cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 796 Documents
PENGARUH WARNA CAHAYA TERHADAP AKTIVITAS REPRODUKSI TIKUS PUTIH = THE EFFECTS OF COLOR OF LIGHT TO THE REPRODUCTION ACTIVITY OF WHITE RATS Amelia Hana
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.375

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian warna cahaya terhadap aktivitas reproduksi tikus putih (Ranus norvegicus). Empat puluh ekor tikus putih jantan dan 20 ekor betina, semuanya umur 21 had., digunakan dalam penelitian ini. Tikus jantan dibagi menjadi 4 kelompok (IA, 11A, II1A, dan IVA) masing-masing- 10 ekor; dan tikus betina dibagi menjadi 4 kelompok (1B, IIB, IIIB, dan IVB) masing-masing 5 ekor. Tikus jantan dipelihara terpisah dengan tikus betina. Setelah adaptasi 6 hari, seluruh tikus ditimbang berat badan awalnya, dan kelompok IA, dan 113 diberi perlakuan cahaya putih (410 luks), I1A dan IIB cahaya biru (380 luks), IIIA dan 111B cahaya kuning (320 luks), dan IVA, dan IVB cahaya hijau (580 luks) setiap 12 jam sehari selama 30 hari. Setelah had ke-30 seluruh tikus ditimbang berat badannya dan setiap kelompok tikus jantan diambil 5 ekor dibunuh dan dinekropsi. Testis ditimbang dan dilakukan pengamatan morfologi, motilitas, persentase spermatozoa yang hidup, dan pH semen. Tikus betina yang estrus dikawinkan dengan tikus jantan, diamati lama kebuntingan dan jumlah anak yang dilahirkan. Berdacarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa lama pemberian cahaya yaitu 12 jam sehari selama 30 hari menyebabkan kualitas spermatozoa baik; sedangkan warna cahaya biru memperpendek masa kebuntingan dan meningkatkan jumlah anak sekelahiran dibandingkan 3 kelompok yang lain.
A NEW DRUG DELIVERY FORMULATION OF GnRH ANALOGUE DESLORELIN FOR CONTRACEPTION IN CANINES: A SIGNIFICANT STEP FORWARD IN ANIMAL WELFARE = FORMULAS! BARU PENDISTRIBUSIAN OBAT ADONIS GnRH DESLORELIN UNTUK KONTRASEPSI Aris Junaidi
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.376

Abstract

Pengaruh pemberian kronis dengan pembebasan perlahan agonis GnRH yang mengandung deslorelin terhadsp pituitari dan fungsi testis telah dilakukan pada anjing kampung jantan dewasa. Delapan ekor anjing diimplantasi dengan 10 mg implan deslorelin (kelompok 1). Kelompok 2 (n=3) adalah kelompok kontrol diberi implan tanpa deslorelin (plasebo). Konsentrasi plasma testosteron tidak terdeteksi pada hari ke 30 sesudah implantasi pada anjing perlakuan. Volume testis drop sampai 30 % sesudah minggu ke 13 dan tidak ada ejakulat yang diperoleh setelah minggu ke 4 sesudah implantasi. Pemeriksaan histologi dari testis dan glandula prostata 3 dan 8 bulan setelah implantasi menunjukkan atropi tubulus seminiferus, tidak terjadi spermatogenesis, glandula epithelium prostata atropi dan tidak bersekresi. Penelitian ini menunjukkan-bahwa formula obat yang mengandung deslorelin efektif untuk menekan jangka panjang fungsi reproduksi pada anjing jantan. Tidal( ada efek samping yang terlihat pada semua anjing perIalcuan.
MANFAAT RUMPUT LAUT (Eucheuma spinosum) UNTO( MENINGKATKAN KUALITAS SPERMA TIKUS AKIBAT PEMBERIAN TIMAH HTTAM = THE USEFUL OF SEAWEED (Eucheuma spinosum) TO ACCELERATE THE SPERM QUALITY OF RATS TREATED WITH LEAD Bambang Dwi Haryanto; Woro Danur Wendo; Hendri T.S. Saragih; Arif Suhodo; Yuliati Wahyu S.; Siti Isrina Oktavia S.
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian rumput laut terhadap kualitas sperma tikes akibat pencemaran timah hitam. Dalam penelitian ini digunakan 12 ekor tikus putib jantan dewasa, dibagi secara acak menjadi 4 kelompok masing-masing 3 ekor. Kelompok I, tikus-tikus hanya diberi akuades secara oral. Kelompok11,111 dan IV, semua tikus diberi Pb asetat 0,5 g/kg bb secara oral setiap hart selama 120 hart. Kelompok DI dan IV masing-masing disertai dengan pemberian larutan rumput laut dosis 8 g/kg dan 16 g/kg bb secara oral pe, hari selama 120 hart_ Pada akhir penelitian masing-masing films dart semua kelompok dikoleksi spermanya untuk dilakukan pemeriksaan terhadap motilitas, viabilitas dan konsentrasi apermanya. Semua tikus percobaan kemudian dietanasi dan dinekropsi, organ testis diambil dan difiksasi dalam ICJ% formalin untuk preparasi histopatologis. Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan motiiitas, kemampuan hidup dan konsentrasi spermatozoa secara sangat signifikan (P
EFFECT OF AN INTRAVAGINAL PROGESTERONE IMPLANT ON SEX RATIO IN BEEF CATTLE = PENGARUH SUATU IMPLAN PROGESTERON INTRAVAGINA TERHADAP RASIO JENIS KELAMIN PADA SAPI POTONG Ginta Riady; Tongku Nizwan Siregar
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.379

Abstract

Suatu penelitian mengenai efek suatu implan progesteron intravagina dalam CIDR-B (Eazibreedmi, InterAg. Hamilton, New Zealand) terhadap rasio jenis kelamin pada sapi potong telah dilakukan. Tujuan penelitan ini adalah menentukan efek perlakuan sinkronisasi birahi dengan progesteron dalam implan C1DR-B terhadap kelahiran anak sapi betina. Dua puluh enam sapi betina yang berumur antara 3 dan 7 tahun dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 1) kelompok perlakuan dan 2) kelompok kontrol. Sinkronisasi birahi dilakukan pada kelompok perlakuan dengan cara memasukkan alat CIDR ke dalam vagina sapi selama 7 hafi. Dua puluh empat jam setelah pengeluaran alat CIDR, sapi-sapi perlakuan disuntik intramuskuler dengan estrogen benzoat (Cidiroff, InterAg, Hamilton, New Zealand) dan akhirnya diinseminasi buatan 24 jam kemudian. Sedangkan kelompok kontrol tidak dikenai prosedur sinkronisasi birahi dan diinseminasi hanya pada saat birahi alami. Semua sampel sapi diamati selama penelitian dan perbandingan jenis kelamin anak sapi dicatat pada saat kelahiran. Data mengenai rasio jenis kelamin dari kedua kelompok perlakuan dianalisis menggunakan uji khi-kuadrat dengan paket perangkat lunak statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan menghasilkan lebih banyak anak sapi betina dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perbedaan antar perlakuan mengenai rasio jenis kelamin tidak berbeda nyata, yang kemungkinan disebabkan oleh terbatasnya jumlah sampel. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa progesteron dalam alat CIDR-B cenderung meningkatkan kelahiran anak sapi betina.
PENGARUH KONSUMSI IKAN TERI TERHADAP MINERALISASI TULANG PADA TIMIS PUTIH (Rattus norvegicus albinus) = EFFECT OF "TERI" FISH CONSUMPTION ON BONEMINERALIZATION IN RATS (Railus nonvgicus albinus) Irkham Widiyono; Hastari Wuryastuti; Hartiningsih .
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.380

Abstract

Pengaruh konsumsi ikan teri terhadap mineralisasi tulang telah diteliti pada tikus dewasa normal (sehat) dan penderita osteodistrofia umur 4 bulan. Osteodisatrofia pada hewan penelitian ini diinduksi dengan pemberian pakan yang mengandung fosfor (P) tinggi dan kalsium (Ca) cukup. Pakan perlakuan (pakan teri) dibuat dari tepung jaeune._ tepung kedelai dan tepung teri yang memiliki kandungan Ca dan P sebanyak masing-masing 0,5% dan 0,65%. Kandungan ikan ten dalam pakan tersebut adalah 20% (b/b). Sebagai pakan kontrol adalah pakan yang tersusun dari tepung jaeuna_ tepune kedelai, CaCO3 dan NaH2PO4 dan mempunyai kandungan Ca dan P yang sama dengan pakan ten. Perlalcuan pakan berlangsung selama 2 bulan secara terus menerus. Pada minggu terakhir dilakukan studi balms Ca dan P. Pada hari terakhir penelitian dilakukan pengambilan sampel darah. Selanjutnya hewan dietanasi dan dilakukan koieksi tulang femur. Hasil pemeriksaan kimia darah, berat badan dan tulang femur (panjang, berat kering, densitas abu, mineralisasi tulang, kandungan Ca dan P) menunjukkan bahwa semua parameter dalam batasan normal dan tidak menunjukkan adanya perbedaan diantara kelompok perlalcuan pakan tersebut. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa konsumsi ikan terimenimbulkan efek negatif terhadap metabolisme Ca dan P serta mineralisasi tulang, baik pada individu normal (sehat) maupun yang mengalami gangguan patologik tulang (osteodistrofia).
KARAKTERISASI FENOTIPE Streptococcus suis = THE PHENOTYPE CHARACTERIZATION OF Streptococcus suis Khusnan .; Siti Isrina Oktavia S.
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.381

Abstract

Streptococcus suis telah diketahui menyebabkan meningitis, artritis dan septikemia pada babi, manusia dan hewanhewan lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fenotipe Streptococcus sins rneliputi sifat pertumbuhannyi dalam media cair, media soft agar, morfologi koloni dan sifat pelekatannya dalam uji heksadekan. Dari 34 isolat Streptococcus suis yang digunakan dalam penelitian ini terdapat 5 isolat tumbuh jernih dalam media cair dengan sedimen tampalc pada dasar tabung, tumbuh kompak dalam media soft agar, dengan pewarnaan methylene blue koloni membentuk rantai panjang dan berdasar uji heksadekan bersifat hidrofob. Kultur Streptococcus suis yang lain (29 isolat) tumbuh keruh dalam media cair, tumbuh difus dalam media soft agar, membentuk koloni tunggal atau rantai pendek dan bersifat hidrofil.
KADAR KOLESTEROL TOTAL KELINCI (Orictolagus cuniculus) YANG DIBERI BERBAGAI MINYAK MASAK = TOTAL CHOLESTEROL LEVEL OF RABBIT (Oriclolagus cuniculus) GIVEN VARIOUS OF COOKING OIL M.Nur Salim Dahlan; T. Iskandar .
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.382

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kadar kolesterol total serum darah kelinci yang diberi berbagai minyak masak. Penelitian ihi menggunakan 24 ekor kelinci jantan dengan berat badan 1,3-1,8 kg. Sebelum penelitian dimulai semua kelinci diadaptasikan. Selanjutnya, kelinci dibagi secara acak ke dalam 4 kelompok, yaitu satu kelompok kontrol (A) dan tiga kelompok perlakuan (BCD). Kelompok A (kontrol) diberi pakan dasar, kelompok B, C, D masing-masing diberi pakan dasar dan minyak kelapa, minyak sawit dan minyak jagung 2 mllekorThari selama 8 minggu. Pada minggu ke 0, 4, dan 8 dan perlakuan, darah diambil I ml untuk dianalisis kadar kolesterol total dengan kit kolesterol dengan menggunakan spektrofotometer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian minyak kelapa, minyak sawit dan minyak jagung mempunyai pengaruh yang sangat signifikan pada kadar kolesterol total serum kelinci
PENGARUH INJEKSI PROTEIN MEMBRAN SPOROZOIT Eimeria tenella TERHADAP INDEKS REPRODUKSI OOSISTA PADA AYAM = THE EFFECT OF INJECT/ON OF PROTEIN MEMBRANE SPOROZOITES TO REPRODUCTION INDEX OF Eimeria tenella's OOCYST IN CHICK Muslim Akmal; R.Wisnu Nurcahyo; Sumartono .
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.383

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh injeksi _protein membran sporozoit Eimeria tenella terhadap Indeks Reproduksi E. tenella pada ayam. Dalam penelitian ini, sebanyak 60 ekor DOC jantan petelur (strain Isa Brown) digunakan sebagai hewan percobaan. Ayam percobaan tersebut setelah berumur 4 hari dibagi acak menjadi tiga kelompok (kelompok kontrol, I dan II), masing-masina kelompok terdiri dari 20 ekor. Ayam-ayam pada kelompok I diinjeksi dengan protein membran sporozoit E tenella dengan dosis 2,1 jig per ekor secara intravena. Ayam-ayam pada kelompok [1. dinjeksi secara intrakutan dengan protein yang sama seperti yang diinjeksikan pada kelompok I, sedang ayam pada kelompok kontrol tidak dilakukan perlakuan. Semua ayam percobaan kemudian dimasukkan ke dalam kelompoknya masing-masing dan diberi pakan non koksidiostat dan air minum secara ad libitum. Pada hari ke-22 setelah perlakuan, semua ayam pereobaan diinfeksi dengan 1500 oosista iafektifE tenella per ekor sebagai infeksi tantangan. Data jumlah oosista per gram feses dikumpulkan mtdai hari ke-4 sarnpai dengan hari ke-11 setelah infeksi ta.ntangan. Hasil perhitungan Indeks Reproduksi dianalisis secara deskriptif Dari hasil penelitian ini dapat ditarilc ksimpulan bahwa injeksi 2,1 pg protein membran sporozoit E. tenella baik secara intravena maupun intrakutan tidak mempengaruhi Indeks Reproduksi El tenella pada ayam-ayam percobaan terhadap infeksi taniangan E. tenellcr.
PERANAN N-NITROSODIETHYLAMINE DALAM MENGINDUKSI TUMORIGENESIS RONGGA R DUNG TIKUS SPRAGUE DAWLEY YANG DIBERI RANSUM MENGANDUNG MINYAK NABATI KONSENTRASI TINGGI = THE ROLE OF N-NITROSOD/ETHYLAMINE IN NDUCING NASAL CAVIT Nazaruddini .; Hastari Wuryastuti; R. Wasito .
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.384

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara asam lemak tidak jenuh (minyak jagung) atau asam lemak jenuh (minyak kelapa) dengan senyawa N-nrirosodierhylamine (NDEA) dosis 20 mg/kg bb dalam menginduksi turnorigenesis rongga hidung films putih Sprague Dawley. Dalam penelitian ini dipergunakan 40 ekor tikus putih galur Sprague Dawley jantan umur ± 3 bulan dengan berat badan berkisar 150-200 gram yang dibagi secant acak ke dalam delapan kelompok (I, II, III, IV, V, VI, VII, VIM, masing-masing 5 ekor. Kelompok I dan II diberi ransum mengandung minyak jagung dengan konsentrasi normal (4%), sedangkan kelompok 111 dan IV diberi ransum mengandung minyak kelapa juga konsentrasi normal (4%). Kelompok V dan VI diberi ransum mengandung minyak jagung konsentrasi tinggi (20%), sedangkan kelompok VII dan VIII diberi ransum mengandung minyak kelapa dengan konsentrasi tinggi (20%). Kelompok I, III, V, VII diinjeksi dengan NaCI fisiologis sebanyak 0,5 ml subkutan, sedangkan kelompok II, IV, VI, VIII diinjeksi dengan NDEA dengan dosis 20 mg/kg bb subkutan. Injeksi dilakukan tiga hari sebelum perlakuan pakan. Setelah 3 bulan perlakuan pakan, semua tikus dietanasi .dengan larutan eter dan dinekropsi untuk diambil organ rongga hidung pemeriksaan histopatologis. Hasil pengamatan histopatologis setelah 3 bulan perlakuan menunjukkan adanya pertumbuhan tumor papiloma pada rongga hidung (duktus plia:ringealis) 1 ekor films putih dari kelompok yang diberi senyawa NDEA dOsis 20 mg/kg bb ransum mengandung minyak jagung 4% (Kelompok II). Kesimpulan yang dapat diambil adalah asarn lemak tidak jenuh (minyak jagung 4%) rnendorong pertumbuhan tumor papiloma pada rongga hidung taws putih Sprague Dawley yang diinisiasi dengan dosis 20 mg NDEA/kg bb.
STUDI INFEKSI NEMATODA GASTROINTESTINAL PADA KAMBING DAN DOMBA DI RUMAH POTONG HEWAN BANDA ACEH = STUDY OF GASTROINTESTINAL NEMATODES INVESTING GOATS AND SHEEP AT THE BANDA ACEH SLAUGTHERHOUSE Muhammad Hanafiah; Winaruddin .; Rusli .
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4521.346 KB) | DOI: 10.22146/jsv.389

Abstract

Telah dilakukan suatu penelitian untuk mengidentifikasi jenis-jenis parasit nematoda gastrointestinal yang menyerang kambing dan domba jantan lokal yang dipotong di Rumah Potong Hewan (RPH) Banda Aceh. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui jumlah masing-masing genus cacing yang menyerang kedua ternak tersebut. Masing-masing sebanyak 50 gastrointestinal kambing dan domba yang ada di RPH Banda Aceh ditentukan secara acak akan digunakan sebagai objek penelitian. Pemeriksaan terhadap cacing untuk keperluan identifikasi cacing nematoda gastrointestinal dilakukan setelah cacingcacing yang didapat dimasukkan ke dalam laktofenol selama 6 jam. Penentuan genus cacing nematoda gastrointestinal dilakukan sesuai dengan metode Soulsby (1982). Hasil identifikasi ternak kambing dan domba yang dipotong di RPH Banda Aceh menunjukkan bahwa kedua ternak tersebut sudah terinfestasi oleh cacing-cacing nematoda gastrointestinal. Adapun masingmasing genus untuk kambing adalah : Trichostrongylus spp, Oesophagustontum spp, Bunostomum spp, Chabertia spp, Trichuris spp dan Haemonchus spp. Sedangkan untuk domba cacing nematoda gastrointestinal dari genus: Gaigeria sp, Strongyloides spp, Bunostomum spp, Oesophagustomum spp, Haemonchus spp, Chabertia spp, dan Trichuris spp. Jumlah cacing nematoda gastrointestinal yang menyerang temak kambing sebanyak 514 ekor cacing sedangkan yang menyerang domba sebanyak 543 ekor cacing. Prilaku atau kebiasaan makan tidak signifikan (P > 0,05) terhadap jumlah cacing.nematoda gastrointestinal.

Page 10 of 80 | Total Record : 796


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue