cover
Contact Name
Niken Widyastuti Hariati
Contact Email
niken.widyastuti.hariati@gmail.com
Phone
+6285299299060
Journal Mail Official
jurnalgizi.poltekkesbjm@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi, Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Pangan dan Gizi
ISSN : -     EISSN : 26219204     DOI : 10.31964
Core Subject : Health,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil - hasil penelitian pangan dan gizi, yang meliputi bidang teknologi pangan, gizi klinik, gizi masyarakat dan food service.
Articles 113 Documents
Hubungan Sikap dan Konsumsi Junk Food dengan Konsumsi Sayur dan Buah pada Mahasiswa Jurusan Gizi Kamalia Noor Aziza; Yasir Farhat
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i2.97

Abstract

Background : The Physiological fulfillment of adolescents requires the fulfillment of adequate nutrition, including fruits and vegetables. However, their current diet has changed. They tend to choose fast food such as junk food which contains added sugar and fat in excessive amounts rather than consuming vegetables, fruit and milk. According to result of basic health research (Riskesdas) in 2018, the proportion of fruit / vegetable consumption per day in a week for people aged 5 years and over, according to the Regency / City of South Kalimantan Province, Banjarbaru City has a level of non-consumption reaching 11,79%, 1-2 portions a week reaching 78,96%, 3-4 servings a week reaches 8,64%, and more than 5 servings a week reaches 0,61%. Objectives : The purpose of this study was to determine the relationship between attitudes and junk food on the level of vegetable and fruit consumption among students majoring in nutrition at the Politeknik Kesehatan Kemenkes Banjarmasin. Methods : This type of research is an analytical observational study with a cross sectional approach. The population of this study were 294 students majoring in nutrition at the Health Polytechnic of the Ministry of Health, Banjarmasin. Sampling used 83 people with simple random sampling technique. This research was conducted using an online questionnaire with WhatsApp and Google Form. Data analysis using the Spearman Rank correlation test α = 0,05. Results : The results showed that the results of the correlation test using the Rank Spearman correlation test found that there was no significant relationship between attitudes and consumption of vegetables and fruits and there is a significant relationship between consumption of junk food and consumption of vegetables and fruit. Conclusions : Students who have low levels of vegetable and fruit consumption are expected to be able to apply the nutritional knowledge that has been learned in their daily life. In addition, they can raise awareness about the importance of eating vegetables and fruit.
Hubungan Kepatuhan Mengkonsumsi Tablet Tambah Darah, Kebiasaan Konsumsi Teh dan Pola Konsumsi dengan Kejadian Anemia Ibu Hamil Sari Afrinia; Rusmini Yanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i2.101

Abstract

Latar Belakang: Berdasarkan laporan bulanan tahun 2020, presentase ibu hamil anemia di Puskesmas Pasar Sabtu sebesar 63.2%. Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah, kebiasaan konsumsi teh dan pola konsumsi dengan kejadian anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu Kabupaten Hulu Sungai Utara. Metode: Jenis penelitian adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu dengan populasi sebanyak 58 ibu hamil, dengan teknik purposive sampling didaptkan 37 sampel. Data primer diambil dengan cara wawancara langsung, survey online dan panggilan WhatsApp. Data sekunder diambil dengan melihat catatan/data Puskesmas Pasar Sabtu dan buku KIA Ibu hamil. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa ibu hamil 86,5% berada pada usia yang tidak berisiko mengalami anemia, 43,2% berada pada usia kehamilan trimester 3, sebanyak 62,2% patuh mengkonsumsi TTD, 73,0% jarang mengkonsumsi teh dan 59,5% mempunyai pola konsumsi baik serta 51,4% tidak mengalami anemia. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui ada hubungan antara kepatuhan mengkonsumsi tablet tambah darah dan kebiasaan konsumsi teh dengan kejadian anemia ibu hamil, tidak ada hubungan antara pola konsumsi dengan kejadian anemia ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu. Background: Based on the 2020 monthly report, percentage of pregnant women was 63.2%. Objective: This research was conducted to determine the correlation between adherence to consuming blood-added tablets, tea consumption habits and consumption patterns with the anemia incidence in pregnant women in the working area of Pasar Sabtu Public Health Centre, Hulu Sungai Utara Regency. Methods: This research is analytic observational with Cross sectional design that was conducted in the working area of Pasar Sabtu Public Health Center. The population is 57 of pregnant women with 37 samples were taken by purposive sampling. Primary datas are taking by interviewing, online survey, and WhatsApp calling. Secondary datas are taking by reviewing data in Puskesmas and KIA book. Data analysis with Rank Spearman Test. Result: The result is 86.5% pregnant women in ‘not at risk’ age have anemia, 43.2% in a third trimester, 62.2% are obedient to consume blood added tablets, 73.0% are not often consuming tea, 59.5% pregnant women have a good consume patterns and 51.4% are not anemia. Conclusion: There is correlation between adherence to consuming blood-added tablets and tea consumption habits with incidence of anemia in pregnant women in the working area of the Pasar Sabtu Public Health Center.
Hubungan Pengetahuan Gizi dan Pendapatan Keluarga dengan Kejadian Balita Underweight Umur 12-36 Bulan Siti Nabila; Aprianti Aprianti; Rusmini Yanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Gizi kurang pada balita meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Tercatat angka kasus Underweight di wilayah Martapura Timur tinggi (28,1%). Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan Ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian Underweight balita 12-26 bulan di wilayah kerja puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar tahun 2021. Metode: Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah seluruh balita umur 12-36 bulan di puskesmas Martapura Timur, Kabupaten Banjar dan sampel 89 balita. Yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Variabel dalam penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu dan pendapatan keluarga balita. Pengambilan data dengan wawancara dan penimbangan secara langsung menggunakan alat ukur timbangan injak. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 53,9% tingkat pengetahuan baik, 25,8% tingkat pengetahuan sedang, 20,2% tingkat pengetahuan kurang, 40,4% pendapatan tinggi dan 59,6% pendapatan rendah Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian diketahui Ditemukan ada hubungan antara pengetahuan Ibu (ρ = 0,000).dengan kejadian underweigh pada balita umur 12-36 bulan.dan tidak ada hubungan antara Pendapatan keluarga dengan kejadian balita underweight umur 12-36 bulan. Diharapkan ibu atau orang tua harus memperhatikan pemenuhan gizi balita. Memanfaatkan pengetahuan yang ada untuk dapat mengolah dan memilih makanan yang bergizi dan berkualitas baik Yang terpenting pemenuhan nutrisi dengan prinsip gizi seimbang dan beragam. Background: Malnutrition in toddler increases morbidity and mortality. a high number of malnutrition cases have been recorded in the area of East Martapura (28,1%).Objective: The purpose of this study was to determine the relationship between maternal knowledge and family income with the incidence of Underweight toddlers aged 12-36 months Study Area of Puskesmas East Martapura Timur, Banjar Regency. Methods: This research was analytical-observasional study with cross sectional design. Sample of this research was childe aged 12-36 month that living in the area of puskesmas East Martapura. The number of sample was 89 children. The variables in this study are the level of knowledge of mothers and family income of children aged 12-36 month. Data were collected using Purposive random sampling technique. Data has been collected through primary data collecting with direct interviews and weighed using a body scale. Statistical analysis test used Rank Spearman test with 95% (α = 0,05) level of accuracy. Results: Based on the results of the study, it can be seen that that the results showed that 53.9% good knowledge level, 25.8% medium knowledge level, 20.2% low knowledge level, 40.4% high income and 59.6% low income level. Conclusion: Based on the research results, there is a relationship between mother's knowledge (ρ = 0,000) with the incidence of underweigh among toddlers aged 12-36 months and there is no relationship between family income and the incidence of underweight children aged 12-36 months. It is expected that mothers or parents must pay attention to the fulfillment of toddler nutrition. The most important thing is the fulfillment of nutrition with the principles of balanced and diverse nutrition.
Gambaran Pengetahuan Ibu, Pola Asuh, dan Kebiasaan Minum TTD dan Hubungannya dengan Kejadian Stunting pada Balita Di Kelurahan Telaga Biru And Suci Kartika Putri; Raudatul Widyastuti Jannah; Niken Widyastuti Hariati; Normiyati Normiyati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.126

Abstract

Berdasarkan data laporan tahunan Puskesmas Banjarmasin Indah stunting balita pada tahun 2020 terdapat 13 kasus (0,98%) dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 62 kasus (5%) stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran antara pengetahuan Ibu, pola asuh dan kebiasaan konsumsi TTD dengan kejadian stunting pada balita di kelurahan Telaga Biru. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif. Responden dalam penelitian ini yaitu ibu yang mempunyai balita di Kelurahan Telaga Biru dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sebanyak 46 responden. Dari penelitian didapatkan prevalensi balita stunting 8 anak (17,4%) dan tidak stunting 38 anak (82,6%). Prevalensi balita stunting dengan pengetahuan ibu kurang sebanyak 8 orang (100%). Prevalensi balita stunting pola asuh ibu sebagian besar baik yaitu 6 orang (75%). Prevalensi balita stunting dengan kebiasaan ibu konsumsi TTD sebelum hamil sebagian besar tidak terbiasa yaitu 5 orang (62,5%). Prevalensi balita stunting dengan kebiasaan ibu konsumsi TTD saat hamil sebagian besar terbiasa yaitu 5 orang (62,5%). Sehingga dapat disimpulkan sebanyak 100% ibu yang memiliki balita stunting pengetahuannya masih kurang. Sebanyak 75% ibu yang mempunyai balita stunting memiliki pola asuh asuh yang baik. Sebanyak 62,5% ibu yang mempunyai balita stunting tidak terbiasa mengonsumsi TTD sebelum hamil dan sebanyak 62,5% ibu yang mempunyai balita stunting terbiasa mengonsumsi TTD saat hamil.
Hubungan Pendapatan Keluarga, Pola Asuh, Riwayat Penyakit Infkesi dan Status Imunisasi Dasar dengan Kejadian Wasting pada Balita Yulia Maulida; Rusmini Yanti; Aprianti Aprianti; Fathurrahman Fathurrahman
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.145

Abstract

ABSTRAK Prevalensi balita wasting tahun 2016 secara nasional yaitu sebesar 11,1% dimana 3,1% balita yang sangat kurus dan 8% balita yang kurus. Berdasarkan data SSGI (Studi Status Gizi Indonesia) Kalimantan Selatan memiliki prevalensi balita wasting pada tahun 2021 sebesar 10,3% dan berada pada urutan ke 5 tertinggi. Kemudian prevalensi wasting berdasarkan Kabupaten atau Kota, menurut data SSGI tahun 2021 Kota Banjarbaru memiliki prevalensi 6,8% berada pada urutan ke-1 tertinggi. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru tahun 2020 Puskesmas Liang Anggang tahun 2019 memiliki persentase balita wasting sebesar 12% menempati peringkat ke-2 dari 10 Puskesmas di Wilayah Kota Banjarbaru dan tahun 2020 naik menjadi 26,52% dan menempati posisi ke-1. Hal ini menunjukkan bahwa masih berada dibawah target Kota Banjarbaru tahun 2020 yaitu 8,1% dan tarhet RPJMN 2020-2024 7%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pendapatan keluarga, pola asuh, riwayat penyakit infeksi dan status imunisasi dasar dengan kejadian wasting pada balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Liang Anggang Kota Banjarbaru. Metode yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan Case Control. Populasi adalah seluruh balita usia 12-59 bulan sebanyak 1.129 balita dan sampelnya adalah sebagian dari populasi dengan jumlah sampel 92 orang. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan keluarga rendah (93,5%) dengan signifikan (p value) 0,003, pola asuh ibu kurang (78,3%) dengan signifikan (p value) 0,002, pernah menderita riwayat penyakit infeksi diare dan atau ISPA dalam dua bulan terakhir (61,9%) dengan signifikan (p value) 0,025, status imunisasi dasar tidak lengkap (55,4%) dengan signifikan (p value) 0,017 dan lebih banyak balita yang mengalami kejadian wasting (57,6%). Ditemukan hubungan bermakna antara pendapatan keluarga, pola asuh, riwayat penyakit infeksi dan status imunisasi dasar dengan kejadian wasting pada balita usia 12-59 bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Liang Anggang Kota Banjarbaru.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Gizi Ibu, Pendapatan Keluarga, dan Berat Badan Lahir Rendah Dengan Kejadian Stunting Pada Balita Ahmad Munadi; Rijanti Abdurrachim; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.153

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi jangka panjang yang disebabkan oleh kurangnya asupan makanan bergizi dalam tubuh anak sehingga pertumbuhan terhambat dan tidak sesuai usianya. Prevalensi stunting Kabupaten Hulu Sungai Utara tahun 2020 masih diatas 31% dan wilayah kerja Puskesmas Pasar Sabtu tahun 2021 yaitu 21,7% sedangkan target RPJMN tahun 2024 yaitu 14%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi ibu, pendapatan keluarga, dan berat badan lahir rendah dengan kerjadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Metode yang digunakan observasional analitik dengan rancangan Case Control. Populasi adalah seluruh balita usia 24-56 bulan sampelnya adalah sebagian dari populasi dengan jumlah sampel 35 kelompok kasus dan 35 kelompok kontrol. Sampel didapatkan dengan teknik purposive sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan gizi ibu stunting tergolong kurang kelompok kasus 85,7% dan kelompok kontrol 62,8%, pendapatan keluarga stunting yang rendah kelompok kasus 77,1% dan pendapatan tinggi pada kelompok kontrol 68,6%,) dan dan berat badan lahir balita stunting BBLR pada kelompok kasus 8,6% dan BBLR pada kelompok kontrol tidak ada 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan gizi ibu dan pendapatan keluarga dengan kejadian stunting dan tidak ada hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting. Bagi pihak puskesmas untuk meningkatkan intensitas penyuluhan tentang stunting disetiap kegiatan posyandu dengan bantuan media leaflet kepada ibu balita supaya mengetahui mengenai kejadian stunting dan dapat mencegah kejadian stunting dengan gizi seimbang.
Hubungan Praktik Pemberian Makan, Ketahanan Pangan dan Akses Informasi dengan Kejadian Stunting Feby Rahmawati; Magdalena; Rosihan Anawar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.106

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak yang mengalami kekurangan gizi, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai. Prevalensi stunting di Wilayah Puskesmas Rawat Inap Cempaka pada 2018 adalah 40%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan praktik pemberian makan, ketahanan pangan rumah tangga dan akses informasi dengan kejadian stunting pada baduta 6-23 bulan. Jenis penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Baduta stunting sebagian besar memiliki praktik pemberian makan yang cukup (67.2%). Baduta stunting didominasi ketahanan pangan rumah tangganya tergolong rawan pangan dengan derajat kelaparan sedang (31%). Akses informasi pada penelitian ini ditunjukkan paling banyak adalah kategori kurang (53.4%). Kesimpulan, ada hubungan praktik pemberian makan, ketahanan pangan rumah tangga, dan akses informasi dengan kejadian stunting.
Gambaran Pemberian ASI Eksklusif dan Riwayat KEK dan Kejadian Stunting pada Balita Raissa Kamelia; Fatimah Fatimah; Amalia Haqueena
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.141

Abstract

Stunting merupakan kondisi gagal pertumbuhan pada anak ditandai dengan panjang badan anak kurang dari 2 standar deviasi. Stunting dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pemenuhan nutrisi di awal kehidupan, salah satunya ASI eksklusif dan faktor kehamilan seperti riwayat hamil dengan KEK (Kurang Energi Kronis). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pemberian ASI eksklusif dan riwayat KEK pada ibu semasa hamil dengan kejadian stunting pada balita usia 0-24 bulan di wilayah kerja Kelurahan Antasan Besar. Jenis penelitian ini adalah observasional deskriptif. Populasi penelitian adalah semua balita di wilayah kerja Kelurahan Antasan Besar sebanyak 242 balita. Sampel diambil sebanyak 35 balita dengan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner dan pengukuran tinggi badan balita. Ditemukan 6 balita mengalami stunting (17,1%), 13 balita mendapatkan ASI eksklusif (37,1%) dan 22 balita lainnya (62,9%) tidak mendapatkan ASI eksklusif. Serta sebanyak 7 ibu balita mengalami KEK (20%) dan 28 ibu balita tidak mengalami KEK (80%). Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan upaya pencegahan stunting dengan mempelajari penatalaksanaan stunting yaitu menerapkan pemberian ASI eksklusif pada bayi dan peningkatan status gizi remaja serta rutin mengkonsumsi TTD (Tablet Tambah Darah) agar mengurangi risiko mengalami KEK ketika hamil.
Hubungan Tingkat Pengetahuan, Persepsi Tentang Susu Formula dan Dukungan Keluarga dengan Pemberian ASI Eksklusif Isma Wati; Rijanti Abdurrachim
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i2.143

Abstract

ASI merupakan Air Susu Ibu yang menjadi sumber gizi terbaik untuk tumbuh kembang bayi. Persentase pemberian ASI eksklusif menurut data Dinkes Kota Banjarbaru Tahun 2020 yaitu 44,72% dan wilayah kerja Puksesmas Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru  Tahun 2020 hanya 34,2% sedangkan target nasional yaitu 80%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan, persepsi tentang susu formula dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di wilayah kerja Puskesmas Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Jenis penelitian bservasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi adalah seluruh balita usia 6-12 bulan sebanyak 330 bayi dan sampelnya adalah bagian dari populasi dengan jumlah sampel 78 orang. Sampel didapatkan dengan teknik accidental sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil menunjukkan tingkat pengetahuan kurang (39,7%) dengan signifikan (p = 0,000), persepsi tentang susu formula negatif dan positif (50%) dengan signifikan (p = 0,042), dukungan keluarga rendah (35,9%) dengan signifikan (p =  0,000) dan lebih banyak bayi yang tidak ASI eksklusif (52,6%). Kesimpulan, adanya hubungan  antara tingkat pengetahuan, persepsi tentang susu formula, dan dukungan keluarga dengan pemberian ASI eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru. Bagi pihak puskesmas untuk memberikan sosialisasi secara berkala kepada ibu hamil dan anggota keluarga mengenai ASI eksklusif serta ASI lebih baik untuk bayi.
Hubungan Pengetahuan Gizi, Pendapatan Keluarga dan Pola Konsumsi dengan Status Gizi Remaja Elyawati Elyagizi19; Rijanti Abdurrachim; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.160

Abstract

Remaja sangat rawan dengan kebutuhan zat gizi karena tumbuh kembang yang pesat dan aktivitas beragam. Berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 prevalensi status gizi remaja usia 16-18 tahun kategori kurus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar 13,9%, angka ini menunjukkan prevalensi yang tinggi dibandingkan prevalensi secara nasional 9,5% dan provinsiKalimantan Selatan 8,9%. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan pengetahuan gizi, pendapatan keluarga dan pola konsumsi dengan status gizi remaja di tiga sekolah menengah atas di wilayah Negara Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Metode yang digunakan yaitu Observasional analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi seluruh siswa kelas X dan XI berjumlah 955 orang dengan sampel 100 orang diambil dengan teknik simple random sampling. Data penelitian diambil menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman α=0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan pengetahuan gizi cukup (58%), pendapatan keluarga rendah (54%), pola konsumsi kurang (52%) dan status gizi baik (77%). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan tidak ada hubungan bermakna antara pengetahuan gizi dengan status gizi remaja, ada hubungan bermakna antara pendapatan keluarga dan pola konsumsi dengan status gizi remaja. Remaja disarankan untuk memperhatikan status gizi dengan menggali informasi mengenai gizi dan meningkat asupan makan sesuai PUGS dan keanekaragaman makanannya yang bisa diperoleh dengan harga terjangkau.

Page 6 of 12 | Total Record : 113