cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
Pembelajaran Ekstrakurikuler Qasidah Rebana di Madrasah Diniyah Al-Fathonah Kota Tasikmalaya Rika Mustika Sari; Resa Respati; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (763.935 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32922

Abstract

Ekstrakurikuler penting diselenggarakan dalam sebuah lembaga pendidikan karena merupakan wadah untuk mengembangkan minat bakat dan potensi yang dimiliki peserta didik. Kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dilaksanakan satu diantaranya qasidah rebana. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran ekstrakurikuler qasidah rebana yang dilaksanakan di Madrasah Diniyah Al-Fathonah yang meliputi tahap perencaan/persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu kepala madrasah Diniyah Al-Fathonah, guru pembina, pelatih dan peserta didik yang terlibat dalam ekstrakurikuler qasidah rebana. Tempat penelitian yaitu Madrasah Diniyah Al-Fathonah Kota Tasikmalaya. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran qasidah rebana Al-Fathonah terdiri dari 1)  Tahap persiapan meliputi: penanaman motivasi, melakukan kegiatan pengulangan materi yang telah dipelajari sebelumnya, mengondisikan dan menyiapkan sarana prasana (tempat dan alat untuk latihan), mendata peserta didik, pembagian kelompok kecil. 2) Tahap pelaksanaan meliputi: mendemonstrasikan cara memegang rebana, memberikan pola tabuhan rebana kotek secara verbal, mendemonstrasikan pola tabuhan rebana kotek, ,memberikan pola tabuhan rebana bass/cello secara verbal, mendemonstrasikan pola tabuhan rebana bass/cello, menggabungkan semua permaian rebana, untuk vokalis menghafal lirik yang diberikan pelatih, menggabungkan iringan rebana dengan vokal. 3) Tahap evaluasi dilakukan di awal, inti dan di akhir pembelajaran secara kelompok.
Pengembangan Media Permainan Papan pada Pembelajaran IPS untuk Siswa Kelas V Sekolah Dasar Tanti Setiawati; Oyon Haki Pranata; Momoh Halimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (624.139 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.13176

Abstract

Mata pelajaran IPS bertujuan untuk membekali peserta didik supaya dapat hidup bermasyarakat dan mengatasi segala permasalahan sosial yang terjadi dalam kehidupan sehari-harinya. Salah satu aspek untuk mengakomodasi kebutuhan pengetahuan dan pemahaman materi IPS adalah aspek intelektualitas, sehingga siswa memerlukan sumber belajar yang dapat memudahkannya menerima materi. Oleh karena itu, penting sekali penyediaan media pembelajaran sebagai sumber belajar untuk memudahkan siswa menerima materi, menarik perhatian dan memotivasi siswa untuk belajar. Namun, berdasarkan studi pendahuluan di SD Negeri Pahlawan, penggunaan media pembelajaran sebagai sumber belajar masih kurang maksimal, begitupun ketersediaan media pembelajaran IPS belum banyak dikembangkan, masih berupa media yang menjadi ciri khas IPS seperti peta, globe, dan foto-foto pahlawan yang dipajang. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan media pembelajaran pada pokok bahasan sejarah kerajaan islam di Indonesia berupa media permainan papan. Tujuan penelitian ini  untuk mendeskripsikan identifikasi kebutuhan awal pengembangan media pembelajaran IPS di kelas V Sekolah Dasar, mendeskripsikan rancangan media permainan papan, mendeskripsikan implementasi media permainan papan dan mendeskripsikan produk akhir media permainan papan. Produk penelitian ini bermanfaat untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah. Metode penelitian yang digunakan adalah Design Based Research (DBR). Tahapan DBR meliputi tahap identifikasi dan analisis masalah untuk kebutuhan awal pengembangan, merancang produk media permainan papan, melakukan uji coba media permainan papan, dan menghasilkan produk akhir media permainan papan setelah dilakukannya refleksi produk. Berdasarkan hasil validasi ahli dan uji coba yang disertai perbaikan dari data responden, sebagian besar aspek kelayakan telah memenuhi kriteria baik, sehingga media permainan papan layak digunakan dalam pembelajaran.Kata Kunci : Media, Permainan Papan, IPS, Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Pengaruh Penggunaan Alat Peraga KIT terhadap Hasil Belajar Siswa pada Materi Katrol di Kelas V hana anggraeni; Epon Nur'aeni L; Edi Hendri Mulyana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (877.555 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7263

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan hasil belajar kognitif siswa dalam pembelajaran IPA materi katrol serta guru kurang menggunakan alat peraga atau media yang tepat di kelas V SD Negeri 1 Kalangsari. Rendahnya kemampuan tersebut ditujukan oleh kekurangan siswa dalam memahami materi katrol. Salah satu alat peraga yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa yaitu menggunakan alat peraga KIT. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang pengaruh penggunaan alat peraga KIT terhadap hasil belajar pada materi katrol di kelas V. Lokasi penelitian yang diambil adalah SD Negeri 1 Kalangsari Kecamatan Cipedes Kota Tasikmalaya. Sampel yang diambil berjumlah 24 siswa. Penelitian ini menggunakan alat peraga KIT dengan metode penelitian ekperimen, yaitu Pre-Experimental Design atau tipe One-Group Pretest-Posttest Design. Dalam desain ini terdapat pretest dan posttes. Pretest diberikan kepada siswa pada materi katrol sebelum diberikan perlakuan, sedangkan posttes diberikan kepada siswa setelah diberikan perlakuan. Hasil pengolahan data dan analisis  data menunjukan adanya perbedaan hasil belajar kemampuan kognitif siswa pada materi katrol sebelum dan sesudah menggunakan alat peraga KIT.  Hal ini diperkuat dengan hasil uji koefisien korelasi antara sebelum dan sesudah menggunakan alat peraga KIT, Uji gain pre-test dan post-test, uji n-gain, dan uji beda rata-rata. Dari pengujian tersebut terdapat pengaruh penggunaan alat peraga KIT terhadap hasil belajar siswa pada materi katrol di kelas V.
Analisis Komponen (Level Kognitif) Asesmen Kompetensi Minimum Literasi Membaca Pada Latihan Soal AKM Pusmenjar Ani Agustini; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 4 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.719 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i4.53972

Abstract

ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA ALAY DALAM KOSAKATA BAHASA INDONESIA SISWA SEKOLAH DASAR Sinta Agustina; Dian Indihadi; Hodidjah Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (448.899 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5238

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kekreativitasan berbahasa yang selalu melahirkan fenomena kebahasaan baru. Salah satunya ada bahasa Alay. Bahasa Alay adalah bahasa atau alat komunikasi yang menggunakan simbol-simbol Alay. Saat ini bahasa Alay menjadi salah satu fenomena yang berdampak terhadap pendidikan di sekolah dasar. Tidak sedikit siswa menggunakan bahasa Alay dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah termasuk dalam kehidupan sehari hari. Fakta di lapangan belum ada yang meneliti penggunaan kosakata bahasa Alay siswa sekolah dasar, sehingga dipandang perlu ada sebuah kajian tentang analisis penggunaan kosakata bahasa Alay siswa sekolah dasar. Penelitian bertujuan mendeskripsikan penggunaan bahasa Alay yang terdiri dari kuantitas bahasa Alay, kualitas bahasa Alay, perbedaan penggunaan antara gender perempuan dan gender laki-laki, keaktifan penggunaan bahasa Alay oleh gender perempuan atau gender laki-laki. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif metode analisis deskriptif. Hasil penelitian, yakni terdapat kuantitas dan kualitas penggunaan kosakata bahasa Alay, jumlah keseluruhan kosakata bahasa Alay yang digunakan adalah 154 kosakata. Terdapat persamaan penggunaan kosakata bahasa Alay antara gender perempuan dan gender laki-laki, yakni ada 102 kosakata. Kosakata bahasa Alay yang digunakan oleh gender perempuan adalah 142 kosakata, kosakata bahasa Alay yang digunakan oleh gender laki-laki adalah 114 kosakata. Terdapat persamaan penggunaan kualitas bahasa Alay antara gender perempuan dan gender laki-laki, yakni 18 kata kerja, 69 kata sifat, 13 kata benda. Kualitas bahasa Alay yang digunakan oleh gender perempuan adalah 25 kata kerja, 100 kata sifat, 17 kata benda dan kualitas bahasa Alay yang digunakan oleh gender laki-laki adalah 21 kata kerja, 78 kata sifat, dan 15 kata benda. Terdapat 12 kosakata bahasa Alay yang tidak digunakan oleh gender perempuan tetapi digunakan oleh gender laki-laki dan terdapat 40 kosakata bahasa Alay yang tidak digunakan oleh gender perempuan tetapi digunakan oleh gender laki-laki. Data menunjukkan bahwa gender perempuan lebih aktif menggunakan kosakata bahasa Alay. Penelitian bermanfaat untuk menunjukan perkembangan kemampuan berbahasa siswa sekolah dasar sesuai dengan tahap perkembangan bahasanya yang berada di tahap Linguistik V, kompetensi penuh.
Penerapan Metode Diskusi Dilema Moral dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kemampuan Berfikir Kritis Siswa Sekolah Dasar Saroh Kurnia; Ganjar Muhammad Ganeswara
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35347

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah di kelas yaitu kurangnya komunikasi timbal balik antara siswa dengan guru saat belajar. Padahal hal tersebut mempengaruhi pada pola pikir dan tindakan yang akan dilakukan siswa, salah satunya untuk mencegah tindakan amoral.Oleh karena itu, untuk membangkitkan keberanian siswa, salah satunya dengan menerapkan diskusi dilema moral karena dapat digunakan dalam mengasah keterampilan rasional, sikap, sekaligus kemampuan mengambil keputusan yang terbaik. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu perkembangan moral kognitif dengan karakteristiknya memberikan penekanan pada aspek kognitif dan perkembangannya.Penelitian ini bertujuan mendorong siswa untuk berfikir aktif, kritis terhadap masalah moral dan aktivitas siswa dengan menerapkan diskusi dilema moral dalam pembelajaran IPS. Adapun metode penelitiannya yaitu Penelitian Tindakan Kelas terhadap 28 siswa kelas V MI Darul Hufadz Kabupaten Sumedang. Berdasarkan hasil observasi diperoleh aktivitas siswa pada siklus I memperoleh persentase sebesar 61%, siklus II sebesar 67%, serta siklus III sebesar 78%. Adapun kemampuan berfikir kritis siswa pada siklus I diperoleh presentase sebesar 32,14%,  siklus II sebesar 43%. Sedangkan siklus III sebesar 71.43%. Hasil tersebut dikategorikan baik. Jadi secara psikologis ketika siswa melakukan diskusi, maka dapat melatih cara berfikirnya. Implikasi dari penelitian ini yaitu agar siswa memiliki pengetahuan, perasaan, dan perilaku yang baik
Desain Didaktis Keliling Persegi melalui Model Pembelajaran SPADE Yauma Maulieda Amalya; Epon Nur'aeni L; Akhmad Nugraha
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (586.098 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25776

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangiadanya learning obstacle yang dialami oleh siswa pada hasil studi pendahuluan terkait dengan materi konsep  keliling persegi. Hambatan belajar tersebut menyebabkan proses pemahaman siswa pada materi keliling persegi mengalami hambatan, sehingga pemahaman konsep keliling persegi tidak dimiliki oleh siswa secara utuh. Untuk learning obstacle, guru harus mampu merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa terutama karakteristik siswa usia di sekolah dasar.  Oleh karena itu, desain didaktis konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE dapat digunakan untuk memudahkan siswa dalam memahami konsep keliling persegi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan : learning obstacle pada materi keliling persegi, desain didaktis pada materi konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE , implementasi desain didaktis pada materi keliling persegi konsep keliling persegi melalui model pembelajran SPADE, dan tentunya respon siswa terhadap desain didaktis konsep keliling persegi melalui model pembelajaran SPADE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian desain didaktis ( Didactical Design Research) yang terdiri dari tiga tahap : prospective analysis, analisis metapedadidaktik, dan retrospective analysis. Lokasi tempat dilaksankannya penelitian yaitu di SDN 1 Lewo Kecamatan Mangkubumi Kota Tasikmalaya. Dari hasil akhir penelitian adalah bahan ajar berupa LAS (Lembar Aktivitas Siswa) dan RPP ( Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah dirancang sebagai alternatif dalam pembelajaran di sekolah dasar untuk mengatasi atau meminimalisir learning obtacle pada pembelajaran matematika khususnya konsep keliling persegi kelas IV Sekolah Dasar.
Perbedaan Keterampilan Proses Sains pada Tiga Sekolah Dasar melalui Penggunaan Model Pembelajaran Latihan Penelitian Noneng Fadilah; E Kosasih; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.085 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7291

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian perbedaan keterampilan proses sains siswa pada tiga sekolah dasar dengan menggunakan model pembelajaran latihan penelitian.  Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai keterampilan proses sains di tiga sekolah kategori tinggi, sedang dan rendah di Kota Tasikmalaya dengan menggunakan model pembelajaran latihan penelitian; dan mendeskripsikan perbedaan nilai keterampilan proses sains di tiga sekolah kategori tinggi, sedang dan rendah di Kota Tasikmalaya dengan menggunakan model pembelajaran latihan penelitian. Subjek penilitian ini adalah tiga sekolah dasar yaitu SDN Citapen, SDN Galunggung, dan SDN Bojongsari. Alat pengumpulan  data adalah rubrik kinerja untuk menilai keterampilan proses sains siswa. Hasil penilaian keterampilan proses sains menunjukkan bahwa nilai keterampilan proses sains di tiga sekolah rata-ratanya kecil hal ini disebabkan nilai pada keterampilan proses sains individu dengan keterampilan proses sains kelompok hasilnya berbeda. Nilai keterampilan proses sains individu nilainya lebih kecil daripada nilai keterampilan proses sains kelompok.  Dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran latihan penelitian ini terdapat perbedaan yang signifikan nilai keterampilan proses sains di tiga sekolah dasar yang ditunjukkan dengan nilai signifikan uji kruskal wallis yaitu 0,32. Perbedaan tersebut setelah diuji statistik sekolah yang terdapat perbedaan adalah perbedaan antara SDN Galunggung dengan SDN Bojongsari. Hasil yang diperoleh secara keseluruhan dalam penelitian ini bahwa perbedaan keterampilan proses sains pada tiga sekolah dasar beragam.
Penggunaan Metode Menghafal Al-Quran untuk Anak Usia Sekolah Dasar (Systematic Literature Review) Atik Sartika; Syarip Hidayat; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 2 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (853.84 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i2.54078

Abstract

PERANAN GURU TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER SISWA DI KELAS V SDN 1 SILUMAN Iman Syahid Arifudin
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (364.738 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5844

Abstract

Penelitian ini adalah penelitian studi kasus yang difokuskan pada peranan guru terhadap pendidikan karakter siswa di kelas V SDN 1 Siluman. Penelitian ini dilaksanakan karena peranan guru sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, pengarah pembelajaran, evaluator pembelajaran, dan konselor pembelajaran dirasakan masih kurang optimal dalam menanamkan pendidikan karakter pada siswa kelas V SDN 1 Siluman. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan peranan guru sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, pengarah pembelajaran, evaluator pembelajaran dan konselor pembelajaran terhadap pendidikan karakter di kelas V SDN 1 Siluman. Untuk mencapai tujuan tersebut, digunakan metode penelitian studi kasus dengan menggunakan desain penelitian kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat diketahui bahwa peranan guru terhadap pendidikan karakter di kelas V SDN 1 Siluman, sudah menanamkan nilai-nilai karakter dengan cukup efektif. Hal tersebut dilihat dari perubahan karakter atau sikap pada diri siswa di setiap pertemuan kegiatan belajar mengajar di kelas. Berdasarkan hasil analisis data dan observasi, peranan guru sebagai perancang pembelajaran telah menanamkan nilai karakter nasionalisme, menghargai, dan pantang menyerah dalam merencanakan kegiatan pelaksanaan pembelajaran, lalau peranan guru sebagai pengelola pembelajaran telah menimbulkan karakter mandiri, kreatif dengan memberikan tugas dan memberikan situasi kondusif didalam kelas kepada siswa. Kemudian peranan guru sebagai pengarah pembelajaran telah menimbulkan karakter kerja keras pada diri siswa dengan apa yang telah dikerjakannya di kelas. Serta peranan guru sebagai evaluator dan konselor telah menimbulkan karakter disiplin, jujur,  dan tanggung jawab terhadap hasil belajar siswa, dan jika terjadi masalah pada diri siswa guru melakukan konselor secara bertahap kepada siswa sehingga karakter disiplin dan tanggung jawab siswa bisa terbentuk. Berdasarkan wawancara dengan guru kelas V SDN 1 Siluman dan hasil observasi terhadap peranan penanaman pendidikan karakter di kelas kepada siswa. Nilai karakter yang selalu ingin ditimbulkan pada diri siswa adalah karakter jujur, disiplin, dan tanggung jawab. Secara keseluruhan guru telah menanamkan pendidikan karakter kepada siswanya di kelas baik itu guru sebagai perancang pembelajaran, pengelola pembelajaran, pengarah pembelajaran, evaluator pembelajaran dan konselor pembelajaran dengan cukup baik. Sedangkan karakter yang terbentuk pada diri siswa masih harus terus dipantau perkembangannya. Hal tersebut dikarenakan siswa masih terpengaruh oleh lingkungan diluar sekolah dan siswa masih suka menghiraukan perintah atau arahan yang diberikan guru saat kegiatan belajar mengajar di kelas berlangsung dalam setiap pertemuannya.

Page 9 of 47 | Total Record : 465