaitu 96,77%, sisa makanan pada pasien diabetes militus terbesar yang tidak tepat yaitu 89,7%, cita rasa makanan terbesar baik yaitu 73,3%. Sisa makanan berdasarkan ketepatan pemberian diet terbanyak tidak habis pada ketepatan diet tidak tepat yaitu 89,7% dan berdasarkan cita rasa makanan, tidak habis terbanyak dari makanan cita rasa baik yaitu 81,8%. Perlunya untuk dapat memberikan jenis diet berdasarkan besar porsi sesuai dengan standar rumah sakit agar memudahkan pasien untuk menghabiskan makanan sesuai dengan kemampuannya.
USIA IBU SAAT HAMIL DAN PEMBERIAN ASI EKSLUSIF DENGAN KEJADIAN STUNTING BALITA Dinda Noor Ali Julian; rusmini yanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.31

Abstract

Salah satu masalah kesehatan di Indonesia adalah tingginya prevalensi stunting pada balita. Stunting berarti retardasi pertumbuhan linier dengan defisit pada panjang badan sebesar
PENGARUH SUBTITUSI TEPUNG KOMPOSIT TERHADAP KADAR SERAT KASAR, KADAR PROTEIN DAN DAYA TERIMA MUFFIN Akhmad Redhanie; Sari Novita
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.36

Abstract

Muffin merupakan salah satu jenis makanan yang diminati di Indonesia. Hal ini dikarenakan tampilan dan cita rasa muffin yang bervariasi serta pembuatannya yang mudah dan tidak lama. Subtitusi tepung komposit dari tepung kulit singkong dan kacang tunggak dalam pembuatan muffin diharapkan dapat meningkatkan kadar serat kasar dan kadar protein juga mengurangi ketergantungan pada tepung terigu. Muffin tersebut dapat dikonsumsi oleh semua masyarakat khususnya penderita degeneratif dan kekurangan energi protein (KEP). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh subtitusi tepung komposit terhadap kadar serat kasar, kadar protein dan daya terima muffin. Jenis penelitian ini bersifat eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 kali replikasi. Perbandingan komposisi tepung terigu dan komposit 100% : 0% (P0), 90% : 10% (P1), 80% : 20% (P2), 70% : 30% (P3) dan 60% : 40% (P4). Uji kadar serat kasar menggunakan metode SNI 01-2891-1992, uji kadar protein menggunakan metode Kjeldhal. Analisis data menggunakan analisa One Way Anova, analisis uji daya terima dengan skala hedonic scale menggunakan uji statistik fridman. Hasil penelitian menunjukkan kadar serat kasar muffin berkisar 1,18%-1,79. Kadar protein muffin berkisar 6,09%-6,97%. Uji daya terima warna, aroma dan rasa muffin yang paling disukai pada P1 (80% : 20%). Terdapat pengaruh subtitusi tepung komposit terhadap kadar serat kasar, kadar protein dan daya terima (warna, aroma dan rasa) pada muffin..
Asupan Zat Gizi dan Lamanya Menstruasi pada Kejadian Anemia Remaja Putri Nurmita Rahmalina Aminy; Zulfiana Dewi
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i2.38

Abstract

Anemia in adolescent girls is still quite high. This is due to the blood loss caused by menstruation in adolescent girls every month and often consume fast food that has become a trend among adolescents is usually low of iron that will impact on decreased reproductive health, intelligence, learning concentration and growth process. The purpose of this study is to know the relationship between nutrient intake and duration of menstruation with the incidence of anemia in adolescent girls SMPN 4 Banjarbaru. The type of study is observational analytic with cross sectional design. The population are all students of class VII and VIII in SMPN 4 Banjarbaru in 2017. Samples are some of the population is 77 people determined by purposive sampling technique. Method of data collection using questionnaire and Food Recall 2 x 24 Hours. Analysis of data using statistical test of Rank Spearman Correlation Test with 90% confidence level. The result of this study that 64,9% energy intake of adolescent girls were classified as less, 80,5% protein intake were classified less, 97,4% of iron intake were classified less, 75,3% duration of menstruation on adolescent girls was normal and 54,5% classified as anemia. The results of statistical tests showed there is no correlation between energy and iron intake with the incidence of anemia on adolescent girls and there is a correlation between protein intake and duration of menstruation with incidence of anemia on adolescent girls. Suggestions for this study that staff of local health officials conduct the nutritional counseling about anemia in adolescent or activities of health promotion related to anemia so as to reduce the incidence of anemia in adolescent girls. Keywords: Anemia, Nutritional Intake, Duration Of Menstruation, Adolescent Literature: 71: 2006 - 2016
RELATION BETWEEN TASTE AND NUTRITIONAL ADEQUACY WITH IMMUNITY OF ADOLESCENT IN BETHEL SENIOR HIGH SCHOOL DORMITORY IN BANJARBARU Vivi Indria Wulandari; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.52

Abstract

Background: Lack of nutrition in adolescent can caused the decreasing of immunity towards disease, increasing the rate of disease, experiencing abnormal growth, low intelligence level and low productivity. Objectives: is to determine the relation between taste and nutritional adequacy with immunity of adolescent in Bethel Senior High School Dormitory in Banjarbaru. Method: This was an observational analytic research with cross sectional design. The population of this research is taken by saturation sampling which was all the students in first and second grade who live in Bethel Senior High School Dormitory in Banjarbaru with total amount was 49 people. The data retrieval was using questionnaire and 24 hour food recall form. This research was using Rank Spearman Correlation to analyse the data with 95% confidence interval.Results: The result of this research showed that there was 44,9% subjects who have low immune, 57,1% who have low taste perception, 46,9% who have low adequacy of energy, 49% who have low adequacy of protein, 51% who have low adequacy of fat, and 47,1% who have low adequacy of carbohydrate. The statistics data showed that there were relation between taste (p = 0,000 ; r = 0,887) and immune of adolescent, adequacy of energy (p = 0,000 ; r = 0,574) with immunity of adolescent, adequacy of protein (p = 0,000 ; r = 0,512) with immunity of adolescent, adequacy of fat (p = 0,000 ; r = 0,551) with immunity of adolescent, adequacy of carbohydrate (p = 0,000 ; r = 0,539) with immunity of adolescent . Both relation between dependent with 2 independent variables had strong bond to each other. Suggestion: The researcher suggests the employees of Bethel Senior High School Dormitory to increase the knowledge of food service so that it can increase the level of nutrition adequacy and respondent’s immune. Keywords : Taste, Nutrition Adequacy, Immunity
Perbedaan Tingkat Kepatuhan Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri ) Dan Tingkat Higiene Tenaga Di Instalasi Gizi (Studi di dua Rumah Sakit Swasta di Kota Banjarmasin Tahun 2018) Yulianti Nur Wulan Sari; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.53

Abstract

Latar Belakang : Penjamah makanan sebagai salah satu kontributor terjadinya kontaminasi makanan. Higiene tenaga perlu diperhatikan dalam pengolahan makanan. Dalam pencapaian dan terlaksananya higiene tenaga penyelenggaraan makanan, perlunya penggunaan alat pelindung diri (APD) yang berguna agar keamanan makanan pasien terjamin serta menghindari kecelakaan kerja saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan tingkat kepatuhan penggunaan APD dan tingkat higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah Sakit A dan Rumah Sakit B Banjarmasin. Metode : Jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan penelitian komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah petugas di Ruang Instalasi Gizi Rumah Sakit Bdan Rumah Sakit Islam Banjarmasin. Sampelnya yaitu 42 orang yang terdiri dari kriteria inklusi yang diambil dengan menggunakan teknik total sampling. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil : tingkat kepatuhan penggunaan APD di Instalasi Gizi Rumah SakitAjumlah terbanyak dikategori cukup patuh yaitu 39% dan di Rumah Sakit B Banjarmasin dikategori tidak patuh yaitu 54%. Pada tingkat higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah SakitAkategori baik sebesar 78% dan kategori sedang sebesar 22% dan di Rumah Sakit B Banjarmasin kategori baik sebesar 63% dan kategori sedang sebesar 38%. Kesimpulan : Tidak ada perbedaan pada tingkat kepatuhan penggunaan APD dan higiene tenaga di Instalasi Gizi Rumah SakitAdan Rumah Sakit BBanjarmasin. Saran : Bagi kedua Rumah Sakit disarankan untuk lebih tegas dalam hal pengawasan dan sanksi agar tenaga penyelenggaraan makanannya lebih mematuhi dalam peraturan atau SOP yang telah ditetapkan. Kata Kunci : Kepatuhan Penggunaan APD, Higiene Tenaga, Instalasi Gizi,Tenaga Penyelengaraan Makanan

Page 4 of 12 | Total Record : 113