cover
Contact Name
Niken Widyastuti Hariati
Contact Email
niken.widyastuti.hariati@gmail.com
Phone
+6285299299060
Journal Mail Official
jurnalgizi.poltekkesbjm@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi, Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Pangan dan Gizi
ISSN : -     EISSN : 26219204     DOI : 10.31964
Core Subject : Health,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil - hasil penelitian pangan dan gizi, yang meliputi bidang teknologi pangan, gizi klinik, gizi masyarakat dan food service.
Articles 113 Documents
ASUPAN KALSIUM DAN MAGNESIUM SERTA AKFITITAS FISIK BERHUBUNGAN DENGAN DISMENORE PADA REMAJA: Studi di SMK Negeri 1 Martapura Kalimantan Selatan Syarifah Sofia; Fathurrahman Fathur
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.54

Abstract

Latar Belakang: Dismenore merupakan nyeri haid yang dialami remaja saat menstruasi. Dismenore ini menggangu setidaknya 50% wanita masa reproduksi dan 60-75% pada usia remaja, yang menggangu aktifitas fisik atau olahraga remaja. Apabila asupan makanan baik dan teratur dengan asupan gizi yang memadai, remaja dapat mencegah terjadinya dismenore. Aktifitas fisik atau olahraga yang ringan sangat dianjurkan untuk mengurangi dismenore. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan kalsium, magnesium dan aktifitas fisik denga dismenore pada siswi di SMK Negeri 1 Martapura. Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik. Populasi penelitian adalah semua siswi kelas X dan XI SMK Negeri 1 Martapura sebanyak 633 orang. Sampel diambil sebanyak 87 orang dengan teknik random sampling secaraproposional. Pengumpulan data dikumpulkan melalui wawancara dengan kuesioner, formulir Semiquantitative Food Frequency (SFFQ), serta kuesioner durasi dan frekuensi olahraga. Hasil : Asupan kalsium dan magnesium responden terbanyak adalah masuk kategori kurang yaitu 83,9% dan 82,8% serta untuk aktifitas fisik terbanyak adalah masuk kategori tidak baik yaitu (90,8%). Dari hasil penelitian diperoleh adanya hubungan antara asupan kalsium dengan dismenore pada siswi SMK Negeri 1 Martapura; adanya hubungan antara asupan magnesium dengan dismenore; adanya hubungan aktifitas fisik dengan dismenore. Saran : Pada pihak sekolah SMK Negeri 1 Martapura agar melakukan program penyuluhan mengenai dismenore dan faktor-faktor yang mempengaruhi terjadinya dismenore.
RELATIONSHIP RELATIONSHIP OF FOOD CONSUMPTION PATTERNS AND INSTANT BEVERAGES, VEGETABLE CONSUMPTION AND FRUIT, PHYSICAL ACTIVITIES, STRESS LEVELS WITH NUTRITIONAL STATUS OF HYPERTENSION PATIENTS (Study in Banjarbaru Sungai Besar Health Center Work Area) Helda Yanti; Zulfiana Dewi
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.55

Abstract

Hipertensi merupakan PTM atau salah satu penyakit sistem kardiovaskuler yang paling banyak ditemui dibandingkan dengan penyakit sistem kardiovaskuler lain. Tujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi makanan dan minuman instan, sayur buah, aktivitas fisik, tingkat stres dengan status gizi pada penderita hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru Tahun 2019. Metode ini bersifat observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian adalah semua pasien hipertensi yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Besar Banjarbaru sebanyak 160 dan sampel sebanyak 62 orang diambil dengan teknik purposive sampling. Data primer dikumpulkan dengan cara wawancara dan pengukuran sedangkan data sekunder dengan cara pencatatan langsung arsip Puskesmas. Analisis data dengan uji Korelasi Rank Sperman dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05) Hasil penelitian menjukkan 50% pada usia ≥ 36 tahun, 69,4% lebih banyak pada perempuan, 61,3% sering mengkonsumsi makanan dan minuman instan, 56,5% jarang mengkonsumsi sayur dan buah, 51,6% aktivitas ringan, 43,5% tingkat stres sedang, 38,7% status gizi gemuk. Ada hubungan yang bermakna antara pola konsumsi makanan dan minuman instan dengan status gizi, ada hubungan antara pola konsumsi sayur dan buah dengan status gizi, ada hubungan aktivitas fisik dengan staus gizi, dan tidak ada hubungan antara tingkat stres dengan status gizi. Saran kepada responden agar mengurangi konsumsi makanan dan minuman instan diganti dengan makanan yang bergizi seimbang dan perbanyak buah dan sayur serta berolahraga secara rutin. Bagi Puskesmas diharapkan agar meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya bagi penderita hipertensi
HUBUNGAN BODY IMAGE, TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP TERHADAP PRAKTIK PERSONAL HYGIENE TENAGA PENJAMAH MAKANAN Widya Lestari; Aprianti Aprianti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 2 No. 1 (2019): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v2i1.56

Abstract

Latar Belakang Personal hygiene tenaga penjamah makanan merupakan hal penting mengingat makanan yang disajikan kepada konsumen harus terjaga dan terjamin kualitasnya demi keamanan pangan. Hasil studi pendahuluan menunjukkan bahwa praktik personal hygiene tenaga penjamah makanan di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Jalan Ahmad Yani KM 34.5 Banjarbaru sebanyak 60% buruk. Tujuan untuk mengetahui hubungan body image, tingkat pengetahuan dan sikap terhadap praktik personal hygiene tenaga penjamah makanan (di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Banjarbaru). Metode jenis penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 tenaga penjamah makanan di Rumah Makan Ayam Bakar Wong Solo Jalan Ahmad Yani KM 34.5 Banjarbaru dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner. Variabel pada penelitian ini adalah praktik personal hygiene, body image, tingkat pengetahuan, dan sikap. Penghubungan data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan responden memiliki personal hygiene baik 83.3% dan yang sedang 16.7%. Sebanyak 86.7% memiliki body image positif dan 13.3% memiliki body image negatif. Responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 86.7% dan pengetahuan sedang 13.3%. Sebanyak 76.7% memiliki sikap positif dan 23.3% memiliki sikap negatif. Kesimpulan terdapat hubungan antara body image, pengetahuan, dan sikap dengan praktik personal hygiene tenaga penjamah makanan. Rumah Makan perlu melakukan pengawasan agar tenaga penjamah makanan memperhatikan higiene seperti menggunakan masker menutupi hidung dan mulut, sarung tangan, tidak menggunakan perhiasan dan berbicara pada saat bekerja serta perlunya penambahan pengetahuan higiene dengan cara pelatihan terhadap tenaga penjamah makanan.
Faktor Penyebab Remaja Putri Menderita Anemia Diani Islamiati; Nurhamidi Nurhamidi; Zulfiana Dewi
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i1.87

Abstract

Latar Belakang : Anemia remaja putri saat ini masih tinggi, menurut Word Health Organization (WHO) (2015) prevalensi anemia berkisar 40-88%. Penyebab remaja putri memiliki risiko anemia karena haid setiap bulannya, serta cenderung menjaga penampilan untuk tetap kurus sehingga berdiet dan mengurangi asupannya. Tujuan: Mengetahui perbedaan pengetahuan, konsumsi tablet tambah darah dan pola konsumsi (enhancer dan inhibitor) zat besi pada kelompok remaja putri anemia dan non-anemia di SMK Garuda Mahadhika Banjarbaru. Metode: Penelitian observasional analitik dengan rancangan case-control. Sampel penelitian adalah sebagian siswi di SMK Garuda Mahadhika Banjarbaru sebanyak 36 sampel, dengan perbandingan 1:1 dengan teknik simple random sampling. Analisis data dilakukan dengan uji Mann Withney. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa ada perbedaan pengetahuan (p= 0,000), ada perbedaan konsumsi tablet tambah darah (p= 0,000), ada perbedaan konsumsi enhancer dan inhibitor (p= 0,000) pada kelompok remaja putri anemia dan non-anemia. Kesimpulan : Remaja putri diharapkan untuk lebih aktif mencari informasi tentang anemia, meningkatkan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah dan meningkatkan konsumsi enhancer serta mengurangi inhibitor demi mencegah anemia.
Hubungan Asupan Makanan, Status Gizi, Lama Menjalani Kemoterapi dan Dukungan Keluarga Dengan Kualitas Hidup Pasien Kanker Payudara Arisa Rizqiyah; Rijanti Abdurrachim; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i1.88

Abstract

Latar Belakang: Kanker payudara merupakan tumor ganas yang menyerang jaringan sel-sel payudara. Kanker payudara tentu memberikan dampak yang besar bagi penderitanya baik secara fisik, psikologis, sosial, spiritual maupun aspek kehidupan lainnya. Hal tersebut tentu mempengaruhi kualitas hidup pasien kanker payudara. Tujuan: Menganalisis hubungan antara asupan makanan, status gizi, lama menjalani kemoterapi dan dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian observasional analitik menggunakan rancangan penelitian cross sectional. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 48 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara dan pengukuran antropometri. Data sekunder diperoleh melalui arsip dan dokumen di rekam medis RSUD Ulin Banjarmasin. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil: Asupan energi defisit (70,9%), asupan protein defisit (54,1%), asupan lemak defisit (68,8%), asupan karbohidrat defisit (66,7%), status gizi normal (47,9%), kemoterapi ≥ 3 bulan (72,9%), dukungan keluarga baik (91,7%) dan kualitas hidup sedang (75%). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara asupan makanan, status gizi dan lama menjalani kemoterapi dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin dan tidak terdapat hubungan antara dukungan keluarga dengan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD Ulin Banjarmasin.
Formulasi Stik dari Kelakai (Stenochlaena palustris) dan Ikan Gabus (Channa striata) sebagai Produk Alternatif Tinggi Zat Besi Norma Safira Khusnaini; Ermina Syainah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i2.89

Abstract

Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu kondisi dimana kurangnya kadar hemoglobin dalam darah. Salah satu faktor penyebab terjadinya anemia adalah asupan zat besi yang kurang. Terkait dengan masalah anemia pada remaja putri, maka dibuat produk stik dari kelakai dan ikan gabus untuk dijadikan produk pangan alternatif tinggi zat besi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah ada pengaruh formulasi stik dari kelakai dan ikan gabus sebagai produk alternatif tinggi zat besi. Metode: Jenis penelitian adalah eksperimen dengan menggunakan desain penelitian true experimental dengan pemberian perlakuan pada kelakai dan ikan gabus sebanyak 3 perlakuan yaitu P1 = 60% : 40%, P2 = 50% : 50%, P3 = 40% : 60%, dan P0 = 0% : 50% sebagai kontrol. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa formulasi kelakai dan ikan gabus memiliki pengaruh yang nyata terhadap mutu kimia yang meliputi kadar air (P=0,001), abu (P=0,003), karbohidrat (P=0,001), lemak (P=0,000), prorein (P=0,000), Fe (P=0,060) dan organoleptik pada stik meliputi rasa (P=0,000), aroma (P=0,402), tekstur (P=0,030), dan rasa (P=0,027). Kesimpulan: Stik dengan mutu organoleptik terbaik ada pada perlakuan P3 dan stik dengan mutu kimia terbaik ada pada perlakuan P2 dengan rata-rata kadar sebesar Fe 70,19 mg/kg.
Hubungan Status Gizi, Tingkat Konsumsi Fe dan Tingkat Stres dengan Siklus Menstruasi Remaja Dina Salsabila; Yasir Farhat; Nurhamidi Nurhamidi
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i1.90

Abstract

Background: Women who have reached the age of puberty will experience menstruation that appears every month. One of the disorders of menstruation is menstrual cycle disorders. According to Riskesdas in 2010, it showed that irregular menstrual cycles in women aged 10-59 years in Indonesia reached 13.7%. Objectives: To determine the relationship of nutritional status, Fe consumption rate and stress level with menstrual cycle of adolecents at SMA Negeri 2 Banjarbaru. Methods: Nutritional status data were obtained through direct measurements, while data on Fe consumption rate, stress levels and menstrual cycles were obtained through questionnaires on Google Form. This type of research is analytic observational with a cross sectional approach. Data analysis using Chi Square correlation test α= 0.05. Results: Most of the experience normal menstrual cycle (65,4%), with good nutritional status (79,5%), rarely consume foods high in Fe (67,9%) and with stress level moderate (33%). Results of the relationship test showed that there was a relationship between nutritional status, Fe consumption rate and stress level with menstrual cycle of adolescents in SMA Negeri 2 Banjarbaru. Conclusions: Most of the experience normal menstrual cycle, with good nutritional status, rarely consume foods high in Fe, with stress level moderate. There was a relationship between nutritional status, Fe consumption level and stress level with menstrual cycle of adolescents in SMA Negeri 2 Banjarbaru.
Hubungan Aktifitas Fisik, Asupan Lemak dan Karbohidrat terhadap Status Gizi Mahasiswa Gizi Poltekkes Banjarmasin Jihan Kartika Rani; Ermina Syainah; Siti Mas'odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 2 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v3i2.91

Abstract

Latar Belakang: Status gizi yaitu kondisi tubuh seseorang yang dapat dilihat dari makanan yang dikonsumsi serta faktor penentu lainnya seperti aktifitas fisik, mahasiswa gizi banyak mengalami perubahan perilaku dari masa remaja ke masa dewasa awal, salah satunya sikap terhadap makanan yang masih kurang seperti jumlah kalori sehari-hari kurang mecukupi kebutuhan gizi. Tujuan: Mengetahui hubungan aktifitas fisik, asupan lemak dan asupan karbohidrat terhadap status gizi mahasiswa gizi Poltekkes Banjarmasin. Metode: Jenis penelitian ini yaitu Observasional Analitik. Desain penelitian ini yaitu dengan besar sampel 119 mahasiswa yang diperoleh dengan teknik Purposiv Sampling. Data aktifitas fisik diambil dengan kuisioner GPAQ, kuisioner untuk data karakteristik, Recall 2x24h untuk asupan lemak dan karbohidrat, dan status gizi dipeoleh dai perhitungan IMT. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara aktivitas fisik dengan status gizi (r=-0,214), tidak ada hubungan antara asupan lemak dengan status gizi (r=0,042), tidak ada hubungan antara asupan karbohidrat dengan status gizi (r=0,056). Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara aktifitas fisik, asupan lemak dan asupan karbohidrat dengan status gizi mahasiswa gizi Poltekkes Banjarmasin. Perlunya ketelitian pengukuran dan perhitungan asupan serta menggunakan faktor-faktor lain dalam mempengaruhi status gizi mahasiswa.
Hubungan Kepatuhan Diet, Asupan Vitamin C, Aktivitas Fisik dan Edukasi dengan Kadar Gula Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 pada Masa Pandemi Asdiniyati Manalu; Rijanti Abdurrachim; Magdalena
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 1 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i1.93

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 adalah penyakit gangguan metabolik yang ditandai oleh kenaikan gula darah. Penyakit ini berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia dan berdampak pada peningkatan biaya kesehatan. DM juga merupakan salah satu penyakit penyerta COVID-19. Penelitian ini menganalisis hubungan antara kepatuhan diet, asupan vitamin C, aktivitas fisik dan edukasi dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus tipe 2 pada masa pandemi COVID-19 di RSD Idaman Kota Banjarbaru. Jenis penelitian berupa observasional analitik dengan rancang penelitian cross sectional. Sampel diambil dengan teknik non probability sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara. Data sekunder diperoleh melalui arsip dan dokumen di rekam medis RSD Idaman Banjarbaru. Analisa data menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil karakteristik responden berusia 46-55 tahun 40%; jenis kelamin perempuan 80%, pendidikan SMA/Sederajat 35%, pekerjaan ibu rumah tangga 52,5%; tidak menerapkan diet 60%; asupan vitamin C kurang 47,5%, aktivitas fisik ringan 37,5%, telah mendapatkan edukasi 55% dan kadar gula darah tidak terkontrol 67,5%. Sehingga didapatkan bahwa ada hubungan bermakna antara kepatuhan diet, asupan vitamin C, aktivitas fisik, dan edukasi dengan kadar gula darah pasien DM tipe 2 di RSD Idaman Banjarbaru.
Faktor Yang Berhubungan dengan Keaktifan Kunjungan Ibu Balita ke Posyandu Rival Fitriyana Saputro; Fathurrahman Fathur; Siti Mas’odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 3 No. 1 (2021): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang Penimbangan terhadap bayi dan balita yang dilakukan di posyandu merupakan upaya untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita yang di integrasikan dengan pelayanan kesehatan dasar lain. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan keaktifan kunjungan ibu balita ke posyandu di wilayah kerja Puskesmas Satui Kabupaten Tanah Bumbu. Metode: Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 96 orang. Analisis data menggunakan uji Chi Square. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji hubungan menggunakan uji Chi Square didapatkan ada hubungan antara pendidikan ibu (ρ=0,007), sikap ibu (ρ=0,039), dan dukungan keluarga (ρ= 0,037) dengan keaktifan kunjungan ibu balita ke posyandu. Selain itu, tidak ada hubungan antara pengetahuan ibu (ρ=0,303) dan jarak posyandu (ρ=0,1000) dengan keaktifan kunjungan ibu balita ke posyandu. Kesimpulan: Diharapkan kepada ibu agar lebih sering memantau tumbuh kembang anak ke posyandu walaupun telah melakukan imunisasi dan memasuki taman kanak-kanak ibu harus tetap memantau tumbuh kembang anak sampai usia 5 tahun.

Page 5 of 12 | Total Record : 113