Innovative: Journal Of Social Science Research
Innovative: Journal Of Social Science Research is a journal managed by Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai which bridges researchers to publish research results in all scientific fields (multidiscipline). This includes the fields of education, health, law, economics, IT (Informatics Engineering), Civil Engineering, Electrical Engineering, Mechanical Engineering, Fisheries, Agriculture, Social Humanities and other fields of science. Journal registered E-ISSN 2807-4238 and P-ISSN 2807-4246
Articles
14,110 Documents
Sistem Pemasaran Produk Pertanian Beras Merah Melalui E-Commerce Di Desa Lawada Jaya Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat
Suarnanta, Wayan;
Bahari, Bahari;
Indarsyih, Yusna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9309
Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menentukan implementasi e-commerce dalam sistem pemasaran beras merah, dan (2) Menentukan besarnya keuntungan yang diperoleh dari sistem pemasaran beras merah melalui e-commerce. Penelitian ini dilakukan di Desa Lawada Jaya, Kecamatan Sawerigadi, Kabupaten Muna Barat dari Maret 2023 hingga April 2023. Jumlah responden terdiri dari 2 pengusaha penggilingan padi dan 18 lembaga pemasaran, ditentukan dengan menggunakan metode Snowball Sampling. Penelitian ini menggunakan metode survei. Analisis data menggunakan analisis deskriptif implementasi e-commerce, saluran pemasaran, marjin pemasaran, dan keuntungan. Hasil penelitian ini mengungkapkan (1) Implementasi sistem e-commerce seperti Business to Business, Mobile Commerce, dan Online to Offline. (2) Marjin pemasaran untuk beras merah dari berbagai saluran pemasaran untuk Pabrik Penggilingan I adalah sebagai berikut: Saluran (1) Rp 900/kg, Saluran (2) Rp 400/kg, dan Saluran (3) Rp 1.133/kg. Untuk Pabrik Penggilingan II: Saluran (1) Rp 900/kg dan Saluran (2) Rp 966/kg. Keuntungan pemasaran untuk setiap saluran pemasaran untuk Pabrik Penggilingan I adalah sebagai berikut: (1) Dari petani ke penggilingan dan kemudian ke konsumen Rp 587,68/kg, (2) Dari penggilingan ke pedagang pengumpul dan kemudian ke konsumen Rp 282,29/kg, (3) Dari penggilingan ke pedagang pengumpul dan kemudian ke pengecer dan konsumen Rp 1.065/kg. Untuk Pabrik Penggilingan II: (1) Dari petani ke penggilingan dan kemudian ke konsumen dan saluran Rp 587,68/kg, (2) Dari penggilingan ke pengecer dan kemudian ke konsumen Rp 898,55/kg.
Pengaruh Perputaran Persediaan Terhadap Rentabilitas Pada KUD Mandiri Bayongbong
Udayat, Udayat
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9311
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perputaran persediaan terhadap rentabilitas pada KUD Mandiri Bayongbong. Dalam penelitian ini, metode yang peneliti gunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan asosiatif. Teknik analisis data menggunakan metode statistik dengan uji regresi sederhana, uji korelasi sederhana, uji koefisien determinasi dan uji t. Hasil ini menunjukkan bahwa perkembangan perputaran persediaan mengalami fluktuasi, serta perkembangan rentabilitas yang juga mengalami fluktuasi. Dan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perpuataran persediaan tidak mempengaruhi rentabilitas secara signifikan. Berdasarkan hasil uji statistik, diperoleh nilai regresi sederhana sebesar Y= 81,169 + (-0,001)X. Dan hasil korelasi sederhana menunjukan hubungan antara perputaran persediaan dengan rentabilitas berada pada tingkat hubungan negatif yang sangat rendah. Dan berdasarkan uji determinasi menunjukkan R Square sebesar 0,394 yang berarti 39,4% perputaran persediaan dipengaruhi oleh rentabilitas dan sisanya 60,6% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti oleh peneliti.
Tata Kelola Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu di SMA 17 AGUSTUS 1945 Surabaya
Ndjandji, Andrianto Umbu
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9314
Pendidikan merupakan upaya meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat, untuk itu perlu diwujudkan terselenggaranya suatu sistem tata kelola penyelenggaraan pendidikan dalam tata kelola pembelajaran yang baik untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu pada lembaga pelaksana yaitu sekolah. Tata kelola pendidikan adalah seni juga ilmu yang mengelola sumber daya pendidikan untuk menciptakan nuansa belajar dan pembelajaran sedemikian rupa sehingga peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya berupa kekuatan dengan dasar keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, umat manusia tentang bangsa dan negara. Manajemen pembelajaran itu sendiri adalah rencana atau model yang digunakan sebagai pedoman untuk menentukan urutan pembelajaran ketika merencanakan pembelajaran di kelas atau pembelajaran di kurikulum. Kemudian Pendidikan bermutu adalah pendidikan yang tujuan kelembagaan dan kurikulernya mampu mencapai keterampilan lulusan sesuai kebutuhan pasar kerja dan kriteria pengguna lulusan. Dalam penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun landasan teori yang digunakan yakni Permendiknas RI nomor 19 tahun 2007 dan Teori Manajemen Sektor Publik (George R. Terry), Teori Popisupiatin (2010). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi dan sumber data sekunder dan primer. Hasil dari penelitian ini menunjukan dasar teori yang digunakan dapat dijadikan sebagai alat ukur untuk mengetahui Tata Kelola Penyelenggaraan Pendidikan Dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu di SMATAG Surabaya.
Intervensi Pemberian Susu Kedelai (Glycine Max) Dan Sari Kacang Hijau (Vigna Radiata) Terhadap Peningkatan Produksi Asi Pada Ibu Nifas di Kecamatan Toboali Tahun 2023
Hanun, Lutfia Caesar;
Pangestu, Ghaida Khusnul;
Wulandari, Ratna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9316
Pendahuluan: ASI Eksklusif ialah pemberian ASI tanpa pemberian makanan dan minuman yang lain kepada bayi dari pertama lahir hingga berusia 6 bulan, kecuali pemberian obat dan vitamin, namun tetap setelah pemberian ASI Eksklusif selama 6 bulan tetap dilanjutkan dengan memberikan ASI hingga berusia 2 tahun. Pemberian ASI Eksklusif dapat dipengaruhi dari beberapa faktor diantaranya yaitu nutrisi ibu, kondisi psikologis, rawat gabung dan frekuensi menyusui. . Salah satu cara untuk meningkatkan produksi ASI yaitu dengan cara mengkonsumsi susu kedelai dan sari kacang hijau karena kedua minuman tersebut mengandung protein tinggi, isoflavone dan vitamin lainnya yang merangsang produksi ASI. Metode: Asuhan ini menggunakan metode studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Populasi asuhan ini ialah ibu nifas hari ketiga usia 22 tahun P1A0. Dilakukan pemberian intervensi konsumsi susu kedelai dan sari kacang hijau pada responden 1 dan susu kedelai saja pada responden 2. Tujuan: Mengetahui pengaruh intervensi pemberian Susu Kedelai dan Sari Kacang Hijau terhadap peningkatan produksi ASI pada Ibu Nifas di Kecamatan Toboali. Hasil: Terdapat peningkatan produksi ASI pada responden 1 yang diberikan intervensi susu kedelai dan sari kacang hijau sebesar 445 ml dan responden 2 yang diberikan intervensi susu kedelai sebesar 380 ml. Kesimpulan : Terdapat selisih produksi ASI pada responden 1 dan responden 2 yaitu responden yang diberikan intervensi susu kedelai dan sari kacang hijau sebesar 65ml. Saran: Penelitian ini menyarankan kepada petugas kesehatan dan keluarga untuk memahami mengenai manfaat dan pentingnya memberikan ASI eksklusif kepada bayi.
Asuhan Pengaruh Pemberian Jus Buah Alpukat Dan Jus Buah Naga Terhadap Peningkatan Kadar Hb Pada Ibu Hamil Anemia Ringan Trimester III di PMB Novita Tahun 2023
Novita, Novita;
Munawaroh, Madinah;
Wulandari, Ratna
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 2 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i2.9317
Anemia pada ibu hamil di Indonesia masih tergolong tinggi sebanyak 48,9%. Anemia sendiri dapat dicegah dengan mengkonsumsi makanan bergizi salah satunya dengan buah naga. Buah naga merah mengandung kalium dan flavonoid yang tinggi sehingga dapat menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian ini untuk memberikan asuhan kebidanan dan untuk mengetahui bagaimana Pengaruh Pemberian Jus Buah Alpukat Dan Jus Buah Naga Terhadap Peningkatan Kadar HB Pada Ibu Hamil Anemia Ringan Trimester III Di PMB Novita Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini Ada peningkatan kadar Hb pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian jus buah Alpukat dan tablet Fe dengan peningkatan dari 10,1 gr%, 10,7 gr% dan 11,2 gr% jadi ada peningkatan sebanyak 0,6 gr%. Ada peningkatan kadar Hb pada ibu hamil sebelum dan sesudah pemberian jus buah naga dan tablet Fe dengan peningkatan dari 10,4, 10,7 gr%, gr% ke 11,1 gr% jadi ada peningkatan sebanyak 0,3 gr%. Kesimpulannya bahwa ada pengaruh pemberian jus buah naga dan jus buah alpukat terhadap kadar hemoglobin (HB) Ibu Hamil. Saran untuk ibu hamil untuk memerikasan kehamilannya dari trimester I sehingga cepat diketahui masalah pada kehamilannya.
Penegakan Hukum Illegal Fishing
Siregar, Emil Salim;
Nasution , Adenisya;
Wijaya, Chandra Ridho;
Sinaga, Dessy Zulfianti;
Juwita, Nadila Rahma
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9318
Indonesia adalah negara yang mempunyai wilayah perairan yang cukup luas, sehingga nelayan asing selalu lolos dari aktivitas illegal fishing. Pencurian ini terjadi karena kurangnya perhatian dari petugas pengawas air.Hingga saat ini pencurian ikan masih sering terjadi. Oleh karena itu, Indonesia harus mengalami kerugian yang sangat besar hingga Rp 30 triliun setiap tahunnya. Jika dilihat persentasenya mencapai 25% dengan total 11,6 juta ton setiap tahunnya. Permasalahan ini mengakibatkan banyak pihak yang dirugikan dengan adanya illegal fishing, sehingga sangat perlu ditegakkan undang-undang yang mengatur perbuatan tersebut. Hal inilah yang menjadi alasan penulis menulis jurnal dengan judul Penegakan Hukum Illegal Fishing. Dengan rumusan masalah. “Bagaimana aturan penegakan hukum illegal fishing di Indonesia?” dan “Bagaimana pengaturan hukum Illegal Fisting dalam hukum internasional?”. Penelitian ini menggunakan metode normatif yang telah diterapkan dengan baik di Indonesia saat ini, dan juga diterapkan secara internasional. Dalam penelitian ini penegakan hukum dilakukan dengan mengacu pada Pasal 45 UU Perikanan tahun 2009. Hal ini terlihat dari segala aspek mulai dari penyidikan, penuntutan, hingga persidangan. Hal ini juga dijelaskan dalam KUHAP yang diterbitkan pada tahun 1981 dalam Undang-Undang Nomor 8
Sumbangan Tokoh Persatuan Islam (Persis) Dalam Bidang Tafsir: Sebuah Kajian Awal
Muhid, Usman;
Marpaung, Al Fauzil
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9319
Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji sumbangan tokoh Persatuan Islam (PERSIS) dalam bidang tafsir sebagai langkah awal dalam memahami peran mereka dalam pengembangan ilmu tafsir di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis literatur, dengan fokus pada karya-karya tafsir yang dihasilkan oleh tokoh-tokoh Persis. Melalui pendekatan ini, penelitian ini mengidentifikasi kontribusi-kontribusi penting dari tokoh-tokoh Persis dalam memperkaya pemahaman terhadap Al-Quran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tokoh-tokoh Persis telah memberikan sumbangan yang signifikan dalam mengembangkan tradisi tafsir Islam di Indonesia, baik melalui pendekatan metodologis, konseptual, maupun teologis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang peran Persis dalam tradisi keilmuan Islam di Indonesia, serta menjadi landasan untuk penelitian lebih lanjut dalam bidang ini.
Mahram dan Larangan Kawin Semarga Adat Batak Toba dalam Pandangan Hukum Islam
Erwansyah, Erwansyah;
Ananda, Faisar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9320
Mahram merupakan permasalahan yang sangat penting dalam Islam, karena dapat mempengaruhi keabsahan sebuah perkawinan. Mahram merupakan keputusan Allah SWT sebagai bentuk kesempurnaan agama ini, yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mengetahui siapa yang termasuk mahram dan haknya. Selain itu, mahram juga sampai pada persoalan perkawinan semarga. Masalahnya adalah apakah hal tersebut dianggap bertentangan dengan keberadaan mahram atau tidak. Masalah ini selalu diperdebatkan oleh para tokoh Agama, sehingga melahirkan berbagai pendapat, ada yang melarang kawin semarga dan ada yang membolehkanya, sebab jika dilarang kawin semarga dipandang sebagai hal yang bertentangan dengan Agama. Sebagai kesimpulan penulis menyatakan permasalahan ini bukan termasuk daruriyyat, melainkan hanya kategori hajiyyat saja. Dengan kata lain bahwa larangan pernikahan semarga hukumnya boleh (mubah) dalam Islam.
Pencabutan Hak Asuh Anak Di Bawah Umur Akibat Kelalaian Ibu dalam Mengurus Anak Ditinjau dari Maqashid Syari’ah (Analisis Putusan Pengadilan Agama Medan No.2568/Pdt.G/2020/PA.Mdn)
Dalimunthe, Fikri Al Muhaddits;
Ananda, Faisar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9321
Diatur dalam fikih bahwa jika terjadi perceraian maka yang paling berhak mengasuh anak yang belum mumayiz adalah ibu si anak. Jika ada persyaratan hadanah yang dilanggar ibunya, maka pengasuhan beralih kepada ibunya ibu si anak (nenek). Namun, Putusan Pengadilan No. 2568/Pdt.G/2020/PA.Mdn menetapkan hadanah ada pada ayah si anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ketentuan hadanah menurut fikih dan peraturan perundang-undangan, mengetahui pertimbangan hakim dalam putusan tersebut, mengetahui analisis terhadap pertimbangan hakim ditinjau dari maqashid syariah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa berdasarkan Pasal 105 KHI, pengasuhan anak yang belum mumayiz atau belum berumur 12 tahun menjadi hak (ibu) sepanjang istri (ibu) masih memenuhi syarat yaitu tidak bersuami baru. Namun meskipun pihak ibu yang lebih berhak atas hak asuh anak tetapi dalam kondisi tertentu hak hadanah ibu dapat gugur apabila tidak memenuhi syarat seperti yang di atur dalam Pasal 156 poin c KHI bahwa dikhawatirkan anak yang diasuh oleh orang yang memiliki sifat kurang baik akan berdampak buruk bagi anak yang berada dalam asuhannya. Selanjutnya, keputusan hakim yang menetapkan ayah sebagai seseorang yang berhak dalam mengasuh anak karena kelalain ibu dalam mengurus anak sudah sesuai dengan maqashid syariah yaitu berkaitan erat dengan konsep dharuriyyat dalam unsur (hifzh al-nafs), yang mana prinsip ini bertujuan untuk menjaga diri si anak baik secara jasmani dan rohani agar tidak kehilangan hak bagi dirinya sebagai seorang anak. Juga berada pada konsep dharuriyyat aspek menjaga akal (hifzh al-‘aql). Perkembangan akal seorang anak harus diperhatikan oleh orang tua karena dengan akal lah seseorang akan memiliki potensi untuk mendapatkan derajat yang tinggi atau yang rendah dalam kehidupan. Untuk yang terakhir jika dilihat dari prinsip maqashid syariah dalam prinsip hifzh al-nasab maka prinsip ini bertujuan agar si anak tetap jelas nasabnya dari kedua orang tua yang bercerai. Oleh sebab itu hadanah dijatuhkan kepada ayah kandung si anak dan bukan pada kerabat ibunya karena di dalam kewarisan harus mempunyai kejelasan nasab, agar tidak dikhawatirkan pemutusan nasab dari orang tua yang bercerai.
Pernikahan Di Bawah Umur Di Desa Tanjung Anom Pancur Batu dalam Perspektif Hukum Keluarga Islam
Ramadayadi, Ramadayadi;
Ananda, Faisar
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9322
Hal ini berkaitan dengan Kompilasi Hukum Islam tentang pengertian perkawinan, yang menggambarkannya sebagai akad mitsaqan ghalizhan yang sangat ampuh untuk menerima perintah Allah dan melaksanakannya, artinya ibadah. Pernikahan dalam Islam merupakan salah satu ibadah. Untuk mewujudkan keluarga yang tenteram, agama dan negara juga menetapkan hukum-hukum perkawinan, terutama yang berkaitan dengan umur calon suami istri sampai mereka dapat dianggap dewasa dan berkembang. Meskipun demikian, ada beberapa contoh pernikahan remaja di Indonesia. Penulis ingin menyelidiki bagaimana undang-undang negara dan agama melarang pernikahan muda sehubungan dengan masalah ini. Penelitian ini menggunakan metodologi penelitian lapangan dan teknik penelitian kualitatif. Penulis sampai pada kesimpulan bahwa batasan usia untuk menikah secara eksklusif diatur oleh undang-undang perkawinan negara, bukan peraturan hukum Islam berdasarkan analisis menyeluruh terhadap fakta dan data yang dikumpulkan selama penelitian. Penulis pun sampai pada kesimpulan bahwa alasan masing-masing calon suami istri menikah muda sangat berbeda-beda. Keinginan untuk menjunjung tinggi keimanan, kehormatan, serta mencari kesenangan dan kekayaan dalam hidup merupakan beberapa unsur dan tujuan. serupa dengan perkawinan suami-istri di bawah umur di lingkungan Pancur Batu Desa Tanjung Anom. Karena calon pasangannya adalah orang yang religius dan bermoral, mereka mengambil keputusan untuk menikah dini dan berharap kehidupan pernikahan mereka akan mewujudkan impian merekaKata.