cover
Contact Name
Niken Widyastuti Hariati
Contact Email
niken.widyastuti.hariati@gmail.com
Phone
+6285299299060
Journal Mail Official
jurnalgizi.poltekkesbjm@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi, Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Pangan dan Gizi
ISSN : -     EISSN : 26219204     DOI : 10.31964
Core Subject : Health,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil - hasil penelitian pangan dan gizi, yang meliputi bidang teknologi pangan, gizi klinik, gizi masyarakat dan food service.
Articles 113 Documents
Hubungan Asupan Makanan, Status Gizi, Lama Menjalani Kemoterapi dan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Arisa Rizqiyah; Rijanti Abdurrachim; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i1.88

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang jaringan sel-sel payudara. Kanker payudara tentu memberikan dampak yang besar bagi penderitanya baik secara fisik, psikologis, sosial, spiritual maupun aspek kehidupan lainnya. Hal tersebut tentu mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara. Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan makanan, status gizi, lama menjalani kemoterapi dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian observasional analitik menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 48 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Data sekunder diperoleh melalui arsip dan dokumen di rekam medis RSUD Ulin Banjarmasin. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Asupan energi defisit (70,9%), asupan protein defisit (54,1%), asupan lemak defisit (68,8%), asupan karbohidrat defisit (66,7%), status gizi normal (47,9%), kemoterapi ≥ 3 bulan (72,9%), dukungan keluarga baik (91,7%) dan kualitas hidup sedang (75%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan makanan, status gizi dan lama menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin dan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin.
Formulasi Stik dari Kelakai (Stenochlaena palustris) dan Ikan Gabus (Channa striata) sebagai Produk Alternatif Tinggi Zat Besi Norma Safira Khusnaini; Ermina Syainah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i2.89

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu kondisi dimana kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Salah satu faktor penyebab terjadinya anemia adalah asupan zat besi yang kurang. Terkait dengan masalah anemia pada remaja putri, maka dibuat produk stik dari kelakai dan ikan gabus untuk dijadikan produk pangan alternatif tinggi zat besi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah ada pengaruh formulasi stik dari kelakai dan ikan gabus sebagai produk alternatif tinggi zat besi. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian true experimental dengan pemberian perlakuan pada kelakai dan ikan gabus sebanyak 3 perlakuan yaitu P1 = 60% : 40%, P2 = 50% : 50%, P3 = 40% : 60%, dan P0 = 0% : 50% sebagai kontrol. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa formulasi kelakai dan ikan gabus memiliki pengaruh yang nyata terhadap mutu kimia yang meliputi kadar air (P=0,001), abu (P=0,003), karbohidrat (P=0,001), lemak (P=0,000), prorein (P=0,000), Fe (P=0,060) dan organoleptik pada stik meliputi rasa (P=0,000), aroma (P=0,402), tekstur (P=0,030), dan rasa (P=0,027). Kesimpulan: Stik dengan mutu organoleptik terbaik ada pada perlakuan P3 dan stik dengan mutu kimia terbaik ada pada perlakuan P2 dengan rata-rata kadar sebesar Fe 70,19 mg/kg.
Hubungan Status Gizi, Tingkat Konsumsi Fe dan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Remaja Dina Salsabila; Yasir Farhat; Nurhamidi Nurhamidi
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i1.90

Abstract

Background: Women who have reached the age of puberty will experience menstruation that appears every month. One of the disorders of menstruation is menstrual cycle disorders. According to Riskesdas in 2010, it showed that irregular menstrual cycles in women aged 10-59 years in Indonesia reached 13.7%. Objectives: To determine the relationship of nutritional status, Fe consumption rate and stress level with menstrual cycle of adolecents at SMA Negeri 2 Banjarbaru. Methods: Nutritional status data were obtained through direct measurements, while data on Fe consumption rate, stress levels and menstrual cycles were obtained through questionnaires on Google Form. This type of research is analytic observational with a cross sectional approach. Data analysis using Chi Square correlation test α= 0.05. Results: Most of the experience normal menstrual cycle (65,4%), with good nutritional status (79,5%), rarely consume foods high in Fe (67,9%) and with stress level moderate (33%). Results of the relationship test showed that there was a relationship between nutritional status, Fe consumption rate and stress level with menstrual cycle of adolescents in SMA Negeri 2 Banjarbaru. Conclusions: Most of the experience normal menstrual cycle, with good nutritional status, rarely consume foods high in Fe, with stress level moderate. There was a relationship between nutritional status, Fe consumption level and stress level with menstrual cycle of adolescents in SMA Negeri 2 Banjarbaru.
Hubungan Aktifitas Fisik, Asupan Lemak dan Karbohidrat terhadap Status Gizi Mahasiswa Gizi Poltekkes Banjarmasin Jihan Kartika Rani; Ermina Syainah; Siti Mas'odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i2.91

Abstract

Latar Belakang: Status gizi yaitu kondisi tubuh seseorang yang dapat dilihat dari makanan yang dikonsumsi serta faktor penentu lainnya seperti aktifitas fisik, mahasiswa gizi banyak mengalami perubahan perilaku dari masa remaja ke masa dewasa awal, salah satunya sikap terhadap makanan yang masih kurang seperti jumlah kalori sehari-hari kurang mecukupi kebutuhan gizi. Tujuan: Mengetahui hubungan aktifitas fisik, asupan lemak dan asupan karbohidrat terhadap status gizi mahasiswa gizi Poltekkes Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik. Desain penelitian ini yaitu dengan besar sampel 119 mahasiswa yang diperoleh dengan teknik Purposiv Sampling. Data aktifitas fisik diambil dengan kuisioner GPAQ, kuisioner untuk data karakteristik, Recall 2x24h untuk asupan lemak dan karbohidrat, dan status gizi dipeoleh dai perhitungan IMT. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (r=-0,214), tidak ada hubungan antara asupan lemak dengan status gizi (r=0,042), tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat dengan status gizi (r=0,056). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara aktifitas fisik, asupan lemak dan asupan karbohidrat dengan status gizi mahasiswa gizi Poltekkes Banjarmasin. Perlunya ketelitian pengukuran dan perhitungan asupan serta menggunakan faktor-faktor lain dalam mempengaruhi status gizi mahasiswa.
Faktor Yang Berhubungan dengan Keaktifan Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu Rival Fitriyana Saputro; Fathurrahman Fathur; Siti Mas’odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Penimbangan terhadap bayi dan balita yang dilakukan di posyandu merupakan upaya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita yang di integrasikan dengan pelayanan kesehatan dasar lain. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keaktifan kunjungan ibu balita ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 96 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hubungan menggunakan uji Chi Square didapatkan ada hubungan antara pendidikan ibu (ρ=0,007), sikap ibu (ρ=0,039), dan dukungan keluarga (ρ= 0,037) dengan keaktifan kunjungan ibu balita ke posyandu. Selain itu, tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu (ρ=0,303) dan jarak posyandu (ρ=0,1000) dengan keaktifan kunjungan ibu balita ke posyandu. Kesimpulan: Diharapkan kepada ibu agar lebih sering memantau tumbuh kembang anak ke posyandu walaupun telah melakukan imunisasi dan memasuki taman kanak-kanak ibu harus tetap memantau tumbuh kembang anak sampai usia 5 tahun.
Hubungan Sikap dan Konsumsi Junk Food dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Mahasiswa Jurusan Gizi Kamalia Noor Aziza; Yasir Farhat
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i2.97

Abstract

Background : The Physiological fulfillment of adolescents requires the fulfillment of adequate nutrition, including fruits and vegetables. However, their current diet has changed. They tend to choose fast food such as junk food which contains added sugar and fat in excessive amounts rather than consuming vegetables, fruit and milk. According to result of basic health research (Riskesdas) in 2018, the proportion of fruit / vegetable consumption per day in a week for people aged 5 years and over, according to the Regency / City of South Kalimantan Province, Banjarbaru City has a level of non-consumption reaching 11,79%, 1-2 portions a week reaching 78,96%, 3-4 servings a week reaches 8,64%, and more than 5 servings a week reaches 0,61%. Objectives : The purpose of this study was to determine the relationship between attitudes and junk food on the level of vegetable and fruit consumption among students majoring in nutrition at the Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin. Methods : This type of research is an analytical observational study with a cross sectional approach. The population of this study were 294 students majoring in nutrition at the Health Polytechnic of the Ministry of Health, Banjarmasin. Sampling used 83 people with simple random sampling technique. This research was conducted using an online questionnaire with WhatsApp and Google Form. Data analysis using the Spearman Rank correlation test α = 0,05. Results : The results showed that the results of the correlation test using the Rank Spearman correlation test found that there was no significant relationship between attitudes and consumption of vegetables and fruits and there is a significant relationship between consumption of junk food and consumption of vegetables and fruit. Conclusions : Students who have low levels of vegetable and fruit consumption are expected to be able to apply the nutritional knowledge that has been learned in their daily life. In addition, they can raise awareness about the importance of eating vegetables and fruit.
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah, Kebiasaan Konsumsi Teh dan Pola Konsumsi dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Sari Afrinia; Rusmini Yanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 2 September 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i2.101

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan laporan bulanan tahun 2020, presentase ibu hamil anemia di Puskesmas Pasar Sabtu sebesar 63.2%. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah, kebiasaan konsumsi teh dan pola konsumsi dengan kejadian anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu dengan populasi sebanyak 58 ibu hamil, dengan teknik purposive sampling didaptkan 37 sampel. Data primer diambil dengan cara wawancara langsung, survey online dan panggilan WhatsApp. Data sekunder diambil dengan melihat catatan/data Puskesmas Pasar Sabtu dan buku KIA Ibu hamil. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu hamil 86,5% berada pada usia yang tidak berisiko mengalami anemia, 43,2% berada pada usia kehamilan trimester 3, sebanyak 62,2% patuh mengkonsumsi TTD, 73,0% jarang mengkonsumsi teh dan 59,5% mempunyai pola konsumsi baik serta 51,4% tidak mengalami anemia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah dan kebiasaan konsumsi teh dengan kejadian anemia ibu hamil, tidak ada hubungan antara pola konsumsi dengan kejadian anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu. Background: Based on the 2020 monthly report, percentage of pregnant women was 63.2%. Objective: This research was conducted to determine the correlation between adherence to consuming blood-added tablets, tea consumption habits and consumption patterns with the anemia incidence in pregnant women in the working area of Pasar Sabtu Public Health Centre, Hulu Sungai Utara Regency. Methods: This research is analytic observational with Cross sectional design that was conducted in the working area of Pasar Sabtu Public Health Center. The population is 57 of pregnant women with 37 samples were taken by purposive sampling. Primary datas are taking by interviewing, online survey, and WhatsApp calling. Secondary datas are taking by reviewing data in Puskesmas and KIA book. Data analysis with Rank Spearman Test. Result: The result is 86.5% pregnant women in ‘not at risk’ age have anemia, 43.2% in a third trimester, 62.2% are obedient to consume blood added tablets, 73.0% are not often consuming tea, 59.5% pregnant women have a good consume patterns and 51.4% are not anemia. Conclusion: There is correlation between adherence to consuming blood-added tablets and tea consumption habits with incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Pasar Sabtu Public Health Center.
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Balita Underweight Umur 12-36 Bulan Siti Nabila; Aprianti Aprianti; Rusmini Yanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Volume 3 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Tercatat angka kasus Underweight di wilayah Martapura Timur tinggi (28,1%). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan Ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian Underweight balita 12-26 bulan di wilayah kerja puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita umur 12-36 bulan di puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar dan sampel 89 balita. Yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga balita. Pengambilan data dengan wawancara dan penimbangan secara langsung menggunakan alat ukur timbangan injak. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,9% tingkat pengetahuan baik, 25,8% tingkat pengetahuan sedang, 20,2% tingkat pengetahuan kurang, 40,4% pendapatan tinggi dan 59,6% pendapatan rendah Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui Ditemukan ada hubungan antara pengetahuan Ibu (ρ = 0,000).dengan kejadian underweigh pada balita umur 12-36 bulan.dan tidak ada hubungan antara Pendapatan keluarga dengan kejadian balita underweight umur 12-36 bulan. Diharapkan ibu atau orang tua harus memperhatikan pemenuhan gizi balita. Memanfaatkan pengetahuan yang ada untuk dapat mengolah dan memilih makanan yang bergizi dan berkualitas baik Yang terpenting pemenuhan nutrisi dengan prinsip gizi seimbang dan beragam. Background: Malnutrition in toddler increases morbidity and mortality. a high number of malnutrition cases have been recorded in the area of East Martapura (28,1%).Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between maternal knowledge and family income with the incidence of Underweight toddlers aged 12-36 months Study Area of Puskesmas East Martapura Timur, Banjar Regency. Methods: This research was analytical-observasional study with cross sectional design. Sample of this research was childe aged 12-36 month that living in the area of puskesmas East Martapura. The number of sample was 89 children. The variables in this study are the level of knowledge of mothers and family income of children aged 12-36 month. Data were collected using Purposive random sampling technique. Data has been collected through primary data collecting with direct interviews and weighed using a body scale. Statistical analysis test used Rank Spearman test with 95% (α = 0,05) level of accuracy. Results: Based on the results of the study, it can be seen that that the results showed that 53.9% good knowledge level, 25.8% medium knowledge level, 20.2% low knowledge level, 40.4% high income and 59.6% low income level. Conclusion: Based on the research results, there is a relationship between mother's knowledge (ρ = 0,000) with the incidence of underweigh among toddlers aged 12-36 months and there is no relationship between family income and the incidence of underweight children aged 12-36 months. It is expected that mothers or parents must pay attention to the fulfillment of toddler nutrition. The most important thing is the fulfillment of nutrition with the principles of balanced and diverse nutrition.
FAKTOR KONVERSI MENTAH KE MASAK BERBAGAI JENIS BERAS LOKAL sajiman sajiman; nurhamidi nurhamidi
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.5

Abstract

Mengetahui tingkat penyerapan air dan Pengembangan volume nasi dari berbagai jenis beras sangat penting dalam rangka survey untuk mengetahui konsumsi pangan seseorang atau kelompok orang. Dari pengembangan volume dan penyerapan air dapat diketahui nilai konversi dari beras menjadi nasi. Kesalahan menggunakan nilai konversi dapat berakibat pada kesalahan penilaian konsumsi pangan dan gizi, yang pada akhirnya terjadi kesalahan dalam penentuan status gizi. Karena beras yang dikonsumsi oleh masyarakat Kalimantan Selatan bermacam-macam dan mempunyai kandungan amilosa yang berbeda, maka perlu diketahui pengembangan volume dan rasio penyerapan air berbagai jenis beras lokal untuk menentukan factor konversi beras mentah masak. Penelitian ini bersifat ekperimen , Populasi adalah beras lokal yang beredar dipasaran di kota Banjarmasin dan Banjarbaru dan sampel diambil dari populasi yang ada. Data dikumpulkan melalui pengujian penyerapan air dan pengembangan volume dilaboraturium. Analisis dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan dengan teori dan hasil penelitian terkait Terdapat 13 jenis beras lokal yang ditemukan umumnya jenis beras siam dan beras unus. Rerata penyerapan air beras lokal adalah 1.59, dimana penyerapan air terendah adalah pada beras jenis cihirang dan siam pandak, yaitu 1.54, sedangkan penyerapan air tertinggi pada beras unus mayang usang, yaitu 1.71, sedangkan Rerata pengembangan volume beras lokal adalan 2.97, dimana pengembangan terkecil adalah beras cihirang dan siam gambut hanyar, yaitu 2.5, sedangkan pengembangan tertinggi terjadi pada beras unus mutiara usang yaitu 3.5. factor koversi mentah kemasak beras lokal antara 0.37 – 0.39. Adanya perbedaan rasio penyerpan air dan pengembangan volume dari berbagai beras lokal yang mungkin disebabkan oleh perbedaan kandungan amilosanya, maka disarankan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan kandungan amilosa berbagai jenis beras lokal.
Asupan Natrium, Frekuensi Dan Durasi Aktivitas Fisik Berdampak Terhadap Tekanan Darah Lansia Di PantiSosial Kota Banjarbaru rijanti Abdurrachim; Indah Hariyawti; Nany Suryani
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 1 No. 1 (2018): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v1i1.22

Abstract

Lansia cenderung mengalami masalah kesehatan yang disebabkan oleh penurunan fungsi tubuh akibat proses penuaan. Salah satu gangguan kesehatan yang paling banyak dialami oleh lansia adalah pada sistem kardiovaskuler seperti hipertensi. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tekanan darah yaitu kelebihan berat badan, aktivitas fisik seperti berolahraga, serta mengonsumsi makanan tinggi natrium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asupan natrium, frekuensi dan durasi aktivitas fisik berdampak terhadap tekanan darah lansia di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Sejahtera dan Bina Laras Budi Luhur Kota Banjarbaru. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan rancangan cross sectional. Desain uji korelasi Pearson (α=0.05) pada 65 responden lansia dengan kriteria inklusi. Pengumpulan data dengan cara wawancara menggunakan kuesioner dan metode food recall 1x24 jam selama 2 hari. Hasil uji Pearson ada korelasi positif yang bermakna antara asupan natrium dengan tekanan darah sistolik (p = 0,000) dan diastolik (p = 0,038). Terdapat korelasi negatif yang bermakna antara frekuensi aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik (p = 0,001) dan diastolik (p = 0,013). Terdapat korelasi negatif yang bermakna (p = 0,031) antara durasi aktivitas fisik dengan tekanan darah sistolik dan korelasi negatif yang tidak bermakna antara durasi aktivitas fisik dengan tekanan darah diastolik (p = 0,870). Disarankan kepada petugas kesehatan agar lebih meningkatkan program promosi kesehatan kepada masyarakat dengan menyebarkan poster dan melakukan penyuluhan tentang gaya hidup sehat yang salah satunya mengajak masyarakat menghindari bahan makanan tinggi natrium dan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga secara rutin.

Page 3 of 12 | Total Record : 113