cover
Contact Name
Putu Dwi Larashati
Contact Email
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Phone
+62361-426450
Journal Mail Official
kesehatanterpadu@undhirabali.ac.id
Editorial Address
Jl.Raya Padangluwih, Tegaljaya, Dalung, Kuta Utara, Badung, Bali 80361
Location
Kab. badung,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Terpadu
ISSN : 25498479     EISSN : 2685919X     DOI : -
Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitian di bidang kesehatan diataranya : 1. Kesehatan Masyarakat 2. Ilmu Gizi 3. Perekam Informasi Kesehatan 4. Fisioterapi Jurnal ini terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Maret dan Oktober
Articles 132 Documents
PENGARUH PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM MENGOLAH HASIL LAUT MENJADI MP ASI TERHADAP EKONOMI Yessy Nur Endah Sary; Tutik Hidayati
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 2, No 2 (2018): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.857 KB)

Abstract

ABSTRAKPangan dan gizi merupakan faktor penting serta mendasar dalam menentukan kualitas sumber daya manusiadan tingkat kehidupan masyarakat. Berdasarkan studi pendahuluan pada bulan April 2017 didapatkan databahwa Probolinggo mendapat peringkat kedua untuk daerah gizi kurang di Jawa Timur. Di Tahun 2016terdapat 200 balita yang mengalami gizi kurang tepatnya di Pesisir Kalibuntu Kabupaten Probolinggo.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pemberdayaan masyarakat dalam mengolahhasil laut menjadi MP ASI terhadap gizi balita dan ekonomi. Penelitian ini dilakukan di Pesisir KalibuntuKabupaten Probolinggo. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental. Populasi adalah semua ibu yangmempunyai balita dengan gizi kurang di Pesisir Kalibuntu Kabupaten Probolinggo sebanyak 200 orang.Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Sampel adalah sebagian ibu rumah tangga yangtidak bekerja di Pesisir Kalibuntu Kabupaten Probolinggo sebanyak 160 orang. Analisis data univariatmenggunakan distribusi frekuensi.Analisis Bivariat menggunakan wilcoxon match paired test nilai p value0,000 < α 0,05. Analisis Multivariat menggunakan regresi linier berganda. Besarnya nilai Exp (B) padaanalisis regresi linier berganda status gizi memiliki nilai 0,279 yang berarti bahwa status gizi memilikipeluang 0,279 kali untuk berubah. Sedangkan variabel ekonomi pada regresi linier berganda memiliki nilaiExp (B) sebesar 65,933, dari hasil tersebut dapat dijelaskan bahwa ekonomi memiliki peluang meningkat65,933 kali. Diharapkan untuk tenaga kesehatan khususnya bidan untuk lebih meningkatkan kualitaspemberian pendidikan kesehatan kepada masyarakat tentang gizi kurang, gizi buruk dan dampaknya bagibalita untuk pertumbuhan dan perkembangannya.Kata Kunci : pemberdayaan masyarakat, Gizi Balita, EkonomiABSTRACTFood and nutrition are important and fundamental factors in determining the quality of human resourcesand the level of community life. Based on a preliminary study in April 2017, data was obtained thatProbolinggo was ranked second for under nutrition in East Java. In 2016 there were 200 toddlers whoexperienced inappropriate nutrition in the Kalibuntu Coast of Probolinggo Regency. The purpose of thisstudy was to analyze the effect of community empowerment in processing marine products into MP ASI ontoddler nutrition and the economy. This research was conducted in the Kalibuntu Coast of ProbolinggoRegency. This research is an experimental research. The population is all mothers who have children underfive with malnutrition in the Kalibuntu Coast of Probolinggo Regency as many as 200 people. The samplingtechnique uses simple random sampling. The sample was some housewives who did not work in theKalibuntu Coast of Probolinggo Regency as many as 160 people. Univariate data analysis using frequencydistribution. Bivariate analysis using Wilcoxon match paired test p value of 0,000 <α 0,05. Multivariateanalysis using multiple linear regression. The amount of Exp (B) value in multiple linear regression analysisnutritional status has a value of 0.279, which means that nutritional status has a 0.279 times chance tochange. While the economic variables in multiple linear regression have Exp (B) value of 65,933, from theseresults it can be explained that the economy has an opportunity to increase 65,933 times. It is expected forhealth workers, especially midwives, to further improve the quality of providing health education to thecommunity about lack of nutrition, malnutrition and its impact on children under five for growth anddevelopment.Keywords : Community empowerment, Toddler Nutrition, Economic
EFEKTIFITAS SOSIALISASI GARAM BERYODIUM TERHADAP PENGGUNAAN GARAM BERYODIUM SECARA MANDIRI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BATURITI I KABUPATEN TABANAN Ida Ayu Mirah Rasikawati; Ni Putu Eny Sulistyadewi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 3, No 2 (2019): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.187 KB)

Abstract

Upaya penanggulangan GAKY (Gangguan Akibat Kekurangan Iodium) difokuskan pada peningkatan konsumsi garam beryodium rumah tangga dengan target sebesar yaitu 90%. Hasil Pemantauan Status Gizi pada tahun 2016-2017 kabupaten Tabanan menduduki peringkat terendah di Propinsi Bali. Cakupan terendah konsumsi garam beryodium rumah tangga adalah di wilayah kerja Puskesmas Baturiti I. Salah satu upaya peningkatan konsumsi garam beryodium adalah dengan memberikan sosialisasi pemanfaatan garam beryodium ke masyarakat guna pengubah perilaku masyarakat menjadi sadar dan mandiri dalam penggunaan garam beryodium. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa efektifitas sosialisasi garam beryodium terhadap penggunaan garam beryodium secara mandiri di wilayah kerja Puskesmas Baturiti I. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif jenis diskriptif analitik dengan rancangan penelitian quasi experiment one group pretest posttest design dengan observasi lapangan dan uji cita rasa, jumlah sampel sebanyak 45 orang dari ibu balita dan ibu hamil. Analisis data menggunakan Wilcoxon test dan McNemar test. Hasil analisis data diperoleh bahwa sosialisasi garam beryodium efektif meningkatkan penggunaan garam beryodium secara mandiri dengan menggunakan stimulans garam beryodium, uji garam dan uji cita rasa makanan di wilayah kerja Puskesmas Baturiti I. Kata kunci : sosialisasi, garam beryodium, efektifitas
IMPLEMENTASI BUDAYA KESELAMATAN PASIEN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI RSUD WANGAYA KOTA DENPASAR Dedy Kastama Hardy; Natalia Yudha; Nengah Sarikumpul
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 4, No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.557 KB)

Abstract

Budaya keselamatan pasien merupakan pondasi utama dalam menuju keselamatan pasien, penerapan budaya keselamatan di rumah sakit adalah sesuatu yang mutlak harus diaplikasikan sejalan dengan sistem keselamatan agar mampu menurunkan KTD secara signifikan. RSUD Wangaya Kota Denpasar mengalami penurunan pelaporan total kasus insiden keselamatan pasien (IKP), dan terlaporkannya insiden pasien jatuh berdampak moderat yang menggambarkan kurang maksimalnya sistem keselamatan pasien yang berdampak pada lemahnya budaya pelaporan insiden keselamatan pasien di RSUD Wangaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi budaya keselamatan pasien terhadap kinerja pegawai di RSUD Wangaya dilihat dari dimensi persepsi staf terkait keselamatan pasien, frekuensi pelaporan kejadain dan respon non punitive terhadap kesalahan. Penelitian ini menggunakan desain cross sectional dilakukan di 5 unit kerja RSUD Wangaya pada bulan Maret 2019. Populasinya adalah seluruh tenaga profesional pemberi asuhan (PPA) di RSUD Wangaya yang telah bekerja lebih dari 1 tahun yang berjumlah 353 orang. Sampel penelitian berjumlah 85 orang diambil dengan teknik cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, analisa data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariate dengan chi-square. Hasil penelitian ini menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara budaya keselamatan pasien dengan kinerja pegawai di RSUD Wangaya, semakin kuat budaya keselamatan pasien maka semakin tinggi kinerja pegawai begitu sebaliknya semakin lemah budaya keselamatan pasien maka semakin rendah kinerja pegawai RSUD Wangaya. RSUD Wangaya diharapkan dapat meningkatkan motivasi pelaporan kejadian dan memberikan umpan balik dari setiap kejadian yang dilaporkan. Kata kunci; keselamatan pasien, budaya keselamatan pasien, kinerja, insiden keselamatan pasien
FAKTOR RISIKO KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI PUSKESMAS PAYANGAN Luh Gede Pradnyawati; Ni Made Diaris
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 2 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.258 KB)

Abstract

Latar Belakang: Indonesia termasuk dalam negara yang mempunyai tiga masalah gizi yaitu stunting, wasting dan overweight pada balita. Untuk melihat status gizi dan kesehatan anak usia dibawah lima tahun (balita) pertumbuhan merupakan salah satu indikator terbaik yang dapat digunakan. Stunting merupakan gangguan pertumbuhan yang didasarkan pada pengukuran PB/U atau TB/U yang ditandai dengan keadaan tubuh yang pendek. Balita dikategorikan pendek jika nilai z-scorenya kurang dari -2SD. Di Indonesia 29% balita termasuk kategori pendek. Beberapa faktor risiko yang berpengaruh dengan stunting yaitu jarak kehamilan yang pendek, tinggi ibu, BBLR, jumlah anak, usia pemberian MP-ASI, pemberian ASI eksklusif dan frekuensi riwayat infeksi dengan stunting pada balita. Tujuan: Untuk mengetahui faktor risiko stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian case-control dengan pendekatan retrospektif. Besar sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 35 sampel kasus dan 70 sampel kontrol, dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan secara bivariat dengan chi square test dan multivariat dengan metode regresi logistik ganda. Hasil: Tinggi ibu dan BBLR merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Jarak kehamilan, jumlah anak, usia pemberian MP-ASI, pemberian ASI eksklusif dan frekuensi riwayat infeksi bukan merupakan faktor risiko kejadian stunting pada balita di Puskesmas Payangan. Kesimpulan: Perlunya penelitian lebih lanjut dengan menambah atau memperluas variabel lainnya serta mengembangkan metode penelitian. Selain itu perlunya perhatian khusus untuk faktor risiko tinggi ibu dan BBLR untuk mengurangi kejadian stunting. Kata kunci: faktor risiko, stunting, balita, Payangan
HUBUNGAN GANGGUAN SENSORIS PADA EKSTREMITAS BAWAH DENGAN PERUBAHAN POLA BERJALAN PADA PENDERITA HERNIA NUCLEUS PULPOSUS (HNP) LUMBAL I Made Astika Yasa; Luh Putu Ayu Vitalistyawati; I Made Yoga Parwata
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 6, No 2 (2022): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (232.211 KB)

Abstract

Meningkatnya angka penderita Nyeri Punggung Bawah akibat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Lumbal dapat berdampak pada terganggunya kemampuan sensoris, motoris serta refleks pada ekstremitas bawah. Munculnya keluhan nyeri dan kebas pada kedua tungkai secara tidak langsung akan mengubah pola berjalan pada penderita HNP lumbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara gangguan sensoris pada ekstremitas bawah dengan perubahan pola berjalan pada penderita HNP lumbal. Rancangan penelitian menggunakan metode Cross-Sectional. Gangguan sensoris akan diukur menggunakan Numeric Pain Rating Scale (NPRS), sedangkan pola berjalan akan diukur dengan parameter panjang langkah. Sampel pada penelitian ini sejumlah 10 orang yang didapat berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Berdasarkan hasil Uji Pearson didapatkan hasil r= -0,639 dengan signifikansi p=0,047 yang berarti terdapat hubungan yang cukup ke arah negatif antara gangguan sensoris ekstremitas bawah dengan perubahan pola berjalan pada penderita Hernia Nucleus Pulposus (HNP) Lumbal Kata kunci: Hernia Nucleus Pulposus, HNP, NPRS, Gait Analysis
TEKNIK PENGULURAN OTOT–OTOT LEHER UNTUK MENINGKATKAN FUNGSIONAL LEHER PADA PENDERITA NYERI TENGKUK NON-SPESIFIK Bambang Trisnowiyanto
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 1, No 1 (2017): JURNAL KESEHATAN TERPADU EDISI MARET
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (359.687 KB)

Abstract

ABSTRAKNyeri tengkuk merupakan masalah yang umum dijumpai yaitu 3,5% kasus per 1.000 orang. Kondisi ini dialami dua dari tiga orang selama masa hidupnya, nyeri tengkuk akan mengakibatkan terganggunya aktivitas fungsional sehari-hari. Tujuan penelitian ini ialah untuk mengetahui pengaruh pemberian teknik penguluran otot-otot leher terhadap peningkatan fungsional leher pada penderita nyeri tengkuk non spesifik. Rancangan penelitian yang digunakan ialah one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian sebanyak 23 orang yang terdiri dari 10 orang laki-laki dan 13 orang perempuan dengan rentang usia lebih dari 20 tahun. Subjek dipilih dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Subjek mendapat perlakuan berupa latihan penguluran sebanyak 6 kali seminggu atau setiap hari berturut-turut selama 1 minggu. Program latihan penguluran diberikan selama 20-30 menit setiap sesi latihan.Hasil uji analisis data dengan non parametrik Wilcoxon test, diperoleh p=0.000 (p<0.05). Nilai kemampuan fungsional dengan neck pain and disability visual analogue scale (NPAD). Terdapat pengaruh latihan penguluran otot-otot leher terhadap peningkatan fungsional leher pada penderita nyeri tengkuk non spesifik.Kata kunci : latihan penguluran, fungsional leherABSTRACTNeck pain is a common problem of 3.5% of cases per 1,000 people. This condition is experienced by two out of three people during life. Neck pain will result in disruption of daily functional activities. The purpose of this study is to determine the effect of the provision of stretching of the neck muscles to the functional improvement of the neck in patients with non specific nape pain.This research design is one group pre-test and post-test design. Research subjects were 23 people consisting of 10 men and 13 women with age range more than 20 years. Subject chosen by inclusion and exclusion criteria. The subject received treatment in the form of stretching exercises 6 times a week or every day for 1 week in a stretching exercise program is given for 20-30 minutes each training session. Results of data analysis test with non parametric Wilcoxon test, obtained p = 0.000 (p <0.05). The value of functional ability with neck pain and disability visual analogue scale (NPAD).There is an effect of neck muscle stretching exercises on the functional improvement of the neck in patients with non specific nape pain.Keyword: stretching exercises, functional neck
PENGARUH PEMBERIAN BARUASA KACANG GUDE PADA BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN ANAK SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BONTORAMBA Resti Kusumarini Samben
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 2, No 1 (2018): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.109 KB)

Abstract

ABSTRAKGizi kurang merupakan masalah global terutama pada negara-negara berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh pemberian baruasa kacang gude terhadap berat badan dan tinggi badan siswa sekolah dasar. Baruasa kacang gude dapat dimanfaatkan sebagai jajanan sumber protein yang cukup tinggi karena mengandung protein sebesar 20,70%. Desain penelitian adalah penelitian eksperimen semu menggunakan rancangan Pretest-Postest dengan teknik pengambilan sampel secara purposif. Penelitian ini melibatkan 60 siswa yang dibagi dalam tiga kelompok yakni, kelompok baruasa kacang gude+obat cacing, kelompok baruasa, dan kelompok obat cacing. Satu minggu sebelum intervensi kelompok pertama diberi obat cacing pirantel pamoat dosis 10 ml, kemudian diberi intervensi baruasa kacang gude 60 g/hr, kelompok kedua diberikan baruasa kacang gude sebanyak 60 g/hr, dan kelompok ketiga diberikan obat cacing pirantel pamoat dosis 10 ml. Pemberian baruasa pada kelompok pertama dan kedua dilakukan selama 60 hari. Pengukuran BB dan TB siswa dilakukan satu minggu sebelum dan satu minggu setelah pelaksanaan intervensi berakhir. BB diukur menggunakan timbangan camry, sedangkan tinggi badan menggunakan microtoice. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase perubahan rata-rata BB dan TB siswa pada kelompok baruasa+obat cacing lebih tinggi dibanding kelompok perlakuan lainnya dan berbeda secara bermakna. Pemberian baruasa kacang gude+obat cacing dapat menaikkan berat badan dan tinggi badan siswa sekolah dasar.Kata Kunci : Baruasa kacang gude, berat badan, tinggi badan, siswa sekolah dasar.ABSTRACTMalnutrition is a global problem, especially in developing countries. The aim of the research was to asses the effect of giving baruasa pigeon pea on weight and height of elementary school students. The research was a quasi-experiment study using pretest-posttest design. The samples were selected using purposive sampling technique consisting of 60 students divided into three groups, i.e. baruasa pigeon pea+anthelmintic, baruasa group, and anthelmintic group. One week before intervention, the first group was given pyrantel pamoate anthelmintic with a dose of 10 ml. Then it was given intervention of baruasa pigeon pea 60 g/hr. The second group was given baruasa pigeon pea 60 g/hr, and the third group was pyrantel pamoate anthelmintic with a dose of 10 ml. The first and the second groups were given baruasa for 60 days. The measurement of weight and height students was done one week before and one week after the implementation of intervension ends. Weight was measured using camry scale, while height was measured using microtoice. The result of the research indicate that the percentage of average change of students weight and height in baruasa + anthelmintic group is higher than the one in other treatment groups and they are different significantly.Keyword : baruasa pigeon pea, weight, height, elementary students
KEPATUHAN BEROBAT PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAYANGAN KABUPATEN GIANYAR I Nyoman Purnawan
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 3, No 1 (2019): Jurnal Kesehatan Terpadu
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (460.319 KB)

Abstract

ABSTRAKKepatuhan terhadap pengobatan merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan terapi penderita hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kepatuhan dan menganalisis faktor yang berhubungan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross-sectional yang dilaksanakan di wilayah kerja Puskesmas Payangan, Gianyar-Bali pada bulan Mei-Juni 2015. Populasi adalah seluruh penderita hipertensi yang tercatat dalam data rekam medis di Puskesmas Payangan. Prosedur pemilihan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara menggunakan kuesioner di rumah penderita hipertensi. Pengukuran kepatuhan dilakukan dengan menggunakan kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8). Faktor predisposisi,faktor pemungkin dan faktor penguat dianalisis sebagai faktor yang berhubungan dengan kepatuhan menggunakan uji Chi-square dan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan dari total 242 responden yang dilibatkan dalam penelitian diketahui bahwa 41,32% patuh dan 58,68% tidak patuh melakukan pengobatan. Terdapat hubungan bermakna antara komorbiditas (p=0,007) dan ketersediaan obat (p=0,045) dengan kepatuhan berobat. Berdasarkan analisis regresi logistik diketahui bahwa komorbiditas merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan berobat (p=0,006, OR=3,943, CI 95%=1,470-10,575). Kesimpulan dari penelitian ini adalah kepatuhan berobat pasien hipertensi masih rendah. Untuk memaksimalkan kepatuhan, perlu meningkatkan interaksi profesional kesehatan diantara pasien tanpa komorbiditas.Kata Kunci: kepatuhan berobat, hipertensi, MMAS-8, Puskesmas, Payangan, BaliABSTRACTFor patients with hypertension, adherence to treatment is one of the factors that determines the success of therapy. A survey was conducted to identify adherence patterns and explore predisposing, enabling and amplifying factors that associated with adherence to treatment among hypertensive patients. A cross-sectional study was conducted among hypertensive patients registered in Payangan village health center medical records. Respondents were selected using simple random sampling from the register. Data were collected in May-June 2015 through interviews at patient homes. Adherence to treatment was measured using MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale) containing 8 questions. Sociodemographic factors, knowledge, comorbidities, family history of hypertension and attitude to treatment were predisposing factors explored. Availability of drugs, accessibility of drug, perception of distance, availability of transportation, ease of drug consumption were enabling factors explored. Family support, health worker support, health insurance, exposure to health information were reinforcing factors explored. We constructed a Chi-square test and logistic regression model to explore as factors associated with adherence. Results of 242 respondents, 41.32% were adherent and 58.68% were non-adherent to treatment. Factors included having comorbidities (p value=0.007) and availability of drugs (p value=0.045) have a associate with adherence. Using a logistic regression model, comorbidities have most dominant to associated with adherence to treatment (p value=0.006, OR=3.943, CI 95%=1.470-10.575). Adherence to treatment is low among hypertensive patients. The existence of comorbidities associated with adherence to treatment. To maximize likelihood of adherence, need to improve the health professional interaction among non-comorbidities patients.Keywords: adherence to treatment, hypertension, MMAS-8, healthcare center, Payangan, Bali
LATIHAN YOGA DENGAN MEDITASI MENINGKATKAN KETEPATAN SASARAN MEMANAH JARAK 30 METER OUTDOOR PADA ATLET PANAHAN DI YOGA ANANDA MARGA, KARANGASEM Kadek Sutisna Adhinayana; Made Nyandra; Agus Donny Susanto
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 4, No 1 (2020): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.897 KB)

Abstract

Panahan adalah olahraga ketepatan sasaran, karena tujuannya untuk melepaskan anak panah ke target sasaran setepat mungkin. Setiap atlet harus membidik tiap target yang disediakan, maka atlet dituntut harus berhati-hati dan fokus dalam setiap melepaskan anak panah, untuk dapat fokus dibutuhkan ketenangan dan konsentrasi yang tinggi agar ketepatan bidikan panah tidak meleset. Dalam penelitian ini, diberikan latihan yoga dengan meditasi untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi pada atlet panahan agar hasil ketepatan memanah menjadi lebih maksimal. Rancangan penelitian yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimental dengan desain One Group Pre and Post Test Design dan dilaksanakan di Sanggar Yoga Ananda Marga, Karangasem dengan jumlah sampel sebanyak 12 orang. Didapatkan hasil rerata pre-test dan post-test sebesar 238,08 dan 263,83. Analisis penelitian ini menggunakan uji t-berpasangan yang memperoleh hasil yang menunjukkan bahwa t hitung < t tabel = -4.384< 2,201 dan hasil signifikansi 0,001 yang artinya 0,001 < 0,05 maka terdapat perbedaan yang bermakna secara statistik dan sesungguhnya dapat meningkatkan ketepatan akurasi memanah setelah diberikan perlakuan latihan yoga dengan meditasi.
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DAN POLA KONSUMSI DENGAN TUMBUH KEMBANG ANAK USIA 3-5 TAHUN Maria Puspita Yuniarti Ebu Sola; , Purwaningtyas Kusumaningsih; Ni Putu Eny Sulistyadewi
Jurnal Kesehatan Terpadu Vol 5, No 1 (2021): JURNAL KESEHATAN TERPADU
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.212 KB)

Abstract

Tumbuh kembang anak merupakan suatu proses yang bersifat kontinu dimulai sejak dalam kandungan sampai dewasa. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan anak yaitu pengasuhan ibu, pola konsumsi, pendapatan orangtua, pendidikan orangtua, pengetahuan gizi, sikap gizi, perilaku gizi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dan pola konsumsi terhadap tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun di Kabupaten Badung Bali dan Kabupaten Ngada NTT Flores. Penelitian ini menggunakan metode observasional dengan penelitian rancangan cross sectional. Penelitian ini dilakukan secara online dengan menyebarkan link kepada ibu yang memiliki anak usia 3-5 tahun di Kabupaten Badung Bali dan Kabupaten Ngada NTT Flores. Teknik analisis data menggunakan uji chi-square. Berdasarkan hasil analisis statistik dengan menggunakan uji chi-square, pola asuh ibu diperoleh nilai p sebesar 0,095> 0,05 dan pola konsumsi diperoleh nilai p sebesar 0,152> 0,05 ada hubungan antara pola asuh ibu dan pola konsumsi terhadap tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun di Kabupaten Badung Bali dan Kabupaten Ngada NTT Flores. Kata Kunci : hubungan, pola asuh ibu, pola konsumsi dan tumbuh kembang

Page 6 of 14 | Total Record : 132