cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Penggunaan Teknik Mind Mapping pada keterampilan Menulis Ringkasan Siswa dalam Pembelajran Bahasa Indonesia Siti Saharah; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (760.051 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12610

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh teknik mind mapping yang belum digunakan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar, serta keterampilan menulis ringkasan siswa masih diluar harapan. Oleh karena itu penggunaan teknik mind mapping diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis ringkasan. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui gambaran kemampuan siswa menulis ringkasan  sebelum menggunakan teknik mind mapping, mengetahui gambaran kemampuan siswa menulis ringkasan  sesudah  menggunakan teknik mind mapping, mengetahui gambaran cara penggunaan teknik mind mapping untuk meningkatkan keterampilan menulis ringkasan, mengetahui gambaran perbandingan hasil kemampuan siswa menulis ringkasan  sebelum dan sesuudah menggunakan teknik mind mapping. Populasi dan sampel penelitian yang adalah siswa kelas V yang berjumlah 25 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain Pre-eksperimental Design tipe One-group Pretest-Posttest Design. Pada tahap pengumpulan data, instrumen yang digunakan yaitu teknik tes subjektif berupa lembar penugasan dan pengembangan bahan ajar (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran). Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dengan menggunakan bantuan Microsoft Excel 2010 dan program SPSS 16.0. Hasil penelitian menunjukkan nilai asymp sig sebesar 0,000 0,05 sehingga diterimanya Ha (hipotesis alternatif) dan ditolaknya H0 (hipotesis nol). Berdasarkan hasil analisis data, penggunaan teknik mind mapping berpengaruh pada keterampilan menulis ringkasan siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas V.
Penerapan Model Inkuiri Penemuan Terbimbing terhadap Pemahaman Siswa pada Materi Sifat-sifat Cahaya Arif Rahman; Akhmad Nugraha; Dindin Abdul Muiz Lidinillah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.608 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7144

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pemahaman siswa pada materi sifat-sifat cahaya dalam pembelajaran IPA yang menggunakan model inkuiri penemuan terbimbing di kelas eksperimen dengan model konvensional di kelas kontrol di kelas V SD Negeri Pahlawan Kota Tasikmalaya. Jenis metode yang digunakan yaitu quasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Dari hasil analisis data, kelas eksperimen mengalami peningkatan pemahaman pada kategori sedang dari rata-rata 43,79 menjadi 68,10, sedangkan kelas kontrol mengalami peningkatan pemahaman pada kategori rendah dari rata-rata 43,97 menjadi 58,28. Berdasarkan uji perbedaan dua rata-rata N-Gain, diperoleh nilai signifikansi kurang dari 0,05 yang berarti pemahaman siswa pada materi sifat-sifat cahaya dalam pembelajaran IPA menggunakan model inkuiri penemuan terbimbing lebih baik dari pada menggunakan model konvensional.
Karakteristik Pendidik dalam Isu Bullying di Sekolah Dasar Muti Wijayanti; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 3 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.893 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i3.53442

Abstract

REKONSTRUSI CERITA RAKYAT DEWI RENGGANIS DI PANGANDARAN BERDASARKAN PENDEKATAN STRUKTURAL Nani Susilawati; Karlimah Karlimah; Seni Apriliya Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.287 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5146

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi belum tersedianya buku cerita rakyat asli daerah Pangandaran yang memperhatikan karakteristik dan perkembangan siswa SD. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk (1) Mengetahui pandangan masyarakat tentang perlunya cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran yang didokumentasikan; (2) Mengetahui struktur cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran, dan; (3) Merekonstruksi cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran, sebagai bahan bacaan cerita siswa sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan buku cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran, sebagai bahan bacaan cerita siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu kualitatif dengan pendekatan Educational Design Research (EDR). Penelitian ini menghasilkan tiga simpulan. Pertama, masyarakat masih memerlukan dokumen cerita rakyat Dewi Rengganis secara tertulis. Sedikit lebih banyak masyarakat di kecamatan Parigi yang mengetahuinya tentang cerita Dewi Rengganis. Kebanyakan masyarakat sudah mengetahui tempat petilasan Dewi Rengganis di Pangandaran. Sedangkan untuk ketersediaan informasi tentang Dewi Rengganis, baik di perpustakaan daerah maupun sekolah masih kurang. Kedua, terdapat tiga deskripsi cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran yang diperoleh dari dua narasumber dan satu catatan dengan versi yang berbeda. Masing-masing deskripsi dibuat struktur ceritanya yang terdiri atas alur, tokoh, latar, tema, dan sudut pandang. Ketiga, deskripsi cerita tersebut direkonstruksi, sehingga didapat sebuah cerita baru yang merupakan penggabungan dari versi cerita sehingga diperoleh jalan cerita yang sama dan saling melengkapi. Hasil dari rekonstruksi berupa buku cerita rakyat Dewi Rengganis di Pangandaran. Diharapkan dapat dijadikan bahan bacaan cerita untuk siswa SD khususnya di Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.
Hubungan Learn From Home dengan Motivasi Belajar Peserta Didik di Sekolah Dasar Tika Yulianti; Syarip Hidayat; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1100.855 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan learn from home (belajar dari rumah) dengan motivasi belajar peserta didik kelas IV di sekolah dasar Negeri 1 Nagarawangi Kota Tasikmalaya. Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian korelatisional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 12 peserta didik kelas IV-A SD Negeri 1 Nagarawangi Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu angket tertutup dengan jenis skala Likert dan alternatif jawaban Selalu (4), Sering (3), Kadang-kadang (2), dan Tidak Pernah (1). Sementara itu, teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan statistik inferensial parametik yaitu menggunakan formula korelasi product moment, uji regresi sederhana, uji signifikasi, dan uji koefisien deterinasi  dengan bantuan IBM SPSS ver 25. Hasil penelitian menunjukan bahwa rata-rata persentase learn from home yaitu sebesar 51%. Nilai tersebut berada pada kategori sedang. Sementara itu, rata-rata persentase motivasi belajar yaitu sebesar 65% dan berada pada kategori sedang. Kemudian, hasil uji korelasi menunjukan angka 0, 775 yang berarti tingkat korelasi berada pada korelasi kuat. Sedangkan, hasil uji regresi sederhana diperoleh nilai a (nilai konstan) sebesar -25,750 dan nilai b (koefisien regresi) sebesar 1,773. Artinya setiap penambahan 1% nilai learn from home, maka nilai motivasi akan menurun sebesar 1,773. Dengan demikian, semakin lama learn from home maka motivasi peserta didik akan menurun. Selain itu, uji hipotesis (uji signifikasi) menunjukan nilai sig. 0,05 yaitu sig. 0,003, artinya hipotesis alpa  (Ha) diterima yang berarti bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara antara learn from home dengan motivasi belajar peserta didik di sekolah dasar.
Pengembangan Buku Cerita Anak tentang Makanan Tradisional Nasi Cikur Khas Tasikmalaya untuk Siswa Sekolah Dasar Siti Putri Indriani; Hodidjah Hodidjah; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (600.98 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.13150

Abstract

Penelitian ini merupakan pengembangan buku cerita anak tentang makanan tradisional nasi cikur khas Tasikmalaya untuk siswa sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai keberadaan buku cerita anak tentang makanan tradisional nasi cikur khas Tasikmalaya di sekolah dasar Tasikmalaya, mengembangkan produk awal, mengetahui kelayakan, dan menghasilkan produk akhir buku cerita anak tersebut. Berdasarkan hasil survey, siswa tidak memiliki pengetahuan tentang makanan tradisional di daerah tempat tinggal siswa. Di sisi lain, pengetahuan tersebut perlu dimiliki oleh siswa sesuai dengan kompetensi muatan bahasa Indonesia kelas IV pada kurikulum 2013 bahwa siswa harus mengetahui bahan dasar, bentuk, cara penyajian, dan cara pembuatan makanan tradisional khas daerahnya. Buku cerita yang bersifat menghibur dan mendidik dapat dijadikan sebagai alternatif pengenalan makanan tradisional kepada siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Educational Design Research (EDR) model Reeves. Penelitian ini melibatkan penjual nasi cikur, pemerintah kota Tasikmalaya, mahasiswa, masyarakat, serta guru dan siswa sekolah dasar sebagai responden. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, kuesioner, dan studi dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan produk buku cerita anak tentang makanan tradisional nasi cikur khas Tasikmalaya yang telah diuji kelayakan dengan melihat hasil validasi, serta respons guru dan siswa. Produk buku cerita anak tentang makanan tradisional nasi cikur khas Tasikmalaya ini belum tersedia hingga saat ini, buku cerita anak tersebut memuat konten tentang makanan tradisional nasi cikur khas Tasikmalaya yang disertai dengan ilustrasi menarik sehingga layak digunakan di kelas IV SD serta mendapat respons positif dari guru dan siswa sekolah dasar.
peranan Bahan Ajar Dongeng yang Sesuai Dengan Karakteristik Minat Terhadap Respons Peserta Didik kulsum sumiarsih; seni apriliya; epon nur'aeni
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7307

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran bahan ajar yang disesuiakan dengan karakteristik yang dimiliki pesera didik kelas 4 sekolah dasar, berusia 9-10 tahun, terhadap responsnya pada suatu bacaan. Subjek penelitian adalah 29 siswa kelas 4-B SDN 2 Sindangpalay kota tasikmalaya. Alat pengumpulan data adalah angket unuk menganalisis karakteristik minat peserta didik dan soal tes untuk mengetahui sejauhmana anak mampu merespons bahan ajar yang telah disesuaikan dengan karakteristiknya. Hasil analisis respons siswa, menunjukan bahwa karakteristik minat yang timbul dari. Teori-teori yang digunakan dalam pemilihan bahan dan perencanaan tahapan tersebut adalah 1) karakteristik anak (Nurgiantoro, 2010); 2) Sastra anak (Nurgiantoro, 2010); 3) Dongeng anak (Jarna, 2016); 4) Respons (Tarigan, 2011); 5) Estetika Resepsi (Segers, 2000); 6) kemampuan membaca (Harris dan Sipay dalam Wulan, 2010); 7) Genre Dongeng (Nurgiantoro, 2010); 8) unsur intrinsic dongeng (Nurgiantoro, 2010); 9) Pemilihan bacaan sastra (Huck dkk dalam Nurgiantoro, 2010). Hasil penelitian menunjukan siswa kelas 4 SDN 2 Sindangpalay memiliki 10 karakteristik dominan, dan 6 karakteristik sesuai dengan dongeng yang berjudul “Kancil Mengalahkan Harimau”, rata-rata persentase respons siswa terhadap dongeng adalah 63,65% sehingga dapat dikatakan bahwa siswa kelas 4-B SDN 2 Sindangpalay cukup baik dalam merespons dongeng “Kancil Mengalahkan Harimau”.
Analisis Soal Penilaian Akhir Tahun (PAT) berbasis HOTS Mata Pelajaran IPA kelas V di Sekolah Dasar Gita Aulia Khoerunnisa; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 4 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.239 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i4.53973

Abstract

ANALISIS PENGGUNAAN MAJAS DALAM KARANGAN NARASI SISWA KELAS V SD NEGERI WANOJA 1 KABUPATEN BREBES Teguh Iman Santoso; Aan Kusdiana; Rustono WS
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.368 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5239

Abstract

Menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa. Sehingga pada pelaksananaannya, keterampilan menulis mendapatkan porsi khusus dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Salah satu keterampilan menulis tersebut adalah menulis karangan narasi. Karangan narasi merupakan bentuk wacana yang berusaha memaparkan suatu peristiwa berdasarkan waktu sehingga ketika membaca karangan narasi, pembaca diajak merasakan peristiwa yang ada pada karangan narasi. Oleh sebab itu, tidak dipungkiri bahwa dalam karangan narasi ditemukannya majas. Majas dalam karangan narasi sendiri merupakan bahasa kias yang mewakili perasaan penulisnya. Guna mengetahui perbendaharaan majas penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan model analisis konten. Berdasarkan hasil analisis terhadap 24 karangan narasi siswa kelas V SD Negeri Wanoja 1, ditemukan majas yang sering digunakan adalah hiperbola sebanyak 12 buah, ekslamasio sebanyak 5 buah, koreksio sebanyak 4 buah, polsidenton sebanyak 3 buah, antithesis sebanyak 2 buah, dan sisanya berupa majas sinekdoke (totum pro parte dan pars pro toto), klimaks, depersonifikasi, pleonasme serta asidenton sebanyak 1 buah.
Pengaruh Penerapan Teori Belajar Van Hiele terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Sifat-Sifat Bangun Datar Lia Nuraini; Epon Nur’aeni L; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35348

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang sehingga berdampak pada kurangnya nilai hasil belajar siswa. Hal tersebut terjadi karena kurangnya inovasi dalam penggunaan model pembelajaran yang digunakan oleh guru. Oleh karena itu peneliti memilih teori Van Hiele sebagai solusinya untuk diterapkan dalam pembelajaran materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pembelajaran berbasis teori Van Hiele terhadap hasil belajar siswa pada materi sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang. Metode penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design dengan bentuk Nonequivalent Control Group Design. Hasil penelitian ini menujukan bahwa penerapan teori belajar van hiele dalam pembelajaran sifat-sifat bangun persegi dan persegi panjang memberikan pengaruh berupa peningkatan hasil belajar yang lebih dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan teori Van Hiele. Peningkatan hasil belajar ini terlihat dari nilai rata-rata n-gain score yang diperoleh kelas eksperimen yaitu sebesar 0,49  berada pada kategori sedang. Nilai tersebut lebih besar dari nilai yang diperoleh kelompok kontrol yaitu hanya sebesar 0,29 dan berada pada kategori rendah.