cover
Contact Name
Rizki Rahmah Fauzia
Contact Email
kikirahmah88@gmail.com
Phone
+6285315718481
Journal Mail Official
kikirahmah88@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perjuangan Nomor 10a, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon 45131, Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 25982583     EISSN : 26861062     DOI : https://doi.org/10.58365
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 102 Documents
UJI AKTIVITAS GRANUL SERBUK IKAN LAUT DENGAN BAHAN TAMBAHAN AMILUM BIJI DURIAN (Durio zibethinus) TERHADAP BAKTERI PATOGEN IKAN Susanti, Nina Pratiwi; Sugiharto, Anto; ., Rodiya; Zuniarto, Ahmad Azrul; apriliasanti, Wahyuni; Sugiharto, Yuyun; ., Sutisno
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.063 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i1.189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri granul serbuk limbah ikan laut dengan bahan tambahan amilum biji durian (Durio zibethinus) terhadap bakteri patogen ikan. Limbah ikan laut dapat dibuat dalam bentuk granul merupakan tambahan bahan organik baik secara fisik, kimia maupun biologi. Salah satu tanaman yang memiliki manfaat sebagai antibakteri ialah biji durian yang memiliki kandungan pati atau amilum yang cukup tinggi, sehingga berpotensi sebagai alternatif pengganti bahan yang memerlukan sifat-sifat pati yang mengandung senyawa utama yaitu amilosa dan amilopektin, amilosa memiliki sifat mudah menyerap air (Sugiyono, 2011). Selain memiliki kandungan pati, ekstrak biji durian (Durio zibethinus) mengandung senyawa fitokimia seperti alkaloid, flavonoid, saponin, terpenoid, (triterpenoid dan steroid) dan tanin yang memiliki fungsi sebagai anti bakteri (Shinta, 2021). Penelitian ini menggunakan metode eksperimental yang dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri ialah dengan mengukur zona hambat. Pengujian aktivitas antibakteri dilakukan dengan pengenceran sediaan granul serbuk limbah ikan laut dengan bahan tambahan amilum biji durian (Durio zibethinus) dengan konsentrasi 2%, 4% dan 5%. Hasil penelitian menunjukkan granul serbuk limbah ikan laut dengan bahan tambahan amilum biji durian (Durio zibethinus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas Aeruginosa dengan adanya zona hambat konsentrasi 2% sebesar 5,3 mm, konsentrasi 4% sebesar 7,1 mm, konsentrasi 5% sebesar 8,8 mm. Konsentrasi Paling efektif untuk menghambat bakteri Pseudomonas Aeruginosa yaitu konsentrasi 5%.
UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SUSPENSI EKSTRAK DAUN SAWI LANGIT (Vernonia cinerea L.) PADA TIKUS JANTAN (Rattus novergicus) M.Farm., Apt., 1 Drs. Cece Supriatna,; S.Farm., M.HKes., Apt., Rizki Rahmah Fauzia,; Umam, Khotibul
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sawi langit adalah salah satu tanaman obat tradisional di Indonesia yang memiliki banyak khasiat. Salah satu khasiat Sawi langit yaitu sebagai obat demam. Telah dilakukan uji efektifitas antipiretik suspensi ekstrak daun Sawi langit (Vernonia cinerea [L.] Less.) pada tikus jantan (Rattus norvegicus).Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak daun Sawi langit sebagai antipiretik dan mengetahui konsentrasi paling efektif dari suspensi ekstrak daun Sawi langit sebagai antipiretik pada tikus jantan. Metode penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Hewan uji yang yang digunakan berupa 18 ekor tikus putih jantan yang dibagi ke dalam 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC, kelompok kontrol positif diberikan Rhelafen, 2 kelompok diberikan ekstrak kental daun Sawi langit masing-masing dengan konsentrasi 10% dan 100%, dan 2 kelompok eksperimental diberikan suspensi ekstrak daun Sawi langit masing-masing dengan konsentrasi 5% dan 10%. Induksi demam pada hewan uji menggunakan vaksin DTP-HB 0,1 ml. Pengukuran suhu rektal dilakukan sebelum dan sesudah pemberian vaksin dan setelah pemberian zat uji berturut-turut pada menit ke-30, 60, 90, 120, 150 dan 180. Hasilnya pemberian suspensi ekstrak daun sawi langit dengan konsentrasi 10% menunjukan penurunan suhu rektal lebih besar dibanding dengan konsentrasi 5%. Pemberian Rhelafen menunjukan penurunan suhu rektal lebih tinggi dibanding dengan suspensi ekstrak daun Sawi langit 10%. Kesimpulannya Suspensi ekstrak daun Sawi langit efektif sebagai antipiretik dan suspensi ekstrak daun Sawi langit yang paling efektif pada konsentrasi 10%.
Uji Perbandingan Antiinflamasi Gel Ekstrak Rimpang Kencur (Kaempferia galanga L.) Terhadap Luka Bakar dengan Luka Sayat Pada Tikus Putih (Rattus Novergicus) Yuniuswoyo, Wirsad; Zuniarto, Ahmad Azrul; Yusniawati, Feni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rimpang kencur merupakan simplisia yang mengandung flavonoid yang mana mempunyai efektivitas sebagai antiinflamasi. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membandingkan perbedaan efektivitas gel ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) terhadap luka bakar dengan luka sayat pada tikus putih (Rattus Novergicus), serta mengetahui stabilitas gel ekstrak Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) selama penyimpanan. Ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) didapatkan dari metode maserasi dengan pelarut alkohol 70% dan dibuat dalam bentuk sediaan gel dengan variasi konsentrasi ekstrak 10%, 15%, 20%. Gel ekstrak rimpang kencur diujikan ke tikus putih jantan sebanyak 15 ekor dengan masing-masing kelompok 3 ekor dengan luka sayat dan luka bakar. Uji stabilitas menggunakan metode cycling test dengan parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, dan uji iritasi. Gel dengan konsentrasi 10%, 15% dan 20% telah menunjukan efektivitas terhadap luka bakar (dengan waktu kesembuhan 11 – 13 hari) dan luka sayat (dengan waktu kesembuhan 8 hari) pada tikus putih jantan dan tidak terdapat perbedaan diantara kedua luka. Sediaan gel ekstrak Rimpang kencur (Kaempferia galanga L.) memenuhi persyaratan mutu uji stabilitas. Gel ekstrak rimpang kencur (Kaempferia galanga L) tidak memiliki perbedaan efektivitas terhadap luka bakar maupun luka sayat dan stabil selama penyimpanan.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SABUN PADAT EKSTRAK DAUN SUKUN (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Ayuditiawati, Meita Ita; Zuniarto, Ahmad Azrul; Mundzir, O. Ahmad; Tamala, Nur Feggy Tanti
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.232 KB)

Abstract

Sabun merupakan garam dari asam lemak yang digunakan sebagai pembersih dan dapat mengandung senyawa antimikroba. Salah satu tanaman tradisional yang memiliki aktivitas antimikroba adalah daun sukun karena mengandung senyawa flavonoid. Oleh karena itu, dilakukan penelitian yang berjudul “Uji Aktivitas Antibakteri Sabun Padat Ekstrak Daun Sukun (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas sabun padat ekstrak daun sukun (Artocarpus altilis (Parkins.) Fosberg) terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.Ekstrak daun sukun diformulasikan dalam bentuk sabun padat dengan tiga variasi konsentrasi, yaitu 20%, 25%, dan 30%. Uji aktivitas antibakteri sabun padat dilakukan menggunakan metode sumuran lalu dibandingkan terhadap kontrol negatif dan kontrol positif. Hasilnya dianalisis secara statistik dengan uji Kruskall-Wallis dan uji Mann Whitney.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sabun padat ekstrak daun sukun dengan konsentrasi ekstrak 20%, 25%, dan 30% memiliki aktivitas antibakteri dengan rerata diameter hambat untuk bakteri Staphylococcus aureus sebesar 8,51 mm, 9,74 mm, dan 11,38 mm yang termasuk dalam kategori sedang serta untuk bakteri Escherichia coli sebesar 12,3 mm, 13,79 mm, dan 15,53 mm yang termasuk dalam kategori kuat.
F UJI EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK SERBUK BAMBU TALI (Gigantochloa apus) TERHADAP PENYEMBUHAN LUKA SAYAT PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) ZAKIAH, FITRI; NURPAHLA, SRI SUSANTI
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bambu dengan berbagai jenis dan varietasnya banyak ditemukan sebagai tumbuhan liar yang banyak tumbuh di wilayah Indonesia. Penelitian sebelumnya menyatakan Bambu memiliki banyak manfaat namun publikasi yang mengungkap tentang penggunaan Bambu dalam dunia pengobatan masih sedikit bila dibandingkan dengan jenis tanaman lainnya. Bambu diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka sayat dengan cara ditaburkan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Salep merupakan salah satu sediaan topikal yang mudah digunakan dan efektif untuk pengobatan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh salep ekstrak serbuk Bambu tali terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan, dan kandungan kimia yang potensi sebagai penyembuh luka sayat serta stabilitas sediaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboraorium, serbuk bambu tali dikerok sebanyak 200 g lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 7 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan analisis senyawa aktif secara kualitatif dan ditemukan senyawa flavonoid, tannin dan saponin. Pada tahap selanjutnya, pembuatan salep ekstrak serbuk bambu tali dengan konsentrasi 5 %, 15% dan 25 % b/b. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas dan uji iritasi. Uji efektivitas penyembuh luka sayat dilakukan pada tikus jantan dengan panjang luka 2 cm dan kedalaman luka 2 mm. Salep ekstrak serbuk Bambu tali dengan konsentrasi 15% menunjukan yang paling efektif terhadap penyembuhan luka sayat pada tikus putih jantan. Salep ekstrak Serbuk bambu tali pada semua konsentrasi relatif stabil selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. ABSTRACT Bamboo with various types and varieties are found as wild plants that grow in many parts of Indonesia. Previous research states that Bamboo has many benefits, but publications that reveal the use of bamboo in the world of medicine are still small when compared to other types of plants. Bamboo is used as a traditional medicine to heal wounds by sprinkling them on the wound so that the wound becomes dry and healed for several days. Ointment is one of the topical preparations that is easy to use and effective for the treatment of wounds. The aim of this study was to determine the effect of bamboo rope extract ointment on wound healing in male white rats, and the potential chemical content as a wound heal wound and the stability of the preparation. The method used in this study was an experiment by conducting testing in a laboratory, 200 g of bamboo rope scraped and then maceration with 70% ethanol for 7 days. The maserate was evaporated with an evaporator then analyzed the culaitative active compounds and found flavonoids, tannins and saponins. In the next step, making bamboo extract powder ointment with a concentration of 5%, 15% and 25% w / w. Evaluation and stability test of the preparations using the cycling test method include organoleptic test, pH test, dispersion test, adhesion test, homogeneity test and irritation test. The effectiveness test for wound healings was performed on male mice with a wound length of 2 cm and a wound depth of 2 mm. Ointment bamboo powder extract ointment with a concentration of 25% showed the most effective against healing cuts in male white rats. The bamboo powder extract ointment at a concentration of 15% is relatively stable during storage at a certain temperature and time.
EFEKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA SUSPENSI EKSTRAK AKAR SELEDRI (Apium graveolens L.) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI KALIUM BROMAT , stf1; ., Subagja; Karsidin, Bambang; Mustafa, Seftiviani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang berjudul “Efektivitas Antihiperurisemia Suspensi Ekstrak Akar Seledri (Apium graveolens L.) Terhadap Tikus Putih Jantan (Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Kalium Bromat”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas antihiperurisemia suspensi ekstrak akar seledri (Apium graveolens L.) terhadap tikus putih jantan dan pada dosis tertentu suspensi ekstrak akar seledri (Apium graveolens L.) memberikan efektivitas antihiperurisemia dibandingkan dengan kontrol positif.Sebanyak 15 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok selama 21 hari. Kelompok 1 diberikan kontrol positif Allopurinol dan kelompok 2 diberikan kontrol negatif basis suspensi. Kelompok 3, 4, dan 5 masing-masing diberikan suspensi ekstrak akar seledri dengan dosis yang berbeda-beda 50mg/kgBB, 100mg/kgBB, dan 200mg/kgBB secara peroral. Semua kelompok diinduksi dengan Kalium Bromat dosis 22,2mg/200gram BB. Pengukuran kadar asam urat dilakukan pada minggu ke 1, ke 2, dan ke 3. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen dan analisa data menggunakan ANAVA satu arah dan dilanjutkan uji T.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan suspensi ekstrak akar Seledri (Apium graveolens L.) dengan dosis : 50 mg/kgBB, 100 mg/kgBB, dan 200 mg/kgBB tidak memiliki efektivitas sebagai antihiperurisemia terhadap tikus putih jantan.
UJI EFEKTIVITAS SUSPENSI EKSTRAK BUAH STROBERI (Fragaria x ananassa) TERHADAP DAYA INGAT TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) DENGAN METODE LABIRIN Asep suparman; Rizki Rahma Fauziyah; Deden Suwandhy
PRAEPARANDI : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : PRAEPARANDI : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah Stroberi (Fragaria x ananassa) mengandung senyawa Flavonoid dan Vitamin C yang mampu meningkatkan daya ingat. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) terhadap daya ingat tikus jantan (Rattus norvegicus) yang di uji dengan metode labirin. Ekstraksi menggunakan maserasi dengan etanol 70% sebagai pelarut. Pada penelitian ini, 15 ekor tikus jantan dibagi ke dalam lima kelompok perlakuan, yaitu X1 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 160 mg/200grBB), X2 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 180 mg/200grBB), X3 (Suspensi ekstrak buah Stroberi dosis 200 mg/200grBB), Kontrol Positif (Pyritinol), dan Kontrol Negatif (Suspending Agent). Seluruh kelompok dimasukan kedalam labirin selama 18 hari dan mencatat waktu tikus menyelesaikan labirin. Sediaan diberikan dihari ke-8 dan dihentikan pada hari ke-18. Data dianalisis dengan uji Krukal Wallis yang dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil yang didapatkan yaitu rata-rata waktu tempuh X1 (456,20 detik), X2 (293,02 detik), X3 (475,54 detik), Kontrol Positif (377,76), dan Kontrol Negatif (442,29). Hasil uji Mann Whitney menunjukan bahwa suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) pada dosis 160 mg/200grBB dan dosis 180 mg/200grBB tidak memiliki perbedaan efektivitas dengan Pyritinol terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin. Kesimpulan dari penelitian ini adalah suspensi ekstrak buah Stroberi (Fragaria x ananassa) memiliki efektivitas terhadap daya ingat tikus jantan yang diuji dengan metode labirin.
Uji Aktivitas Antibakteri Pasta Gigi Ekstrak Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L) Terhadap Bakteri Lactobacillus achidophilus Haryati, Eti; Pratiwi, Ria Wahyu
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karies gigi adalah penyakit gigi dan mulut yang masih banyak diderita baik dewasa maupun anak-anak. Lactobacillus acidophilus merupakan penyebab dominan karies gigi. Biji Jintan Hitam (Nigella sativa L) mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin yang bekerja sebagai antibakteri.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas pasta gigi ekstrak biji jintan hitam(Nigella sativa L) terhadap Lactobacillus acidophilus. Metode penelitian ini adalah eksperimental laboratoris. Penyarian biji jintan hitam (Nigella sativa L) menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode merasi kemudian dibuat sediaan pasta gigi dengan konsentrasi 6%, 12%, dan 15%. Pasta gigi sasha “herbal” digunakan sebagai kontrol positif dan pasta gigi plasebo “basis” sebagai kontrol negatif. Aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran dengan mengukur zona bening media agar padat. Hasil zona bening dianalisis menggunakan One Way ANOVA dan Tukey HSD. Evaluasi sediaan pasta gigi yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa, dan daya sebar serta uji stabilitas sediaan pasta gigi dengan metode cycling test. Hasil penelitian terhadap bakteri Lactobacillus acidophilus menunjukan bahwa pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) memilki aktivitas antibakteri di tandai dengan terbentuknya zona bening. Diameter zona bening dari pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) dari konsentrasi 6%, 12%, dan 15% adalah 3,99 mm, 5,67 mm, dan 8,22 mm . Kesimpulan penelitian ini berdasarkan uji Tukey adalah pasta gigi jintam hitam ( Nigella sativa) konsentrasi 15% adalah yang paling baik daya aktivitasnya setara dengan kontrol positif , serta pasta gigi ekstrak biji jintan hitam (Nigella sativa L) telah memenuhi persyaratan evaluasi dan uji stabilitas sediaan.
ANALISIS DRUG RELATED PROBLEMS (DRPs) PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PASIEN ISPA PUSKESMAS WARUNGPRING PEMALANG JAWA TENGAH Regar, Dhea Novakinanda; Zuniarto, Ahmad Azrul; Nuari, Ris Ayu; Nahdliyah, Vivi Afiyatun
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.182 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.192

Abstract

Drug Related Problems (DRPs) merupakan bagian dari Medication Error (ME) yang dihadapi hampir semua negara di dunia. Salah satu penyakit yang dapat menyebabkan kematian adalah Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui presentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepataan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien, dalam menggunakan Antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif melalui pengambilan data rekam medik secara prospektif. Dari 168 kasus pasien ISPA pada Februari tahun 2022 jumlah sampel yang diambil sebanyak 118 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, yaitu pasien yang tercatat menderita ISPA yang mendapatkan Antibiotik. Pengambilan data menggunakan teknik random sampling, dilakukan Bulan Maret 2022. Hasil penelitian dari 118 kasus pasien ISPA menunjukkan kejadian DRPs kategori ada indikasi tanpa obat sebanyak 15 kasus (12,71%), tidak ada obat tanpa indikasi, tidak ada ketidaktepataan pemilihan obat, dosis tertalu rendah sebanyak 10 kasus (8,47%), dan dosis terlalu tinggi sebanyak 7 kasus (5,94 %). Sementara itu untuk DRPs kategori efek samping obat paling banyak terjadi mual/muntah dengan presentase 35,59% dan DRPs tingkat kepatuhan pasien tergolong rendah yaitu sebesar 49,20%. Sehingga dapat disimpukan bahwa presentase terbesar DRPs penggunaan antibiotik pada pasien ISPA di Puskesmas Warungpring, Pemalang yaitu terkait efek samping pengobatan dan kepatuhan pasien.
UJI EFEKTIVITAS SALEP KOMBINASI EKSTRAK DAUN KEDONGDONG (Spondias dulcis Forts) DAN DAUN MENGKUDU (Morinda citrifollia L.) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN Supriatna, Cece; Apriani, Ade Mira
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Luka adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan seharihari termasuk luka bakar. Salah satu tanaman yang dikenal dapat mengobati luka yaitu Kedondong (Spondias dulcis Forts) dan Mengkudu (Morinda citrifollia L). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Salep Kombinasi Ekstrak Daun Kedondong (Spondias dulcis Forts) Dan Daun Mengkudu (Morinda citrifollia L) mempunyai efektivitas terhadap luka bakar pada tikus putih jantan, untuk mengetahui apakah sediaaan salep ekstrak kombinasi daun Kedondong (Spondias dulcis Forst) dan daun Mengkudu (Morinda citriffolia L.) stabil pada pengujian pada suhu dan waktu tertentu. Ekstrak daun kedondong dan ekstrak daun mengkudu didapat dengan cara maserasi. Penelitian diawali dengan mencukur bulu tikus kemudian tikus dilukai dengan menggunakan plat besi panas untuk luka bakar. Selanjutnya pemberian perlakuan yang diawali dengan uji salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 5% 10% (X1), salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 7,5% 7,5% (X2) , salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 10% 5% (X3). Dalam penelitian ini, salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 5% 10% (X1) sudah menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. Salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 7,5% 7,5% (X2) menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. salep ekstrak kombinasi daun mengkudu dan daun kedondong 10% 5% (X3) juga menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan. salep ekstrak kombinasi X1, X2, dan X3 tidak terdapat perbedaan efektivitas terhadap ketiganya.

Page 2 of 11 | Total Record : 102