PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
465 Documents
Desain Didaktis Konsep Keliling Lingkaran Berbasis Model Pembelajaran SPADE
Ai Yati Suryati;
Epon Nur'aeni L
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25795
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya temuan learning obstacle yang dialami oleh siswa pada hasil studi pendahuluan terkait konsep keliling lingkaran. Learning obstacle menyebabkan pemahaman siswa terhadap konsep keliling lingkaran mengalami hambatan. Untuk mengatasi atau meminimalisir learning obstacle, guru perlu menyusun desain pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa sekolah dasar. Oleh karena itu, desain didaktis konsep keliling lingkaran berbasis model pembelajaran SPADE dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep keliling lingkaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: learning obstacle siswa pada mateeri konsep keliling lingkaran, desain didaktis pada materi konsep keliling lingkaran berbasis model pembelajaran SPADE, implementasi desain didaktis pada materi konsep keliling lingkaran berbasis model pembelajaran SPADE, dan respon siswa terhadap desain didaktis konsep keliling lingkaran berbasis model pembelajaran SPADE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain didaktis (Didactical Design Research) yang terdiri dari tiga tahap, yaitu prospective analysis, analisis metapedadidaktik, dan retrospective analysis. Lokasi tempat dilaksanakannya penelitian yaitu di Lewo Babakan Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Hasil akhir penelitian adalah suatu desain didaktis alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran keliling lingkaran di kelas VI sekolah dasar.
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap pada Pembelajaran Tematik Berbasis Outdoor Learning di Sekolah Dasar
Nita Rachmawiarti Cahyany;
Ghullam Hamdu;
Elan M.Pd
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (846.825 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7422
Pengembangan instrumen penilaian sikap ini dilatarbelakangi oleh kurangnya pemahaman guru dalam merancang ataupun mengembangkan instrumen penilaian sikap berupa rubrik. Sehingga guru cenderung menilai sikap siswa secara subjektif. Instrumen penilaian sikap berupa rubrik sudah banyak ditawarkan namun belum dikembangkan khususnya instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning. Instrumen penilaian sikap pada pembelajaran tematik berbasis outdoor learning diharapkan dapat menjadi alternatif bagi guru dalam melakukan penilaian. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research yang digunakan untuk menghasilkan produk instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning yang terdiri dari instrumen penilaian sikap individu dan kelompok. Rancangan instrumen penilaian sikap berbasis outdoor learning divalidasi oleh validator ahli. Setelah mengalami perbaikan atau revisi, kemudian dilakukan uji coba selama dua kali yaitu pada uji coba pertama dan kedua. Pada uji coba pertama terdapat dua rubrik yang harus direvisi karena persentase kelayakan rubrik 80%. Setelah mengalami revisi, kemudian di uji cobakan pada uji coba kedua hingga rubrik dinyatakan layak. Hasil perbaikan dari uji coba kedua merupakan produk akhir instrumen penilaian sikap yang layak digunakan dalam pembelajaran berbasis outdoor learning di Sekolah Dasar yang menggunakan Kurikulum 2013.
ANALISIS HOTS (HIGH ORDER THINKING SKILLS) PADA SOAL OBJEKTIF TES DALAM MATA PELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) KELAS V SD NEGERI 7 CIAMIS
Maharani Yuniar;
Cece Rakhmat Rakhmat;
Asep Saepulrohman
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (433.996 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5845
Salah satu tugas guru adalah menyusun soal. Soal yang baik adalah yang memperhatikan kemampuan berpikir siswa. Terdapat sebelas keterampilan berpikir kritis yang masuk pada kelompok HOTS (High Order Thinking Skills), yakni memfokuskan pada pertanyaan, menganalisis argumen, mempertimbangkan yang dapat dipercaya, mempertimbangkan laporan observasi, membandingkan kesimpulan, menentukan kesimpulan, mempertimbangkan kemampuan induksi, menilai, mendefinisikan konsep, mendefinisikan asumsi, dan mendeskripsikan. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan HOTS (High Order Thinking Skills) pada soal objektif tes dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V SD Negeri 7 Ciamis. Alasan dilakukannya penelitian ini, dikarenakan masih banyaknya soal yang dibuat oleh guru yang tidak memenuhi kriteria pembuatan soal yang baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti berusaha mendeskripsikan pengembangan HOTS (High Order Thinking Skills) pada soal objektif tes dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) kelas V di SD Negeri 7 Ciamis. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh temuan, yakni dari 20 butir soal ditemukan 14 butir soal yang memenuhi kriteria pengembangan soal HOTS (High Order Thinking Skills) dan 6 butir soal yang tidak memenuhi kriteria pengembangan HOTS (High Order Thinking Skills).
Analisis Hasil Penulisan Surat Undangan Ulang Tahun Peserta Didik Kelas V
Dewi Supriati;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (862.654 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39228
Tulisan ini dilatarbelakangi karena belum terdapat hasil analisis mengenai penulisan surat undangan ulang tahun dengan memperhatikan struktur surat dan aspek kebahasaan. Penelitian dilaksanakan di SDN Margarahayu. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mendeskripsikan hasil analisis penulisan surat undangan ulang tahun peserta didik kelas V sekolah dasar. Metode yang digunakan yakni analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara penugasan Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan indikator berupa: (1) penempatan struktur undangan ulang tahun (penempatan tanggal dan tempat, penempatan salam pembuka dan penutup, penempatan isi, orang yang mengundang dan diundang), (2) aspek kebahasaan dalam penulisan huruf kapital (awal kalimat, nama geografi, nama orang, nama hari, nama bulan, dan singkatan). Berdasarkan hasil penelitian ini dari 40 tulisan surat undangan ulang tahun peserta didik menunjukan terdapat tiga kategori yang dicapai diantaranya kategori tinggi, sedang dan rendah. Pada data 1 menunjukan bahwa pada kategori tinggi terdapat 3 peserta didik, pada kategori sedang terdapat 2 peserta didik, dan pada kategori rendah terdapat 15 peserta didik berada pada kategori redah. Sedangkan pada data 2 menunjukan bahwa pada kategori tinggi terdapat 5 peserta didik, pada kategori sedang terdapat 8 peserta didik, pada kategori sedang terdapat 7 peserta didik. Dengan demikian, penelitan ini diharapkan dapat dijadikan acuan atau pedoman dalam menganalisis penulisan surat undangan ulang tahun peserta didik.
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Narasi Non-Fiksi Melalui Gambar Seri di Sekolah Dasar
Gilang Ramadhan;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.24928
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya penggunaan media di sekolah dasar dalam pembelajaran menulis teks narasi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, sehinga peneliti mencoba untuk menggunakan media gambar seri sebagai alat atau media dalam pembelajaran menulis teks narasi. Hasil pretest menunjukan bahwa keterampilan menulis teks narasi siswa menunjukan kurangya jawaban yang sangat memuaskan dengan nilai rata-rata yang masih belum mencapai standar, hal tersebut terlihat adanya hambatan dalam menulis teks narasi. Dengan demikian, tujuan penelitian ini yaitu : untuk mengetahui hasil menulis karangan teks narasi siswa sebelum menggunakan media dan setelah menggunakan media gambar seri untuk mengetahui apakah media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis teks narasi di Sekolah Dasar. Populasi dan sample penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar yang berjumlah lima belas orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Pre-Ekperimental Design Tipe One-group Pretest-Posttest Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes subjektif berupa bentuk soal penugasan yang berisi langkah-langkah menulis teks narasi non-fiksi. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel 2016 dan program SPSS V.25. Hasil penelitian menunjukan Sig. (2-tailed) 0.000 0,05. Dengan demikian hasil tersebut dapat disimpulkan adanya pengaruh sehinga dapat ditarik kesimpulan penggunaan media gambar seri dapat meningkatkan keterampilan menulis teks narasi non-fiksi siswa di Sekolah Dasar.
Pengembangan Desain Pembelajaran Berbasis Outdoor di Sekolah Dasar
Muhamad Rifqi Waldani;
Oyon Haki Pranata;
Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (484.585 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7305
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan desain pembelajaran berbasis outdoor pada kurikulum 2013 edisi revisi 2016 subtema ayo cintai lingkungan. Penelitian ini dilaksanakan di SDN 1 Cibeureum dan SDN Citapen kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini ialah 1) mendapatkan informasi tentang desain pembelajaran yang biasa digunakan di Sekolah Dasar; 2) menghasilkan rancangan desain pembelajaran berbasis outdoor; 3) mendapatkan gambaran tentang penggunaan desain pembelajaran berbasis outdoor; 4) menghasilkan produk akhir desain pembelajaran berbasis outdoor. Penelitian ini dilakukan karena pembelajaran di beberapa sekolah dasar Kota Tasikmalaya terdapat kejenuhan dan kebosanan. Penelitian yang digunakan menggunakan metode penelitian dan pengembangan Design Based Research dengan menggunakan tahapan penelitian menurut Reeves, yaitu: 1) identifikasi dan analisis masalah oleh peneliti dan praktisi secara kolaboratif; 2) mengembangkan solusi yang didasarkan pada patokan teori, design principle, yang ada dan inovasi teknologi; 3) melakukan proses berulang untuk menguji dan memperbaiki solusi secara praktis; 4) refleksi untuk menghasilkan design principle serta meningkatkan implementasi dari solusi secara praktisi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, studi dokumentasi, observasi dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukan bahwa desain pembelajaran yang telah dikembangkan valid dan dapat digunakan. Kevalidan ditunjukkan dari hasil validasi oleh validator ahli dan keterpakaian dari hasil uji coba sebanyak 2 kali uji coba dengan 4 kali pertemuan. Respon siswa kategori positif sebesar 96,88%. Respon guru pada uji coba menyatakan sudah bagus, mudah difahami dan dapat digunakan di sekolah dasar. Desain pembelajaran berbasis outdoor ini dapat dijadikan alternatif oleh guru dalam melakukan proses pembelajaran yang mengembangkan proses pembelajaran yang menarik dan bermakna.
Pengaruh Pembelajaran Make A Match terhadap Hasil Belajar Siswa tentang Mendeskripsikan Tokoh Pejuang Masa Penjajahan Belanda
Rimas Putri Utami;
Rustono WS;
Sumardi Sumardi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (444.22 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7207
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penngembangan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Dalam pembelajaran IPS, pada umumnya pembelajaran yang dilaksanakan masih bersifat tradisional yang berdampak pada hasil belajar siswa secara signifikan. Hal ini di tunjukan dengan indikator hasil belajar siswa yang masih rendah. Solusi untuk mengatasi hal tersebut, peneliti memilih dan menggunakan pembelajaran make a match. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum mengangkat bagaimana pengaruh pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar IPS siswa pada materi perjuangan rakyat melawan penjajah Belanda kelas V SD Negeri 1 Nagarawangi. Sedangkan tujuan dalam penelitian ini secara umum untuk mengetahui pengaruh pembelajaran Make A Match terhadap hasil belajar IPS siswa pada materi Perjuangan Rakyat Melawan Penjajah Belanda dalam pembelajaran IPS di kelas V SD Negeri 1 Nagarawangi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaknih quasi eksperimental dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Nagarawangi Kecamatan Cihideung Kota Tasikmalaya dengan teknik pengambil sampel berupa sampel jenuh. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes. Analisis data kuantitatif menggunakan microsoft excel versi 2010 dan SPSS versi 16.0. Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil analisis, disimpulkan bahwa hasil belajar yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan Pembelajaran Make A Match lebih baik dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang mendapatkan pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran konvensional.
Pola Komunikasi Orang Tua dalam Mendidik Kesantunan Berbahasa Anak
Ricca Pandu Kusuma Dewi;
Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (772.728 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39246
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kesantunan berbahasa anak (peserta didik jenjang sekolah dasar) yang dibangun di lingkungan keluarga melalui komunikasi dengan orang tua. Tujuan penelitian ini untuk menjelaskan pola komunikasi orang tua dalam mendidik kesantunan berbahasa dan menjelaskan persepsi orang tua terhadap kesantunan berbahasa terhadap anak di lingkungan keluarga. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan teknik wawancara kepada narasumber tujuh orang tua peserta didik salah satu SDN di Kota Tasikmalaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pengajaran kesantunan berbahasa disesuaikan dengan kondisi lingkungan pola asuh masing-masing. Pengajaran kesantunan berbahasa yang dilakukan oleh orang tua berbentuk memberikan contoh, pembiasaan, pengarahan, dan pengawasan. Alasan orang tua menjadikan pengajaran kesantunan berbahasa ini menjadi perhatian khusus karena penggunaan bahasa yang santun ketika sedang berkomunikasi dapat menjadikan cerminan dari sifat dan kepribadian seseorang. Adapun alasan lain yang dikemukakan oleh orang tua terkait pentingnya pengajaran kesantunan berbahasa adalah karena orang tua merupakan tempat pendidikan pertama seorang anak, jika orang tua lalai dalam mengajarkan kesantunan berbahasa maka anak akan terbiasa berbicara yang kurang santun. Pengajaran kesantunan berbahasa ini disarankan agar digunakan atau diterapkan oleh para guru dalam mengajarkan kesantunan berbahasa di sekolah dan selain itu disarankan lebih banyak orang tua yang mengajarkan atau menerapkan metode-metode kesantunan berbahasa tersebut kepada anak.
Analisis Kesalahan Penulisan Huruf Kapital Siswa Kelas II
Kiki Widyawati;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25731
Huruf kapital adalah huruf yang berukuran dan berbentuk khusus (lebih besar dari huruf biasa), biasanya digunakan sebagai huruf pertama dari kata pertama dalam kalimat, huruf pertama nama diri, dan sebagainya. Oleh karena itu, penerapan penulisan huruf kapital merupakan aturan-aturan yang harus ditaati oleh pemakai bahasa untuk keteraturan dan keseragaman bentuk dalam bahasa tulis. Penelitian dilaksanakan di SD Negeri Panyingkiran. Tujuan umum penelitian ini untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan huruf kapital siswa kelas II SD Negeri Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Kemudian tujuan khusus penelitian ini untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan huruf kapital pada awal kalimat, nama orang, dan nama geografi siswa kelas II SD Negeri Panyingkiran Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Penelitian disusun dan dilaksanakan menggunakan metode deskriptif berdasarkan pedoman analisis melalui pendekatan kualitatif. Hasil penelitian secara umum, ditemukan data bahwa kesalahan penulisan huruf kapital persentasenya sebesar 33,09%. Persentase tersebut mencakup semua indikator. Kesalahan penulisan huruf kapital pada nama orang merupakan kesalahan penulisan huruf kapital terbesar. Kemudian hasil penelitian secara khusus, kesalahan penulisan huruf kapital pada awal kalimat memperoleh persentase sebesar 24,83%. Kesalahan penulisan huruf kapital pada nama orang memperoleh persentase sebesar 34,63%. Kesalahan penulisan huruf kapital pada nama geografi memperoleh persentase sebesar 33,32%.