cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 796 Documents
Intracytoplasmic Sperm Injection (Icsi) Sebagai Teknik Reproduksi Bantuan Unggulan Takdir Syahruddin Said; Syahruddin Said; Mohamad Agus Setiadi; Srihadi Agungpriyono; Mozes R. Toelihere; Aries Boediono
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 1 (2005): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1299.938 KB) | DOI: 10.22146/jsv.363

Abstract

Beberapa teknik fertilisasi mikro telah diterapkan untuk mengatasi masalah infertilitas pria, namun hanya intracytoplasmic sperm injection (ICSI) yang mampu meningkatkan secara nyata keberhasilan fertilisasi, implantasi dan kelahiran. Pada perkembangannya teknik ICSI juga telah diterapkan pada beberapa jenis hewan sebagai suatu model untuk mempelajari kemampuan fertilisasi berbagai jenis spermatozoa yang secara alami atau melalui fertilisasi in vitro tidal( bisa membuahi sel telur. Walaupun keberhasilan teknik ICSI telah dapat mengatasi masalah infertilitas pada pria, teknik ICSI masih mempunyai potensi negatif yang mungkin muncul pada anak hasil ICSI. Namun demikian, hal ini perlu penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.
Uji Sensitivitas Bakteri Escherichia Coli Isolat Asal Ayam Yang Bereaksi Widagdo Sri Nugroho; M. Haryadi Wibowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 1 (2005): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2825.683 KB) | DOI: 10.22146/jsv.364

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resistensi bakteri E.coli isolat ayam yang bereaksi positif pada media congo red terhadap preparat ampisilin, streptomisin, dan enrofloksasin. Delapan biak murni bakteri E.coli yang diisolasi dari kasus kolibasilosis ayam diuji afinitasnya terhadap zat warna merah kongo. Bakteri yang bereaksi positif pada media congo red tersebut, kemudian diuji sensitivitasnya menggunakan media agar Mueller-Hinton, metode disk difusi menurut Kirby-Bouer. Disk antibiotika ampisilin, streptomisin, dan enrofloksasin diposisikan menggunakan dropper pada permukaan kultur bakteri tersebut, kemudian diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Diameter zona terang disekililing disk antibiotik yang terbentuk, kemudian diukur dalam satuan milimeter. Hasil pengukuran tersebut dibandingkan dengan referensi dan atau menurut standar interpretasi Kirby-Bouer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, seluruh bakteri E. coli isolat asal ayam, mempunyai penampilan penotif mengilcat zat warna merah kongo , ternyata 100 % resisten terhadap preparat ampisilin, streptomisin dan enrofloksasin.
Identifikasi Subtipe Hemaglutinin Virus Avian Influenza Pada Berbagai Spesies Unggas dengan RT-PCR Widya Asmara; M. Haryadi Wibowo; Charles Rangga Tabbu
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 1 (2005): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1809.212 KB) | DOI: 10.22146/jsv.365

Abstract

Wabah avian influenza yang high pathogenic telah terjadi di beberapa wilayah di Indonesia. Infeksi virus ini menimbulkan penyakit respirasi dengan mortalitas yang tinggi pada berbagai spesies unggas, termasuk itik, ayam dan puyuh. Isolasi virus Al dari sampel itik, ayam kampung, petelur dan pedaging telah berhasil dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hew an Universitas Gadjah Mada, menggunakan telur ayam berembrio. Subtipe hemaglutinin virus diidentifikasi dengan RT-PCR menggunakan primer spesifik H5 dan H7. Hasil penelitian memberi indikasi bahwa virus AI yang terisolasi tersebut termasuk dalam subtipe H5.
Karakterisasi Hemaglutinin Streptococcus agalactiae dan Staphylococcus aureus Penyebab Mastitis Subklinis Pada Sapi Perah = Characterization of Haemagglutinin of Streptococcus agalactiae and Staphylococcus aureus on ... Agnesia Endang Tri Hastuti Wahyuni; I Wayan Teguh Wibawan; Michael Haryadi Wibowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.366

Abstract

Streptococcus agalactiae dan Staphylococcus aureus merupakan dua bakteri utama penyebab mastitis subklinis pada sapi perah di Indonesia. Pada mastitis subklinis kemampuan adesi mempunyai peran lebih penting dari pada kemampuan invasi. Hemaglutinin merupakan faktor yang berperan dalam proses adesi, sebagai langkah awal kolonisasi bakteri pada permukaan set epitel ambing. Tujuan dari penelitian ini adalah mengisolasi dan mengkarakterisasi hemaglutinin dari S. agalactiae dan S. aureu. Penentuan hemaglutinin S. agalactiae dan S. aureus dengan uji hemaglutinasi menggunakan eritrosit sapi perah 1%. Isolasi hemaglutinin dilakukan dengan afinitas kromatogarfi dan analisis dengan Sodium Dodecyl Sulphate-Polyacrilamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE). Hasil penelitian diketahui bahwa hemaglutinin S. agalactiae dan S. aureus dapat ditentukan dengan SDS-PAGE dengan berat molekul 28 kDa pada S. agalactiae dan 27 kDa pada S. aureus.
Efek Pemberian Plumbum (Timah Hitam) Anorganik Pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) = Effect of Inorganic Lead Administration in Rats(Rattus norvegicus). Bambang Hariono
Jurnal Sain Veteriner Vol 24, No 1 (2006): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3514.002 KB) | DOI: 10.22146/jsv.367

Abstract

Pemberian senyawa plumbum asetat netral 0,5 g/kg BB/oranari/tikus selama 16 minggu tidak menyebabkan gejala saraf, namun mengakibatkan anemia disertai penurunan berat badan. Absorpsi plumbum via traktus gastrointestinal mencapai sekitar 16% dan diekskresikan via ginjal sekitar 0,006%. Anemia disertai peningkatan sel-sel stipel dan retikulosit nampak sejak minggu ke-10, jugs disertai peningkatan aktivitas enzim 6-ALAD yang belum diketahui mekanismenya. Level kreatinin, BUN dan ALT tidak mengalami perubahan. Akumulasi plumbum tertinggi dalam jaringan lunak terjadi berturut-turut pada ginjal disusul hati, otak, paru, jantung otot dan testis. Kadar plumbum tertinggi dalam jaringan keras ditemukan di tulang rusuk, kepala, paha dan gigi, serta paling rendah di bulu. Gambaran histopatologik terlihat degenerasi, hiperplasi dan kariomegali sel-sel tubulus ginjal, pelebaran lumen tubulus dan ruang Bowman serta adanya benda-benda inklusi dalam inti sel. Degenerasi dan udem korteks serebrum, serebelum, medula spinalis dan sel-sel saraf, perubahan struktur tubulus semeniferi disertai penurunan produksi dan cidera pada spermatosit. Pemeriksaan elektron mikroskopik sangat dominan adanya pembengkakan lisosom dan mitokondria disertai pemendekan krista-kristanya atau hilang pada berbagai jaringan yang diperiksa. Pembengkakan dan gangguan selaput myelin terlihat pada serebrum, serebelum dan medula spinalis. Komposisi benda-benda inklusi nampak struktur mikrofibriler.
Pengaruh Pemberian Ekstrak Hipofisis Sapi dan Level Protein Konsentrat Terhadap Kualitas Fisik Gaging Kambing Kacang Jantan = The Effect of Giving Extract of Cattle Hyphophysis and Level of Concentrate Protein on the p.. Lilik Retna Kartikasari
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.369

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak hipofisis sapi dosis 0, 1, dan 2 ml dan level protein konsentrat 8,67 dan 12,63% serta interaksi kedua perlakuan tersebut terhadap kualitas fisik daging kambing kacang jantan. Materi penelitian menggunakan 12 ekor kambing kacang jantan (Capra hircus) dengan umur rata-rata 4 bulan. Sampel diambil dari otot semitendinosus (ST) dan semi membranosus (SM). Data hasil penelitian diuji dengan analisis variansi completely randomized design (CRD) pola faktorial 3 x 2 x 2 dan beda antar rerata dilakukan uji jarak ganda dari Duncan (DMRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa ekstrak hipofisis sapi, level protein konsentrat, jenis otot serta interaksinya tidak berbeda nyata terhadap nilai kandungan air bebas dan keempukan daging. Perlakuan ekstrak hipofisis sapi, level protein konsentrat, dan interaksinya tidak memberikan perbedaan nyata terhadap cooking loss, perlakuan jenis otot memberikan perbedaan nyata (P < 0,05). Perlakuan ekstrak hipofisis sapi, jenis otot serta interaksinya tidak memberikan perbedaan nyata terhadap nilai derajat keasaman daging, sedangkan perlakuan level protein konsentrat memberikan perbedaan nyata (P
Pharmacokinetic of Suramin in Healthy Ongole Cattle Breed and Madura Cattle Breed. Mochamad Lazuardi
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.370

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menemukan profil kinetik suramin sebagai suatu kemoterapi tripanosidal menggunakan 3 sapi peranakan Ongole betina sehat dan 3 sapi Madura sehat. Tiap sapi mendapatkan dosis tunggal 10 mg/kg berat badan. Peparasi sampel dilakukan secara hidrolisis menggunakan HCL 2 M HCL selama 18 jam. Kadar suramin pada plasma darah diukur dengan metode sensitif melalui spectrofotometer Ultra Lembayung-Tampak pada X, 535,6 nm. Hasil-hasil menunjukkan sebagai berikut : Terdapat hampir 94 % perolehan kembali analit dalam plasma setelah dilakukan deproteinasi setiap sampel. Rerata (± SD) eliminasi obat pada plasma sapi peranakan Ongole dilakukan secara bieksponensial dengan waktu paruh 11,579 ± 8,608 dan 288,75 ±100,026 jam untuk fase distribusi dan elimination pasca injeksi intravena. Karakteristik eliminasi sapi madura menunjukkan bieksponensial dengan waktu paruh distribusi dan eliminasi (± SD) 9,1 ± 6,389 jam dan 200,2 ± 53,347 jam pasca diberikan intravena. Rerata waktu keberadaan obat pada sapi peranakan Ongole pada 384,792 ± 141,882 jam, dan sapi Madura diperoleh pada 274,209 ± 76,417 jam. Kesimpulan pada penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan suramin pada sapi peranakan Ongole dan sapi Madura memiliki sifat tahan lama pada rentang diantara 7- 20 hart
Karakterisasi Fenotipe Isolat Staphylococcus aureus Dari Sampel Susu Sapi Perah Mastitis Subklinis = Phenotyping of Staphylococcus aureus ... Siti Isrina Oktavia
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.371

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan salah satu penyebab utama mastitis pada sapi perah yang menimbulkan kerugian ekonomi yang cukup besar akibat turunnya produksi susu. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi dan karakterisasi S. aureus yang diisolasi dan susu sapi perah di Kaliurang, Bantul, Boyolali dan Baturaden Jawa Tengah. Karakterisasi S. aureus meliputi uji clumping factor, uji koagulase, produksi hemolisin, produksi pigmen dan uji kepekaan S. aureus terhadap beberapa antibiotika. Dalam penelitian ini berhasil diisolasi dan diidentifikasi sebanyak 32 isolat S. aureus. Semua isolat positif pada uji clumping factor dan koagulase. Alfa-hemolisis dapat diamati pada 1 isolat, 7 isolat mempunyai sifat a dan 13-hemolitik, 11 isolat 13- hemolitik dan 13 isolat bersifat non-hemolitik. Berdasar produksi pigmen, 8 isolat menghasilkan pigmen berwarna oranye, 10 isolat pigmen kuning dan 8 isolat menghasilkan pigmen putih. Hasil uji resistensi antibiotik terlihat bahwa 24 isolat (75%) sensitif dan 8 isolat (25%) resisten terhadap ampisilin. Uji terhadap eritromisin diketahui 4 isolat (12,5%) sensitif, 5 isolat (15,57%) intermediet dan 23 isolat (71,97%) bersifat resisten. Sebanyak 25 isolat (78,13%) diketahui bersifat intermediet dan 7 (21,87%) resisten terhadap gentamisin. Sebanyak 4 isolat S. aureus (712,5%) bersifat sensitif dan 28 isolat (87,5%) resisten terhadap oksasilin. Terhadap tetrasiklin memperlihatkan sifat intermediet pada 19 isolat (59,38%), 12 isolat (37,46%) bersifat resisten dan hanya 1 isolat (3,16%) bersifat sensitif.
Kandidat Probe Parsial Genom Eimeria tenella Untuk Optimalisasi Diagnosis Koksidiosis = Probe Candidate of Eimeria tenella Partial Genome to Optimalize Coccidiosis Diagnose Sumartono .
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari kandidat probe yang dapat digunakan untuk mengoptimalisasi diagnosis koksidiosis berdasarkan fragmen genom Eimeria tenella. Kandidat tersebut ditentukan berdasarkan analisis DNA dari 5 isolat Eimeria tenella ( Jepang, Yogya, Magelang, Solo dan Boyolali ). Isolasi DNA dilakukan dengan metode fenol-khloroformisoamilalkohoI, sedang amplifikasi fragmen DNA dilakukan dengan metode PCR menggunakan forward primer GCTGTGGCCAGAGCAAC dan reverse primer CAACTCCATCGGGCCCA. Sekuensing produk PCR yang ukurannya sarna besar dilakukan di laboratorium Eijkman dan analisis sekuen dilakukan dengan Gene-analyser Genetyx-Max versi 9. Kesimpulan penelitian adalah bahwa sekuen GGCACAGTATCCTCCTTCAGGGCAGGGCT CGCACTGGTCAAACGCGGTA CCATT dan GCCTAAA.TTCATGACCACACACTA merupakan kandidat probe parsial genom E. tenella untuk pengembangan diagnosis koksidiosis.
Survei Difeksi Bakteri Mycoplasma synoviae Pada Kalkun, Angsa, Entok dan Itik di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta = Survey of Mycoplasma synoviae Bacterial Infection in Turkey, Goose Muscovy Duck and Duck at Surya Amanu
Jurnal Sain Veteriner Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.373

Abstract

Telah dilakukan penelitian uji serologis terhadap Mycoplasma synoviae pada kalkun, angsa, entok dan itik di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada yang bertujuan untuk memberikan informasi adanya reaktor terhadap Infectious synovitis pada unggas tersebut. Sebanyak 175 sampel sera unggas yang terdiri dari 46 sampel sera kalkun, 45 sampel sera angsa, 44 sampel sera entok dan 40 sampel sera itik, dari Kabupaten Sleman yang diambil pada periode tahun 2003 diuji aglutinasi cepat serum dengan menggunakan antigen berwarna Mycoplasma synoviae serotipe S produksi Salsbury Laboratories, Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sebanyak 175 sampel sera unggas tersebut yang diperiksa, yang memberikan reaksi positif atau sebagai reaktor sebanyak 72 sampel sera unggas (41,14%) yang masing-masing berasal dari 26 sampel sera kalkun (56,52%), 23 sampel sera angsa (51,10%), 10 sampel sera entok (22,72%) dan 13 sampel itik (32,50%).

Page 9 of 80 | Total Record : 796


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue