Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian PGF2α terhadap Peningkatan Kualitas Spermatozoa Kambing Boerka Amalia Sutriana; Fuza Khoiriah; Husnurrizal .; Tongku Nizwan Siregar; Rasmaidar .; Herrialfian .
Acta VETERINARIA Indonesiana Vol. 8 No. 3 (2020): November 2020
Publisher : IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/avi.8.3.15-21

Abstract

Usaha untuk meningkatkan produktivitas ternak kambing Boerka di antaranya dengan melakukan inseminasi buatan (IB). Untuk meningkatkan kualitas spermatozoa yang akan digunakan untuk IB maka diberikan hormon prostaglandin F2 alfa (PGF2α). Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh pemberian PGF2α terhadap peningkatan motilitas spermatozoa kambing Boerka. Dalam penelitian digunakan 3 ekor kambing Boerka yang berumur ±2-3 tahun. Pelaksanaan perlakuan dirancang menggunakan pola latin square 3 x 3 sehingga hewan akan menerima suntikan P1 (1,5 ml NaCl fisiologis), P2 (37,5 μg PGF2α), dan P3 (75 μg PGF2α) dengan interval waktu perlakuan adalah 30 menit sebelum koleksi semen. Sampel semen dikoleksi dengan menggunakan vagina buatan dan diamati warna, konsistensi, volume, konsentrasi, motilitas, viabilitas, dan motilitas spermatozoa. Motilitas spermatozoa diamati setelah 4 jam di dalam refrigerator. Data warna dan konsistensi semen dilaporkan secara deskriptif, sedangkan volume, motilitas semen segar, dan motilitas spermatozoa setelah 4 jam di dalam refrigerator dianalisis dengan analisis varian pola bujur sangkar latin (RSBL) yang dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa warna dan konsistensi semen yang dikoleksi pada semua kelompok perlakuan adalah krem dengan konsistensi kental. Rataan (±SD) volume semen; konsentrasi spermatozoa (106/ml); motilitas semen segar (%); dan motilitas semen setelah penyimpanan pada P1 vs P2 vs P3 masing-masing adalah 0,90±0,4 vs 0,70±0,3 vs 0,90±0,3 ml (P>0,05); 2303,33±327,15 vs 2336,67±332,91 vs 2576,67±261,02 (P>0,05); 84,00±5,1 vs 73,33±11,54 vs 80,00±0,0% (P>0,05); 63,67±4,5 vs 53,33±4,7 vs 66,67±2,2% (P<0,05). Disimpulkan bahwa pemberian 75 μg PGF2α dapat meningkatkan motilitas spermatozoa kambing Boerka setelah penyimpanan dalam regrigerator selama 4 jam.
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE 5 E MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATERI EKSKRESI Yusra Yusra; Hafnati Rahmatan; Tongku Nizwan Siregar
Jurnal Edubio Tropika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.328 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa SMA Islam Al-Falah kabupaten Aceh Besar. Desain penelitian adalah pretest-posttes control group. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas XI. Sampel penelitian adalah siswa kelas XIB sebagai kelas eksperimen (menggunakan Learning Cycle 5 E dipadu media video) dan siswa kelas XIC sebagai kelas Kontrol (menggunakan model konvensional). Pengumpulan data menggunakan instrumen tesketerampilan berpikir kritis. Data dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan pada indikator menginduksi dan mempertimbangkan hasil induksi, perolehan nilai signifikasi (0,05) = 0,13, indikator membuat dan menentukan hasil pertimbangan= 0,10, dan indikator mendefinisikan istilah dan mempertimbangkan suatu definisi = 0,07. Berdasarkan nilai rata-rata dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan keterampilan berpikir kritis antara siswa kelas eksperimendengan kelas kontrol.
The influence of scientific approach and interactive multimedia toward students’ learning achievements and attitudes of science on human reproductive system material in man Darussalam Aceh Besar Azhari Azhari; Khairil Khairil; Tongku Nizwan Siregar
Jurnal Edubio Tropika Vol 6, No 2 (2018): Jurnal EduBio Tropika
Publisher : Jurnal Edubio Tropika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.458 KB)

Abstract

The objective of this study is to determine the improvement of students’ learning achievement and their attitudes toward science by applying the scientific approach and interactive multimedia on human reproductive system material. This research was conducted at MAN Darussalam located at Jl. Tgk Glee Iniem, No 01, Darussalam, Great Aceh from 1st to 25th May 2015. The method used is an experiment study that refers to pretest-posttest control group design. The sample in this study consists of 30 students divided into two groups; the experimental class and the control class. The sample of this study was decided by using purposive sampling technique. The parameter was the result of students’ cognitive and attitude toward science. The data were analyzed by using Gain and Normalization Gain (N-Gain), and T-Test to define the difference. The results showed that the influence of scientific and interactive multimedia approaches can improve students' learning achievement and attitude toward sciences. This can be seen from the students’ learning results with an average score of 55.48 (experimental class) and 45.32 (control class). While, the students' attitude toward science in the experimental class improved about 0.39 from which 3.06 was in the initial attitude and 3.45 was in the final attitude. On the other hand, the control class increased about 0.2 from a score of 2.9 initial attitudes to 3.1 on Student's final attitude. It showed that the implementation of scientific approaches and interactive multimedia is better than conventional methods.Keywords: Scientific and Interactive Multimedia, Learning Achievement and Attitude toward science and Human Reproductive System Material.
EFFECT OF AN INTRAVAGINAL PROGESTERONE IMPLANT ON SEX RATIO IN BEEF CATTLE = PENGARUH SUATU IMPLAN PROGESTERON INTRAVAGINA TERHADAP RASIO JENIS KELAMIN PADA SAPI POTONG Ginta Riady; Tongku Nizwan Siregar
Jurnal Sain Veteriner Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jsv.379

Abstract

Suatu penelitian mengenai efek suatu implan progesteron intravagina dalam CIDR-B (Eazibreedmi, InterAg. Hamilton, New Zealand) terhadap rasio jenis kelamin pada sapi potong telah dilakukan. Tujuan penelitan ini adalah menentukan efek perlakuan sinkronisasi birahi dengan progesteron dalam implan C1DR-B terhadap kelahiran anak sapi betina. Dua puluh enam sapi betina yang berumur antara 3 dan 7 tahun dibagi menjadi 2 kelompok yaitu 1) kelompok perlakuan dan 2) kelompok kontrol. Sinkronisasi birahi dilakukan pada kelompok perlakuan dengan cara memasukkan alat CIDR ke dalam vagina sapi selama 7 hafi. Dua puluh empat jam setelah pengeluaran alat CIDR, sapi-sapi perlakuan disuntik intramuskuler dengan estrogen benzoat (Cidiroff, InterAg, Hamilton, New Zealand) dan akhirnya diinseminasi buatan 24 jam kemudian. Sedangkan kelompok kontrol tidak dikenai prosedur sinkronisasi birahi dan diinseminasi hanya pada saat birahi alami. Semua sampel sapi diamati selama penelitian dan perbandingan jenis kelamin anak sapi dicatat pada saat kelahiran. Data mengenai rasio jenis kelamin dari kedua kelompok perlakuan dianalisis menggunakan uji khi-kuadrat dengan paket perangkat lunak statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kelompok perlakuan menghasilkan lebih banyak anak sapi betina dibandingkan dengan kelompok kontrol. Perbedaan antar perlakuan mengenai rasio jenis kelamin tidak berbeda nyata, yang kemungkinan disebabkan oleh terbatasnya jumlah sampel. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa progesteron dalam alat CIDR-B cenderung meningkatkan kelahiran anak sapi betina.
Evaluasi Daya Tahan Hidup Spermatozoa Kambing Peranakan Etawah dalam Beberapa Pengencer Sederhana Tongku Nizwan Siregar; Hamdan .
Jurnal Sain Veteriner Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1602.536 KB) | DOI: 10.22146/jsv.481

Abstract

.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI KEBERHASILAN INSEMINASI BUATAN PADA SAPI DI KABUPATEN ASAHAN, SUMATERA UTARA Tria Deviana Putri; Tongku Nizwan Siregar; Cut Nila Thasmi; Juli Melia; Mulyadi Adam
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 8, No 3 (2020)
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jipt.v8i3.p111-119

Abstract

Inseminasi buatan dikenal oleh peternak sebagai teknologi reproduksi ternak yang efektif. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kabupaten Asahan yang dipelihara secara intensif. Metode penelitian ini adalah metode survey, menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dengan cara membagikan kuesioner dan wawancara langsung ke peternak sebagai tambahan informasi, sedangkan data sekunder didapat dari inseminator terkait tentang hasil inseminasi buatan di Kabupaten Asahan. Kuesioner yang digunakan mencakup pertanyaan tentang karakteristik sapi seperti: status kebuntingan sapi (konfirmasi dari petugas inseminator), jenis sapi, umur sapi, skor kondisi tubuh sapi, jumlah inseminasi buatan sampai bunting, tanda-tanda berahi, waktu pelaksanaan inseminasi buatan, bulan pelaksanaan inseminasi buatan, lama birahi pascapartus, jenis straw, jumlah dosis inseminasi, jarak waktu pelaporan berahi sampai dengan IB dilaksanakan, pakan sapi, ternak dikandangkan serta profil peternak dengan 75 responden peternak dari lima kecamatan. Data dianalisis menggunakan stepwise regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 114 ekor ternak sapi betina yang dilakukan IB, sebanyak 76,3% mengalami kebuntingan dan 23,7% tidak mengalami kebuntingan. Variabel independen yang mempunyai korelasi paling kuat adalah umur sapi (sig. 0,006), jarak waktu pelaporan sampai IB (sig. 0,001), serta pakan ternak sapi (sig. 0,004). Kesimpulan penelitian bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan inseminasi buatan pada sapi di Kabupaten Asahan adalah umur sapi, jarak waktu pelaporan sampai inseminasi buatan dilaksanakan, dan pakan.  Kata kunci: Faktor keberhasilan, Inseminasi buatan, Jenis pakan, Umur sapi
PERBANDINGAN KONSENTRASI PROGESTERON SELAMA SIKLUS BIRAHI PADA DOMBA WARINGIN YANG DIINDUKSI PGF2α DAN KOMBINASI PGF2α DAN GnRH Yezi Gita Rahayu; Tongku Nizwan Siregar; Gholib Gholib; Cut Nila Thasmi; Herrialfian Herrialfian; Razali Daud; Zuhrawati Zuhrawati; Hamdan Hamdan; Rasmaidar Rasmaidar
JURNAL ILMIAH PETERNAKAN TERPADU Vol 6, No 2 (2018): Juli 2018
Publisher : DEPARTMENT OF ANIMAL HUSBANDRY, FACULTY OF AGRICULTURE, UNIVERSITY OF LAMPUNG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (625.601 KB) | DOI: 10.23960/jipt.v6i2.p101-105

Abstract

This study aimed to compare the progesterone concentrations in Waringin sheep estrus cycle which induced by PGF2α or the combination of PGF2α and GnRH. This study used six Waringin sheep those were divided into twice groups, K1 and K2. K1(n=3) were injected by 7.5 mg PGF2α intramuscularly for 10 days, while K2 (n = 3) were injected by PGF2α and GnRH. On the first day K2 were injected by 7.5 mg PGF2α, then followed by injection 50 µg of GnRH on day 8th and re-injected by 7.5 mg PGF2α on day 15th. On day 18th, sample was re-injected using 50 µg GnRH. Waringin sheep those showed estrus symptoms were detected visually and with signs showed by sheep stud. Blood samples were taken on the 7th, 14th, and 21st day after the peak heat. The measurement of progesterone concentration was conducted by enzyme linked immunosorbent assay (ELISA). The results showed those the concentrations of progesterone on day 7th, 14th, and 21st on K1 vs K2 were 1.324±1.079, 7.607±8.922, and 5.220±1.653  vs 4.705±3.369, 4.184±5.512, and 1.797±0.898 ng/mL (P>0,05), respectively. In conclusion, the concentration of progesterone of Waringin sheep after inducing with PGF2α or combination PGF2α and GnRH at different cycle periode did not show differences. Keywords: Estrus Cycle, GnRH, PGF2α, Progesterone, Waringin Sheep
Efek pemberian ekstrak pituitari sapi terhadap peningkatan jumlah folikel ovarium dan konsentrasi estradiol pada tikus putih (Rattus norvegicus) Indah Kesuma Siregar; Tongku Nizwan Siregar; Muslim Akmal; Sri Wahyuni; Nazaruddin Nazaruddin; Hafizuddin Hafizuddin
Livestock and Animal Research Vol 18, No 2 (2020): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.121 KB) | DOI: 10.20961/lar.v18i2.42956

Abstract

Risk identification for early warning of bleeding among mothers during childbirth Sulastri Sulastri; Tongku Nizwan Siregar; Muhammad Adlim; Hasanuddin Hasanuddin; Gholib Gholib; Lilis Suryani
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 12, No 1: March 2023
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v12i1.22299

Abstract

The study was conducted using the observational method. It assessed blood loss using a calibrated measuring cup every 15 minutes in the first hour after delivery and every 30 minutes for the next hour. The results of the analysis showed that the modelling of early warning identification in laboring mothers is influenced by the age and weight of the mother, which is at a significance of 10%. A major warning sign is an increase in blood pressure rate in the third stage of labor which begins 15 minutes from the start of bleeding, and is categorized as dangerous when the blood volume reaches 600 mL. Therefore, every mother in labor must be monitored regularly and continuously and early warning signs must be taken into account. There is no safe time in cases of blood loss. It is very important to identify the risks in a timely manner to identify the source of bleeding so that it can be handled quickly and appropriately in order to prevent complications and maternal death due to postpartum haemorrhage (PPH). Implication, effective and optimal identification in clinical practice should be evidence-based in order to better determine whether or not intervention is needed to prevent blood loss after childbirth.
Comparison of reproductive performance of Gembrong goats and male Boerka goats Husnurrizal Husnurrizal; Daffa Gustia Putra Akbar; Tongku Nizwan Siregar; Hafizuddin Hafizuddin; Sri Wahyuni; Anwar Anwar; Arie Febretrisiana
Livestock and Animal Research Vol 21, No 1 (2023): Livestock and Animal Research
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/lar.v21i1.63859

Abstract

Objective: This study aims to compare the reproductive performance of Boerka goats and Gembrong goats.Methods: The research was conducted at the Sei Putih Slaughter Goat Research Workshop in Deli Serdang, North Sumatra. In this study, male Boerka (n=3) and Gembrong (n=3) goats, aged 3 years and having the same average Body Condition Score (BCS) of 3.83±0.29, were used. Reproductive performance observed included scrotal circumference, libido score, and semen quality macroscopically (volume, color, odor, and consistency) and microscopically (concentration, motility, viability, and abnormalities). The data collected was tabulated and analyzed by t test.Results: Of all the parameters of reproductive performance examined, it is known that only the parameters of semen volume (ml) and sperm concentration (x106 cells/ml) showed a significant difference (P<0.05) between Gembrong goats vs. Boerka goats with values of 0.50±0.0 vs. 1.0±0.20 and 1.557±712 vs. 4.500±317.65, respectively, while the other parameters did not show a significant difference (P>0.05).Conclusions: It was concluded that the volume and concentration of Boerka goats were higher than Gembrong goats.
Co-Authors A, Aulanniam Abbas, Muhammadar Abdullah ABDELBAGI, MOHAMMED AHMED ELSHAREF Abdul Harris Adhea Prestiya Afifuddin Afifuddin, Afifuddin Ahsan, Muhammad Maulana Aisyah Fadillah Tunnisa Al Azhar Al-Azhar - Amalia Sutriana Amiruddin - Amiruddin A Amiruddin A Amiruddin Amiruddin Amiruddin Amiruddin Andre Afriadi Rahman Andre Afriadi Rahman Anwar Anwar Anwar Anwar Arie Febretrisiana Aris munandar Aris Munandar Arman Sayuti Arman Sayuti Arman Sayuti Aulanni'am, Aulanni'am Azhar A, Azhar Azhari A Azhari A Azhari Azhari Bagus Setyawan Basuki B. Purnomo Basuki B. Purnomo Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan budianto panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Budianto Panjaitan Citra Chyntia Helwana Cut Dahlia Iskandar Cut Nila Thasmi Cut Nila Thasmi Cut Nila Thasmi Cut Nila Thasmi, Cut Nila Daffa Gustia Putra Akbar Daisy Wowor, Daisy Dasrul Dasrul Dasrul Dasrul Delli Lefiana, Delli Dewi Ratna Sari Dewi Ratna Sari Dian Masyitah Dian Nurcahaya Dian Nurcahaya Dwinna Aliza Dwinna Aliza Dwinna Aliza Eka Meutia Sari Eka Meutia Sari Eka Meutia Sari Elfi Satria Suryani Erdiansyah Rahmi Erdiansyah Rahmi Fadli A. Gani Farida Athaillah Fauziah Fauziah Fuza Khoiriah Gani, Fadli A. Gholib G, Gholib Gholib Gholib Gholib Gholib, Gholib Ginta Riady Ginta Riady Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin Hafizuddin, H HAFIZUDDIN, UMAR PUTEH Hafnati Rahmatan Hamdan . Hamdan h Hamdan H Hamdan h Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdan Hamdani H, Hamdani Hamny H, Hamny Hamny Hamny Hamny Sofyan HANUM, FARAH FARIDA Hasanuddin Hasanuddin Hermawaty Tarigan Hermawaty Tarigan, Hermawaty Herri alfian Herrialfian . Herrialfian H Herrialfian Herrialfian Herrialfian, Herrialfian Husnur rizal Husnur rizal Husnurrizal Husnurrizal . Husnurrizal Husnurrizal Husnurrizal Husnurrizal Husnurrizal, Husnurrizal I. Ketut Mudite Adnyane, I. Ketut Mudite Idawati Nasution Idawati Nasution Iin Agustina Indah Kesuma Siregar Ira Khubairoh Marpaung Ira Khubairoh Marpaung, Ira Khubairoh Jalaluddi J Jalaluddi J Jalaluddin - Jannah, Raihatul Joharsyah J Joharsyah J, Joharsyah Juli Melia Juli Melia KARTINI ERIANI Ketut Adnyane Mudite Khairil Khairil Lilis Suryani M. Aris Widodo M. Aris Widodo Mahdi Abrar Mahdi Abrar Mauridatun Ramli Mefrianti Efendi Muhammad Adlim Muhammad Fathan Rizky Athallah Muhammad Hambal Muhammad Hambal Muhammad Jalaluddin Muhammad Jalaluddin, Muhammad Muhammad Rifki Muhammad Rifki Mulkan Mulkan Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam Mulyadi Adam, Mulyadi Mulyadi M Mulyadi M, Mulyadi Muslim Akmal Muslim Akmal Muslim Akmal Muslim Akmal Nanda Yulian Syah Nazaruddin Nazaruddin Nellita Meutia Nellita Meutia, Nellita Novi Afriani Nur Afriani Nur Novika Ayuni Rambe Nuzul Asmilia Nuzul Asmilia Okta Hilda Kadar, Okta Hilda Putra, Dedi Fazriansyah R Roslizawaty R Roslizawaty, R Rahmandi r Rahmandi r Ramadhana, Cut Erika Rasmaidar . Rasmaidar Rasmaidar Razali Daud Razali Daud Razali Razali Reni Ayunanda Reni Ayunanda, Reni Riani Desky rina aulia barus Rinidar R Rinidar R, Rinidar Riski Ananda, Riski Roslizawaty r Roslizawaty R Roslizawaty Roslizawaty Roslizawaty Roslizawaty Roslizawaty Roslizawaty, Roslizawaty Rosmaidar Rosmaidar, Rosmaidar Rusli Sulaiman S Syafrudddin Saifan Nur Satria Tanjung Siti Rizki Hardyana Siregar Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Sri Wahyuni Srihadi Agungpriyono Sugito Sugito Sugito Sugito Suriadi S Suriadi S, Suriadi Susi Darmayanti Sutiman B. Sumitro Syafruddin - Syafruddin S Syafruddin S Syafruddin s Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin Syafruddin, S T Armansyah, T T. Armansyah T. Armansyah Tanjung, Satria Taufiq Purna Nugraha, Taufiq Purna Teuku Armansyah Teuku Armansyah Tria Deviana Putri Triva Murtina Lubis Wahyuni, Sri Wenny Novita Sari Wida Puspita Arum Yezi Gita Rahayu Yusmadi Yusmadi Yusmadi Yusmadi YUSRA YUSRA Zainuddin Z Zainuddin Z ZK Abdurahman Baizal Zuhrawati Zuhrawati Zulkifli Z Zulkifli Z Zuraidawati -