cover
Contact Name
Niken Widyastuti Hariati
Contact Email
niken.widyastuti.hariati@gmail.com
Phone
+6285299299060
Journal Mail Official
jurnalgizi.poltekkesbjm@gmail.com
Editorial Address
Jurusan Gizi, Jl. H. Mistar Cokrokusumo No.1A, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 70714
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Riset Pangan dan Gizi
ISSN : -     EISSN : 26219204     DOI : 10.31964
Core Subject : Health,
Jurnal ini dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil - hasil penelitian pangan dan gizi, yang meliputi bidang teknologi pangan, gizi klinik, gizi masyarakat dan food service.
Articles 113 Documents
Pengaruh Penggunaan Media Video Terhadap Pengetahuan Dan Sikap Pemilihan Makanan Jajanan Pada Anak Sekolah Rahmadhayanti Rahmadhayanti; Fathurrahman; Siti Mas'odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.161

Abstract

Masalah gizi sering terjadi pada anak sekolah, prevalensi kurus di Kabupaten Hulu Sungai Selatan tergolong tinggi yaitu 14.64%. Pemilihan jajan perlu lebih diperhatikan karena anak cenderung memilih kemasan yang unik dan menarik tanpa mengetahui dampaknya. Penyuluhan dengan media video terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan. Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video terhadap pengetahuan dan sikap pemilihan makanan jajanan pada anak usia sekolah di SDN Bamban Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Jenis penelitian true experiment menggunakan rancangan pre-test dan post-test with control group. Populasi yaitu siswa kelas 4, 5 dan 6 dengan sampel 72 orang yang diambil dengan metode Random Sampling. Data pengetahuan dan sikap diperoleh dengan wawancara menggunakan alat bantu kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Pada kelompok eksperimen 38.9% berusia 12 tahun sedangkan kelompok kontrol 36.1% berusia 11 tahun, kedua kelompok 55.6% perempuan, Sebelum perlakuan skor pengetahuan siswa termasuk baik yaitu kelompok eksperimen 41.7% kemudian sesudah perlakuan meningkat menjadi 83.3%, kelompok kontrol dari 47.2% menjadi 72.2%. Skor sikap sebelum perlakuan termasuk baik yaitu kelompok eksperimen 61.1% meningkat menjadi 86.1%, kelompok kontrol dari 66.7% menjadi 69.4%. Hasil analisis diketahui p value 0.000 bahwa ada pengaruh penyuluhan dengan metode ceramah dan diberi penayangan video terhadap pengetahuan dan sikap siswa. Serta p value 0.000 dan 0.004 atau ada pengaruh penayangan video terhadap pengetahuan dan sikap siswa. Kesimpulan, ada pengaruh penayangan video terhadap pengetahuan dan sikap siswa
Hubungan Aktifitas Fisik, Konsumsi Buah dan Sayur, dan Kualitas Tidur dengan Kejadian Hipertensi Dyah Samsiati; Nurhamidi; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.163

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit yang cukup dominan yang terjadi di seluruh dunia dan mengakibatkan kesakitan yang sangat tinggi. Hipertensi adalah suatu keadaan saat seseorang mengalami peningkatan tekanan darah diatas batas normal yaitu ≥140/90 mmHg. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik, konsumsi buah dan sayur, dan kualitas tidur dengan kejadian hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Martapura 1 Kabupaten Banjar tahun 2023. Jenis penelitian observasional analitik dengan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang hipertensi dan tidak hipertensi yang teregister di posbindu Puskesmas Martapura 1. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 86 subjek. Data primer primer berupa karakteristik responden, konsumsi buah dan sayur, dan kualitas tidur diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian dengan uji korelasi rank spearman menunjukkan bahwa ada hubungan antara aktivitas fisik dengan kejadian hipertensi (ρ=0,007), ada hubungan antara konsumsi buah dan sayur dengan kejadian hipertensi (ρ=0,001), ada hubungan antara kualitas tidur dengan kejadian hipertensi (ρ=0,000)
Hubungan Pola Asuh Orang Tua terhadap Pemberian Makan dan Berat Badan Lahir dengan Kejadian Stunting pada Balita Atikah Adiratna; Jordi Ego Pratama; Rusmini Yanti
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i2.165

Abstract

Stunting adalah kondisi panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis terutama dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Stunting adalah kondisi dimana balita memiliki panjang atau tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan umur. Stunting pada anak menjadi permasalahan karena berhubungan dengan meningkatnya risiko kesakitan dan kematian, gangguan pada perkembangan otak, gangguan terhadap perkembangan motorik dan terhambatnya pertumbuhan mental anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua terhadap pemberian makan dan berat badan lahir dengan kejadian stunting di Sungai Lulut RT 13. Jenis penelitian ini adalah penelitian observasional analitik. Kriteria stunting ditentukan berdasarkan TB/U. Data pola asuh orang tua terhadap pemberian makan diperoleh dengan melakukan wawancara kepada ibu balita. Data berat badan lahir diperoleh dari buku KIA. Analisis dilakukan dengan rank spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian didapatkan balita stunting 56% dan tidak stunting 44%, pola asuh orang tua terhadap pemberian makan anak rendah 84% dan tinggi 16%, dan berat badan lahir rendah 12% dan normal 88%. Balita stunting dengan pola asuh orang tua terhadap pemberian makan anak rendah 56%, dan terdapat hubungan pola asuh orang tua terhadap pemberian makan dengan kejadian stunting (p=0,021<0,05). Balita stuting dengan berat badan lahir rendah 8%, dan tidak terdapat hubungan berat badan lahir dengan kejadian stunting (p=0,972>0,05). Ada hubungan antara pola asuh orang tua terhadap pemberian makan dengan kejadian stunting. Tidak terdapat hubungan antara berat badan lahir dengan kejadian stunting.
Hubungan Pengetahuan dengan Penerapan Gizi Seimbang Terhadap Kejadian Obesitas pada Pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru Silvia Delvi; Rijanti Abdurrachim; Niken Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.166

Abstract

Riset Kesehatan Dasar Kalimantan Selatan (2018) menunjukkan Kabupaten Banjarbaru menduduki posisi ke- 4 dalam kasus obesitas. Obesitas terjadi pada wiraswasta di Banjarbaru sebanyak 21,92%. Pengamatan awal pada Agustus 2023, pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru ditemukan 5 orang dalam kondisi obesitas. Melalui wawancara langsung, 100% pedagang kurang mengetahui prinsip pilar gizi seimbang. Tujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan penerapan gizi seimbang antara penerapan gizi seimbang sebagai perantara kejadian obesitas pada pedagang di Pasar Bauntung Banjarbaru. Metode penelitian cross sectional. Analisis digunakan Rank Spearman. 100 responden didata dengan wawancara. Pengukuran berat dan tinggi badan dilakukan secara aktual. Penelitian bertempat di Pasar Bauntung Banjarbaru sejak Agustus 2023. Hasil data 38% responden memiliki pengetahuan kurang, 40% memiliki penerapan gizi seimbang kurang dan 25% dengan kejadian obesitas. Analisis data menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan dengan penerapan gizi seimbang dan ada hubungan antara penerapan gizi seimbang dengan kejadian obesitas. Kesimpulan semakin tinggi pengetahuan maka penerapan gizi seimbang akan semakin tinggi sehingga kejadian obesitas akan semakin berkurang. Perlunya peran petugas kesehatan (petugas puskesmas) dalam promosi kesehatan mengenai konsep pilar gizi seimbang akan membantu pelaksanaan penerapan gizi seimbang pedagang Pasar Bauntung Banjarbaru.
Pengaruh Edukasi Hipertensi Menggunakan Media Video terhadap Pengetahuan, Sikap dan Perilaku Penderita Hipertensi Zalfa Alya Anshari Zalfa Alya Anshari; Zulfiana Dewi; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 4 No. 2 (2022): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v4i2.168

Abstract

Hipertensi merupakan kondisi dengan meningkatnya konstraksi pembuluh darah, prevalensi hipertensi di Puskesmas Terminal Kota Banjarmasin merupakan urutan ke 1 tertinggi di Kota Banjarmasin dengan kasus 4.217 sehingga dilakukan upaya untuk menurunkan prevalensi hipertensi salah satunya dengan kegiatan penyuluhan. Tujuan penelitian mempelajari pengaruh edukasi hipertensi menggunakan media video terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku penderita hipertensi studi di wilayah kerja Puskesmas Terminal, Kota Banjarmasin. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen semu dengan rancangan pretest–postest. Terdapat 32 sampel terbagi kelompok eksperimen dan kontrol. Eksperimen yaitu penderita hipertensi yang mendapatkan penyuluhan media video, kontrol yang diberi leaflet. Sampel penelitian diambil dengan teknik Purposive Sampling. Data yang dikumpulkan karakteristik penderita Hipertensi, pengetahuan dan sikap dengan cara mengisi kuesioner. Perilaku dikumpulkan melalui wawancara recall 1 x 24 jam. Analisis data menggunakan uji wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh penyuluhan terhadap pengetahuan pada kelompok eksperimen dan kontrol, ada pengaruh penyuluhan terhadap sikap pada kelompok eksperimen dan kontrol. Tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku recall energi pada kelompok eksperimen sedangkan pada kontrol ada. Tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku recall protein pada kelompok eksperimen sedangkan pada kontrol ada. Tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku recall lemak pada kelompok eksperimen dan kontrol. Tidak ada pengaruh penyuluhan terhadap perilaku recall natrium pada kelompok  eksperimen sedangkan pada kontrol ada. Sebaiknya kegiatan penyuluhan dilakukan dengan menggunakan media yang berbeda-beda agar mengetahui media mana yang efektif. Peneliti menyimpulkan bahwa perilaku penderita hipertensi sulit untuk dirubah.
Pengetahuan, Pola Asuh dan Kebiasaan Makan Orang Tua terhadap Kesulitan Makan Usia 4-6 Tahun Samiah; Mahpolah; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.170

Abstract

Kesulitan makan yang biasa terjadi pada anak masih menjadi perhatian banyak orang tua. Faktor yang berpengaruh terhadap gizi seseorang adalah pola makan. Pola makan erat kaitannya dengan macam, jumlah dan komposisi makanan yang dikonsumsi setiap hari. Pemenuhan makanan yang baik bagi anak akan mempengaruhi status gizi pada anak. Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2019 menyatakan bahwa prevalensi kasus anak usia prasekolah underweight di dunia sebesar 15,7% dan anak usia prasekolah overweight sebanyak 6,6%. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengetahuan, pola asuh dan kebiasaan makan orang tua terhadap kesulitan makan usia 4-6 tahun di PAUD Aba Rahmaniah Kecamatan Banjarbaru Utara. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu yang memiliki anak di PAUD Aba Rahmaniah Kecamatan Banjarbaru Utara dengan sampel 70 ibu yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan ibu cukup (41,4%), pola asuh kurang (64,3%), kebiasaan makan orang tua kurang (58,6%). Analisis hasil uji korelasi Rank Spearman didapatkan ada hubungan pengetahuan (p<0,05), pola asuh (p<0,05) dan kebiasaan makan orang tua (p<0,05) terhadap kesulitan makan usia 4-6 tahun di PAUD Aba Rahmaniah Kecamatan Banjarbaru Utara. Disarankan kepada Puskesmas perlu peningkatan pendidikan gizi bagi para orang tua untuk perbaikan pola asuh anak.
Hubungan Pola Konsumsi dan Aktivitas Fisik Terhadap Pengendalian Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 St Maria Ulpah Ulpah; Sajiman; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.173

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan suatu penyakit yang prevalensinya semakin meningkat dari tahun ketahun dan merupakan penyakit kronis yang membutuhkan terapi medis secara berkelanjutan. Data menunjukkan puskesmas Martapura 1 menduduki urutan pertama yang memiliki prevalensi DM tertinggi di Kabupaten Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi dan aktivitas fisik terhadap pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe2. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross- sectional. Populasi dalam penelitian adalah penderita DM yang melakukan pemeriksaan kadar gula darah di Puskesmas Martapura 1 dengan sampel 61 orang yang diambil dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data pola konsumsi dengan metode Recall 1x24 jam dan FFQ, aktivitas fisik dengan metode GPAQ yang dilakukan melalui wawancara menggunakan kuesioner serta data kadar gula darah diperoleh dengan glukometer. Analisis data menggunakan uji korelasi Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan 59% kadar gula darah tidak terkontrol, 68.9% pola konsumsi yang tidak baik dan 41% aktivitas fisik yang ringan. Penelitian menunjukkan ada hubungan pola konsumsi (r<0.000) dan aktivitas fisik (r<0.019) dengan pengendalian kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2.
Pola Konsumsi Balita Dan Pola Asuh Ibu Berbuhungan Dengan Kejadian Underweight Pada Balita Usia 24 – 59 Bulan Aulia Azkia; Yasir Farhat; Rosihan Anwar
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.175

Abstract

Underweight pada balita diakibatkan karena praktik pengasuhan yang dilakukan didalam keluarga. Penyebab underweight terdiri dari penyebab langsung dan tidak langsung. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara pola konsumsi balita dan pola asuh ibu dengan kejadian underweight pada balita usia 24 – 59 bulan (Studi di wilayah kerja Puskesmas Padang Luas Kabupaten Tanah Laut). Jenis penelitian adalah observasional analitik menggunakan rancangan cross sectional, dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Padang Luas. Sampel penelitian balita usia 24 – 59  bulan diambil secara Sistematik Purposive Sampling. Variabel yang di teliti pola konsumsi balita dan pola asuh ibu. Analisis data menggunakan uji Spearman. Responden dengan kelompok usia sebagian besar usia 36 – 59 bulan (65,43%), jenis kelamin sebagian besar perempuan (56,79%), kelompok usia ibu sebagian besar 20 – 35 tahun (76,54%), tingkat pendidikan ibu sebagian besar tingkat dasar (64,19%), pekerjaan ibu sebagian besar tidak bekerja (67,90%), pekerjaan ayah sebagian besar petani (45,67%), status gizi balita sebagian besar non underweight (71,60%), pola konsumsi sebagian besar baik (62,96%), pola asuh sebagian besar baik (53,08%). Ada hubungan antara pola konsumsi balita dan pola asuh ibu dengan kejadian underweight pada balita usia 24 – 59 bulan.
Hubungan Pengetahuan Ibu dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Kejadian Stunting pada Balita Norsifa Oktavia; Sajiman; Siti Mas’odah
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 2 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i2.177

Abstract

Berdasarkan data SSGI tahun 2021, prevalensi stunting di Provinsi Kalsel (30%) melebihi prevalensi di indonesia (24,4%). Prevalensi stunting di Tanah Laut pada tahun 2021 sebesar 31%, dengan prevalensi tertinggi pada wilayah kerja Puskesmas Padang Luas pada tahun 2022 (21,67%), dimana kejadian stunting tertinggi di desa Raden (46%). Penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Ibu dan Pemberian ASI Eksklusif terhadap kejadian Balita Stunting di Desa Raden Kecamatan Kurau Kabupaten Tanah Laut. Jenis penelitian observasional analitik dengan metode case control. Populasi adalah balita 0-59 bulan yang mengalami stunting, dengan jumlah kasus 10 balita dan 20 balita sebagai control dimana kelompok kasus  diambil secara Total Sampling. Pengambilan data pengetahuan dan pemberian ASI Eksklusif dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan balita pada kelompok kasus 90% berusia 24-59 bulan dan 60% perempuan, sedangkan kelompok kontrol 75% berusia 24-59 bulan dan jenis kelamin 1:1 laki-laki dan perempuan. Karakteristik ibu balita pada kelompok kasus 50% berusia 21 sampai 35 tahun, 70% tidak bekerja dan 70% pendidikan dasar, sedangkan kelompok kontrol 80% berusia 21 sampai 35 tahun, 35% tidak bekerja dan 65% pendidikan dasar. Kelompok kasus yang memiliki ibu dengan 50% pengetahuan kurang, sedangkan kelompok kontrol 15% pengetahuan kurang. Pada kelompok kasus hanya 30% diberikan ASI Eksklusif, sedangkan kelompok kontrol 60% mendapat ASI Eksklusif. Penelitian menunjukkan ada hubungan antara pengetahuan ibu dan pemberian ASI Ekslusif  dengan stunting pada balita.
Pengaruh Edukasi Gizi Dengan Media Animasi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang Stunting Berliana Dewi; Zulfiana Dewi; Niken Widyastuti Hariati
Jurnal Riset Pangan dan Gizi Vol. 5 No. 1 (2023): JURNAL RISET PANGAN DAN GIZI (JR-PANZI)
Publisher : Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jr-panzi.v5i1.178

Abstract

Stunting merupakan tinggi badan yang kurang menurut umur (<-2SD), ditandai dengan terlambatnya pertumbuhan anak yang mengakibatkan kegagalan untuk mencapai tinggi badan yang normal sesuai usia anak. Ibu berperan penting dalam menjaga kualitas gizi balitanya. Salah satu pencegahan Stunting yaitu melalui edukasi pada ibu dalam perubahan pengetahuan dan sikap serta peningkatan kesehatan dan gizi balita. Data menunjukkan Puskesmas Alabio menduduki urutan teratas yang memiliki prevalensi Stunting di Kabupaten Hulu Sungai Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi melalui media video animasi terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang balita stunting. Jenis penelitian adalah eksperimen dengan  rancangan one group pre test and post test design with control grup. Populasi dalam penelitian adalah ibu yang memiliki balita stunting di Puskesmas Alabio dengan sampel penelitian terdiri dari kelompok intervensi dan kontrol dengan total 32 sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh edukasi gizi dengan media animasi terhadap pengetahuan ibu tentang stunting p value  0,000 (a<0,05) dan ada pengaruh edukasi gizi dengan media animasi terhadap sikap ibu tentang stunting p value 0,023 (a<0,05). Hasil rerata juga menunjukan peningkatan pengetahuan dan sikap ibu menggunakan media animasi lebih tinggi dibandingkan dengan edukasi menggunakan metode ceramah saja. Hendaknya pihak puskesmas dapat menjadikan acuan kebijakan bahwa media promosi kesehatan video animasi cukup efektif digunakan untuk pendidikan atau sosialisasi kepada ibu tentang pemahaman stunting. Diharapkan kepada ibu yang telah mendapatkan edukasi mampu menerapkan informasi dari penyuluhan yang telah didapatkan pada kehidupan sehari-hari.

Page 7 of 12 | Total Record : 113