PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
465 Documents
Penggunaan Media Gambar terhadap Pembelajaran Menulis Puisi Peserta Didik
Deifan Permana;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (916.056 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7297
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya kemampuan menulis peserta didik dalam materi menulis puisi di kelas III dalam pembelajaran bahasa Indonesia. Sehingga peserta didik masih kesulitan dalam Membuat Puisi yang disediakan oleh guru. Untuk mengatasi kesulitan tersebut, peneliti memberikan salah satu alternatif dengan menggunakan media gambar bertema hewan dalam kegiatan Menulis puisi pada proses pembelajaran bahasa Indonesia, karena media gambar dapat memotivasi peserta didik dan memberi rangsangan secara visual terhadap daya imajinasi peserta didik dan pembelajaran akan lebih menyenangkan. Ada pun penilain yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya penilaian mekanik, penilaian isi dan penilain kebahasaan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk memperoleh data tentang kemampuan menulis peserta didik dalam menulis puisi dan setelah menggunakan media gambar pada pembelajaran bahasa Indonesia di kelas III A SD Negeri 2 Cibunigeulis , serta untuk memperoleh data tentang pengaruh media gambar terhadap kemampuan menulis peserta didik dalam dalam membuat puisi di kelas III A SD Negeri 2 Cibunigeulis. Populasi dan sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas III A SD Negeri 2 Cibunigeulis yang berjumlah 21 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain metode penelitian Pre-experimental Design. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan yaitu teknik tes tulis membuat sebuah puisi. Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dengan menggunakan bantuan program Microsoft Excel 2007 dan program SPSS 16.0. Hasil kemampuan menulis peserta didik pada saat pre-test berada pada rata-rata skor sebesar 5,086. Sedangkan kemampuan menulis peserta didik pada saat post-test berada pada rata-rata skor sebesar 8,434. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh dalam penggunaan media gambar terhadap kemampuan menulis peserta didik dalam membuat sebuah puisi di pembelajaran bahasa Indonesia di kelas III SD Negeri 2 Cibunigeulis kelurahan bantar Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya Provinsi Jawa Barat.
Analisis Kebutuhan Pengembangan bahan bacaan Buku cerita Bergambar Situs Kerajaan Kendan Berbasis Karakter di Sekolah Dasar
Syifa Suaibah Aslamiah;
Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (801.285 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41753
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui penggunaan bahan bacaan cerita kearifan lokal situs kerajaan kendan sebagai dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan analisis kebutuhan pengembangan bahan ajar membaca buku cerita bergambar situs kerajaan kendan berbasis karakter untuk kelas IV Sekolah Dasar. Cara ini dipilih untuk mengetahui kebutuhan pengembangan bahan ajar membaca situs kerajaan kendan berbasis karakter yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskripstif dengan teknik pengumpulan data melalui studi pendahuluan, kajian literature, observasi. Hasil penelitian di lapangan menunjukan bahwa permasalahan dalam pengadaan buku cerita bergambar 1) guru tidak pernah menggunakan buku cerita bergambar dalam pembelajaran bahasa Indonesia 2) belum ada buku yang memuat kearifan lokal situs kerajaan kendan 3) penguatan pendidikan karakter hanya diimplementasikan dalam materi pelajaran 4) guru hanya menggunakan buku tematik dalam pembelajaran 5) guru membutuhkan buku cerita bergambar kearifan lokal untuk menambah wawasan siswa 6) guru membutuhkan buku cerita bergambar yang dapat mengedukasi siswa. Peneliti berharap dengan adanya bahan bacaan buku cerita bergambar situs kerajaan kendan berbasis karakter mampu membantu guru dalam pengadaan bacaan siswa mengenai kearifan lokal dan sebagai sarana penguatan pendidikan karakter dalam pembelajaran. Serta membantu siswa dalam menambah wawasan kearifan lokal situs kerajaan kendan dan penanaman nilai karakter melalui karya tulis.
PENGARUH KEYAKINAN DIRI (SELF BELIEF) TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA
Ika Gita Nurliana Putri
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (32.557 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4120
Keyakinan (belief) siswa terhadap pembelajaran IPA turut mempengaruhi bagaimana ia memaknai pembelajaran. Keyakinan siswa yang salah, seperti beranggapan bahwa pembelajaran IPA lebih menekankan pada penguasaan sejumlah konsep dan hafalan akan membuat siswa cenderung pesimis dalam menghadapi pembelajaran. Sikap pesimis siswa tersebut turut menyebabkan prestasi belajar tidak tercapai maksimal. Sebaliknya, apabila siswa memiliki keyakinan (belief) terhadap pembelajaran yang ia hadapi maka akan mudah meraih prestasi belajar yang maksimal. Pada penelitian ini, hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan dari keyakinan diri (self belief) terhadap prestasi belajar siswa pada pembelajaran IPA.
Pengembangan Buku Cerita Tempat Bersejarah ‘Kampung Adat Dukuh’ sebagai Bahan Ajar Membaca di Sekolah Dasar
Ai Herliyaniwati;
Aan Kusdiana;
Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (528.241 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.28704
Pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar lebih berorientasi pada pembelajaran berbasis teks. Sehingga hal tersebut menitik beratkan kepada aspek membaca sebagai keterampilan yang harus dikuasai oleh siswa. Berkenaan dengan hal itu, guru harus dapat mengembangkan sebuah bahan ajar berbasis teks pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, namun berdasarkan wawancara kepada guru di SDN 2 Ciroyom Kabupaten Garut, guru merasa kesulitan dalam membuat bahan ajar berbentuk teks, apalagi teks tentang cerita narasi sejarah. Guru mengeluhkan bahwa bahan ajar membaca cerita mengenai tempat bersejarah dalam buku tematik yang berasal dari Garut hanya sebatas pada cerita Situ Bagendit dan Candi Cangkuang saja. Selain itu, relevansi bahan ajarpun dirasa kurang sesuai dengan kondisi siswa dan kurang kontekstual karena jauh dari lingkungan siswa. Berdasarkan fakta tersebut peneliti menawarkan solusi berupa pengembangan bahan ajar membaca anak mengenai tempat bersejarah di daerah Garut bernama “Kampung Adat Dukuh”. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) dengan menggunakan prosedur yang merujuk kepada teori Reeves. Dari hasil uji coba, mengacu kepada evaluasi dari bahan ajar yang dikembangkan didapat 38% siswa mendapat nilai tuntas, dan 62% belum tuntas.
PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS HOTS BERDASARKAN TAKSONOMI BLOOM DI SEKOLAH DASAR
Teti Teti;
E. Kosasih;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (853.269 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12487
Pengembangan lembar kerja siswa dilatarbelakangi dengan banyaknya pemahaman guru yang kurang tepat mengenai fungsi dari lembar kerja siswa sebagai perangkat pembelajaran. Lembar kerja siswa dianggap sebagai sekumpulan soal evaluasi untuk mengetes pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Salah satu tuntutan kurikulum 2013 yaitu pembelajaran harus diintegrasikan dengan pelatihan kemampuan higher order thinking skill siswa. Kemampuan higher order thinking skill ini membantu siswa bukan hanya mengetahui dan memahami suatu pengetahuan melainkan mampu mencari keterhubungan informasi pengetahuan, melibatkan proses penemuan konsep pengetahuan serta menerapkan pengetahuan untuk menghadapi sejumlah permasalahan. Pengembangan kemampuan higher order thinking skill ini didasarkan pada taksonomi Bloom revisi yang dijadikan rujukan pelaksanaan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode design based research yang digunakan untuk menghasilkan produk lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill taksonomi Bloom revisi. Produk lembar kerja siswa ini dirancang untuk dua kali pertemuan mencakup mata pelajaran IPA, Bahasa Indonesia, PJOK dan IPS. Rancangan lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill divalidasi oleh tiga ahli. Setelah divalidasi oleh tim ahli dan direvisi kekurangan lembar kerja siswa, dilakukan uji coba sebanyak dua kali, yaitu pada uji coba pertama dan uji kedua. Pada uji coba pertama dan uji coba kedua, respons siswa terhadap penggunaan lembar kerja siswa pertama tidak jauh berbeda. 81,3% siswa memahami materi dan meningkat menjadi rata-rata 95% siswa memahami isi LKS. Hasil dari uji coba kedua kemudian direvisi menjadi produk akhir lembar kerja siswa berbasis higher order thinking skill taksonomi Bloom revisi. Produk akhir ini diimplementasikan di sekolah dasar yang menggunakan kurikulum 2013.
Desain Didaktis Operasi Hitung Campuran Bilangan Bulat untuk Mengembangkan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas IVSekolah Dasar
Indra Permana Rosady;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah;
Elan M.Pd.
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (474.629 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7131
ABSTRAKPenelitian ini dilakukan berdasarkan hasil dari studi pendahuluan yang telah dilaksanakan oleh peneliti terhadap kemampuan komunikasi matematis pada materi operasi hitung campuran bilangan bulat. Terdapat learning obstacle pada siswa yang telah ditemukan mengenai mengomunikasikan pemikiran matematika dalam bentuk lisan maupun tulisan. Hal tersebut disebabkan karena adanya hambatan konteks yang dialami siswa pada saat pertama kali mempelajari operasi hitung campuran bilangan bulat. Kemampuan komunikasi matematis merupakan salah satu indikator yang harus dikuasai siswa berdasarkan Depdiknas. Ketika hambatan komunikasi terjadi pada siswa harus segera dilakukan antisipasi dengan proses pembelajaran untuk bisa mengatasi learning obstacle tersebut. Berdasarkan latar belakang masalah tersbut, peneliti merancang sebuah desain didaktis untuk dapat meminimalisir learning obstacle yang dialami siswa. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SDN Mangkubumi merupakan sekolah dasar yang berada di Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengembangkan desain didaktis berupa bahan ajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi pembelajaran operasi hitung campuran bilangan bulat. Penelitian ini menggunakan penelitian Didactical Design Research (DDR). Penelitian DDR memiliki tiga tahapan, yaitu: (1) analisis situasi didaktis yang dilakukan sebelum pembelajaran berupa rancangan prediksi respon siswa dan antisipasi didiaktis pedagogis, (2) analisis metapedadidaktik dan (3) analisis restrospektif yang mengaitkan antara analisis situasi didaktis dengan analisis metapedadidaktik. Pada teknik pengumpulan data menggunakan teknik trianggulasi, yaitu: observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengembangan desain didaktis ditunjang dengan teori yang relevan tentang strategi Think Talk Write (TTW) yang dikemukakan oleh Huinkle untuk mengembangkan kemampuan komunikasi siswa melalui kegiatan mengidentifikasi aturan dasar, gambar dan soal cerita, mengembangkan kemampuan berbicara siswa melalui kegiatan diskusi dalam kelompok dan mempresentasikan hasil jawabannya serta mengembangkan kemampuan menulisnya dalam kegiatan menulis sebuah jurnal mengenai langkah-langkah menyelesaikan masalah operasi hitung campuran bilangan bulat. Hasil penelitian ini berupa desain didaktis bahan ajar sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi hambatan belajar terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa pada materi operasi hitung campuran bilangan bulat di kelas IV sekolah dasar. Kata kunci: desain didaktis, komunikasi matematis, operasi hitung campuran bilangan bulat, learning obstacle.
Pengaruh Model Pembelajaran SPADE terhadap Hasil Belajar Siswa: Tinjauan Literatur Sistematis
Vina Rizki Lisdiana;
Epon Nur'aeni L;
Nana Ganda;
Ika Fitri Apriani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (578.244 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41902
Siswa mengalami hambatan belajar akibat kurangnya pemahaman terhadap pembelajaran geometri sehingga hasil belajar siswa menjadi rendah. Oleh karena itu guru harus mampu menggunakan model pembelajaran yang dapat meminimalisir ataupun mengatasi hambatan belajar yang dialami oleh siswa dengan mempertimbangkan karakteristik serta perkembangan kognitif siswa Sekolah Dasar, sehingga mampu mempengaruhi hasil belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur terkait dengan pengaruh model pembelajaran SPADE terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode SLR (Systematic Literature Review). Pengumpulan data dilakukan secara sistematis dengan mendokumentasikan semua artikel yang relevan dengan penelitian ini. Hasil yang diperoleh menunjukan bahwa terdapat 31 studi telah memenuhi kriteria inklusi dari total hasil pencarian sebanyak 159 literatur yang relevan sehingga terdapat temuan yang memberikan bukti bahwa model pembelajaran SPADE dapat mempengaruhi hasil belajar siswa dalam pembelajaran geometri.
COMPUTER ASSISTED LANGUAGE LEARNING (CALL) DALAM PEMBELAJARAN LISTENING SISWA SEKOLAH DASAR
Elis Nurwahidah;
Reni Bakhraeni;
Desiani Natalina Muliasari
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (386.729 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4697
Pemberdayaan sarana dan prasarana dalam pembelajaran bahasa Inggris di sekolah dasar harus terus diupayakan antara lain melalui inovasi pengajaran dan pembelajaran menggunakan bantuan teknologi komputer (CALL). Penerapan CALL dalam pembelajaran Bahasa Inggris di salah satu SD lingkungan Kota Tasikmalaya, yaitu di kelas VB SDN Galunggung menjadi pendukung dalam menguasai keterampilan menyimak (listening) siswa. Kekonsistenan sistem pengajaran dan pembelajaran berbasis CALL berpotensi sebagai faktor pendukung bagi siswa dalam mengembangkan kemampuan listening. Penelitian ini difokuskan pada penerapan CALL dalam pembelajaran listening siswa sekolah dasar. Secara umum, siswa maupun guru senang dengan pembelajaran listening menggunakan bantuan komputer. Hasil penelitian diperoleh data bentuk perencanaan dan proses pelaksanaan pembelajaran listening yang dipandang efektif, serta perkembangan kemampuan listening siswa pada aspek pengetahuan, sikap, dan kompetensi berbahasa siswa dalam memberi perintah, menjawab pertanyaan dan mengungkapkan gagasan meningkat, walaupun aspek sikap dan kompetensi berbahasa belum mencapai hasil melebihi target yang diharapkan. Hal ini karena disamping faktor pendukung, yaitu fasilitas yang tersedia, materials pembelajaran yang menarik, serta guru dan siswa antusias melakukan pembelajaran, masih ada faktor penghambat yaitu guru belum maksimal melakukan penilaian pada siswa ketika pengaplikasian bahasa di kelas.
Analisis Kelayakan Video Pembelajaran untuk Jenjang SD di Saluran Youtube Ruangguru dan Labedu Channel
Ari Dwi Cahyana;
E Kosasih
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (819.136 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.25827
Perkembangan teknologi di dunia pendidikan berkembang pesat. Hal ini ditandai dengan banyaknya video-video pembelajaran dari start up pendidikan sebagai penunjang dalam pendidikan, salah satunya adalah Ruangguru. Tak jarang, video pembelajaran tersebut diunggah ke youtube. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis video pembelajaran Ruangguru dan Labedu Channel khusus jenjang SD di youtube. Video pembelajaran diartikan sebagai salah satu teknologi dalam pendidikan yang dirancang secara sistematis dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip pembelajaran, sangat efektif untuk menyampaikan informasi terkait pembelajaran. Manfaat video pembelajaran adalah sebagai sarana memberikan pesan dan informasi dengan mudah serta merata kepada peserta didik, bisa mengatasi keterbatasan waktu dan ruang karena lebih realistis dan dapat diulang-ulang sesuai dengan kebutuhan. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskripsi dengan tujuan untuk menganalisis video pembelajaran untuk diketahui kelayakan dari setiap aspeknya. Analisis yang dilakukan diantaranya analisis isi, analisis penyajian, analisis bahasa, dan analisis grafika. Peneliti menganalisis lima video pembelajaran pada saluran Ruangguru dengan hasil analisis sebagai berikut. Aspek kelayakan isi semua dikategorikan sangat layak, aspek kelayakan penyajian semua dikategorikan sangat layak, aspek kelayakan bahasa tiga video pembelajaran dikategorikan sangat layak dan dua video pembelajaran masing-masing dikategorikan layak dan cukup layak, untuk aspek kelayakan grafika empat video pembelajaran dikategorikan sangat layak dan satu video pembelajaran dikategorikan layak. Hasil analisis video pembelajaran pada saluran youtube Ruangguru kemudian dibandingkan dengan analisis lima video pembelajaran pada saluran youtube Labedu Channel dengan menggunakan analisis yang sama. Maka hasil analisisnya diketahui sebagai berikut. Aspek kelayakan isi semua dikategorikan sangat layak, aspek penyajian empat video dikategorikan sangat layak dan satu video dikategorikan layak, aspek bahasa terdapat empat video dikategorikan sangat layak dan satu video dikategorikan layak dan terakhir aspek grafika terdapat dua video dikategorikan sangat layak dan dua lainnya dikategorikan layak.
Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Mendengarkan Berbasis Kearifan Lokal Melalui Permainan Bahasa di Sekolah Dasar
Mega Krisnayanti;
Hodidjah Hodidjah;
Aan Kusdiana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (692.869 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12851
Bahan ajar memiliki peranan yang penting dalam kegiatan belajar mengajar, sebagai alat untuk memudahkan guru agar lebih runtut dalam mengajarkan materi kepada siswa sehingga tercapai semua kompetensi yang diharapkan. Studi pendahuluan yang dilakukan di SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya menunjukkan bahwa guru masih kesulitan dalam hal mengorganisir kompetensi dasar yang berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa. SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya memiliki visi yaitu sekolah unggul yang berbasis kearifan lokal. Pembelajaran berbasis kearifan lokal memberikan wawasan kepada siswa terkait budaya daerah, selain berbasis kearifan lokal, pembelajaran juga bisa dilakukan melalui permainan bahasa karena pada hakikatnya siswa sekolah dasar masih senang bermain. Kenyataan dalam proses pembelajaran guru belum menemukan bahan ajar yang efektif untuk melaksanakan pembelajaran berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa. Dari permasalahan tersebut peneliti memberi solusi dengan mengembangkan bahan ajar pembelajaran mendengarkan berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan aspek yang dibutuhkan, rancangan, implementasi, dan refleksi dari bahan ajar. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) yang dikembangkan oleh Reeves untuk mengembangkan dan menguji kelayakan suatu produk. Rancangan produk dinyatakan layak oleh validator ahli dan dilakukan uji coba di SD Laboratorium UPI Kampus Tasikmalaya setelah melakukan revisi. Secara umum produk dinyatakan layak digunakan sebagai bahan ajar. Refleksi dari pengembangan produk yakni menghasilkan bahan ajar berbentuk buku dengan judul Permainan Dengar-ucap Pantun.