cover
Contact Name
Rizki Rahmah Fauzia
Contact Email
kikirahmah88@gmail.com
Phone
+6285315718481
Journal Mail Official
kikirahmah88@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perjuangan Nomor 10a, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon 45131, Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 25982583     EISSN : 26861062     DOI : https://doi.org/10.58365
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 102 Documents
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Haryati, Etty; Zakaria, Edi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenanga (Canangium odoratum Baill) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya. Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri. Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi. Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah experimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili. Metode yang digunakan ialah in�vitro. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran pada media agar. Zona bening yang muncul di media agar digunakan sebagai parameter bahwa terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan uji maupun kontrol. Analisis data menggunakan parameter uji Normalitas, Homogenitas, Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan uji yang memiliki daya antibakteri adalah konsentrasi 5% dan 7% dengan nilai diameter zona bening masing-masing 6,1 mm dan 7,01 mm.
UJI PENETAPAN KADAR PROTEIN PADA KOLAGEN DAN UJI HEDONIK SEDIAAN GEL KOLAGEN LIMBAH IKAN KAKAP MERAH (Lutjanus russellii) Karsidin, Bambang; Wahyuni, Yenny Sri; Dwiyanti, Novia
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibanyaknya kadar protein kolagen pada ikan kakap merah (Lutjanus russellii) dan mengetahui taraf kesukaan gel kolagen limbah ikan kakap merah (Lutjanus russellii) kepada panelis. Penelitian ini bersifat eksperimental, uji kadar protein menggunakan metode kjeldahl dan uji hedonik sediaan gel kolagen dianalisis menggunakan program SPSS. Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh, karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar tubuh, juga berfungsi sebagai zat pembangun dan zat pengatur. Protein adalah sumber asamasam amino yang mengandung unsur C,H,O dan N yang tidak dimiliki oleh lemak atau karbohidrat. Ikan merupakan salah satu biota yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku penghasil kolagen. Ikan kakap merah (Lutjanus russellii) merupakan ikan laut yang memiliki daerah penyebaran yang luas dari timur Afrika hingga Australia.Kolagen merupakan protein yang mengandung 35% glisin dan sekitar 11% alanin serta kandungan prolin dan hidroksiprolin sekitar 21%. Uji hedonik merupakan pengujian yang paling banyak digunakan untuk mengukur tingkat kesukaan terhadap produksi.Berdasarkan hasil penelitian tentang analisis protein ikan kakap merah (Lutjanus russellii), maka dapat diambil hasil yaitu 91,4% sedangkan hasil uji hedonik yaitu nilai signifikan sebesar 0,001< 0,05. Maka H0 ditolak dan H1 diterima, artinya sediaan gel kolagen limbah ikan kakap merah disukai oleh panelis.
S UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUSPENSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP BAKTERI Salmonella typhi SUBAGJA, SUBAGJA; BUDIMAN, CECEP
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Beberapa tanaman di Indonesia memiliki khasiat sebagai obat tradisional yang dapat digunakan untuk mengobati penyakit yang salah satunya ialah pepaya yang diketahui memiliki khasiat sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dengan perbedaan konsentrasi suspensi ekstrak biji pepaya (Carica papaya L.) terhadap Salmonella typhi. Metode ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 95%. Pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi agar dengan cara sumuran. Hasil uji aktivitas antibakteri dianalisa dengan metode analisa varians satu arah (one way anova). Data ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi ekstrak 15%, 20% dan 25% telah memberikan aktivitas menghambat pertumbuhan bakteri uji. Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa setiap seri konsentrasi ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) memiliki aktivitas antibakteri dengan kategori daya hambat lemah terhadap Salmonella typhi. ABSTRACT Some of Indonesian plants perform the efficacy as a traditional medicine, which can be benefitted to treat diseases and one of them was papaya which known to have antibacterial properties. This study aims to determine the antibacterial activity with different concentrations of papaya seed extract (Carica papaya L.) on Salmonella typhi. The extraction was done by maceration method using 95% of ethanol. Antibacterial activity test was performing using well agar diffusion method. The results were statistically analyzed using one-way ANOVA. Anova Data show that extract with the concentrations of 15%, 20% and 25% had inhibits the growth of test bacteria. The results showed that the antibacterial activity of each series of the concentration of ethanol extract of papaya seeds (Carica papaya L.) exhibit antibacterial activity in the weak category of inhibition against Salmonella typhi.
240-1 Review Artikel tanaman bandotan (Ageratum conyzoides Linn) sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi febiani, Lingga
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 1 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman bandotan (Ageratum conyzoides Linn) merupakan tanaman yang tumbuh dilingkungan tropis maupun subtropis. Tanaman ini memiliki aktivitas sebagai antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi. Oleh sebab itu, review artikel ini dibuat dengan harapan dapat memberikan suatu informasi yang bermanfaat tentang kandungan senyawa fitokimia dan aktivitas antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi tanaman bandotan. Aktivitas antibakteri dari tanaman bandotan diperoleh pada ekstrak etanol daun bandotan yang mampu menghambat bakteri Staphylococcus aureus. Sedangkan aktivitas antioksidan diperoleh pada ekstrak methanol dan etanol daun bandotan dengan metode DPPH, pemulungan H2O2, kandungan fenolik total, peroksida lipid, FRAP dan TEAC, GSH dan GST. Sedangkan aktivitas antiinflamasi diperoleh pada ekstrak daun bandotan dengan melihat nilai %inhibisi, kadar TNF-α dan MMP-9. Senyawa yang berperan dalam aktivitas antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi yaitu flavonoid dan fenol. Oleh karena itu, pengujian aktivitas antibakteri, antioksidan dan antiinflamasi tanaman bandotan dilakukan agar dapat dikembangkan sebagai sumber obat baru pada terapi infeksi, inflamasi dan penyakit degeneratif. Kata kunci : Ageratum conyzoides Linn, antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, senyawa fitokimia
D UJI EFEKTIVITAS KRIM KOLAGEN CANGKANG KEPITING (Scylla serrata) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN (Rattus norvegicus) , stf1; ANDRISWANA, DWI MEIRIA; Rosiyan, Rosiyan
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Cangkang Kepiting mengandung zat aktif kolagen sebagai penyembuhan terhadap luka bakar. Kolagen bekerja pada proses pembentukan fibril dalam fase poliferasi. Kolagen diformulasikan menjadi sediaan krim. Penelitian dilakukan untuk mengetahui efektivitas krim kolagen cangkang Kepiting (Scylla serrata) terhadap luka bakar pada tikus putih jantan serta mengetahui stabilitasnya. Penelitian dilakukan dengan 15 ekor tikus dibagi menjadi 5 kelompok konsentrasi 1%, 2%, 3%, kontrol postif bioplacenton gel, dan kontrol negatif yang diinduksi dengan besi panas ukuran 3×3. Data berupa hari sembuh setelah perlakuan, kemudian dianalisis dengan Anova Uji evaluasi sediaan meliputi organoleptik, pH, daya sebar dan homogenitas. Uji Stabilitas menggunakan metode cycling test. Hasil perlakuan kolagen cangkang Kepiting pada masing-masing kelompok berupa lama kesembuhan adalah sebagai berikut (1%:10hari; 2%:9hari; 3%:7hari). Semua konsentrasi krim stabil pada berbagai suhu. Kesimpulan yaitu krim kolagen cangkang kepiting dengan konsentrasi 3 % memiliki efektivitas yang paling efektif terhadap luka bakar pada tikus putih jantan dan krim kolagen cangkang kepiting stabil selama penyimpanan. ABSTRACT Crab shells contain active ingredients of collagen as a healing against burns. Collagen works in the process of forming fibrils in the polyperation phase. Collagen is formulated into a cream preparation. The study was conducted to determine the effectiveness of crab shell (Scylla serrata) collagen cream on burns in male white rats and to know its stability. The study was conducted with 15 rats divided into 5 groups of concentrations of 1%, 2%, 3%, positive control bioplacenton gel, and negative controls induced by 3 × 3 hot iron. Data in the form of days recovered after treatment, then analyzed with Anova. Evaluation test of preparations includes organoleptic, pH, spreadability and homogeneity. The Stability Test uses the cycling test method. The results of crab shell collagen treatment in each group in the form of healing time are as follows (1%: 10 days; 2%: 9 days; 3%: 7 days). All cream concentrations are stable at various temperatures. The conclusions is crab shell collagen cream with a concentration of 3% has the most effective effectiveness against burns in male white rats and crab shell collagen cream is stable during storage
UJI AKTIVITAS KRIM EKSTRAK ETANOL BERAS MERAH ( Oryza glaberrima L. ) SEBAGAI TABIR SURYA Setriyadi, Dedy; Karsidin, M.Si, Bambang; Afianti, Intan
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu bahan alam yang diduga memilki nilai SPF adalah beras merah(Oryza glaberrima L. ) yang telah diteliti aktivitasnya sebagai tabir surya. Senyawa yang befungsi sebagai antioksidan pada beras merah adalah kandungan antosianin yaitu senyawa fenolik yang masuk kelompok flavonoid yang berperan penting baik bagi tanaman itu sendiri maupun bagi kesehatan manusia. Kandungan antosianin pada setiap gram dapat menyerap sedikitnya 85% sinar matahari pada panjang gelombang 290-320 nm padi beras merah masih sangat beragam dan berkisar antara 0.34 – 93.5 ug. Penelitian diawali dengan determinasi tanaman beras merah, kemudian membuat ekstrak beras merah dengan cara maserasi, dilanjutkan dengan membuat krim dari ektrak kental dengan membuat krim ektrak2 %, 4% dan 6%. Tahap berikutnya adalah menguji nilai SPF dengan melihat nilai transmittan pada spektrofotometer uv- visible. Krim Ekstrak Etanol Beras Merah ( Oryza glaberrima L.) pada konsentrasi 2%, 4%, dan 6% memiliki aktivitas sebagai tabirsurya dengan menggunakan metode Spektrofotometri UV-Vis, tetapi belum memenuhi persyaratan minimal nilai SPF sebagai tabir surya. Dari ketiga formulasi tersebut dinyatakan bahwa krim ekstrak etanol beras merah ( Oryza glaberrima L.) pada formulasi X3 dengan konsentrasi 6% hanya memiliki nilai SPF paling tinggi sebesar 1,503 sedangkan yang dipersyaratkan nilai SPF minimal 2.
UJI AKTIVITAS TABIR SURYA GEL EKSTRAK KULIT BUAH PEPAYA (Carica papaya L.) Karsidin, Bambang; Zakiah, Fitri; Biaskawati, Listiya
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Caricaceae.Tanaman tersebut diketahui memiliki berbagai macam manfaatyaitu sebagai tabir surya. Kandungan senyawa kimia yang terdapat pada kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) yang berkhasiat sebagai tabir surya yaitu senyawa fenolik khususnya golongan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas tabir surya gel ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.), dan pada konsentrasi berapa yang paling efektif sebagai tabir surya, serta untuk mengetahui evaluasi dan stabilitas sediaan gel ekstrak kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) selama pengujian pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini proses ekstraksi kulit buah Pepaya (Carica papaya L.) menggunakan cara maserasi dengan pelarut etanol 70%, diperoleh rendemen 43%. Sediaan gel dibuat dengan konsentrasi 5%,10%, dan 15%.Uji sediaanyang di lakukan yaitu uji organoleptik, homogenitas, pH, daya sebar, daya lekat, sineresis, dan uji iritasi pada kelinci. Hasil evaluasi sediaan menunjukan semua formulasi memenuhi persyaratan gel, begitu pula dari hasil uji stabilitas dengan metode cycling test pada suhu 4˚C dan 40˚C selama 6 siklus (12 hari). Hasil pengukuran persentasi eritema menunjukkan nilai sesuai standar persyaratan (<1%) dan pada pengukuran persentasi pigmentasi menunjukan memiliki nilai dibawah batas standar persyaratan (3-4%), sedangkan pengukuran nilai SPF menunjukkan bahwa gel ekstrak kulit buah pepaya (Carica papaya L.) masuk dalam kategori tingkat kemampuan minimal tabir surya (2-4) pada konsentrasi 10%, dan 15%.
EFEKTIVITAS ANTI-KANKER PAYUDARA SUSPENSI EKSTRAK BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) PADA TIKUS PUTIH BETINA YANG DIINDUKSI DENGAN LARUTAN BENZENA Fauzia, Rizki Rahmah; Yunita, Intan; Nafiah, Rahma
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.83 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.201

Abstract

Biji Pepaya (Carica papaya L) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai melawan kanker, mengatasi virus, mengatasi peradangan, kontrasepsi alami, dan baik untuk hati. Kandungan flavanoid dan alkaloid mempunyai efektifitas sebagai alternatif antikanker. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas suspensi ekstrak biji pepaya sebagai anti-kanker terhadap payudara tikus betina yang diinduksi larutan benzene dengan dilihat tiga parameter yaitu jumlah sel neutrofil, berat badan dan diameter payudara tikus betina dan untuk mengetahui pada dosis berapakah suspensi ekstrak biji papaya (Carica papaya L.) sebagai anti-kanker terhadap payudara tikus betina yang diinduksi larutan benzene. Penelitian ini bersifat eksperimental, ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Dosis yang digunakan adalah 1050 mg/KgBB, 1400 mg/KgBB, dan 1750 mg/KgBB. Penelitian dilakukan dengan menghitung berat badan tikus pre dan post, menghitung diameter payudara tikus pre dan post serta menghitung nilai neutrofil tikus pre dan post tikus putih betina. Dalam metode ini terdiri dari 6 kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3 ekor tikus. Kelompok I,II dan III dengan pemberian suspensi ekstrak biji pepaya, kelompok IV dengan pemberian suspensi suspensi tablet xeloda, kelompok V dengan pemberian basis suspensi dan kelompok VI tidak diberi perlakuan. Untuk mengetahui perbedaan pada setiap perlakuan dilakukan analisis Kruskal-Wallis dan one way anava dan untuk mengetahui perbedaan antara dua kelompok perlakuan dilakukan uji Mann-Whiteney dan anova. Hasil uji statistik menunjukkan bahwa suspensi ekstrak biji pepaya memiliki efektifitas sebagai anti-kanker payudara pada tikus putih betina, dan suspensi ekstrak biji pepaya pada dosis 1050 mg/KgBB memiliki efektifitas anti-kanker payudara yang sebanding dengan kontrol positif (Xeloda).
UJI PERBANDINGAN KADAR PROTEIN DAN LEMAK PADA SUSU KAMBING, SUSU SAPI FORMULA DAN SUSU KEDELAI Suwitaningsih, Yuni; Wulansari, Rizki
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Protein merupakan suatu zat makanan yang amat penting bagi tubuh, karena zat ini disamping berfungsi sebagai bahan bakar tubuh, juga berfungsi sebagai zat pembangun dan zat pengatur. Sedangkan lemak adalah sumber energi utama bagi tubuh dan juga membantu menyerap vitamin serta zat gizi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar protein dan lemak pada Susu Kambing, Susu Sapi Formula dan Susu Kedelai. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode deskripsi yaitu dengan menggambarkan kandungan protein dan lemak yang dimiliki Susu Kambing, Susu Sapi Formula dan Susu Kedelai. Penelitian pada penetapan kadar protein ini menggunakan metode Kjedhal sedangkan penelitian pada penetapan kadar lemak ini menggunakan metode Soxhletasi. Dimana didapatkan hasil kadar rata-rata protein pada Susu Kambing Goat Milk 48,61%, Etamas 56,43% dan Sky Goat 53,92%. Untuk Susu Formula didapatkan hasil rata-rata perhitungan kadar protein susu SGM 46,85%, Dancow 49,57% dan Lactogrow 42,13%. Sedangkan untuk Susu Kedelai didapat hasil rata-rata perhitungan kadar protein susu SGM Soya 51,26%, Child Kid Soya 46,32% dan Mandala 49,07%. Sedangkan hasil kadar rata-rata lemak susu kambing Goat Milk (4,86%), Etamas (2,25%) dan Sky Goat (2,3%). Untuk susu formula didapat hasil kadar lemak yaitu susu SGM (28,84%), Dancow (29,21%) dan Lactogrow (28,82%). Sedangkan pada susu kedelai didapat hasil kadar lemak yaitu SGM Soya (4,90%), Child Kid (4,90%) dan Mandala (13,84%)
UJI EFEKTIVITAS HEMOSTATIKA SIRUPINFUSADAUNSIRIH(Piperbetle L.)PADAMENCIT PUTIH(Musmusculus) Zuniarto, Ahmad Azrul; Putera, Rizky Medino
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 2 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas hemostatika sirup infusa daunSirih (Piper betle L.)pada mencit putih (Mus musculus). Penelitian ini bertujuan untukmengetahui efektivitas hemostatika sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) terhadapmencit putih (Mus musculus), untuk mengetahui pada dosis berapakah sirup infusa daunSirih (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai agent hemostatika terhadap mencit putih (Mus musculus), untuk mengetahui stabilitas sediaan sirup infusa daun Sirih (Piperbetle L.) dengan metode cycling test, dan untuk mengetahui perbedaan efektivitashemostatika antara metode potong ekor mencit dan metode pembekuan darah mencitpada objek glass. 15 ekor mencit putih jantan terbagi dalam 5 kelompok dengan masing�masing kelompok terdiri dari 3ekor mencit. Masing-masing mencit diberi sediaan kontrol positif (Asam Traneksamat), kontrol negative (basis sirup), serta control perlakuan dengan sirup infusa daun Sirih dosis 0,2g/20g mencit, 0,35g/20g mencit, dan 0,5g/20gmencit. Waktu yang diamati adalah pada saat darah berhenti menetes danmenggumpalnya darah pada objek glass. Hasil penelitian berdasarkan waktu pembekuan darah pada ekor mencit yaitu kontrol positif (250 detik), kontrol negative (535 detik),dosis 0,2g/20gmencit (475 detik), 0,35g/20gmencit (448,33detik), dan 0,5g/20g mencit(351,67 detik). Waktu pembekuan darah mencit pada objek glass yaitu kontrol positif (183,33 detik), kontrol negatif (321,67 detik), dosis 0 ,2g/20g mencit (273,33 detik), 0,35g/20g mencit (268,33 detik), dan 0,5g/20g mencit (258,33 detik). Sirup infusa daunSirih (Piper betle L.) memiliki efektivitas hemostatika pada mencit putih (Musmusculus). Pada dosis 0,5g/20g mencit sirup infusa daun Sirih (Piper betle L.) yang paling efektif sebagai agen themostatika pada mencit putih (Mus musculus). Sirup infusadaun Sirih (Piper betle L.) tidak stabil pada siklus ke-6. Metode pembekuan darah mencitpada objek glass mempunyai efektivitas hemostatika yang lebih baik dibandingkan dengan metode potong ekor mencit.

Page 3 of 11 | Total Record : 102