PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
465 Documents
Analisis Proses Pembelajaran Model Latihan Penelitian di Sekolah Dasar
nenti yulianti;
e kosasih;
ghullam hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.827 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7369
Penelitian ini merupakan penelitian analisis proses pembelajaran dengan mengimplentasikan desain pembelajaran berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan model latihan penelitian di tiga sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbedaan proses pembelajaran dengan mengimplementasikan desain pembelajaran model latihan penelitian di tiga sekolah dasar yang menggunakan kurikulum 2013 di Kota Tasikmalaya; dan memaparkan tentang sekolah dasar yang paling baik dalam penggunaan desain pembelaaran model latihan penelitian diantara tiga sekolah dasar yang menggunakan kurikulum 2013 di Kota Tasikamalaya. Subjek penilitian ini adalah tiga sekolah dasar yaitu SDN Citapen, SDN Galunggung, dan SDN Bojongsari. Alat pengumpulan data adalah lembar observasi untuk menganalisis proses pembelajaran dengan melihat keterlaksanaan setiap kegiatan pembelajaran yang ada dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yang di implementasikan. Hasil analisis proses pembelajaran menunjukkan bahwadesain pembelajaran model latihan penelitian terlaksana dengan baik di tiga sekolah dasar dengan beberapa perbedaan baik dilihat dari jumlah keterlaksanaan langkah kegiatan, dalam situasi pembelajaran serta keaktifan siswa. Diantara tiga sekolah dasar yang mengimplementasikan desain pembelajaran model latihan penelitian ada dua sekolah dasar yang paling baik pengimplementasiannya. Yaitu SDN Galunggung paling baik dalam proses pembelajaran 1 dan SDN Citapen dalam proses pembelajaran 2. Karena desain pembelajaran yang di implementasikan terdapat dua Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sehingga terdapat dua sekolah dasar yang paling baik di dua pembelajaran yang berbeda. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan dalam penelitian ini bahwa implentasi desain pembelajaran model latihan penelitian dilihat dari proses pembelajaran yang terlaksana di tiga sekolahdasar berbeda-beda.
PENGARUH TEKNIK SQ3R TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN SISWA
Elah Nurlaelah Sari;
Reni Bakhraeni;
Ade Rokhayati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (609.413 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i2.4927
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia di kelas IV SDN Pasirjaya Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Teknik SQ3R merupakan salah satu teknik pembelajaran yang dapat meningkatkan keterampilan membaca. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan atas anggapan bahwa teknik SQ3R dapat meningkatkan keterampilan membaca pemahaman siswa di kelas IV SDN Pasirjaya Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh teknik SQ3R terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa di kelas IV SDN Pasirjaya Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Adapun variabel yang diteliti adalah penggunaan teknik SQ3R (X) dan kemampuan membaca pemahaman (Y). Penelitian dilaksanakan di SDN Pasirjaya yang berlokasi di Pasirjaya Rt 02 Rw 06 Kelurahan Sukajaya Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan yaitu metode Pre Eksperimen dengan jenis One Group Pretest-Posttest Design. Sampel dalam penelitian merupakan populasi yaitu seluruh siswa kelas IV yang berjumlah 23 orang. Sampel terdiri dari 13 orang laki-laki dan 10 orang perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik tes. Data yang berhasil dikumpulkan, selanjutnya diolah dan dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui pengaruh teknik SQ3R terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Hasil penelitian menunjukan bahwa thitung (5,001) lebih besar dari t table(2,080). Maka dapat disimpulkan bahwa teknik SQ3R berpengaruh positif terhadap kemampuan membaca pemahaman siswa. Pengaruh yang diberikan sebesar 54,4% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain.
Lembar Kerja Siswa Berbasis Project Based Learning sebagai Inovasi dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar
Khotimatuzzahara Khotimatuzzahara;
Ahmad Mulyadiprana;
Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (500.524 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32716
Pendidikan tentunya dapat dilaksanakan secara formal maupun nonformal. Guru harus mencari cara untuk menciptakan sebuah inovasi yang menarik dan kreatif yang bisa diimplementasikan di dalam kelas sehingga proses pembelajaran menjadi aktif. Inovasi dalam pembelajaran merupakan suatu pembaharuan yang dilakukan oleh guru dalam sebuah proses pembelajaran maupun pembaharuan dalam perangkat pembelajaran atau cara mengajar guru itu sendiri. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan apa dan bagaimana LKS berbasis Project Based Learning dapat dijadikan inovasi dalam proses pembelajaran. Dengan kekreatifitasan yang dimiliki oleh seorang guru dapat mengembangkan LKS-LKS yang ada menjadi lebih menarik agar mendapat perhatian dari peserta didik. Dimana inovasi dalam sebuah pembelajaran akan membantu siswa keluar dari proses pembelajaran yang membosankan dan melatih ke kreatifitasan guru agar guru dapat lebih berinovasi dalam proses pembelajaran. LKS berbasis Project Based Learning dapat dijadikan inovasi dalam pembelajaran dan menggunakan bahan ajar tersebut di dalam kelas. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka dimana peneliti mengumpilkan data dengan cara: 1) observasi, 2) dokumentasi, 3) studi pustaka, dan 4) wawancara. LKS berbasis Project Based Learning dipercaya dapat dijadikan bahan ajar yang dapat membantu guru dalam menyampaikan materi pembelajaran yang berbeda dari biasanya. Dan membantu dan melatih siswa dalam mencari, menemukann dan mengintegrasikan pengetahuan yang siswa dapatkan sehingga siswa dapat memecahkan permasalahan yang sudah diberikan oleh guru dengan cara menghasilkan sebuah produk dari hasil belajar.
Pengembangan Bahan Ajar (Handout) Ritmis untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar
Dina Siti Maryam Audina;
E Kosasih
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (950.684 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12525
Pendidikan seni musik merupakan suatu bidang keilmuan yang dipelajari oleh siswa di sekolah dasar. Salah satunya yaitu melalui pembelajaran ritmis. Melalui pembelajaran ritmis, siswa dapat mengembangkan rasa musikal, khususnya terhadap keterampilan musik ritmis. Untuk itu, ritmis sangat penting diajarkan kepada siswa. Tujuan penelitian ini yaitu, untuk mengembangkan bahan ajar ritmis sebagai penunjang pembelajaran ritmis kelas I sekolah dasar. Namun pada kenyataannya, tidak jarang guru kelas I belum memahami bagaimana cara mengajarkan materi ritmis. Sementara itu, dilapangan guru pun tidak memiliki referensi mengajar lain selain buku tematik. Pengembangan bahan ajar ini menggunakan metode penelitian desain based research dengan prosedur model reeves. Subjek penelitian ini adalah tiga guru kelas I dan objek penelitian ini yaitu siswa kelas I yang berjumlah 17 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Penelitian ini menghasilkan produk bahan ajar berbentuk handout dengan judul Handout Ritmis untuk Siswa Kelas I Sekolah Dasar. Rancangan bahan ajar ini memuat konsep yang terdiri dari, (1) kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran; (2) materi ritmis; (3) langkah-langkah pembelajaran; dan (4) contoh latihan pembelajaran ritmis berbasis lagu anak. Produk dinyatakan layak untuk di uji coba setelah melalui tahap validasi. Uji coba dilakukan dua kali, pertama kepada guru dan kedua guru kepada siswa. Hasil uji coba tersebut menyatakan bahwa produk bahan ajar layak untuk digunakan sebagai penunjang persiapan guru dalam pembelajaran ritmis.
Penerapan Metode Mind Mapping tentang Perjuangan Melawan Penjajahan untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa
Fitri Avrianty;
Momoh Halimah;
Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (479.902 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7407
Penelitian Tindakan Kelas ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPS di kelas VB SD Negeri 1 Kalangsari. Permasalahan yang ditemukan adalah siswa kesulitan memahami dan mengingat konsep. Penyebabnya adalah metode pembelajaran yang digunakan kurang variatif dan belum sepenuhnya mengakomodir semua kemampuan siswa. Selain itu, siswa jarang sekali mengaktifkan otak kanannya selama pembelajaran berlangsung. Padahal kreativitas dan memori jangka panjang berada diotak kanan. Berdasarkan rendahnya hasil belajar siswa tersebut, penulis melakukan penelitian dengan menerapkan metode mind mapping. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai penerapan metode mind mapping tentang perjuangan melawan penjajahan dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas VB SD Negeri 1 Kalangsari. Metode mind mapping merupakan metode pembelajaran yang dapat meningkatkan daya ingat siswa terhadap pemahaman konsep, berkreativitas, dan melibatkan kedua fungsi otak selama pembelajaran berlangung. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari tiga siklus. Perencanaan pembelajaran dengan menerapkan metode mind mapping mengacu pada KTSP. Ciri khas dari perencanaan yang dibuat yaitu siswa ditugaskan untuk membuat catatan dengan cara mind mapping. Pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan metode mind mapping dilakukan dengan menyajikan materi menggunakan mind mapping di papan tulis, penggunaan media mind mapping dan adanya aktivitas siswa membuat mind mapping. Hasil belajar siswa dengan menerapkan metode mind mapping tentang perjuangan melawan penjajahan mengalami peningkatan. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan persentase keberhasilan yang didapatkan siswa pada setiap siklus. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode mind mapping tentang perjuangan melawan penjajahan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
ENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI AKTIVITAS EKONOMI DI LINGKUNGAN SETEMPAT MELALUI TEKNIK KANCING GEMERINCING
Lisda Lidiawati;
Epon Nur’aeni L;
Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (282.243 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i1.5098
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN Sirnagalih Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya dalam pembelajaran IPS tentang materi Aktivitas Ekonomi di Lingkungan Setempat. Sebagai rumusan masalah secara umum dalam penelitian tindakan kelas ini yaitu apakah penggunaan teknik kancing gemerincing dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS pada materi materi Aktivitas Ekonomi di Lingkungan Setempat. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah: 1. Untuk memperoleh gambaran tentang perencanaan pembelajaran dengan menggunakan teknik kancing gemerincing; 2. Untuk memperoleh gambaran tentang proses pembelajaran dengan menggunakan teknik kancing gemerincing; 3. Untuk mengetahui peningkatan hasil pembelajaran IPS dengan menggunakan teknik kancing gemerincing. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan Taggart yang mencakup empat tahap. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan tes tulis. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Sirnagalih sebanyak 25 orang. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data hasil belajar siswa dengan menggunakan teknik kancing gemerincing, nilainya terus meningkat pada setiap siklusnya. Nilai rata-rata kelas siklus I adalah 72,8 dan siklus II meningkat menjadi 81,4. Dintinjau dari standar ketuntasan belajar siklus I belum mencapai 75%, tetapi setelah siklus II hasilnya meningkat signifikan yaitu mencapai 88%. Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa teknik kancing gemerincing cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan yang tidak menggunakan teknik kancing gemerincing di kelas IV SDN Sirnagalih Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya tahun ajaran 2015/2016.
Kajian Tentang Keaktikan Belajar Siswa Dengan Media Teka Teki Silang Pada Pembelajaran IPS SD
Silvia Agustin;
Sumardi Sumardi;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (509.562 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32917
Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan pentingnya media pembelajaran dalam meningkatkan keaktifan belajar peserta didik pada pembelajaran IPS di SD karena mengingat pembelajaran IPS di SD terkesan sangat monoton dan kurang menyenangkan, sehingga menyebabkan siswa menjadi pasif atau kurang aktif dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dikarenakan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran IPS di SD. Selain itu, kurangnya kesadaran akan pentingnya penggunaan media pembelajaran pada pembelajaran IPS di SD. Media pembelajaran (teka teki silang) penting digunakan untuk melatih keaktifan belajar siswa pada pembelajaran IPS di SD. Dalam penerapan media pembelajaran teka teki silang ini perlu pemahaman dari guru terlebih dahulu agar siswa dapat terlatih keaktifan belajarnya. Dapat disimpulkan hasil dari kajian penulisan artikel ini adalah media pembelajaran sangat penting dalam pelaksanaan pembelajaran IPS di SD. Dengan menggunakan media pembelajaran siswa akan terlatih dan sesuai dengan manfaat dari media teka teki silang tersebut yakni untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik sebab dalam mengisi teka-teki silang kondisi pikiran yang jernih, rileks dan tenang akan membuat memori otak kuat, sehingga daya ingat pun meningkat. adapun Keaktifan siswa dalam belajar yang dapat ditingkatkan karena media teka teki silang adalah sebagai berikut : Kegiatan-kegiatan visual, kegiatan-kegiatan lisan, kegiatan-kegiatan mendegarkan, kegiatan-kegiatan menulis, kegiatan-kegiatan menggambar, kegiatan-kegiatan metrik, kegiatan-kegitan mental, kegiatan-kegiatan emosional.
Pengaruh Media Puzzle terhadap Hasil Belajar Siswa tentang Bangun Datar di Sekolah Dasar
Wiwi Alawiyah;
Yusuf Suryana;
Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (572.829 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12799
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang dilakukan dengan guru kelas III SD Negeri 2 Setiamulya bahwa adanya permasalahan mengenai hasil belajar siswa tentang bangun datar pada materi luas daerah persegi dan persegi panjang yang tidak terlampau jauh dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM). Permasalahan disebabkan oleh proses pembelajaran yang cenderung monoton dan kurang bervariatif terutama penggunaan media pembelajarannya. Untuk mengatasi hal tersebut, peneliti menggunakan media puzzle untuk melihat bagaimana pengaruh media puzzle terhadap hasil belajar siswa tentang bangun datar di Sekolah Dasar. Penelitian ini dilakukan di kelas III A SD Negeri 2 Setiamulya (sebagai kelas ekperimen) dan di kelas III B SD Negeri 2 Setiamulya (sebagai kelas kontrol). Metode penelitian yang digunakan yaitu quasi experiment research dengan desain non equivalent control group design. Hasil temuan yang didapatkan yaitu hasil belajar siswa di kelas yang tidak menggunakan media puzzle (kelas kontrol) memperoleh nilai rata-rata postest sebesar 65,76, sedangkan hasil belajar siswa di kelas yang menggunakan media puzzle (kelas eksperimen) memperoleh nilai rata-rata postest sebesar 80,6. Berdasarkan hasil analisis data yang didapatkan setelah melakukan penelitian ini menunjukkan ada pengaruh media puzzle terhadap hasil belajar siswa tentang bangun datar di Sekolah Dasar.
Pengaruh Model Latihan Penelitian terhadap Sikap Ilmiah Siswa di Sekolah Dasar
Fitria Rohmat Tunisa;
Kosasih Kosasih;
Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7141
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya sikap ilmiah di sekolah dasar. Guru memiliki tugas untuk memunculkan sikap ilmiah tersebut agar para siswanya memiliki pengetahuan yang memadai. Salah satu yang bisa dilakukan guru adalah memilih model pembelajaran yang mampu memunculkan sikap ilmiah siswa. Model latihan penelitian mampu memunculkan sikap ilmiah siswa karena dalam model ini siswa diajak langsung untuk bersikap seperti ilmuwan, memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, melakukan uji coba, dan lain-lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini secara umum mengangkat perbedaan sikap ilmiah di tiga sekolah dasar kategori tinggi, sedang, dan rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan sikap ilmiah di tiga sekolah dasar kategori tinggi, sedang, dan rendah. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain penelitian A three-treatment counterbalanced. Populasi dalam penelitian ini adalah SD di Kota Tasikmalaya yang menggunakan Kurikulum 2013 dan telah melaksanakan US/M dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling. Pertimbangan dalam penentuan sampel adalah nilai rata-rata tertinggi, sedang, terendah pada US/M tahun 2015/2016. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi dan observasi. Instrumen yang digunakan merupakan implementasi dari penelitian sebelumnya. Analisis data kuantitatif menggunakan microsoft excel versi 2010 dan SPSS versi 16.0. Berdasarkan data yang diperoleh hasil analisis, disimpulkan bahwa terdapat perbedaan nilai sikap ilmiah siswa di tiga sekolah dasar dalam pembelajaran dengan model latihan penelitian.