cover
Contact Name
Hermawan Setyo Widodo
Contact Email
hsw@unsoed.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
angon.unsoed@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman R 108 Jl. Dr. Soeparno No 60, Karangwangkal, Purwokerto Utara. Banyumas. Kode Pos 53123
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Ruang Lingkup : Produksi, seleksi dan pemuliabiakan ternak Nutrisi dan makanan ternak Teknologi penyimpanan dan pengolahan hasil ternak Sosial ekonomi peternakan Bioteknologi peternakan
Articles 359 Documents
HUBUNGAN UMUR DAN PENDIDIKAN DENGAN TAHAPAN ADOPSI INOVASI INSEMINASI BUATAN PADA PETERNAK SAPI POTONG DI DAERAH URUT SEWU KABUPATEN KEBUMEN Cahyani, Citra; Muatip, Krismiwati; Haryoko, Imbang
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Hubungan Umur dan Pendidikan dengan Tahapan Adopsi Inovasi Inseminasi Buatan pada Peternak Sapi Potong di Daerah Urut Sewu Kabupaten Kebumen” ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tahapan adopsi inovasi Inseminasi buatan yang ada pada peternak sapi potong dan menganalisis hubungan umur dan pendidikan dengan tahapan adopsi inovasi inseminasi buatan pada peternak sapi potong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, penetapan sampel wilayah dilakukan secara purposive sampling yaitu Kecamatan Klirong, Buluspesantren dan Mirit yang memiliki populasi ternak sapi cukup tinggi. Penetapan jumlah responden menggunakan rumus slovin dengan margin of error 10%. Pemilihan responden dilakukan secara random sampling sebanyak 90 peternak. Metode analisis yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur peternak sapi di Daerah Urut Sewu sebagian besar termasuk dalam umur produktif yaitu 15-60 tahun dengan persentase 92,22% dan pendidikan yang bervariasi yaitu dari SD hingga SMA. Peternak di Daerah Urut Sewu sudah sadar adanya teknologi inseminasi buatan tetapi baru 33,33% peternak yang sudah mengadopsi inovasi inseminasi buatan. Hasil analisis Rank Spearman menunjukkan umur dan pendidikan peternak tidak berhubungan dengan tahapan adopsi inovasi IB
RANTAI PASOK DAN PROFIT MARGIN PELAKU PEMASARAN KAMBING PERANAKAN ETAWA KALIGESING DI KECAMATAN KALIGESING KABUPATEN PURWOREJO Kamil, Ahmad Wildan; Muatip, Krismiwati; Setianto, Novie Andri
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul "Rantai Pasok dan Profit Margin Pelaku Pemasaran Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo," yang dilaksanakan dari tanggal 3 Maret 2023 hingga 13 Maret 2023. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi rantai pemasaran dan profit margin, serta untuk menguji adanya perbedaan profit margin yang diperoleh pelaku pemasaran Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Sampel wilayah ditentukan secara purposive sampling dan responden dipilih secara incidental dengan metode snowball sampling, menghasilkan 30 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, profit margin, dan uji beda Independent Sample t-test. Hasil penelitian menunjukan rantai pasok Kambing Peranakan Etawa Ras Kaligesing di Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo terdiri dari tiga jalur pemasaran utama dan melibatkan peternak, pelaku pemasaran tingkat pertama, pelaku pemasaran tingkat kedua dan konsumen. Profit margin yang diperoleh pelaku pemasaran Kambing Peranakan Etawa Kaligesing menunjukkan bahwa pelaku pemasaran tingkat pertama memiliki profit margin sebesar 21,49%, sedangkan pelaku pemasaran tingkat kedua memiliki profit margin sebesar 24,29%. Hasil uji komparasi menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,473, yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan yang signifikan dalam profit margin antara pelaku pemasaran tingkat pertama dan tingkat kedua.
ANALISIS SALURAN PEMASARAN DAN PROFIT MARGIN SAPI PERANAKAN ONGOLE (PO) KEBUMEN DI WILAYAH KERJA PASAR HEWAN GOMBONG DAN ARGOPENI KEBUMEN Adhi, Natanael Tyasta Prasetya; Hidayat, Nunung Noor; Widiyanti, Rahayu
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui saluran pemasaran sapi Peranakan Ongole (PO) Kebumen di pasar hewan Gombong dan Argopeni Kebumen, menganalisis profit margin lembaga pemasaran yang terlibat dan mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi profit margin. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pengamatan dan wawancara secara langsung terhadap 60 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling dan penentuan wilayah dengan purpossive sampling. Variabel yang dianalisis meliputi harga beli ternak, jumlah ternak yang dikuasai, lama pemeliharaan, tingkat pendidikan, pengalaman jual beli ternak, tingkat pedagang, dan profit margin. Saluran pemasaran dianalisis secara deskriptif, profit margin dihitung mengggunakan Net Profit Margin (NPM), dan faktor-faktor yang memengaruhi profit margin dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan tiga pola saluran pemasaran: peternak, pedagang, konsumen/jagal; peternak, pedagang I, pedagang II, konsumen/jagal; dan peternak, pedagang I, pedagang II, pedagang III, konsumen atau jagal. Profit margin pedagang I,II,III masing-masing adalah 4,33%, 4,99%, dan 7,66%. Profit margin dipengaruhi oleh harga beli ternak, jumlah ternak yang dikuasai, lama pemeliharaan, pengalaman jual beli ternak, dan tingkat pedagang.
PENGARUH PERBEDAAN LAMA OZONISASI PADA SUSU KAMBING SAPERA TERHADAP PROTEIN DAN LEMAK SUSU Saputra, Bagas Diar; Santosa, R. Singgih Sugeng; Munasik, Munasik
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.3.p291-296

Abstract

Bagas Diar Saputra. Penelitian berjudul "Pengaruh Perbedaan Lama Ozonisasi pada Susu Kambing Sapera terhadap Protein dan Lemak Susu". Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh lama ozonisasi dengan waktu yang berbeda terhadap kandungan protein dan lemak susu Kambing Sapera. Materi yang digunakan pada penelitian ini yaitu susu segar kambing sapera yang didapat dari ternak yang sehat. Ozon dalam penelitian ini diproduksi dengan menggunakan alat berupa generator ozon merek Vosoco dengan produksi ozon 1000 mg/jam pada suhu ruang dan sumber oksigen yang didapat dari udara bebas yang terdapat pada lingkungan. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali sehingga terdapat 18 unit percobaan. Alat yang digunakan pada penelitian kali ini yaitu ice box, generator ozon, toples kaca 1000 ml, bakerglass 50 ml, pengaduk kaca, aluminium foil, label tisu, dan alat lactoscan. Penelitian lama ozonisasi menggunakan waktu 0 menit, 2 menit, 4 menit dengan kadar protein dan lemak susu sebagai variabel yang diamati. Hasil perlakuan ozonisasi tidak berpengaruh nyata (P>0.05) terhadap kadar protein dan lemak susu Kambing Sapera. Kesimpulan yang di peroleh dari penelitian yaitu perlakuan lama ozonisasi susu Kambing Sapera sampai 4 menit dapat mempertahankan kadar protein dan kadar lemak.
KECERNAAN BAHAN KERING DAN BAHAN ORGANIK PAKAN DOMBA YANG DIBERI DAUN KELOR (Moringa oleifera) DAN MINYAK SAWIT SECARA IN VITRO NUGROHO, TRI AJI; Suryapratama, Wardhana; Munasik, Munasik
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.3.p237-242

Abstract

Latar Belakang. Suatu Penelitian telah dilaksanakan untuk mengkaji pengaruh pemberian daun kelor dan minyak sawit terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik secara in vitro. Penelitian dilaksanakan pada 27 Juni 2020 sampai dengan 12 September 2020. Materi dan Metode. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah cairan rumen 3 ekor domba yang diperoleh sesaat setelah pemotongan, dan sebelumnya domba telah diberi pakan dengan perlakuan yang sama dengan penelitian. Ransum perlakuan yang digunakan terdiri atas R0 = Pakan kontrol tanpa daun kelor dan minyak sawit, R1 = Pakan kontrol + 2% tepung daun kelor dari bahan kering (BK) pakan, dan R2 = Pakan kontrol + 2% tepung daun kelor dari BK pakan + 0,5% minyak sawit dari BK pakan. Penelitian dilakukan secara in vitro, variabel yang diukur yaitu Kecernaan Bahan Kering dan Bahan Organik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan bahan organik. Simpulan. Disimpulkan bahwa campuran suplementasi 2% tepung daun kelor dan 0,5% minyak sawit mampu meningkatkan kecernaan bahan kering pakan domba sebesar 4,1 % dan kecernaan bahan organik pakan domba 3,2 %.
PENGARUH TRANSPORTASI TERNAK SELAMA TIGA HARI TERHADAP PENYUSUTAN BOBOT BADAN DAN FREKUENSI RESPIRASI PADA SAPI BALI DI CV LEMBU SARI Prasetyo, Galih Ardi; Setyaningrum, Agustinah; Hidayat, Nur
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.2.p157-160

Abstract

Latar Belakang. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari penyusutan bobot badan dan frekuensi respirasi pada sapi Bali yang dipengaruhi oleh transportasi ternak. Materi dan metode. Materi yang digunakan adalah sapi Bali sebanyak 44 ekor untukdiukur penyusutan bobot badannya dan 5 ekor untuk diukur frekuensi respirasinya. Metode penelitian ini menggunakan metode survey. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa rataan penyusutan bobot badan sapi Bali pada pengiriman pertama dan kedua adalah 11,95 ± 3.77 % dan 12,53 ± 2.74 %. Penyusutan bobot badan sapi Bali disebabkan karena selama transportasi sapi mengalami stress dan kehilangan banyak cairan tubuh. Kemudian untuk rataan frekuensi respirasi sapi Bali sebesar 39,8 ± 4.02 kali/menit. Frekuensi respirasi dipengaruhi oleh aktifitas fisik berupa transportasi ternak yang menyebabkan ternak stress dan gelisah yang menyebabkan peningkatan frekuensi respirasi pada ternak. Simpulan. Transportasi ternak selama tiga hari dapat menyebabkan penyusutan bobot badan 11,95 ± 3.77 % sampai 12,53 ± 2.74 % dan meningkatkan frekuensi respirasi.
KINERJA PRODUKSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH SAAT DAN PASCA OUTBREAK PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI KECAMATAN SUMBANG DAN BATURRADEN Azizi, Ari Sofan
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.3.p263 - 267

Abstract

ARI SOFAN AZIZI. KINERJA PRODUKSI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH SAAT DAN PASCA OUTBREAKING PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) DI KECAMATAN SUMBANG DAN BATURRADEN bertujuan untuk mengetahui kondisi usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Banyumas. Bertujuan untuk mengetahui days open, service per conception, calving interval, produksi susu, jumlah ternak di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan metode survei. Teknik pengambilan sampel wilayah menggunakan cluster random sampling maka terpilih dua Kecamatan yaitu Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang dari delapan kecamatan di Kabupaten Banyumas. Hasil penelitian menunjukan rataan saat outbreak PMK variabel DO (113.84 hari), Cl (393,34 hari), S/C (2,73), produksi susu (1132,05 liter/bulan), dan jumlah ternak (6.30 ST). Sedangkan pasca outbreak PMK variabel DO (114,61 hari), Cl (394,30 hari), S/C (2,7), produksi susu (897.90 liter/bulan), dan jumlah ternak (6.16 ST). Hasil analisis menunjukan bahwa setelah PMK calving interval lebih panjang, sedangkan variabel days open, service per conception, produksi susu, dan jumlah ternak tidak ada perbedaan nyata.
HUBUNGAN ANTARA PARITAS DAN TIPE KELAHIRAN TERHADAP BOBOT PRA SAPIH KAMBING LOKAL DI KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGA   Rozzak, Ilham Abdul; Purwantini, Datta Dewi; Santosa, Setya Agus; Candrasari, Dewi Puspita; Susanto, Agus
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.2.p177-186

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui paritas, tipe kelahiran dan bobot pra sapih cempe kambing Jawarandu dan Kejobong, serta hubungan paritas dan tipe kelahiran terhadap bobot pra sapih cempe kambing Jawarandu dan Kejobong. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 27 Mei sampai 16 Juni 2024 di Kelompok Tani Ternak Kecamatan Pengadegan, Kabupaten Purbalingga. Pengambilan sampel dan penentuan wilayah penelitian dilakukan dengan metode purposive sampling. Sampel terdiri dari kambing Jawarandu 30 ekor dan kambing Kejobong 30 ekor dengan kriteria telah beranak dan memiliki cempe pra sapih berumur maksimal 90 hari. Variabel yang diukur yaitu paritas (1-4), tipe kelahiran (tunggal dan kembar), serta bobot pra sapih cempe kambing Jawarandu dan kambing Kejobong. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis deskriptif, regresi linier berganda variabel Dummy, uji t dan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan persentase populasi pada paritas induk kambing Jawarandu diperoleh paritas kesatu 56,67%, kedua 36,67%, dan ketiga 6,67%, tipe kelahiran tunggal dan kembar masing-masing 50%, serta rataan dan simpang baku bobot pra sapih 9,94±3,26 kg/ekor. Kambing Kejobong memiliki persentase populasi pada paritas kesatu 20%, kedua 23,33%, ketiga 40%, dan keempat 16,66%, tipe kelahiran tunggal sebesar 46,67%, kembar 53,33%, serta rataan dan simpang baku bobot pra sapih 8,78±2,70 kg/ekor. Paritas dan tipe kelahiran tidak berpengaruh nyata terhadap bobot pra sapih cempe kambing Jawarandu dengan korelasi rendah sebesar 0,40 dan koefisien determinasi sebesar 16%. Paritas dan tipe kelahiran tidak berpengaruh nyata terhadap bobot pra sapih cempe kambing Kejobong dengan korelasi agak rendah sebesar 0,38 dan koefisien determinasi sebesar 14,53%. Paritas kambing Jawarandu dan Kejobong berbeda, sedangkan tipe kelahiran tidak berbeda. Bobot pra sapih cempe kambing Jawarandu dan kambing Kejobong menunjukkan ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hubungan paritas dan tipe kelahiran terhadap bobot pra sapih cempe pada kambing Jawarandu dan kambing Kejobong positif dan relatif sama.
PENCAPAIAN PEMELIHARAAN AYAM BROILER DITINJAU BERDASARKAN KONSUMSI PAKAN, KONVERSI PAKAN, RATAAN BOBOT BADAN, DAN INDEKS PERFORMA DIBANDINGKAN DENGAN STANDAR PRODUKSI NEW ASSA FARM Zahra, Anisa Aulya; Suswoyo, Imam; Yuwono, Endro
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.2.p150-156

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kesesuaian performa ayam broiler dengan standar produksi perusahaan di New Assa Farm. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada 17 Oktober – 30 November 2023 di Poultry Business Kemitraan New Assa Farm, Kabupaten Kebumen. Strain ayam yang digunakan CP 707 dengan bobot awal rata-rata 41 – 43 g/ekor yang diberi pakan S00 (1- 7 hari), S11S (7 – 21 hari), dan S12GS (umur >21 hari). Data yang digunakan diperoleh dari survei lapangan berupa data primer dari pengamatan, kegiatan partisipatif, dan wawancara dengan peternak; serta data sekunder berdasarkan recording, selanjutnya dianalisis menggunakan analisis deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan performa ayam broiler di New Assa Farm diperoleh rataan konsumsi pakan sebesar 3.235,98 g/ekor; nilai konversi pakan (FCR) sebesar 1,330 ± 0,278, nilai bobot badan rata-rata (ABW) sebesar 2.580 ± 0,72 g/ekor; dan indeks performa (IP) hingga akhir pemeliharaan sebesar 443. Nilai ABW, FCR, dan IP tersebut sudah di atas standar produksi perusahaan, namun nilai konsumsi pakan masih di atas standar sehingga perlu dilakukan evaluasi untuk mengoptimalkan pemeliharaan ayam broiler.
HUBUNGAN ANTARA BOBOT LAHIR DENGAN BOBOT SAPIH BERDASARKAN BANGSA DAN JENIS KELAMIN PADA SAPI POTONG DI PT KEJORA PELITA SEMESTA Afiansyah, Laksmana Ilyas; Susanto, Agus; Yuwono, Pambudi
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.angon.2024.6.3.p268-279

Abstract

Penelitian ini bertujuan utuk mengetahui tingkat keeratan antara bobot lahir dan bobot sapih sapi potong berdasarkan bangsa dan jenis kelamin. Materi yang digunakan pada penelitian ini terdiri dari 20 sapi Peranakan Simmental lepas sapih dan 20 sapi Peranakan Limousin lepas sapih yang berusia 3 – 6 bulan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, uji T dan analisis korelasi. Nilai bobot sapih dapat ditaksir menggunakan faktor koreksi dengan menyeragamkan faktor koreksi umur. Hasil dari persamaan regresi pada bobot lahir dan bobot sapih berdasarkan bangsa pada sapi limousin memiliki persamaan regresi Y= 67,536 + 0,9818X, koefisien determinasi (R2) = 0,3274 dan nilai korelasi (r) = 0,569, sedangkan sapi Peranakan Simmental mempunyai persamaan regresi Y = 66,61 + 0,9357X, nilai korelasi sebesar 0,648, dan koefisien determinasi = 0,4194. Analisis regresi bobot lahir dan bobot sapih pada sapi jantan memiliki persamaan regresi Y = 87,783 + 0,4602 X, koefisien determinasi (R2) = 0,1155 dan nilai korelasi (r)= 0,397 sedangkan sapi betina memiliki persamaan Y= 66,679 + 0,9182X, koefisien determinasi (R2) = 0,2507 dan nilai korelasi (r) = 0,501. Kesimpulan dari penelitian tersebut adalah tingkat keeratan bobot lahir dan bobot sapih berdasarkan bangsa mempunyai tingkat keeratan yang kuat sedangkan tingkat keeratan bobot lahir dengan bobot sapih berdasarkan jenis kelamin mempunyai tingkat keeratan yang sedang.

Filter by Year

2019 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 6 No 3 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 3 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 2 (2024): JURNAL ANGON Vol 6 No 2 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 6 No 1 (2024): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 3 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 2 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 5 No 1 (2023): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 3 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 3 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 2 (2022): JURNAL ANGON Vol 4 No 2 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 1 (2022): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 4 No 1 (2022): JURNAL ANGON Vol 3 No 3 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 3 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 2 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 3 No 2 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 1 (2021): JURNAL ANGON Vol 3 No 1 (2021): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 3 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 3 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 2 No 2 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 1 (2020): JURNAL ANGON Vol 2 No 1 (2020): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 3 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 2 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 1 No 1 (2019): ANGON: Journal of Animal Science and Technology More Issue