cover
Contact Name
Rizki Rahmah Fauzia
Contact Email
kikirahmah88@gmail.com
Phone
+6285315718481
Journal Mail Official
kikirahmah88@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perjuangan Nomor 10a, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon 45131, Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 25982583     EISSN : 26861062     DOI : https://doi.org/10.58365
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 102 Documents
ANALISIS FAKTOR RESIKO KEMATIAN DENGAN KOMORBID PASIEN COVID-19 DI RUMAH SAKIT PERMATA CIREBON Mardhiyyah, Cut Ainul; Septiansyah, Luky; Mundzir, O. Ahmad; Karsidin, Bambang; Pandanwangi, Siti; Utami, Amanda Dwi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 1 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.096 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i1.187

Abstract

Penyakit coronavirus 2019 (COVID-19) menimbulkan perhatian kesehatan yang besar saat ini, terutama untuk lanjut usia. Wabah pneumonia virus yang tidak diketahui dengan etiologinya pertama kali diperkenalkan di Wuhan, Cina pada 12 Desember 2019. Orang-orang dengan penyakit komorbid lebih beresiko menderita gejala yang parah apabila terkena virus corona. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan menggunakan data retrospektif. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak memenuhi kriteria eksklusi sebesar 200 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik data demografi usia dan jenis kelamin pada komorbid pasien COVID-19 dan dapat menganalisis faktor resiko kasus terkonfirmasi COVID-19 dengan komorbid di Rumah Sakit Permata Cirebon. Hasil data demografi jenis kelamin pada pasien COVID-19 didominasi oleh laki-laki 1,93 kali dari jenis kelamin perempuan, data demografi usia pada pasien COVID-19 didominasi oleh kelompok usia kurang dari 60 tahun sebanyak 4,38 kali dari kelompok usia lebih dari 60 tahun, sedangkan faktor komorbid COVID-19 yang paling banyak adalah Penyakit Jantung yaitu 1,050 kali dari komorbid lainnya yaitu hipertensi, diabetes melitus, dan penyakit ginjal.
UJI PERBANDINGAN EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK DAUN MANGKOKAN (Notophanax scutettarius (Burm.F.) Merr.) TERHADAP LUKA BAKAR DAN LUKA SAYAT TIKUS PUTIH BETINA Zuniarto, M.Farm., Apt., H. Ahmad Azrul; M.Sc., Apt, Anna Pradiningsih,; Munawaroh, Iis
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 1 (2017): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas salep ekstrak daun Mangkokan (Natophanax scutettarius (Burm.f.) Merr.) terhadap luka bakar dan luka sayat tikus putih betina, perbedaan efektivitas salep ekstrak daun Mangkokan (Natophanax scutettarius (Burm.f.) Merr.) terhadap luka bakar dan luka sayat tikus putih betina, dan kestabilan sediaan salep ekstrak daun Mangkokan (Natophanax scutettarius (Burm.f.) Merr.) selama pengujian pada suhu dan waktu tertentu. Luka adalah suatu hal yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan sehari-hari termasuk salah satunya luka bakar dan luka sayat. Salah satu tanaman yang dapat mengobati luka yaitu Mangkokan (Notophanax Scutettarius (Burm.f.) Merr). Namun Pemanfaatan tanaman ini belum maksimal karena kebanyakan masyarakat belum mengetahui manfaat dan penggunaannya sebagai tanaman obat. Sebagai alternatif sediaan untuk mengatasi masalah luka maka telah dibuat sediaan salep yang berbahan aktif ekstrak daun mangkokan. Ekstrak daun mangkokan didapat dengan cara maserasi. Penelitian diawali dengan mencukur bulu tikus kemudian tikus dilukai dengan menggunakan solder untuk luka bakar dan bisturi untuk luka sayat. Selanjutnya pemberian perlakuan yang diawali dengan uji ekstrak daun Mangkokan 100% dan 10%. Dalam penelitian ini, ekstrak 100%, ekstrak 10% sudah menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar dan luka sayat tikus putih betina. Salep ekstrak daun mangkokan 10% juga menunjukan efektivitas pada penyembuhan luka bakar dan luka sayat tikus putih betina. Nmaun, salep ekstrak daun tidak terdapat perbedaan efektivitas terhadap luka bakar dan luka sayat pada tikus putih betina
UJI EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN ALPUKAT ( Persea americana Mill) TERHADAP LUKA BAKAR PADA TIKUS PUTIH JANTAN(RattusNorvegicus) suparman, Asep; patmawati, Nur; Wahyuni, Wahyuni
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 2 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh gel ekstrak daun Alpukat terhadap penyembuhan luka bakar pada tikus putih jantan.Obat tradisional berasal dari tanaman, hewan, dan mineral, sediaan galenic atau campuran bahan-bahan yang diturunkan dari generasi telah digunakan untuk pengobatan.Penelitian sebelumnya menyatakan daun Alpukat memiliki banyak manfaat dimana salah satunya dalam pengobatan luka.Ekstrak daun alpukat diantaranya digunakan sebagai obat tradisional penyembuh luka bakar dengan caradioleskan pada luka sehingga beberapa hari luka tersebut menjadi kering dan sembuh. Kandungan kimia daun alpukat antara lain alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, dan triterpenoid dimana zat bioaktif tersebut diketahui yang potensi sebagai penyembuh luka bakar serta stabilitas sediaannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan melakukan pengujian di laboratorium, daun Alpukatdiambil pada bagian daun yang tidak terlalu tua (daun kelima dari pucuk). Daun alpukat dibersihkan terlebih dahulu dengan air kemudian dikeringkan dan dihaluskan, ±100 gram lalu di maserasi dengan etanol 70% selama 5 hari. Maserat diuapkan dengan evaporator kemudian dilakukan identifikasi senyawa aktif dan ditemukan senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Pada tahap selanjutnya, ekstrak daun Alpukat dibuat sediaan gel dengan konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5% b/b dalam bahan dasar gel yang terdiri dari HPMC, dan propilen glikol. Evaluasi dan uji stabilitas sediaan dengan metode cycling test meliputi uji organoleptik, uji pH, uji daya sebar, uji daya lekat, uji homogenitas dan uji iritasi. Gel yang dihasilkan berwarna kuning kehijauan, homogen, dengan rata-rata pH 6, daya sebar 5,5 cm, daya lekat 4 detik dan tidak menimbulkan iritasi. Efektivitas penyembuhan luka bakar pada tikus jantan ditemukan pada konsentrasi gel ekstrak daun alpukat 5% b/b. Gel ekstrak daun Alpukat pada semua konsentrasi relatif stabil selama penyimpanan pada suhu 4⁰ C dan 40⁰ C selama 12 hari.
UJI PERBANDINGAN ALAT BANTU TERHADAP KEPATUHAN PASIEN TUBERKULOSIS DALAM MENGKONSUMSI OBAT TUBERKULOSIS AyuNuari, Ris; Andriswana, Dwi Meiria; Ramadhan, Faisal; ., Khoirunnisa; Listyoweni, Nevi; ., Rochimah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 5 No 2 (2022): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kepatuhan minum obat anti tuberkulosis (oat) sebelum dan sesudah pemberian alat bantu minum obat serta mengetahui pengaruh dari masing-masing alat bantu minum obat anti tuberculosis (oat) terhadap kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis di Puskesmas Kebondalem, Puskesmas Rowosari, Puskesmas Mojo, dan Puskesmas Bantarbolang. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen,dimana dilakukan percobaan terhadap sampel dengan memberikan alat bantu minum obat, dengan teknik Total Sampling yaitu seluruh pasien tuberculosis yang terdaftar dalam register TB dijadikan sebagai sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan minum obat pada pasien tuberkulosis di Puskesmas Kebondalem, Puskesmas Bantarbolang, Puskesmas Rowosari dan Puskesmas Mojo terjadi peningkatan sesudah pemberian alat bantu yaitu kepatuhan tinggi naik dari 29,03 % menjadi 59,14%. Aplikasi sembuh TB merupakan alat bantu yang paling efektif dibandingkan dengan alat bantu jam alarm dan alat bantu kalender. Hal ini didasarkan pada pengujian statistic uji lanjut diketahui aplikasi sembuh TB memiliki nilai mean rank tertinggi 64.32 dibandingkan dengan alat bantu yang lainnya diantaranya 53.09 untuk alat bantu jam alarm, dan 30.50 untuk alat bantu kalender.
N UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI KRIM KITOSAN CANGKANG RAJUNGAN (Portunus pelagicus) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes NURPATMAWATI, NURPATMAWATI; SUNENGSIH, SUNENGSIH
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 3 No 1 (2019): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Limbah cangkang rajungan (Portunus pelagicus) diisolasi kandungan kitosannya melelui proses deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi. Salah satu penggunaan dari kitosan adalah sebagai antibakteri, karena memiliki polikation bermuatan positif yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) konsentrasi 5%, 7%, dan 9% terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen pengujian aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi sumuran diameter pervorator 0,6 cm dan media yang digunakan adalah media nutrient agar. Metode pengujian stabilitas sediaan krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) menggunakan metode cyling test meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji pH, uji daya lekat, uji daya sebar, dan uji iritasi. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, uji kruskal wallis dan uji mann whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Pada konsentrasi 9% krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) memiliki daya aktivitas paling besar sebagai antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dengan diameter zona bening 1,205 cm. Krim kitosan cangkang rajungan (Portunus pelagicus) memenuhi syarat evaluasi sediaan dan dan uji stabilitas. ABSTRACT Blue swimming crab shell (Portunus pelagicus) weste can be isotated through deproteinization, demineralization and deacethylation process. One application of chitosan as an antibacterial, because it has a polycations witch can inhibit bacterial growth. This study aims to determaine the antibacterial activity chitosan cream from blue swimming crab shell (Portunus pelagicus) with concentration of 5%, 7%, and 9% against Propionibacterium acnes. The study methode used an experimental method that is by disc diffusion method with perforator diameter of 6 cm and the media used are nutrient agar media. The preparations stability testing methode of chitosan cream from blue swimming crab shell (Portunus pelagicus) using the cycling test methode including organoleptic test, homogeneity test, pH test, stickiness test, spreadability test, and irritation test. Processing and analysis of data using the normality test, homogeneity test, kruscal wallis test, and mann whitney test. The result from this study showed that the chitosan cream from blue swimming crab shell (Portunus pelagicus) has antibacterial activity against Propionibacterium acne. At a concentration of 9% the chitosan cream from blue swimming crab shell (Portunus pelagicus) has a highest antibacterial activity with diameter inhibition zone of 1,205 cm. The chitosan cream from blue swimming crab shell (Portunus pelagicus) meets the preparation evaluation requirements and stability test.
UJI AKTIVITAS MUKOLITIK SUSPENSI EKSTRAK DAUN DELIMA (Punica granatum L.) TERHADAP VISKOSITAS MUKUS USUS SAPI SECARA IN VITRO , stf1; Wahyuni, Yenny Sri; Pandanwangi, Siti; Febriawan, Toyyib Viat
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 2 (2021): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji aktivitas mukolitik suspense ekstrak daun delima(Punica granatum L.) terhadap viskositas mukus usus sapi secara in vitro. Delimamengandung senyawa alkaloid, saponin, dan tanin. Penelitian ini dilakukan untukmengetahui aktivitas dan dosis daun Delima (Punica granatum L.) yang diformulasikandalam bentuk sediaan suspensi yang dapat menurunkan viskositas mukus usus sapi.Uji aktivitas menggunakan mukus usus sapi dan suspensi ekstrak daun Delimadengan konsentrasi 2%, 4%, 6%, kontrol positif (Asetilsistein Dry Syrup) dan kontrolnegatif (basis suspensi).Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semua kelompok perlakuan yaitu konsentrasi2%, 4%, dan 6% suspensi ekstrak daun Delima (Punica granatum L.) dapat menurunkanviskositas mukus usus sapi sebesar 3357 cp, 3091.5 cp, dan 2568.8 cp setelah 60 menitpengujian secara berurutan. Dan pada konsentrasi 6% suspensi ekstrak daun delima dapatmenurunkan viskositas usus mukus sapi setara dengan kontrol positif
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GEL MINYAK ATSIRI BUNGA KENANGA (Canangium odoratum Baill) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus Etty Haryati; Adi Zakaria
PRAEPARANDI : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 2 No 1 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : PRAEPARANDI : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kenanga (Canangium odoratum Baill) merupakan tanaman penghasil minyak atsiri yang berasal dari bagian bunganya. Minyak atsiri kenanga dapat digunakan sebagai antibakteri. Antibakteri digunakan untuk mencegah terjadinya penyakit diantaranya yaitu infeksi. Staphylococcus aureus adalah mikroorganisme flora normal yang banyak berada di kulit dan jika tumbuh berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti selulitis, impetigo, bisul dan jerawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi minyak atsiri bunga kenanga (Canangium odoratum Baill) yang dibuat sediaan gel sebagai antibakteri dengan konsentrasi minyak atsiri 1%, 5% dan 7%. Jenis penelitian ini adalah experimental yaitu melakukan percobaan dan pengamatan pada objek yang sedang ditetili. Metode yang digunakan ialah in-vitro. Pengujian antibakteri dilakukan terhadap bakteri staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi sumuran pada media agar. Zona bening yang muncul di media agar digunakan sebagai parameter bahwa terdapat aktivitas antibakteri pada sediaan uji maupun kontrol. Analisis data menggunakan parameter uji Normalitas, Homogenitas, Kruskal Wallis dan Mann Whitney. Hasil penelitian diperoleh bahwa sediaan uji yang memiliki daya antibakteri adalah konsentrasi 5% dan 7% dengan nilai diameter zona bening masing-masing 6,1 mm dan 7,01 mm.
Uji Efektivitas Sedatif Suspensi Kombinasi Ekstrak Akar Kecubung (Datura metel L) dan Biji Pala (Myristica fragnans Houut) pada Tikus Putih Jantan Nafi’ah, Rahma; Supriatna, Cece; Hardikha Kusuma, Kadek
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 4 No 1 (2020): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang uji efektivitas sedatif suspensi kombinasi ekstrak akar Kecubung dan biji Pala pada tikus putih jantan. Akar kecubung mengandung alkaloid sedangkan biji pala mengandung terpenoid yang memiliki efektivitas sedatifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sedatife dari suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung dan ekstrak biji pala dan dosis paling efektif dari kombinasi tersebut. Metode yang digunakan untuk melihat efek sedatif pada tikus putih jantan yaitu dengan menggunakan metode Forced swimming test dengan menghitung durasi immobility time. Variabel yang digunakan yaitu suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (Datura Metel L) dan biji pala (Myristica Fragnans Houut) pada tikus putih jantan dengan kombinasi dosis 2 mg : 6 mg/200 g BB tikus, 4 mg : 4 mg/200 g BB tikus, dan 6 mg : 2 mg/200 g BB tikus sebagai variabel bebas serta sebagai kontrol positifnya adalah suspensi Phenobarbital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (Datura Metel L) dan ekstrak biji pala (Myristica Fragnans Houut) memiliki efektivitas sebagai sedatif pada tikus putih jantan. Suspensi kombinasi ekstrak akar kecubung (DaturaMetel L) dan ekstrak biji pala (Myristica Fragnans Houut) yang memiliki dosis paling efektif sebagai sedatif pada tikus putih jantan adalah dosis 4 mg : 4 mg/200 g BB tikus.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI GRANUL SERBUK LIMBAH IKAN TONGKOL (Euthynnus affinis) DENGAN BAHAN TAMBAHAN KULIT BIJI PADI (Oryza Sativa L.) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas fluorescens Meiria A, Dwi; Nuari, Ris Ayu; Zuniarto, Ahmad Azrul; Pandanwangi, Siti; Haerunnisa, Tita
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 6 No 2 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.604 KB) | DOI: 10.58365/ojs.v6i2.203

Abstract

Senyawa antibakteri digunakan untuk menghambat pertumbuhan dan reproduksi bakteri, terutama bakteri yang bersifat merugikan. Pseudomonas fluorescens merupakan salah satu mikroorganisme antagonis untuk pengendalian hayati dan penginduksi ketahanan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sediaan granul limbah Ikan Tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) sebagai antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas fluorescens serta untuk mengetahui pada konsentrasi berapa yang paling efektif. Metode penelitian ini adalah metode experimen dengan metode cetak lubang. Variabel bebasnya adalah granul pakan dari serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) pada konsentrasi 35% dan bahan pengikat pati kulit padi sebanyak 0,4 Kg dengan konsentrasi pengenceran 1%, 2%, dan 4%. Uji Antibakteri dilakukan secara aseptis menggunakan metode difusi sumuran dengan media agar NA. Dari hasil data uji normalitas adanya data yang tidak berdistribusi normal sehingga pengujian dilanjutkan dengan uji non- parametrik Kruskal Wallis. Dihasilkan nilai Asmyp. Sig 0,001 < 0,05 yang dapat diartikan H0 ditolak H1 diterima, yang artinya granul serbuk limbah ikan tongkol (Euthynnus affinis) dengan bahan tambahan kulit biji padi (Oryza sativa L.) mempunyai aktivitas antibakteri Pseudomonas fluorescens. Hasil uji Mann Whitney pada konsentrasi 2% menunjukan hasil nilai signifikasi 0,076 > 0,050 dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang paling efektif yaitu konsentrasi 2% karena tidak ada perbedaan yang signifikan dengan kontrol positif.
UJI EFEKTIVITAS ANTIPIRETIK SUSPENSI DAUN CINCAU HIJAU RAMBAT (Cyclea barbata, Miers) TERHADAP TIKUS PUTIH JANTAN Suparman, Asep; Gustiani, Elis Nida
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 1 No 2 (2018): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Panas tinggi atau demam adalah suatu kondisi saat suhu badan lebih tinggi daripada biasanya atau diatas suhu normal. Umunya terjadi ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan. Suhu badan normal manusia biasanya berkisar antara 36-370C. Demam dapat diderita oleh siapa saja, dari bayi hingga orang berusia paling lanjut sekalipun. Demam sesungguhnya merupakan reaksi alamiah dari tubuh manusia dalam usaha melakukan perlawanan terhadap beragam penyakit yang masuk atau berada di dalam tubuh. Dengan kata lain, demam adalah bentuk mekanisme pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit. Salah satu pengobatan tradisional untuk demam adalah dengan menggunakan daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Tujuan penelitian ini mengetahui efektivitas antipiretik suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) terhadap tikus putih, serta mengetahui stabilitas sediaan suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers) selama penyimpanan pada suhu dan waktu tertentu. Dalam penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Parameter yang digunakan adalah penurunan suhu tubuh meliputi besar penurunan suhu tubuh pada pengamatan 3 jam setelah induksi vaksin DTP-HB-Hib. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 15 ekor, terbagi menjadi 5 kelompok, suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G1 (0,8g/200gBB), suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G2 (0,65g/200gBB), suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat dosis G3 (0,5g/200gBB), kontrol positif (Parasetamol sirup 0,009g/200gBB), kontrol negatif (Larutan Na-CMC 1%). Analisis data menggunakan metode Analysis Of Variance (ANOVA) satu jalur dan dilanjutkan dengan metode Uji T. Penelitian ini menunjukkan adanya penurunan suhu tubuh tikus putih yang diinduksi vaksin DTPHB-Hib oleh suspensi ekstrak daun cincau hijau rambat (Cyclea barbata Miers). Adanya efek antipiretik paling efektif yaitu pada dosis G2 (0,65g/200gBB tikus)

Page 4 of 11 | Total Record : 102