cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Pendidikan Karakter; Fenomena Perilaku Mencontek pada Siswa di Sekolah Dasar Hamidayati Hamidayati; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (701.905 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.25403

Abstract

Pendidikan merupakan kebutuhan bagi setiap individu untuk dapat menjalankan kehidupan di dunia ini agar menjadi lebih baik lagi. Pendidikan di sekolah sebagai lembaga pendidikan formal berperan sangat penting untuk mewujudkan individu yang lebih berkualitas dalam kehidupan, dan tentunya untuk mempersiapkannya sebagai sumber daya manusia yang berkualitas. Berbagai temuan di sekolah dapat menjelaskan bagi kita bahwa masih banyak peserta didik yang belum dapat mengendalikan diri dengan baik. Peserta didik masih sering melakukan berbagai tindakan yang keliru di lingkungan sekolah. Seperti halnya berkelahi, membolos pada jam pelajaran, mengganggu teman, mencontej ketika ujian, dan lain sebagainya. Perilaku mencontek merupakan salah satu kebiasaan belajar yang kurang baik, seperti yang dijelaskan oleh Luthfi dalam Moh. Ali bahwa “kebiasaan belajar yang kurang baik adalah seperti tidak tahan lam dalam belajar, belajar hanya ketika menjelang ujian, membolos, menyontek, dan mencari bocoran soal ujian.Mencontek adalah salah satu fenomena pendidikan yang sering dan bahkan selalu muncul menyertai aktivitas proses belajar mengajar sehari-hari tetapi jarang mendapat pembahasan dalam wacana pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui fenomena perilaku mencontek pada siswa di sekolah dasar. Oleh karena itu, pendekatan yang tepat digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian studi kasus (Case Study).
Pengembangan Bahan Ajar Pembelajaran Menulis Berbasis Kearifan Lokal melalui Permainan Bahasa di Sekolah Dasar Resy Maulina; Aan Kusdiana; Momoh Halimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (530.104 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.13168

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil studi pendahuluan yang peneliti lakukan dengan guru kelas I SD Laboratorium Percontohan UPI Kampus Tasikmalaya yaitu adanya permasalahan pada pelajaran bahasa indonesia khususnya aspek menulis kegiatan menyalin puisi. Permasalahan tersebut muncul dikarenakan belum tersedianya bahan ajar yang berbasiskan kearifan lokal dan penggunaan permainan bahasa. Penggunaan bahan ajar pada pembelajaran sangat penting karena didalam bahan ajar berisi materi pelajaran yang dapat dipelajari dan dicermati siswa, selain itu konten kearifan lokal juga perlu ada untuk dapat memberikan informasi serta menambah pengetahuan siswa mengenai kearifan lokal dilingkungannya. Berdasarkan hal tersebut, peneliti mencoba memberikan solusi yaitu dengan mengembangkan bahan ajar berupa kumpulan puisi berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa. Pengembangan ini menggunakan metode penelitian design based reseach model Reeves. Subyek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas I yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara, studi dikumentasi, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan teknik analisis data yaitu tahap reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data. Rancangan produk dinyatakan layak setelah diuji coba berdasarkan hasil validasi ahli. Kegiatan uji coba dilakukan sebanyak dua kali. Hasil dari uji coba menunjukkan bahwa kumpulan puisi yang dikembangkan telah baik dan dapat dijadikan solusi bagi guru dalam memilih bahan ajar berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa. Produk akhir berupa kumpulan puisi berbasis kearifan lokal melalui permainan bahasa untuk siswa kelas I Sekolah Dasar.Kata kunci : Bahan Ajar, Kumpulan Puisi, Kearifan Lokal.
PENGARUH PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI SOAL CERITA TENTANG PERKALIAN Agip Hermawan; Oyon Haki Pranata; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.336 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7157

Abstract

ABSTRAKLatar belakang penelitian ini yaitu rendahnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran Matematika di Sekolah Dasar pada materi soal cerita tentang perkalian. Oleh karena itu, alternatif yang dipilih peneliti untuk mengatasi rendahnya hasil belajar siswa tersebut dengan salah satu pendekatan. Pendekatan yang dipilih adalah pendekatan pemecahan masalah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh pendekatan pemecahan masalah terhadap hasil belajar siswa pada materi soal cerita tentang perkalian. Lokasi penelitian yaitu di SDN Mugarsari Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya. Sampel penelitian yang digunakan adalah siswa kelas IV-A dan IV-C yang berjumlah 40 orang siswa. Peneliti menggunakan metode Quasi Eksperimen Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu menggunakan soal tes esai. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan analisis data kuantitatif dengan menggunakan program Microsof Excel 2013 dan program SPSS 22.0. Dari hasil penelitian maka diperoleh hasil belajar siswa di kelas eksperimen nilai rata-rata pre-test memiliki kategori sedang dan nilai post-test di kelas eksperimen memiliki kategori sangat tinggi. Selanjutnya nilai rata-rata pre-test dan post-test pada kelas  kontrol memiliki kategori tinggi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan pemecahan masalah  terhadap hasil belajar siswa pada materi soal cerita tentang perkalian dibandingkan tanpa menggunakan pendekatan pemecahan masalah. Kata Kunci: Pendekatan pemecahan masalah; Hasil belajar siswa
Analisis Bahan Ajar untuk Muatan Pelajaran Matematika Sub Materi Geometri di Kelas Rendah Sekolah Dasar Cici Herawati; Ika Fitri Apriani
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.638 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i2.53103

Abstract

PELAKSANAAN TEKNIK READING ASSESSMENT PADA PEMBELAJARAN MEMBACA BAHASA INGGRIS DI KELAS V SEKOLAH DASAR Atin Pertamasari; Desiani Natalina; Elan Elan
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.489 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i2.4931

Abstract

Penelitian ini mendeskripsikan tentang pelaksanaan teknik reading assessment yang digunakan dalam keterampilan membaca bahasa Inggris di kelas V sekolah dasar. Penelitian ini juga mendeskripsikan mengenai ada atau tidaknya proses perencanaan, pelaksanaan serta tindak lanjut dari reading assessment yang dilakukan oleh guru dalam keterampilan membaca. Latar belakang penelitian ini berdasarkan dari hasil studi menyatakan bahwa pada dasarnya guru bahasa Inggris di sekolah dasar sudah melaksanakan reading assessment, namun peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh mengenai teknik reading assessment yang digunakan oleh guru dalam keterampilan membaca. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dimana hasilnya dipaparkan dalam bentuk kata-kata. Dalam perencanaan reading assessment guru melakukan pertimbangan berdasarkan SK, KD dan indikator yang harus dicapai oleh siswa, guru membuat reading assessment disesuaikan dengan karakteristik siswa dan kesesuaian dengan materi yang telah dipelajari, serta guru memilih teknik reading assessment yang sesuai untuk digunakan. Dalam pelaksanaan guru melakukan reading assessment sesuai dengan yang telah direncanakan, serta guru melakukan penilaian. Sedangkan tindak lanjut yang diberikan guru kepada siswa yang belum mencapai nilai ketuntasan minimal yaitu dengan melakukan remedial. Jadi, pada dasarnya guru sudah melakukan teknik reading assessment diantaranya yaitu dengan menggunakan pilihan ganda, isian singkat, teks/kalimat rumpang, menyusun kata, benar atau salah, menjodohkan, dan mencocokkan gambar.
Peranan Bahan Ajar Berbasis Lagu Daerah pada Pembelajaran Angklung di Sekolah Dasar Shinta Herdianti; Resa Respati; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.441 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32736

Abstract

Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua hal yang saling terkait. Pendidikan secara praktis tidak dapat dipisahkan dengan nilai-nilai budaya. Dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan sendiri, secara proses mentransfernya paling efektif dengan cara pendidikan. Pewarisan budaya dapat dilakukan salah satunya dengan pembelajaran seni musik. Salah satu cakupan materi pembelajaran seni musik di sekolah dasar yang dapat menunjang dan mengembangkan keterampilan maupun kreativitas siswa adalah bermain alat musik yaitu dengan memperkenalkan angklung sebagai salah satu alat musik warisan kebudayaan yang dapat diimplementasikan dalam pendidikan. Namun pada kenyataannya terdapat beberapa kendala dalam pembelajaran angklung di sekolah dasar, diantaranya kurangnya memanfaatkan fasilitas angklung dengan baik, pembelajaran angklung dilaksanakan dengan hanya melihat lagu yang ditulis oleh guru dan siswa hanya meniru yang guru contohkan, dan kurangnya daya tarik siswa terhadap kesenian, salah satu faktornya dikarenakan tidak adanya bahan ajar yang digunakan dalam proses pembelajaran angklung. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan bahan ajar yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah pada pembelajaran angklung di sekolah dasar. Pentingnya bahan ajar khususnya berbasis lagu daerah terhadap pembelajaran di sekolah dasar diharapkan mampu menjadi dasar pengembangan pembelajaran angklung yang dilakukan guru sekolah dasar agar dapat memberikan pengalaman langsung pada siswa terhadap permainan alat musik angklung agar mengurangi permasalahan yang terjadi pada proses pembelajaran angklung di sekolah dasar.
Peningkatan Pemahaman Konsep Operasi Hitung Pengurangan Bilangan Bulat melalui Alat Peraga Papan Garis Bilangan Novika Andhani; Epon Nur'aeni L
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.522 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.12543

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil analisis studi pendahuluan di kelas IV sekolah dasar. Dari hasil studi pendahuluan diketahui bahwa siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep operasi hitung pengurangan bilangan bulat. Hal ini terjadi karena kesulitan dalam membedakan antara simbol bilangan negatif (-) dan simbol bilangan positif (+) dengan simbol operasi hitung pengurangan (-) dan penjumlahan (+). Contoh membaca operasi pengurangan 2 – 3 dibaca dua dikurangi tiga dan 2 – (-3) dibaca dua dikurangi negatif tiga. Selain itu, belum maksimalnya penggunaan alat peraga yang dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran.Selain itu, belum maksimalnya penggunaan alat peraga yang dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran. Salah satu solusi dari permasalahan tersebut adalah dengan memaksimalkan penggunakan alat peraga yaitu dengan alat peraga papan garis bilangan. Alat peraga adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyatakan pesan merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar. Diharapkan alat peraga papan garis bilangan dapat membantu siswa dalam memahami konsep operasi hitung pengurangan bilangan bulat, menarik perhatian siswa dan dapat membuat siswa semangat dalam belajar karena dalam penggunaannya menggunakan sebuah boneka dengan konsep maju mundur pada sebuah papan bilangan. Metode yang digunakan adalah metode quasi experimen the nonequivalent pretest-posttest control group design. Penelitian ini melibatkan dosen ahli, guru kelas IV, dan siswa sekolah dasar. Penelitian ini menghasilkan peningkatan pemahaman siswa pada konsep operasi hitung pengurangan bilangan bulat di kelas eksperimen dengan pembelajaran menggunakan alat peraga papan garis bilangan lebih baik dibandingkan dengan siswa kelas kontrol yang tidak menggunakan alat peraga papan garis bilangan. Kesimpulannya, pembelajaran dengan menggunakan alat peraga papan garis bilangan baik untuk diterapkan karena dapat membantu siswa dalam memahami konsep operasi hitung pengurangan bilangan bulat. Sehingga alat peraga papan garis bilangan dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa. 
Penggunaan Teori Van Hiele untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi Jaring-Jaring Kubus dan Balok Titin Avyani; Epon Nur’aeni L; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.158 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7410

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh permasalahan mengenai hasil belajar siswa pada materi jaring-jaring kubus dan balok di kelas V SD Negeri 4 Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis yang tergolong masih rendah. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya proses pembelajaran matematika masih berpusat pada guru. Oleh karena itu, pembelajaran mengenai jaring-jaring kubus dan balok kurang bermakna bagi siswa karena terlalu abstrak. Dalam hal ini, diperlukan strategi baru untuk memperbaiki pembelajaran tersebut yaitu dengan menggunakan teori Van Hiele.Teori Van Hiele adalah teori yang khusus digunakan dalam bidang geometri yang memiliki 5 tahapan pembelajaran yaitu tahap informasi, tahap orientasi terarah, tahap eksplisitasi, tahap orientasi bebas, dan tahap integrasi. Rumusan materi yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana RPP, pelaksanaan pembelajaran, serta hasil belajar siswa pada materi jaring-jaring kubus dan balok dengan menggunakan teori Van Hiele di kelas V SD Negeri 4 Karangpawitan, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis tahun ajaran 2016/2017. Penelitian ini dilaksanakan dalam 3 siklus, setiap siklus terdapat 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa melalui pengganaan teori Van Hiele , hasil belajar siswa pada materi jaring-jaring kubus dan balok meningkat. Hal ini terbukti dari peningkatan dalam hasil belajar pada siklus I mencapai 38,09%, pada siklus II mencapai 80,95%, dan pada siklus III mencapai 95,23%.     
Kemampuan Siswa dalam Menyelesaikan Soal Geometri pada Asesmen Kompetensi Minimum Numerasi Sekolah Dasar Desi Ratna Sari; Muhammad Rijal Wahid Muharram
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 3 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.541 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i3.53441

Abstract

DESAIN DIDAKTIS PENGELOMPOKAN BANGUN DATAR UNTUK MENGEMBANGKAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA KELAS II SEKOLAH DASAR Diana Angraeni Aprianti; Karlimah Karlimah; Syarif Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.927 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i1.5102

Abstract

Kemampuan komunikasi sangat penting dimiliki oleh manusia sebagai mahluk sosial yang selalu berinteraksi dengan manusia lainnya. Komunikasi merupakan cara untuk menyampaikan pesan, baik disampaikan secara lisan ataupun tulisan. Penelitian ini didasarkan atas ditemukannya hambatan belajar siswa dalam mengkomunikasikan pemikiran matematikanya pada materi pengelompokan bangun datar. Kemampuan komunikasi matematis siswa merupakan tuntutan pada kurikulum dalam pembelajaran matematika sekolah dasar. Hambatan komunikasi yang terjadi pada siswa harus diantisipasi dengan pembelajaran yang dapat mengembangkan komunikasi matematis dengan strategi pembelajaran yang tepat. Tujuan dari penelitian adalah untuk membuat desain didaktis pengelompokan bangun datar sebagai antisipasi terhadap hambatan komunikasi matematis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah Didactical Design Research (DDR). Pada proses penelitian melibatkan doesen matematika, dosen pendidikan nilai/karakter, dosen, rekan sejawat, guru SD dan siswa SD. Desain didaktis yang disusun adalah materi pengelompokan bangun datar yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas II SD. Pendekatan pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran bermakna menurut Ausubel. Metode pembelajaran yang digunakan adalah metode ceramah plus dan demonstrasi, dan langkah-langkah pembelajaran Geometri menurut van Hiele. Kegiatan pembelajaran pertama yaitu menyebutkan berbagai bentuk bangun datar dengan mengamati lingkungan kelas dan menyebutkan benda-benda lengkap dengan bentuk permukaannya. Menuliskan berbagai jenis bangun datar melalui kerangka bangun datar. Mengurutkan ukuran bangun datar melalui kartu bangun datar. Mengelompokan bangun datar berdasarkan jenisnya. Membuat gambar bangun datar dengan merangkai kartu bangun datar. Penelitian ini menghasilkan data mengenai hambatan komunikasi matematis pada materi pengelompokan bangun datar. Desain didaktis pengelompokan bangun datar untuk mengembangkan kemampuan komunikasi matematis diimplementasikan. Hasil dari pengembangan siswa dapat menyebutkan, menuliskan, mengurutkan, mengelompokan dan membuat gambar bangun datar. Kesimpulannya telah dihasilkan desain didaktis pengelompokan bangun datar yang dapat mengembangkan kemampuan komunikasi matematis siswa kelas II SD. 

Page 8 of 47 | Total Record : 465