cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sain Veteriner
ISSN : 012660421     EISSN : 24073733     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 824 Documents
KARAKTERISASI AWAL BAKTERIOSIN PRODUKSI BAKTERI ASAM LAKTAT YANG DIISOLASI DART PLIEK U = THE PRELIMINARY CHARACTERIZATION OF BAC 1ERIOCIN PRODUCED BY LACTIC ACID BACTERIA ISOLATED FROM PLIEK U Nurliana .; Suzanna Rabfiani; M. Hanafiah
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5028.642 KB) | DOI: 10.22146/jsv.390

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengamati ciri-ciri senyawa aktif yang terkandung dalam supernatan bakteri asam laktat yang diisolasi dari pliek u akibat penambahan enzim proteolitik dan pemanasan. Pengujian ulang aktivitas hambatan dan uji sensitivitas supernatan isolat PBI (bakteri asam laktat) yang diduga mengandung bakteriosin menggunakan metode pour plate (overlay dan metoda sumur). Media untuk menumbuhkan isolat PBI digunakan MRS broth dimodifikasi dengan penambahan tween 80 dan yeast extract, dan juga menggunakan media agar MRS . Media untuk bakteri indikator (Listeria monocylogenes) menggunakan agar Bill 0.75 %. Pengaruh enzim pepsin dan tripsin kosentrasi 1 mg/ml setelah dicampur dengan supernatan isolat PBI (v/v) diuji terhadap sensitivitas bakteriosin. Uji sensitivitas terhadap pemanasan dilakukan pada suhu 60,80,100 dan 120°C selama 10 dan 12 menit, Data dianalisi secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supernatan isolat BAL PBI diduga mengeluarkan senyawa bioalctif (bakteriosin), karena mampu menghambat L. Monocytogenes dengan aktivitas hambatan sebesar 3 mm, dan juga sensitif terhadap pepsin dan tripsin, serta tidak sensitif pada pemanasan 60,80°C selama 10 dan 15 menit, tetapi sensitif pada pemanasan 100°C dan 120°C.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP KADAR MALONDIALDEHID PLASMA PADA TIKUS YANG DIBERI PAKAN LEMAK TINGGI = THE EEtiECT OF VITAMIN E ON THE PLASMA MALONDIALDEHYDE CONCENTRATION ON RAT FED HIGH FAT DIET Sapto Yuliani; Wasito .; Hastari Wuryastuti
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5738.944 KB) | DOI: 10.22146/jsv.391

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian vitamin E terhadap kadar malondialdehid plasma pada tikus Wistar yang diberi pakan lemak tinggi. Tigapuluh ekor tikus umur 3 bulan dengan berat badan berkisar antara 182-250 gram, dibagi secara acak menjadi 6 kelompok masing-masing 5 ekor. Kelompok 1 diberi pakan basal (kontrol), kelompok II diberi pakan lemak tinggi dan vitamin E 301U, kelompok 111 pakan lemak tinggi dan vitamin E 60 11.1, kelompok IV diberi pakan lemak tinggi dan vitamin E 120 1U, kelompok V diberi pakan lemak tinggi dan vitamin E 240 IU, kelompok VI diberi pakan lemak tinggi dan vitamin E 480 IU, ad libitum selama 12 minggu. Sebelum perlakuan darah diambil dan semua tikus untuk pemeriksaan kadar MDA plasma dan vitamin E serum. Pemeriksaan darah diulang pada akhir perlakuan. Analisis MDA plasma dilakukan dengan spektrofotometer dan analisis vitamin E serum dengan HPLC. Dart basil analisis statistik menggunakan pola faktorial yang dilanjutkan dengan uji Dunner s menunjukkan bahwa.pemberian vitamin E sebanyak 120 IU (kel. IV), 240 IU (kel.V) dan 480 IU (keL VI) menyebabkan penurunan secara signifilcan (P
POTENSI ZOONOTIK Streptococcus equi subsp. zooepidemicus : KARAKTERLSASI ISOLAT ASAL MANUSIA, KERA DAN BABI DI BALI = THE ZOONOTICAL POTENTION OF Streptococcus equi subsp. zooepidemicus: CHARACTERIZATION OF HUMAN, MONK Siti Isrina Oktavia; Bambang Dwi Haryanto; I Gusti Ketut Surjana; Aris Purwantoro; Michael Haryadi
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7239.824 KB) | DOI: 10.22146/jsv.392

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk isolasi dan karakterisasi streptokokus pada manusia yang diperkirakan mempunyai potensi terinfeksi Streptococcus equi subsp. zooepidemicus di wilayah Bali. Swab tonsil dilakukan terhadap 15 orang yang bekerja di Hutan Wisata Alam (HWA) Alas Kedaton, Bali. Dalam penelitian ini digunakan pula 3 Streptococcus equi subsp. zooepidemicus isolat kera sakit Min 1 isolat babi sakit yang diisolasi pada seat wabah pada tahun 1994 dan 1 isolat babi subklinis yang diisolasi pada tahun 1998. Hasil isolasi swab tonsil dapat diidentifikasi Streptococcus equi subsp. zooepidemicus pada 2 orang pekerja pemandu wisata HWA. Hasil karakterisasi terhadap 7 kultur Streptococcus equi subsp. zooepidemicus isolat manusia, kera dan babi terlihat bahwa 4 kultur (3 kera dan 1 babi) tumbuh pada media padat dengan koloni besar, mukoid dan tampak pertumbuhan yang keruh pada media cair. Tiga kultur yang lain (2 manusia dan 1 babi), tampak koloni kecil, bersifat nonmukoid pada media padat dan tumbuh jernih pada media cair. Berdasar uji hidrofobisitas dan uji hemaglutinasi diketahui bahwa 4 kultur mukoid bersifat hidrofil dan tidak mengaglutinasi eritrosit, sedangkan 3 kultur nonmukoid bersifat hidrofob dan dapat mengaglutinasi eritrosit.
PATOGENISITAS ISOLAT Escherichia con POSITIF CONGO RED PADA TELUR AYAM BEREMBRIO UMUR 12 HARI = PATOGENICITY OF CONGO RED POSITIVE ISOLATE OF Escherichia coil IN THE 12-DAYS OLD CHICKEN EMBRYOS Widagdo Sri Nugroho; M. Haryadi Wibowo; Widya Asmara
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5076.058 KB) | DOI: 10.22146/jsv.393

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui patogenisitas isolat Escherichia coif positif congo red. Escherichia coil dari kasus kolibasilosis ayam diisolasi menggunakan media TSA dan EMB kemudian kemampuan pengikatan warna congo red diuji dengan agar congo red (TSA+0,003% congo red). Tingkat patogenisitas isolat yang mengikat warns congo red dilihat dari uji kematian embrio. Empat isolat E.coli positif conga red (CR+) dan 1 isolat negatif terhadap congo red (CR -) diinokulasikan pada telur berembrio umur 12 hari. Tingkat kematian embrio selama arum bad pascainokulasi masing-masing isolat E.coli positif congo red (500 colony form unit / CM) pada kantung alantois telur berembrio umur 12 hari berbeda antar kelompok. Angka kematian yang diperoleh dari isolat CR + 1, 2, 3, dan 4 masing-masing adalah 10%, 20%, 60% dan 100%. Perubahan anatomi yang tampak yaitu terjadinya perdarahan kulit pada embrio yang mati dan secara mikroskopik lesi-lesi pada hati, jantung, dan limpa menujukkan adanya septisemi. Isolasi dan uji ulang congo red terhadap inokulat positif conga red memperlihatkan bahwa beberapa isolat kehilangan kemampuan mengikat warna conga red. Isolat-isolat tersebut memiliki angka kematian yang rendah (10-20%). Variasi kemampuan isolat mengikat warm conga red memiliki keterkaitan dengan patogenisitasnya.
PENGARUH PEMBERIAN AGONIS GnRH DESLORELIN TERHADAP PERUBAHAN HISTOLOGI TESTIS DAN EPIDYDYMIS ANJING JANTAN = THE EFFECT OF GnRH AGONIST DESLORELIN ON THE HISTOLOGICAL CHANGES OF TESTES AND EPIDYDYMIS IN MALE DOG Yance Izwantoro; Aris Junaidi
Jurnal Sain Veteriner Vol 20, No 1 (2002): Juli
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5900.625 KB) | DOI: 10.22146/jsv.394

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang pengaruh pemberian implan yang berisi 6 mg deslorelin agonis GnRH terhadap perubahan histologi testis dan epididimis anjing jantan. Sebanyak enam ekor anjing kampung jantan digunakan dalam penelitian ini. Hewan dibagai rata secara acak menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok I, setiap hewan diberi implan yang berisi 6 mg deslorelin dan pada kelompok 2 digunakan sebagai kontol dan hewan diberi implan kosong tanpa deslorelin (placebo). Setelah implantasi selama 3 bulan, hasil pemeriksaan histologi testis dan epididimis pada anjing perlakuan menunjukkan atrofi tubulus seminiferus dan tidak ada aktifitas spermatogenesis, sedangkan pada epididimis tampak hilangnya epitel silia dan tidak adanya spermatozoa pada duktus epididimidis. Penelitian ini menunjukkan bahwa implantasi menggunakan implan yang berisi 6 mg deslorelin dapat digunakan untuk menekan fungsi reproduksi anjing jantan.
THE IDENTIFICATION AND MANAGEMENT OF REPRODUCTIVE DISEASES OF BULLS MANAGEMEN DAN IDENTIFIKASI PENYAKIT-PENYAKIT REPRODUKSI PADA SAPI PEJANTAN Scott Thomas Norman; Scott Parry; Philip Ladds; Andrew Brown
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4748.865 KB) | DOI: 10.22146/jsv.405

Abstract

Resensi artikel ini menjelaskan kondisi penyakit yang dapat ditemui pada setiap tingkatan evaluasi fertilitas rutin dari sapi pejantan. Hal tersebut memberikan informasi pada kontrol dan managemen penyakit yang menyerang kapasitas reproduksi pejantan untuk membantu para praktisi untuk memutuslcan tincLikan yang sesuai. Beberapa metode tambahan dari evaluasi fertilitas sapi pejantan dijelackan, dengan beberapa komentar pada kesesuaiannya. Disimpulkan bahwa managemen penyakit-penyakit reproduksi pada sapi jantan memerlukan pengertian/pengetahuan dari pejantan yang digunakan; perkiraan nilai ekonomis untuk memililh penanganan yang sesuai harus dievaluasi; observasi secara teratur, perhatian kbusus terhadap nutrisi, pembuatan jadwal vaksinasi yang tepat; dan pembuatan program culling dan kriteria seleksi. Kata kunci: Pemeriksaan fertilitas, sapi pejantan, tatalaksana pemeliharaan
USE OF A GnRH AGONIST TO DELAY THE OVULATION AND INJECTION OF hCG TO INDUCE OVULATION IN GOATS SUPERSTEMULATED WITH FSH Aris Junaidi; Scott Thomas Norman
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1066.077 KB) | DOI: 10.22146/jsv.406

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh penundaan ovulasi pada kambing yang disuperstimulasi, dengan FSH pada respon ovarium. Sepuluh ekor lambing dewasa dari ras campuran digunakan dalam penelitian ini. Seluruh kambing betina diberi implan secara subcutan dengan agonis GnRH deslorelin selama 19 hari. Setiap kambing disuperstimulasi dengan 18 mg FSH yang diberikan secara berseri selang 12 jam selama 4 hari, dimulai pada hari ke 7 setelah implantasi deslorelin. Pada hari ke 9 setiap kambing diberi 5 mg dinoprost trometamine ((PGF2a, Lutalyse®). Induksi ovulasi dengan injeksi 500 I.U. hCG ( Chorulon ®, Intervet Australia) pada har ke 11 dan kambing dilepas dengan pejantan untuk menilai dan memonitor tingkah laku estrus. Ovarium dari seluruh kambing diperiksa dengan laparoskopi 7 hari sesudah pemberian hCG. Pada setiap kasus korpus luteum (CL) dihitung dan di ldasiftkasikan sebagai normal atau regresi. Hasil dari pemeriksaan laparoskopi menunjulckan bahwa CL. folikel yang tidak ovulasi dan CL albikan secara berurutan adalah sebagai berikut 2.5 ± 1.62, 18 ± 1.29 and 0.8 ± 0.62. Permulaan estrus dan durasi estrus setelah pemberian prostaglandin adalah 37.6 ± 3.48 dan 35.8 ± 3.87. Disimpulkan bahwa penundaan ovulasi menggunakan agonis GnRH dan induksi ovulasi menggunakan hCG pada kambing yang disuperstimulasi tidak menambah jumlah ovulasi seperti ditunjukkan dari jumlah total CL. Kata kunci: GnRH agonis, superovulasi, FSH, hCG
STUDI PERKEMBANGAN DAN SITOPATOLOGI Eimeria tenella PADA MEMBRANCHORIOALLANTOIS Bambang Sutrisno; Joko Prastowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 21, No 1 (2003): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1928.166 KB) | DOI: 10.22146/jsv.407

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan dari siklus hidup Eimeria tenella gambaran histopatologik membran chorioallontois sebagai akibat infeksi sporosista dan oosista Eimeria tenella, untuk mengetahui kemungkinan penggunaan membran chorioallantois sebagai medium k-ultur Eimeria tenella. Penelitian ini menggunakan 50 butir telur ayam berembrio umur 10 hari yang dibagi ke dalam 5 kelompok, masing-masing 10 butir. Kelompok 1, telur diinfeksi dengan 5.000 oosista, kelompok II diinfeksi dengan 10.000 oosista, kelompok 111 diinfeksi dengan 25.000 sporosista, kelompok IV diinfeksi dengan 50.000 sporosista dan kelompok V diperlukan sebagai kontrol. Telur-telur tersebut diinkubasi pada suhu 41°C selama 6 hari. Mulai hari ke 2 setelah infeksi, dua telur dad masing-masing kelompok diperiksa dengan membuka kerabangnya, membran chorioallantois diamati untuk melihat perubahan makroskopik dan histologik. Hasil yang didapat adalah kelompok I dan II tidak ada perbedaan dan oosista tidak berkembang bahkan mengalami nekrosis. Kelompok III dan /V menunjukkan perkembangan di dalam membran chorioallantois, hari ke 2 setelah infeksi sel epitel membesar dan terisi oleh sporozoit, hari ke 3 setelah infeksi sudah ada skizon generasi I, hari ke 4 setelah infeksi sel-sel epitel membesar dan ada stadium makrogamet, skizon generasi II dan zigot, dan had ke 5 setelah infeksi sudah terdapat stadium oosista. Inokulasi sporosista Eimeria tenella pada membran chorioallantois dapat berkembang menjadi stadium berikutnya, sedang inokulasi oosista Eimeria tenella pada membran chorioallantois tidak menunjukkan perkembangan. Membran chorioallantois dapat digunakan sebagai medium kultur Eimeria tenella.Kata kunci : Chorioallantois, Eimeria tenella, Skizon , Makrogamet
Korelasi Antara Panjang Tubuh Terhadap Berat Tubuh Ular Sanca Batik (Phytonreticulatus) Slamet Rahardjo; Albert Jackson Yang; Guntari Titik Mulayni; Soedarmanto Indarjulianto; Ida Tjahajati
Jurnal Sain Veteriner Vol 26, No 1 (2008): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2208.618 KB) | DOI: 10.22146/jsv.409

Abstract

.
Kuantitas Dan Kualitas Sel Telur Anjing Lokal Dari Berbagai Stadium Estrus Yuda Heru Fibrianto; Tri Wahyu Pangestiningsih; Amelia Hanna; Pudji Astuti; ClaudeM Mona Airin; Asyhari .; Amrullah Anindito; Nuraini Rahmawati; Koko Kurniawan; Pradityo Yoga Wibowo
Jurnal Sain Veteriner Vol 26, No 1 (2008): JUNI
Publisher : Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada bekerjasama dengan PB PDHI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1310.87 KB) | DOI: 10.22146/jsv.411

Abstract

.

Page 11 of 83 | Total Record : 824


Filter by Year

1995 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 43, No 3 (2025): Desember Vol 43, No 2 (2025): Agustus Vol 43, No 1 (2025): April Vol 42, No 3 (2024): Desember Vol 42, No 2 (2024): Agustus Vol 42, No 1 (2024): April Vol 41, No 3 (2023): Desember Vol 41, No 2 (2023): Agustus Vol 41, No 1 (2023): April Vol 40, No 3 (2022): Desember Vol 40, No 2 (2022): Agustus Vol 40, No 1 (2022): April Vol 39, No 3 (2021): Desember Vol 39, No 2 (2021): Agustus Vol 39, No 1 (2021): April Vol 38, No 3 (2020): Desember Vol 38, No 2 (2020): Agustus Vol 38, No 1 (2020): April Vol 37, No 2 (2019): Desember Vol 37, No 1 (2019): Juni Vol 36, No 2 (2018): Desember Vol 36, No 1 (2018): Juni Vol 35, No 2 (2017): Desember Vol 35, No 1 (2017): Juni Vol 34, No 2 (2016): Desember Vol 34, No 1 (2016): Juni Vol 33, No 2 (2015): Desember Vol 33, No 1 (2015): JUNI Vol 32, No 2 (2014): DESEMBER Vol 32, No 1 (2014): JUNI Vol 31, No 2 (2013): DESEMBER Vol 31, No 1 (2013): JULI Vol 30, No 2 (2012): DESEMBER Vol 30, No 1 (2012): JUNI Vol 29, No 2 (2011): DESEMBER Vol 29, No 1 (2011): JUNI Vol 28, No 2 (2010): DESEMBER Vol 28, No 1 (2010): JUNI Vol 27, No 2 (2009): DESEMBER Vol 27, No 1 (2009): JUNI Vol 26, No 2 (2008): DESEMBER Vol 26, No 1 (2008): JUNI Vol 25, No 2 (2007): DESEMBER Vol 25, No 1 (2007): JUNI Vol 24, No 2 (2006): DESEMBER Vol 24, No 1 (2006): JUNI Vol 23, No 2 (2005): DESEMBER Vol 23, No 1 (2005): JUNI Vol 22, No 2 (2004): DESEMBER Vol 22, No 1 (2004): Juli Vol 21, No 2 (2003): DESEMBER Vol 21, No 1 (2003): JULI Vol 20, No 2 (2002): Desember Vol 20, No 1 (2002): Juli Vol 19, No 2 (2001): DESEMBER Vol 18, No 1&2 (2000) Vol 18, No 2 (2000) Vol 18, No 1 (2000) Vol 17, No 1 (1999) Vol 16, No 2 (1999) Vol 16, No 1 (1998) Vol 15, No 1&2 (1996) Vol 14, No 2 (1995) More Issue