cover
Contact Name
Ari Zulsafar
Contact Email
journals@telkomuniversity.ac.id
Phone
+6282120368642
Journal Mail Official
abdimasppm@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi Terusan Buah Batu no 1, Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT)
Published by Universitas Telkom
ISSN : -     EISSN : 29862892     DOI : https://doi.org/10.25124/cosecant.v2i2.18571
Community Service Seminar and Community Engagement (COSECANT) ini adalah forum yang digunakan sebagai salah satu bentuk diseminasi hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat, dimana pada forum ini para pelaksana PkM dapat berbagi pengalaman dan ide-ide inovatif, baik di bidang keteknikan ataupun sosial sains. Selain itu, seminar ini merupakan forum ilmiah untuk memfasilitasi upaya membangun kultur akademik dosen dan peneliti dalam menyebarluaskan hasil penelitian melalui kegiatan PkM dan untuk memberikan kesempatan kepada para stakeholder dari berbagai level kalangan dan industri serta pemerintah untuk merintis kerjasama yang saling menguntungkan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 147 Documents
PEMBEKALAN KETERAMPILAN PEWARNAAN KAIN MENGGUNAKAN PEWARNA ALAMI BAGI ETHICAL FASHION ENTHUSIAST DI KOMUNITAS BIKIN LINGKARAN - BANDUNG Citra Puspitasari; Morinta Rosandini; Widia Nur Utami Bastaman
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.77 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18675

Abstract

Terhitung sejak 2019 yang lalu, tim Pengabdian Masyarakat Program Studi Kriya, Telkom University telah bermitra dengan Komunitas Bikin Lingkaran yang beralamat di Jl. Bahagia Permai III No.38, Margasari, Kec. Buah Batu Kota Bandung Jawa Barat. Program yang diberikan meliputi keterampilan yang berhubungan dengan teknik Kriya Tekstil dan materi Pengembangan Diri. Pada awal tahun 2022, sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum serta isu global yang berhubungan dengan dampak pencemaran lingkungan, komunitas Bikin Lingkaran merasa perlu untuk lebih berperan serta mendukung program tersebut. Adanya kecenderungan untuk membahas fashion ramah lingkungan pada tataran anggota Komunitas Bikin Lingkaran khususnya yang memiliki ketertarikan di bidang fashion, menghasilkan kesepakatan untuk menyelenggarakan kegiatan pembekalan keterampilan dengan topik bahasan spesifik yaitu pewarnaan kain menggunakan pewarna alam. Teknik pewarnaan kain meliputi teknik celup dan lukis. Pada akhir kegiatan pembekalan, para peserta menghasilkan lembaran kain berukuran 1 x 1 m² yang memuat dekorasi hasil dari aplikasi teknik ikat celup dan lukis kain.Kata Kunci: Pewarna Alam, Fashion Etis, Ikat Celup
PEMBENTUKAN RELAWAN DESA MUARA SALADI KECAMATAN ULU PUNGUTAN KABUPATEN MANDAILING NATAL DALAM MENGHADAPI BENCANA Sri Fajar Ayu; Meutia Nauly; Fauzan Nur Ahmadi
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.407 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17538

Abstract

Banjir merupakan bencana alam yang paling sering terjadi di Indonesia. Banjir di Desa Muara Saladi merupakan banjir yang berasal dari genangan air yang mengakibatkan runtuhnya tebing, ditambah lagi aliran banjir yang cukup tinggi membuat bocornya tanggul air dan mengakibatkan terjadinya banjir bandang di Desa Muara Saladi dengan kerugian lebih dari 2 milyar rupiah, korban jiwa sebanyak 12 orang, 13 rumah warga yang hanyut akibat banjir bandang, 7 unit rumah rusak berat, dan 6 unit rumah rusak ringan, ditambah dengan fasilitas umum banyak yang rusak berat. Tujuan pengabdian ini adalah agar masyarakat di Desa Muara Saladi mampu mencegah bencana dan melakukan mitigasi banjir secara mandiri. Metode kegiatan pengabdian ini yaitu melakukan survei awal, sosialisasi kegiatan, pelaksanan pelatihan dan pendampingan masyarakat. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terbentuk relawan kebencanaan banjir dari masyarakat di Desa Muara Saladi. Setelah mendapatkan edukasi, para relawan di Desa Muara Saladi dapat secara aktif melakukan proses edukasi kepada masyarakat desa mengenai pencegahan terjadinya bencana banjir dengan tetap mematuhi aturan-aturan yang sudah ditetapkan bersama. Pembentukan relawan kebencanaan banjir di Desa Muara Saladi dapat dijadikan sebagai upaya mendidik masyarakat agar paham tentang pencegahan bencana banjir. Upaya pendampingan dan pemberdayaan terus dilakukan hingga semua masyarakat paham tentang pencegahan bencana banjir di Desa Muara Saladi.
SOSIALISASI INTERNET SEHAT UNTUK PD. SALIMAH KOTA BANDUNG Mia Rosmiati; Tri Brotoharsono; Rizza Indah M. Mandasari
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.158 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i1.18435

Abstract

Kegiatan Sosialisasi Internet sehat untuk komunitas Salimah merupakan sebuah kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diadakan Untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam menggunakan internet secara sehat dan aman. Hal ini dikarenakan  Peserta kegiatan ini berasal dari Komunitas Salimah yang  beranggotakan perempuan dan Sebagian besar sudah berumah tangga dan memiliki anak, sehingga kegiatan yang dilaksanakan melalui sharaing session diharapkan dapat memberikan informasi terkait ancaman dan bahaya pada saat menggunakan internet serta Tips dan Trik penggunaan internet yang aman bagi seluruh anggota seluruh anggota keluarganya. Kegiatan sosialisasi internet sehat ini dilaksanakan melalui dua sesi presentasi menggunakan aplikasi power point dan aplikasi youtube yaitu sesi pertama terkait dengan pengunaan internet sehat. Sesi ini berisi informasi terkait dampak positif dan negative  yang sering muncul pada saat menggunakan internet serta teknik yang aman  menggunakan Internet. Sesi kedua merupakan sosialisasi penggunaan gadget yang bijak. Adapun alasan diangkatnya topik ini dikarenakan hampir semua orang saat ini sudah memiliki dan menggunakan gadget bahkan rata-rata hampir 70% dalam waktu keseharianya tidak pernah lepas dari gadget. Hal ini memberikan dampak negatif terhadap kondisi social maupun emosinalnya. Oleh karena itu melalui kegiatan pengabdian masyarakat sesi 2 ini diharapkan peserta dapat mengendalikan penggunaan gadgetnya secara bijak. Sedangkan proses tanya jawab dilaksanakan pada kegiatan sesi 3, melalui kegiatan ini peserta dapat memperjelas materi yang disampaikan pemateri melalui kegiatan diskusi  interaktif.. berdasarkan kuisioner yang telah disebarkan kepada 16 peserta, menunjukkan bahwa 100% peserta menyatakan kegiatan ini sangat bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan dari peserta pengabdian masyarakat, sehingga diharapkan kegiatan yang dapat meningkatkan pemahaman dan teknik terbaru dalam pemanfaatan internet dapat dilanjutkan untuk kegiatan berikutnya.  Kata Kunci: Internet sehat, Gadget, sosialisasi  
PENERAPAN TANGIBLE INTERACTION PADA APLIKASI PERMAINAN INTERAKTIF PENGENALAN HEWAN “MARGA” BERBASIS MIKROKONTROLER UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNAGRAHITA Putri Ilyassani; Fery prasetyanto; Rio Korio Utoro; Benedicta Butarbutar; Fathari Zain Hardianto; M. Fauzi Usda
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.407 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18689

Abstract

Anak tunagrahita merupakan anak berkebutuhan khusus yang memiliki keterbatasan dalam belajar seperti sulit mengingat dan cepat lupa, mudah terdistraksi, memiliki sedikit minat dan juga memiliki IQ di bawah 70. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala sekolah SLB Autisme Pelita Hafidzh Bandung, ternyata anak tunagrahita lebih mudah belajar dengan metode bermain. Oleh karena itu muncul inovasi game pengenalan hewan dengan menggunakan tangible interaction bernama MARGA. Game MARGA diuji coba sebanyak 3 kali kepada 2 anak tungrahita yang ada di SLB Autisme Pelita Hafidzh Bandung. Mereka diberi pertanyaan seputar hewan sebelum memainkan MARGA dan sama-sama mendapatkan persentase pencapaian 6,6%. Tahapan uji coba diberikan soal yang sama dan pada iterasi ke-3 menghasilkan persentase pencapaian sebesar 51,11% dan 40% dimana lebih besar dari target belajar yang ada di SLB tersebut.Kata Kunci: Tunagrahita, Pengenalan hewan, Game
PENGEMBANGAN APLIKASI PENCATATAN PELAYANAN KEBIDANAN DAN LAPORAN KEUANGAN BERBASIS PHP, SERTA MONITORING SISTEM KEAMANAN DI KLINIK PRAKTIK MANDIRI BIDAN (PMB) KASIH BUNDA BOJONGSOANG BANDUNG Rochmawati Rochmawati; Tora Fahrudin; Ledya Novamizanti; Ashri Dinimaharawati; Anggunmeka Luhur Prasasti; Marlindia Ike Sari; Mochammad Fahru Rizal; Muhammad Rizqy Alfarisi; Razendra Zahran Firdaus; Denny Meilika Setiawati; Nabila Setya Utami; Mohamad Alfaj’ri
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (399.752 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17495

Abstract

Keberadaan bidan di tengah masyarakat berperan penting bagi kesehatan ibu dan anak, khususnya balita. Praktik Mandiri Bidan (PMB) Kasih Bunda Bojongsoang, menjadi salah satu klinik kebidanan yang sering dikunjungi pasien ibu dan balita. PMB menyediakan berbagai layanan seperti pemeriksaan kehamilan, USG, persalinan, KB, imunisasi, dan sebagainya. Selama ini, pencatatan dilakukan di sebuah buku yang berisi daftar nama ibu dan anak, dengan pencatatan berulang dan pencarian data yang membutuhkan waktu lama. Pasien tidak mendapatkan data riwayat pemeriksaan dan bukti bayar dari layanan yang diterima. Pengeluaran keuangan klinik juga tidak tercatat secara terperinci. Selain pencatatan data pelayanan dan keuangan, kejahatan yang pernah terjadi di klinik PMB menjadi perhatian khusus, sehingga membutuhkan alat pengawas berupa CCTV. Tim Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Internal memberikan solusi berupa kegiatan pengembangan aplikasi pencatatan pelayanan kebidanan dan laporan keuangan berbasis PHP serta monitoring PMB dengan CCTV. Seluruh bidan di PMB sebanyak 100% setuju dan sangat setuju bahwa kegiatan ini memberikan manfaat dan sesuai dengan harapan kebutuhan di PMB
PEMANFAATAN PLATFORM SDG 11 KOTA DAN PEMUKIMAN YANG BERKELANJUTAN SEBAGAI WUJUD INTEGRASI TATA KELOLA BANK SAMPAH DAN PEMANGKU KEPENTINGAN DI LINGKUNGAN RW-05 KELURAHAN CIPAGANTI KOTA BANDUNG Ratna Lindawati Lubis; Sinthia Nurhabibah
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (886.111 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18655

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini berangkat dari Peraturan Presiden RI Nomor 111 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan. Perpres ini mengatur mengenai penetapan sasaran TPB nasional tahun 2024 yang disusun dengan mengacu pada tujuan dan sasaran global TPB tahun 2030 dan sasaran nasional rencana pembangunan jangka nasional tahun 2020-2024. Lokasi kegiatan PkM adalah di lingkungan RW-05 Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong di Kota Bandung. Di satu sisi, wilayah ini merupakan salah satu pemukiman padat di bantaran Sungai Cikapundung yang masih terus berkontribusi menimbulkan permasalahan sampah rumah tangga, padahal keberadaan Bank Sampah Unit (BSU) Cihampelas Mandiri sudah digagas sejak tahun 2017. Di sisi lainnya, pada SDG Target 11.6 jelas dinyatakan bahwa yakni “Tahun 2030, mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan perkapita di perkotaan, termasuk dengan memberikan perhatian khusus kepada kualitas udara dan kotamadya dan manajemen limbah lainnya”. Untuk itulah kegiatan PkM dilaksanakan dengan Focus Group Discussion (FGD) dalam kaitan melakukan integrasi tata kelola bank sampah dan literasi digital dengan pemanfaatan platform SDG 11 yang sudah tersedia di internet. Tujuan kegiatan PkM adalah sebagai wujud aktualisasi pelibatan beragam pemangku kepentingan, yang lazim disebut dengan PENTAHELIX (Akademisi – Bisnis – Komunitas – Pemerintah – Media). Hasil kegiatan PkM ini diharapkan menjadi contoh praktik baik untuk menunjang perwujudan kota sehat berbasis SDG 11 dalam konteks Megapolitan Bandung. Implikasi yang diharapkan adalah bahwasanya kegiatan PkM ini dapat menjadi sumber materi pembelajaran untuk program “Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)” di Universitas Telkom, khususnya pada program studi Manajemen. Hal ini penting untuk mengantisipasi dampak negatif gambaran prediksi bahwa pada tahun 2045 wilayah Megapolitan Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi (Jabodetabek) dan Megapolitan Bandung akan menyatu dengan populasi 70 juta penduduk. Kondisi-kondisi ini berpotensi menimbulkan berbagai masalah mulai dari penyediaan air bersih, kurangnya ruang terbuka hijau, hingga lingkungan kumuh yang berkorelasi langsung dengan penurunan kesehatan penduduk kota.Kata Kunci: Bank Sampah, PENTAHELIX, Program MBKM, SDG 11 Kota dan Pemukiman yang Berkelanjutan
INSTALLATION OF DRILL WELLS TO OBTAIN CLEAN WATER IN THE JARING HALUS VILLAGE SECANGGANG DISTRICT LANGKAT REGENCY Ivan Indrawan; Ika Puji Hastuty; Adina Sari Lubis; Nursyamsi Nursyamsi
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.434 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17529

Abstract

Human daily activities can not be separated from clean water, ranging from bathing, washing, drinking and cooking. Groundwater is one of the sources of water used to obtain clean water. In coastal areas or river estuaries in developing countries, villagers generally have difficulty getting clean water. Jaring Halus Village is located in Secanggang district, Langkat regency, North Sumatra Province. The village is bordered by the ocean and mangrove forests, where transportation access is difficult and limited. This village has received clean water services from the PDAM government, but the water flowing into people's homes has been increasingly choked. Several drill wells have been provided by the government but can only be found at a distance of 100-200 m from the beach. This cause underlies the Community Service Program team choosing a location in The Village of Jaring Halus. This activity aims to obtain clean water. This activity aims to get the clean water needs of residents by making drill wells, providing water storage tanks and installing water faucet installations in designated locations. With this facility, all village communities can accommodate and utilise clean water for daily needs.
TRANSFORMASI KEMASAN KRIPIK TEMPE PESANTREN ARAFAH, CILILIN, KABUPATEN BANDUNG BARAT Sinta Aryani; Endang Chumaidiyah; Fariha Eridani Naufalina; Wiyono Wiyono; Mochammad Doddy Al Fawzi; Muhammad Azzam Hafidzulhaq
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (470.848 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18594

Abstract

Pesantren Arafah Mukapayung-Cililin, merupakan pesantren yang memiliki jenjang pendidikan mulai dari TK hingga Madrasah Aliah dengan menggunakan sistem terpadu yang memadukan pendidikan umum, pendidikan berbasis teknologi, dan pendidikan pesantren. Pesantren ini memiliki produk kripik tempe sebagai bagian dari usaha yang dikelola oleh pesantren yang melibatkan para santri dalam pembuatan produknya. Untuk memproduksi kripik tempe ini, pesantren Arafah dilengkapi dengan mesin dan peralatan produksi yang memadai. Namun, nilai penjualan kripik tempe ini masih sangat kecil. Hal ini berhubungan dengan beberapa permasalahan yang ditemukan oleh Tim Pendamping dari Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom. Diantaranya adalah permasalahan di bidang produksi, pemasaran, dan kemasan produk. Paper ini akan membahas tentang transformasi kemasan produk kripik tempe Pesantren Arafah sejak sebelum pendampingan dilakukan hingga kini. Perubahan kemasan ini meliputi desain kemasan 100 gram. Dengan adanya perubahan desain kemasan ini diharapkan dapat membantu menaikkan penjualan kripik tempe Pesantren Arafah. Pembiayaan pendampingan ini berasal dari dana eksternal Bank Indonesia melalui Direktorat Ekonomi dan Syariah yang bekerja sama dengan Fakultas Rekayasa Industri, Universitas Telkom sebagai pendamping perbaikan kinerja usaha Pesantren Arafah.Kata Kunci: kemasan, desain kemasan, kripik tempe, pesantren Arafah, green economy, sustainability
RISET PASAR BAGI USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) DI WILAYAH CIMAHI, JAWA BARAT Ali Riza Fahlevi; Dewa Mahardika Krishna Putra; Lenny Suzan
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 2, No 2 (2022)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.157 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v2i2.18583

Abstract

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) menjadi salah satu motor penggerak bagi perekonomian dalam negeri. Dengan setidaknya lebih dari 117 juta masyarakat bekerja dalam sektor ini dan menjadikan 60% Pendapatan Domestik Bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh sektor yang kerap dipandang sebelah mata bagi banyak pihak. Meskipun Pemerintah, melalui beragam program dan insentif yang diberikan berupaya meningkatkan daya saing UMK yang ada di Indonesia dan diharapkan mampu meningkatkan kontribusi UMK terhadap perekonomian dalam negeri, namun hal ini seakan belum memberikan hasil nyata. Ini terbukti dengan masih tertinggalnya kemampuan ekspor UMK Indonesia dibandingkan dengan UMK yang berada di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Universitas Telkom, sebagai salah satu perguruan tinggi yang concern terhadap perkembangan UMK di Indonesia, diwakili oleh beberapa dosen dari program studi akuntansi melakukan pengabdian masyarakat dengan memberikan pelatihan riset pasar terhadap para pelaku UMK di wilayah Jawa Barat, dengan spesifik menyasar para pelaku UMK di wilayah Cimahi, Jawa Barat. Bentuk pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyiapkan para UMK agar lebih bersiap dan percaya diri dalam meningkatkan pangsa pasarnya melalui pasar internasional. Meskipun dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan diketahui terdapat beberapa hambatan, seperti perijinan dan regulasi, pendanaan, serta kesalahan dalam penentuan pasar target yang dilakukan oleh UMK yang menjadikan sulitnya para UMK untuk memasarkan produknya di pasar Internasional, namun program pengabdian masyarakat ini berhasil dalam memberikan pengetahuan akan pentingnya riset pasar sebagai sebuah alat dalam meningkatkan daya saing UMK.Kata Kunci: Indonesia, Pemerintah, Usaha Mikro dan Kecil (UMK), Universitas Telkom, riset pasar
PELATIHAN ROBOTIKA DASAR MENGGUNAKAN MAKEBLOCK DI MA ISHLAHUL AMANAH Muhammad Ridho Rosa; Muhammad Zakiyullah Romdlony; Khilda Afifah
Prosiding COSECANT : Community Service and Engagement Seminar Vol 1, No 2 (2021)
Publisher : Universitas telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (159.637 KB) | DOI: 10.25124/cosecant.v1i2.17519

Abstract

Sistem pembelajaran jarak jauh yang sedang digulirkan oleh sistem Pendidikan Indonesia karena pandemi Covid19. Akan tetapi, sistem tersebut memiliki rintangan yaitu dapat mengurangi kegigihan, minat, dan konsentrasi belajar siswa. Oleh karena itu, pada pengabdian masyarakat ini diadakan kegiatan pelatihan robotika dasar dengan tujuan dapat memperkenalkan dan memotivasi siswa pada bidang robotika untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Kegiatan ini dilakukan secara onsite agar memberikan paparan secara langsung mengenai robotika dan meningkatkan minat mahasiswa. Pelatihan robotika dasar ini menggunakan robot Makeblock tipe robot ground dan aerial. Hasil dari kegiatan ini, 79,3% peserta setuju bahwa program pengabdian pada masyarakat ini sudah sesuai dengan tujuan dan kebutuhan masyarakat saran, sisanya 20.8% peserta sangat setuju dengan hal tersebut.

Page 10 of 15 | Total Record : 147