PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles
465 Documents
Pengaruh Model Mind Mapping terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan
Anandita Cyntisa Dwi Putri;
Sumardi Sumardi;
Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (442.159 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7245
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model mind mapping terhadap hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 2 Siluman pada materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan menggunakan desain penelitian yaitu nonequivalent control group design. Populasi yang digunakan dalam penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri 2 Siluman serta sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kelas V-A sebagai kelompok kontrol dan kelas V-B sebagai kelompok eksperimen. Dari hasil pengolahan dan analisis data, terdapat informasi mengenai perbedaan hasil belajar yang signifikan antara kelompok siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran menggunakan model mind mapping dengan siswa yang mendapat perlakuan pembelajaran konvensional. Pada kelompok kontrol yang dibelajarkan dengan menggunakan pembelajaran konvensional diperoleh nilai rata-rata yaitu 69,67 dengan kategori tinggi, dan nilai rerata Ngain 0,42 dengan kategori kurang efektif. Sedangkan pada kelompok eksperimen yang dibelajarkan dengan menggunakan model mind mapping diperoleh nilai rata-rata yaitu 86,33 dengan kategori sangat tinggi, dan nilai rerata Ngain 0,71 dengan kategori cukup efektif. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan model mind mapping pada materi peristiwa sekitar proklamasi kemerdekaan di SD Negeri 2 Siluman berpengaruh terhadap hasil belajar siswa.mind
Pengaruh Reward dan Punishment Keluarga terhadap Tanggung Jawab Belajar Peserta Didik Kelas Tinggi Sekolah Dasar pada Pembelajaran Jarak Jauh
Irfan Hilmi;
Syarip Hidayat;
Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (886.776 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39250
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fakta di lapangan mengenai tanggung jawab belajar peserta didik pada saat pembelajaran jarak jauh yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh yang signifikan dan seberapa besar sumbangan pengaruhnya antara pemberian reward dan punishment keluarga terhadap tanggung jawab belajar peserta didik kelas tinggi sekolah dasar selama pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi COVID-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif jenis penelitiannya ex post facto. Populasinya adalah peserta didik kelas tinggi dari tiga sekolah yaitu SDN Sindang Asih, SDN 1 Cigantang, dan SDN 2 Cigantang, sampelnya berjumlah 170 responden. Teknik pengambilan sampelnya adalah proportionate stratified random sampling. Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Data hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan antara reward dan punishment keluarga terhadap tanggung jawab belajar peserta didik kelas tinggi. Hal tersebut didapat dari perhitungan uji regresi diperoleh hasil uji F nilai Fhitung nya 62,699 yang lebih besar dari nilai Ftabel 3,0498 dengan distribusi 5%. Karena Fhitung (62,699) Ftabel (3,0498) dengan nilai sig. 0,000 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga terdapat pengaruh positif dan signifikan antara pemberian reward dan punishment keluarga terhadap tanggung jawab belajar peserta didik kelas tinggi sekolah dasar selama pembelajaran jarak jauh pada masa pandemi COVID-19. Besarnya sumbangan pengaruh yang diberikan oleh reward dan punishment keluarga terhadap tanggung jawab belajar adalah 0,429, artinya variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat sebesar 42,9% dan sisanya 57,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dibahas dalam penelitian ini.
Rancangan Multimedia Interaktif tentang Pantun untuk Pembelajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar
Siti Maesaroh;
Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (613.415 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.25338
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi yang semakin pesat sehingga menuntut pendidikan dalam memanfaatkan teknologi, salah satu pemanfaatan teknologi dalam pendidikan yaitu penggunaan media. Salah satu bentuk media dalam pembelajaran yaitu multimedia interaktif, maka dari itu perlu adanya rancangan bentuk multimedia interaktif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dan bentuk rencana multimedia interaktif tentang pantun untuk pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah dasar. Pada dasarnya pembelajaran bahasa Idonesia pada materi pantun belum tersedianya multimedia interaktif, pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan dengan menggunakan media gambar. Multimedia interaktif ada beberapa yang tersedia di internet, akan tetapi bentuk multimedia tersebut hanya berbentuk video yang dapat ditampilkan kepada peserta didik. Rancangan multimedia interaktif ini secara keseluruhan yang diakses melalui aplikasi windows Microsoft Power Point sehingga mudah digunakan oleh guru. Media merupakan komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran. Media merupakan perantara atau penyampai pesan suatu materi pembelajaran. Pada hakikatnya peserta didik belajar lebih bermakna dengan cara menggunakan media pembelajaran secara keseluruhan (audio, visual, dan audio-visual). Multimedia interaktif merupakan gabungan dari gambar, teks, animasi, audio, dan video yang mengunakan computer. Kelebihan multimedia interaktif yaitu lebih efektif dan menyenangkan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kebermaknaan bagi peserta didik dan guru dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia mengenai materi tentang pantun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis data secara desktiptif dengan menggunakan data dari hasil analisis FGD ( Focus Group Discuss). Berdasarkan data dari hasil FGD diperoleh data bahwa rancangan multimedia interaktif tentang pantun untuk pembelajaran bahasa Indonesia mendapatkan kelayakan dan memenuhi kriteria untuk dijadikan sebagai media pembelajaran bahasa Indonesia.
Implementasi Teknik Kluster 5W+1H Dalam Keterampilan Menulis Karangan Narasi
Esy Sahrawany;
Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (870.765 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12596
Penelitian ini dilatarbelakangi karena belum optimalnya keterampilan menulis karangan narasi, siswa mengalami kesulitan dalam mengawali tulisannya, sehingga siswa kesulitan untuk menentukan ide dan menjabarkan ide ke dalam bentuk kalimat. Teknik kluster 5W+1H berpeluang untuk meningkatkan keterampilan menulis karangan narasi pada pembelajaran Bahasa Indonesia, karena teknik kluster 5W+1H dapat memancing siswa dalam memunculkan ide-ide yang berkaitan dengan topik sehingga memudahkan siswa dalam menulis karangan narasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan implementasi dari teknik kluster 5W+1H dalam keterampilan menulis karangan narasi. Penelitian ini disusun dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen design yang digunakan yaitu Pre-Eksperimen One-Group Pretest-Posttest Design. Populasi dan sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas IV SDN 1 Pakemitan yang berjumlah 22 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa tes tulis dengan lembar penugasan menulis karangan narasi. Analisis data yang digunakan dalam penelitian berupa analisis data kuantitatif dengan menggunakan program Microsoft Excel 2016 dan program SPSS 16.0. Hasil keterampilan menulis karangan narasi pada saat pretest berada pada rata-rata 14,95, sedangkan pada saat posttest berada pada rata-rata 20,55. Berdasarkan analisis data yang telah diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa pengimplementasian teknik kluster 5W+1H memberikan peningkatan dalam keterampilan menulis karangan narasi. Kata Kunci: Keterampilan Menulis Karangan Narasi, Teknik Kluster 5W+1H
Pengaruh Model Pembelajaran Tebak Kata terhadap Pemahaman Siswa pada Materi Mengenal Pentingnya Koperasi dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Novi Maulani Adkhilni;
Hodidjah Hodidjah;
Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (824.283 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7384
Terdapat permasalahan yang ditunjukan dengan kurangnya keaktifan siswa dalam bertanya dan rendahnya pemahaman siswa tentang, pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan menggunakan model pembelajaran tebak kata. Model pembelajaran tebak kata ini membuat siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran serta memudahkan ingatan siswa dalam menanamkan konsep pelajaran. Penelitian ini betujuan untuk menjelaskan pengaruh model pembelajaran tebak kata terhadap pemahaman siswa pada pembelajaran IPS kelas IV tentang materi pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penelitian eksperimen. Design yang digunakan peneliti yaitu Quasi-Eksperimental design. Populasi dalam penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Cibunigeulis Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya. Sample yang digunakan berjumlah 20 siswa kelas IV-A dan 20 siswa kelas IV-B. Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda yang digunakan untuk mengumpulkan data. Selanjutnya, teknis analisis data yang dilakukan adalah uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis dan statistik deskriptif dari data pretest dan posttest dengan bantuan Software Microsoft Excel 2010 dan SPSS 22.0. Temuan yang diperoleh membuktikan bahwa kenaikan rata-rata nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Pada kelas eksperimen kenaikan nilai rata-rata adalah 9,25 menjadi 15,1. Sedangkan pada kelas kontrol kenaikan nilai rata-rata adalah 9,65 menjadi 12,55. Dengan ini peneliti menyimpulkan bahwa, pemahaman siswa yang melakukan pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran tebak kata lebih baik dibandingkan dengan pemahaman siswa yang melakukan pembelajaran tanpa menggunakan model pembelajaran tebak kata pada mata pelajaran IPS materi pentingnya koperasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.Kata Kunci: Model Pembelajaran Tebak Kata, Pemahaman, Koperasi.
Analisis Cerita Fabel Si Kancil Yang Cerdik Sebagai Bahan Ajar Senam Fantasi Sekolah Dasar
Rezaningrum Rezaningrum;
Seni Apriliya;
Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (561.153 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41878
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui unsur gerak dasar lokomotor, gerak dasar non lokomotor dan gerak dasar manipulative sebagai bahan ajar senam fantasi Pada Buku Cerita Fabel Si Kancil Yang Cerdik Karya Gibran Ar-Rosyid. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis konten. Sumber data dari penelitian ini yaitu 23 cerita fabel dalam Buku Cerita Fabel Si Kancil Yang Cerdik Karya Gibran Ar-Rosyid. Analisis dilakukan bedasarkan teori unsur gerak dasar meliputi unsur gerak dasar lokomotor, gerak dasar non lokomotor dan gerak dasar manipulative. Hasil penelitian menunjukan bahwa buku cerita fabel si kancil yang cerdik memiliki unsur gerak dasar yang cukup lengkap. Gerak dasar lokomotor yang ditemukan pada buku tersebut terdapat 177 unsur gerak dasar. Gerak dasar non lokomotor pada buku tersebut ditemukan 5 unsur gerak dasar dan gerak dasar manipulative pada buku tersebut ditemukan 19 unsur gerak dasar dengan total 201 unsur gerak dasar yang ditemukan. terdapat 3 cerita dengan unsur gerak dasar lengkap yaitu gerak dasar lokomotor, non lokomotor dan manipulative, 2 cerita dengan unsur gerak dasar lokomotor dan non lokomotor, 8 cerita dengan unsur gerak dasar lokomotor dan manipulative, dan 23 cerita dengan unsur gerak dasar lokomotor. Cerita dapat mudah dipahami dan tidak ada kata atau kalimat yang multi tafsir. Hal ini dapat menjadi acuan bagi para guru khususnya guru Sekolah Dasar untuk menjadikan Buku Cerita Fabel Si Kancil Yang Cerdik Sebagai bahan ajar senam fantasi kelas rendah. Hal ini dapat memudahkan guru dalam memberikan pelajaran terhadap siswa dengan menggunakan bahan ajar senam fantasi.
DESAIN DIDAKTIS BAHAN AJAR KONEKSI MATEMATIKA PADA KONSEP LUAS DAERAH TRAPESIUM
Ihsan Ariatna;
Dindin Abdul Muiz Lidinillah;
Hj. Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.933 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4690
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh learning obstacle yang dialami siswa kelas V SD ketika kesulitan untuk menyelesaikan soal koneksi matematika pada konsep luas daerah trapesium. Siswa belum memahami keterkaitan-keterkaitan yang ada di dalam matematika. Maka dengan hal itu peneliti menyusun dan mengembangkan desain didaktis. Lokasi penelitian berada di SDN Rahayu, SDN Langensari dan SDN 3 Taraju. Penelitian ini menggunakan Penelitian Desain Didaktis. Analisis datanya menggunakan metode kualitatif. Instrumen dalam peneletian ini menggunakan instrumen berupa tes tertulis. Peneliti pun menyusun alur proses pembelajaran berupa HLT beserta ADP. Hasil penelitian ini adalah suatu desain didaktis alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika SD.
Analisis Karangan Teks Deskripsi Melalui Mind Mapping
Iis Kholisah;
Dian Indihadi;
Karlimah Karlimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (777.325 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.26303
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keterampilan menulis pada peserta didik dalam karangan teks deskripsi. Menulis masih dianggap sulit bagi peserta didik dalam menuangkan ide, mengembangkan tulisan dan menyusun kalimat. Berdasarkan apa yang terjadi dilapangan, penelitian ini difokuskan pada kegiatan analisis keterampilan menulis yang meliputi hasil karangan teks deskripsi melalui mind mapping. Penelitian dilaksanakan di SDN 1 Manonjaya Kecamatan Manonjaya Kabupaten Tasikmalaya. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan hasil analisis karangan teks deskripsi melalui mind mapping. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes dan dokumentasi. Penentuan sampel ini menggunakan teknik purposive sampling. Digunakannya teknik purposive sampling karena peneliti bertujuan meneliti kemampuan peserta didik dalam menulis teks deskripsi. Hasil penelitian yang diperoleh berdasarkan indikator berupa: (1) kaidah kesesuaian isi tulisan dengan mind mapping, (2) penggunaan ejaan. Berdasarkan hasil penelitian dari 13 peserta didik menunjukkan adanya dua kategori yang dicapai diantaranya: sangat tinggi dan tinggi. Dalam kategori sangat tinggi diperoleh 11 peserta didik dan kategori tinggi diperoleh 2 peserta didik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil analisis karangan teks deskripsi melalui mind mapping cenderung baik untuk memacu kreativitas peserta didik dalam menulis.
Pengaruh Strategi Pemecahan Masalah terhadap Kemampuan Siswa Menyelesaikan Soal Cerita Operasi Hitung Campuran
Sri Wulandari;
Oyon Haki Pranata;
Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (851.928 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12642
Pemecahan masalah merupakan bagian dari pembelajaran matematika yang sangat penting untuk mendorong siswa mampu memecahkan masalah matematika. Salah satu pembelajaran matematika yang mendorong siswa mampu memecahkan permasalahan adalah dengan pemberian soal cerita. Namun masih banyak siswa sekolah dasar yang kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita karena kurangnya pemahaman seperti bagaimana cara menyelesaikan soal sehingga soal yang diberikan tidak bisa dijawab dan menjadi masalah bagi siswa itu sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siwa dalam memecahkan masalah dan mengetahui apakah terdapat perbedaan sebelum diberi perlakuan startegi pemecahan masalah dan setelah diberi perlakuan strategi pemecahan masalah, serta mencari pengaruh strategi pemecahan masalah. Metode penelitian yang dilaksanakan adalah metode Eksperimen dengan bentuk desain Pre Eksperiment One-Group Pretest-Posttest Design. Strategi pemecahan masalah berdasarkan teori Polya yang memiliki empat langkah penyelesaian yaitu memahami masalah, melakukan rencana penyelesaian, menyelesaikan penyelesaian dan memeriksa kembali. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita operasi hitung campuran sebelum diberi perlakuan strategi pemecahan masalah masih sangat rendah, dan kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita operasi hitung campuran setelah diberi perlakuan strategi pemecahan masalah adalah tinggi sehingga terdapat pengaruh strategi pemecahan masalah terhadap kemampuan siswa menyelesaikan soal cerita operasi hitung campuran
ANALISIS STRUKTUR PANTUN KARYA SISWA KELAS IV SDN NAGARAWANGI 3 KOTA TASIKMALAYA
Sani Aryanto;
Cece Rakhmat;
Aan Kusdiana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (510.32 KB)
|
DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i2.4732
Keterampilan menulis pantun merupakan keterampilan berbahasa yang cukup sulit dikuasai oleh siswa, hal ini dikarenakan dalam menginterpretasikan ide/ gagasan melalui sebuah pantun membutuhkan kreativitas dan daya imajinasi tinggi dalam menghubungkan setiap kata dengan struktur pembentuknya sehingga tidak menutup kemungkinan banyaknya kekeliruan yang terjadi ketika siswa menuliskan pantun berdasarkan struktur fisik maupun struktur batinnya, Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk mendalami struktur pantun karya siswa. Penelitian ini mendeskripsikan 35 pantun karya siswa kelas IV SD Nagarawangi 3 Kota Tasikmalaya berdasarkan struktur pantun dari segi bentuk maupun segi isi. Dari segi bentuk hal-hal yang dideskripsikan meliputi penggunaan jumlah baris, suku kata, dan penggunaan rima, sedangkan dari segi isi meliputi sampiran dan isi pantun yang ditinjau berdasarkan struktur fisik (diksi dan pengimajian) dan struktur batin (penggunaan tema dan amanat pantun).