cover
Contact Name
Mamang Efendy
Contact Email
ma2nkppb@gmail.com
Phone
+6282335560188
Journal Mail Official
mamangefendy@untag-sby.ac.id
Editorial Address
Jl. Semolowaru Praja No.45, Menur Pumpungan, Kec. Sukolilo, Kota SBY, Jawa Timur 60118
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi
ISSN : -     EISSN : 27229955     DOI : DOI: https://doi.org/10.30996/sukma.v3i2.7842
Focus and Scope SUKMA: Jurnal Penelitian Psikologi (SUKMA) accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, and clinical psychology, but not limited to: 1. Personality and Learning 2. Learning Interventions 3. Teaching Strategies 4. Education of Children with Special Needs 5. Education of Gifted Children 6. Counseling in Education 7. Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly 8. Developmental Problems 9. Parenting Strategies 10. Quality of Life 11. Personality Disorder 12. Behavior Modification 13. Counseling and Psychotherapy 14. Psychosis Disorders 15. Psychological Intervention Peer Review Process SUKMA is a journal published by Faculty of Psychology Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. The research article submitted to this online journal will be a double blind peer-reviewed (Both reviewer and author remain anonymous to each other) a at least 2 (two) reviewers. The accepted research articles will be available online following the journal peer-reviewing process. a Language used in this journal is Indonesia or English. For checking Plagiarism, a SUKMA JOURNAL Editor will screen plagiarism manually (offline and online database) on the Title, Abstract, and Body Text of the manuscript, and by using several plagiarism detection software (Unplag and Crosscheck). If it is found a plagiarism indication, editorial board will reject manuscript immediately. Review Process: Editor recieving manuscript from author; Editor evaluate manuscript (journal aim and scope, in house style, supplementary data); (Rejected if not meet criteria) Editor screening for plagiarism on offline and online database manually; (Rejected if found major plagiarism, contacted author if found redunancy or minor plagiarism for clarification) Editor send manuscript to reviewer along with review form (double blind review, Both reviewer and author remain anonymous to each other); Reviewer send back his review form to Editor (with revised manuscript if necessary); Editor decision (rejected, require major revision, need minor revision, or accepted); Confirmation to the Author. If revision, author revised manuscripts and a should be returned to the editor without delay. Returned later than three months will be considered as new submissions.
Articles 129 Documents
Resiliensi pasca covid-19 : Bagaimana persepsi masyarakat tentang pelayanan kesehatan?
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 No 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v4i2.10376

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara persepsi pelayanan kesehatan dengan resiliensi pada masyarakat pasca pandemi COVID-19 di kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif korelasional. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode convenience sampling dengan total responden 275 orang masyarakat Surabaya. Instrumen alat ukur skala resiliensi terdiri dari 25 aitem yang diadaptasi dari Wagnild and Young (1993) dan skala pelayanan kesehatan terdiri dari 35 aitem yang disusun oleh peneliti berdasarkan teori Parasuraman (1988). Analisis data yang digunakan adalah korelasi product moment dengan baantuan program komputer Statistical Product and Service Solution versi 24 untuk Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan antara persepsi pelayanan kesehatan dengan resiliensi. Artinya, semakin tinggi pelayanan kesehatan maka semakin tinggi pula resiliensi masyarakat. Sebaliknya, semakin rendah pelayanan kesehatan maka semakin rendah pula resiliensi masyarakat.
Meninjau peran keluarga : Keberfungsian keluarga dan orientasi masa depan remaja
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 No 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v4i2.10377

Abstract

Abstract This research aims to explore the relationship between family functioning and the future orientation of adolescents in Babat Jerawat Subdistrict, Surabaya. The research method applied is quantitative. The research population involved residents of Babat Jerawat Subdistrict, Surabaya with an age range of 18-23 years, totaling 250 people. A total of 140 participants were selected using the Krejcie table with a confidence level of 90%, through a purposive sampling technique. The data collection instrument consists of a future orientation scale and a family functioning scale. Data analysis was carried out using Pearson Product Moment correlation. The results of the analysis show a positive and very significant correlation, namely 0.703 with a significance of p = <0.01 between family functioning and teenagers’ future orientation, thus it can be concluded that the higher the family functioning, the higher the teenagers' future orientation. Conversely, if family functioning Is low, adolescents' future orientation will also be low. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara keberfungsian keluarga dan orientasi masa depan remaja di Kelurahan Babat Jerawat Surabaya. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif. Populasi penelitian melibatkan warga Kelurahan Babat Jerawat Surabaya dengan rentang usia 18-23 tahun, yang berjumlah 250 orang. Sebanyak 140 partisipan dipilih dengan menggunakan tabel Krejcie dengan tingkat kepercayaan 90%, melalui teknik pengambilan sampel purposive sampling. Instrumen pengumpulan data terdiri dari skala orientasi masa depan dan skala keberfungsian keluarga. Analisis data dilakukan dengan menggunakan korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan korelasi positif dan sangat signifikan yaitu sebesar 0,703 dengan signifikansi p = 0,000 < 0,01 antara keberfungsian keluarga dengan orientasi masa depan remaja, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi keberfungsian keluarga, orientasi masa depan remaja juga tinggi. Sebaliknya, jika keberfungsian keluarga rendah, orientasi masa depan remaja juga rendah.
Fomo pada mahasiswa pengguna media sosial instagram : Bagaimana peranan kontrol diri ? Adelfia, Dinda; Utami, Adnani Budi; Ramadhani, Hetti Sari
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.10378

Abstract

Abstract Fomo is a person's feeling of worry when they are afraid of missing out on the latest information. This can occur due to excessive use of social media which is usually experienced by young adults, including students. The aim of this research is to determine the relationship between self-control and fomo experienced by students who use the social media Instagram. This type of research is quantitative correlational which uses a self-control scale and a fomo scale. Participants in this research are 195 students at the University of 17 August 1945 Surabaya who use media. social Instagram more than 5 hours a day. Sampling in this research used purposive sampling. This research uses Google Form to obtain data. The technique used in the research is Pearson Corralation Product Moment. The research results showed a negative correlation between self-control and fomo. This means that the higher the self-control, the lower the fomo in students and vice versa, if the higher the self-control, the lower the fomo in students who use Instagram social media. Abstrak Fomo merupakan perasaan khawatir seseorang ketika takut tertinggal informasi terkini hal ini dapat diakibatkan karena penggunaan media sosial yang berlebihan yang biasanya dialami oleh usia dewasa awal termasuk mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya hubungan antara kontrol diri dengan fomo yang dialami oleh mahasiswa pengguna media sosial Instagram Jenis Penelitian ini adalah kuantitatif korelasional yang menggunakan skala kontrol diri dan skala fomo Partisipan dalam penelitian ini adalah 195 mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya pengguna media sosial instagram lebih dari 5 jam sehari. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan Google Form guna mendapatkan data. Teknik yang digunakan dalam penelitian adalah Pearson Corralation Product Moment . Pada hasil penelitian diperoleh korelasi negarif antara kontrol diri dengan fomo. Hal tersebut memiliki makna bahwasannya semakin tinggi kontrol diri maka semakin rendah fomo pada mahasiswa begitu juga dengan sebaliknya jika semakin tinggi kontrol diri maka akan semakin rendah fomo pada mahasiswa pengguna media sosial instagram.
Resiliensi pada pekerja di kota Surabaya: Bagaiamana peran dukungan keluarga dan regulasi emosi ? Faizha, Noer; Rini, Amanda Pasca; Ariyanto, Eko April
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.10379

Abstract

Pekerja yang tangguh terhadap tekanan dan permasalahan dapat dikatakan memiliki resiliensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui antara dukungan keluarga dan regulasi emosi dengan resiliensi pekerja kota di Surabaya. Subjek penelitian ini adalah pekerja kota di Surabaya. Jumlah responden dalam penelitian nini adalah 314 responden. Data penelitian ini diperoleh dengan memberikan kuesioner melalui gform. Metode penelitian ini menggunakan teknik regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdaoat hubungan antara dukungan keluarga dan regulasi emosi dengan resiliensi pekerja kota di Surabaya. Namun tidak ada koerelasi antara dukungan keluarga dengan resiliensi pekerja kota di Surabaya, terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan resiliensi pekerja kota di Surabaya.
Psychological well being pada freshgraduate: Bagaimana peran kematangan karir? dwi, Regina; Meiyuntariningsih, Tatik; Ramadhani, Hetti Sari
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.10389

Abstract

Salah satu tantangan yang dihadapi pada masa dewasa awal adalah eksplorasi identitas dalam konteks karier. Namun, di sisi lain, freshgraduate juga mengalami dampak negatif dari peningkatan tingkat pengangguran dan persaingan di dunia kerja. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam menetapkan identitas pribadi yang kokoh, dan seringkali mereka enggan membahas tantangan perkembangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Pada beberapa studi, kekhawatiran telah menunjukkan adanya indikasi terhadap rendahnya kesejahteraan psikologis pada individu. Penelitian ini bertujuan untuk menggali sejauh mana keterkaitan antara kematangan karir dengan kesejahteraan psikologis pada freshgraduate Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah desain korelasional dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan sebanyak 275 partisipan. Pengukuran dilakukan menggunakan Skala Kesejahteraan Psikologis Ryff dan aspek-aspek Kematangan Karir berdasarkan aspek Kematangan Karir (CMI) dengan menerapkan teknik analisis uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil analisis menunjukkan kedua variabel memiliki hubungan yang positif signifikan antara kematangan karir dengan psychological well-being pada freshgraduate Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, artinya semakin tinggi kematangan karir freshgraduate semakin tinggi psychological well-being-nya.
Efektivitas smart leadership untuk meningkatkan kepemimpinan transformasional pegawai perusahaan retail
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 4 No 2 (2023): Volume 4 No 2 Desember 2023
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v4i2.10394

Abstract

Leaders are symbols, role models, drivers and sources of influence, who can direct various activities and resources to achieve their goals. The ability to unite various human individuals formed in a group is a difficulty in itself, and one of the main tasks for a leader. The characteristics of effective leadership are leaders who can encourage their subordinates to carry out their responsibilities more than they expect, which is called transformational leadership. This research aims to measure the effectiveness of smart leadership training to improve transformational leadership in retail company employees. The research method used in this research is one group pre-test and post-test. The results of research analysis based on the Paired Sample T-Test, obtained a T value of -3.326 with a significance of 0.002 (p<0.05). This means that there is a significant difference between the transformational leadership of employees before and after being given Smart Leadership training. The results of this research can bring about changes in leadership styles that are more effective for supervisory level employees in retail companies so that they can be aligned with the company's goals.
Motivasi belajar siswa: Menelisik peran relasi guru–siswa dan interaksi teman sebaya Fitriyah, Ni’matul; Indawati, Ninik
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of carrying out this research is to: (1) analyze whether there is a simultaneous relationship between teacher-student relationships and peer interactions with learning motivation, (2) analyze whether there is a partial relationship between teacher-student relationships and peer interactions with learning motivation, and (3) analyze whether there is a partial relationship between teacher-student relationships and peer interactions with learning motivation. The population in this study was all students at SMP Negeri 1 Galis Pamekasan, totaling 375 students. Participants in the research were 150 students who were taken randomly without paying attention to the strata in the population. The research uses quantitative methods. Hypothesis testing uses the t-test for partial effects, and the F-test for simultaneous effects. Data analysis uses a multiple linear regression formula preceded by a classical assumption test. The research results show that (1) based on simultaneous analysis, there is a significant relationship between teacher-student relations and peer interactions with learning motivation. (2) the results of the partial analysis explain that there is a significant relationship between teacher-student relations and learning motivation, and (3) The results of the partial analysis explain that there is a significant relationship between peer interaction and learning motivation. In conclusion, there is a significant relationship between teacher–student relationships and peer interactions with learning motivation. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini untuk: (1) menganalisis apakah ada hubungan secara simultan antara relasi guru-siswa dan interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar, (2) menganalisis apakah ada hubungan secara parsial antara relasi guru-siswa dan interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar, dan (3) menganalisis apakah ada hubungan secara parsial antara relasi guru-siswa dan interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar. Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa SMP Negeri 1 Galis Pamekasan sejumlah 375 siswa. Partisipan dalam penelitian berjumlah 150 siswa yang diambil secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Uji hipotesis menggunakan uji-t untuk pengaruh parsial, dan uji-F untuk pengaruh simultan. Analisis data menggunakan rumus regresi linear berganda dengan didahului uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) berdasarkan analisis simultan ada hubungan yang signifikan antara relasi guru-siswa dan interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar, (2) hasil analisis parsial menjelaskan ada hubungan yang signifikan relasi guru-siswa dengan motivasi belajar, dan (3) hasil analisis parsial menjelaskan ada hubungan yang signifikan interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar. Kesimpulannya, ada hubungan yang signifikan antara relasi guru–siswa dan interaksi teman sebaya dengan motivasi belajar.
Subjective well being pada karyawan: Bagaimana work-life balance? Aulia, Savira Nesvy; Sofiah, Diah; Farhanindya, Hikmah Husniyah
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 2 (2024): Volume 5 No 2 Desember 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11573

Abstract

Abstract This research aims to determine the relationship between Work-Life Balance and Subjective Well-Being in PT employees. X Pasuruan Regency. This research is a type of quantitative research using correlational quantitative methods. The sampling technique in this research used proportional sampling with a sample of 275 PT employees. X Pasuruan Regency. The results of the analysis using the Sperm Rho correlation show that work-life balance and subjective well-being obtained a correlation of 0.408 with a significant score of p = 0.000 ≤ 0.01, which means there is a very significant positive relationship between work-life balance and subjective well-being. This can be interpreted as meaning that the higher the work-life balance score, the higher the subjective well-being score, conversely, the lower the work-life balance score, the lower the subjective well-being score. The existence of a positive relationship can indicate that it is in accordance with the hypothesis in this research, namely that there is a positive relationship between work-life balance and subjective well-being. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara Work-Life Balance dengan Subjective Well-Being pada karyawan PT. X Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan porposive sampling dengan sampel 275 karyawan PT. X Kabupaten Pasuruan. Hasil analisis menggunakan korelasi sperman rho menunjukkan bahwa work-life balance dengan subjective well-being diperoleh hasil korelasi sebesar 0,408 dengan skor signifikan p = 0,000 ≤ 0,01 yang artinya terhadap hubungan positif yang sangat signifikan antara work-life balance dengan subjective well-being. Hal ini dapat diartikan bahwa semakin tinggi skor work-life balance maka semakin tinggi juga skor subjective well-being, sebaliknya jika semakin rendah skor work-life balance maka semakin rendah pula skor subjective well-being. Adanya hubungan yang positif maka dapat menunjukkan bahwa sesuai dengan hipotesis dalam penelitian ini, yaitu adanya hubungan positif antara work-life balance dengan subjective well-being.
Psychological well-being pada individu emerging adulthood: Bagaimana peranan fear of missing out dan kecanduan media sosial ? Laily, Dita Rizqiatul; Santi, Dyan Evita; Ananta, Aliffia
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11577

Abstract

Abstract Emerging adulthood individuals are individuals who are quite diligent in using social media. In fact, according to several studies, excessive use of social media can have a negative effect on the level of psychological well-being due to fear of missing out and addiction to social media. This research aims to determine the relationship between fear of missing out and social media addiction with psychological well-being in emerging adulthood individuals. Using quantitative research methods with multiple analysis tests. Sampling using a purposive sampling technique involved 159 participants aged 18-25 years who actively use social media and live in Kebomas Gresik District. The results of the partial analysis of fear of missing out have a significant negative relationship with psychological well-being of -3.578 with p=0.000 (p<0.05), which means that if the level of fear of missing out is high, then the level of psychological well-being is low. Social media addiction also has a significant negative relationship with psychological well-being of -5.229 with p=0.000 (p<0.05) which means that if the level of social media addiction is high, then the level of psychological well-being is low. The results of the simultaneous analysis showed that fear of missing out and social media addiction together had an influence of 0.606 with p=0.000 (p<0.05) with an R2 value = 0.367, meaning that fear of missing out and social media addiction had a contribution of 36 .7% of psychological well-being in emerging adulthood individuals. Abstrak Individu emerging adulthood merupakan individu yang cukup rajin menggunakan media sosial. Padahal menurut beberapa studi, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat memberikan efek negatif pada tingkat psychological well-being akibat adanya fear of missing out dan kecanduan media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara fear of missing out dan kecanduan media sosial dengan psychological well-being pada individu emerging adulthood. Menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan uji anareg berganda. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling melibatkan 159 partisipan usia 18-25 tahun yang aktif menggunakan media sosial dan berdomisili di Kecamatan Kebomas Gresik. Hasil analisis parsial fear of missing out memiliki hubungan negatif signifikan dengan psychological well-being sebesar -3,578 dengan p=0,000 (p<0,05) yang berarti jika tingkat fear of missing out tinggi, maka tingkat psychological well-being rendah. Kecanduan media sosial juga memiliki hubungan negatif signifikan dengan psychological well-being sebesar -5,229 dengan p=0,000 (p<0,05) yang berarti jika tingkat kecanduan media sosial tinggi, maka tingkat psychological well-being rendah. Hasil analisis simultan diketauhi bahwa fear of missing out dan kecanduan media sosial secara bersama-sama memberikan pengaruh sebesar 0,606 dengan p=0,000 (p<0,05) dengan nilai R2 = 0,367 artinya fear of missing out dan kecanduan media sosial memiliki kontribusi sebesar 36,7% terhadap psychological well-being pada individu emerging adulthood.
Stres kerja, emotional intelligence, dan work-life balance: Studi pada karyawan Putri, Adisti Mashuri; Suroso, Suroso; Rista, Karolin
SUKMA : Jurnal Penelitian Psikologi Vol 5 No 1 (2024): Volume 5 No 1 Juni 2024
Publisher : Fakultas Psikologi Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30996/sukma.v5i1.11585

Abstract

Abstract Human resources play an important role in development of an organization. The purpose of this study is to derermine how work stress and emotional intelligence relate to employees’ work-life balance. This quantitative type of research uses a correlational approach. This study involved 101 food and beverage employees in Babat District. Data collection was conducted using Google Forms and a 5-point likert scale. This study used multiple regression analysis to analyze data. The result of the simultaneous correlation test showed a sginficant correlation between work stress and emotional intelligence with work-life balance. On the other hand, the result of the partial correlation test of the work stress variable with work-life balance shows a significant negative correlation. While the partial correlation emotional intelligence variable with work-life balance shows a significant positive correlation. Abstrak Sumber daya manusia memainkan peran penting dalam perkembangan suatu organisasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana stres kerja dan kecerdasan emosional berhubungan dengan keseimbangan hidup kerja karyawan. Penelitian jenis kuantitatif ini menggunakan pendekatan korelasional. Penelitian ini melibatkan 101 karyawan makanan dan minuman di Kecamatan Babat. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Google Forms dan skala Likert 5 poin. Studi ini menggunakan analisis regresi berganda untuk menganalisis data. Hasil uji korelasi simultan menunjukkan korelasi yang signifikan antara stres kerja dan kecerdasan emosional dengan keseimbangan kehidupan kerja. Di sisi lain, hasil uji korelasi parsial variabel stres kerja dengan keseimbangan kehidupan kerja menunjukkan korelasi negatif yang signifikan. Sedangkan korelasi parsial variabel kecerdasan emosional dengan keseimbangan kehidupan kerja menunjukkan korelasi positif yang signifikan.

Page 9 of 13 | Total Record : 129