cover
Contact Name
I Wayan Suky Luxiana
Contact Email
info.ppjunwar02@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
info.jurnalcsj@gmail.com
Editorial Address
Editorial Office of Community Services Journal (CSJ) Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa Jl. Terompong 24 Tanjung Bungkak Denpasar, Tel/Fax: (0361) 223858, 081547397113/(0361) 235073 Email: info.jurnalcsj@gmail.com
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Community Services Journal (CSJ)
Published by Universitas Warmadewa
ISSN : 26549360     EISSN : 26549379     DOI : https://doi.org/10.22225/csj
Core Subject : Social,
Community Service Journal (CSJ) is published by the community service department, Universitas Warmadewa. The main aim of this journal is to publish original articles based on the latest knowledge, research, and applied research as well as the latest scientific developments in Community Services, People, Local Food Security, Training, Marketing, Appropriate Technology, Design, Community Empowerment, Social Access, Student Community Services, Border Region, Less Developed Region, Education for Sustainable Development. This journal is open to academics, graduate and postgraduate students, practitioners, and individuals who have an interest in community services issues. This journal is published 2 times a year in June and December. The language used in this journal is Bahasa Indonesia.
Articles 93 Documents
Edukasi dan Pendampingan untuk Meningkatkan Ketrampilan Petani Jeruk, Desa Belancan, Bangli dalam Mendukung Agrowisata Berbasis Jeruk Ni Komang Alit Astiari; Ni Putu Anom Sulistiawati; I Nengah Suaria
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1656.826 KB)

Abstract

Kegiatan pengabdian dilakukan di Desa Belancan, Bangli, dari bulan Mei sampai Oktober 2021, yang bertujuan agar tanaman jeruk dapat berbuah di luar musim dan peningkatan kualitas buah dalam mendukung agrowisata berbasis jeruk. Sebagai peserta adalah pengurus dan anggota kelompok tani Dana Pertiwi. Implementasi kegiatan menggunakan pendekatan bekerja sambil belajar (learning bay doing). Metode pelaksanaan kegiatan adalah melalui penyuluhan dan pendampingan serta transfer teknologi tentang pembuahan di luar musim melalui demplot dengan aplikasi teknik pemangkasan ranting, tunas air dan cabang tidak produktif serta pemberian KNO3 dengan konsentrasi 40 g/l. Sedangkan peningkatan kualitas buah dilakukan dengan teknologi pemupukan berimbang dan pemberian dolomit sebagai sumber kalsium (Ca) dengan dosis 500 g/pohon. Hasil penyuluhan dan pendampingan menunjukkan bahwa melalui implementasi metode learning by doing, mereka menyatakan dapat dengan mudah mengerti dan memahami bagaimana melakukan teknologi agar jeruk siam dapat berbuah di luar musimnya, sehingga tersedia buah sepanjang tahun dengan kerusakan buah yang minimal sehingga dapat meningkatkan kualitas buah. Berdasarkan evaluasi melalui penyebaran kuesioner, diperoleh bahwa peserta menujukkan 84,00% responden menyatakan sangat puas dan 16,00% menyatakan puas terhadap metode kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan, tentang teknologi pembuahan tanaman jeruk di luar musim dalam mendukung agrowisata berbasis jeruk. Berarti tidak ada respondent yang menyatakan tidak puas atau kurang puas. Yang sangat menggembirakan adalah 76,00% responden menyatakan sangat tertarik dan sisanya 24,00% menyatakan teratrik untuk mempraktekan di kebun mereka sendiri. Hal ini berarti 100% peserta tertarik untuk menerapkan teknologi pembuahan di luar musim dan teknologi peningkatan kualitas buah di kebun mereka sendiri.
Identifikasi Potensi dan Masalah Ekowisata Air Minum Be Gianyar dalam Kontek Infrastruktur I Wayan Suky Luxiana; Agus Kurniawan; Ika Wahyuni
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1463.96 KB)

Abstract

Air minum Be Gianyar terletak di Banjar Bukian Kawan, Desa Bukian, Kecamatan Payangan Gianyar. Air minum Be Gianyar diluncurkan bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Gianyar yang ke 250 senin 19 April 2021 oleh Bupati Gianyar I Made Mahayastra. Pengelola Air Minum dalam kemasan Be Gianyar adalah Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani. Pabrik AMDK ini didirikan berkat buah ide Bupati Gianyar I Made Mahayastra, produk AMDK ini memanfaatkan mata air Belahan Paras, yang disucikan oleh krama desa adat Bukian. Proses pengemasan air minum Be Gianyar ini menggunakan teknologi nanofiltrasi untuk pengaturan rasa dan komposisi mineral, sehingga rasanya akan berbeda dengan produk sejenis. Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi dan masalah dari pengembangan ekowisata air minum Be Gianyar dalam kontek Infrastrukur. Penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Tujuan teknik pengambilan sampel menggunakan informan dan menggunakan informan kunci. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat berbagai potensi dan masalah yang dibagi menjadi 5 aspek ekowisata yaitu konsep konservasi, konsep partisipasi masyarakat, konsep ekonomi, konsep edukasi dan konsep wisata. Penelitian disimpulkan partisifasi masyarakat (Adat) dalam pemanfaatan sumber daya air Be gianyar belum sepenuhnya optimal ini dapat dilihat belum berperannya masyarakat lokal dalam pemanfaatan dan pengelolaan. Kebijakan yang memberikan izin Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani menggangu kebutuhan pokok masyarakat Bukian, dimana sumber mata air Belahan Paras merupakan salah satu kawasan yang disucikan oleh adat Bukian. Dalam pemanfaatan sumber daya air, baik yang dilakukan oleh perusahan daerah maupun perusahan swasta perlu memperhatikan kepentingan masyarakat adat dalam pemenuhan hak atas air, karena air adalah kebutuhan yang vital.
Edukasi Prosedur Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Pada Kelompok Pemandu Wisata di Bali Putu Nita Cahyawati; Ni Kadek Elmy Saniathi; Luh Gede Pradnyawati
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1125.657 KB)

Abstract

Pemandu wisara (tour guide) merupakan elemen penting dalam kegiatan pariwisata. Pemandu wisata disebut juga sebagai “the soul of tourism”. Hal ini dikarenakan pemandu wisata berperan dalam mengatasi segala sesuatu yang terjadi selama proses wisata. Terdapat interaksi antara berbagai profesi atau disiplin ilmu demi menjamin pariwisata yang sehat khususnnya di Bali. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan pelatihan pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), termasuk memilah kondisi yang dapat ditangani maupun kondisi yang harus ditangani oleh tenaga kesehatan pada kelompok pemandu wisata di Bali. Materi edukasi berfokus pada pengenalan dan perawatan luka ringan, serta tatalaksana awal pada pasien yang tidak sadarkan diri. Kegiatan dimulai dengan diskusi, pretest, pemberian edukasi, postest, pemberian bantuan P3K dan alat pelindung diri (APD), dan diakhiri dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan. Mitra yang terlibat sebanyak 7 orang, didominasi oleh jenis kelamin laki-laki (85,7%), rentang usia 16-30 tahun (85,7%) dan tingkat pendidikan SMA/SMK (57,2%). Hasil kegiatan menemukan bahwa rerata nilai pretest mitra adalah 38,57 poin. Hasil ini jelas menunjukkan bahwa pengetahuan mitra masih sangat rendah. Setelah pemberian edukasi, hasil postest menunjukan terjadi peningkatan nilai rerata yaitu 71,43 poin. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah program edukasi mampu meningkatkan pengetahuan mitra tentang prosedur pertolongan pertama pada kecelakaan. Kegiatan perlu dilakukan secara berkala dan dengan melibatkan mitra sebagai peer mentor bagi pemandu wisata lainnya.
PKM Group PKK Village Singapadu Kaler Sukawati District, Gianyar Regency Yan Tonga; I Gede Sutapa; I Ketut Agung Sudewa
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1493.329 KB)

Abstract

Upaya pemerintah dalam penanganan sampah di wilayah Provinsi Bali terus dilakukan untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan yang sangat mengkhawatirkan dan daya tampung Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sangat terbatas. Masalah lingkungan terutama dalam penanganan sampah yang berasal dari limbah rumah tangga dan ternak menjadi prioritas utama untuk segera diatasi. Melalui Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber merupakan regulasi dari Pemerintah Provinsi Bali yang membuktikan keseriusan dalam penanganan masalah pencemaran lingkungan. Salah satu desa di Bali yang ingin mengimplementasikan tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber sesuai dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 adalah Desa Singapadu Kaler Kecamatan Sukawati Kabupaten Gianyar melalui kegiatan PKM dengan Kelompok PKK Desa Singapadu Kaler sebagai mitra dalam kegiatan ini. Permasalahan yang dihadapi mitra dikelompokkan menjadi 2 masalah (1) permasalahan kemampuan dan keterampilan mitra dalam penanganan limbah/sampah berbasis sumber dan kemanfaatannya, dan (2) belum adanya Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Skala Kecil (TPST Mini) dan model pengelolaan/manajemennya. Sehingga solusi yang ditawarkan adalah memberikan penyuluhan tentang inovasi dalam penanganan dan pengolahan limbah/sampah berbasis sumber, memberikan pengetahuan dan keterampilan penanganan dan pengolahan limbah/sampah sekitarnya menjadi pupuk organik padat dan cair serta pemanfaatan pupuk organik yang dihasilkan untuk budidaya tanaman organik skala kecil/rumah tangga sehingga bernilai ekonomi, mewujudkan TPST Mini dan model pengelolaan/manajemennya serta memberikan alat dan bahan yang berkaitan dengan pembuatan pupuk organik dan membuat percontohan/ Demplot pertanian organik. Metode yang digunakan oleh Tim PKM meliputi survey, wawancara, penyuluhan, diskusi dan pelatihan secara teori dan praktek serta membuat percontohan.Luaran utama dari kegiatan ini adalah terpublikasinya artkel PKM ini di jurnal terakreditasi, media cetak dan dalam bentuk visual/video. Luaran tambahannya adalah adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan mitra dalam penanganan dan pengolahan limbah/sampah sekitarnya menjadi pupuk organik padat dan cair serta kemanfaatan pupuk organik tersebut untuk budidaya tanaman organik, adanya produk pupuk organik padat dan cair, adanya Demplot/percontohan pertanian organik skala kecil/rumah tangga, terwujudnya TPST Mini dengan model pengelolaan/manajemennya sehingga ini dapat sebagai row model untuk desa-desa sekitarnya, dengan demikian dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, lingkungan dan sumber pangan yang sehat bagi masyarakat sekitarnya.
Pembinaan Remaja Anti Perundungan pada Siswa Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 1 Tabanan Bayu Adhinata; Yaya Sawitri
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1229.697 KB)

Abstract

Kekerasan tentu merupakan salah satu bentuk dari agresi dan dapat terjadi dimana saja. Kekerasan umumnya berasal dari adanya konflik antara dua individu atau lebih dan antar kelompok dalam masyarakat. Salah satu fenomena atau kejadian yang berkaitan dengan kekerasan terjadi di sekolah. Kekerasan di sekolah bisa terjadi ketika tidak ada penanganan yang efektif dalam bentuk manajemen konflik berbasis sekolah. Konflik yang tidak dikelola dengan baik berpotensi melahirkan konflik terbuka dalam bentuk kekerasan. Konflik dan kekerasan yang terjadi di sekolah bisa antara siswa-siswa, siswa-guru, dan guru-guru yang menyebabkan situasi menjadi tidak kondusif untuk kegiatan belajar sehingga sekolah menjadi tempat yang tidak damai. Kegiatan ini mengambil tema mengenai sekolah damai dan kegiatan yang dilakukan adalah melalui pendidikan anti kekerasan bagi warga sekolah sehingga dapat menciptakan pengetahuan baru dalam melaksanakan pengelolaan konflik agar konflik tidak pecah menjadi kekerasan yang merugikan. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pengetahuan dasar bagi siswa di sekolah menengah atas tentang pencegahan perilaku perundungan di sekolah. Permasalahan yang dihadapi mitra adalah terbatasnya pengetahuan yang dimiliki siswa mengenai perundungan dan efek yang ditimbulkan akibat perilaku tersebut. Solusi yang ditawarkan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pelaksanaan pembinaan dalam bentuk ceramah. Tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan melalui (1) survei awal untuk memeroleh informasi pemahaman peserta mengenai kekerasan dan perundungan; (2) pelatihan melalui metode ceramah kelas dan pemberian materi mengenai kekerasan dan perundungan; (3) survei akhir untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa mengenai kekerasan dan perundungan. Metode penyampaian yang digunakan adalah metode ceramah dalam kelas. Hasil dari kegiatan ini memperlihatkan pengetahuan dan pemahaman siswa terhadap kekerasan dan perundungan mengalami peningkatan.
Pendampingan Penyusunan SOM dan SOP KSP “Amerta Bumi” di Desa Sampalan Klod Kecamatan Dawan Kabupaten Klungkung Ni Made Santini; Ni Made Taman Sari; Made Pratiwi Dewi
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1595.994 KB)

Abstract

The vision of the local government of Bali is Nangun Sat Kerthi Loka Bali, which maintains the preservation and harmony of nature and its contents, to realize a prosperous and happy Balinese manners on the scale of a life that is politically sovereign and economically independent, one of the economic activities that can lead to nagun sat kerthi. loka bali is a movement from the Bali Province Cooperatives and SMEs Service that seeks to deliver on a mission (1) Creating quality and healthy Cooperatives (2) Fostering entrepreneurship of Cooperatives and SMEs (3) Facilitating financing and guarantees for Cooperatives and SMEs and (4) Increasing Partnerships Cooperatives and SMEs. Cooperatives can provide tremendous benefits that can reduce movements and missions, especially in Indonesia. If the cooperative can be managed properly, clearly, openly, and voluntarily in the name of the family, the cooperative that is running will be able to fulfill its main objectives. Cooperative performance is very important to pay attention to for the health of the cooperative itself. So that cooperatives can be sustainable in carrying out their activities, it is important for every buyer to have as an operational reference the SOM concept and SOP. The weakness of regional cooperatives is that most do not have a SOM and SOP so that in running a business there is no reference that is used as a guideline. Solutions to existing problems will be assisted in service activities. By providing assistance in “Preparing SOM and SOPs for Business Entities, Institutional SOPs, SOPs for Fund Distribution so that cooperatives can carry out their functions in accordance with SOM and SOPs according to applicable regulations. The implementation of service activities carried out with mentoring method activities is how to prepare SOM and SOP according to the guidelines from the Cooperatives, MSMEs and Trade Office.
Perilaku Hidup Besih dan Sehat Dalam Upaya Pencegahan Covid-19 pada Pelaku Wisata di Bali Putu Nita Cahyawati; Ni Kadek Elmy Saniathi
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1032.463 KB)

Abstract

Coronavirus disease-19 (Covid-19) memicu terjadinya pandemi di seluruh dunia. Virus ini mampu ditularkan dari manusia ke manusia, sehingga diperlukan upaya preventif demi mengendalikan transmisinya. Mitra pada kegiatan ini adalah pelaku wisata di Bali khususnya pada kelompok pemandu wisata. Pandemi Covid-19 ini memberikan dampak yang sangat besar dalam sektor pariwisata, sehingga imbasnya langsung dirasakan oleh mitra. Selama ini mitra belum pernah mendapatkan edukasi langsung mengenai perilaku hidup bersih dan sehat di era new normal, sehingga upaya edukasi dan analisis lebih perlu dilakukan. Metode yang diterapkan pada kegiatan ini yaitu: wawancara dan diskusi, pemberian edukasi secara langsung, pengisian kuesioner, pembagian masker dan handsanitizer. Kegiatan berlangsung dengan lancar. Hasil analisis kuesioner menemukan bahwa penerapan perilaku hidup bersih dan sehat mitra bergantung pada lokasi atau keberaan mitra. Terdapat perbedaan persentasi penerapan perilaku hidup bersih dan sehat mitra antara di rumah (keluarga) dan tempat kerja mitra. Rerata nilai penerapan perilaku hidup bersih dan sehat di rumah yaitu 73,97 sedangkan di tempat kerja adalah 58,2. Terjadinya kondisi ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kegiatan edukasi dan pendampingan secara berkala dan berkelanjutan juga masih diperlukan menurunkan risiko parapan virus Covid-19 khususnya di tempat kerja.
Edukasi Metode Penyapihan ASI Sebaga Upaya Nyata Penerapan Program Community Oriented Medical Education di Desa Pengiangan Kawan, Bangli Ni Made Dwinda Handayani; Putu Nita Cahyawati (Scopus ID: 57203956416)
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (913.006 KB)

Abstract

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan yang sangat dibutuhkan bagi anak, karena mengandung nutisi penting untuk tumbuh kembang serta imunitas. Komposisi ASI akan berubah dalam periode waktu terentu seiring dengan bertambahnya usia anak. Proses penyapihan ASI merupakan salah satu permasalahan yang dialami oleh keluarga angkat. Program edukasi bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada ibu terkait definisi penyapihan ASI, waktu yang tepat untuk menyapih ASI, dampak apabila masa menyapih terlalu keras maupun terlalu lemah, faktor-faktor yang mempengaruhi penyapihan ASI, serta proses penyapihan ASI yang baik. Kegiatan dilaksanakan secara secara offline dan online. Indikator keberhasilan program dinilai berdasarkan dua parameter yaitu: terlaksananya program edukasi dan peningkatan hasil posttest dibandingkan pretest. Penilaian progran dikatakan “Baik” apabila memenuhi kedua indikator, dikatakan berlangsung “Cukup” bila hanya memenuhi satu indikator, dan dikatakan “Kurang” bila tidak ada indikator yang terpenuhi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan nilai postest dibandingkan pretest. Kesimpulan tentang pelaksanaan program edukasi ini yaitu tergolong dalam kategori “Baik” Hal ini mengacu pada terpenuhinya 2 indikator keberhasilan program yaitu terlaksananya program edukasi serta peningkatan nilai pretest dan posttest. Akan tetapi, diperlukan upaya monitoring secara berkala untuk menilai apakah materi edukasi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kata Kunci: pemasaran digital; pengabdian kepada masyarakat, pengelolaan sampah, UMKM naik kelas.
Pelatihan Pertolongan Pertama Kecelakaan di Air Bagi Pengelola Kolam dan Instruktur Renang di Gelanggang Renang Taman Tirta KT Sumadewi; LG Evayanti; NPD Witari; IGNP Sana
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1206.987 KB)

Abstract

Kecelakaan di kolam renang dapat terjadi pada siapa saja, kapan saja, baik pada pada orang yang sudah bisa berenang ataupun belum. Beberapa kecelakaan yang mungkin terjadi di kolam renang antara lain cedera, muscle spasm, tenggelam hingga kematian. Tenggelam merupakan kondisi kegawatan yang memerlukan penanganan secepat mungkin. Pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan korban tenggelam sangat dibutuhkan untuk mengurangi risiko kematian akibat tenggelam di kolam renang. Berdasarkan wawancara dengan pengelola kolam, pada tahun 2019 terdapat 2 korban tenggelam di Gelanggang Renang Taman Tirta yang merupakan kakak beradik. Pengawasan yang lemah, fasilitas yang kurang memadai dan kegagalan dalam penanganan kasus darurat merupakan beberapa penyebab terjadinya tenggelam hingga kematian di kolam renang. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan dasar mitra agar dapat melakukan penanganan pertama korban kecelakaan di air. Kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan dan tahap pelaksanaan yang terdiri dari briefing, pre-test, FGD, penyuluhan dan dialog interaktif, demonstrasi, post-test dan pembuatan video edukasi. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang, terdiri dari pengelola kolam, instruktur renang dan peserta didik renang. Hasil pada pre-test menunjukkan sebagian beserta peserta memiliki tingkat pengetahuan cukup-kurang. Setelah pemberian edukasi dan praktek sebanyak 3 kali, terjadi peningkatan pengetahuan dimana 100% peserta memiliki tingkat pengetahuan baik. Kesimpulan kegiatan ini yaitu program ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan mitra terkait penanganan pertama korban kecelakaan di air dan pemberian bantuan hidup dasar (BHD). Kegiatan ini diharapkan dapat dilakukan secara berkala dengan melibatkan mitra sebagai peer mentor.
Collaborarive Administration Model for Communities Affected by Tidal Flood In Coastal Area Edy Lisdiyono; S Setiyowati; Charis Christiani; Rahmad Purwanto W; Bambang Widodo
Community Service Journal (CSJ) Vol. 4 No. 2 (2022)
Publisher : Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (812.036 KB)

Abstract

Abs Rob is an event where sea air rises to inundate the surrounding land, causing environmental problems tract. This condition is the area in North Semarang City as one of the northern coastal areas of Java which is affected by tidal floods that enter villages and even enter people's houses that have not stopped for a long time, resulting in greatly disrupted activities and community access. , including economic losses, damage to building facilities and infrastructure and the increasingly damaged environment. The University Service Team on 17 August 1945 Semarang has carried out socialization and assistance to communities affected by the tidal wave in the North Semarang area, especially the North Tanjung Mas Village with the Independent Learning Policy Program for the Independent Campus and received funding assistance from the Directorate General of the Ministry of Education, Research and Technology in 2021 and the results of the Service. this has been presented. The method of implementing community service is carried out by Tanjungmas Village, North Semarang District divided into two types of activities, namely: (1) Socialization activities and (2) Assistance for community groups in improving collaborative community service involving five parties (Pentahelic Approach) by involving regional officials ( in this case the Regional Disaster Management Agency, Bappeda, North Semarang District and Tanjungmas Village) as the regulator and executor of authority in the context of disaster management. There are several problems or obstacles found in the outreach and mentoring activities, namely the low capacity of human resources and the capacity of community institutions in Tanjungmas sub-district, low community involvement in tidal disaster management efforts, both individually and in institutions.

Page 5 of 10 | Total Record : 93